Articles

Uji Diagnostik Pemeriksaan Osteosklerotik Tulang dengan Sistem Radiografi Digital

MEDIA MEDIKA INDONESIANA 2011:MMI Volume 45 Issue 3 Year 2011
Publisher : MEDIA MEDIKA INDONESIANA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.329 KB)

Abstract

ABSTRACTDiagnostic test of bone osteosclerotics examination using digital radiography systemBackground: The interpretation of a conventional röntgen images have a high degree of subjectivity due to the limitation of humansight. The computationally detection help establish the accuracy of diagnosis of the radiologist. According to our knowledge, there has not been previous research on this issue in Indonesia. The research was aimed to examine a Matlab based software to determine the diagnostic value in the diagnosis of osteosclerotic bone.Methods: This study was a diagnostic test which was conducted in Radiology Department of Dr. Kariadi Hospital Semarang, Dr.Sardjito Hospital Yogyakarta and Bethesda Hospital Yogyakarta, April to August 2009. The radiographs of bone osteosclerotic resulted from computed radiography (CR) test results were taken consecutively, interpreted by a radiologist which was supported by the Anatomical Pathology Laboratory examination as a gold standard. Afterwards these steps were done respectively: classify patients as a normal or osteosclerotic patients based on the cut off point that was determined, calculate the value of the diagnostic by analysis of 2x2 tables, determine the area under the curve (AUC) by the procedure of receiver operating characteristic (ROC), anddetermine the optimal of COP (cut off point) using ROC procedure.Results: From the results of diagnostic tests of bone radiographs these following parameter values was obtained: AUC value of 97.6% (95% CI: 94.4%-100%), the optimal cut off point for bone oseosclerotic COP ≥1.05 with a sensitivity value of 93.0% and a specificity of 89.1%. Suitability kappa value of 0.818 K (95% CI: 0.757 to 0.879).Conclusion: The radiographic examination of the results of CR using Matlab-based software can be used to diagnose boneosteosclerotic with high sensitivity and specificity.Keywords: Bone osteosclerotic, röntgen images, optimal of COP, Matlab softwareABSTRAKLatar belakang: Pembacaan foto röntgen secara konvensional memiliki tingkat subyektivitas tinggi karena keterbatasan indrapenglihatan manusia. Pendeteksian secara terkomputasi membantu menegakkan diagnosis para radiolog. Sebagaimana diketahui, belum ada penelitian sebelumnya mengenai masalah ini di Indonesia. Penelitian ini bertujuan menguji perangkat lunak berbasis Matlab untuk menentukan nilai diagnostik pada diagnosis tulang osteosklerotik.Metode: Penelitian ini adalah uji diagnostik yang dilakukan di Bagian Radiologi RSUP Dr. Kariadi Semarang, RSUP Dr. SardjitoYogyakarta dan Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta, April-Agustus 2009. Radiograf osteosklerotik tulang hasil pemeriksaan CR (computed radiography) diambil untuk sampel secara konsekutif, kemudian diperiksa oleh radiolog yang didukung oleh pemeriksaan Laboratorium Patologi Anatomi sebagai baku emas. Tahapan yang dilakukan berturut-turut adalah: mengelompokkan pasien sebagai osteosklerotik dan normal berdasar titik potong yang ditentukan, menghitung nilai diagnostik dengan tabel analisis 2x2, menentukan AUC (area under the curve) dengan prosedur ROC (receiver operating characteristic), dan menentukan COP (cut off point) optimal dengan prosedur ROC.Hasil: Hasil uji diagnostik radiograf tulang diperoleh nilai-nilai parameter sebagai berikut: nilai AUC adalah sebesar 97,6% (IK 95%: 94,4%-100%), titik potong optimal untuk osteosklerotik tulang COP ≥1,05 dengan nilai sensitivitas sebesar 93,0% dan spesifisitas sebesar 89,1%. Nilai kesesuaian kappa K sebesar 0,818 (IK 95%: 0,757-0,879).Simpulan: Pemeriksaan radiografi hasil CR menggunakanperangkat lunak berbasis Matlab dapat digunakan untukmendiagnosis osteosklerotik tulang dengan sensitivitas danspesifisitas tinggi

Uji Diagnostik Pemeriksaan Tulang Osteolitik Berbasis Intensitas Citra Digital

MEDIA MEDIKA INDONESIANA 2012:MMI VOLUME 46 ISSUE 1 YEAR 2012
Publisher : MEDIA MEDIKA INDONESIANA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.822 KB)

