Articles

Found 30 Documents
Search

Genetic Parameter Estimation on Upland Rice Agronomic Characters in Ultisols through Diallel Analysis

HAYATI Journal of Biosciences Vol 12, No 3 (2005): September 2005
Publisher : Bogor Agricultural University, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.601 KB)

Abstract

An estimate of genetic parameters was made to study the types of gene action in rice. A half diallel analysis was performed among seven rice genotypes with different genetical backgrounds, i.e. Situgintung, Jatiluhur, Gajah Mungkur, B8503E-TB-9-0-3, Krowal, CT6510-24-1-3, IR 64, and its 21 progenies. This experimental material was arranged in a complete block design with four replications. All observed characters had highly significant genotypic differences. The genetic parameters were estimated following Hayman method. The simple model of additive-dominance was sufficiently detected through the absence of nonalellic interaction. Productive tillers exhibited partial dominance. Heritability in a narrow sense was high. There was a positive correlation between grain yield and the number of productive tillers.

Metode Pengusangan Cepat untuk Pengujian Vigor Daya Simpan Benih Cabai (Capsicum annuumL.)

Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol 40, No 2 (2012): JURNAL AGONOMI INDONESIA
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.268 KB)

Abstract

The ability of seed to maintain seed quality during storage is called seed vigor. Accurate method for seed vigor testing of pepper seeds is necessary to accurately determine seed storability during seed distribution. The aim of this research was to determine the best accelerated aging method (AAM) of pepper seed. Freshly harvested seeds of Capsicum annuumL., IPB C9 genotype were used in this study. The experiment used randomized complete block design (RCBD) with three replications. The experimental treatments were seed vigor testing methods i.e. natural deterioration test at room temperature in controlled humidity (RH 90-95%), and four AAM (hot water 60 ºC, methanol 20%, ethanol 20%, and high temperature at 40 ºC). The best method was selected using analysis of variance, coeficient of variance, regresion dan t student analysis. AAM using 20% methanol at periods of 0, 2, 4, 6 and 8 hours was the best method of seed vigor testing for pepper seed. Keywords: accelerated aging, deterioration, ethanol, methanol, high temperature

Keragaman Karakter Komponen Hasil dan Hasil pada Genotipe Kedelai Hitam

Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol 40, No 3 (2012): JURNAL AGONOMI INDONESIA
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.887 KB)

Abstract

The objective of this research was to determine the trait variance in black soybean lines in terms of yield and yield components. The materials used were F8 lines generated from hybridization of two local varieties, i.e. black seeded Ceneng and greenish yellow seeded Godek, and then selected under single seed descent method, except SC-39-1, SC-62-2 and GC-74-7 that were generated through bulk selection method. The results showed that the traits between plant genotypes were significantly different, except number of productive node and number of unfilled pod. Total variance was contributed more by number of filled pod, seed weight per plant and 100 seed weight. Seed weight per plant and 100 seed weight had high heritability with genetic variance and broad-sense heritability which were significantly different from zero. These characters are important for further selection to improve yields of black soybean lines.Keywords: black soybean lines, broad sense heritability, total variance

Variasi Genetik Mutan Anggrek Spathoglottis plicataBlume. Berdasarkan Marker ISSR

Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol 40, No 3 (2012): JURNAL AGONOMI INDONESIA
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.572 KB)

Abstract

Mutants of Spathoglottis plicataBlume were obtained from plants treated with Gamma Irradiation at 30-100 Gray. The mutants showed variations in the flower morphology. The objective of this experiment was to identify genetic variations of orchids S. plicataand its mutants using inter-simple sequent repeat (ISSR) markers. The amplified product of 10 ISSR primers produced 360 bands and 71 ISSR of the loci (90.14%) were polymorphic. The coefficient of similarity and principal component analysis produced five major groups with similarity coefficient of 0.68. The goodness of fit correlation matrix value reached 0.91. Therefore the ISSR isa good marker for identification of S. plicatamutants.Keywords: gamma irradiation, ISSR marker, mutant, orchid

Evaluasi Keragaan Generasi Pertama Selfing Jagung Ketan Lokal

Buletin Agrohorti Vol 6, No 3 (2018): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.25 KB)

