Articles

Found 19 Documents
Search

PERAN KOMITE SEKOLAH SMP DI KOTA SEMARANG

Media Penelitian Pendidikan Vol 2, No 2 (2008)
Publisher : Media Penelitian Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komite Sekolah merupakan suatu badan atau lembaga non – profit dan non – politis, dibentuk berdasarkan musyawarah yang demokratis oleh para stakeholers pendidikan pada tingkat satuan pendidikan sebagai representasi dari berbagai unsur yang bertanggung jawab terhadap peningkatan kualitas proses dan hasil pendidikan. MBS adalah suatu bentuk alternatif program desentralisasi pendidikan di sekolah. Ciri – ciri MBS adalah adannya otonomi yang kuat di tingkat sekolah, peran aktif masyarakat dalam pendidikan, proses pengambilan keputusan yang demokratis dan berkeadilan, menjunjung tinggi akuntabilitas dan tranparansi dalam setiap kegiatan pendidikan. Penelitian ini dilakukan di SMP di Kota Semarang selama bulan September dan Oktober 2008 dengan fokus penelitian peran Komite Sekolah SMP di Kota Semarang. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan: (1) peran komite sekolah sebagai pemberi pertimbangan, (2) peran komite sekolah sebagai pendukung, (3) peran komite sekolah sebagai pengontrol, dan (4) peran komite sekolah sebagai mediator. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif - kualitatif dengan menggunakan studi kasus. Tehnik pengambilan data yang digunakan adalah observasi, wawancara serta studi dokumentasi. Hasil penelitian membuktikan bahwa: (1) peran komite sekolah sebagai pemberi pertimbangan telah menjalankan perannya dalam hal: a) menyusun RAPBS bersama sekolah, b) mengesah RAPBS pada bulan Juli (seharusnya), c) mengkontrol pelaksanaan APBS, d) mengontrol sistem pelaporan  pelasanaan APBS setiap bulan, e) melaksanakan perubahan APBS pada  setiap bulan Januari, f) mepertanggungjawabkan kepada masyarakat setiap akhir semester, g) memberikan pertimbangan dan rekomendasi kebijakan-kebijakan sekolah yang berkaitan dengan fungsi, hak dan kewajiban Komite Sekolah. (2) peran komite sekolah sebagai pendukung telah menjalankan perannya dalam hal: a) kegiatan operasional komite, b) pembelian alat tulis kantor, c) pendataan dan pemaparan data, d) peningkatan kualitas manajemen, f) pelayakan ruang Komite Sekolah, g) pelaksanaan pergantian pengurus, h) pembentukan paguyuban orang tua siswa. Kesungguhan terhadap pelaksanaan program kerja diwujudkan dengan penyediaan dana bagi terlaksananya kegiatan tersebut. (3) peran komite sekolah sebagai pengontrol telah berperan sebagaimana mestinya untuk hal: a) menyangkut pelaksanaan jadual KBM, b) bidang anggaran, c) tenaga kependidikan baik guru maupun non guru, d) prestasi sekolah selalu mendapatkan perhatian Komite Sekolah, e) Komite juga mengadakan pemantauan terhadap hasil ujian, kelulusan maupun kenaikan kelas. dan (4) peran komite sekolah sebagai mediator telah menjalankan perannya, dalam hal: a) membina hubungan yang sinergis antara sekolah dan stakeholders, b) mengadakan sarasehan pendidikan, c) menyelenggarakan diskusi pendidikan, d) menerbitkan media komunikasi dan, e) pemutahiran data. Namun kurang maksimal di dalam memediasi antara pihak sekolah dengan pemerintah maupun dengan dunia usaha/ industri. Saran yang disampaikan berkaitan dengan hasil penelitian antara lain, (1) Peran komite sekolah perlu lebih ditingkatkan, terutama dalam peran sebagai mediator antara sekolah dengan pemerintah atau sekolah dengan dunia usaha/industri. (2) Perlu penelitian lanjut mengingat fokus penelitian hanya menyangkut masalah peran komite sekolah.   Kata kunci : Peran, Komite Sekolah