Abstract

Diagnostic test of osteolytic bone examination based on digital image intensityBackground: The visual examination of bone radiographs using digital computed radiography (CR) is an examination for the diagnosis of bone-metastatic cancer. The subjectivity of interpretation of bone radiographs may lead to doctor’s doubt in making decision to treatment patients with bone-metastatic cancer. Software Matlab-based computer application program makes a standard method to organize the results of bone radiographs. The objective of this study is to develop a software based on Matlab to analyze the diagnostic values, and to determine the optimal of cut off point to diagnose of osteolytic bone.Method: The researches data are collected from Department of Radiology of three hospitals i.e. Dr. Kariadi Hospital Semarang, Dr. Sardjito Hospital and Bethesda Hospital Yogyakarta. This research was carried out during four month from April to August 2009. Radiographs of osteolytic bone interpreted by radiologist were compared with PA examination result of the osteolytic bone which were viewed as the gold standard. The steps in this study i.e. patients are classified as a normal or osteolytic bone patients based on the cut off point that had been determined, calculate the value of the diagnostic test using 2x2 tables, determined the area under the curve (AUC) by the procedure of receiver operating characteristic (ROC), and determined the optimal of cut off point.Result: The results of study show that the diagnostic test for osteolytic bone by using Matlab-based software has sensitivity of 0.88, specificity of 0.891, positive expected value of 0.897, negative expected value of 0.950 and the cut off point at 0.93, while, the value of area under the curve (AUC) is 94% (95% CI: 89.7%-98.3%), and the accuracy is 0.881 for the case of osteolytic bone.Conclusion: Matlab-based software being used for diagnosing osteolytic bone has relatively high sensitivity and specificity.Keywords: Digital image, bone metastases, osteolytic, optimum cut off point ABSTRAKLatar belakang: Pemeriksaan radiograf tulang secara visual menggunakan sistem radiografi digital CR (computed radiography) merupakan pemeriksaan untuk diagnosis kanker metastasis tulang. Subyektivitas interpretasi radiograf tulang dapat menyebabkan keraguan dokter dalam mengambil keputusan untuk pengobatan pasien dengan kanker tulang metastatik. Software berbasis program aplikasi computer Matlab membuat suatu metode standard untuk mengorganisasikan hasil radiograf tulang. Tujuan penelitianadalah mengembangkan software berbasis Matlab untuk menganalisis nilai-nilai diagnostik, cut off point optimal dan akurasi pemeriksaan pada diagnosis tulang osteolitik.Metode: Data penelitian diambil di bagian radiologi dari tiga rumah sakit, yaitu RSUP Dr. Kariadi Semarang, RSUP Dr. Sardjito dan Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta. Penelitian dilakukan selama empat bulan dari April sampai Agustus 2009. Radiograf tulang  osteolitik yang diinterpretasikan oleh radiolog ini dibandingkan dengan hasil pemeriksaan PA tulang osteolitik yang dianggap sebagai gold standard. Langkah yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pasien diklasifikasikan sebagai pasien tulang normal dan pasien osteolitik berdasar cut off point yang telah ditetapkan, menghitung nilai uji diagnostik menggunakan tabel 2x2, menghitung luasan di bawah kurva (AUC) dengan cara receiver operating characteristic (ROC), serta menetapkan cut off point optimal.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji diagnostik tulang osteolitik menggunakan software berbasis Matlab memiliki sensitivitas 0,875, spesifisitas 0,891, nilai dugapositif 0,897, nilai duga negatif 0,950 dan cut off point 0,93. Nilai luasan di bawah kurva (AUC) ROC adalah sebesar 94%

KAJIAN RADIOGRAFI DIGITAL TULANG TANGAN

BERKALA FISIKA Vol 16, No 1 (2013): Berkala Fisika
Publisher : BERKALA FISIKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.462 KB)

