Articles

Found 15 Documents
Search

Pemanfaatan Protein Ikan Mujair (Oreochromis mossambicus Peters.) sebagai Bahan Baku Pembuatan Fish Cake Goreng Trilaksani, Wini; Riyanto, Bambang; Susanto, Hery
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 7, No 1 (2004): Buletin Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.437 KB)

Abstract

Perlakuan pencucian yang paling efektif digunakan untuk pembuatan produk fish cake dengan perlakuan waktu penggorengan 5 menit (F5) dan 7menit (F7) serta penyimpanan prodk selama 8 minggu. Selama penyimpanan dilakukan pengukuran terhadap nilai elastisitas, warna (L: kecerahan a: warna kromatik antara merah sampai hijau, b: warna kromatik antara kuning sampai biru), TBA (Thiobarbituric Acid) dan DIA (Daya Ikat Air) serta uji organoleptik, uji pelipatan (floding test) menunjukan bahwa pencucian 1 kali merupakan perlakuan terbaik. Nilai elastisitas berkisat antara 0,14 sampai 0,44 kg/mm pada produk F5 dan antara 0,22 sampai 0,76 kg/mm pada produk F7. Nilai L berkisar antara 6,062 sampai 6,241 pada produk F5 dan antara 6,149 sampai 6,259 pada produk F7 termasuk dalam kisaran warna agak gelap, nilai a berkisar antara 1,188 sampai 6,706 pada produk F5 dan antara 2,931 sampai 8,276 pada produk F7 termasuk dalam kisaran warna merah, nilai b berkisar berkisar antara 11,869 sampai 15,958 pada produk F5 dan antara 11,890 sampai 15,766 pada produk F7 termasuk dalam kisaran warna kuning. Nilai TBA antara 0,0000944-0,13 u molmalonadehide/kg pada produk F5 dan antara 0,000115-0,14 umol malonaldehide/kg pada produk F7. Sedangkan nilai DIA antara 20,120-32,25 % pada produk F5 dan antara 16,300-34,41 % pada produk F7.Hasil uji hedonik pada nilai warna, penampakan, aroma, dan tesktur produk yang disukai panelis adalah produk F5 dan rasa pada produk F7. Dari uji mutu hedonik nilai warna, aroma, dan rasa menunjukan bahwa yang disukai oleh panelis adalah produk F5, sedangkan tekstur serta penampakan pada perlakuan F7.Kata kunci: Fish Cake, Oreochromis mossambicus Peters.
Pemanfaatan Protein Ikan Mujair (Oreochromis mossambicus Peters.) sebagai Bahan Baku Pembuatan Fish Cake Goreng Trilaksani, Wini; Riyanto, Bambang; Susanto, Hery
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 7, No 1 (2004): Buletin Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Department of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.437 KB)

Abstract

Perlakuan pencucian yang paling efektif digunakan untuk pembuatan produk fish cake dengan perlakuan waktu penggorengan 5 menit (F5) dan 7menit (F7) serta penyimpanan prodk selama 8 minggu. Selama penyimpanan dilakukan pengukuran terhadap nilai elastisitas, warna (L: kecerahan a: warna kromatik antara merah sampai hijau, b: warna kromatik antara kuning sampai biru), TBA (Thiobarbituric Acid) dan DIA (Daya Ikat Air) serta uji organoleptik, uji pelipatan (floding test) menunjukan bahwa pencucian 1 kali merupakan perlakuan terbaik. Nilai elastisitas berkisat antara 0,14 sampai 0,44 kg/mm pada produk F5 dan antara 0,22 sampai 0,76 kg/mm pada produk F7. Nilai L berkisar antara 6,062 sampai 6,241 pada produk F5 dan antara 6,149 sampai 6,259 pada produk F7 termasuk dalam kisaran warna agak gelap, nilai a berkisar antara 1,188 sampai 6,706 pada produk F5 dan antara 2,931 sampai 8,276 pada produk F7 termasuk dalam kisaran warna merah, nilai b berkisar berkisar antara 11,869 sampai 15,958 pada produk F5 dan antara 11,890 sampai 15,766 pada produk F7 termasuk dalam kisaran warna kuning. Nilai TBA antara 0,0000944-0,13 u molmalonadehide/kg pada produk F5 dan antara 0,000115-0,14 umol malonaldehide/kg pada produk F7. Sedangkan nilai DIA antara 20,120-32,25 % pada produk F5 dan antara 16,300-34,41 % pada produk F7.Hasil uji hedonik pada nilai warna, penampakan, aroma, dan tesktur produk yang disukai panelis adalah produk F5 dan rasa pada produk F7. Dari uji mutu hedonik nilai warna, aroma, dan rasa menunjukan bahwa yang disukai oleh panelis adalah produk F5, sedangkan tekstur serta penampakan pada perlakuan F7.Kata kunci: Fish Cake, Oreochromis mossambicus Peters.
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBERIAN SUSU FORMULA PADA BAYI YANG DIRAWAT DI RUANG NIFAS RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO Susanto, Hery; Wilar, Rocky; Lestari, Hesti
e-CliniC Vol 3, No 1 (2015): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : e-CliniC