Abstract

Jagung ketan lokal memiliki produktivitas yang rendah. Keutamaan jagung ketan lokal yaitu memiliki pati yang mengandung amilopektin lebih banyak. Kegiatan pemuliaan tanaman diperlukan untuk meningkatkan produktivitas dan memperbaiki karakter jagung ketan agar memiliki rasa lebih manis. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi beberapa karakter kuantitatif, kualitatif, dan potensi sifat prolifik pada generasi S1 jagung. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Leuwikopo, Dramaga, Bogor pada bulan Februari – Mei 2017. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) faktor tunggal yaitu genotipe dengan tiga ulangan. Faktor perlakuan yaitu genotipe jagung yang terdiri atas 16 genotipe uji dan 1 genotipe pembanding URI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genotipe- genotipe uji jagung ketan memiliki beberapa karakter kuantitatif dan kualitatif yang berbeda dari genotipe- genotipe uji yang lain maupun varietas pembanding URI. Sebanyak tujuh karakter yang diamati memiliki nilai heritabilitas arti luas (h2bs) yang tinggi dan satu karakter memiliki nilai heritabilitas arti luas (h2bs) yang sedang. Karakter  ASI  memiliki  nilai  KK  dan heritabilitas  arti  luas  yang  tinggi  serta  berkorelasi  negatif  dengan komponen hasil berupa diameter tongkol, jumlah baris biji, dan bobot tongkol berkelobot sehingga dapat dipertimbangkan sebagai kriteria seleksi. Genotipe JLP1-2, JWP12-5, dan JWP12-8 memiliki potensi sifat prolifik dengan jumlah tongkol per tanaman masing-masing sebanyak 2,55 tongkol, 2,20 tongkol, dan 2,31 tongkol.  Genotipe  SD2,  JWP12-5,  JWP12-3,  JWP22-1,  dan  JLP1-6  memiliki  karakter  agronomi  dan komponen hasil yang baik.

The Effectiveness of High Speed Aeration to Reduce Pollutant from Final Waste Disposal Leachate: Case Study at Galuga Final Waste Disposal Site (TPA) Bogor City

Forum Pasca Sarjana Vol 34, No 1 (2011): Forum Pascasarjana
Publisher : Forum Pasca Sarjana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.79 KB)

Abstract

A laboratory scale research to obtain environmentally safe effluent from Final Waste Disposal Site leachate in Galuga owned by Regional Government of Bogor City was conducted from July 2006 through to April 2007. The experiment of production tolerable threshold effluent was carried out by aerating the leachate in 4 different aeration rates (0, 10, 30 and 70 liters/minute).  The research found that the most effective method to reduce pollutant was aerating at the rate of 70 liters/minutes.  However, only some of pollutant (Cu, Zn, Pb and E.coli) can be reduced until below tolerable threshold.   Keywords: effluent, leachate, tolerable threshold

Perluasan Indeks Seleksi Nilai Fenotipe Untuk Indeks Seleksi Nilai Pemuliaan

Agrohorti Bulletin (e-Journal) Vol 2, No 1 (2014): Januari 2014
Publisher : Agrohorti Bulletin (e-Journal)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.997 KB)

Abstract

Indeks seleksi merupakan salah satu prosedur seleksi sifat berganda yang penting dalam prog­ram pemuliaan tanaman. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsi dan menduga parameter-parameter skor indeks dari metode-metode indeks seleksi nilai fenotipe, dan kemungkinan perluasannya bagi metode indeks seleksi nilai pemuliaan BLUP. Peragam fenotipe dan genotipe dari indeks basis dan Smith-Hazel digunakan sebagai landasan statistik untuk pendugaan parameter dan perluasan pengguna­an indeks. Penurunan rumus menghasilkan peragam aditif dan fenotipe bagi indeks seleksi berbasis nilai eigen, dan memperoleh parameter indeks seperti heritabilitas, koefisien deter­minasi, respons seleksi, respons seleksi tak langsung dan respons komponen sifat-sifat kuantitatif bagi semua metode indeks nilai fenotipe. Parameter peragam nilai pemuliaan sebenarnya dapat diduga dari analisis eigen dan keakuratan nilai pemuliaan BLUP yang memungkinkan metode indeks seleksi nilai fenotipe dapat diterapkan dengan prosedur yang sama pada nilai pemuliaan BLUP. Terakhir, heritabilitas dan koefisien determinasi indeks dapat digunakan dalam simulasi pembobot ekonomis untuk menghasilkan indeks terbaik.

