Articles

Found 12 Documents
Search

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MODUL MATEMATIKA Devita, Rina; Yulianti, Dwi; Sutiarso, Sugeng
Jurnal Teknologi Informasi Komunikasi Pendidikan Vol 1, No 7 (2013): Jurnal Teknologi Informasi Komunikasi Pendidikan
Publisher : Jurnal Teknologi Informasi Komunikasi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purposes of this research are (1) to describe the current conditions of learning mathematics and analyze the potential for the development of mathematics module for Statistics and Probability (2) to develop instructional materials in the form of mathematical module for Statistics and Probability in grade XI Science,(3) to test the effectiveness of the use of the module for Statistics and Probability,(4) to test the efficiency of the use of the module for Statistics and Probability,(5)to test the attractiveness of the module for Statistics and Probability.It was conducted in SMAN 13, SMAN 15, and SMA Persada Bandar Lampung. The research conclusions are (1) senior high schools in Bandar Lampung are potential for the development of the module Statistics and Probability (2) the development of teaching materials for math module for Statistics and Probability (3) module is effective for instructional materials in teaching (4) module is efficient to use as teaching materials in learning (5) module is attractive for students as teaching material for Statistics and ProbabilityTujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan kondisi pembelajaran matematika saat ini  dan menganalisis potensi pengembangan modul matematika materi Statistika dan Peluang, (2) mengembangkan bahan ajar dalam bentuk modul matematika materi Statistika dan Peluang kelas XI IPA, (3) menguji efektifitas penggunaan modul Statistika dan Peluang, (4) menguji efisiensi penggunaan modul Statistika dan Peluang,(5) menguji kemenarikan modul Statistika dan Peluang. Penelitian dilakukan di SMAN 13 Bandar Lampung, SMAN 15 Bandar Lampung dan SMA Persada Bandar Lampung. Kesimpulan penelitian adalah (1) SMA di Bandar Lampung berpotensi untuk pengembangan modul Statistika dan Peluang (2) pengembangkan bahan ajar modul matematika materi Statistika dan Peluang (3) Modul efektif digunakan dalam pembelajaran.(4) Modul efisien digunakan sebagai digunakan bahan ajar dalam pembelajaran (5) Modul  menarik siswa sebagai bahan ajar materi Statistika dan PeluangKata kunci : bahan ajar, modul, statistika dan peluang.
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA MATEMATIKA BERBASIS BELAJAR MANDIRI Maria, Maria; Koestoro, Budi; Sutiarso, Sugeng
Jurnal Teknologi Informasi Komunikasi Pendidikan Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Teknologi Informasi Komunikasi Pendidikan
Publisher : Jurnal Teknologi Informasi Komunikasi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purposes of this research were to describe (1) the importance of LKS to improve the quality of learning (2) the characteristics of mathematics LKS teaching materials (3) the effectiveness (4) the efficient (5) the attractiveness of using worksheets materials to understand the properties up and the correlation between waking. This research design was a Research and Development (R&D). Data was collected by questionnaires and questions and test, analyzed by the gain test, and quantitative descriptive. Conclusions of the research were (1) SD N 3 Adiluwih has potential for the development of teaching materials of mathematics LKS as an effort to improve the quality of learning, (2) the characteristics of teaching materials of mathematics LKS based on student’s self-learning, (3) teaching materials of mathematics LKS effectively used as a learning media, (4) the use of teaching materials of mathematics LKS learning media efficiently as proved by the value of learning efficiency ratio amounted to 1,30, (5) teaching materials of mathematics LKS was interesting to be used.Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan: (1) potensi sekolah untuk dikembangkan LKS sebagai peningkatan mutu pembelajaran (2) karakteristik bahan ajar LKS matematika (3) efektifitas (4) efisiensi (5) kemenarikan LKS matematika materi memahami sifat-sifat bangun dan hubungan antar bangun. Desain penelitian ini adalah Research and Development (R&D). Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan tes, analisis dilakukan dengan uji gain, dan deskriptif kuantitatif. Kesimpulan penelitian adalah (1) SD N 3 Adiluwih berpotensi untuk pengembangan bahan ajar LKS matematika sebagai upaya peningkatan mutu pembelajaran, (2) karakteristik bahan ajar LKS yang dikembangkan adalah LKS matematika berbasis belajar mandiri, (3) bahan ajar LKS efektif digunakan sebagai media pembelajaran, (4) penggunaan bahan ajar LKS efisien sebagai media pembelajaran dengan nilai rasio efisiensi pembelajaran sebesar 1,30, dan (5) bahan ajar LKS menarik untuk digunakan. Kata kunci : LKS, matematika, berbasis belajar mandiri.
