Heni Susiati
Badan Tenaga Nuklir Nasional Pusat Pengembangan Energi Nuklir

Published : 15 Documents
Articles

Found 15 Documents
Search

KANDUNGAN LOGAM BERAT (CO,Cr, Cs, As, Sc,dan Fe) DALAM SEDIMEN DI KAWASAN PESISIR i SEMENANJUNG MURIA

Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 11, No 1 (2009): Jurnal Pengembangan Energi Nuklir
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CONTENT OF HEAVY METALS (Co, Cr, Cs, As, Sc, AND Fe) IN SEDIMENT ATiMURIA PENINSULA COAST AI. Measurement of heavy metals that containing of Co, Cr, Cs, AJ~ Sc, and Fe have been done for updating heavy metals data in Muria Peninsula coast. This research! is one oftool for evaluating existing environmental projile and their change at NPP sites and its surrounding due to operation of Tanjung Jati Coal power Plant. The objective of this research is to qrticipate change of environmental profile data resulting from contaminant both from land and marine base source pollution. Sediment sample was obtained from coastal waters at Muria Peninsula, JePara, that located between ranged 110°56´06.7"- 110°44´01.7" (E) and 06°23´99.3"- 06°25´49.1"(S). sampling method was carried by using coring methods. While the analysis of heavy metal was carri;4 out by using NAA (Neutron Activation Analysis). The result showed that the concentration of Cq, Cr, Cs, As, Sc, and Fe in Muria Peninsula coastal sediment have average contents of 15,5 - 17,4 pptn; 44,2 56,2 ppm; 5,1 - 5,8 ppm; 9,6 - 12,9 ppm; 15,7 - 18,4 ppm; and 44,7 - 47,5 ppm respectively.;Key word: heavy metal, sediment, NPP, CPP,´ and NAA

PENENTUAN TAPAK POTENSIAL PLTN DENGAN METODE SIG DI WILAYAH PESISIR PROPINSI KALIMANTAN BARAT

Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 16, No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1395.721 KB)

Abstract

ABSTRAK PENENTUAN TAPAK POTENSIAL PLTN DENGAN METODE SIG DI WILAYAH PESISIR PROPINSI KALIMANTAN BARAT. Dalam pemilihan tapak PLTN, IAEA (Safety Guide NS-R-3) dan BAPETEN (Perka BAPETEN No. 5 tahun 2007) telah mengeluarkan pedoman yang berhubungan tentang evaluasi tapak untuk mendapatkan tapak PLTN yang aman dan menjamin keselamatan. Untuk mempersiapkan program PLTN di Kalimantan Barat, BATAN telah melakukan penelitian di sepanjang pesisir Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara, Kalimantan Barat untuk mendapatkan tapak terpilih. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan tapak potensial PLTN di wilayah pesisir kabupaten Ketapang dan Kayong Utara berdasarkan kriteria pembobotan dan pemodelan spasial dan SIG. Penentuan tapak potensial didasarkan pada beberapa kriteria, yaitu: kemiringan lereng, litologi, geologi, topografi, curah hujan, kerawanan bencana, jarak ke badan air, posisi daerah pemukiman, tataguna lahan, lahan gambut, hidrogeologi, dll. Berdasar hasil pembobotan dan skoring diperoleh 4 lokasi yang sesuai untuk dijadikan sebagai tapak potensial PLTN, diantaranya berada di wilayah pesisir yang terdapat di kecamatan Sukadana, Kendawangan, Matan Hilir Utara dan Matan Hilir Selatan. Kata kunci: tapak, potensial, PLTN, SIG.   ABSTRACT DETERMINATION OF POTENTIAL NPP SITE WITH GIS IN THE COASTAL PROVINCES WEST KALIMANTAN. In a NPP site selection, IAEA (IAEA Safety Guide NS-R-3) and BAPETEN (Perka BAPETEN No. 5, 2007) has published guidance link of site evaluation forNPP site for ensuring program preparation safety of NPP that will built. NPPs in West Kalimantan, BATAN has conducted research throughout Ketapang and Kayong Utara coastal, West Kalimantan to get selected site. The aim of research is to get the potential site of NPPs plants in coastal areas Ketapang and Kayong Utara base criteria on weighting, spatial modeling and GIS. Criteria for determination of potential site based on several criteria: slope, lithology, geology, topography, rainfall, disaster vulnerability, proximity to water bodies, the position of residential areas, land use, peat, hydrogeology, etc. The results obtained by weighting and scoring four suitable sites serve as a potential site for a NPPs , which was located in coastal areas in the district Sukadana Kendawangan Matan Matan Hilir Utara and Matan Hilir Selatan. Keywords: site, potentially, nuclear power plants, GIS.

