Articles

Found 14 Documents
Search

PERBEDAAN KEMAMPUAN BERSOSIALISASI SEBELUM DAN SESUDAH DILAKUKAN TERAPI AKTIFITAS KELOMPOK SOSIALISASI PADA PASIEN ISOLASI SOSIAL DI RSJ. Prof. Dr. SOEROYO MAGELANG -, Muzayyin; Wakhid, Abdul; Susilo, Tri
PROSIDING SEMINAR NASIONAL Vol 2, No 1 (2014): PROSIDING KONFERENSI NASIONAL PPNI JAWA TENGAH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.045 KB)

Abstract

Latar Belakang: Gangguan kesehatan jiwa merupakan masalah kesehatan masyarakat dan sosial di Indonesia dan cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Isolasi sosial adalah keadaan ketika seorang individu mengalami penurunan atau bahkan sama sekali tidak mampu berinteraksi dengan orang lain disekitarnya. Tujuan penelitian ini untukmengetahui perbedaan kemampuan bersosialisasi sebelum dan sesudah dilakukan terapi aktifitas kelompok sosialisasi.Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian pre eksperimental dengan menggunakan desain one group pre test-post test, yaitu rancangan ini tidak menggunakan kelompok perbandingan (group control) tetapi sudah dikakukan observasi pertama (pre test) yang memungkinkan peneliti dapat menguji perubahan yang terjadi setelahadanya eksperimen. Populasi pada penelitian ini adalah semua klien bangsal pria di RSJ. Prof. Dr. Soeroyo Magelang.Dalam penelitian ini klien isolasi sosial di pilih sesuai dengan kriteria ingklusi dan eksklusi. Pertama-tama yang dilakukan yaitu observasi dan validasi sehingga didapatkan 20 sampel dari 32 jumlah populasi di bangsal pria yang sesuai dengan kriteria ingklusi dan eksklusi, lalu dilakukan terapi aktivitas kelompok sosialisasi sebanyak 7 sesi setelahitu dilakukan observasi.Hasil penelitian: didapatkan hasil yang signifikan yaitu p = 0,000 (p < 0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan setelah dilakukan TAK sosialisasi dan sebelum TAK sosialsisasi.Saran: TAK sosialisasi bisa dijadikan sebagai salah satu sarana dalam peroses penyembuhan pasien isolasi sosial.
PERBEDAAN SEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK OLAHRAGA (SENAM) TERHADAP PENURUNAN EFEK SAMPING OBAT SEDATIF PADA PASIEN HALUSINASI DI RSJ PROF. Dr. SOEROYO MAGELANG sari, Yulinda Meka; Astuti, Ana Puji; Susilo, Tri
PROSIDING SEMINAR NASIONAL 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL - HASIL PENELITIAN & PENGABDIAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.184 KB)

