- Susanto
Universitas Negeri Semarang

Published : 10 Documents
Articles

Found 10 Documents
Search

TEKNIK PENURUNAN DSM MENJADI DEM DARI CITRA SATELIT ALOS UNTUK WILAYAH DATARAN TINGGI DENGAN HITUNG PERATAAN KUADRAT TERKECIL METODE PARAMETER Susanto, -
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 5, No 2 (2009)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknik penurunan (DSM) menjadi el (DEM) [DSM2DEM] dapat dilakukan dengan hitung perataan kuadrat terkecil metode parameter. Pada studi kasus tersebut, teknik penurunan yang digunakan dibagi menjadidua klas, yaitu dataran rendah dan dataran tinggi. Teknik penurunan pada dua klas tersebut menggunakan metode yang sama,hanya dibedakan dari jumlah titik penelitian yang digunakan. Pada penelitian ini, mengkaji pada dataran tinggi. Pada klas inimenggunakan 14 titik penelitian. Teknik penurunan tersebut dilakukan pada citra Alos. Pada citra satelit lain, foto maupun videoyang mengkaji daerah dataran tinggi juga dapat menggunakan metode ini untuk penurunan DSM2DEM. Tingkat orde yangdigunakan sebagai titik penelitian akan mempengaruhi kualitas akurasi dan presisi data. Reducing technique of Digital Surface Model DSM into Digital Elevation Model DEM DSM2DEM can be made with countingsmallest square mean by parameter method. In this case study, reducing technique used was divided into two classes, low planeand plateau. Reducing technique in those two classes uses the same method, only distinguished from the amount of study points.This class uses 14 study points. The reducing technique is done onAlos image. On the other satellite imagery, photos or videos thatexamine plateau region can also use this method to reduce DSM2DEM. Order level used as study points can affect the qualityaccuracy and data precision.Keywords: DSM, DEM, average calculating, plateau
FABRIKASI TINTA PRINTER BERBAHAN DASAR PIGMEN ORGANIK DARI SAMPAH DAUN Wiguna, Pradita Ajeng; Susanto, -; Said, Muh. Afis Nur; Wicaksono, Rahmawan; Aji, Mahardika Prasetya; Sulhadi, -
Jurnal Fisika Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah menjadi salah satu permasalahan yang belum terselesaikan dalam masyarakat. Salah satu jenis sampah yang jumlahnya melimpah adalah sampah organik berupa dedaunan. Hal ini menuntut cara penanganan alternatif yang kreatif dan inovatif menjadi produk berdaya guna. Sebuah upaya yang dilakukan adalah pemanfaatan sampah daun sebagai pigmen warna organik untuk tinta printer. Pembuatan pigmen warna dilakukan dengan mereduksi sampah daun hingga berbentuk serbuk karbon yang homogen yaitu membakar sampah daun dalam kondisi oksigen rendah kemudian dilakukan proses pencampuran sederhana dengan bahan lain pembuat tinta. Tinta yang dihasilkan diuji transmitansinya dengan memvariasikan massa karbon yaitu dari 1 sampai 6 gram, hasilnya menunjukan bahwa semakin banyak massa karbon ,intensitas cahayanya semakin rendah. Uji laju absorbsi menunjukan bahwa tinta karbon memiliki kelajuan yang hampir sama dengan jenis tinta di pasaran, yaitu 1,04 mm/s. Saat uji kinerja tinta karbon pada printer menunjukan hasil yang lebih hitam dan halus sehingga sesuai jika diaplikasikan sebagai tinta printer.
SIFAT MEKANIK KAYU LAPIS DENGAN VARIASI LAPISAN PENGISI DARI IRATAN BAMBU (GIGANTOCHLOA APUS KURZ) Rosita, Nita; Susanto, -; Saputra, Budi Antoni; Nisa, Khoirun; Yulianto, Agus