PERAN MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERFIKIR ANALITIS SISWA SMK Nur Wahyu, Muhammad; Sutiarso, Sugeng
Prosiding Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 1, No 1 (2017): Prosiding Seminar Nasional Matematik dan Pendidikan Matematika 2017
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika IAIN Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desain pembelajaran memiliki peranan penting dalam kegiatan pembelajaran. Serang guru dapat menyusun desain pembelajaran dibuat sedemikian rupa sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Guru dapat memilih strategi pembelajaran agar menciptakan pembelajaran aktif. Dengan pembelajaran aktif sehingga siswa dapat meningkatkan kemampuan berfikir analitis. Model–model yang dianggap dapat meningkatkan kemampuan berfikir analitis adalah dengan model pembelajaran penemuan terbimbing. Diharapkan dengan model tersebut dapat meningkatkan pemahaman berfikir analitis siswa. Dipandang perlu adanya suatu metode dengan menerapkan metode penemuan terbimbing secara rinci. Untuk itu, model penemuan terbimbing dipancang cocok untuk meningkatkan kemampuan berfikir analitis siswa dalam pembelajaran matematika.
PROBLEM SOLVING DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Yusuf, Oking Leonata; Sutiarso, Sugeng
Prosiding Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 1, No 1 (2017): Prosiding Seminar Nasional Matematik dan Pendidikan Matematika 2017
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika IAIN Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Problem solving adalah bagian dari proses berpikir.Berpikir dalam memecahkan masalah dan menghasilkan sesuatu yang baru adalah kegiatan yang kompleks dan berhubungan erat satu dengan yang lain. Suatu masalah umumnya tidak dapat dipecahkan tanpa berpikir, dan banyak masalah memerlukan pemecahan yang baru bagi setiap individu atau kelompok. Pada proses pembelajaran terutama mata pelajaran matematika, guru perlu memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan pemikirannya sendiri. Siswa tidak hanya sekedar menerima informasi yang disampaikan guru, melainkan bagaimana cara siswa tersebut memperoleh informasi lain. Sehingga, siswa dapat memaksimalkan cara berpikirnya untuk mendapatkan penyelesaian permasalahan yang baik. Problem Solving dapat mempermudah siswa dalam menyelesaikan permasalahan yang sulit, sehingga diharapkan siswa mendapatkan hasil yang berkualitas. Ada empat langkah proses pemecahan masalah. Adapun langkah tersebut yaitu memahami masalah, membuat rencana, melaksanakan rencana, dan memeriksa kembali. Langkah tersebut dapat mendorong siswa untuk berpikir secara ilmiah, praktis, intuitif dan bekerja atas dasar inisiatif sendiri, menumbuhkan sikap objektif, jujur dan terbuka. Pada artikel ini akan disampaikan mengenai pemecahan masalah dalam matematika, kelebihan dan kelemahan, dan hasil temuan penelitian yang berkaitan dengan pemecahan masalah.