SIMULASI SEBARAN PANAS DI PERAIRAN TELUK MENGGRIS, LOKASI TAPAK PLTN BANGKA BARAT

Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 14, No 2 (2012): Desember 2012
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian telah dilakukan di perairan Teluk Menggris, Muntok, Bangka Barat yang direncanakan dibangun PLTN. Dalam penelitian ini dilakukan simulasi numerik untuk mengetahui pola sebaran ilai bepanas yang keluar dari outlet PLTN. Hasil simulasi menunjukkan bahwa pada musim barat luas penyebaran panas terhadap lingkungan, terjadi perbedaan suhu 0,50C sejauh 3 km ke arah utara dan sejauh 5 km ke arah selatan dari outlet buangan. Pada saat pasang, nilai beda suhu pada jarak 500 dari sebesar 1oC dan pada saat surut nda suhu pada jarak 50 m di atas 4.5 oC, 1 km dari outlet pembuangan nilai beda suhu masih di atas 2 oC. Sedangkan pada musim timur, penyebaran panas dengan mengalami perbedaan suhu sebesar 0,5 oC adalah sejauh 3 km hanya ke arah utara saja dari outlet buangan. Pada saat pasang sekitar 50 m dari outlet buangan panas nilai beda suhu masih di atas 3 oC, 100 m kemudian nilai beda suhu menurun hingga 1 oC.Kata kunci: sebaran, panas, PLTN, simulasi numerikResearch has been conducted in the waters of the Gulf Menggris, Muntok, West Bangka planned nuclear power plants built. In this research, numerical simulations to determine the distribution pattern of the heat emanating from nuclear power outlet. Simulation results show that in the vast western spread of heat to the environment, there is a temperature difference 0.50 C is 3 km to the north and as far as 5 km to the south of the discharge outlet. At high tide, the value of the temperature difference at a distance of 500 from at 1oC and at low tide the value of the temperature difference at a distance of 50 m above 4.5 ° C, 1 km from the exhaust outlet temperature difference value is still above 2o C. While in the east, spreading of heat by having a temperature difference of 0.5 ° C is only 3 kilometers away to the north away from the exhaust outlet. At high tide about 50 m from the outlet exhaust heat temperature difference value is above 3° C, 100 m and then the value of the temperature difference decreases to 1oC.

PEMODELAN TRANSPORT SEDIMEN DI PERAIRAN PESISIR SEMENANJUNG MURIA, JEPARA

Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 12, No 1 (2010): Juni 2010
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (809.842 KB)

Abstract

ABSTRAKPEMODELAN TRANSPORT SEDIMEN DI PERAIRAN PESISIR SEMENANJUNG MURIA, JEPARA. Penelitian pergerakan transport sedimen di perairan Semenanjung Muria telah dilakukan. Dalam studi ini digunakan model matematika yang terdiri dari model hidrodinamika dan model transport sedimen. Input data yang digunakan dalam model adalah pasang surut, angin muson, dan debit sungai. Hasil simulasi pemodelan transport sedimen menunjukkan bahwa penyebab utama dari variasi pola distribusi sedimen tersuspensi di perairan Semenanjung Muria adalah pasang surut dan variasi musim.Kata kunci: pemodelan, transpot sedimen, hidrodinamika ABSTRACTMODELLING OF SEDIMENT TRANSPORT AT MURIA PENINSULA COASTAL, JEPARA. Modelling of transport sediment modelling at Muria Peninsula have been done. In this study we had been used mathematical model that consist of hydrodynamics and sediment transport . Data input for modelling has been used tidal, moonson wind, and river debit. Simulation result of sedimen transport modelling showed that tides pattern and seasonal variations are the main causes of variations in the suspended sediment distribution in Muria Peninsula.Keywords: modelling, sediment transport, hydrodynamics

IDENTIFIKASI GEOLOGI LINGKUNGAN PADA EVALUASI TAPAK FASILITAS NUKLIR BNI-STP, PENAJAM PASER UTARA

Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 19, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1251.207 KB)

