Rini Susanti
Orthodontics Residency Program, Faculty of Dentistry, Universitas Indonesia, Jakarta 10430

Published : 12 Documents
Articles

Found 12 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN KONDOM UNTUK PENCEGAHAN PMS PADA WPS DI LOKALISASI SUKOSARI BAWEN KABUPATEN SEMARANG Fauza, Rizka; Susanti, Rini; Mardiyaningsih, Eko
PROSIDING SEMINAR NASIONAL Vol 2, No 1 (2014): PROSIDING KONFERENSI NASIONAL PPNI JAWA TENGAH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.554 KB)

Abstract

Latar Belakang Penyakit menular seksual (PMS) merupakan salah satu penyakit menular yang menjadi permasalahan kesehatan global karena pola penyakitnya hampir terjadi di semua negara. Salah satu penyebabnya adalah transaksi seks pada wanita pekerja seksual (WPS) dan pelanggannya dengan tingkat penggunaan kondom yang rendah (kurang dari 10%). Faktor yang berhubungan dengan penggunaan kondom antara lain pendidikan, pengetahuan, sikap, dan ketersediaan kondom. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yangberhubungan dengan penggunaan kondom untuk pencegahan PMS pada WPS di Lokalisasi Sukosari Bawen Kabupaten Semarang Metode Penelitian Jenis penelitian ini deskriptif korelatif dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional.Analisis data menggunakan uji statistik Spearman Rank, jumlah sampel sebanyak 90 orang WPS di lokalisasi Sukosari Bawen dengan teknik sampling nonprobability sampling yaitu total sampling. Hasil Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan penggunaan kondom untuk pencegahan PMS adalah faktor pengetahuan dan ketersediaan kondom (p<0,05), sedangkan faktor pendidikan dan sikap tidak berhubungan dengan penggunaan kondom untuk pencegahan PMS pada WPS (p>0,05). Faktor pengetahuan memiliki hubungan yang cukup kuat terhadap tindakan penggunaan kondom untuk pencegahan PMS  pada WPS (r = 0,420), sedangkan faktor ketersediaan kondom memiliki hubungan yang lemah terhadap penggunaan kondom untuk pencegahan PMS (r s = 0,390). Kesimpulan Penyuluhan dan pelatihan mengenai PMS dan penggunaan kondom pada WPS perlu dilakukan oleh pihak unit kesehatan setempat dan perlunya pengawasan dari pengasuh berhubungan dengan penggunaan kondom pada anak asuh. Selain itu, diharapkan WPS lebih termotivasi untuk melakukan tindakan penggunaan kondom untuk pencegahan PMS.
TEACHING READING BY COMBINING REAP (READ, ENCODE, ANNOTATE, PONDER) STRATEGY AND EXIT SLIPS STRATEGY AT SENIOR HIGH SCHOOL Susanti, Rini; Dewi, Rusmala
Pendidikan Bahasa Inggris Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris
Publisher : Pendidikan Bahasa Inggris

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam makalah ini penulis membahas bagaimana mengajarkan membaca (reading) dengan menggabungkan dua strategi yaitu Reap and Exit Slips strategy. Adapun aplikasinya, pertama, guru menggunakan strategi Reap, yang diawali dengan pembagian kelompok oleh guru dimana masing-masing anggota kelompok diberikan sebuah teks, kemudian siswa dipandu oleh guru untuk memahami teks yang didiskusikan dalam setiap kelompok. Setelah itu masing-masing kelompok menulis pemahaman mereka dalam sebuah catatan dan mengemukakan pemahaman mereka didepan kelas. Kedua yaitu Exit Slips, dalam aplikasi strategi ini guru akan mendapatkan umpan balik dari pemahaman masing-masing siswa. Setiap siswa memberikan pertanyaan dari pelajaran yang belum mereka pahami dalam teks yang didiskusikan melalui Exit Slips card yang diberikan oleh guru. Setelah itu guru akan memilih salah satu Exit Slips card untuk didiskusikan dan dijelaskan kepada siswa. Hal ini juga diharapkan untuk tercapainya tujuan pembelajaran membaca (Reading) pada siswa sekolah menengah atas (SMA). Jadi, melalui pengajaran  kombinasi kedua strategi ini, siswa mampu memahami teks yang diberikan oleh guru, disamping itu guru juga dapat mengetahui sejauh mana pemahaman masing-masing siswa di dalam membaca (Reading) pada siswa menengah atas (SMA).
PERBEDAAN ANTARA DILAKUKAN PIIJATAN OKSITOSIN DAN TIDAK DILAKUKAN PIJATAN OKSITOSIN TERHADAP PRODUKSI ASI PADA IBU NIFAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS AMBARAWA Widiyanti, Firriantin Ayu; Setyowati, Heni; Sari, Kartika; Susanti, Rini
PROSIDING SEMINAR NASIONAL 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.19 KB)