MENGEMBANGKAN KARAKTER RELIGIUS MELALUI PEMBELAJARAN MATEMATIKA Sattriawan, Andri; Sutiarso, Sugeng
Prosiding Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 1, No 1 (2017): Prosiding Seminar Nasional Matematik dan Pendidikan Matematika 2017
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika IAIN Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Krisis moral yang melanda berbagai negara belakangan ini bukan hanya terjadi dikalangan non terpelajar, tetapi juga melanda kalangan terpelajar. Banyaknya fenomena dan kasus merosotnya moral anak bangsa diberbagai negara yang disuguhkan di media cetak maupun elektronik menunjukkan gagalnya dunia pendidikan dalam mencetak generasi penerus bangsa. Penanaman karakter religius dalam pembelajaran menjadi salah satu solusi dari permasalahan merosotnya moral anak bangsa. Hakikat pendidikan karakter religius yaitu bagaimana menanamkan nilai-nilai religius ataupun kebiasaan tentang hal-hal yang baik dalam materi pembelajaran untuk dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Selama ini pembelajaran hanya sebatas pemahaman kognitif saja, belum memberikan pembelajaran yang bernilai. Begitu pula dengan pembelajaran matematika, peran matematika selama ini hanya sebatas pemahaman siswa terhadap konsep perhitungan dan konsep berfikir matematis.  Untuk mengembangkan karakter religius dalam pembelajaran matematika, terlebih dahulu kita harus mengungkap makna dari simbol-simbol dalam matematika. Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan beberapa model dalam pembelajaran matematika yang dapat membangun karakter religius siswa.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI DAN PEMECAHAN MASALAH DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Yulianto, Yulianto; Sutiarso, Sugeng
Prosiding Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 1, No 1 (2017): Prosiding Seminar Nasional Matematik dan Pendidikan Matematika 2017
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika IAIN Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Kemampuan komunikasi dan pemecahan masalah dalam pembelajaran matematika sangat penting untuk dikembangkan. Kemampuan komunikasi matematik merupakan kemampuan siswa dalam menyampaikan sesuatu yang diketahui melalui peristiwa dialog. Pesan yang dialihkan dalam dialog berisi tentang materi matematika yang dipelajari siswa, misalnya berupa konsep, rumus, atau strategi penyelesaian suatu masalah. Peranan komunikasi dalam matematika sangat besar, karena saat para siswa mengkomunikasikan ide, gagasan ataupun konsep matematika, mereka belajar mengklarifikasi, memperhalus dan menyatukan pemikiran. Kemampuan pemecahan masalah matematik merupakan suatu usaha mencari penyelesaian dari kesulitan yang memerlukan kreativitas, pengertian dan pemikiran. Kemampuan pemecahan masalah memerlukan keterampilan pemahaman konsep. Keterampilan-keterampilan tersebut digolongkan berdasarkan tingkat kompleksitasnya dari paling sederhana sampai pada tingkat yang paling kompleks. Kemampuan pemecahan masalah merupakan salah satu tujuan pembelajaran matematik. Kemampuan komunikasi dan pemecahan masalah dapat dikembangkan secara bersama dalam proses pembelajaran. Melatih siswa supaya  mempunyai kemampuan komunikasi dan pemecahan masalah matematik  dapat diupayakan dengan membimbing siswa dengan menyelidiki suatu masalah, menuliskan masalah, memberi keterangan (notasi) ataupun dugaan-dugaan (hipotesis) untuk menjelaskan observasi-observasi dalam matematika.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MOBILE DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI DAN KEMAMPUAN MATEMATIS SISWA Syaimar, Chandra Pratama; Sutiarso, Sugeng
Prosiding Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 1, No 1 (2017): Prosiding Seminar Nasional Matematik dan Pendidikan Matematika 2017
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika IAIN Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi yang sangat pesat, membuat kebutuhan terhadap suatu konsep dan mekanisme belajar mengajar (dalam pendidikan) berbasis TI tidak dapat dihindari lagi. Konsep ini kemudian dikenal dengan sebutan E-Learning. Cabang terbaru dari E-Learning adalah Mobile learning. Mobile Learning muncul karena adanya tuntutan pemanfaatan Mobile yang semakin canggih dan belum banyak dimanfaatkan di bidang pendidikan. Selain itu, harga dari sebuah Mobile lebih murah dibandingkan dengan laptop ataupun PC. Pada saat ini Mobile phone sudah sangat berkembang sehingga mempunyai berbagai macam kemampuan seperti untuk akses internet dan juga mempunyai sistem operasi seperti layaknya komputer sehingga disebut dengan smartphone. Smartphone adalah sebuah media baru dalam komunikasi. Smarthphone saat ini tidak lagi hanya digunakan sebagai media komunikasi tetapi mulai di lirik oleh beberapa perusahaan pembuat smartphone untuk dijadikan media hiburan dan edukasi. Pemanfaatan kemampuan smartphone untuk keperluan di beberapa bidang pun mulai dikembangkan, tidak terlepas pada bidang pendidikan. Beberapa penelitian pun telah dilakukan tentang pemanfaatan Mobile sebagai media pembelajaran edukatif. Pada makalah ini akan dipaparkan tentang apa itu Mobile learning dan bagaimana itu bisa mengembangkan keaktifan dan pemahaman matematis siswa.
