Articles

Found 36 Documents
Search

Profil Konsentrasi 137Cs di Pesisir Indonesia yang Ditetapkan Menggunakan Metoda Pemekatan Sampel Melalui Cartridge Filter Berlapis Tembaga Ferosianat Suseno, Heny
Jurnal Teknologi Pengelolaan Limbah Vol 15, No 1 (2012): Juli 2012
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.19 KB)

Abstract

Telah dilakukan pemantauan konsentrasi 137Cs  di 6 wilayah pesisir Indonesia meliputi: Sumatra Barat, Semarang, Madura,  Balikpapan, Parepare dan Manado.  Digunakan cartridge filter katun berlapis tembaga ferosianat sebagai metoda pemekatan sampel air laut. Pemantauan ini tidak hanya ditujukan untuk menjawab spekulasi dampak kecelakaan nuklir di Fukushima  tetapi juga bertujuan untuk memperoleh data dasar 137Cs di lingkungan laut Indonesia. Data dasar ini diperlukan sebagai antisipasi dampak dari rencana pembangunan dan operasional PLTN di beberapa negara ASEAN (misalnya Malaysia dan Vietnam). Hasil pemantauan menunjukkan profil konsentrasi 137Cs dalam air laut di 5 lokasi pesisir di Indonesia berkisar antara dibawah limit deteksi sampai dengan 0,23 mBq.l-1. Data tersebebut lebih kecil dibandingkan dengan konsentrasi 137Cs di perairan pesisir Malaysia, Thailand, Korea dan Vietnam, tetapi comparable terhadap perairan pesisir India. Mengacu pada data ASPAMARD di wilayah kotak 6 dan 15 lautan Pasifik yang telah dikoreksi peluruhannya, maka tidak terjadi kenaikan konsentrasi 137Cs di perairan laut Indonesia setelah kecelakaan nuklir di Fukushima Kata Kunci: 137Cs, ASPAMARD, pesisir Indonesia, tembaga ferosianat
Profil Konsentrasi 137Cs dalam Sedimen Pesisir Pulau Bangka Suseno, Heny
Jurnal Teknologi Pengelolaan Limbah Vol 15, No 2 (2012): Desember 2012
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PROFIL KONSENTRASI 137Cs DALAM SEDIMEN PESISIR PULAU BANGKA. Sumbe utama masuknya zat radioaktif ke dalam lingkungan laut berasal dari global fall out dan kecelakaan nuklir. Radionuklida 137Cs merupakan salah satu radionuklida berumur panjang, yang masuk ke dalam lingkungan laut. Radionuklida ini ditransportasi ke dalam laut dan mengalami beberapa proses alami yang kompleks yang dipengaruhi oleh kuantitas partikel, sirkulasi laut dan resuspensi dari sedimen. Tujuan utama makalah ini adalah untuk mempelajari tingkatan konsentrasi 137Cs dalam sedimen yang dibutuhkan sebagai data dasar pada kegiatan penentuan tapak calon lokasi PLTN. Hasil pemantauan menunjukkan Data dasar konsentrasi 137Cs di dalam sedimen Pulau Bangka berkisar antara 0,24 – 1,5 mBq.Kg-1.  Sumber 137Cs berasal dari global fall out yang dibuktikan oleh nilai rasio  konsentrasi  239 + 240Pu/ 137Cs.  Nilai rasio tersebut berkisar 0 – 0,214. Nilai tersebut merupakan karakter dari fall out di wilayah Bangka Belitung. Nilai ini cukup dapat diperbandingkan dengan wilayah Malaysia dan bagian selatan wilayah ASPAMARD serta wilayah lainnya yang membuktikan sumber 137Cs hanya berasal dari global fall out. Kata kunci: 137Cs, Bangka, ASPAMARD, rasio konsentrasi 239 + 240Pu/ 137Cs, global fall out.
Status Konsentrasi 232Th dan 226Ra dalam Sedimen Pesisir Pulau Bangka Prihatiningsih, Wahyu Retno; Suseno, Heny
Jurnal Teknologi Pengelolaan Limbah Vol 15, No 2 (2012): Desember 2012
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.538 KB)

