Articles

Found 38 Documents
Search

MEDIA SIBER, APARAT, DAN PEMBERITAAN KEBERAGAMAN Loisa, Riris; Susanto, Eko Harry; Junaidi, Ahmad; Loekman, Felicia
Jurnal ASPIKOM - Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 6 (2019): Januari 2019
Publisher : Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.158 KB) | DOI: 10.24329/aspikom.v3i6.434

Abstract

The up and down of relations between the government and the media have been the topic of various studies for decades. Historically, relations between the two parties were characterized by unequal power relations. Reform and development of digital communication technology gives hope for press freedom in producing and distributing information to the public free from government interference. This study aims to describe the relationship between cyber media and key informants, especially government officials in covering diversity issues. This research is based on research conducted with a normative theory perspective, applying a case study method for 2 (two) years, beginning with content analysis of 200 (two hundred) articles on diversity in cyber media, followed by discussions with 30 (thirty) media journalists cyber, 15 journalists in Jakarta, and 15 in Medan. In the second year, an electronic survey was conducted for cyber media journalists. The results of the study show that in reporting on the issue of diversity, cyber media actually makes government officials primary sources. This shows that the dynamics of cyber media relations and current government apparatus in terms of reporting on diversity issues are characterized by the closeness that was previously framed in power relations, currently in an urgent relationship of interest, accuracy, and risk management. The substance of this study provides input for journalists to be wiser in addressing technological advancements in various fields, especially cyber media.
Informasi Pengawasan dan Iklim Organisasi Susanto, Eko Harry
KOM & REALITAS SOSIAL Vol 4, No 2 (2014): April
Publisher : KOM & REALITAS SOSIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.886 KB)

Abstract

Informasi yang berhubungan dengan pengawasan terhadap anggota organisasiataupun karyawan, pada umumnya tidak mudah dilaksanakan dan tidak dikehendaki.Sebab pengawasan selalu dalam bentuk yang memaksa, mengendalikan dan tindakanlain yang diasumsikan membatasi kebebasan dalam bekerja. Padahal organisasimenghadapi banyak tuntutan pihak internal maupun eksternal, yang mengkaitkandengan kecepatan kerja, yang berbasis kepada dukungan kinerja sesuai dengan tugasddan tanggungjawab sebagaimana dalam struktur organisasi. Karena itu untukmengetahui secara rinci karakteristik anggota organisasi dari aspek kemampuanteknis, adminstratif dan aspek lain yang melekat, diperlukan informasi pengawasanyang baik. Tetapi tidak dapat disangkal, bahwa hambatan dalam pelaksanaaninformasi pengawasan tetap saja muncul akibat keengganan anggota organisasi untukbekerja secara terukur. Oleh karena itu, agar informasi pengawasan diterima oleh seluruh entitas organisasi, diperlukan iklim komunikasi dalam organisasi, yang mampumemberikan keleluasaan dalam membangun makna bersama dalam komunikasi.In general, the Information relating to the over sight of the organizations members or employees was not easy to be implemented and not to bedesired. Because the supervision was always in the form offorcing, controlling and other actions that are assumed to restrictthe freedom of work. Mean while, the organization faced many demands from the internal and external parties which relateto the pace of work based on the support of performance in accordance with job and responsibilitiesasin the organizational structure. Therefore, to know in detail about the characteristics oforganization members from the aspects of technical,administrative and other inherent aspects, the good information supervision was necessary. However, it cannot be denied that the barriers in the implementation of information surveillances till arose due to the reluctance of organization members to work measurably. Therefore, in order to control information received by allorganizational entities, the communication climatein the organization was needed which was able to provide the flexibility in constructing shared meaning in communication.
Dinamika Komunikasi Politik dalam Pemilihan Umum Susanto, Eko Harry
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Kajian Komunikasi (JKK) Vol.1, No.2, Desember 2013
Publisher : Jurnal Kajian Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.262 KB)

Abstract

Kebebasan dalam berkomunikasi yang mewarnai kehidupan politik, berdampak terhadap tuntutan demokratisasibernegara yang faktual melalui pemilihan umum yang berkeadilan dan menghasilkan anggota legislatifyang berpihak kepada rakyat. Penelitian tentang dinamika komunikasi politik dan Pemilihan Umum bertujuanuntuk memberi gambaran tentang dinamika komunikasi politik dalam rangka menghadapi pemilihanumum. Temuan penelitian mencakup, keberadaan para komunikator politik yang terdiri dari elite parpol dancalon anggota legislatif, partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak suara, dan kualitas anggota legislatifhasil pemilihan umum. Ketiga temuan tersebut merupakan faktor mendasar pendukung keberhasilanpelaksanaan pemilihan umum yang menghasilkan anggota legislatif berkualitas. Penelitian ini menggunakanmetodologi kualitatif yang dititikberatkan pada penelusuran data yang berkaitan dengan pemilu legislatif.Kata-kata kunci: Komunikasi politik, partisipasi masyarakat, kualitas anggota legislatif
Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik dan Penyelenggaraan Pemerintahan SUSANTO, EKO HARRY
Komunikator Vol 5, No 01 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.463 KB)

