Bowo Susilo
Faculty of Geography Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Published : 9 Documents
Articles

Found 9 Documents
Search

INTEGRASI MODEL SPASIAL CELLULAR AUTOMATA DAN REGRESI LOGISTIK BINER UNTUK PEMODELAN DINAMIKA PERKEMBANGAN LAHAN TERBANGUN ( Studi Kasus Kota Salatiga) Wijaya, Muhammad Sufwandika; Susilo, Bowo
Jurnal Bumi Indonesia Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Fakultas Geografi UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1165.731 KB)

Abstract

Penelitian ini mengintegrasikan model Cellular Automata (CA) dan regresi logistik biner untuk memprediksi serta mengkaji dinamika perkembangan lahan terbangun di Kota Salatiga. Model CA pada penelitian ini melakukan prediksi sebaran penutup lahan tahun 2012, 2015, dan 2020 dengan memperhitungkan berbagai faktor. Pertama adalah faktor pertumbuhan penduduk yang diakomodasi dalam matriks area transisi untuk memprediksi luasan lahan terbangun. Kedua adalah faktor pendorong perkembangan lahan terbangun, seperti jarak terhadap aksesibilitas, jarak terhadap pusat kegiatan, serta kemiringan lereng yang diakomodasi dalam peta sub-model transisi hasil model regresi logistik biner. Terakhir adalah keadaan penutup lahan di sekitar suatu lokasi yang diakomodasi dalam model ketetanggaan. Hasil dari penelitian ini adalah peta prediksi penutup lahan dengan akurasi 78,4% serta Indeks Kappa 0,48, sehingga validitas model yang dihasilkan dapat dikategorikan “moderate agreement”. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa Kota Salatiga pada tahun 2012 hingga 2020 diprediksikan memiliki laju pertambahan luas lahan terbangun rata-rata 43,84 Ha/tahun dan mengarah ke barat.Kata Kunci : Cellular Automata, Pemodelan Raster, Regresi Logistik Biner, Lahan Terbangun, Kota Salatiga
The Survival Strategy of Households Affected by Tidal Floods: The Cases of Two Villages in the Pekalongan Coastal Area Harini, Rika; Susilo, Bowo; Sarastika, Tiara; Supriyati, S; Satriagasa, M C; Ariani, Rina Dwi
Forum Geografi Vol 31, No 1 (2017): July 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/forgeo.v31i1.4259

