Rudy Susanto
Jurusan Sistem Komputer, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Bina Nusantara, Jl. K.H. Syahdan No. 9, Kemanggisan/Palmerah, Jakarta Barat 11480

Published : 7 Documents
Articles

Found 7 Documents
Search

Perubahan Kadar Hormon Tiroid pada Penderita Sindroma Nefrotik Asripurwanti, Asripurwanti; Samad,, Samad; Koesnadi, Lydia; Rochmanaji, W.; Susanto, Rudy
MEDIA MEDIKA INDONESIANA 2008:MMI Volume 43 Issue 2 Year 2008
Publisher : MEDIA MEDIKA INDONESIANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.959 KB)

Abstract

Thyroid hormones levels in nephrotic syndromeBackground: Nephrotic syndrome is one of the most found kidney disease. A great part (>99%) of circulating thyroid hormones were bound to proteins, thus derangements of blood proteins in nephrotic syndrome are potential to disturb thyroid hormones levels. This study was aimed to compare thyroid hormones levels changes in childhood Nephrotic Syndrome before and after remission.Method: Thirty four nephrotic syndrome patients studied on Department of pediatric of Dr. Kariadi Hospital, Semarang between April 1995 to June 1996 were for albumin, cholesterol, thyroid and thyroid stimulating hormone levels before and after remission and were tested with Wilcoxon signed rank test. The correlation between albumin and thyroxin levels before and after remission. were analyzed with Spearman correlation test.Results: T4 level before remission was 26.89±16.12 nmol/L, TSH 9.36±5.51 IU/ml, and after remission T4 106.63±28.02 nmol/L,TSH 1.78±1.91 μIU/mL. There were significant changes of thyroid hormones levels before and after remission (z=5.09; p=0.000). There were positive correlation between blood protein (albumin) level and thyroid hormone (T4) level in nephrotic syndrome before remission (r=0.51; p=0.000) and after remission (r=0.38; p=0.004). A great proportion of nephrotic syndrome patients, suffered from hypothyroidism and return to euthyroid after remission.Conclusions: Thyroid hormone levels changed during the course of nephrotic syndrome.Keyword : Thyroid hormone, TSH, T4, Nephrotic SyndromeABSTRAKLatar belakang : Sindroma nefrotik merupakan salah satu penyakit ginjal yang terbanyak ditemukan. Hormon tiroid beredar dalam darah berikatan dengan protein, sehingga pada gangguan kadar protein yang berat seperti pada sindroma nefrotik berpotensi mengganggu hormon tiroid. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari perubahan kadar hormon tiroid pada penderita sindroma nefrotik anak sebelum dan sesudah remisi.Metoda : Tiga puluh empat penderita sindroma nefrotik yang dirawat di Bagian Ilmu Kesehatan Anak RSUP Dr. Kariadi Semarang antara bulan April 1995 sampai Juni 1996 diperiksa perbedaan kadar albumin, kolesterol, tiroksin dan TSH sebelum dan sesudah remisi dan diuji dengan uji Wilcoxon signed rank test. Hubungan kadar albumin dan tiroksin pada sindroma nefrotik sebelum dan sesudah remisi di uji dengan uji korelasi Spearman.Hasil : Pada 34 penderita sindroma nefrotik sebelum remisi didapatkan rerata T4 26,89±16,12 nmol/L, TSH 9,36±5,51 IU/ml dan sesudah remisi didapatkan rerata T4 106,63±28,02 nmol/L, TSH rerata 1,78±1,91 μIU/mL. Ada perbedaan bermakna kadar hormon tiroid (T4) dan TSH sebelum dan sesudah remisi (z=5,09; p=0,000). Ada hubungan positif antara kadar albumin darah dengan kadar hormon tiroid darah T4 pada Sindroma nefrotik sebelum remisi (r=0,51; p=0,000) dan setelah remisi (r=0,38; p=0,004). Pada penderita sindroma nefrotik sebagian besar mengalami hipotiroidisme dan kembali euthiroid setelah remisi.Simpulan : Ada perubahan kadar hormon tiroid pada penderita Sindroma Nefrotik sebelum dan sesudah remisi.
PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SENSOR PARKIR PADA MOBIL MENGGUNAKAN SENSOR ULTRASONIK Susanto, Rudy; Kristanto, Yohannes; Ridwanto, Sonny; Hisnuaji, Diptyo
CommIT (Communication and Information Technology) Journal Vol 1, No 1 (2007): CommIT Vol. 1 No. 1 Tahun 2007
Publisher : Bina Nusantara University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21512/commit.v1i1.464