Jurnal Fisika Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bambu telah digunakan sebagai penguat pada kayu lapis karena kuat tekan dan kuat lenturnya yang tinggi. Sifat mekanik kayu lapis dipengaruhi oleh jumlah variasi lapisan pengisi. Kayu lapis dengan variasi lapisan pengisi 4 lapis, 5 lapis, 6 lapis, 7 lapis, 8 lapis, dan 9 lapis menjadi fokus yang dikaji. Pembuatan kayu lapis dilakukan dengan perekatan dimana face dari  kayu lapis berasal dari vinir kayu sengon sedangkan lapisan pengisi berasal dari iratan bambu apus. Pengujian multiplek dilakukan dengan menempatkan alat penekan Universal Testing Machine (UTM) tegak lurus dengan vinir kayu sengon bagian atas. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa kuat tekan tertinggi dan terendah dimiliki oleh kayu lapis dengan variasi lapisan pengisi sebanyak 9 dan 5 lapis sedangkan kuat lentur tertinggi dan terendah dimiliki oleh kayu lapis dengan variasi lapisan pengisi sebanyak 4 dan 5 lapis. Informasi sifat mekanik yang diberikan oleh kayu lapis dengan lapisan pengisi sebanyak 5 lapis menunjukkan penyimpangan tetapi secara garis besar menunjukkan bahwa semakin banyak komposisi iratan bambu maka kekuatan tekan akan semakin bertambah sedangkan kekuatan lenturnya akan semakin berkurang.
SINTESIS PIGMEN ALAMI DAUN TANAMAN ANDONG (CORDYLINE FRUTICOSA L.) SEBAGAI PEWARNA BATIK DAN ANALISIS SIFAT OPTIKNYA Rosita, Nita; Susanto, -; Putro, Andya Satya Purnomo; Bangun, Riameinda Br.; Yulianto, Agus; Aji, Mahardika Prasetya
Jurnal Fisika Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pigmen alami dari daun tanaman Andong (Cordyline fruticosa L.) telah berhasil disintesis secara sederhana dengan merendamnya pada larutan 20 ml HCl 1,47 M. Massa daun dijadikan sebagai variabel bebas penelitian dimana 1 gram hingga 6 gram daun direndam pada larutan kemudian dianalisis sifat optik berupa transmitansi dan absorbansinya. Pigmen yang dihasilkan dalam penelitian ini berwarna merah. Hasil analisis menunjukkan bahwa transmitansi pigmen yang diperoleh menurun secara eksponensial dengan penambahan massa daun. Hasil tersebut menunjukkan pada massa daun 4 gram pigmen telah mengalami saturasi. Adapun absorbansi pigmen yang dihasilkan pada penelitian ini memiliki spektrum absorbansi pada daerah UV hingga spektrum tampak yaitu pada panjang gelombang 200 – 700  nm. Dari hasil analisis absorbansi tersebut, pigmen yang dihasilkan dari penelitian ini secara umum merupakan pigmen jenis flavonoid.  Berdasarkan hasil penelitian ini, disimpulkan bahwa daun tanaman Andong berpotensi sebagai pewarna alami yang selanjutnya dapat diaplikasikan untuk pewarna batik.
ANALISIS SPEKTRUM ABSORBANSI PIGMEN FLAVONOID DARI DAUN TANAMAN ANDONG (CORDYLINE FRUTICOSA L.) SEBAGAI DYE SOLAR SEL Susanto, -; Saputra, Budi Antoni; Nisa’, Khoirun; Rosita, Nita; Yulianto, Agus
Jurnal Fisika Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pigmen flavonoid dari daun tanaman Andong (Cordyline fruticosa L.) telah dihasilkan secara sederhana dengan merendamnya pada larutan 20 ml HCl 1,5 M. Massa daun dijadikan sebagai variabel bebas penelitian dimana 1 gram hingga 6 gram daun direndam pada larutan kemudian dianalisis absorbansinya. Absorbansi pigmen di dalam penelitian ini diukur menggunakan spektrometer UV-VIS. Pigmen yang dihasilkan dalam penelitian ini berwarna merah. Pigmen yang dihasilkan pada penelitian ini mengabsorb cahaya dengan optimum pada daerah tampak 400-700 nm. Absorbansi maksimum yang dihasilkan oleh tamanan Andong berada pada spektrum tampak adalah 500 nm, sehingga pigmen yang dihasilkan merupakan jenis pigmen flavonoid. Absorbansi pigmen yang tinggi pada spectrum tampak saat dipicu oleh sumber energi dari luar, memberikan harapan pigmen tanaman Andong sebagai bahan absorben yang baik. Berdasarkan kurva absorbansi yang diperoleh, spektrum absorbansi semakin melebar dengan pengaruh massa sehingga baik digunakan sebagai bahan absorben seperti dye pada solar sel berbasis sensitasi (Dye Sensitized Solar Cell).
SIFAT MEKANIK KAYU LAPIS DENGAN VARIASI LAPISAN PENGISI DARI IRATAN BAMBU (GIGANTOCHLOA APUS KURZ) Rosita, Nita; Susanto, -; Saputra, Budi Antoni; Nisa, Khoirun; Yulianto, Agus
Jurnal Fisika Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v4i1.3863