Abstract

Dalam kaitannya rencana pengembangan industri kenukliran di Buluminung yaitu BNI-STP (Buluminung Nuclear Industry-Science Technology Park), maka survei tapak kawasan fasilitas nuklir yang akan dikembangkan sangat penting dilakukan. Survei tapak, khususnya identifikasi karakteristik geologi lingkungan di BNI-STP telah dilakukan.  Tujuan penelitian adalah memperoleh data baseline karakteristik geologi lingkungan yang meliputi indentifikasi data stratigrafi (litologi, susunan perlapisan tanah/ batuan), struktur geologi, vulkanologi, roman permukaan, kegempaan, dan hidrogeologi. Metodologi evaluasi tapak dilakukan dengan studi literatur dan geologi lapangan. Hasil pelaksanaan studi literatur dan geologi lingkungan lapangan menunjukkan bahwa data karakteristik geologi lingkungan di kawasan fasilitas nuklir BNI-STP berupa kekar berarah relatif utara selatan dan struktur sayap lipatan yang berarah timur laut-barat daya yang terbentuk pada masa Mio-Pliosen. Litologi penyusun pada Area BNISTP berupa batupasir, serpih dan batubara yang termasuk dalam Formasi Balikpapan. Sebagian area ditutupi oleh endapan sungai lempung dan endapan rawa. Di samping itu tidak dijumpai indikasi adanya struktur tektonik aktif maupun vulkanisme aktif di area BNISTP.

SEDIMENT ACCUMULATION RATES IN COASTAL AREA OF MURIA PENINSULA, CENTRAL JAVA, ELUCIDATED FROM ENVIRONMENTAL ISOTOPE 210Pb

Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 13, No 1 (2011): Juni 2011
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (989.722 KB)

Abstract

ABSTRACTSEDIMENT ACCUMULATION RATES IN COASTAL AREA OF MURIA PENINSULA, CENTRAL JAVA, ELUCIDATED FROM ENVIRONMENTAL ISOTOPE 210Pb. Sediment accumulation rates was investigated based on the profiles and inventories of 210Pb and Constant Rate of Supply (CRS) model in sediment cores collected from the coastal area of Muria Peninsula. Sediment cores were collected using gravity corer. The derived sediment accumulation rates vary along the coastline and along the cores and appear to be higher in the eastern part than western part of the site; i.e, between 0.5 to 3.4 kg/m2.y on the eastern part, 0.3 to 3.1 kg/m2.y in the central and 0.5 to 2 kg/m2.y on the western part. Highly deposited sediment may relate to the change in the up-land as well as in the coastal area itself.Keywords: sediment rate, 210Pb, CRS model ABSTRAKLAJU AKUMULASI SEDIMEN DI AREA PESISIR SEMENANJUNG MURIA, JAWA TENGAH, DENGAN ELUSIDASI LINGKUNGAN ISOTOP 210Pb. Telah dilakukan investigasi laju akumulasi sedimen berdasarkan profil dan inventori dari 210Pb dan model Constant Rate of Supply (CRS) pada sedimen core yang diperoleh dari daerah pesisir Semenanjung Muria. Sedimen diambil menggunakan alat gavity core. Laju akumulasi sedimen yang diperoleh bervariasi sepanjang pesisir dan sepanjang core dan untuk laju tersebut lebih tinggi di sebelah timur dibandingkan dengan daerah sebelah barat, yaitu antara 0,5 hingga 3,4 kg/m2.tahun di sebelah timur, 0,3 hingga 3,1 kg/m2.tahun in bagian tengah dan 0,5 hingga 2 kg/m2.tahun di sebelah barat. Laju deposit sedimen yang tinggi kemungkinan disebabkan oleh perubahan di daerah daratan dan daerah pesisir tersebut.Kata kunci: laju sedimen, 210Pb, model CRS

PEMETAAN SEBARAN SUBSTRAT SEDIMEN DASAR PERAIRAN PESISIR DI SEMENANJUNG MURIA KABUPATEN JEPARA

Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 15, No 1 (2013): Juni 2013
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.195 KB)