Abstract

Efek samping obat merupakan suatu dampak yang timbul sebagai hasil dari suatupengobatan atau pengaruh yang merugikan dan tidak diinginkan pasien. Terapi olahraga pagi(senam) dapat meningkatkan kebugaran secara menyeluruh baik fisik, mental, dan sosial. Terapiini sebagai salah satu kegiatan yang bertujuan untuk menurunkan terjadinya efek samping obatdan mengontrol halusinasi pada pasien gangguan jiwa. Tujuan penelitian ini adalah mengetahuiperbedaan sebelum dan sesudah diberikan terapi aktivitas kelompok olahraga (senam) terhadappenurunan efek samping obat sedatif pada pasien halusinasi di RSJ Prof. Dr. Soeroyo Magelang.Penelitian ini merupakan penelitian preexperimental design dengan rancangan pretestposttest design. Sejumlah 45 responden yang terpilih dalam penelitian ini. Pengumpulan datadilakukan dengan cara observasi. Selanjutnya data yang telah terkumpul diolah dengan analisaunivariate dan bivariate dengan analisis deskiptif dan uji t-test.Hasil penelitian : dari 45 responden sebelum diberikan terapi olahraga (senam),responden yang belum merasakan penurunan efek samping obat dengan prosentase rendahmasih banyak yaitu 60% atau 27 responden, sedangkan setelah diberikan terapi olahraga(senam), pasien yang belum merasakan penurunan efek samping obat dengan prosentase rendahmenjadi berkurang yaitu 33,3% atau 15 responden. Ada perbedaan sebelum dan sesudahdiberikan terapi aktivitas kelompok olahraga (senam) terhadap penurunan efek samping obatpada pasien halusinasi dengan signifikasi p = < 0,05.Saran untuk penderita gangguan jiwa yaitu pasien dapat memantau secara mandiri danmelaporkan keluhan timbulnya halusinasi dan efek samping obat yang dirasakan kepadaperawat maupun keluarga. Kata kunci  : Efek samping obat, terapi olahraga senam, halusinasi
ANALISIS PENGARUH FAKTOR LINGKUNGAN FISIK DAN NON FISIK TERHADAP STRESS KERJA PADA PT. INDO BALI DI KECAMATAN NEGARA, KABUPATEN JIMBARAN, BALI Susilo, Tri
JURNAL TEKMAPRO Vol 2, No 2 (2007): JURNAL TEKMAPRO
Publisher : JURNAL TEKMAPRO

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.877 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh lingkungan fisik dan non fisik secara simultan dan parsial terhadap stress kerja karyawan serta mengetahui di antara kedua variabel tersebut yaitu lingkungan fisik dan lingkungan non fisik yang memiliki pengaruh dominan terhadap stress kerja karyawan non produksi pada PT. Indo Bali di Bali. Data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner. Sebelum dianalisis data uji validitas dan reliabilitasnya. Analisis dilakukan dengan menggunakan analisis regresi linier berganda, korelasi dan determinasi, dilanjutkan pada uji asumsi klasik, uji F dan uji t. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan, teridentifikasi bahwa lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik berpengaruh negatif dan signifikan terhadap stress kerja karyawan. Besarnya kontribusi atau pengaruh lingkungan fisik dan lingkungan non fisik secara simultan terhadap stress kerja karyawan non produksi PT. Indo Bali di Bali termasuk dalam kategori tinggi yaitu sebesar 65,7%, sedangkan sisanya sebesar 34,3% dipengaruh faktor-faktor lain. Lingkungan kerja fisik secara parsial berpengaruh negatif signifikan terhadap stress kerja pada karyawan non produksi PT. Indo Bali. Sumbangan efektif dari variabel lingkungan kerja fisik pada PT. Indo Bali terhadap tingkat stress karyawan adalah sebesar 13,84%. Secara parsial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap stres kerja. Sumbangan efektif dari variabel lingkungan kerja non fisik pada PT. Indo Bali terhadap tingkat stress karyawan adalah sebesar 10,30%. Kata Kunci : Lingkungan Kerja dan Stress Kerja
Aplikasi Gugus Kendali Mutu (Quality Control Circle) Dengan Menggunakan Deming Prize Untuk Mengendalikan Dan Meningkatkan Mutu Produk Di Koperasi Intako Susilo, Tri
JURNAL TEKMAPRO Vol 2, No 1 (2007): JURNAL TEKMAPRO
Publisher : JURNAL TEKMAPRO

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.571 KB)

