Articles

Found 23 Documents
Search

Prediksi Penjualan Sepeda Motor Merek X di Kabupaten dan Kotamadya Malang dengan Metode Peramalan Hirarki

Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.474 KB)

Abstract

Kabupaten dan Kotamadya Malang merupakan wilayah dengan penjualan sepeda motor merek “X” yang tinggi di Jawa Timur. Sepeda motor merek “X” merupakan motor yang paling diminati masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi penjualan sepeda motor merek “X” di Kabupaten dan Kotamadya Malang dengan menggunakan metode peramalan hierarki. Ada dua pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan top-down dan bottom-up. Pada pemodelan di level 1 dengan pendekatan top-down, diketahui bahwa penjualan tahunan sepeda motor merek “X” di Kabupaten dan Kotamadya Malang masing-masing dipengaruhi oleh Jumlah Penduduk Usia produktif dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita. Metode peramalan hierarki terbaik untuk memprediksi penjualan sepeda motor merek “X” di Kabupaten Malang adalah dengan pendekatan bottom-up, sedangkan di Kotamadya Malang dengan pendekatan top-down berdasarkan proporsi peramalan (FP) untuk jenis matic, sedangkan untuk jenis cub dan sport masing-masing berdasarkan proporsi data Histori 2 (HP2) dan data Histori 1 (HP1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penjualan sepeda motor merek “X” jenis cub cenderung menurun, sedangkan penjualan jenis matic dan sport cenderung naik.

TEACHING READING COMPREHENSION DESCRIPTIVE TEXT BY COMBINING POLAR OPPOSITES STRATEGY AND SQ4R (SURVEY, QUESTION, READ, RECORD, RECITE AND REVIEW) STRATEGY ATJUNIOR HIGH SCHOOL

Pendidikan Bahasa Inggris Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Bahasa Inggris Genap 2012-2013
Publisher : Pendidikan Bahasa Inggris

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK             Reading adalah salah satu keterampilan yang harus dimiliki oleh siswa selain listening, speking dan writing. Reading dapat meningkatkan pengetahuan siswa terhadap banyak hal. Namun sebagian besar siswa mengalami kendala dalam proses pembelajaran reading, diantaranya kurangnya kemampuan siswa dalam mengutarakan pendapatnya di sesi diskusi dan kurangnya pemahaman mereka terhadap teks bacaan. Kesulitan yang dialami siswa ini, disebabkan oleh beberapa faktor, seperti guru hanya menggunakan satu strategi dalam proses pembelajaran dan tidak adanya kegiatan yang bisa memancing siswa untuk mengutarakan pendapatnya. Oleh karena itu, guru harus menggabungkan dua stategi dalam proses pembelajaran. Polar Opposite and SQ4R Strategy” adalah strategi yang cocok untuk digabungkan dalam mengatasi masalah tersebut. “Polar Opposite and SQ4R Strategy” merupakan strategi yang digunakan dalam pengajaran teks descriptive, penggabungan dua strategi ini dapat memancing siswa untuk mengutarakan pendapatnya dan memahami teks bacaan. Dalam penerapannya, pertama, guru diharapkan memilih topik yang mudah dipahami oleh siswa agar memudahkan siswa untuk menemukan informasi yang terkandung dari teks. Selanjutnya, guru menyajikan sebuah kegiatan yang memancing siswa untuk mengutarakan pendapatnya dengan mengembangkan lima pertanyaan polar opposites dengan lima garis diantara bagian positif dan negative, kemudian siswa diminta membubuhkan tanda (√) pada  bagian yang menurut mereka benar dan guru menanyakan alasan siswa. Selain itu, guru meminta siswa melakukan survei secara cepat terhadap teks untuk menemukan ide pokok dari teks tersebut. Kemudian, siswa diminta oleh guru untuk menulis beberapa pertanyaan setelah melakukan survei terhadap teks. Selanjutnya, guru meminta siswa membaca teks secara intensif dan siswa harus menulis jawaban dari pertanyaan yang mereka tulis sebelumnya setelah membaca teks. Terakhir, siswa diminta membuat catatan sesuai pemahaman mereka terhadap teks.Dapat disimpulkan bahwa penggabungan strategi ini dapat bermanfaat bagi guru Bahasa Inggris dalam pembelajaran reading agar cara mengajar mereka lebih menarik. Selain itu, strategi ini dapat memancing siswa untuk mengutarakan pendapat mereka dan memahami teks bacaan. 