Abstract

ABSTRAK PEMETAAN SEBARAN SUBSTRAT SEDIMEN DASAR PERAIRAN PESISIR DI SEMENANJUNG MURIA, KABUPATEN JEPARA. Kawasan pesisir Semenanjung Muria telah dilakukan studi untuk pemilihan lokasi pembangkit listrik, salah satunya adalah rencana pembangunan PLTN. Sehubungan dengan hal itu, studi terhadap sebaran substrat sedimen permukaan dasar di perairan tersebut perlu dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ukuran butir sedimen permukaan dasar di perairan pesisir Semenanjung Muria. Ukuran butir sedimen dan karakteristiknya akan bermanfaat dalam desain sistem pendingin PLTN. Metode penelitian dengan pengambilan sampel dan analisis laboratorium untuk penentuan besar ukuran butir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sedimen yang terdistribusi di perairan Semenanjung Muria didominasi oleh ukuran butir kecil yaitu dalam kelompok lanau (silt). Pola akumulasi sedimen dasar di perairan Semenanjung Muria mempunyai pola sejajar dengan garis pantai. Sebaran substrat sedimen sangat dipengaruhi oleh kondisi fisik perairan, salah satunya adalah kondisi arus dan gelombang. Kata kunci: Pesisir, PLTN, sedimen ABSTRACT SUBSTRATE SEDIMENT DISTRIBUTION MAPPING IN THE MURIA PENINSULA COASTAL WATERS, JEPARA DISTRICT. Muria Peninsula coastal area has been conducted to study the development of the power station, one of which is a plan to build Nuclear Power Plants (NPP). In this connection, the study of sediment substrate bottom surface water distribution needs to be done. The purpose of this study was to determine the grain size of the sediment surface in coastal at Muria Peninsula. Sediment grain size and characteristics will be useful in the design of NPP cooling system Research methods with sampling and laboratory analysis for the determination of grain size of sediment. The results showed that the sediments are distributed in water is dominated small grain size in the silt. The pattern of accumulation of sediments in the Muria Peninsula waters have a pattern parallel to the coastline. Distribution of sediment substrate is strongly influenced by the physical condition of the water, one of which is a condition of current or wave. Keywords: Coastal, NPP, sediment

KANDUNGAN LOGAM BERAT (Cu, Cr, Zn, DAN Fe) PADA TERUMBUKARANG DI PERAIRAN PULAU PANJANG, JEPARA

Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 10, No 1 (2008): Juni 2008
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (656.184 KB)

Abstract

ABSTRAKKANDUNGAN LOGAM BERAT (Cu, Cr, Zn, DAN Fe) PADA TERUMBUKARANG DI PERAIRAN PULAU PANJANG, JEPARA. Pengamatan terhadap akumulasi logam berat Cu, Cr, Zn, dan Fe pada terumbu karang telah dilakukan di perairan pulau Panjang, Jepara dengan metode APN. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan konsentrasi logam berat pada tisue terumbu karang yang mengakomodasikan data lingkungan terkini dalam rangka mendukung ijin tapak dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) PLTN. Hasil analisis menunjukkan bahwa kadar unsur logam berat yang ada dalam tissue terumbu karang, kandungan Zn berkisar antara 1,78 – 42,34 ppm, Cu berkisar antara tidak terdeteksi – 0,41 ppm, Cr berkisar antara 0,03 – 0,35 ppm, dan Fe berkisar antara 5,25 – 30,56 ppm. Data ini menunjukkan adanya akumulasi keempat logam berat tersebut dalam tisu karang dengan konsentrasi di atas ambang batas yang diijinkan bagi kehidupan biota laut yang hidup di perairan laut menurut SK. Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 51 tahun 2004.Kata kunci: logam berat, APN, tisue terumbu karang, dan AMDAL ABSTRACTHEAVY METAL (Cu, Cr, Zn, and Fe) CONCENTRATION ON CORALREEF IN PANJANG ISLAND COASTAL, JEPARA. Observation on the accumulation of Cu, Cr, Zn, and Fe heavy metals in coral tissue were carried out in Panjang island, Jepara by NAA method. The purpose of this research is to determine the concentration of heavy metals on coral reef tissue in order to update environmental data to support site licensing and Environmental Impact Assessment (EIA) of Nuclear Power Plants (NPP). The result indicated that the concentration of Zn is 1,78 – 42,34 ppm, Cu is undetected – 0,41 ppm, Cr is 0,03 – 0,35 ppm and Fe is 5,25 – 30,56 ppm. The data shows that the accumulation of heavy metals in the coral reef tissue is higher than environmental treshold value, especially for marine biota life referring to the Environmental Ministry Decree Number 51 year 2004.Keywords: heavy metal, AAN, coral tissue, and EIA

Aplikasi Penginderaan Jauh Dalam Pemetaan Penggunaan Lahan Detil Tapak RDE, PUSPIPTEK Serpong

Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 18, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1157.73 KB)