Abstract

Masalah yang sering timbul pada ibu post partum adalah sindrom ASI kurang dan ibu bekerja. Masalah sindrom ASI kurang diakibatkan oleh kecukupan bayi akan ASI tidak terpenuhi sehingga bayi mengalami ketidakpuasan setelah menyusu, bayi sering menangis atau rewel, tinja bayi keras dan payudara terasa membesar. Namun kenyataannya, ASI sebenarnya tidak kurang sehingga terkadang timbul masalah bahwa ibu merasa ASInya tidak tercukupi dan ada keinginan untuk menambah susu formula. Kecukupan dapat dinilai dari penambahan berat badan bayi secara teratur, frekuensi BAK paling sedikit 6x sehari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan antara dilakukan pijatan oksitosin dan tidak dilakukan pijatan oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Ambarawa. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi experiment design dengan rancangan post test only design control group. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu nifas bulan Mei-Juni 2014 di Wilayah Kerja Puskesmas Ambarawa. Sampel dalam penelitian ini sejumlah 20 responden di mana 10 responden dilakukanpijat oksitosin dan 10 responden tidak dilakukan pijat oksitosin, pada penelitian ini menggunakan teknik sampling purposive sampling.Hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa ada perbedaan antara dilakukan pijatan oksitosin dan tidak dilakukan pijatan oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Ambarawa 2014 dengan menggunakan uji t independen, didapatkan nilai t hitung = -3,331 dengan p-value sebesar 0,004, dengan demikian hipotesis kerja (Ha) diterima p-value 0,004 <a (0,05) yang berarti ada perbedaan antara dilakukan pijatan oksitosin dan tidak dilakukan pijatan oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Ambarawa. Produksi ASI pada ibu yang dilakukan pijat oksitosin lebih banyak dibandingkan ibu yang tidak dilakukan pijat oksitosin. Diharapkan bagi keluarga dan ibu post partum dapat melakukan tindakan pijat oksitosin dalam upaya peningkatan produksi ASI melalui petugas kesehatan.Kata Kunci : pijat oksitosin, produksi ASI
Application Micoriza and Baean Varieties by Conservation Tillage for Biological Soil Properties Improvement Susanti, Rini; Afriani, Astri; Harahap, Fitra Syawal; Fadhillah, Wizni; Oesman, Roswita; Walida, Hilwa
Jurnal Pertanian Tropik Vol 6, No 1, April (2019)
Publisher : Pasca Sarjana FP USU

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.96 KB)