Peran Dokter sebagai Saksi Ahli Di Persidangan

Jurnal Kesehatan Andalas Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.189 KB)

Abstract

AbstrakPemanfaatan ilmu kedokteran forensik dalam penegakan hukum serta keadilan membutuhkan dokter sebagai saksi ahli medis di persidangan. Saksi ahli pada dasarnya adalah seseorang yang memiliki pengetahuan, pengalaman dan keahlian khusus sebagai dasar dalam memberikan keterangan ahli suatu perkara pidana. Kewajiban dokter untuk membuat keterangan ahli diatur dalam Kitab Undang-undang Acara Pidana dan dalam etika kedokteran. Kehadiran dokter sebagai saksi ahli dapat diminta oleh jaksa penuntut ataupun penasehat hukum tersangka atas persetujuan hakim. Dokter dapat menjadi saksi fakta (dokter yang merawat) atau saksi pendapat (ahli independen) tergantung keterangan yang dibutuhkan pengadilan. Dalam memberikan keterangan ahli, dokter harus mengikuti ketentuan yang berlaku di persidangan Indonesia, sehingga penting bagi dokter untuk mengetahui tata cara dan sikap dokter sebagai saksi ahli dan mengikuti pedoman menjadi saksi ahli kedokteran.Kata kunci: Dokter sebagai aksi ahli, dasar hukum, persidangan, pedoman saksi ahliAbstractThe utilization of forensic medical science in law enforcement and justice requires a medical doctor as an expert medical witness in court. An expert witness is basically a person who has knowledge, experience and special skill as a basis in providing expertise which is caused a criminal. The obligation of the doctor to make expert explanation is arranged in the book of the law in the crime and in medical ethics.The presence of the doctor as an expert witness can be requested by the prosecutor or the lawyer of the suspect upon approval the judge. Doctors can be as a witness of fact (the treating doctor) or as a witness of opinion (the independent expert witness), depending on the information needed at the court. In providing expert information, the doctor should follow the applicable provisions in Council of Indonesia, so it is important for the doctor to know the ordinances and the attitude of doctors acting as medical witnesses.Keywords: Doctors as medical expert witnesses,legal basis, court, guidelines for expert witness.

Gambaran Format dan Tata Cara Pengeluaran Surat Keterangan Kematian pada Rumah Sakit di Kota Padang

Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.699 KB)

Abstract

AbstrakKematian adalah siklus kehidupan yang pasti dilalui oleh setiap manusia. Kematian pada manusia berakibat hilangnya berbagai hak dan kewajiban sosial serta hukum yang tadinya dimiliki oleh yang bersangkutan semasa hidupnya. Perlu adanya surat keterangan kematian untuk digunakan oleh keluarga yang ditinggalkan dan untuk kepentingan data epidemiologi. Surat keterangan kematian sudah diatur oleh Kementerian Kesehatan dalam hal format dan tata cara pengeluarannya, namun dalam pelaksanaanya masih banyak rumah sakit yang tidak menaati peraturan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan format dan tata cara pengeluaran surat keterangan kematian antara rumah sakit di Kota Padang dan Peraturan Kementerian Kesehatan. Ini merupakan penelitian deskriptif dengan mengambil data dari semua rumah sakit umum yang berada di Kota Padang. Jumlah sampel untuk penelitian ini berjumlah 12 rumah sakit. Hasil penelitian didapatkan rata-rata persentase kesesuaian format surat keterangan kematian di rumah sakit Kota Padang adalah 38%. Tata cara pengeluaran surat keterangan kematian di rumah sakit di Kota Padang sebagian besar belum mengikuti standar dari Kementerian Kesehatan. Kesimpulan penelitian ini adalah sebagian besar rumah sakit umum di Kota Padang belum mengikuti standar dari Kementerian Kesehatan.Kata kunci: surat keterangan kematian, kementerian kesehatan AbstractDeath is the definite life cycles that must be passed through by  human being. Result from death in humans is loss of various rights and social and legal obligations that had been owned by the respective lives. It needs a death certificate to the bereaved family and  the benefit of epidemiological data. The certificate of death is regulated by the Ministry of Health in terms of the format and procedures for expenditure, but  the implementation are still many hospitals that do not comply with these regulations. The objective of this study was to compare the formats and procedures for the issuance of a death certificate between hospital in Padang and the Ministry of Health regulations. This is a descriptive study that got data from all public hospitals in the city of Padang. The samples for this study were 12 hospitals. The results showed the average percentage of conformity certificate format in hospital mortality was 38%. The procedures for the issue of a death certificate in the hospital in Padang largely have not followed the standards from the Ministry of Health. The conclusion of this study is the most common hospital in Padang have not followed the standards of the Ministry of Health. Keywords: death certificate, ministry of health