Abstract

Telah dilakukan pemetaan tutupan lahan dan perkembangannya dalam skala detil (1 : 5.000) dengan radius 5 km dari pusat tapak rencana pembangunan Reaktor Daya Eksperimental (RDE) di Kawasan Nuklir Serpong (KNS), PUSPIPTEK Serpong. Tujuan penelitian adalah untuk membuat database penggunaan lahan skala detil 1:5.000 sebagai persiapan dalam rencana pembangunan RDE dan melengkapi peta tutupan lahan skala 1: 10.000. Metode penelitian dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu pengumpulandan pengolahan data citra, ground check lapangan, analisis penggunaan lahan radius 300-500 m, radius 1,2,3,4, dan 5 km dari tapak RDE, serta perubahan penggunaan lahan tahun 2014-2015. Pengolahan citra satelit dilakukan di Pusat Pemetaan dan Tataruang, Badan Informasi Geospasial (BIG). Pengolahan data menggunakan program ArcGis dan Er Mapper, sedangkan analisis data citra satelit menggunakan Image Analysis yang merupakan salah satu tool dalam ArcGis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tutupan lahan KNS setelah radius 3 km merupakan pemukiman yang padat di berbagai tempat. Perubahan penggunaan lahan pada tahun 201 4-201 5 menunjukkan bahwa terjadi perkembangan pesat pemukiman ditunjukkan dengan peningkatan luasan pemukiman di bagian Utara – Timur kawasan PUSPIPTEK.

KONDISI GEOMORFOLOGI DAN KARAKTERISTIK SEDIMEN DASAR LAUT DI WILAYAH PERAIRAN SEBAGIN UNTUK EVALUASI TAPAK PLTN DI BANGKA SELATAN

Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 17, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1929.541 KB)

Abstract

ABSTRAK KONDISI GEOMORFOLOGI DAN KARAKTERISTIK SEDIMEN DASAR LAUT DI WILAYAH PESISIR PERAIRAN SEBAGIN UNTUK EVALUASI TAPAK PLTN DI BANGKA SELATAN. Telah dilakukan penelitian mengenai kondisi geomorfologi dan karakteristik sedimen dasar laut di wilayah perairan sebagian, Bangka Selatan. Informasi geomorfologi dasar laut sangat berguna dalam hal interpretasi struktur-struktur geologi yang berada di dasar laut. Sedangkan informasi karakteristik sedimen dasar laut bermanfaat untuk memberikan gambaran perlapisan batuan dasar laut dalam kaitannya dengan kestabilan tapak PLTN terkait aspek kegempaan dan penentuan posisi water intake. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi geomorfologi dan karakterisasi sedimen dasar laut di perairan Sebagin, Bangka Selatan. Metodologi yang dipakai untuk mengevaluasi kondisi geomorfologi dasar laut adalah Multi Beam Echo Sounder (MBES) dan Single Beam Echo Sounder (SBES). Sedangkan untuk karakterisasi sedimen dasar laut dilakukan dengan pengukuran seismik refleksi resolusi tinggi menggunakan sub bottom profiling (SBP) dan uji sampel sedimen di daerah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah penelitian merupakan perairan dangkal dengan kedalaman 1- 59 m. Profil geomorfologi dasar laut daerah penelitian cenderung tidak beraturan dan berdasarkan interpretasi seismik tidak ditemukan adanya patahan. Hasil analisis sedimen dasar laut menunjukkan bahwa, distribusi lumpur mendominasi daerah perairan calon tapak PLTN. Kata Kunci : geomorfologi, tapak PLTN, sedimen, sub bottom profile.   ABSTRACT GEOMORPHOLOGICAL CONDITION AND SEA BOTTOM SEDIMENT CHARACTERISTICS OF SEBAGIN COAST FOR NPP SITE EVALUATION IN SOUTH BANGKA. Study on geomorphological condition and sea bottom sediment in the coastal area of Sebagin, South Bangka Regency, Bangka Belitung Province has been performed. Geomorphological of the seabed was valuable to identify geological structures that exist on the seabed layers. Whereas, sediments seabed characteristics was useful to provide portrait of seabed layer due to the stability of NPP site concerning the seismic aspect and the determination of water intake position. The objective of the study was to evaluate geomorphological condition and sea bed sediment characteristics in the South Bangka sea. Methodology used for evaluating geomorphological of the sea bed were Multi Beam Echo Sounder (MBES) and Single Beam Echo Sounder (SBES). While for sea bottom sediment characteristics, SBP together with sediment sample analysis were used. The result of the study showed that the study area was a shallow water sea with a depth range of 1-59 m. Geomorphological profile of the sea bed tend to be irregular and based on the seismic interpretation, there were no fault exists. Result analysis on the sea bottom sediment showed that clay distribution dominated the study area. Keywords: geomorphology, NPP site, sediment, sub bottom profile.