Abstract

Bambu telah digunakan sebagai penguat pada kayu lapis karena kuat tekan dan kuat lenturnya yang tinggi. Sifat mekanik kayu lapis dipengaruhi oleh jumlah variasi lapisan pengisi. Kayu lapis dengan variasi lapisan pengisi 4 lapis, 5 lapis, 6 lapis, 7 lapis, 8 lapis, dan 9 lapis menjadi fokus yang dikaji. Pembuatan kayu lapis dilakukan dengan perekatan dimana face dari kayu lapis berasal dari vinir kayu sengon sedangkan lapisan pengisi berasal dari iratan bambu apus. Pengujian multiplek dilakukan dengan menempatkan alat penekan Universal Testing Machine (UTM) tegak lurus dengan vinir kayu sengon bagian atas. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa kuat tekan tertinggi dan terendah dimiliki oleh kayu lapis dengan variasi lapisan pengisi sebanyak 9 dan 5 lapis sedangkan kuat lentur tertinggi dan terendah dimiliki oleh kayu lapis dengan variasi lapisan pengisi sebanyak 4 dan 5 lapis. Informasi sifat mekanik yang diberikan oleh kayu lapis dengan lapisan pengisi sebanyak 5 lapis menunjukkan penyimpangan tetapi secara garis besar menunjukkan bahwa semakin banyak komposisi iratan bambu maka kekuatan tekan akan semakin bertambah sedangkan kekuatan lenturnya akan semakin berkurang.
KAJIAN DISTRIBUSI SPASIAL DEBIT ALIRAN PERMUKAAN DI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) BERBASIS DATA SATELIT PENGINDERAAN JAUH Trisakti, Bambang; Teguh, Kuncoro; Susanto, -
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Vol 5, (2008)
Publisher : Indonesian National Institute of Aeronautics and Space (LAPAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this paper is to analyze the spatial distribution of the water discharge in the Ciliwung watershed based on the remote sensing satellite data. Digital elevation model (DEM) is processed to determine the watershed border using the steepest slope method and also used to calculate pixels area. The calculated pixels area are used to determine the watershed and landcover areas in 3 dimension perspective, the landcover of the Ciliwung watershed is mapped by using SPOT-4 image acquired in 2007. All generated information are used as the input to determine the spatial distribution of the water discharge using the run-off coefficient table produced by related institutions. In the next step, the total water discharge in some oulets (Katulampa, Depok and Muara Ciliwung) are compared and the relationship between the landcover condition and the water discharge is evaluated. The result shows that DEM can be used to determine the watershed border and calculate the watershed area, which the results are almost same with the real condition. The spatial distribution of the water discharge is useful to analyse the water discharge contribution of each part of watershed to the total water discharge in the Ciliwung watershed. It shows that the water discharge in Katulampa outlet contributes 44 % of the total water discharge in the Ciliwung watershed. Further, some landcover types are identified in the high water discharge area. This kind of information is very useful for the regional planning and flood management activities. Keywords: Remote sensing satellite data, Spatial distribution of water discharge,watershed
FABRIKASI TINTA PRINTER BERBAHAN DASAR PIGMEN ORGANIK DARI SAMPAH DAUN Wiguna, Pradita Ajeng; Susanto, -; Said, Muh. Afis Nur; Wicaksono, Rahmawan; Aji, Mahardika Prasetya; Sulhadi, -
Jurnal Fisika Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v4i2.3827

