Articles

Found 9 Documents
Search

Beda Pengaruh Latihan Mckenzie Dengan William Flexi Terhadap Peningkatan Lingkup Gerak Sendi Lumbal Pada Low Back Pain Miogenik. Susanti, Nur
Pena Jurnal Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Vol 1, No 1 (2010): Pena Jurnal Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Vol: 1, No: 1 edisi Maret 2010
Publisher : Pena Jurnal Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Low Back Pain miogenik berhubungan dengan stress / strain otot-otot punggung, tendon dan ligamen yang biasanya ada bila melakukan aktivitas sehari-hari secara berlebihan, seperti mengangkat beban berat dengan cara yang salah,posisi berdiri/duduk lama cara yang salah. Nyeri bersifat tumpul, intensitas bervariasi seringkali menjadi kronik, dapat terlokalisir atau meluas sekitar glutea. Nyeri ini tidak disertai parestesi, defisit neurologi. Bila batuk atau bersin nyeri tidak menjalar ke tungkai. Masalah nyeri pinggang yang timbul akibat aktifitas yang berlebihan dalam waktu lama akan menyebabkan ketegangan padaotot, nyeri, keterbatasan mobilitas sendi lumbal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada beda pengaruh latihan Mckenzie dengan William flexi terhadap peningkatan lingkup gerak sendi lumbal low back pain miogenik. Desain penelitian yang dipakai adalah quasi experiment dengan pre and post test design whitout control dengan jumlah sampel 24 orang. Hasil analisis data statistic non parametric dengan metode Wilcoxon Signed Ranks Test dan Mann Whitney Test dengan bantuan komputer Program SPSS Versi 11 diperoleh hasil wilcoxon p=0,000 < 0,05 maka H01 & H o2 ditolak yang berarti bahwa terdapat pengaruh yang signifikan baik latihan Mckenzie maupun William flexi terhadap peningkatan lingkup gerak sendi lumbal low back pain miogenik. Sedangkan untuk mengetahui perbedaan peningkatan Linkup gerak sensi lumbal antara perlakuan mckenzie dan william flexi menggunakan Mann Whitney didapatkan nilai p=0,176>0,05 yang berati tidak ada pengaruh yang signifikan antara kedua latihan tersebut. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak ada penagaruh yang signifikan antara perlakuan mckenzie dan william flexi terhadap peningkatan lingkup gerak sendi lumbal pada low back pain miogenik.   Kata Kunci : LGS flexi & extensi, Low Back Pain Miogenik, Mckenzie & William flexi.  
ANALISIS PROBLEM STRUCTURING SECARA BERTINGKAT PROGRAM REVITALISASI POSYANDU DI KECAMATAN WONOKERTO KABUPATEN PEKALONGAN Yuniarti, Yuniarti; Susanti, Nur
Pena Jurnal Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Vol 21, No 1 (2011): Pena Jurnal Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi, September 2011
Publisher : Pena Jurnal Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to arrange the structuring problems of Posyandu revitalization program. The method of the study is stepping qualitative analysis method; problems finding, problems grouping, problems specification, and problems understanding. The method of collecting data used is hierarchy method in each problem. The research informant is the head of Wonokerto Public Health Center and Posyandu representative in random sampling. The units of analysis are the time series of Posyandu in the last three years, the result of the interview with the informant, and the result of observation in Posyandu services. The result of the study shows that the structuring revitalization program consists of three aspects; input, process, and out put. In the aspect of input shows that the number of Posyandu representative is increasing by the integration of representative groups, almost all Posyandu have facilities and adequate amount of medicine to support the services, all of Posyandu representative have been trained but the activeness is still law, the public funding can support the work of Posyandu, the other support by Universities, and PKK participation. In the aspect of process shows that the number of representative trainings has increased, there are only basic services and there is no additional service, the involvement of public is not significant but the number of visit has increased, and the survey of children growth is held by Posyandu representative. The aspect of out put shows that the increasing of diseases problems finding by the house visitation, such as; ISPA, mal-nutrient, and hydrocephalus. Key words: Stepped Structuring Problems, Posyandu Revitalization Problems
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA ANAK CEREBRAL PALSY DENGAN KONDISI CONGENITAL TALIPES EQUINO VARUS MENGGUNAKAN METODE NEURO DEVELOPMENT TREATMENT Lazimah, Lazimah; Susanti, Nur
Pena Jurnal Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Vol 25, No 1 (2013): JURNAL ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI Edisi September 2013
Publisher : Pena Jurnal Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Congenital talipes equino varus or usually called by club foot is deformity that commonly occured in children. The factor which affect occuring CTEV at cerebral palsy is disturbance for intrauterine mechanical which caused aberration of fetus development during pregnancy. Problems regarding condition of Cerebral palsy with CTEV is limited of base of support so the kid will obtain disturbance in functional ability specially for self balancing in standing and walking. Because this matter also supported by postural control required skin touch of foot. Intervention including all of phisiotherapy measurement that is an examination for spasticity by Asworth Scale, an examination for identifying  in serious condition of CTEV by the pirani scoring system and an examination for functional ability by Gross Motor Functional Measurement (GMFM). In this case to contend the problems above may used modality sort of Neuro Development Treatment. From the result obtained. It can concluded that use of NDT can help reduce the problems that arise in this case. Key words : Congenital Talipes Equino Varus, Cerebral Palsy and  Neuro Development Treatment.