Abstract

Teknologi diagnostik medis yang digunakan pada unit radiologi di rumah sakit sudahcenderung bergeser dari teknologi analog berbasis film menjadi teknologi digital (filmless). Salahsatu cara membuat system radiografi tanpa film adalah dengan cara konversi digital menggunakantabung kedap cahaya (light tight tube). Dalam penelitian ini, kami telah mengkaji kemungkinanpemanfaatan sistem pencitraan radiografi digital sinar-x berbasis X-Ray Intensifying Screen(XRIS) dihubungkan dengan perangkat frame-grabber. Hasil eksperimen tahap awal untukmemperoleh radiograf tulang tangan menunjukkan bahwa sistem ini cukup dioperasikan padategangan anode-katode 50 kV, arus waktu filamen 50 mAs dan waktu paparan 0,1 detik untukmenghasilkan citra yang cukup dapat dilihat. Untuk sekali paparan, dimungkinkan memperolehbeberapa citra untuk obyek yang sama pada posisi tetap, tipa-tiap citra mengandung informasiradiografi berbeda ditunjukkan oleh distribusi tiap citra yang bervariasi. Hasil ini menunjukkanbahwa sistem ini diharapkan lebih efisien dan lebih efektif dibandingkan dengan metodekonvensional berbasis film, dan dapat dikembangkan untuk diagnose mineral tulang.Kata kunci: radiografi digital; filmless; sinar-x; tulang tangan

UPAYA PENINGKATAN PRODUKSI TANAMAN KANGKUNG DARAT (Ipomea reptans Poir) DENGAN PEMANGKASAN DAN PEMBERIAN PUPUK N DILAHAN PANTAI

Pena Akuatika Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Kelautan Vol 1, No 1 (2010): PENA AKUATIKA JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN Vol.1 No.1 APRIL 2010
Publisher : Pena Akuatika Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Kelautan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4963 KB)

Abstract

Kangkung darat (Ipomea reptans Poir) merupakan sayuran yang cukup populer, mengandung vitamin A, B dan vitamin C, protein, fosfor, kalsium, karoten, sitosterol yang berguna bagi kesehatan. (Sinarjono, 2002; Kompas,2007; Bisnis Bali, 2007). Tanaman kangkung diambil bagran vegetatifnya yaitu batang, tunas dan daun mud4 sehingga produksinya sangat ditentukan oleh unsur hara N dan tindakan pemangkasan dapat merangsang pertumbuhan tunas- Penanaman kangkung ini dapat ditanam di lahan marginal yaitu di lahan pantai sekaligus sebagai pemanfaaan atau pemberdayaan wilayah pesisir. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh dosis pupuk N dan jenis pemangkasan yang tepat terhadap pertumbuhan kangkung darat yang ditumbuhkan di lahan pantai. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang disusun secara factorial, dengan tiga kali ulangan. Dosis pupuk N yang dicoba, terdiri atas 4 taraf yaitu 0, 23,46 dan 69 kg N/ha Sedang jenis pemangkasan terdiri atas 3 taraf yaitu pemangkasan pucuk pada ruas I, mas II, dan ruas III. Parameter yang diamati meliputi : panjang tunas, jumlah daun ltananan, luas darm ltanaman jurnlah akar/tarcman, paqiang akar/tanaman, bobot basah brangkasanitanama4 bobot kering brangkasan tanama& bobot basah brangkasan/ petak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pupuk Nitrogen berpengaruh terhadap semua parameter yang diamati, kecuali bobot brangkasan kering tanaman. Perarmbuhan dan hasil kangkung darat tertinggi diperoleh pada dosis 69 kg N/ha (Urea 150 kg/ha). Jenis pemangkasan berpengaruh terhadap semua parameter yang diamati. Pertumbuhan dan hasil kangkung darat tertinggi dicapai pada jenis pemangkasan pada ruas II. Terdapat interaksi antara dosis pupuk nitrogen dengan jenis pemangkasan. Kombinasi terbaik dicapai pada dosis pupuk niaogen 69 kg N/ha (Urea 150 kg/ha) dengan jenis pernangkasan pada ruas II, sehingga tanaman darat dapa ditanam di lahan pantai. Kata kunci : kangkung darat, dosis pupuk N, jenis pemangkasan, lahan pantai