Abstract

Telah dilakukan analisis kandungan 226Ra dan 232Th di dalam sedimen wilayah pesisir Bangka Barat dan Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data dasar 226Ra dan 232Th yang dapat digunakan untuk meperkirakan dampak dari radionuklida tersebut terhadap kesehatan manusia. Tahapan penelitian meliputi pengambilan sample di 62 lokasi pengamatan, preparasi sample dan analisis menggunakan gamma spectrometer beresolusi tinggi. Radioisotop 232Th ditetapkan dari rerata konsentrasi 212Pb (238,6 keV) dan 228Ac (911,1 keV)[2]. Disisi lain 226Ra ditetapkan dari rerata konsentrasi 214Pb (351,9 keV) dan 214Bi (609,3 dan 1764 keV). Hasil analisis menunjukkan Data dasar konsentrasi 226Ra dan 232Th dalam sedimen di Pesisir Pulau Bangka 18,69 – 627,17 Bq.Kg-1 dan 74,78 – 2333,50 Bq.Kg-1.  Kontribusi tailing hasil penambangan timah ikut berkontribusi pada konsentrasi 226Ra dan 232Th di wilayah pesisir Pulau Bangka.  Terdapat korelasi sebesar 50% antara konsentrasi 226Ra dan 232Th. Kata kunci: Radionuklida alam,  226Ra,  232Th, sedimen, Bangka
STUDI PENDAHULUAN RADIONUKLIDA 137Cs DI PERAIRAN INDONESIA TIMUR Hoir, Ilham Fathul; Muslim, Muslim; Suseno, Heny; Wahyono, Ikhsan Budi
Journal of Oceanography Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Journal of Oceanography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.401 KB)

Abstract

Abstrak                 KasuskecelakaanPembangkitListrikTenagaNuklir di Chernobyl dan Fukushima, merupakansalahsatupenyumbangradionuklidaantropogenik di lautankhususnya di samuderaPasifik. Selainitu, sumber lain sepertiujicobanuklir di atmosfer yang banyakdilakukansetelahPerangDunia II. Radionuklida yang masukkelautdapatdisebarkanolehadanyaaruslaut.Penelitianinibertujuanuntukmengetahuidistribusi137Cs di perairan Indonesia timur yang merupakanmasukandariSamuderaPasifik. Pengambilansampel air lautdilakukanpada 1 – 18 September 2012 kemudiansampel di analisis di LabolatoriumRadioekologiKelautan, BATAN (BadanTenagaNuklir) Serpong yang dilakukanpada 9 Oktobersampai 21 Desember 2012. Penelitianinibersifatdeskriptifeksploratif, denganpengambilansampelmenggunakanmetode sampling purposive. Analisisaktivitas137Cs menggunakanmetodedari IAEA-MEL (International Atomic Energy Agency’s Marine Environmental Labolatories).Hasilpenelitianmenunjukkan, bahwakonsentrasiradionuklida137Cs di Perairan Indonesia Timur. berkisarantara 0,14 – 0,43 mBq/L. Hal tersebutdidugaberasaldariSamudraPasifik yang berkisar  0,7 – 2, 8 mBq/L dan global fallout yang dibawaoleharuslaut, karena di perairantersebuttidakadasumberaktivitasradionuklida yang menghasilkan137Cs..  
STUDI KANDUNGAN RADIONUKLIDA CESIUM-137 (137CS) DALAM SEDIMEN DI PERAIRAN SEMENANJUNG MURIA KABUPATEN JEPARA Kurniawan, Sigit; Muslim, Muslim; Suseno, Heny
Journal of Oceanography Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Journal of Oceanography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.019 KB)

