Articles

Found 37 Documents
Search

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Semangat Kerja Karyawan Pada Hotel The Royal Pita Maha Ubud susanto, edy; i.G.A, Dewi Adnyani
E-Jurnal Manajemen Universitas Udayana Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Udayana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perusahaan dalam mencapai tujuannya membutuhkan adanya sumber daya manusia yang kompeten. Tujuan penelitian ini  untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi semangat kerja karyawan pada Hotel The Royal Pita Maha Ubud. Responden sebanyak 70 orang diperoleh denganproporsional random samplingdan dianalisis  menggunakan teknik analisis faktor. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada empat faktor yang mempengaruhi semangat kerja karyawan, yaitu faktor motivasi (0,917), faktor komunikasi (0,901), faktor lingkungan kerja fisik (0,934), dan faktor semangat kerja (0,953). Pihak hotelhendaknya sangat memperhatikan penerangan dan suhu udara, karena lingkungan kerja fisik yang nyaman akan dapat mendorong tingkat semangat kerja karyawan.   Kata kunci : Motivasi, Komunikasi, Lingkungan Kerja Fisik, Semangat Kerja.
DISAIN DAN IMPLEMENTASI PENGENDALI LAMPU JARAK JAUH DAN DEKAT PADA KENDARAAN BERMOTOR SECARA OTOMATIS Susanto, Edy; Gunardi, Yudhi
SINERGI Vol 17, No 3 (2013)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.66 KB)

Abstract

Seiring dengan perkembangan zaman, kepadatan kendaran di jalan menjadi sangat meningkat, dipacu oleh kebutuhaan masyarakat akan kendaraan yang sangat mempermudahkan mereka menuju kesuatu tempat dengan cepat. Penggunaan lampu jauh dan dekat menjadi salah satu penyebab terjadinya kecelakaan yang mana pada saat kecelakaan tinggi dan membutuhkan penerangan jarak jauh, tetapi justru lampu yang di gunakan dalam kondisi dekat. Di karenakan factor kelalaian dalam menggunakan fungsi dari lampu jauh dan dekat tersebut. Berdasarkan hal tersebut maka akan dirancang suatu alat yang melakukan pengaturan kondisi cahaya lampu pijar pada kendaraan melalui perbedaan kecepatan. Dengan bertujuan mengurangi resiko kecelakaan pada malam hari, yang kebanyakan kondisi jalan yang berlubang dan penerangan. Ragkaian yang dibuat adalah suatu rangkaian alat yang dapat melakukan pengaturan kondisi cahaya lampu pijar pada kendaraan melalui perbedaan kecepatan. Dalam alat ini kondisi lampu pijar pada kendaraan diatur kondisi cahayanya sebanyak 2 (dua) kondisi, kondisi jauh dan kondisi dekat. Sensor yang menilai bahwa kecepatan kurang dari 50 km/jam akan mengirimkan perintah kepada rangkaian control dengan IC ATmega 8535, untuk mengkondisikan lampu pijar menyala dengan jarak dekat.Begitu juga sebaliknya, bila sensor menilai bahwa kecepatan kendaraan melaju dengan kecepatan lebih dari 60 km/jam maka, kondisi lampu pijar menyala dengan jarak Jauh.