ANALISIS HOMOGENITAS BAHAN ACRYLIC DENGAN TEKNIK RADIOGRAFI SINAR-X

Jurnal Fisika Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Jurnal Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan pengukuran terhadap stepwedge buatan sendiri dari bahan acrilyc yang ada dipasaran untuk uji homogenitas bahan dengan menggunakan sistem Radiografi Digital (RD) dan sistem CR (Computed Radiography). Data hasil pemotretan yang berupa file citra stepwedge kemudian dianalisis dengan perangkat lunak berbasis program aplikasi Matlab 7.1. Hasil perhitungan indeks-keabuan yang dapat digrafikkan untuk menunjukkan bahwa hubungan antara indeks-keabuan dan ketebalan step dari stepwedge menggunakan sistem RD bersifat linear dan dapat dinyatakan secara matematis sebagai Y = 0,1292X +0,0432 dengan R2 =0,9988. Persamaan ini juga sesuai dengan indeks-keabuan stepwedge menggunakan CR dan diperoleh persamaan linear: 0,0955X  + 0,4275 dengan R2 = 0,9996. Hasil ini menunjukkan bahwa sistem ini diharapkan dapat dikembangkan dalam pengadaan stepwedge buatan sendiri untuk uji homogenitas pesawat radiografi diagnostik sehingga lebih efektif dan efisien.   Kata-kata kunci: stepwedge, Radiografi Digital, Computed Radiography, tingkat keabuan

Kajian evaluasi manfaat dan kontribusi dana APBN dalam pembangunan peternakan di Jawa Timur

Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan Vol 20, No 2 (2010)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study aimed at analyzing the benefit of the national income and purchasing budget (APBN) in achieving livestock development program in East Java province and analyzing the contribution of APBN in the livestock development program in East Java. The results showed that the contribution of livestock sub-sector to the Product Domestic Regional Bruto (PDRB) of the agricultural sector in East Java province was relatively low (9.20-9.26%) as compared to other sub-sectors. In addition, the contribution of agricultural sector to the total of PDRB in East Java province was 17.44-17.22%. Although its contribution was relatively low, the APBN budget remained important to develop livestock sector in East Java province. Keywords: livestock development, East Java

STUDI ANALISIS VARIASI TEMPORAL KANDUNGAN UAP AIR MENGGUNAKAN DATA PENGAMATAN GPS

Geoid Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.49 KB)

Abstract

Pengamatan kandungan uap air yang teliti di atmosfer masih menjadi pekerjaan yang belum terselesaikan oleh para peneliti atmosfer. Dikarenakan pergerakan kandungan uap air yang cepat baik temporal maupun spasialnya di atmosfer, pengamatan kandungan uap air yang akurat sangat sulit dilakukan. Global Positioning System atau yang lebih dikenal dengan sebutan GPS telah menawarkan metode baru untuk kandungan uap air yang ada di atmosfer secara akurat. Dengan memanfaatan hitungan estimasi perlambatan dan pembelokan sinyal GPS di lapisan troposfer serta dilengkapi dengan data pengukuran meteorologi permukaan, kita dapat mengetahui berapa kandungan uap air yang ada di atmosfer dengan akurat. Pada penelitian ini digunakan 8 (delapan) stasiun GPS CORS Badan Informasi Geospasial (BIG) untuk mengestimasi kandungan uap air di sekitar wilayah lokasi penelitian, diantara lain: Tuban, Lamongan, Mojokerto, Surabaya, Nganjuk, Malang, Pasuruan, dan Sampang. Zenith Tropospheric Delay (ZTD) yang diestimasi dari pengamatan GPS ini diekstraksi menjadi kandungan uap air menggunkan data meteorologi permukaan. Data kandungan uap air yang didapatkan dari pengamatan GPS di Surabaya memiliki korelasi yang baik dengan hasil pengamatan meteorologi konvensial, yaitu balon radiosonde. Dengan nilai bias 0,761 mm dan korelasi 98,3%, perbandingan data tersebut dapat dikatakan baik. Dari hasil plotting grafik variasi temporal, didapatkan informasi bahwa rerata kandungan uap air bulanan pada musim kemarau (Mei – Oktober 2012) berada antara 20 – 45 mm, sedangkan pada musim hujan (November-April 2012) berada antara 45 – 65 mm. Baik dari grafik variasi temporal kandungan uap air dan hasil penggambaran variasi spasial didapatkan informasi bahwa bulan terkering pada tahun 2012 adalah bulan Agustus, dan bulan terbasah pada tahun 2012 adalah bulan Januari. Hal ini dimungkinkan karena pengaruh siklus Monsoon Asia-Australia yang mempengaruhi cuaca dan iklim di Indonesia.