Abstract

Pekalongan is one of the coastal areas of Java Island that is affected by tidal floods. Tidal floods have various impacts on the social and economic conditions of the community, thus affecting their livelihoods. The purpose of this study was to examine the impact of a tidal flood, the socioeconomic characteristics of the community and the survival approach of coastal communities in Pekalongan. This study was conducted using a purposive sampling method in two villages in Pekalongan Regency, namely Jeruksari Village and Tegaldowo Village, because these two areas are affected by tidal floods. The study was conducted by using in-depth interviews and focus group discussions (FGDs), as well as structured interviews. The structured interview sample consisted of 60 respondents who were selected at random using quota sampling. The analysis was using qualitative-descriptive and quantitative methods. The gathered data were then presented in tables, diagrams and maps. The results showed that tidal floods resulted in physical, economic, sociocultural, health, educational, and environmental damages to the communities in both villages. The majority of the community members only have an elementary school education and primarily work as labourers. There is a difference in the amount of family income between the two villages, where the average family in Jeruksari Village has a higher income (IDR 3,465,300 per month) than the average family in Tegaldowo Village with total household income of about IDR 2 million per month. The most frequently used approach for survival in both villages is what is known as the survival strategy, i.e. a strategy to meet the needs of life at a minimum level to survive.
APLIKASI PEMETAAN DAN ANALISIS SPASIAL UNTUK KAJIAN POTENSI TERNAK RUMINANSIA KECIL DI KABUPATEN KULONPROGO Susilo, Bowo
Jurnal Gea Vol 12, No 2 (2012)
Publisher : Rizki Offset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemetaan dan analisis spasial banyak diaplikasikan dalam kajian secara keruangan terhadap potensi sumberdaya. Sumberdaya mencakup beragam aspek, salah satunya adalah sumberdaya hayati. Ternak merupakan elemen sumberdaya hayati yang memiliki nilai strategis berkaitan dengan isu ketahanan pangan. Kambing adalah ruminansia kecil yang banyak diusahakan diberbagai daerah di Indonesia. Kambing merupakan komoditas ternak unggulan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengkaji potensi ternak kambing di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah integrasi pemetaan dan analisis spasial. Survei terestris dan ekstra terestris digunakan untuk memetakan keberadaan kelompok ternak kambing dan potensi lahan untuk tanaman hijauan pakan ternak. Analisis spasial digunakan untuk mengkaji pola keruangan dan aksesibilitas kelompok ternak kambing. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 50 kelompok ternak kambing di daerah penelitian, yang secara keruangan membentuk pola mengelompok (clustered). Kelompok ternak terkonsentrasi di Kecamatan Samigaluh dan Girimulyo, yaitu 70% dari jumlah total. Ketersediaan lahan potensial untuk tanaman hijauan pakan ternak di dua wilayah kecamatan tersebut hanya 7,6 % dari luas total lahan potensial. Aksesibilitas kelompok ternak secara umum tergolong baik. Proporsi kelompok ternak yang berlokasi kurang dari 500 meter dari jalan adalah 70 %, sedangkan proporsi kelompok ternak yang berlokasi kurang dari 500 m dari sumber pakan potensial adalah 90%. Kata kunci: pemetaan, analisis spasial, potensi ternak, ruminansia kecil.
PEMODELAN SPASIAL PROBABILISTIK INTEGRASI MARKOV CHAIN DAN CELLULAR AUTOMATA UNTUK KAJIAN PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN SKALA REGIONAL DI PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Susilo, Bowo
Jurnal Gea Vol 11, No 2 (2011)
Publisher : Rizki Offset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kompleksitas fenomena dunia nyata merupakan kendala utama yang dihadapi peneliti untuk mengkajinya secara langsung. Perubahan penggunaan lahan merupakan fenomena kompleks, yang dipicu beragam faktor dan menimbulkan berbagai dampak. Pemodelan merupakan metode yang banyak digunakan untuk kajian fenomena kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perubahan penggunaan lahan, membuat simulasi dan memetakan prediksi perubahan penggunaan lahan. Kajian dilakukan pada skala regional dan berlokasi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Perubahan penggunaan lahan yang dikaji adalah periode tahun 1996 – 2000, selanjutnya digunakan sebagai basis prediksi perubahan penggunaan lahan tahun 2000 – 2006. Metode yang digunakan adalah integrasi Markov chain dan Cellular Automata (CA). Hasil penelitian menunjukkan perubahan penggunaan lahan yang terjadi selama periode 1996 – 2000 adalah seluas 1.720,2 ha. Kategori perubahan yang paling luas adalah perubahan dari sawah menjadi lahan terbangun yaitu 1.526,1 ha. Integrasi Markov Chain dan Cellular Automata dapat digunakan untuk menyusun prediksi secara keruangan, perubahan penggunaan lahan tahun 2000 – 2006 di daerah penelitian. Prediksi keruangan hasil integrasi Markov chain dan Cellular Automata bersifat eksplisit sehingga dapat digunakan untuk membuat peta prediksi perubahan penggunaan lahan Kata kunci: perubahan penggunaan lahan, pemodelan, Markov chain dan Cellular Automata
APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK ANALISIS KESESUAIAN LAHAN PERTANIAN DI PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Susilo, Bowo; Nurjani, Emilya; Harini, Rika
Majalah Geografi Indonesia Vol 22, No 2 (2008): September 2008
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.976 KB) | DOI: 10.22146/mgi.13323