ARM (ACCEPT, REJECT AND MODIFY) AS AN ALTERNATIVE TECHNIQUE IN TEACHING SPEAKING

ENCOUNTER Vol 3, No 1 (2012): ENCOUNTER
Publisher : ENCOUNTER

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research reports on the result of a study about ARM (accept, reject and modify) as an alternative technique in teaching speaking at the English department of IKIP PGRI Semarang. In depth research with 2 classes (experimental and control) at the department were conducted to improve the students’ achievement in speaking. The objective of the research is to find out the improvement of students’ speaking achievement after taught through ARM (Accept, Reject and Modify) technique. The researcher applied experimental research which contained 2 activities to collect the data. They were pre-test and post-test. In analyze the data; it was found that there was positive effect of teaching speaking through ARM. For the purpose of the research, the researcher used the significant level at 0, 05 (5%) and the calculation showed that the value of t table = 2, 002 and t test = 9, 56. It meant t test was higher than t table with degree of freedom (df) = 58 was 2, 002. The result of the students’ progress during the teaching and learning process by using ARM technique was good. Based on the result above, it can be concluded that there is the improvement of students’ achievement in speaking through ARM by the second year of English department of IKIP PGRI Semarang and ARM is a good technique for teaching speaking and the students were able to apply this technique well. In line with the result, it is conducted that the use of ARM technique is very beneficial and good feedback to the students in improving students’ skill in speaking. It is recommended that the technique is applied in class regularly and continually because the students were interested in using the technique. By any creative activities arranged, it can be expected that there will be interactive communication between teacher and students in teaching learning process and the students should more practice of speaking in daily life.

PERAN KOMITE SEKOLAH SMP DI KOTA SEMARANG

Media Penelitian Pendidikan : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan dan Pengajaran Vol 2, No 2 (2008)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.032 KB)

Abstract

Komite Sekolah merupakan suatu badan atau lembaga non ?óÔé¼ÔÇ£ profit dan non ?óÔé¼ÔÇ£ politis, dibentuk berdasarkan musyawarah yang demokratis oleh para stakeholers pendidikan pada tingkat satuan pendidikan sebagai representasi dari berbagai unsur yang bertanggung jawab terhadap peningkatan kualitas proses dan hasil pendidikan. MBS adalah suatu bentuk alternatif program desentralisasi pendidikan di sekolah. Ciri ?óÔé¼ÔÇ£ ciri MBS adalah adannya otonomi yang kuat di tingkat sekolah, peran aktif masyarakat dalam pendidikan, proses pengambilan keputusan yang demokratis dan berkeadilan, menjunjung tinggi akuntabilitas dan tranparansi dalam setiap kegiatan pendidikan. Penelitian ini dilakukan di SMP di Kota Semarang selama bulan September dan Oktober 2008 dengan fokus penelitian peran Komite Sekolah SMP di Kota Semarang. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan: (1) peran komite sekolah sebagai pemberi pertimbangan, (2) peran komite sekolah sebagai pendukung, (3) peran komite sekolah sebagai pengontrol, dan (4) peran komite sekolah sebagai mediator. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif - kualitatif dengan menggunakan studi kasus. Tehnik pengambilan data yang digunakan adalah observasi, wawancara serta studi dokumentasi. Hasil penelitian membuktikan bahwa: (1) peran komite sekolah sebagai pemberi pertimbangan telah menjalankan perannya dalam hal: a) menyusun RAPBS bersama sekolah, b) mengesah RAPBS pada bulan Juli (seharusnya), c) mengkontrol pelaksanaan APBS, d) mengontrol sistem pelaporan?é?á pelasanaan APBS setiap bulan, e) melaksanakan perubahan APBS pada?é?á setiap bulan Januari, f) mepertanggungjawabkan kepada masyarakat setiap akhir semester, g) memberikan pertimbangan dan rekomendasi kebijakan-kebijakan sekolah yang berkaitan dengan fungsi, hak dan kewajiban Komite Sekolah. (2) peran komite sekolah sebagai pendukung telah menjalankan perannya dalam hal: a) kegiatan operasional komite, b) pembelian alat tulis kantor, c) pendataan dan pemaparan data, d) peningkatan kualitas manajemen, f) pelayakan ruang Komite Sekolah, g) pelaksanaan pergantian pengurus, h) pembentukan paguyuban orang tua siswa. Kesungguhan terhadap pelaksanaan program kerja diwujudkan dengan penyediaan dana bagi terlaksananya kegiatan tersebut. (3) peran komite sekolah sebagai pengontrol telah berperan sebagaimana mestinya untuk hal: a) menyangkut pelaksanaan jadual KBM, b) bidang anggaran, c) tenaga kependidikan baik guru maupun non guru, d) prestasi sekolah selalu mendapatkan perhatian Komite Sekolah, e) Komite juga mengadakan pemantauan terhadap hasil ujian, kelulusan maupun kenaikan kelas. dan (4) peran komite sekolah sebagai mediator telah menjalankan perannya, dalam hal: a) membina hubungan yang sinergis antara sekolah dan stakeholders, b) mengadakan sarasehan pendidikan, c) menyelenggarakan diskusi pendidikan, d) menerbitkan media komunikasi dan, e) pemutahiran data. Namun kurang maksimal di dalam memediasi antara pihak sekolah dengan pemerintah maupun dengan dunia usaha/ industri. Saran yang disampaikan berkaitan dengan hasil penelitian antara lain, (1) Peran komite sekolah perlu lebih ditingkatkan, terutama dalam peran sebagai mediator antara sekolah dengan pemerintah atau sekolah dengan dunia usaha/industri. (2) Perlu penelitian lanjut mengingat fokus penelitian hanya menyangkut masalah peran komite sekolah. ?é?á Kata kunci : Peran, Komite Sekolah