Abstract

The freedom of communication which has spread in the society become stronger in support from Transparation of Information Act. But it also doesn’t mean that, the government alignments to the people in such short term can be much better than it was used to. Because, the regulation itself has been trying to create the people of information aside all of the excep¬tions of public information. But if the rule’s not supported by any technical terms that satisfying, it is feared that it can’t be fully used as a tool that can wipe out corruption or even give the society a better service than before. Key words: transparation of information, corruption, public service
PENCITRAAN ABURIZAL BAKRI MELALUI TELEVISI Tamaka, Glendy Indra; Susanto, Eko Harry
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1099.842 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v1i1.6029

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pencitraan Aburizal Bakrie sebagai calon presiden Republik Indonesia melalui iklan televisi ARB Versi Motivasi Untuk Anak Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis semiotika. Sumber data penelitian ini terdiri atas sumber data primer berupa iklan televisi ARB versi Motivasi Untuk Anak Indonesia yang terdiri atas ucapan, gerakan, dan berbagai objek pendukung penggambaran Aburizal Bakrie, dan sumber data sekunder berupa buku, karya ilmiah, dan sumber informasi online. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dan studi pustaka. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data dilakukan melalui triangulasi penyidik. Penelitian ini dilakukan di Jakarta dari bulan Februari 2013 - Juli 2013. Hasil penelitian menunjukan bahwa pencitraan Aburizal Bakrie sebagai calon Presiden secara denotasi ditunjukan melalui penggambaran latar belakang ayahnya untuk memberikan gambaran bahwa dirinya merupakan bagian dari rakyat kecil sebagaimana ayahnya dulu. Pencitraan Aburizal Bakrie sebagai calon Presiden secara konotasi banyak memperlihatkan makna kesuksesan dan pengalaman Aburizal Bakrie. Citra Aburizal Bakrie juga terlihat sebagai sosok yang mendukung akan kepentingan anak muda, pendidikan, dan pengembangan potensi mereka. Aburizal Bakrie juga merepresentasikan diri sebagai orang yang tepat untuk dijadikan sebagai contoh kesuksesan karena pengalamannya serta kemampuannya. Aburizal Bakrie merupakan sosok yang terbuka, bersih dan memiliki komitmen tinggi serta memiliki kepekaan relijiusitas yang dapat membentuknya sebagai pemimpin yang bermoral. Makna mitos dari pencitraan Aburizal Bakrie sebagai calon Presiden menunjukan bahwa kepentingan politiknya dibangun atas kepentingan rakyat kecil. Rakyat kecil senantiasa menjadi komoditas untuk membangun citra politik yang pro rakyat.
Dinamika Komunikasi Politik dalam Pemilihan Umum Susanto, Eko Harry
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (681.327 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v1i2.6041