Abstract

ABSTRAK   Pengolahan tanah terlalu sering dapat menyebabkan tanah menjadi lebih gembur dan terbuka dalam waktu lama, sehingga meningkatkan laju evapotranspirasi dan mengurangi daya pegang tanah terhadap air. mengurangi daya pegang tanah terhadap air. Pemberian pupuk hayati yang mengandung mikoriza merupakan salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. bermikoriza merupakan pupuk yang mampu bersimbiosis dengan perakaran tanaman dan berfungsi untuk meningkatkan ketersedian PH Tanah dan P dalam tanah. Sehubungan dengan hal tersebut, maka diperlukan penelitian tentang uji efektifitas pupuk hayati berbasis mikoriza arbuskula dalam meningkatkan Total Mikroba ketesersedian P dan meningkatkan pertumbuhan tanaman Penelitian dilaksanakan dikebun Pembibitan Balai Benih Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Medan pada titik Koordinat N 98042’23,7” dan E 3030’28,3” dengan ketinggian ± 20 m diatas permukaan laut dimulai dari bulan April 2008 sampai dengan Mei 2018. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Petak Terpisah (Split Plot Design) yang terdiri dari 3 faktor yaitu Faktor Pengolahan Tanah sebagai anak petak yang terdiri dari 3 taraf : No Tillage (T0), Minimum Tillage (T1), Full Tillage (T2), Faktor inokulasi Mikoriza sebagai anak petak terdiri dari 2 taraf : tanpa inokulasi Mikoriza (M0), ipnokulasi Mikoriza (M1). Faktor Varietas sebagai anak-anak petak terdiri dari 3 taraf yaitu : Varietas Lokal (V1). Varietas gajah (V2) dan Varietas kancil (V3). Hasil Penelitian  Untuk mengetahui pengolahan tanah dan pengaruh mikoriza serta kombinasi yang terbaik dari sistem pengolahan, penambahan mikoriza dan varietas kacang tanah (Arachis hypogaea L.) yang terbaik bagi peningkatan pH tanah, C-organik, P-tersedia, Bahan Organik Serta Total Mikroba Tanah  
An Analysis of Local and Target Culture Integration in English Textbooks Sorongan, Dian Anggraini; Susanti, Rini; Syahri, Indawan
LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 15, No 1 (2014)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.506 KB)

Abstract

This study aimed to find out the percentage of local culture integration and target culture integration in the selected English textbooks for senior high school “English Zone” and ”Interlanguage”. This research design was a content analysis with 1487 paragraphs and 638 pictures as the study data. The procedure of analyzing the data started by classifying the data into local or target culture division then it was analyzed based on Byrams cultural content checklist (1993) while the pictures were simply classified into local culture or target culture. The result of the analysis was made in the form of percentage. The results show that for analysis of the paragraph, the percentage of local culture integration in English Zone is 31,23 % and in Interlanguage is 9,6 % meanwhile the percentage of target culture integration in English Zone is 10,17% and in Interlanguage is 11,02%. For the picture analysis, the percentage of local culture integration in English Zone is 6,43 % and in Interlanguage is 18,2% meanwhile the percentage of target culture integration in English Zone is 12,41% and in Interlanguage is 20 %.
ANALISIS SENYAWA ANTIFUNGAL BAKTERI ENDOFIT ASAL TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) Hanif, Andini; Susanti, Rini
Agrintech: Jurnal Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.339 KB)

Abstract

Endophytic bacteria repoted can produce metabolite as antifungal compound. This study was aimed to knowing and obtain antifungal compound wich are produced of endophytic bacteria to control fungal pathogen. Isolation of endophytic bacteria was done using surface sterilization method, furthermore hypersensitive reaction test of bacteria was done for selection pathogenicity of bacteria. Endophytic bacteria was tested their antagonism against fungal pathogen for selection the potential of endophytic bacteria. Isolate of endophytic bacteria which have highest growth inhibitor would be extracted and analyzed the antifungal compound. The result showed that threeisolate of endophytic bacteria wich one potentially in inhibiting fungal pathogen are isolate EF14III, ER1I and ER101. Isolate bacteria ER1I was the most effective in inhibiting the growth of fungal pathogen. Antifungal compound in isolate bacteria ER1I are fenol, lauric acid, propenoic acid, and cyclohexanone.Keywords: Antifungal compound, Endophytic Bacteria, Fungal pathogen
Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Gizi Dengan Status Gizi Bayi di Desa Soneyan Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati. leviana, Ika; Susanti, Rini; Widayati, Widayati
Jurnal Keperawatan Anak Vol 3, No 1 (2016): Jurnal Keperawatan Anak
Publisher : Jurnal Keperawatan Anak