STUDI KONSTANTA TM (MEAN WEIGHT TEMPERATURE) UNTUK PENENTUAN KANDUNGAN UAP AIR DARI DATA GPS DI INDONESIA

MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 14, No 2 (2012)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.928 KB)

Abstract

Uap air adalah elemen utama proses termodinamika atmosfer dan mempunyai peranan yang penting dalam proses kondensasi dan pembentukkan awan, yang akhirnya dapat mempengaruhi keseimbangan energi radiasi. Pengamatan uap air sangat penting untuk memantau cuaca dan perubahan iklim dalam skala global/regional. Namun, variasi konsentrasi uap air cukup tinggi sehingga sulit untuk diamati secara akurat dengan menggunakan teknik pengamatan meteorologi konvensional (radiosonde), yang terbatas dalam ruang dan waktu. Saat ini, Global Positioning System (GPS) dapat digunakan untuk pengamatan uap air secara akurat. Penelitian ini, menggunakan data 14 stasiun kontinu GPS Bakosurtanal untuk mengamati karakteristik temporal uap air di atas wilayah Jawa Barat. Delay pengamatan GPS dari setiap stasiun diestimasi dengan interval 1 (satu) jam dalam periode 2008 - 2010. Dengan menggunakan data pengamatan meteorologi di permukaan, delay GPS dikonversi menjadi parameter kandungan uap air (Precipitable Water Vapor/PWV). Konversi dari delay GPS menjadi PWV sangat bergantung dari nilai yang merupakan fungsi dari Tm. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan nilai Tm dari radiosonde dan NCEP tidak berpengaruh terhadap nilai , hal ini ditunjukkan dengan nilai rerata bias dari PWV radiosonde dan NCEP terhadap PWV GPS < 1 mm dengan koefisien korelasi > 95%.Kata Kunci: GPS, Kandungan Uap Air, Konstanta Tm ABSTRACTWater vapour is a principal element in thermodynamics of atmosphere and plays an important role in clouds condensation, which eventually can affect the radiation energy balance. Water vapor observation is essential for monitoring global/regional scale of weather and climate changes. However, high variation of water vapor concentrations make it difficult to observe accurately using the conventional meteorological observation technique (radiosonde), which is limited in both space and time. Nowadays, accurate observation of water vapor can be accomplished by using Global Positioning System (GPS). This research, used 14 continuous GPS stations from Bakosurtanal to observe temporal characteristic of water vapor concentrations over West Java region. In this research, site-specific zenith tropospheric delays were hourly estimated during three years of GPS measurement period (2008-2010). By using the surface meteorological measurements, those delays were then converted into Precipitable Water Vapour (PWV) parameters. The results show that the value of P did not affected by the variation of Tmas indicated by the mean of the bias of the PWV radiosonde and NCEP to PWV GPS which was less than 1 mm with coefficient of correlation greater than 95%.Keywords: GPS, Precipitable Water Vapor, Tm constant

Determination of ZNHD based on GPS Data, Radiosonde, and Numerical Weather Model

Indonesian Journal of Geospatial Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Indonesian Journal of Geospatial

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2728.084 KB)

Abstract

Abstract. Water vapor is a principal element in the thermodynamics of the atmosphere and plays an important role in clouds condensation, which eventually can affect the radiative energy balance. Water vapor cobservation is essential for monitoring global/regional scale of weather and climate changes. However, high variation of water vapor concentrations makes it difficult to observe accurately using the conventional meteorogical observation technique (radiosonde), which is limited in both space and time. Nowadays, accurate observation of water vapor can be accomplished by the Global Positioning System (GPS). In this research, we use 14 continuous GPS stations from Bakosurtanal to observe temporal characteristic of water vapor concentration over West Java region.Keywords: GPS, NCEP, radiosonde, topographic, ZNHD