Gambaran Golongan Sekretor dan Nonsekretor yang Diperiksa Melalui Saliva Mahasiswa Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Medicine Andalas University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.681 KB)

Abstract

Abstrak             Kasus kriminal di Indonesia setiap tahunnya cenderung mengalami peningkatan. Salah satu identifikasi yang dilakukan untuk membantu mengetahui pelaku kriminal adalah dengan memeriksa golongan darah. Golongan darah dapat diperiksa langsung bila di tempat kejadian perkara (TKP) terdapat noda atau bercak darah, tetapi dalam beberapa kasus kriminal biasanya cairan yang ditemukan adalah air ludah (saliva) dalam bentuk basah ataupun kering. Pemeriksaan golongan darah melalui saliva bisa dilakukan apabila orang tersebut termasuk golongan sekretor tetapi tidak bisa diperiksa apabila termasuk golongan nonsekretor. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui persentase golongan sekretor dan nonsekretor mahasiswa pendidikan dokter Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Ini merupakan penelitian deskriptif observasi dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa pendidikan dokter Fakultas Kedokteran Universitas Andalas sebanyak 54 orang. Cara pengambilan sampel adalah dengan simple random sampling. Data mengenai golongan sekretor dan nonsekretor didapatkan melalui pemeriksaan saliva dengan metode absorpsi inhibisi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 42 orang (78%) termasuk golongan sekretor dan 12 orang (22%) termasuk golongan nonsekretor. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa distribusi golongan sekretor lebih besar daripada golongan nonsekretor pada mahasiswa pendidikan dokter Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.Kata kunci: nonsekretor, saliva, sekretor Abstract             Criminal cases in Indonesia tends to increase each year. One of the identification is being to help find criminal is by checking the blood type. Blood type can be checked directly on the scene when there are stains or spots of blood, but in some cases the criminal is usually found saliva in wet or dry form. Blood type through saliva can be done if the person have secretor but can not be checked if including non-secretor. The objective of this study was to determine the percentage of secretors and non-secretor class on the student Medical Faculty of Andalas University. This study was an observational descriptive study with cross-sectional design. The population were 54 students Medical Faculty of Andalas University which choosen by simple random sampling. Data on group secretor and non-secretor saliva obtained through examination of the absorption inhibition method.The results showed that 42 people (78%) that are secretor and 12 people (22%) including non-secretors. Based on these results it can be concluded that the distribution of secretor groups larger than non-secretors in the student of Medical Faculty Andalas University.Keywords: non-secretor, saliva, secretor

PENGARUH PENERAPAN STRUKTUR ORGANISASI DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP EFEKTIVITAS ORGANISASI PADA PT. ACE JAYA PROTEKSI CABANG PEKANBARU

Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Ekonomi Vol 2, No 2 (2015): Wisuda Oktober 2015
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Ekonomi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study held in PT. ACE Jaya Proteksi Pekanbaru branch. The aim is to analyze the influence of organizational structure and culture to organizational effectiveness. Population are all employees, consist of 49 employees that selected by cencus method. Data analyzed by using descriptive and multiple linearregression analysis assisted by SPSS 22 for windows. The study reveals that both organizational structure and culture significantly influence organizational effectiveness either partially or simultaneously. Organizational culture has the stronger effect to organizational effectiveness rather than organizational structure. It is recommended to enhance organizational effectiveness by implementing a more appropriate structure and encouraging the stronger implementation of organizational culture.Keywords: Organizational Structure, Culture and Effectiveness

Perancangan Jaringan Gigabit Passive Optical Network di UIN Suska Riau

Seminar Nasional Teknologi Informasi Komunikasi dan Industri 2018: SNTIKI 10
Publisher : UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.187 KB)