Abstract

ABSTRAK Sektor pertanian merupakan sektor perekonomian yang masih menjadi unggulan di berbagai wilayah di Indonesia, menempatkan sektor ini sebagai aktivitas utama ekonomi masyarakat dan juga sumber penguatan perekonomian rakyat. Penelitian ini mempunyai tujuan jangka panjang yaitu untuk mengembangkan model integrasi antar faktor fisik dan sosial ekonomi dalam menentukan prioritas arahan pengembangan di sektor pertanian, terutama untuk menentukan jenis komoditas yang paling sesuai pada suatu satuan lahan atau wilayah tertentu yang menjadi daerah basis pertanian. Selain itu juga mengukur keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif daerah basis pertanian DIY ditinjau dari sub sektor tanaman pangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahan di Provinsi DIY yang sangat sesuai untuk tanaman padi sebesar 25,4%, sedangkan untuk tanaman kacang tanah lebih kecil lagi yaitu 16% dan untuk tanaman jagung hanya 2%. Faktor yang membatasi tingkat kesesuaian lahan pada 3 jenis tamanan pangan tersebut adalah kondisi perakaran tanaman, ketersediaan unsur hara, retensi hara dan medan atau lokasi. Lahan yang mampu diusahakan untuk aktivitas pertanian dan sesuai dengan kesesuaian lahan untuk tanaman pangan adalah di Ledok Wonosari, Lereng Tengah Merapi, Lereng Bawah Merapi dan Batur Agung. ABSTRACT The agricultural sector is a sector of the economy is still seeded in various regions in Indonesia, putting this sector as the main economic activity of society and also the source of strengthening the economy of the people. This research has a long-term goal is to develop a model of integration between the physical and socio-economic factors in determining the priority direction of development in the agricultural sector, especially to determine the most appropriate types of commodities on a unit of land or a particular region of the local agricultural base. It also measures the comparative advantage and competitive advantage DIY agricultural base area in terms of food crops sub-sector. The results showed that the land in the province that is very suitable for rice crop amounted to 25.4%, while for peanut plants smaller is 16% and for the corn crop is only 2%. Factors that limit the suitability of land on three types of plants are food crop rooting conditions, availability of nutrients, nutrient retention and the terrain or location. Capable of cultivated land for agricultural activities and in accordance with the suitability of land for food crops is in Ledok Wonosari, Central Slopes of Merapi, Merapi Slope Down and BaturAgung.
Kajian Perubahan Penggunaan Lahan Berbasis Citra Satelit Penginderaan Jauh Resolusi Menengah dengan Metode Multi Layer Perceptrondan Markov Chain Wardani, Diana Wisnu; Danoedoro, Projo; Susilo, Bowo
Majalah Geografi Indonesia Vol 30, No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3491.698 KB) | DOI: 10.22146/mgi.15605

Abstract

Perkembangan Kota Yogyakarta yang sangat pesat mempengaruhi perubahan penggunaan lahan di daerah urban fringe salah satunya adalah Kabupaten Bantul. Perubahan penggunaan lahan yang tidak terkendali akan menimbulkan masalah sosial ekonomi dan lingkungan.Penelitian mengenai kajian perubahan penggunaan lahan berbasis citra satelit penginderaan jauh resolusi menengah dengan metode Multi Layer Perceptron dan Markov Chain di sebagian Kabupaten Bantul ini bertujuan: (a)mengkaji kemampuan citra satelit penginderaan jauh resolusi menengah Landsat untuk ekstraksi informasi penggunaan lahan tahun 2002, 2009 dan 2013, (b) mengkaji perubahan penggunaan lahan secara spasial dari tahun 2002 sampai dengan tahun 2009 serta (c) menyusun pemodelan perubahan penggunaan lahan dengan metode Multi Layer Perceptron dan Markov Chain pada tahun 2013 dengan mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan penggunaan lahan berdasar penggunaan lahan 2002-2009.Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan (variabel perubahan) penggunaan lahan meliputi aksesbilitas (kepadatan jalan, jarak terhadap jalan, jarak terhadap sungai) dan kesesuaian lahan (kemiringan lereng). Citra penginderaan jauh multitemporal dalam penelitian ini menggunakan citra Landsat 5 TM  tahun 2002, Landsat 7 ETM+ tahun 2009 dan Landsat 8 OLI  tahun 2013. Penelitian ini menggunakan klasifikasi multispektral dengan metode maximum likelihood. Klasifikasi multispektral menghasilkan peta penutup lahan (2002, 2009, 2013) yang selanjutnya diturunkan menjadi peta penggunaan lahan. Hasil perubahan penggunaan lahan 2002-2009 selanjutnya dikaji dan diintegrasikan dengan variabel perubahan sebagai input dalam regresi non linear dengan Multi Layer Perceptron. Besar probabilitas perubahan ditentukan dengan metode Markov Chain. Hasil penelitian menunjukkan perubahan penggunaan lahan dari lahan pertanian menjadi permukiman pada periode tahun 2002-2009 seluas 2.766,78ha. Perubahan terluas terjadi di Kecamatan Banguntapan seluas 717,97 ha (25,21%). Perubahan kelas penggunaan lahan hutan dan kebun campuran ke permukiman seluas 804,69ha dan perubahan terluas terjadi di Kecamatan Imogiri seluas 361,02 ha (6,63%). Pemodelan spasial dengan menggunakan kombinasi MLP dan MC menghasilkan akurasi hasil prediksi terbaik dengan overall accuracy 86,16 % dan nilai kappa sebesar 0,79 (substantial agreement). 
GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEM-BASED SPATIAL ANALYSIS OF AGRICULTURAL LAND SUITABILITY IN YOGYAKARTA Rika, Harini; Susilo, Bowo; Nurjani, Emilya
Indonesian Journal of Geography Vol 47, No 2 (2015): Indonesian Journal of Geography
Publisher : Faculty of Geography, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1381.235 KB) | DOI: 10.22146/ijg.9260