Abstract

Kebebasan dalam berkomunikasi yang mewarnai kehidupan politik, berdampak terhadap tuntutan demokratisasibernegara yang faktual melalui pemilihan umum yang berkeadilan dan menghasilkan anggota legislatifyang berpihak kepada rakyat. Penelitian tentang dinamika komunikasi politik dan Pemilihan Umum bertujuanuntuk memberi gambaran tentang dinamika komunikasi politik dalam rangka menghadapi pemilihanumum. Temuan penelitian mencakup, keberadaan para komunikator politik yang terdiri dari elite parpol dancalon anggota legislatif, partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak suara, dan kualitas anggota legislatifhasil pemilihan umum. Ketiga temuan tersebut merupakan faktor mendasar pendukung keberhasilanpelaksanaan pemilihan umum yang menghasilkan anggota legislatif berkualitas. Penelitian ini menggunakanmetodologi kualitatif yang dititikberatkan pada penelusuran data yang berkaitan dengan pemilu legislatif.
Analisis Isi Pemberitaan Event Internasional Di Indonesia Mengacu Pada Konsep Objektivitas (Studi Pemberitaan Miss World 2013 Pada Koran Sindo Periode September 2013) Ciu, Senny Ferdian; Susanto, Eko Harry
Jurnal Komunikasi Vol 6, No 1 (2014): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis study discusses the content of the Miss World 2013 at the Seputar Indonesia in terms of the concept of objectivity Denis McQuail consisting of factuality and impartiality dimension ( impartiality ) . The study was conducted using content analysis method , the approach of the conventional qualitative and quantitative descriptive . The data used in this study is primary data in the form of Miss World news article on Daily Sindo , secondary data in the form of literature review , data or information obtained through interviews. The results of this study are largely preaching Miss World 2013 at the Seputar Indonesia meet factuality dimensions consisting of truth and relevance factor with percentage of respectively 85 % and 95 % , of the amount of news that as many as 20 news articles analyzed . However, the dimensions of which consists of impartiality and neutrality of equilibrium factor , not met in more than half of the analyzed news , namely the percentage of each factor by 25 % and 30 % .AbstrakPenelitian ini membahas tentang isi pemberitaan Miss World 2013 pada Harian Seputar Indonesia ditinjau dari konsep Objektivitas Denis McQuail yang terdiri dari dimensi faktualitas dan impartialitas (ketidakberpihakan). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode analisis isi, dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan kuantitatif konvensional. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer yang berupa artikel berita Miss World pada Harian Sindo, data sekunder yang berupa kajian pustaka, data atau informasi yang diperoleh melalui wawancara. Hasil dari penelitian ini yaitu sebagian besar pemberitaan Miss World 2013 pada Harian Seputar Indonesia memenuhi dimensi faktualitas yang terdiri dari faktor kebenaran dan relevansi dengan presentase masing-masing sebesar 85% dan 95%, dari jumlah berita yang dianalisis sebanyak 20 artikel berita. Namun dimensi impartialitas yang terdiri dari faktor keseimbangan dan netralitas, tidak terpenuhi dalam lebih dari separuh jumlah berita yang dianalisis, yakni dengan presentase masing-masing faktor hanya sebesar 25% dan 30%.
Dinamika Pesan Iklan Susanto, Eko Harry
Jurnal Komunikasi Vol 6, No 2 (2014): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The dynamics of the spread of ads that are more interesting and varied portrait of real freedom of communication that thrives in Indonesia after the change of government that strict monitoring of the messages being diffused to the public. Essentially it encourages free expression of creative ideas in the competition to market their goods and services. Critical observations on the development of advertising, shows that advertising still remains within the scope of science communication plays an important role in providing organizing messages limit. Nevertheless the practical aspects in society as a consumer or target advertising messages, advertising is not impossible also more focused on profit efforts. Of course the size of the business, good advertising is a creed which is able to attract consumer interest, although not impossible is not in line with the ideal advertisement should provide transparent and comprehensive information to the public.Abstrak: Dinamika penyebaran iklan yang semakin menarik dan variatif merupakan potret nyata kebebasan berkomunikasi yang tumbuh subur di Indonesia pasca pergantian pemerintahan yang melakukan pengawasan ketat terhadap pesan-pesan yang didifusikan kepada masyarakat. Hakikatnya kebebasan berekspresi memang mendorong munculnya ide kreatif dalam persaingan untuk memasarkan barang dan jasa. Pengamatan kritis terhadap berkembangnya periklanan, menunjukkan bahwa iklan masih tetap dalam lingkup ilmu komunikasi yang berperan penting dalam memberikan batasan pengorganisasian pesan. Kendati demikian dalam aspek yang praktis di masyarakat ataupun konsumen sebagai sasaran pesan iklan, bukan mustahil iklan juga lebih berfokus kepada upaya keuntungan. Tentu saja dalam ukuran bisnis, kredo iklan yang baik adalah yang mampu menarik minat konsumen, meskipun bukan mustahil tidak sejalan dengan iklan ideal yang seharusnya transparan dan komprehensif memberikan informasi kepada khalayak.  
MEDIA SOSIAL SEBAGAI PENDUKUNG JARINGAN KOMUNIKASI POLITIK Susanto, Eko Harry
Jurnal ASPIKOM - Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 3 (2017): Juli 2017
Publisher : Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.601 KB) | DOI: 10.24329/aspikom.v3i3.123

Abstract

Communication and information technology development makes it easier for interaction between individuals and groups. Message and news traffic are not fully controlled by the state, but are free to flow to public. Therefore, social media that have power to disseminate information, be an option to influence, motivate, and perform actions desired by message spreaders. At the same time, dominance of mainstream mass media is fading away. This study aims to: (1) describe social media users without socioeconomic and political differences, (2) analyze social media and mass media efforts to reach audiences, (3) observe social media as a supporter of political communication networks in democracy state. This study, using qualitative methods to provide a holistic picture of social media in relation to the political communication network utilized by individuals, groups and various political entities. The results of this study are, users of social media are not bound by social, economic and political status;  Social media and mainstream mass media have different characters in spreading messages to audiences; And social media is a supporting of political communication network in democracy of the state. 
Kelambanan Reformasi Birokrasi dan Pola Komunikasi Lembaga Pemerintah Susanto, Eko Harry
Jurnal ASPIKOM - Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 1, No 1 (2010): Juli 2010
Publisher : Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.287 KB) | DOI: 10.24329/aspikom.v1i1.11

Abstract

When Indonesia entering the political reform, in the 1998, there’s a strong demand for government to give a better public service. One reason that can support that hope is a bureaucracy reform. But the power shift in the reform era cannot give a good public service as people needed. The most reason is that the communication behavior of the leader in that political situation, trapped in the top down shape. In the mechanic society pattern is difficult to develop a good public services.