IMPROVING STUDENTS’ READING COMPREHENSION THROUGH PLAN Susanto, Edy; ., Sofian; Marbun, Rismaya
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 2, No 9 (2013): September 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1279.044 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini berjudul Peningkatan Kemampuan Siswa Melalui PLAN. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membantu mengatasi kesulitan siswa dalam memahami teks berbentuk narrative. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPS I; yang berjumlah 45 siswa. Penelitian ini dilaksanakan sebanyuak 4 siklus. Peneliti menggunakan objektif test, tabel pengamatan, dan catatan sebagai alat pengumpul data. Hasil penelitian menunjukan peningkatan pemahaman siswa didalam membaca dari siklus pertama sampai pada siklus akhir. Rata-rata nilai pencapaian siswa meningkat dari 63.70 (poor to average), siklus kedua 71.85 (average to good), tahap ketiga 78.67 (average to good) dan  tahap keempat 85.78 (good to excellent). Berdasarkan hasil dari siklus pertama sampai pada siklus akhir, strategi membaca PLAN telah membantu siswa didalam memahami teks berbentuk narrative. Oleh karena itu, penulis menyimpulkan bahwa pemahaman siswa terhadap teks berbentuk narrative meningkat dengan baik dengan menerapkan strategi membaca Predict, Locate, Add and Note. Kata Kunci: PLAN, Meningkatkan, Pemahaman Membaca Abstract This research entitled Improving Students’ Reading Comprehension Through PLAN. The purpose of this research is to solve the students’ problem which was their difficulty in comprehending the narrative text. The subject of this research was class XI IPS I; which consist of 45 students. This research was done in four cycles. The researcher used objective test, observation checklist tables, and field notes as the tools of collecting data. The research finding showed that the student’s reading comprehension improved from the first cycle to the last cycle. The mean score of student’s achievementimproved from 63.70 (poor to average), the second cycle was 71.85 (average to good) the third cycle was 78.67 (average to good) and the fourth cycle was 85.78 (good to excellent). Based on the result of the first cycle up to the last cycle, PLAN reading strategy has helped students in comprehending narrative text. Therefore, the writer concludes that student’s reading comprehension of narrative text improved very well by applying Predict, Locate, Add, and Note reading strategy.   Keywords: PLAN, Improving, Reading Comprehension
Pengaruh Lama Pengeringan pada Suhu yang Berbeda Terhadap Karakteristik Dendeng Giling Daging Ayam Kampung Kasanah, Siti Rhodhotul; Wardoyo, Wardoyo; Susanto, Edy
Jurnal Ternak Vol 7, No 2 (2016): JURNAL TERNAK
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.733 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 23 Mei sampai 14 Juni 2016 di Laboratorium Peternakan universitas islam Lamongan untuk pembuatan dendeng giling, pengujian kadar air, pH dan organoleptik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama pengeringan pada suhu yang berbeda terhadap karakteristik dendeng giling daging ayam kampung. Materi penelitian adalah Daging ayam kampung sebanyak 3.105 kg bagian dada dan paha. Bumbu yang digunakan terdiri dari gula merah, bawang merah, ketumbar, lengkuas, garam, dan bawang putih. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah percobaan dengan Rancangan Acak Lengkap pola Faktorial (3x3) dengan 2 faktor dan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah suhu pengeringan 50o, 60o, 70o dan faktor kedua adalah waktu pengeringan 5 jam, 6 jam, 7 jam. Data yang diperoleh diolah dengan analisis statistik menggunakan analisis ragam (ANOVA), apabila terdapat hasil yang berbeda nyata, maka dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) apabila terdapat perbedaan yang nyata (Steel, et al., 1995). Variabel yang diamati yaitu kualitas fisik (kadar air dan pH) dan kualitas organoleptik (warna, bau, rasa, tekstur). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengeringan dendeng giling daging ayam kampung dengan suhu dan waktu yang berbeda berpengaruh nyata (P0,05) terhadap kadar air, warna, serta bau karena Fhitung  Ftabel (P0,05), tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap pH, tekstur dan rasa karena Fhitung  Ftabel (P0,05). Pengeringan pada suhu 60o selama 6 jam dapat meningkatkan persentase tingkat kesukaan panelis terhadap rasa dengan nilai rata-rata (35,67), serta warna dengan nilai rata-rata (32,33), tetapi belum bisa memperbaiki pH dengan nilai rata-rata (6,21), kadar air dengan nilai rata-rata (34,67 %), bau dengan nilai rata-rata (31) dan tekstur dengan nilai rata-rata (31,33) dendeng giling daging ayamkampung.Keywords: temperatur, waktu, daging ayam kampung, dendeng giling, kadar air, pH, organoleptik
Analisis Penjualan Sapi Bakalan Peranakan Ongole (PO) Berbanding dengan Sapi Peranakan Simental (PS) Di Pasar Hewan Panceng Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik Bashir, M. Azhar; Wardoyo, Wardoyo; Susanto, Edy
Jurnal Ternak Vol 8, No 1 (2017): JURNAL TERNAK
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.946 KB)

Abstract

Pembibitan sapi potong merupakan sumber utama sapi bakalan bagi usaha penggemukan sapi potong di Indonesia. Biro Pusat Statistik (1997) menunjukan bahwa konsumsi daging sapi perkapita rata-rata meningkat dari 0,31 kg pada tahun 1990 menjadi 0,62 kg pada tahun 1996..Maka dari itu penelitian ini mengangkat permasalahan perbandingan presentase penjualan antara Sapi Peranakan Ongole (PO) berbanding dengan Sapi Peranakan Simental (PS) dan faktor-faktor yang mempengaruhi penjualan Sapi Peranakan Ongole (PO) Berbanding dengan Sapi Peranakan Simental (PS) di Pasar Hewan Desa Surowiti Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik. Sejalan dengan masalah tersebut dan hipotesis penelitian maka penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode analisis data Uji Validitas, Uji Reliabilitas, Uji t, Analisis Regresi Linier Berganda.Hasil analisis menunjukkan bahwa, uji validitas dan reliabilitas semua variabel dinyatakan valid dan reliabel. Perbandingan penjualan sapi bakalan peranakan ongole dan sapi peranakan simental lebih tinggi sapi simental hal ini di buktikan dengan rekapitulasi hasil pengamatan yang memiliki presentase 30% dibanding 49,7% dan hasil uji t Responden sebesar thitung(PS) < ttabel(PS) = 19,817 < 2,05183 dan thitung(PS) > ttabel(PS) = 26,843 > 2,05183. Sedangkan Hasil regresi linier berganda menunjukkan Y(PO) = 1,721+ 0,349+ -0,021+ -0,091 sedangkan Y(PS) = 3,078+0,074+- 0,213+0,007. Hasil uji t menyatakan bahwa thitung(PO)< ttabel yaitu 2,780 < 2,05183 dan thitung(PS)< ttabel yaitu 0,631<2,05183, maka dapat disimpulkan bahwa variabel Tangibles (X1) berpengaruh terhadap Penjualan (Y). Sedangkan pada variabel keunggulan (X2), thitung(PO) < ttabel yaitu-0,182 < 2,05183 dan thitung(PS)< ttabel yaitu -1,712< 2,05183, maka dapat disimpulkan bahwa variabel keunggulan (X2) tidak berpengaruh terhadap Penjualan (Y) pada Sapi Bakalan Peranakan Ongole dan Sapi Bakalan Peranakan Simental di Pasar Hewan Desa Surowiti Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik. Dan pada variabel Harga (X3) Karena thitung(PO)> ttabel yaitu-0,172<2,05183 dan thitung(PS)< ttabel yaitu -0,094<2,05183, maka dapat disimpulkan bahwa variabel Harga (X3) tidak berpengaruh terhadap Penjualan (Y) pada Sapi Bakalan Peranakan Ongole dan Sapi Bakalan Peranakan Simental di Pasar Hewan Desa Surowiti Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik. Berdasarkan temuan-temuan tersebut maka Pasar hewan Desa Surowiti kecamatan Panceng kabupaten Gresik hendaknya berusaha mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai harapan konsumen (pembeli) melalui riset, analisis komplain, dan lain-lain. Pasar hewan Desa Surowiti kecamatan Panceng kabupaten Gresik perlu mengkaji lebih mendalam dan mampu melakukan riset pemasaran secara berkelanjutan untuk menentukan strategi pemasaran agar dapat memaksimalkanPotensi wilayah kususnya daerah pantura.Keywords: sapi potong, bakalan, peranakan, penggemukan