Abstract

ABSTRAK   Koperasi INTAKO adalah lembaga usaha swasta yang  bergerak dalam bidang perdagangan dan industri tas dan koper dengan wilayah pemasaran hasil produksi meliputi dalam dan luar negeri. Penelitian ini dilakukan pada salah satu bagian produksi Instrumen Case untuk memenuhi paskan PT Yamaha Musical Product Indonesia. Penelitian difokuskan pada pengawasan kualitas produk tipe TRC 403 karena pada bidang ini memiliki tingkat kerusakan yang paling tinggi. Kerusakan tersebut terdistribusi ke dalam beragam tipe cacat seperti pada pemotongan (40 unit), pelipatan (18 unit), pengeleman (27 unit), assembly (14 unit), dan jahit (11 unit). Penelitian ditujukan untuk mengurangi cacat pada bagian yang paling besar, yaitu pada proses pemotongan. Dengan menggunakan Deming Prize dan Tujuh Alat Bantu yang diaplikasikan pada Gugus Kendali Mutu yang ada, sehingga penyebab kerusakan tersebut dapat diidentifikasi jenis kerusakan yang dominan pada proses pemotongan sebesr 36% dan dapat menurunkan jumlah produk cacat akibat pemotongan sebesar 87.4% menjadi 12.5% jumlah produk cacat dari jumlah semula yaitu 40 menurun jadi 5 unit.   Kata Kunci : Qualiti Control Circle, Deming Prize, Tujuh Alat Bantu
Pengukuran Kualitas Performasi Organisasi pada Perusahaan Jasa dengan Menggunakan Total Quality Manajement (TQM) Berbasiskan Mccarthy dan Keefe di PT Prima Jaya Baru Sidoarjo Susilo, Tri
Jurnal Aplikasi Manajemen Vol 7, No 3 (2009)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: PT Prima Jaya Baru Sidoarjo constitutes moving firm at service area, which is construction service that work project kind sort, as enlargement of province road, connecting bridge makings among sylvan. About problem which happens is corporate have never been done measurement aloning to performansi’s quality its organization as a whole. To the effect this research is subject to be know performansi’s zoom organization in order to increase Human Resource Quality so gets to be known by dimension and dimension sub that needs to get priority for remedial and dimensioning and dimension sub that needs to be kept. This research utilize method full scale quality management where that measurement can thru do six main dimensions which is planning, culture, management of the workforce, performance measurement and feedback, system processes and outcomes. Subs observational result include dimensioning sub enough category and good: tight observation with authority division each of 47.8%, measure and valuasi performance measurement & feedback as big as 62.5%, leadership quality step-up as big as 105.6%, dimensioning sub sub that included adverse category and has to be done by support repair for quality to talk shop and person life as big as 10.9%, work load quality training as big as 11.9%, appreciation and promotion as big as 11.7% Keywords: full scale quality management, performance, dimension, planning, culture, performance measurement and feedback, system processes and outcomes
Menghitung Distribusi Tekanan Udara dan Gaya Hambat (Drag) Kepala Pesawat Boeing 777-200 Poernomo, Djoko; Sidopekso, Satwiko; Susilo, Tri
Jurnal Spektra Vol 9, No 2 (2010): Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya
Publisher : Jurnal Spektra

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesawat terbang akan mengalami beberapa gaya akibat adanya distribusi tekanan udara yang terjadi disekitar pesawat. Salah satu gaya yang bekerja adalah gaya hambat (drag). Distribusi tekanan udara tidak hanya dipengaruhi oleh bentuk dari benda tetapi dipengaruhi sudut serang yang terbentuk antara aliran udara dengan benda dan juga kecepatan aliran udara. Dengan menggunakan terowongan angin Suryadarma Low Speed Tunnel WT-400, dilakukan pengujian terhadap kepala pesawat Boeing 777-200 terhadap perubahan sudut serang dan kecepatan aliran. Sebagai perbandingan dilakukan pula pengujian terhadap dua benda yang berbeda. Kata kunci: Distribusi tekanan udara, gaya hambat.
Menghitung Distribusi Tekanan Udara dan Gaya Hambat Kepala Pesawat BOEING 777-200 Poernomo, Djoko; Sidopekso, Satwiko; Susilo, Tri
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 5, No 1 (2009)
Publisher : Jurnal Fisika dan Aplikasinya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.132 KB)