Evaluasi Karakter Agronomi dan Analisis Kekerabatan 10 Genotipe Lokal Kacang Hijau (Vigna radiata L. Wilczek)

Agrohorti Bulletin (e-Journal) Vol 2, No 1 (2014): Januari 2014
Publisher : Agrohorti Bulletin (e-Journal)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.808 KB)

Abstract

Kacang hijau (Vigna radiata L. Wilczek) merupakan salah satu tanaman Leguminosae yang cukup penting di Indonesia. Permasalahan yang sering muncul pada budidaya kacang hijau adalah tidak serempaknya panen sehingga membutuhkan waktu dan tenaga kerja yang lebih banyak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi karakter agronomi 10 genotipe lokal kacang hijau dan menganalisis jarak genetik antar genotipe-genotipe tersebut berdasarkan karakter kuantitatif dan kualitatif. Percobaan dilaksanakan di Kebun Percobaan IPB Leuwikopo Dramaga, Bogor pada bulan April hingga Agustus 2013, dalam rancangan acak kelompok (RAK) dengan faktor tunggal yang terdiri atas 10 genotipe kacang hijau lokal dan satu varietas nasional sebagai pembanding dengan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genotipe-genotipe yang diuji berbeda nyata dengan pembanding pada komponen pertumbuhan, komponen umur tanaman, dan komponen produksi. Genotipe LL3 merupakan genotipe dengan keragaan terbaik (berdasarkan parameter: komponen produksi, komponen umur tanaman, dan komponen keserempakan panen), diikuti LL4, LWL, dan LKH. Berdasarkan analisis jarak genetik, genotipe-genotipe yang diuji mengelompok menjadi empat kelompok (berdasarkan karakter kuantitatif) dan tiga kelompok (berdasarkan karakter kualitatif).

Analisis Daya Gabung Galur-Galur Jagung Tropis di Dua Lokasi

Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol 41, No 2 (2013): JURNAL AGRONOMI INDONESIA
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.278 KB)

Abstract

The objective of this research was to analyze the combining ability of nine tropical maize lines from PT. BISI International, Tbk’s collections across two locations. The research used a complete diallel mating design according to Griffing’s method 1. Randomized completely block design was used as an experimental design with three replications in each location, Kediri and Nganjuk, East Java. Result of the combining ability analysis revealed that location effect was significant for all traits. Additive gene effects were more important in controlling plant height, ear length, ear diameter and 1,000-grain weight while non-additive gene effects were more important in controlling days to harvest, ear weight per plot and yield potency. Good combiners across locations for days to harvest were Sr-1#247 and Sr-1#086. Sr-1#001 and Loe#187; Pron#077 and Loe#057; Pron#142 and Loe#187; Loe#187 and Loe#057; Sr-1#001 and Loe#187 were a good combiners for ear length, ear diameter, 1,000-grain weight, ear weight per plot and yield potency, respectively. Best specific combinations for several important traits were generated from parent lines with high x low GCA. Sr-1#001xLoe#055; Loe#187xLoe#055 and Loe#057xLoe#055 were the best for ear weight per plot and yield potency.Keywords: combining ability, diallel, G x E interaction, tropical maize

Indikator dan Kriteria Seleksi pada Generasi Awal untuk Perbaikan Hasil Biji Kacang Hijau Berumur Genjah

Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol 41, No 3 (2013): JURNAL AGRONOMI INDONESIA
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2063.11 KB)

Abstract

ABSTRAKPerbaikan hasil kacang hijau dapat dilakukan melalui seleksi langsung maupun seleksi tak langsung berdasarkankriteria seleksi dari satu atau beberapa sifat kuantitatif sebagai indikator seleksi. Penelitian ini bertujuan untuk memilihindikator seleksi bagi hasil biji dan menentukan kriteria seleksi bagi indikator seleksi tersebut pada populasi generasi awalkacang hijau berumur genjah. Penelitian menggunakan rancangan acak tak lengkap berblok bersekat-tersarang 1-tahap.Analisis lintas dan regresi aditif serta genotipik masing-masing digunakan untuk memilih dan menentukan indikator seleksi dan kriteria seleksi. Hasil analisis pengaruh langsung memperlihatkan jumlah biji bernas dan umur berbunga merupakanindikator seleksi bagi hasil biji dengan kriteria seleksi 200 biji pada kisaran umur berbunga 40-46 hari, untuk memperolehhasil > 12 g tanaman. Sebaliknya, hasil analisis pengaruh tak langsung memperlihatkan tinggi tanaman, jumlah cabangdan lama hari panen dapat pula dimasukkan sebagai indikator seleksi. Kriteria seleksi bagi masing-masing indikator seleksiini adalah dua cabang dengan lama hari panen 16-20 hari dan tinggi tanaman sekitar 85 cm untuk menghasilkan 200 biji.Bila dipilih tanaman yang lebih pendek, kriteria seleksi tinggi tanaman 75-80 cm dapat digunakan, namun lama hari panenmenjadi 22-26 hari.-1Kata kunci: analisis regresi, analisis lintas, BLUP, seleksi generasi awal