Pengembangan Instrumen Penilaian Sikap dan Karakter Siswa Pada Pembelajaran Matematika SMK Umam, Mohammad Zaimul; Herpratiwi, Herpratiwi; Sutiarso, Sugeng
Jurnal Teknologi Informasi Komunikasi Pendidikan Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Teknologi Informasi Komunikasi Pendidikan
Publisher : Jurnal Teknologi Informasi Komunikasi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research and development is to produce an instrument of attitude assessment. This research is research and development refers to 4-D development model. Data were collected by unstructured interviews and questionnaires. Data analysed by validity and reliability test. The conclusion of this research is condition and potential of the beginning is very possible and support for the development the instrument of attitude and character assessment, development process is carried out using the development stage that is preliminary study, instrument design, instrument design and development, product trial and revision and final product, Attitudes and characters generated valid for use with average 0.852 and 0.870. Instruments assessment of attitudes and character development results have a reliability value of 0.989 and 0.986 with very high category.Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah untuk menghasilkan instrumen penilaian sikap. Penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan mengacu pada model pengembangan 4-D. Data dikumpulkan dengan cara wawancara tidak terstruktur dan angket. Analisis data dilakukan dengan uji validitas dan reliabilitas. Kesimpulan pada penelitian adalah kondisi dan potensi awal sangat memungkinkan dan mendukung untuk dilakukan pengembangan intrumen penilaian sikap dan karakter, proses pengembangan dilakukan menggunakan tahap pengembangan yaitu studi pendahuluan, desain instrumen, desain dan pengembangan instrumen, ujicoba dan revisi produk, dan produk akhir. Instrumen yang dihasilkan valid untuk digunakan dalam penilaian sikap dan karakter dengan rata-rata 0.852 dan 0.870. Instrumen penilaian sikap dan karakter hasil pengembangan memiliki nilai reliabilitas 0.989 dan 0.986 dengan kategori sangat tinggi.Kata kunci: instrumen penilaian sikap, karakter, pembelajaran matematika
The Students Creative Thinking Process based on Wallas Theory in Solving Mathematical Problems viewed from Adversity Quotient /Type Climbers Yanti, Avissa Purnama; Koestoro, Budi; Sutiarso, Sugeng
Al-Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9, No 1 (2018): Al-Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Raden Intan State Islamic University of Lampung, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajpm.v9i1.2331

Abstract

This research aims to describe the creative thinking process of students based on Wallas theory in solving mathematical problems. This type of research is qualitative research using qualitative descriptive methods. This research will begin by determining the type of Adversity Quotient using the Adversity Response Profile (ARP) test. The sampling technique is used positive sampling, selected 2 subjects to represent the climber type . The Data collection techniques are used written tests and interviews then analyzing the result based on indicators that fulfill Wallas creative thinking process and its level. The data analysis technique used is according to Milles and Huberman and the data validity technique uses technical triangulation Based on the results of data analysis, it was found that climber 1 is the climber with the creative thinking level that is very creative, Climber 1 is able to fulfill all stages of the creative thinking process by Wallas and its complete characteristics include fluency, flexibility, originality, elaboration. Whereas Climber2 is a climber with creative thinking level that is creative, Climber 2 is able to fulfill all stages of the creative thinking process by Wallas but incomplete on its characteristics. 
Pengembangan Model Pembelajaran Inquiry melalui Penguatan Berbasis Permainan untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Parasta, Yuanita Dwi; Sutiarso, Sugeng; Caswita, Caswita
Limacon: Journal of Mathematics Education Vol 1, No 1 (2019): Limacon Journal of Mathematics Education
Publisher : Limacon: Journal of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini  merupakan penelitian pengembangan yang bertujuan untuk menghasilkan produk pengembangan model pembelajaran inquiry melalui penguatan berbasis permainan pada pokok bahasan Segi Empat, dan mengetahui efektifitas model pembelajaran yang dikaitkan dengan kemampuan berpikir kritis siswa. Desain penelitian ini menggunakan tahap-tahap penelitian menurut Akker, dengan 2 tahapan utama yaitu preliminary, dan uji formatif. Subjek penelitian ini adalah siswa-siswi SMP Negeri 2 Sukadana TP 2018/2019. Data penelitian diperoleh melalui tes kemampuan berpikir kritis siswa. Teknik analisis data menggunakan uji-t dan N-Gain. Hasil uji perorangan menunjukkan bahwa model pembelajaran inquiry melalui penguatan berbasis permainan.termasuk dalam ketegori baik. Hasil analisis data pada uji terbatas menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa setelah diberikan model pembelajaran inquiry melalui penguatan berbasis permainan dengan kategori cukup efektif.