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.792 KB)

Abstract

Abstract: Increased formula feeding was caused by lack of knowledge about the benefits of breastfeeding, low education, aggressive promotion of infant formula, and support from health care professionals. The are several cases where the infants given formula due to several conditions, like mother is unable to produce milk, small amount of milk production, absence of nipple appearance, post-op pain, pain during breastfeeding. The following study aims to determine what factors affecting Giving Infant Formula Milk Treated in Postpartum Room Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado. This study is a descriptive design with direct interview approach. The population in this research were all treated in the maternal postpartum Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado. Conclusion: The results obtained from 50 respondents show that 66% has a good knowledge about the benefits of breastfeeding, 66% says that health care professional support given infant formula, 100% says that their closest relatives support given breastfeeding, 34% is affected the promotion of infant formula, and 34% are women without complaints of breastfeeding hindrance factor. This study recommends that mothers / parents cooperate with health care professionals cooperation in order to increase the success rate of breastfeeding.Keywords: infant formula, breastfeedingAbstrak: Meningkatnya pemberian susu formula disebabkan pengetahuan kurang mengenai manfaat ASI, pendidikan yang rendah, agresifnya promosi susu formula, dukungan petugas kesehatan. Adapun bayi yang diberikan susu formula karena beberapa kondisi ibu yang mengeluh tidak keluarnya ASI, ASI kurang, puting tidak muncul, sakit bekas operasi, nyeri saat menyusui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-Faktor Apa yang mempengaruhi Pemberian Susu Formula pada Bayi yang Dirawat di Ruang Nifas RSUP Prof Dr. R. D. Kandou Manado. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan wawancara langsung. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu melahirkan dirawat di ruang nifas RSUP Prof Dr. R. D. Kandou Manado. Kesimpulan: Hasil penelitian yang diperoleh dari 50 responden diketahui bahwa 66% pengetahuan baik mengenai manfaat ASI, 66% petugas kesehatan mendukung pemberian susu formula, 100% orang terdekat mendukung pemberian ASI, 34% terpengaruh promosi susu formula, 34% kondisi ibu dengan tanpa keluhan. Penelitian ini merekomendasikan agar ibu/orang tua dengan petugas kesehatan adanya kerjasama dalam keberhasilan pemberian ASI.Kata kunci: susu formula, ASI
ANALISIS PENDAPATAN DAN KELAYAKAN USAHATANI PADI SAWAH DI DESA KARAWANA KECAMATAN DOLO KABUPATEN SIGI Susanto, Hery; Antara, Made; B., Sisfahyuni
AGROTEKBIS Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.249 KB)

Abstract

Pembangunan pertanian pada dasarnya merupakan salah satu sistem pembangunan yang tidak kalah pentingnya dalam mendukung keberhasilan pembangunan nasional. Pembangunan sektor pertanian bertujuan untuk menumbuh kembangkan usaha pertanian di pedesaan yang akan memacu aktivitas ekonomi pedesaan, menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat menumbuhkan industri hulu, hilir dan penunjang dalam meningkatkan daya saing dan nilai tambah suatu produk pertanian.   Tujuan penelitian ini untuk : (i) mengetahui besar pendapatan usahatani padi sawah di Desa Karawana Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi, (ii) mengetahui kelayakan usahatani padi sawah di Desa Karawana Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi. Penentuan responden dilakukan dengan sengaja (purposive), Jumlah petani responden (sampel) yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 30 petani padi sawah. Analisis yang digunakan dalam penelitiaan ini adalah analisis pendapatan dan analisisis kelayakan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pendapatan usahatani padi sawah di Desa Karawana Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi sebesar Rp 5.724.552/Ha. Usahatani padi sawah di Desa Karawana Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi layak diusahakan dengan nilai R/C 2,63 yang artinya bahwa setiap pengeluaran sebesar Rp 1.000,- akan menghasilkan penerimaan sebesar Rp 2.630,-.
ANALISIS VALIDITAS RELIABILITAS TINGKAT KESUKARAN DAN DAYA BEDA PADA BUTIR SOAL UJIAN AKHIR SEMESTER GANJIL MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS XII IPS DI SMA NEGERI 12 BANDAR LAMPUNG TAHUN AJARAN 2014/2015 Susanto, Hery; Rinaldi, Achi; Novalia, Novalia
Al-Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2015): Al-Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Raden Intan State Islamic University of Lampung, INDONESIA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (759.288 KB)