ANALISIS PRAGMATIK DALAM PENGGUNAAN BAHASA IKLAN DI SURAT KABAR THE JAKARTA POST ONLINE

LENSA Vol 4, No 1 (2014): Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, dan Budaya
Publisher : LENSA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (974.253 KB)

Abstract

The purpose of this study are to describe and explain: 1) to determine how the use of the types of speech acts in the language of the ads found in the newspaper “The Jakarta Post Online”, 2) to determine how the process or how the formation of the language of advertising in letter “The Jakarta Post online” news as linguistic teaching materials. Research Design in this research was descriptive qualitative, which means providing indepth explanation of the phenomenon or object in a systematic way, based on the facts and accuracy (Moleong,2006:5). The authors applied this research method inorder to determine how to use the types of speech acts (speech act) in the language of the ads found in the newspaper “The Jakarta Post Online”, and how the formation of the language of advertising in the newspaper “The Jakarta PostOnline”. “The Jakarta Post Online” as the subject of this study .Object of this research was thatthere were ads on the newspaper “The Jakarta Post Online". The following discussion of the study as a pre-supposition that the authors used the adsthey generally use two clauses (contained in 10 ads), and only one ads which used three clauses,namely ad restaurant “Seafood House”. Locutionary acts /illocutionary meaning, in outline form,the advertising writer intended to give statements about the advertised product, foe readers,illocutionary acts / illocutionary meaning, each of these ads had already targeted and specific targetedfor its prospective users. Perlocutionary acts / perlocution meaning has meaning as if the two-wayscommunication between the advertised product with potential buyers. Implicate happened is all theads implied that the advertised product is not a regular product, but they are the selected product andthe best. Suggestions related to the results of research are as follows: pragmatics is a science that isvery beneficial to the world of advertising for a product that was introduced in the community must beaccompanied by the sentence / speech / word which is able to make the prospective buyer / userinterested and decided to purchase / use these products, Science pragmatic needs to be introduced andtaught in the course is primarily for students of English Education in order to understand thecontext of what happened around them. Furthermore, the research and in-depth associated withadvertising and pragmatic needs to be held to answer curiosity more about The scientific treasures. Keywords: Pragmatics, Language Advertising, The Jakarta Post Online.