Pengaruh Penambahan Ampas Kecap pada Jerami Fermentasi Terhadap Kualitas Fisik, pH dan Pertambahan Bobot Badan Sapi Brahman Cross (BX) Suhudiyah, Finaya Eka Putri; Susanto, Edy; Qomaruddin, Muridi
Jurnal Ternak Vol 7, No 2 (2016): JURNAL TERNAK
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.604 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan ampas kecap pada jerami fermentasi terhadap kualitas fisik, pH dan pertambahan bobot badan sapi Brahman Cross(BX). Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 18 ekor sapi Brahman Cross (BX) dengan bobot awal 200-300 kg/ekor, jerami padi kering dan ampas kecap. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 3 perlakuan dan 3 ulangan. Adapun 3 perlakuan tersebut terdiri dari jerami padi tanpa fermentasi, penambahan ampas kecap 5% dan penambahan ampas kecap 10%. Setiap ulangan di isi 2 ekor sapi. Variable yang diamati dalam penelitian ini adalah kualitas fisik, pH dan pertambahan bobot badan sapi Brahman Cross (BX). Data dianalisis dengan metode statistik Rancangan Acak Lengkap. Penimbangan bobot badan dilakukan setiap satu bulan sekali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ampas kecap pada jerami fermentasi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap pertambahan bobot badan sapi Brahman Cross (BX). Akan tetapi pertambahan bobot badan sapi Brahman Cross yang mengkonsumsi pakan jerami fermentasi dengan ampas kecap lebih tinggi dibandingkan dengan control (P0) dengan rata-rata peningkatan 0,25 kg/hari.Keywords: Ampas kecap, jerami fermentasi, kualitas fisik, pH , Pertambahan Bobot Badan, Sapi Brahman Cross (BX)
Pengaruh Penambahan Bungkil Kelapa Sawit pada Jerami Padi Terfermentasi Terhadap Kualitas Fisik dan Pertambahan Bobot Badan Sapi Peranakan Limousin Khasanah, Nurul; Qomaruddin, Muridi; Susanto, Edy
Jurnal Ternak Vol 8, No 1 (2017): JURNAL TERNAK
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.235 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juni di Kelompok Ternak Sumber Jaya Dusun Pilanggot, Desa Wonokromo, Kecamatan Tikung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan bungkil kelapa sawit pada jerami padi terfermentasi terhadap pertambahan bobot badan sapi peranakan Limousin. Kegunaan dari penelitian ini diharapkan agar digunakan sebagai bahan informasi dan pertimbangan tentang campuran bungkil kelapa sawit pada jerami padi terfermentasi tehadap pertambahan bobot badan sapi peranakan Limousin. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 18 ekor sapi peranakan Limousin, jerami padi kering, ampas kecap, dan bungkil kelapa sawit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode percobaan dengan menggunakan RAL, dimana terdiri dari 3 perlakuan yaitu jerami padi terfermentasi tanpa bungkil inti sawit, level penambahan bungkil kelapa sawit 10% dan 15%. Dengan 3 kali ulangan dan setiap ulangan diisi 2 ekor sapi. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah kualitas fisik, pH dan pertambahan bobot badan sapi peranakan Limousin. Data hasil penelitian dianalisis dengan analisis statistik RAL. Hasil penelitian yang diteliti dapat disimpulkan bahwasannya pengaruh penambahan bungkil kelapa sawit pada jerami padi terfermentasi tidak memberikan pengaruh yang nyata (P> 0,05) terhadap pertambahan bobot badan sapi peranakan Limousin. Akan tetapi pertambahan bobot badan pada sapi peranakan Limousin yang mengkonsumsi pakan jerami padi terfermentasi dengan penambahan bungkil kelapa sawit lebih tinggi dari pada kontrol. Hal ini disebabkan bungkil inti sawit terdapat kandungan protein yang tinggi.Keywords: Bungkil kelapa Sawit, Jerami Padi, Terfermentasi, Kualitas fisik, Pertambahan Bobot Badan, Sapi peranakan Limousin
Pengaruh Konsentrasi dan Lama Perendaman Ekstrak Kulit Nanas Terhadap Kualitas Fisik dan Kualitas Organoleptik Daging Bebek Petelur Afkir Maghfiroh, Musabihatul; Dewi, Ratna Kumala; Susanto, Edy
Jurnal Ternak Vol 8, No 1 (2017): JURNAL TERNAK