UJI KOLIMATOR PADA PESAWAT SINAR-X MERK/ TYPE MEDNIF/SF-100BY DI LABORATORIUM FISIKA MEDIK MENGGUNAKAN UNIT RMI

Jurnal MIPA Vol 38, No 2 (2015): October 2015
Publisher : Jurnal MIPA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengujian kolimator merupakan salah satu program Quality Control (QC) pesawat sinar-X, salah satu pengujian kolimator dengan menggunakan unit RMI. Tujuan pengujian kolimator adalah untuk mengetahui kesesuaian luas lapang kolimator dengan luas lapang berkas sinar-X dalam toleransi ≤ 2% Focus Film Distance (FFD) yang telah ditentukan oleh Keputusan Menteri Kesehatan No. 1250/SK/XII/2009. Penelitian dilakukan menggunakan variasi FFD pada jarak 117cm, 107cm, 97cm, 87cm,  dan  variasi faktor eksposi yang dibedakan pada besar tegangannya (kV). Dalam penelitian ini menggunakan unit radiograf digital (DR), tidak lagi menggunakan radiograf konvesional seperti penelitian-penelitian sebelumnya. Penyimpangan atau ketidaksesuaian luas lapang kolimator dengan luas lapang berkas sinar-X dilakukan dengan cara mengevaluasi batas tegas garis yang dibentuk oleh sumbu X dan sumbu Y, kemudian menentukan titik tengah antara batas tegas garis dan batas radiasi hambur. Hasil penyimpangan disimpulkan bahwa pesawat sinar-X tersebut mengalami penyimpangan melebihi toleransi ≤ 2% FFD yang terjadi pada bagian vertikal.Testing collimator is one program of Quality Control (QC) plane of X-rays, a collimator testing using RMI unit. The purpose of testing is to determine the suitability collimator spacious airy spacious airy collimators with X-ray beam in tolerance ≤ 2% Focus Film Distance (FFD), which have been determined by the Ministry of Health Decree No. 1250 / SK / XII / 2009. Studies have been conducted using variations of FFD is at a distance of 117cm, 107cm, 97cm, 87cm, and a variety of factors that distinguished the great eksposi voltage (kV). What distinguishes this study using digital radiographs unit (DR) is no longer using conventional radiographs as previous studies. Deviations or nonconformance spacious airy spacious airy collimators with X-ray beam is done by evaluating well defined line formed by the X axis and Y axis, and then determine the midpoint between the firm boundaries and boundary lines scatter radiation. The results concluded that the irregularities plane X-rays are experiencing deviations exceed the tolerance ≤ 2% FFD that occurs in the vertical (Y_n).

Co-Authors Abdurrahman AR, Abdurrahman Agus Harjoko Agus Suman Al Muizzuddin Fazaalloh, Al Muizzuddin Alvian, Alvian Amirullah, Gufron Amirullah, Gufron Amirullah, Gufron Andrianni, Dwi Meilina Anita Restu Puji Raharjeng, Anita Restu Puji Arfiansyah, Ligi Putra Ari Handriatni Asfi Manzilati Asrul Asrul Astri Oktaviana Mujiarti, Astri Oktaviana Aulia, Lisa Nur Bambang Ali Nugroho Bambang Subali Budhi Akbar, Budhi Budi Prayitno Camalia, Fayeza Candra Fajri Ananda D Martina, D D.J. Pratiwi, D.J. Darma, Agus Pambudi Didimus Tanah Boleng Dudy D. Wijaya, Dudy Eko Nugroho Ellianawati Ellianawati, Ellianawati Fikri Bamahry, Fikri G. B. Suparta Gustomi, Gustomi Hadi Susanto Hardiyanto, Wahyu Herlambang, Panca Hermagustiana, Istanti Hermanto Hermanto Ian Yulianti, Ian Ifar Subagiyo Isa Akhlis Isna Rasdianah Aziz Joni Efendi, Joni Khomsin Khomsin, Khomsin Khusaini, Moh Khusnul Ashar Koentjoro, Wedyanto Kusminarto Kusminarto Labulan Labulan, Labulan Lisdiana Lisdiana, Lisdiana Luky Handianto Adi Pamungkas, Luky Handianto Adi M. Firmansyah Maesadji Tjokro Nagoro Masturi Masturi Meitiyani, Meitiyani Mosik Mosik, Mosik Munif, Azhari Nurusman, Lutfah P.A. Mahardika, P.A. Palenewen, Evi Pratinaningsih, Ika Priyo Sugeng Winarto R Aryawijayanti, R Rahayu, Famala Eka Sanhadi Ratnasari, Nunung Gupita Ratu Pratiwi, Fadhila Riris Nurindriani Dwi Meiatun, Riris Nurindriani Rizki Prafitri Rosdiana Rosdiana Rudi Setiawan Safahi, Luthpi Saiful Ridlo Setiawan, Rendy Setyaningsih, Maryanti Sulastri Sulastri Sunardi Sunardi Sunarno Sunarno Suprih Bambang Siswijono Supriyadi Supriyadi Sutikno Sutikno Sutoyo, Slamet Syintia, Syintia Taxwim Taxwim Triansyah, Liza Verizza W.S. Budi Wahyu Setia Budi Wahyu Setiabudi Wedyanto Kuntjoro Yassir Dzulfiqor, Yassir Yogi Pasca Pratama, Yogi Pasca Yohannes Sardjono