PERAN KOMITE SEKOLAH SMP DI KOTA SEMARANG

Media Penelitian Pendidikan Vol 2, No 2 (2008)
Publisher : Media Penelitian Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komite Sekolah merupakan suatu badan atau lembaga non – profit dan non – politis, dibentuk berdasarkan musyawarah yang demokratis oleh para stakeholers pendidikan pada tingkat satuan pendidikan sebagai representasi dari berbagai unsur yang bertanggung jawab terhadap peningkatan kualitas proses dan hasil pendidikan. MBS adalah suatu bentuk alternatif program desentralisasi pendidikan di sekolah. Ciri – ciri MBS adalah adannya otonomi yang kuat di tingkat sekolah, peran aktif masyarakat dalam pendidikan, proses pengambilan keputusan yang demokratis dan berkeadilan, menjunjung tinggi akuntabilitas dan tranparansi dalam setiap kegiatan pendidikan. Penelitian ini dilakukan di SMP di Kota Semarang selama bulan September dan Oktober 2008 dengan fokus penelitian peran Komite Sekolah SMP di Kota Semarang. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan: (1) peran komite sekolah sebagai pemberi pertimbangan, (2) peran komite sekolah sebagai pendukung, (3) peran komite sekolah sebagai pengontrol, dan (4) peran komite sekolah sebagai mediator. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif - kualitatif dengan menggunakan studi kasus. Tehnik pengambilan data yang digunakan adalah observasi, wawancara serta studi dokumentasi. Hasil penelitian membuktikan bahwa: (1) peran komite sekolah sebagai pemberi pertimbangan telah menjalankan perannya dalam hal: a) menyusun RAPBS bersama sekolah, b) mengesah RAPBS pada bulan Juli (seharusnya), c) mengkontrol pelaksanaan APBS, d) mengontrol sistem pelaporan  pelasanaan APBS setiap bulan, e) melaksanakan perubahan APBS pada  setiap bulan Januari, f) mepertanggungjawabkan kepada masyarakat setiap akhir semester, g) memberikan pertimbangan dan rekomendasi kebijakan-kebijakan sekolah yang berkaitan dengan fungsi, hak dan kewajiban Komite Sekolah. (2) peran komite sekolah sebagai pendukung telah menjalankan perannya dalam hal: a) kegiatan operasional komite, b) pembelian alat tulis kantor, c) pendataan dan pemaparan data, d) peningkatan kualitas manajemen, f) pelayakan ruang Komite Sekolah, g) pelaksanaan pergantian pengurus, h) pembentukan paguyuban orang tua siswa. Kesungguhan terhadap pelaksanaan program kerja diwujudkan dengan penyediaan dana bagi terlaksananya kegiatan tersebut. (3) peran komite sekolah sebagai pengontrol telah berperan sebagaimana mestinya untuk hal: a) menyangkut pelaksanaan jadual KBM, b) bidang anggaran, c) tenaga kependidikan baik guru maupun non guru, d) prestasi sekolah selalu mendapatkan perhatian Komite Sekolah, e) Komite juga mengadakan pemantauan terhadap hasil ujian, kelulusan maupun kenaikan kelas. dan (4) peran komite sekolah sebagai mediator telah menjalankan perannya, dalam hal: a) membina hubungan yang sinergis antara sekolah dan stakeholders, b) mengadakan sarasehan pendidikan, c) menyelenggarakan diskusi pendidikan, d) menerbitkan media komunikasi dan, e) pemutahiran data. Namun kurang maksimal di dalam memediasi antara pihak sekolah dengan pemerintah maupun dengan dunia usaha/ industri. Saran yang disampaikan berkaitan dengan hasil penelitian antara lain, (1) Peran komite sekolah perlu lebih ditingkatkan, terutama dalam peran sebagai mediator antara sekolah dengan pemerintah atau sekolah dengan dunia usaha/industri. (2) Perlu penelitian lanjut mengingat fokus penelitian hanya menyangkut masalah peran komite sekolah.   Kata kunci : Peran, Komite Sekolah

SOSIALISASI CALON INSTRUKTUR POS PAUD DI KELURAHAN SAMPANGAN KECAMATAN GAJAH MUNGKUR SEMARANG

E-DIMAS Vol 2, No 01/Maret (2011): E-DIMAS
Publisher : E-DIMAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract   Nowadays PAUD/ pre-school education is really important and urgent to be conducted in any villages or kampongs. Sampangan village Gajah Mungkur Semarang is one the villages that needs to be explored and held by the team of community service. Implementing PAUD is actually already arranged in UU no. 20/ 2003. By that rule, the team try to give some programs such as; socialization and training about what is PAUD, how to be PAUD instructors, how to teach children well. The training was held for 2 days started on 4-5 December 2010 at 08.00 am – 04.00 pm, located in  Sampangan Village the office hall, Gajahmungkur Semarang.  The main purpose of this program is holding and socializing PAUD in that village in order to have more skills for the instructors in teaching children more interesting. Team used some methods in this training such as giving speech, discussion, simulation, and practice. By having those methods, it is hoped that the candidates of PAUD teachers will understand and comprehend about the materials dealing with what is PAUD and how to teach children more effective and interesting.   Key words: PAUD, socialization, instructor  

PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU MELALUI PELAKSANAAN PTK BAGI GURU-GURU BAHASA INGGRIS SMK KOTA SEMARANG

E-DIMAS Vol 5, No 1/Maret (2014)
Publisher : E-DIMAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Berdasarkan PP No.1 tahun 2010 tentang Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan disebutkan bahwa guru wajib melakukan pengembangan profesinya. Diantaranya adalah dengan melakukan karya tulis ilmiah dan publikasi ilmiah.Selanjutnya berdasarkan peraturan tersebut juga disebutkan bahwa untuk kenaikan pangkat seorang guru dari Golongan III b ke berikutnya seorang guru harus memiliki kredit poin yang berhubungan dengan pengembangan diri dan karya tulis ilmiah. Salah satu upaya melakukan penelitian yang berkenaan dengan pembelajaran di kelas adalah dengan melakukan PTK (Penelitian Tindakan Kelas). Di kota Semarang terdapat 89 SMK negeri dan swasta.Pada kenyataaannya. sebagian besar guru masih mengalami kesulitan untuk melakukan PTK  yang disebabkan oleh kurangnya pengetahuan yang mendasar  tentang PTK. Sedangkan permasalahan lain adalah  pemahaman guru dan sekolah terhadap penelitian yang masih bervariasi sehingga mempengaruhi dalam penerapannya di lapangan. Terlebih untuk bidang studi bahasa Inggris di SMK, sebagian besar guru masih merasa kesulitan dalam melakukan penelitian tindakan kelas yang berkaitan dengan bidang studi yang diampunya. Berkaitan dengan hal tersebut di atas,maka dipandang perlu adanya penataran, pelatihan, pembimbingan, dan pendampingan tentang PTK. Oleh karena itu, tim Pengabdian pada Masyarakat IKIP PGRI Semarang berencana membatu para guru dalam melaksanakan PTK di lapangan. Keluaran yang diharapkan dari kegiatan ini adalah berupa laporan pelaksanaan PTK serta artikel ilmiah yang siap dipublikasikan dalam jurnal penelitian.   Kata kunci: PTK, guru bahasa Inggris SMK, workshop     Abstract Based on Government Regulation No. 1 of 2010 on Sustainable professional development mentioned that teachers are required to perform their professional development . Among them is to conduct the scientific papers and publications. Then, based on that regulation is also mentioned that for the promotion of a teacher of level III b next to a teacher should have the credit points associated with self-development and scientific papers . One of the efforts to conduct research relating to the learning in the classroom is to do (Classroom Action Research ) . In Semarang, there are 89 vocational high Semarang state and private. In fact, in Semarang there are still most teachers have difficulty to perform PTK (Classroom Action Research ) caused by a lack of fundamental knowledge about it. Meanwhile, another problem is the understanding of teachers still varies so affecting in its application in the field. Especially in the field of English language studies at SMK , most teachers still feel difficulties in classroom action research related to the field of study. In connection with the above , it is seemed necessary to upgrading , training , coaching , and mentoring of PTK . Therefore , a team of Community Service University of PGRI Semarang have petrified teachers in implementing PTK in the field . The expected outcomes of this activity is a report on the implementation of PTK and scientific articles published in research journals ready. Keywords: PTK , vocational high school English teacher, workshop  

PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU MELALUI PELAKSANAAN PTK BAGI GURU-GURU BAHASA INGGRIS SMK KOTA SEMARANG

E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2014): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.511 KB)