Abstract

Dalam rangka menuju World Class University (WCU), UIN Suska Riau perlu melakukan pengembangan jaringan optik agar dapat memberikan layanan komunikasi yang lebih baik bagi civitas acamedica di lingkungan kampus UIN Suska Riau. Arsitektur jaringan yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan teknologi Gigabit Passive Optical Network (GPON), karena lebih efisien dan dapat menyediakan layanan triple play service overlay (video, data, voice). Hasil rancangan jaringan GPON di kampus UIN Suska Riau memenuhi persyaratan power budget dan memiliki performansi yang sangat baik terhadap parameter Bit Error Rate. Redaman total rata-rata yang diperoleh dari hasil rancangan adalah 19,45 dB, sedangkan safety margin diperoleh sebesar 9,55 dB. Nilai BER untuk layanan komunikasi suara dan data berkisar antara 2,42 x 10-235 sampai dengan 0, sedangkan untuk layanan video berkisar antara 2,56 x 10-293 sampai dengan 1,08 x 10-310.

Perbedaan Perlukaan Genitalia Perempuan Berdasarkan Posisi Persetubuhan Diluar Perkawinan di RSUP Dr. M. Djamil Padang Tahun 2010-2012

Jurnal Kesehatan Andalas Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.96 KB)

Abstract

AbstrakPersetubuhan diluar perkawinan menjadi suatu masalah di pengadilan karena banyaknya perbedaan pendapat mengenai perlukaan selaput dara. Penelitian ini dilakukan untuk membuktikan perbedaan perlukaan selaput dara tersebut yang dilakukan di RSUP Dr. M. Djamil Padang, mencakup karakteristik korban, perlukaan selaput dara, perlukaan dibagian tubuh lain, dan hubungan perlukaan berdasarkan posisi persetubuhan. Penelitian ini bersifat analitik. Sampel sebanyak 81 responden yang telah mengalami persetubuhan diluar perkawinan. Data diambil dari Bagian Forensik RSUP Dr. M. Djamil Padang periode bulan Juli 2010 sampai dengan Juli 2012. Data diolah dengan menggunakan program komputer dan dianalisis melalui uji chi square. Dari 81 subjek penelitian ditemukan hasil tertinggi berupa usia korban adalah 12-18 tahun (62%), pekerjaan sebagai pelajar (56%), alamat berada di Kecamatan Koto Tangah (20%), hubungan korban dengan pelaku sebagai pacar (48%), perlukaan selaput dara pada arah jarum jam selain 5 dan 7 (47%), tidak tampaknya tanda-tanda kekerasan dibagian tubuh lain (81%). Dari uji chi square didapatkan nilai p = 0,585 dengan demikian Ha penelitian ditolak (p>0,05). Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak terdapatnya hubungan yang signifikan antara perlukaan selaput dara dengan posisi persetubuhan diluar perkawinan.Kata kunci: Persetubuhan, selaput dara, perlukaanAbstractNon marital sexual activity has been being a big issues on the court because there are contradictions argument about wounded hymen. This research is conducted to prove the difference of that wound occurs in public hospital of dr.M.Djamil Padang, including the victim’s character, hymen’s injury, another injury in other parts body, and the connection of each injuries based on intercourse position. This research having an analitical nature. 81 respondents of sample who done non marital sexual activity. The data taken from Forensics division of RSUP dr.M.Djamil Padang for period of July 2010 to July 2012. The data be treated with computer program and analyzed by chi square test. From 81 subjects of research found the highest result are the age of victim in range 12-18 years old (62%), the occupation as a student (56%), the address in Koto Tangah sub district (20%), the relation of victim and executants as a boyfriend (48%), wounded hymen injured in except area 5 and 7 (47%), no other visible injuries due to violation in other parts of the victim’s bodies (81%). From chi square test, the vale of p=0,585 as the result and the conclusion this research of Ha rejected (p>0,05)]. The conclusion of this research, there is no significant relationship between wounded hymen injured with non marital sexual activity.Keywords:sexual intercourse, hymen, injury

Hubungan Tingkat Pengetahuan Dokter dengan Kualitas Visum et Repertum Perlukaan di Rumah Sakit Wilayah Sumatera Barat Periode Januari 2011 sampai Desember 2012

Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.543 KB)