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One health status can be viewed by the infant mortality rate. The infant mortality rate is thenumber of deaths of infants aged less than 1 year. The infant mortality rate in the district starch in 2012amounted to 156 babies. Malnutrition rates in Pati regency in 2012 of 256 infants, in pukesmasMargoyoso II as many as 45 babies and in the village there are 15 babies soneyan of 45 babies. Thepurpose of this study was to determine the relationship between the level of knowledge of mothers aboutinfant nutrition with nutritional status of infants in rural Soneyan Margoyoso Pati District. The studydesign used is descriptive correlation with cross-sectional approach and retrieval of data is primary data.The population in this study were mothers with infants aged 0-12 months in the village of Pati MargoyosoSoneyan District. The sample in this study uses total sampling that all mothers with infants 0-12 monthsas many as 33 people. The results can be seen 12 respondents (36.4%) good knowledge, 12 respondents(36.4%) mothers knowledgeable enough and 9 respondents (27.3%) less knowledgeable note 18 infants(54.5%) had good nutritional status , the nutritional status of infants who have less sebanyai 11 infants(33.3) and 4 infants (12.1%) have more nutritional status. As well as it can be seen that there is arelationship between knowledge of the nutritional status of mothers with babies in the village of Patiregency Soneyan District Margoyoso using Chi Square statistical test obtained p value of 0.001 <0.005then ho rejected. Suggestions of researchers is that knowledge be improved maternal nutrition baby.
MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS MELALUI PENDEKATAN INKUIRI Susanti, Rini
Jurnal Ilmiah Visi Vol 8 No 1 (2013): VISI PTK-PNF
Publisher : Direktorat Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan, Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.578 KB)

Abstract

The purpose of this research is to improve the science process skills of the children aged&nbsp;5-6 years through inquiry approach at TK Kasih Ibu, South Jakarta. The research conducted in November and&nbsp;December 2012 employed classroom action research within two cycles. Each cycle consisted of planning,&nbsp;acting, observing, and reflecting. The subjects of this research were 12 kindergarten children. The data were&nbsp;collected using test and non test. After the second cycle, the research concluded that the inquiry approach&nbsp;can improve the science basic skills of children aged 5-6 years old. The implication of this research is inquiry&nbsp;approach can be alternative way to improve science process skills of children aged 5-6 years old. The&nbsp;improvement of the science basic science can be demonstrated through observing, comparing, classifying,&nbsp;measuring and communication.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Penggunaan Kondom untuk Pencegahan Pms pada Wps di Lokalisasi Kabupaten Semarang Susanti, Rini; Nirmasari, Chichik
Jurnal Keperawatan Maternitas Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Keperawatan Maternitas
Publisher : Jurnal Keperawatan Maternitas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit menular seksual (PMS) merupakan salah satu penyakit menular yang menjadi permasalahan kesehatan global karena pola penyakitnya hampir terjadi di semua negara. Hasil survey perilaku BPS dan depkes 2003 dalam Yanti (2011) menunjukkan bahwa kurang dari 10% pelanggan yang memakai kondom secara konsisten pada transaksi seks. Padahal berdasarkan estimasi Depkes (2003) dari 190.000-270.000 WPS saja sudah tejadi 7-10 juta transaksi seks per tahun sehingga dapat diperkirakan berapa banyak transaksi seks yang terjadi bila jumlah WPS lebih dari itu, dan dapat dibayangkan berapa jumlah transaksi seks yang beresiko menularkan PMS dengan tingkat penggunaan kondom yang rendah (kurang dari 10%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang Faktor – faktor yang berhubungan dengan penggunaan kondom untuk pencegahan PMS pada WPS dilokalisasi Kabupaten Semarang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian analisis komparatif dengan pendekatan crossectioan untuk mencari beberapa faktor yang berhubungan dengan penggunaan kondom untuk pencegahan PMS, dengan jumlah sampel 90 orang WPS yang dilakukan dengan metode wawancara untuk mengetahui persepsi, sikap dan ketersediaan fasilitas kondon yang menunjang perilaku pencegahan PMS. Sebagian bagian besar persepsi WPS mengenai penyakit menular seksual dalam kategori kurang yaitu sebanyak 47 responden (52,2%).Sebagian besar faktor sikap WPS terhadap tindakan penggunaan kondom untuk pencegahan PMS di lokalisasi kabupaten Semarang dalam kategori baik sebanyak 53 responden (58,9%). Sebagian besar ketersediaan fasilitas yang menunjang perilaku pencegahan PMS di Lokalisasi Kabupaten Semarang dalam kategori selalu sebanyak 72 responden (80,0%). Sebagian besar penggunaan kondom yang menunjang perilaku pencegahan PMS pada WPS di lokalisasi kabupaten Semarang dalam kategori jarang sebanyak 37 responden (41,1%). Tidak ada hubungan persepsi WPS dengan tindakan penggunaan kondom untuk pencegahan PMS pada WPS di lokalisasi kabupaten Semarang (p value: 0,859). Ada hubungan sikap terhadap pencegahan PMS dengan tindakan penggunaan kondom untuk pencegahan PMS pada WPS di Lokalisasi kabupaten Semarang (p value: 0,002). Ada hubungan ketersediaan fasilitas/sarana (kondom) dengan tindakan penggunaan kondom untuk pencegahan PMS pada WPS kabupaten Semarang (p value: 0,000)
Pelayanan Klinik Voluntary Counseling and Testing (VCT) di Rumah Sakit Umum Daerah Ambarawa Kabupaten Semarang Tahun 2017 Susanti, Rini; Sari, Kartika
Indonesian Journal of Midwivery (IJM) Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.174 KB)