Abstract

A car driver often had trouble to park his car a narrow location, caused by a narrow parking area on the wane.Also, cars had often crashed the electric pillar or scratched the car on the wall while retreat. The problem was the driverdidn’t know condition behind vehicle because of limited of view. The research aimed to make a system that can easily helpdriver in parking his car, by using of ultrasonic parking sensor. The method used in sensor scheme parks is ultrasonicisensor to detect and measure car and balk distance by utilising of 851 family microcontroller as the main system. Theresult indicates that ultrasonic censor effective deep measurement was on distance of 2 cm – 30 m. It is that enoughultrasonic censor is effective to be implemented on censor parks.
Hubungan Awitan Pubertas dan Status Sosial Ekonomi Serta Status Gizi pada Anak Perempuan Indaryani, Woro; Susanto, Rudy; Susanto, JC
Sari Pediatri Vol 11, No 5 (2010)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp11.5.2010.374-8

Abstract

Latar belakang. Usia awitan pubertas dapat dipakai untuk menentukan apakah seorang anak perempuanmengalami pubertas dini atau terlambat. Di Indonesia, masih terdapat perbedaan status sosial ekonomi dan statusgizi antara daerah pedesaan dan perkotaan, yang berpengaruh terhadap awitan pubertas di kedua daerah.Tujuan. Mengetahui hubungan antara rerata usia awitan pubertas dengan status sosial ekonomi dan statusgizi pada anak perempuan di daerah pedesaan dan perkotaanMetode. Penelitian cross sectional dilakukan antara Mei-September 2009 terhadap 502 anak perempuan,siswa 5 Sekolah Dasar Getasan (pedesaan), 5 Sekolah Dasar Gajahmungkur (perkotaan) yang berumur 8-13tahun. Subjek penelitian dipilih secara stratified random sampling. Awitan pubertas ditentukan berdasarkanpertumbuhan payudara atau rambut pubis, sesuai Tanner-2. Status ekonomi dinilai berdasarkan kriteriaSajogyo. Status gizi berdasarkan indeks massa tubuh (WHO, 2005). Analisis menggunakan uji t-tidakberpasangan dan uji korelasi Spearman.Hasil. Awitan pubertas secara bermakna lebih awal di perkotaan (124±10) bulan dibandingkan di pedesaan(131±11) bulan. Awitan pubertas terjadi lebih awal pada kelompok sosial ekonomi tinggi dan kelompokindeks massa tubuh tinggi (p<0,001).Kesimpulan. Anak perempuan di perkotaan mengalami pubertas lebih awal dibandingkan di pedesaan.Terdapat hubungan bermakna antara status ekonomi dan status gizi dengan awitan pubertas
Pengaruh Deferasirox Terhadap Kadar T4 dan TSH Pada B-Thalassemia Mayor dengan Kadar Ferritin Tinggi P, Dewi Ratih; Susanto, Rudy; Sudarmanto, Bambang
Sari Pediatri Vol 12, No 6 (2011)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp12.6.2011.433-9