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI ULTRA SOUND DAN TERAPI LATIHAN PADA KASUS CARPAL TUNNEL SYNDROME SINISTRA DI RSUD PROF. Dr. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO Utama, Vega Indra; Susanti, Nur
Pena Jurnal Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Vol 26, No 1 (2014): PENA Maret 2014
Publisher : Pena Jurnal Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Carpal tunnel syndrome is a symptom that occurs due to the emphasis on N. The median is the cause of repetitive motion or trauma. The objectives to be achieved, namely, reduce pain, increase range of motion, increase muscle strength,  and enhance the functional activity of the patient. The objectives are: increase muscle strength in the left wrist area, increase range of motion left wrist, and  restore  functional  activity  with  respect  to  the  functional  activity  of  the  left  hand.In helping to overcome  these problems can be  used  modalities of ultrasound physiotherapy and exercise therapy. And the results obtained at the end of therapy include: increased muscle strength, increase range of motion, and the enhancement of functional activity.   Based therapy is carried out for 6 times to get the following results: (1) an increase in muscle strength of dorsal flexion of T1 to T6 = 4 = 5, Palmar flexion T1 to T6 = 3 = 4, (2) an increased range of motion Active dorso palmar flexion T1 = 50 º -0 º -55 º to T6 = 50 º -0 º -60 º.Keywords:  Carpal  Tunnel  Syndrome  Sinistra  with  U.S.  modalities  (ultra  sound)  and  exercise therapy.
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KONDISI DEVELOPMENT DELAYED(DD) DENGAN METODE PLAY EXERCISE Susanti, Nur; Mahendra, Surya
Pena Jurnal Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Vol 27, No 1 (2014): PENA September 2014
Publisher : Pena Jurnal Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Delayed development (DD) is dropping significantly on the physical, cognitive,behavioral, emotional, or social development of a child when compared with normal children hisage are caused by heredity, the childs condition, pregnancy, birth, poor nutrition, psychological,lack of motivation and stimulation that is progressive if not handle dimmediately. Problems facedin DD conditions is a decrease inpostural tone, limited functional capabilities up and running. Foreffective and efficien thandling, it would require the examination of growth and development withDDST examinations, examination of muscle streng thand postural tone with XOTR scale, sensoryexamination and functional ability with the GMFM. To address these problems, the technologyused is physiotherapy interventions play a pre-play exercise exercise with standing table, sensory,tactile, and implementation neurostrukture play exercise.  Keywords : delayed development (DD), play exercise.
Beda Pengaruh Latihan McKenzie Dengan William Flexi Terhadap Peningkatan Lingkup Gerak Sendi Lumbal Pada Low Back Pain Miogenik Susanti, Nur
Pena Jurnal Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Vol 1, No 1 (2010): Pena Jurnal Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Vol: 1, No: 1 edisi Maret 2010
Publisher : Pena Jurnal Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Low Back Pain miogenik berhubungan dengan stress / strain otot-otot punggung, tendon dan ligamen yang biasanya ada bila melakukan aktivitas sehari-hari secara berlebihan, seperti mengangkat beban berat dengan cara yang salah,posisi berdiri/duduk lama cara yang salah. Nyeri bersifat tumpul, intensitas bervariasi seringkali menjadi kronik, dapat terlokalisir atau meluas sekitar glutea. Nyeri ini tidak disertai parestesi, defisit neurologi. Bila batuk atau bersin nyeri tidak menjalar ke tungkai. Masalah nyeri pinggang yang timbul akibat aktifitas yang berlebihan dalam waktu lama akan menyebabkan ketegangan padaotot, nyeri, keterbatasan mobilitas sendi lumbal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada beda pengaruh latihan Mckenzie dengan William flexi terhadap peningkatan lingkup gerak sendi lumbal low back pain miogenik. Desain penelitian yang dipakai adalah quasi experiment dengan pre and post test design whitout control dengan jumlah sampel 24 orang. Hasil analisis data statistic non parametric dengan metode Wilcoxon Signed Ranks Test dan Mann Whitney Test dengan bantuan komputer Program SPSS Versi 11 diperoleh hasil wilcoxon p=0,000 < 0,05 maka H01 & H o2 ditolak yang berarti bahwa terdapat pengaruh yang signifikan baik latihan Mckenzie maupun William flexi terhadap peningkatan lingkup gerak sendi lumbal low back pain miogenik. Sedangkan untuk mengetahui perbedaan peningkatan Linkup gerak sensi lumbal antara perlakuan mckenzie dan william flexi menggunakan Mann Whitney didapatkan nilai p=0,176>0,05 yang berati tidak ada pengaruh yang signifikan antara kedua latihan tersebut. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak ada penagaruh yang signifikan antara perlakuan mckenzie dan william flexi terhadap peningkatan lingkup gerak sendi lumbal pada low back pain miogenikKeyword : LGS flexi & extensi, nyeri otot pinggang bawah, Mckenzie & William flexi.