Abstract

This study aims to(1) determinethe items quality of odd semesterfinal examin social class XII mathematics subject academic year 2014/2015 in terms of validity, reliability, level of difficulty, and distinguishing power, (2) createa program shape for calculating validity, reliability, level of difficulty and distinguishing power. The researchused quantitative descriptive method and documentation technique. The datas consisted of 128 students’ answer sheetsin social class XII academic year 2014/2015. The datas were analyzed by using several formulas of validity, reliability, level of difficulty, distinguishing powerand the use of IBM SPSS Statistics22 software and anates V4 software. The results showed that 22 questions (55%) were valid and 18 questions (45%) were invalid. The reliability of items was quite good where the reliability coefficient value > rtabel was 0.558 based on three formulas which were Anova Hoyt, Cronbach alpha and IBM SPSS Statistics 22. The difficulty level of items was not good because the items balances including easy, medium and difficult were not proportional, the proportional balance was 3-5-2 or 3-4-3. The distinguishing power of items showed that 1 item (2.50%) was very good, 9 items (22.50%) were good, 10 items (25%) were moderate, 14 items (35%) were less good and 6 items (15%) were bad. In addition to the above results, this study also resulted a program shape to facilitate the calculation of item analysis. The program calculations are the validity index analysis, reliability, level of difficulty and distinguishing power of test instrument.
Pengkajian Kesalahan Penalaran Analogi Siswa Pra-Kuliah dalam Memecahkan Masalah Berdasarkan Komponen Penalaran Analogi Manuaba, I Gede Beni; Sutawidjaja, Akbar; Susanto, Hery
Prosiding SI MaNIs (Seminar Nasional Integrasi Matematika dan Nilai-Nilai Islami) Vol 1 No 1 (2017): Prosiding SI MaNIs (Seminar Nasional Integrasi Matematika dan Nilai Islami )
Publisher : Mathematics Department

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.879 KB)

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematika dapat meningkat apabila siswa melakukan penalaran analogi dengan benar. Penalaran analogi terdiri dari empat komponen proses yaitu 1. identifikasi masalah sumber, 2. pemahaman struktur masalah sumber, 3. identifikasi kesesuaian struktural antara masalah target dengan masalah sumber, dan 4. adaptasi struktur masalah sumber untuk pemecahan masalah target. Kesalahan penalaran analogi banyak terjadi pada komponen kedua, ketiga dan keempat. Pada komponen kedua, siswa tidak dapat menentukan struktur masalah sumber dengan benar. Pada komponen ketiga, siswa tidak dapat menemukan kesesuaian antara struktur masalah sumber dengan struktur masalah target dan hanya fokus pada kemiripan permukaan (surface similarity) antara masalah sumber dengan masalah target. Pada komponen keempat, siswa melakukan kesalahan karena menggunakan kemiripan permukaan (surface similarity) untuk memecahkan masalah target.
Berpikir Kreatif Siswa Impulsif Khamida, Anis Nur; Irawan, Edy Bambang; Susanto, Hery
Prosiding SI MaNIs (Seminar Nasional Integrasi Matematika dan Nilai-Nilai Islami) Vol 1 No 1 (2017): Prosiding SI MaNIs (Seminar Nasional Integrasi Matematika dan Nilai Islami )
Publisher : Mathematics Department

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.708 KB)