Abstract

Agricultural sector is the main economic activity of the society and also the source of people economy strengthening. The purpose of this study was to determine the priority direction of the development of the agricultural sector, mainly to determine the most appropriate types of commodities for each land unit that serve as local agricultural base. AHP method was integrated with GIS technique to analyze as well as to create land suitability maps for food crops. The results showed that 25.4 percent of lands in Yogyakarta is highly suitable for rice, while only 16 and 2 percent, respectively, is suitable for groundnut and corn. The limiting factors to the land suitability for these three commodities were plant roots condition, nutrients availability, nutrient retention, and soil condition. Suitable lands for rice, groundnut and corn were distributed at Ledok Wonosari, Middle Slope of Merapi, Lower Slope of Merapi and Batur Agung
INTEGRASI PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK KAJIAN PENGGUNAAN LAHAN DAN KONDISI OBSTACLE BANDAR UDARA ADISUTJIPTO Sari, Erna Noor; Susilo, Bowo
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 15, No 2 (2013)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.299 KB) | DOI: 10.24895/MIG.2013.15-2.81

Abstract

Pemerintah melalui Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 44 Tahun 2005 telah menetapkan persyaratan terkait dengan kondisi di lingkungan bandar udara untuk menunjang keselamatan penerbangan. Penggunaan lahan dan kondisi obstacle yang terdapat di KKOP menentukan layak tidaknya kondisi bandar udara terkait dengan keselamatan penerbangan. Penggunaan lahan dan kondisi obstacle yang tidak sesuai dengan KKOP perlu dikaji. Kajian memerlukan data kondisi aktual penggunaan lahan dan obstacle yang ada di dalam KKOP. Citra penginderaan jauh dapat digunakan untuk memperoleh informasi tentang kondisi aktual penggunaan lahan. Penggunaan citra resolusi tinggi yang digabungkan dengan pengukuran lapangan memungkinkan untuk memetakan kondisi obstacle di KKOP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan lahan pada zona horizontal dalam, mayoritas adalah permukiman yaitu seluas 2.523,2 ha atau 36,5% dari luas seluruhnya. Pada kawasan kemungkinan bahaya kecelakaan keberadaan bangunan yang tidak mendukung kegiatan penerbangan tidak  diperbolehkan keberadaannya, namun terdapat permukiman seluas 40.47 ha atau 33, 67% dengan jarak mendatar sejauh 1.100 m. Terdapat objek yang menjadi obstacle, kelebihan ketinggian objek gedung kurang lebih 0,3-2 m, sedangkan kelebihan  ketinggian objek pohon berkisar 2,2-4,8 m.Kata Kunci: Penggunaan Lahan, Penghalang, Ketinggian Objek, Bandar Udara
Spatial Analysis and Visualization of Geographic Access to Food in the Capital Area of Bulungan Regency, North Kalimantan Province Susilo, Bowo; Harini, Rika
Forum Geografi Vol 32, No 2 (2018): December 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/forgeo.v32i2.7070

Abstract

Recently, food security becomes a priority for many governments particularly in developing countries. Food security has four dimensions i.e. availability, accessibility, stability, and utilization. This study examined food accessibility in term of geographic access i.e. the contribution of the geographic environment to food choices and consumption. The study located in Tanjung Selor Subdistrict, the capital region of Bulungan Regency as well as North Kalimantan Province. Geographic access to food was analyzed based on spatial distribution of food stores, settlement, and availability of transportation network. Spatial analysis, i.e. coverage, density, and network analysis, as well as the spatial visualization were performed using tools available in GIS software. This study revealed some circumstance related to geographical access to food in the study area. Geographical access to food for non-motorized people is limited. Non-motorized people have to walk more than 1 km to the nearest food store. Access to food for motorized people is somewhat different. Their geographical access, in general, were categorized as easy to moderate. This situation indicates that the availability of public transport or vehicle ownership is necessary to improve access to food.