Abstract

Voluntary Counseling and Testing (VCT) merupakan salah satu strategi kesehatan masyarakat yang dilakukan untuk menangani penyebaran HIV/AIDS (Depkes, 2006). VCT perlu dilakukan karena merupakan pintu masuk untuk menuju keseluruh layanan HIV/AIDS, dapat memberikan keuntungan bagi klien dengan hasil tes positif maupun negative dengan vokus pemberian dukungan terapi ARV (Anti Retroviral), dapat membantu mengurangi stigma di masyarakat, serta dapat memudahkan akses keberbagai layanan kesehatan maupun layanan psikolososial yang dibutuhkan klien. Bagaimana pelayanan Klinik VCT/CST di RSUD Ambarawa Kabupaten Semarang dilihat dari Pelayanan klinik VCT dan Fasilitas Sarana Prasarana. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Metode analisis menggunakan deskriptif analisis. Sebanyak 0.97 % responden menilai sarana dan prasarana Klinik VCT yang dinilai baik adalah papan nama atau papan petunjuk ruangan/klinik sudah jelas, terdapat ruang tunggu yang nyaman, ruang tunggu terdapat kotak saran, ruang tunggu tersedia meja dan kursi yang nyaman, jam layanan konseling dan testing sesuai dengan jam kerja di rumah sakit,dan jam layanan konseling dan testing buka setiap hari,sebanyak 1% responden menilai layanan Klinik VCT/CST yang dinilai baik adalah penampilan petugas terlihat rapi, dan penampilan petugas terlihat bersih. Sarana dan prasaran Klinik VCT secara umum sudah baik. Sarana dan prasarana yang masih kurang yaitu belum tersedianya jam layanan VCT pada sore hari, pintu masuk ruangan konseling masih sama dengan pintu keluar.Layanan VCT secara umum sudah berjalan lancar namun beberapa kendala yang masih dihadapi yaitu dari segi konselor, dibutuhkan jumlah konselor yang cukup agar layanan dapat dilakukan dan pasien tidak menunggu lama.