Abstract

Berpikir kreatif adalah kemampuan untuk menghasilkan beragam jawaban dan ide baru dalam memandang suatu masalah. Berpikir kreatif siswa dipengaruhi oleh gaya kognitif. Salah satu gaya kognitif siswa adalah gaya kognitif impulsif. Siswa dengan gaya kognitif impulsif memiliki karakteristik cepat dalam merespon tetapi cenderung kurang cermat dalam memroses suatu informasi. Dalam makalah ini akan dideskripsikan berpikir kreatif siswa impulsif pada materi luas daerah bangun datar. Subyek dalam penelitian ini adalah satu orang siswa impulsif yang sudah mempelajari materi luas daerah bangun datar. Selanjutnya, siswa impulsif diminta mengerjakan tes berpikir kreatif. Dari tes tersebut, diperoleh hasil bahwa berpikir kreatif siswa impulsif masih kurang. Hal ini dapat dilihat dari empat aspek berpikir kreatif yaitu kelancaran, keluwesan, keaslian, dan keterincian. Kelancaran siswa impulsif sudah terlihat dari 5 bangun datar yang telah dibuat dengan benar. Keluwesa juga sudah muncul pada adanya tiga bentuk bangun datar berbeda yang dibuat. Aspek keaslian masih belum terlihat karena belum ada bangun datar yang tidak umum yang dibuat. Pada aspek keterincian, masih terdapat rincian yang belum ditambahkan pada bangun datar yang dibuat.
ANALISIS TINGKAT KESEHATAN BANK DENGAN MENGGUNAKAN METODE RGEC (RISK PROFILE, GOOD CORPORATE GOVERNANCE, EARNING, CAPITAL) (Studi Pada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. yang Terdaftar di BEI Tahun 2010-2014) Susanto, Hery; Moch. Dzulkirom AR, .; Zahroh Z.A., .
Jurnal Administrasi Bisnis Vol 35, No 2 (2016): JUNI
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.56 KB)

Abstract

Health level of bank in the healthy condition will provide substantial benefits for bank’s to gain customer confidence in a bank institution. The purpose of this study is to knowing assessment health level of PT Bank Mandiri (persero) Tbk. in 2010-2014 when measured using RGEC method (Risk Profile, Good Corporate Governance, Earning, Capital). The result showed that health level of PT. Bank Mandiri (persero) Tbk in 2010-2014 as measured by using RGEC method is a bank on very health condition. At Risk Profile factors assessed by ratio of NPL and LDR showed that PT. Bank Mandiri (persero) Tbk has a good profitability of the reimbursement of third-party funds. At Good Corporate Governance factor PT Bank Mandiri (persero) Tbk. already doing principle of GCG accordance Bank Indonesia regulation. At factor earning assessed by ratio of ROA and NIM was ranked one with a predicate value very good. At Capital factors assessed by ratio of CAR showed PT Bank Mandiri (persero) Tbk. doing well to funds business activities as well as to cover the risk of the future that can cause loss. Keyword : Health Level of Bank, RGEC, GCG, CAR ABSTRAK Tingkat kesehatan bank yang sehat akan memberikan manfaat besar bagi bank untuk dapat memperoleh kepercayaan nasabah dalam sebuah lembaga bank. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penilaian tingkat kesehatan PT Bank Mandiri (persero) Tbk. tahun 2010-2014 jika diukur dengan menggunakan metode RGEC (Risk Profile, Good Corporate Governance, Earning, Capital). Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa tingkat kesehatan PT Bank Mandiri (persero) Tbk. dari tahun 2010 sampai dengan 2014 yang diukur dengan pendekatan metode RGEC merupakan bank yang berada pada kondisi sangat sehat. Pada faktor Risk Profile yang dinilai dengan rasio NPL dan LDR menunjukan bahwa PT. Bank Mandiri (persero)Tbk memiliki profitabilitas yang baik terhadap pengembalian kembali dana pihak ketiga. Pada faktor Good Corporate Governance PT. Bank Mandiri (persero) Tbk telah melaksanakan prinsip GCG sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia dan. Pada faktor Earning yang dinilai dengan rasio ROA dan NIM berada pada peringkat satu dengan nilai predikat sangat baik. Pada faktor Capital yang dinilai dengan rasio CAR menunjukan PT Bank Mandiri (persero) Tbk. baik dalam mendanai kegiatan usahanya maupun untuk menutupi terjadinya risiko dimasa yang akan datang yang dapat menyebabkan kerugian. Kata Kunci: Tingkat Kesehatan Bank, RGEC, GCG, CAR
EVALUASI PENURUNAN TANAH LIAT DENGAN METODE SUB-LAYER Budi, Gogot Setyo; Susanto, Hery; Condro, Sugeng Raharjo
Civil Engineering Dimension Vol 5, No 1 (2003): MARCH 2003
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.133 KB)