Abstract

Pesawat terbang akan mengalami beberapa gaya akibat adanya distribusi tekanan udara yang terjadi disekitar pesawat. Salah satu gaya yang bekerja adalah gaya hambat (drag). Distribusi tekanan udara tidak hanya dipengaruhi oleh bentuk dari benda tetapi dipengaruhi sudut serang yang terbentuk antara aliran udara dengan benda dan juga kecepatan aliran udara. Dengan menggunakan terowongan angin Suryadarma Low Speed TunnelWT-400, dilakukan pengujian terhadap kepala pesawat Boeing 777-200 terhadap perubahan sudut serang dan kecepatan aliran. Sebagai perbandingan dilakukan pula pengujian terhadap dua benda yang berbeda.
PERILAKU SANTUN MAHASISWA PERAWAT DALAM KEGIATAN BELAJAR PRAKTIK KEPERAWATAN DI RUMAH SAKIT UMUM AMBARAWA Minardo, Joyo; Siyamti, Dewi; Susilo, Tri
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (929.121 KB)

Abstract

Fenomena saat ini masih adanya keluhan pasien terhadap sikap perilaku komunikasi  mahasiswa perawat yang dianggap kurang santun ketika melaksanakan tugasnya dipraktik keperawatan.  Mereka mengungkapkan ketika melakukan komunikasi  mahasiswa perawat tidak memandang klien, ada yang menyampaikan komunikasi dengan nada mahasiswa agak ketus, sikap fisik mahasiswa tidak sepenuhnya tertuju ke klien. Adanya ungkapan  mahasiswa menggunakan baju yang ketat, rambut disemir dengan dandanan yang sangat mencolok.  Sedangkan harapan yang dapat ditampilkan oleh seorang perawat adalah dalam memberikan asuhan keperawatan seorang  mahasiswa perawat harus berkomunikasi dan berperilaku dengan pasienya secara baik dan santun  agar pasien dapat menerima dan mengerti apa informasi dan asuhan yang akan diberikan  mahasiswa perawat kepada pasien tersebut, berpenampilan menarik, sederhana dan rapi. Tujuan penelitian untuk menganalisis kesantunan perilaku mahasiswa yang ditampilkan dalam melaksanakan kegiatan belajar praktik klinik keperawatan di rumah sakit umum ambarawa. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan metode penelitian kualitatif.  Informan utama terdiri dari 6 mahasiswa praktikan dan 4 informan triangulasi yang merupakan CI dan perawat senior. Hasil penelitian menunjukkan tampilan mahasiswa dalam berpakaian, berperilaku, dan berkomunikasi sudah memenuhi kaidah perilaku, dan menunjukkan kesantunan mahasiswa dalam melaksanakan praktik klinik keperawatan. Hal tersebut telah diungkapkan oleh sebagian besar informan utama dan dikuatkan oleh informan triangulasi yang semuanya menyatakan perilaku mahasiswa yang praktik klinik keperawatan menunjukkan perilaku yang baik, tertib, mematuhi peraturan yang  telah ditetapkan di tempat praktik.  Pembelajaran perilaku dan budi pekerti dalam pelajaran etika keperawatan dikampus terus dikembangkan dan ditingkatkan dalam pengaplikasiannya yang dapat terlihat melalui perilaku yang ditampilkan mahasiswa.  Rumah sakit tempat mahasiswa praktik agar tetap menjaga bimbingan dan pembinaan pendidikan karakter melalui penegakan disiplin dalam mematuhi peraturan  dan menampilkan peran sebagai rollmodel oleh perawat senior. Kata kunci : Kesantuan Perilaku, Mahasiswa Praktik
HUBUNGAN KEPATUHAN MINUM OBAT DENGAN PERIODE KEKAMBUHAN PADA PASIEN SKIZOFRENIA: HALUSINASI DI RUMAH SAKIT JIWA PROF. Dr. SOEROYO MAGELANG Astuti, Ana Puji; Susilo, Tri; Adiatma Putra, Sang Made
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 6, No 2 (2017): Edisi Oktober 2017
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2673.132 KB)