Abstract

Abstrak Visum et Repertum (VeR) perlukaan ialah salah satu bentuk VeR untuk korban hidup yang berguna sebagai alat bukti pengganti tubuh korban yang dibuat oleh seorang dokter sesuai permintaan tertulis dari penyidik. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas VeR perlukaan salah satu nya tingkat pengetahuan dokter. Tujuan penelitian ini adalah menyelidiki hubungan antara tingkat pengetahuan dokter dengan kualitas VeR perlukaan. Metode penelitian menggunakan desain cross sectional study di delapan rumah sakit di wilayah Sumatera Barat yangmemenuhi kriteri inklusi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner yang dikembangkan sendiri dan teknik skoring kualitas VeR dari FKUI. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa rerata tingkat pengetahuan dokter sebesar 57.05% (cukup) dan rerata kualitas VeR perlukaan sebesar 19.67% (buruk). Hasil analisis bivariat denganmenggunakan uji korelasi produk moment diperoleh hasil tidak ditemukan adanya hubungan antara tingkat pengetahuan dokter dengan kualitas VeR perlukaan p = 0.485 (p > 0,05). Tidak terdapatnya hubungan dikarenakan setiap rumah sakit memiliki suatu format untuk membuat VeR perlukaan. Penelitian yang akan datang dapat menganalisis faktor lain yang mempengaruhi kualitas VeR dan instansi terkait diharapkan dapat memperbaiki pengarsipan, meningkatkan pengetahuan dokter terkait VeR dan menyediakan buku pedoman penulisan VeR. Kata kunci: tingkat pengetahuan, kualitas VeR, VeR perlukaanAbstract Visum et Repertum (VeR) of injury is a form of VeR for living victim used as the evidence to represent the victim’s body which is made by a doctor according to the written request from investigating officer. There are several factors influencing the quality of Ver of injury, one of which is the doctor’s knowledge level. The objective of this study was to investigate the relation between doctor’s knowledge level and the quality of VeR of injury by using Cross Sectional Study method. This study was conducted at eight hospitals in West Sumatera region that met the inclusion criteria. The research instruments used were the questionnaire developed by the reseacher and the quality scoring technique from Faculty of Medicine University of Indonesia. The results of this research showed that the average of doctor’s knowledge level was 57.05% (fair) and the average of VeR of injury quality was 19.67% (bad). The result of bivariat analysis by using product moment correlation test showed that there is no any relation between doctor’s knowledge level and the quality of VeR of injury p = 0.485 (p> 0,05). The relation was absent because every hospital has its own form in making the VeR of injury. It is recommended for the future study to analyse other factors influencing the quality of VeR of injury dan hopefully this study can be useful for improve archiving, increase doctor’s knowledge level and provide VeR manuals book. Keywords: knowledge level, quality of VeR, VeR of injury

Gambaran Pola Dermatoglifi pada Ujung Jari Tangan Penderita Penyakit Hipertensi Esensial di Kota Padang Tahun 2014

Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.979 KB)

Abstract

Faktor genetik telah dibuktikan di dalam berbagai penelitian, merupakan penyebab penyakit hipertensi esensial dan diyakini dengan melihat dermatoglifinya dapat diperkirakan kemungkinan seseorang terkena penyakit ini. Beberapa penelitian telah mendapatkan hasil signifikan untuk pola loop dan whorl sebagai pola penanda kemungkinan hipertensi esensial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pola dermatoglifi pada penderita hipertensi esensial. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif terhadap 100 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan mengoleskan tinta berwarna gelap pada ujung jari tangan dan dicetakkan di atas kertas dengan cara digulingkan. Subjek penelitian ini telah didiagnosis hipertensi esensial oleh dokter. Hasil penelitian didapatkan bahwa penderita hipertensi esensial terbanyak pada kelompok umur 51-60 tahun. Frekuensi pola tertinggi adalah pola loop (50,2%). Frekuensi tertinggi total sulur rata-rata terdapat lebih dari 20 sulur (31%). Jumlah triradius normal dan berfungsi sebagai patokan dalam menghitung jumlah sulur. Penelitian ini memperlihatkan bahwa frekuensi tertinggi didapat adalah pola loop, tingginya jumlah sulur rata-rata dan jumlah triradius normal pada penderita hipertensi esensial.