Abstract

AbstrakSejak tahun 1950 hingga 1960 banyakunsur radionuklida anthropogenik yang terlepas baik di laut dan di darat. Radionuklida yang masuk ke lautan akan tertranportasi ke beberapa tempat, termasuk juga ke perairanlautsampaike sedimenlautmelaluifenomenalaut yang ada.Padasedimenkonsentrasi radionuklida mencapai102 hingga 106 kali lebih besar daripada di air laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat konsentrasi 137Cs pada sedimen dan pola sebarannyaberdasar arus pasang surut di perairan Semenanjung Muria. Pengambilan data lapangan dilakukan pada tanggal 07 Mei 2013 dan proses analisa dilakukan di Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) pada bulan Juni 2013. Metode penelitian yang digunakan bersifat deskriptif karena menggambarkan situasi yang diteliti dalam waktu terbatas dan tempat tertentu untuk melihat situasi dan kondisi secara lokal. Hasil penelitian menunjukan nilai konsentrasi 137Cs pada sedimen berkisar antara antara 1,45-1,63 Bq/kg. Sebaran radionuklida 137Csdipengaruhioleh arus pasang surut dan topografi pantai.Sedangkandarianalisaregresi menunjukan tidakadanyahubunganantaratingkatkonsentrasi radionuklida 137Csterhadapukuranbutirsedimen.
AKTIVITAS CESIUM-137 (137Cs) DI PERAIRAN BANGKA SELATAN SEBAGAI BASE LINE DATA RADIONUKLIDA DI PERAIRAN INDONESIA Silalahi, Christiani; Muslim, Muslim; Suseno, Heny
Journal of Oceanography Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Journal of Oceanography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (902.243 KB)

Abstract

Abstrak Radionuklida merupakan unsur yang sangat penting untuk diketahui persebarannya, level radiasinya, sumber dan proses-proses yang mempengaruhinya di perairan. Salah satu unsur radionuklida yang mendapat perhatian adalah 137Cs. Radionuklida 137Cs merupakan unsur radioaktif yang bersifat konservatif, artinya mudah terdispersi dalam lingkungan perairan. Metode penelitian ini adalah metode kuantitatif  yaitu  metode ilmiah dimana data penelitian yang diperoleh berupa angka dan dianalisis menggunakan statistik atau model sedangkan metode pengambilan sampel dengan mengambil beberapa sampel untuk menggambarkan karakteristik wilayah yang diwakili secara representatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas radionuklida 137Cs di Perairan Bangka Selatan sangat rendah yaitu pada rata – rata 0,223 mBq/L. Rendahnya nilai radionuklida ini disebabkan karena lokasi penelitian tidak mempunyai sumber radionuklida sehingga nilai yang terdeteksi diduga berasal dari global fall out. Data ini akan dijadikan sebagai base line data radionuklida di perairan Bangka Selatan dan ASPAMARD (Asia Pasific Radioactive Marine Data Base).
DISTRIBUSI RADIONUKLIDA 137Cs DI PERAIRAN SELAT PANAITAN – SELATAN GARUT Pradana Hutama, Pinta Budi; Muslim, Muslim; Suseno, Heny; Wahyono, Ikhsan Budi
Journal of Oceanography Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Journal of Oceanography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.509 KB)

Abstract

Abstrak                 Penggunaan radionuklida dalam pengembangan energi terbarukan sangat marak dilakukan akhir-akhir ini. Penggunaan tersebut tidak terlepas dari resiko kecelakaan yang dapat terjadi. Kecelakaan Fukushima pada tahun 2011 silam merupakan salah satu contohnya, dan menyumbangkan sejumlah radionuklida antropogenik ke lingkungan laut salah satunya ialah 137Cs. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran konsentrasi 137Cs di perairan Selat Panaitan – Selatan Garut yang mungkin terbawa dari sumber (Fukushima) oleh pola arus global. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan September dengan kapal riset Baruna Jaya IV BPPT. Sampel selanjutnya dipreparasi dan dianalisis di Laboratorium Bidang Radioekologi Kelautan BATAN pada bulan Oktober 2012 – Desember 2012. Metode penelitian ini bersifat deskriptif. Pengambilan sampel menggunakan metode sampling purposive sedangkan analisis konsentrasi 137Cs menggunakan metode dari IAEA – MEL (International Atomic Energy Agency’s Marine Environmental Laboratories). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran konsentrasi 137Cs di perairan Selat Panaitan – Selatan Garut terdeteksi relatif sama antar stasiun penelitian yakni 0,14 – 0,30 mBq/L. Nilai tersebut sangatlah kecil bila dibandingkan penelitian sebelumnya di daerah dekat sumber. Hal ini dapat terjadi karena adanya pola arus global yang membawa lepasan 137Cs dari sumber hingga perairan Indonesia. 
PEMANTAUAN RADIONUKLIDA ANTROPOGENIK DI KAWASAN PESISIR PANTAI SUMATERA BARAT Akhyar, Okviyoandra; Suseno, Heny; Safni, Safni
Buletin Limbah Vol 16, No 1 (2013): Vol. 16 No.1 Tahun 2013
Publisher : Buletin Limbah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11.976 KB)