Abstract

Latar belakang. Iron overload pada pasien ????-thalassemia mayor terjadi akibat transfusi berulang.Pengendapan besi terjadi terutama di jantung, hati dan kelenjar endokrin. Prevalensi hipotiroid akibattoksisitas besi pada pasien ????-thalassemia berkisar 0-35%. Terapi kelasi besi seperti deferasirox sangatefektif menurunkan kandungan besi. Diharapkan timbunan besi pada kelenjar tiroid berkurang, sehinggadisfungsi tiroid tidak terjadi.Tujuan. Membuktikan dan menganalisis pemberian deferasirox pada pasien ????-thalassemia mayor dengankadar ferritin yang tinggi akan menaikkan kadar T4 dan menurunkan kadar TSH serum.Metode. Penelitian pre dan post test desain dilakukan antara bulan September 2009-Maret 2010 terhadappasien ????-thalassemia mayor yang mendapat transfusi berulang di bangsal thalassemia anak RS Dr. KariadiSemarang. Kadar ferritin, T4 dan TSH diperiksa pada awal penelitian dan 6 bulan setelah pemberiandeferasirox. Pemeriksaan ferritin, T4 dan TSH menggunakan alat Vidas® dengan metode ELFA. Analisisstatistik yang digunakan adalah uji t-berpasangan.Hasil. Subyek penelitian 20 orang yang memenuhi kriteria inklusi.Hipotiroidisme ditemukan sekitar 20%.Rerata kadar ferritin setelah 6 bulan lebih rendah dibanding awal penelitian, namun perbedaan tersebuttidak bermakna (I : 1182,7±53,64 dan II : 1182,3±48,42; p=1,0). Rerata kadar T4 tidak berbeda bermaknasetelah 6 bulan pemberian deferasirox (I : 91,8±22,37 dan II : 88,6±20,46 ; p=0,5). Dua pasien dengankadar TSH yang awalnya tinggi menjadi normal, namun penurunan tersebut tidak berbeda bermaknasecara statistik (p=0,2).Kesimpulan. Tidak ada perubahan kadar T4 dan TSH pada pasien ????-thalassemia mayor dengan ferritintinggi yang mendapat deferasirox per oral.
PERSONAL SELLING SEBAGAI ”UJUNG TOMBAK” PENJUALAN PRODUK ASURANSI Susanto, Rudy
Jurnal Pengembangan Wiraswasta Vol 20, No 1 (2018): JPW Edisi April 2018
Publisher : LP2M Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi IPWI Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33370/jpw.v20i1.173

Abstract

Untuk dapat memuaskan kebutuhan konsumen, perusahaan melakukan kegiatan pemasaran. Karena kegiatan tersebut ditujukan untuk menambah dan mempelancar arus barang atau jasa dari perusahaan ke konsumen, dan kegiatan pemasaran juga merupakan salah satu faktor penentu dalam menjamin kelangsungan hidup dan pertumbuhan perusahaan melalui pencapaian laba yang optimal. Salah satu kegiatan pemasaran yang dilakukan oleh perusahaan adalah kegiatan promosi. Kegiatan promosi adalah kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan untuk memberikan informasi mengenai barang atau jasa yang ditawarkannya kepada pembeli atau konsumen. Di dalam kegiatan promosi terdapat suatu elemen penting yang dapat  mempengaruhi hasil penjualan, elemen tersebut adalah personal selling. Kegiatan personal selling adalah kegiatan promosi secara interaksi langsung antara penjual dengan pembeli atau konsumen, dimana penjual dapat secara langsung memberikan informasi secara rinci kepada pembeli tentang jenis, manfaat, ciri-ciri, dan cara mendapatkan barang atau jasa yang ditawarkannya. Dengan adanya pertemuan langsung secara tatap muka, maka penjual dapat mengetahui keinginan dan kebutuhan konsumen, sehingga penjual dapat meyakinkan konsumen untuk membeli produk yang ditawarkannya. Keberhasilan atau kegagalan dari suatu kegiatan penjualan sangat tergantung atau dipengaruhi oleh keberhasilan atau kegagalan kegiatan personal selling di dalam mempengaruhi atau meyakinkan konsumen untuk membeli produk asuransi tersebut. Personal selling merupakan tulang punggung atau urat nadi atau ujung tombak perusahaan untuk menawarkan dan menjual produk asuransinya, sehingga perusahaan mendapatkan laba yang optimal melalui pemuasan kebutuhan dan keinginan kosumen secara berkesinambungan atau terus-menerus. Kata kunci:Personal Selling, Ujung Tombak, Penjualan.
IMPLEMENTASI NAVIGASI KENDARAAN DENGAN MENGGUNAKAN EMBEDDED PC DAN DETEKSI JALAN BERBASIS METODE TEXTURE FILTER Mae, Johannes; Susanto, Rudy
Computatio : Journal of Computer Science and Information Systems Vol 2, No 1 (2018): Computatio : Journal of Computer Science and Information Systems
Publisher : Faculty of Information Technology Tarumanagara University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1443.749 KB)