Abstract

Sampah menjadi salah satu permasalahan yang belum terselesaikan dalam masyarakat. Salah satu jenis sampah yang jumlahnya melimpah adalah sampah organik berupa dedaunan. Hal ini menuntut cara penanganan alternatif yang kreatif dan inovatif menjadi produk berdaya guna. Sebuah upaya yang dilakukan adalah pemanfaatan sampah daun sebagai pigmen warna organik untuk tinta printer. Pembuatan pigmen warna dilakukan dengan mereduksi sampah daun hingga berbentuk serbuk karbon yang homogen yaitu membakar sampah daun dalam kondisi oksigen rendah kemudian dilakukan proses pencampuran sederhana dengan bahan lain pembuat tinta. Tinta yang dihasilkan diuji transmitansinya dengan memvariasikan massa karbon yaitu dari 1 sampai 6 gram, hasilnya menunjukan bahwa semakin banyak massa karbon ,intensitas cahayanya semakin rendah. Uji laju absorbsi menunjukan bahwa tinta karbon memiliki kelajuan yang hampir sama dengan jenis tinta di pasaran, yaitu 1,04 mm/s. Saat uji kinerja tinta karbon pada printer menunjukan hasil yang lebih hitam dan halus sehingga sesuai jika diaplikasikan sebagai tinta printer.
SINTESIS PIGMEN ALAMI DAUN TANAMAN ANDONG (CORDYLINE FRUTICOSA L.) SEBAGAI PEWARNA BATIK DAN ANALISIS SIFAT OPTIKNYA Rosita, Nita; Susanto, -; Putro, Andya Satya Purnomo; Bangun, Riameinda Br.; Yulianto, Agus; Aji, Mahardika Prasetya
Jurnal Fisika Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v4i2.3832

Abstract

Pigmen alami dari daun tanaman Andong (Cordyline fruticosa L.) telah berhasil disintesis secara sederhana dengan merendamnya pada larutan 20 ml HCl 1,47 M. Massa daun dijadikan sebagai variabel bebas penelitian dimana 1 gram hingga 6 gram daun direndam pada larutan kemudian dianalisis sifat optik berupa transmitansi dan absorbansinya. Pigmen yang dihasilkan dalam penelitian ini berwarna merah. Hasil analisis menunjukkan bahwa transmitansi pigmen yang diperoleh menurun secara eksponensial dengan penambahan massa daun. Hasil tersebut menunjukkan pada massa daun 4 gram pigmen telah mengalami saturasi. Adapun absorbansi pigmen yang dihasilkan pada penelitian ini memiliki spektrum absorbansi pada daerah UV hingga spektrum tampak yaitu pada panjang gelombang 200 700 nm. Dari hasil analisis absorbansi tersebut, pigmen yang dihasilkan dari penelitian ini secara umum merupakan pigmen jenis flavonoid. Berdasarkan hasil penelitian ini, disimpulkan bahwa daun tanaman Andong berpotensi sebagai pewarna alami yang selanjutnya dapat diaplikasikan untuk pewarna batik.
ANALISIS SPEKTRUM ABSORBANSI PIGMEN FLAVONOID DARI DAUN TANAMAN ANDONG (CORDYLINE FRUTICOSA L.) SEBAGAI DYE SOLAR SEL Susanto, -; Saputra, Budi Antoni; Rosita, Nita; Yulianto, Agus
Jurnal Fisika Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v4i2.3833

Abstract

Pigmen flavonoid dari daun tanaman Andong (Cordyline fruticosa L.) telah dihasilkan secara sederhana dengan merendamnya pada larutan 20 ml HCl 1,5 M. Massa daun dijadikan sebagai variabel bebas penelitian dimana 1 gram hingga 6 gram daun direndam pada larutan kemudian dianalisis absorbansinya. Absorbansi pigmen di dalam penelitian ini diukur menggunakan spektrometer UV-VIS. Pigmen yang dihasilkan dalam penelitian ini berwarna merah. Pigmen yang dihasilkan pada penelitian ini mengabsorb cahaya dengan optimum pada daerah tampak 400-700 nm. Absorbansi maksimum yang dihasilkan oleh tamanan Andong berada pada spektrum tampak adalah 500 nm, sehingga pigmen yang dihasilkan merupakan jenis pigmen flavonoid. Absorbansi pigmen yang tinggi pada spectrum tampak saat dipicu oleh sumber energi dari luar, memberikan harapan pigmen tanaman Andong sebagai bahan absorben yang baik. Berdasarkan kurva absorbansi yang diperoleh, spektrum absorbansi semakin melebar dengan pengaruh massa sehingga baik digunakan sebagai bahan absorben seperti dye pada solar sel berbasis sensitasi (Dye Sensitized Solar Cell).