Abstract

PEMANTAUAN RADIONUKLIDA ANTROPOGENIK DI KAWASAN PESISIR PANTAI SUMATERA BARAT. Telah dilakukan analisis kandungan radionuklida antropogenik pada sampel lingkungan di kawasan pesisir pantai Sumatera Barat. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan salah satu base line data yang dapat digunakan sebagai data acuan kontaminasi yang disebabkan oleh limbah radioaktif di masa mendatang. Analisis dilakukan pada air laut, sedimen dan ikan sebagai representasi kandungan radionuklida antropogenik yang terdeposit pada ekologi pantai Sumatera Barat. Hasil analisis menunjukkan bahwa beberapa kawasan pesisir pantai Sumatera Barat mendeposit sejumlah kecil radionuklida antropogenik 137Cs dan 239Pu. Terdeteksinya aktivitas radionuklida antropogenik di titik penyamplingan mengindikasikan bahwa meskipun belum adanya aktivitas nuklir, wilayah laut Indonesia berpotensi tercemari limbah radioaktif yang berasal dari Samudera Pasifik dan Samudera Hindia. Kata kunci: radionuklida antropogenik, base line, air laut, sedimen, ikan MONITORING OF ANTROPHOGENIC RADIONUCLIDES IN WEST SUMATERA SHORELINE. Analyzed of antrophogenic radionuclides from environment samples in West Sumatera Shoreline have been investigated. The purpose of the research in order to collect data used for base line of contaminant level caused by nuclear waste in the future. Monitoring radionuclides concerned about determine concentration of 137Cs dan 239Pu in sea water, sediment and fish as representation of radionuclide contained in West Sumatera Shoreline. Small amount concentration of radionuclides have been detected which explain that even no data reports about nuclear activities, Indonesian sea potentially contaminated by Pasific and Hindia Ocean released Keywords : antrophogenic radionuclides, base line, sea water, sediment, fish PENDAHULUAN Provinsi Sumatera Barat memiliki luas wilayah 42.297,30 km2 dengan be
DOSE RATE FROM NATURAL RADIONUCLIDES AND 137Cs TO THE BIOTA MARINE OF BANGKA SEA Lubis, Erwansyah; Suseno, Heny; Prihatiningsih, Wahyu Retno; Yahya, Muhamad Nur
Buletin Limbah Vol 16, No 2 (2013): Desember 2013
Publisher : Buletin Limbah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