Abstract

Abstrak Berdasarkan PP No.1 tahun 2010 tentang Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan disebutkan bahwa guru wajib melakukan pengembangan profesinya. Diantaranya adalah dengan melakukan karya tulis ilmiah dan publikasi ilmiah.Selanjutnya berdasarkan peraturan tersebut juga disebutkan bahwa untuk kenaikan pangkat seorang guru dari Golongan III b ke berikutnya seorang guru harus memiliki kredit poin yang berhubungan dengan pengembangan diri dan karya tulis ilmiah. Salah satu upaya melakukan penelitian yang berkenaan dengan pembelajaran di kelas adalah dengan melakukan PTK (Penelitian Tindakan Kelas). Di kota Semarang terdapat 89 SMK negeri dan swasta.Pada kenyataaannya. sebagian besar guru masih mengalami kesulitan untuk melakukan PTK?é?á yang disebabkan oleh kurangnya pengetahuan yang mendasar?é?á tentang PTK. Sedangkan permasalahan lain adalah?é?á pemahaman guru dan sekolah terhadap penelitian yang masih bervariasi sehingga mempengaruhi dalam penerapannya di lapangan. Terlebih untuk bidang studi bahasa Inggris di SMK, sebagian besar guru masih merasa kesulitan dalam melakukan penelitian tindakan kelas yang berkaitan dengan bidang studi yang diampunya. Berkaitan dengan hal tersebut di atas,maka dipandang perlu adanya penataran, pelatihan, pembimbingan, dan pendampingan tentang PTK. Oleh karena itu, tim Pengabdian pada Masyarakat IKIP PGRI Semarang berencana membatu para guru dalam melaksanakan PTK di lapangan. Keluaran yang diharapkan dari kegiatan ini adalah berupa laporan pelaksanaan PTK serta artikel ilmiah yang siap dipublikasikan dalam jurnal penelitian. ?é?á Kata kunci: PTK, guru bahasa Inggris SMK, workshop ?é?á ?é?á Abstract Based on Government Regulation No. 1 of 2010 on Sustainable professional development mentioned that teachers are required to perform their professional development . Among them is to conduct the scientific papers and publications. Then, based on that regulation is also mentioned that for the promotion of a teacher of level III b next to a teacher should have the credit points associated with self-development and scientific papers . One of the efforts to conduct research relating to the learning in the classroom is to do (Classroom Action Research ) . In Semarang, there are 89 vocational high Semarang state and private. In fact, in Semarang there are still most teachers have difficulty to perform PTK (Classroom Action Research ) caused by a lack of fundamental knowledge about it. Meanwhile, another problem is the understanding of teachers still varies so affecting in its application in the field. Especially in the field of English language studies at SMK , most teachers still feel difficulties in classroom action research related to the field of study. In connection with the above , it is seemed necessary to upgrading , training , coaching , and mentoring of PTK . Therefore , a team of Community Service University of PGRI Semarang have petrified teachers in implementing PTK in the field . The expected outcomes of this activity is a report on the implementation of PTK and scientific articles published in research journals ready. Keywords: PTK , vocational high school English teacher, workshop ?é?á

IbM BAGI GURU-GURU BAHASA INGGRIS ALUMNI IKIP PGRI SEMARANG

E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2013): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5986.805 KB)

Abstract

IbM BAGI GURU-GURU BAHASA INGGRIS ALUMNI IKIP PGRI SEMARANG

KKN Posdaya MDGs Universitas PGRI Semarang sebagai Model Penanggulangan Kemiskinan di Kota Semarang

E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2018): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3263.753 KB)

Abstract

Pemerintah Kota Semarang sudah bersusah payah untuk membantu masyarakatnya dalam menanggulangi kemiskinan. Dengan menerbitkan beberapa program pengentasan kemiskinan diharapakan masyarakat bisa terentaskan dari lubang kemiskinan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui model KKN Posdaya MDGs untuk mengentaskan kemiskinan di Kota Semarang yang dilakukan oleh institusi perguruan tinggi Universitas PGRI Semarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripsi R and D (Research and Development) dengan sample adalah 5 kecamatan di Kota Semarang yaitu; Genuk, Gayamsari, Tembalang, Banyumanik dan Pedurungan. Subject dari penelitian ini adalah mahasiswa, DPL, Perangkat Lurah, Perangkat Kecamatan, Pejabat SKPD/Institusi pemerintah dan masyarakat. Hasil penelitan ini adalah bahwa Model KKN Posdaya MDGs Universitas PGRI Semarang memuat program-program dalam rangka mengentaskan kemiskinan seperti; membuat dan memajukan koperasi, membantu meningkatkan usaha peningkatan penghasilan keluarga prasejahtera, membantu usaha peningkatan penghasilan keluarga, dan membangun kelompok usaha bersama, serta mendirikan usaha ekonomi produktif.