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.407 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 23 Mei sampai dengan 14 Juni 2016 dilakukan di Laboratorium Fakultas Peternakan Universitas Islam Lamongan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dan lama perendaman ekstrak kulit nanas terhadap kualitas fisik dan organoleptik daging bebek petelur afkir. Materi Penelitian adalah daging bebek petelur afkir sebanyak 3 kg bagian dada dan paha tanpa tulang dan kulit nanas sebanyak 2 kg. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah percobaan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial (3x3) dengan 2 faktor dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang diterapkan adalah fakor A terdiri dari A1 = konsentrasi ekstrak kulit nanas 0% (tanpa perendaman), A2 = konsentrasi ekstrak kulit nanas 20% (20 ml ekstrak kulit nanas), A3 = konsentrasi ekstrak kulit nanas 40% (40 ml ekstrak kulit nanas), faktor B terdiri dari B1 = perendaman dengan waktu 0 menit, B2 = perendaman dengan waktu 30 menit, B3 = perendaman dengan waktu 60 menit. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam Analysis Of Variace (ANOVA) dan dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) bila terdapat pengaruh nyata. Variabel yang diamati meliputi kualitas fisik (uji nilai pH dan susut masak) dan kualitas organoleptik (warna, aroma dan tekstur). Hasil penelitian menujukkan bahwa perendaman bebek afkir dalam ekstrak kulit nanas memberikan pengaruh tidak nyata (P>0.05) terhadap uji nilai pH, susut masak, warna, aroma dan tekstur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh konsentrasi dan lama perendaman ekstrak kulit nanas terhadap kualitas fisik dan organoleptic daging bebek afkir tidak terjadi interaksi yang nyata (P<0,05) antara lama perendaman ekstrak kulit nanas dan konsentrasi yang berbeda terhadap pengempukan daging bebek petelur afkir, karena Fhitung < Ftabel (P<0,05), tetapi berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pH, warna dan tekstur, karena Fhitung > Ftabel (P<0,05). Pada konsentrasi 20 % selama 60 menit dapat meningkatkan presentasi tingkat kesukaan terhadap warna dengan nilai rata-rata (31,88) dan tekstur dengan nilai rata-rata (30,77). Tetapi belum mampu memperbaiki nilai aroma, susut masak dan pengempukan ekstrak kulit nanas mampu menurunkan nilai pH daging bebek afkir dengan nilai rata-rata (5,76).Keywords: daging bebek afkir, kulit nanas, uji nilai pH
PENERAPAN TEKNOLOGI SILASE “FAST-FERMENT” DI PETERNAK KAMBING LOKAL KABUPATEN LAMONGAN Hertanto, Arif; Al kurnia, Dyanovita; Susanto, Edy
Jurnal Ternak Vol 9, No 1 (2018): JURNAL TERNAK
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1835.913 KB)

Abstract

Khalayak sasaran kegiatan ini adalah Petani Peternak yang tergabung dalam organisasi mitra Kelompok Tani “Rukun Tani II” dan Kelompok Ternak “Telaga Ternak Mandiri” di desa Tlogoagung, kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan. Metode pendekatan yang digunakan adalah : pemetaan potensi lokasi, penyuluhan berkerjasama dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lamongan, penyediaan sarana yang dibutuhkan, pelatihan dan pendampingan pengolahan limbah pertanian dengan teknologi Fast-Ferment. Teknologi Fast-Ferment (Fermentasi Cepat) adalah metode fermentasi limbah pertanian pada kondisi terkontrol dan dalam waktu yang relatif cepat karena menggunakan bio katalisator. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa teknologi Fasr-Ferment dengan manajemen buffer stock sangat tepat guna dalam mengatasi permasalahan peternak sapi potong di saat musim kemarau. Kegiatan penyuluhan, penyediaan sarana, pelatihan dan manajemen pengelolaan kegiatan di tingkat kelompok mitra berjalan cukup baik. Diperlukan program pendampingan lebih lanjut terhadap  kegiatan kelompok mitra khususnya kegiatan pengelolaan usaha produksi silase dan distribusinya baik di tingkat anggota maupun pasar di luar anggota. Program penelitian juga perlu dilakukan untuk membantu penyelesaian masalah yang muncul serta inovasi teknologi yang diperlukan. 
PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD), DANA ALOKASI UMUM (DAU), DAN DANA ALOKASI KHUSUS (DAK) TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DAERAH DENGAN BELANJA DAERAH SEBAGAI VARIABEL MODERATING (STUDI EMPIRIS PADA 29 KABUPATEN DAN 9 KOTA DI JAWA TIMUR). Susanto, Edy; Marhamah, Marhamah
JURNAL STIE SEMARANG Vol 8 No 1 (2016): VOLUME 8 NOMOR 1 EDISI FEBRUARI 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.654 KB)

Abstract

Pembangunan ekonomi daerah adalah suatu proses dimana pemerintah daerah dan seluruh komponen masyarakat mengelola berbagai sumber daya yang ada dan membentuk suatu pola kemitraan untuk menciptakan suatu lapangan pekerjaan baru dan merangsang perkembangan kegiatan ekonomi dalam daerah tersebut (Mudrajat, 2004: 110 dalarn Anis setyawati dan Ardi Hamzah; 2007). Pada tahun 2006 silam salah satu kabupaten di Jawa Timur yaitu Kabupaten Sidoarjo mengalami bencana semburan lumpur yang diakibatkan&nbsp; Kebocoran pengeboran gas bumi tersebut dilakukan atas kelalaian Perusahaan Lapindo Brantas. Akibat semburan lumpur tersebut, kehidupan perkeonomian di Kabupaten Sidoarjo mengalami penurunan. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU), Dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Daerah Dengan Belanja Daerah Sebagai Variabel Moderating Pada 29 Kabupaten Dan 9 Kota Di Jawa Timur. Pengumpulan data dilakukan dari dokumen berupa Laporan Keuangan Anggaran Belanja Daerah Propinsi Jawa Timur. Dari total populasi 38 Kabupaten dan Kota di Jawa Timur, tidak ada yang dikeluarkan dari sampel, sehingga jumlah sampel 38 kabupaten dan kota selama periode pengamatan dan kemudian diuji dengan analisis regresi berganda dan menggunakan variabel kontrol (moderating). Hasil penelitian menunjukkan bahwa PendapatanAsli Daerah (PAD) dan Dana AlokasiKhusus (DAK) berpengaruhpositifdansignifikanterhadap Pertumbuhan Ekonomi Daerah (PDRB) pada Kabupaten/Kota di JawaTimur. sedangkan Dana Alokasi Umum (DAU) berpengaruh negative dan signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi Daerah (PDRB) pada Kabupaten/Kota di Jawa Timur. Pendapatan Asli Daerah (PAD) mempunyai pengaruh positif terhadap Pertumbuhan Ekonomi Daerah dengan moderasi Belanja Daerah.sedangkan Dana Alokasi Umum (DAU), dan Dana Alokasi Khusus (DAK) tidak berpengaruh signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi Daerah (PDRB) di moderasi dengan Belanja Daerah Di propinsi Jawa Timur