Abstract

Seseorang dengan skizofrenia mempunyai gejala utama penurunan persepsi sensori: halusinasi. Pasien skizofrenia yang berhenti minum obat akan memicu munculnya kembali gejala dari skizofrenia, pasien diperkirakan akan kambuh 50% pada tahun pertama, 70% pada tahun kedua, dan 100% pada tahun kelima setelah pulang dari rumah sakit. Hasil penelitian menunjukkan 25% sampai 50% pasien yang pulang dari rumah sakit jiwa tidak memakan obat secara teratur sehingga cenderung akan mempercepat kekambuhan yang dikarenakan ketidakpatuhan minum obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan minum obat dengan periode kekambuhan pada pasien skizofrenia: halusinasi di RSJ Prof. Dr. Soeroyo Magelang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasional dengan menggunakan desain cross sectional. Populasinya adalah semua penderita skizofrenia: halusinasi  yang pernah dirawat di RSJ Prof. Dr. Soeroyo Magelang (113 responden). Pengambilan sampel mengunakan teknik Simple Random Sampling (88 responden). Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Analisa data dilakukan dengan analisa univariat dan bivariat dengan uji Chi Square menggunakan software SPSS versi 19. Responden yang mempunyai kepatuhan minum obat yang kurang yaitu sebanyak 48 responden (54,5%), sebagian besar responden mengalami periode kekambuhan yang berat yaitu sebanyak 67 responden (76,1%). Ada hubungan signifikan antara kepatuhan minum obat dengan periode kekambuhan pada pasien skizofrenia: halusinasi di RSJ Prof. Dr. Soeroyo Magelang  dengan p value 0,002 ≤ 0,05. Saran meningkatkan upaya preventif dan promotif bagi pasien skizofrenia: halusinasi sehingga menurunkan periode kekambuhan. Melalui upaya monitoring kepatuhan minum obat baik dari aspek keluarga, profesional, maupun lingkungan. Kata Kunci : Pasien Skizofrenia: Halusinasi, Periode Kekambuhan, Kepatuhan
Gambaran Tingkat Stres Mahasiswa Dalam Menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah Di Akademi Keperawatan Ngudi Waluyo Ungaran Larasanti, Ni Nyoman Diah; Wakhid, Abdul; Susilo, Tri
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 3, No 1 (2015): Mei 2015
Publisher : Jurnal Keperawatan Jiwa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.969 KB)

Abstract

Stres adalah reaksi/respon tubuh terhadap stresor psikososial (tekanan mental /beban kehidupan). Penelitian ini bertujuan adalah mengetahui gambaran tingkat stres mahasiswa dalam menyelesaikan karya tulis ilmiah di Akademi Keperawatan Ngudi Waluyo Ungaran. Penelitian ini dilakukan di Akper Ngudi Waluyo Ungaran dengan menggunakan metode survey. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Akper Ngudi Waluyo Ungaran yang sedang menyelesaikan karya tulis ilmiah yaitu sejumlah 89 mahasiswa. Sempel yang diteliti sebanyak 89 mahasiswa dengan teknik total sampling, alat pengambilan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian di Akper Ngudi Waluyo Ungaran menunjukan sebagian besar responden yang sedang menyelesaikan karya tulis ilmiah pada aspek psikologis ditemukan stres sedang sebanyak 55 mahasiswa (61,8%), pada aspek fisik ditemukan stres sedang sebanyak 43 mahasiswa (48,3%), pada aspek kognitif ditemukan stres sedang sebanyak 51 mahasiswa (57,3%), pada aspek sosial ditemukan stres ringan sebanyak 61 mahasiswa (68,5%), tingkat stres seluruh mahasiswa Akper yang sedang menyelesaikan karya tulis ilmiah di Akademi Keperawatan Ngudi Waluyo Ungaran sebanyak 51 mahasiswa (57,3%) yang mengalami stres sedang. Diharapkan pada remaja putri untuk memperhatikan tingkat stres saat menyelesaikan karya tulis ilmiah.