Abstract

Consolidation settlement is commonly computed using one-point method, where a clay deposit is assumed as one layer and the stress increase from foundation is taken at the middle of the layer. This method is not accurate for determining consolidation settlement of a thick clay deposit. This paper presents sub-layer method to compute consolidation settlement, which assumes that a clay layer is composed of several thinner layers. The results of both methods were compared to the settlement observed from the three experiments using a model of square footing with dimension of 10 cm by 10 cm, which was laid on a layer of clay. The thickness of the clay layer were 24 cm, 39 cm, and 50 cm or 2.4 B, 3.9 B, 5 B, respectively, where B is the width of the foundation. The result shows that the consolidation settlement calculated using sub-layer method is always greater than that computed using the one-point method and it has a better agreement to the settlement of the models. Minimum number of layers that gives sufficient accuracy of settlement is 10. Abstract in Bahasa Indonesia : Penurunan akibat konsolidasi pada umumnya dihitung dengan memakai metode one-point, dimana lapisan tanah liat dianggap satu lapisan, dan penambahan tegangan akibat beban dari pondasi hanya ditinjau pada tengah-tengah lapisan. Cara ini kurang teliti terutama untuk menghitung penurunan lapisan tanah liat yang tebal. Makalah ini mengemukakan metode sub-layer untuk menghitung penurunan akibat konsolidasi. Metode ini mengasumsikan bahwa suatu lapisan tanah liat terdiri dari beberapa lapisan tipis (sub-layer) dan perhitungan penurunannya dilakukan pada setiap lapisan tersebut. Hasil perhitungan dari kedua metode dibandingkan dengan penurunan yang diperoleh dari tiga percobaan pada model pondasi dengan ukuran panjang 10 cm dan lebar 10 cm, yang diletakkan di atas lapisan tanah liat. Ketebalan lapisan tanah yang dipakai adalah 24 cm, 39 cm, dan 50 cm, atau masing masing sebesar 2.4 B, 3.9 B, dan 5 B, dimana B adalah lebar pondasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan yang dihitung dengan metode sub-layer selalu lebih besar dari penurunan yang dihitung dengan metode one-point, dan lebih mendekati penurunan hasil percobaan. Jumlah layer minimal untuk mendapatkan penurunan yang cukup akurat adalah 10 lapisan.
ANALISIS KEMAMPUAN KEUANGAN DAERAH PEMERINTAH PROPINSI NUSA TENGGARA BARAT Susanto, Hery
Jurnal Organisasi dan Manajemen Vol 10 No 1 (2014)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.458 KB)

Abstract

This research aims to analyze the regional finance capability in West Nusa Tenggara province. This research uses secondary data of primary source. The data are obtained from the government of West Nusa Tenggara Province in the form of data that has been processed and published and become a legitimate document such as calculation data of APBD in Budgetary Year of 2003-2007. The instruments are used in collecting the data is the analysis of the regional finance capability through Calculation and Work Analysis of PAD, which is the measurement of share and growth, thus classified the result with mapping the financial region capability based on quadrant method. This research draws some conclusions namely: (1) generally, contribution of PAD (share) to the total region income of NTB Province TA 2003- 2007 was low, in spite of the growth of PAD was high; (2) based on the measurement of Index Financial Capability (IKK), NTB Province was in the scale index of 0,541. Furthermore, the classification based on the criteria level of regional finance capability, the regional finance capability in NTB Province in 2003 -2007 was a province with high financial capability. There are some suggestions that could be offered to the Government of NTB Province; first, improving PAD share in NTB Province through the excavation of PAD potential sources. Second, concerning with the region cost efficiency, considering that the proportion of PAD achievement was fairly small comparing to the allocation of Region Cost. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan keuangan daerah di Propinsi Nusa Tenggara Barat . Penelitian ini menggunakan data sekunder dari sumber utama. Data diperoleh dari pemerintah Propinsi Nusa Tenggara dalam bentuk data yang telah diolah dan dipublikasikan dan menjadi dokumen yang sah seperti data perhitungan APBD Tahun Anggaran 2003-2007. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data adalah analisis kemampuan keuangan daerah melalui Perhitungan dan Analisis Kerja PAD, yang merupakan pengukuran saham dan pertumbuhan, sehingga diklasifikasikan hasilnya dengan pemetaan kemampuan keuangan daerah berdasarkan metode kuadran. Penelitian ini menarik beberapa kesimpulan yaitu: (1) secara umum, kontribusi PAD (share) terhadap total pendapatan daerah Propinsi NTB TA 2003-2007 rendah, meskipun pertumbuhan PAD yang tinggi; (2) didasarkan pada pengukuran Kemampuan Index Keuangan (IKK), Propinsi NTB berada di indeks skala 0541. Selain itu, klasifikasi berdasarkan tingkat kriteria kemampuan keuangan daerah, kemampuan keuangan daerah di Propinsi NTB pada 2003-2007 adalah propinsi dengan kemampuan finansial yang tinggi. Ada beberapa saran yang dapat ditawarkan kepada Pemerintah Propinsi NTB; pertama, meningkatkan pangsa PAD di Propinsi NTB melalui penggalian potensi sumber PAD. Kedua, menyangkut dengan efisiensi biaya daerah, mengingat proporsi pencapaian PAD ini cukup kecil dibandingkan dengan alokasi biaya daerah