DOSE RATE FROM NATURAL RADIONUCLIDES AND 137Cs TO BIOTA MARINE OF BANGKA SEA. The estimation of dose rate (External + Internal) from natural radionuclides γ-emitter and 137Cs contain in sea water and marine sediment to larvae/ small insect, mollusk/ large insect, small fish, large fish and turtle has carried out using Point Source Dose Distribution (PSDD) methodology. The results shown that the total dose rateof β and γ radiations from natural radionuclides and 137Cs from sea water and marine sediment to larvae/ small insect, mollusk/ large insect, small fish, large fish and turtle were low, just 1.6 – 15.0 % that was recommended by IAEA and DOE’s`. Base on this assessmentresults further investigation is not needed and this data can be used as a base-line for marine monitoring program if nuclear power plant (NPP) built and operated in Bangka islands. The total dose ratecalculated with PSDD methodology is compared tothe results using ERICA computer code, shownunsignificantly different. Keywords: Natural Radionuclides, 137Cs, Marine Biota, Dose rate, Base-line Data. LAJU DOSIS RADIONUKLIDA ALAM DAN 137Cs TERHADAP BIOTA LAUT PULAU BANGKA. Perkiraan laju dosis (Ekternal + Internal) dari radionuklida alam pemancar γ dan137Cs yang terdapat dalam air dan sedimen laut pesisir pulau Bangka terhadap larva/ jentik ikan, moluska, ikan kecil, ikan besar dan kura-kura telah dilakukan dengan menggunakan metodologi Point Source Dose Distribution (PSDD). Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa laju dosis dari radiasi γ dan β yang diterima dari radionuklida alam dan 137Cs yang terdapat dalam air dan sedimen laut oleh larva/ jentik ikan, moluska, ikan kecil, ikan besar dan kura-kura relative lebih kecil dari batasan yang direkomendasikan oleh IAEA dan DOE,hanya 1.5 – 15.0 % dari yang ditetapkan sebesar 40 uGy/ jam. Berdasarkan data yang diperoleh ini tidak perlu dilakukan investigasi lebih lanjut dan data ini dapat digunakan sebagai data-dasar (base-line data) untuk program pemantauan lingkungan laut bila suatu saat PLTN beroperasi di pulau Bangka. Perhitungan laju dosis dengan menggunakan metodologi PSDD dibandingkan dengan hasil perhitungan menggunakan perangkat lunak ERICA, hasil yang diperoleh menunjukan tidaka daperbedaan yang signifikan. Kata kunci: Radionuklida alam, 137Cs, Biota Laut, Laju Dosis, Data-Dasar. INTRODUCTION Base on the assessment report in the Blue-print of National Energy Management, that
KORELASI KONSENTRASI 137Cs TERHADAP MINERAL LEMPUNG DALAM SEDIMEN PERAIRAN SEMENANJUNG MURIA JEPARA Suseno, Heny
Buletin Limbah Vol 16, No 2 (2013): Desember 2013
Publisher : Buletin Limbah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11.976 KB)

Abstract

KORELASI KONSENTRASI 137Cs TERHADAP MINERAL LEMPUNG DALAM SEDIMEN PERAIRAN SEMENANJUNG MURIA JEPARA. Penentuan kandungan 137Cs di dalam sedimen merupakan bagian dari program pemantauan lingkungan untuk memperoleh baseline data radionuklida di Semenanjung Muria Jepara. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi status konsentrasi 137Cs dalam lingkungan pesisir Semenanjung Muria dan prilakunya dalam material pembentuk sedimen. Sample diambil dari 6 stasiun perairan Semenanjung Muria dan dianalisis kandungan 137Cs menggunakan gamma spektrometer. Komponen mineral pembentuk sedimen ditetapkan untuk memperoleh korelasi antara kandungan 137Cs terhadap mineral tersebut. Hasil analisis menunjukkan konsentrasi 137Cs dalam sedimen perairan Semenanjung Muria berkisar antara 1,451 ± 0,148 sampai dengan 1,630 ± 0,166 Bq.kg-1. Terdapat korelasi antara kandungan 137Cs dengan mineral lempung yang terkandung dalam sedimen. Disimpulkan sumber 137Cs dalam sedimen perairan Semenanjung Muria berasal dari run off partikel padat dari teristerial yang masuk ke perairan Semenanjung Muria Kata Kunci: Semenanjung Muria, 137Cs, Sedimen, lempung, kolerasi THE CORELATION OF 137Cs SEDIMENT CONCENTRATION TO CLAY MINERAL AT MURIA PENINSULA JEPARA. Determination of the content of 137Cs in sediments are part of the environmental monitoring program to obtain radionuclides baseline data at Muria Peninsula Jepara. This study aims to obtain information status of 137Cs concentration in the Muria Peninsula coastal environment and its behavior in sediments material. Samples was taken from 6 stations at Muria Peninsula waters and 137Cs content was analyzed using gamma spectrometer. Components of sediments mineral were determined to obtain a correlation between the 137Cs content and the mineral. The result of analysis showed that concentration of 137Cs in Muria Peninsula sediments ranged from 1.451 ± 0.148 to 1.630 ± 0.166 Bq.kg-1 . There were a correlation between the 137Cs content to clay minerals contained in the sediments. The conclution this research were the source of 137Cs in the Muria Peninsula sediments derived from the run off the solid particles that enter from terrestrial to Muria Peninsula. Keywords: Muria peninsula, 137Cs, Sediment, clay, corelation. PENDAHULUAN