Abstract

Navigasi kendaraan adalah proses pengenalan jalan dan mengarahkan kendaraan pada lintasan yang diinginkan. Penelitian tentang navigasi kendaraan umumnya berfokus pada pengembangan Advanced Driver Assistance System (ADAS) untuk meningkatkan keselamatan dalam berkendaradengan tujuan jangka panjang untuk mewujudkan kendaraan otonom. Pada umumnya navigasi kendaraan dilakukan dengan menggunakan banyak jenis instrumen pengukuran yang berukuran besar dan sulit diaplikasikan pada kendaraan secara umum. Penelitian ini dilakukan untuk menguji ADAS dengan menggunakan instrumen sederhana dan mudah untuk dipasang pada kendaraan. Navigasi dimulai dengan proses deteksi sisi jalan dengan mengamati area jalan pada jarak 10m hingga 14m di depan kendaraan menggunakan teknik pengolahan citra. Hasil deteksi sisi jalan digunakan untuk menghasilkan rekomendasi arah gerak kendaraan yang diubah ke dalam bentuk rekomendasi putaran kemudi bagi pengemudi. Rekomendasi arah gerak kendaraan diperoleh melalui perhitungan sudut yang dibentuk oleh kendaraan terhadap titik tengah lajur jalan pada jarak yang telah ditentukan. Pengujian dilakukan secara real-time dengan menggunakan sebuah Embedded PCdapat mencapai waktu pengolahan citra 13,962 ms dengan tingkat keberhasilan deteksi jalan sebesar 89,7% dan estimasi tingkat kesesuaian data rekomendasi putaran kemudi sebesar 91,04% yang dibandingkan terhadap putaran kemudi oleh pengemudi
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS MULTIMEDIA INTERAKTIF MENGGUNAKAN SOFTWARE ADOBE FLASH CS3 PROFESSIONAL TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS X DI SMA PGRI PANGKALAN KERSIK TUNGKAL JAYA Susanto, Rudy; Zulkarnain, Agus; Lubis, Patricia
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG 2018: SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN 5 MEI 2018
Publisher : PROSIDING SEMINAR NASIONAL PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.947 KB)

Abstract

This study aims to know the influence of interactive physics-based multimedia learning media using Adobe Flash CS3 Professional software on the results of students' study of class X in SMA PGRI Pangkalan Kersik Tungkal Jaya. Variable of research is dependent variable that is result of student learning and independent variable that is learning media physics based on interactive multimedia using Adobe Flash CS3 Professional software. The population in this study is all students of class X MIA in SMA PGRI Pangkalan Kersik Tungkal Jaya which amounted to 104 students. The sample in this study was taken by random sampling technique with the number of samples of 70 students divided into two classes namely class X MIA 2 as an experimental class who received learning treatment using interactive multimedia with the number of 35 students and students of class X MIA 1 as a control class treated conventional approach with 35 students. Techniques of collecting data using tests and documentation. The analytical technique used in this study is the right-t test. The result of calculation of data analysis obtained the average value of experimental class 77,56 and the average value of control class 67,90, with significant level of α = 0,05 got ttable that is 1,697 and tcal is 4.59. Based on the results of data calculations, it can be concluded that there is the influence of interactive physics-based multimedia learning media using Adobe Flash CS3 Professional software on the results of students' study of class X in SMA PGRI Pangkalan Kersik Tungkal Jaya..