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KONDISI LOW BACK PAIN SPONDILOSIS LUMBAL DENGAN MODALITAS TRANSCUTANEOUS ELECTRICAL NERVE STIMULATION DAN WILLIAM FLEKSI EXERCISE DI RSUD BENDAN KOTA PEKALONGAN Pasha, Martharina Friska; Susanti, Nur
Pena Jurnal Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Vol 28, No 1 (2015): PENA Maret 2015
Publisher : Pena Jurnal Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Low back pain is a syndrome characterized by major symptoms of pain or a feeling of discomfort in the lower back region and the surrounding bone. Spondyloarthropathy derived from the Greek word for spine. Lumbar spondylosis may imply changes in the spinal joints, characterized by increasing degeneration of the intervertebral discfollowed by changes in bone and soft tissue, or it can mean an overgrowth of bone (osteophytes), which are mainly located in the anterior aspect, lateral, and posterior sometimes from the edge of the superior and inferior vertebrae centralis (corpus). To provide an effective and efficient treatment, then performed a physiotherapy management. Implementation includes any action that checks physiotherapy pain with Sekala Five Story, spasme examination by palpation, examination by range of motion with the midline, and checks the value of muscle strength with Manual MuscleTesting (MMT). In this case to overcome the problems above can be used modality Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation in the form of William Flexes And Exercise. After therapy six times, in getting results in a decrease in tenderness, and pain of motion, increase muscle strength in the trunk region, and increase range of motion in the trunk region. Evaluation on the sixth therapy for functional activity using oswestryability disability index showed an increase infunctional activity. Keywords :  Low Back Pain Spondilosis Lumbal, Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation and William Flexion Exercise
IbM KELOMPOK IBU PKK KELURAHAN BANYURIP ALIT KECAMATAN PEKALONGAN SELATAN DAN KELURAHAN KEPATIHAN KECAMATAN WIRADESA Wibowo, Dwi Edi; Oktaviani, Nila; Susanti, Nur; Maheswara, Andung
ABDIMAS UNWAHAS Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/abd.v2i2.2100

Abstract

Kondisi 2 (dua) mitra yaitu Kelurahan Banyurip Alit dan Kelurahan Kepatihan. Permasalahan dalam pengabdian masyarakat ini adalah pendidikan hukum yang masih rendah, kebutuhan air bersih yang masih kurang, masyarakat belum bisa menerapkan posisi atau sikap yang baik pada saat bekerja maupun beraktifitas dalam kehidupan sehari-hari yang mengakibatkan nyeri pinggang, potensi terjadinya stroke yang bisa dipengaruhi oleh banyak faktor salah satunya kondisi pekerjaan, lingkungan dan gaya hidup, metode yang digunakan untuk menyelesaikan masalah tersebut menggunakan metode penyuluhan hukum tentang perlindungan konsumen, anti korupsi, pendidikan karakter, pelatihan penjernihan air dengan biji kelor, penyuluhan dan pelatihan fisioterapi mengenai sikap duduk yang benar saat bekerja untuk menghindari nyeri pinggang, ceramah dan diskusi, simulasi dalam pencegahan penyakit stroke. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberdayakan masyarakat supaya masyarakat berdaya dalam bidang hukum dan kesehatan, sehingga mereka bisa hidup lebih sehat dan melek hukum.Kata Kunci : Ibu PKK, Penyuluhan Hukum, Pelatihan Kesehatan
IbM KELAS IBU HAMIL PONDOK BERSALIN AS-SYAKIRA KABUPATEN PEKALONGAN DAN RUMAH BERSALIN BHAKTI IBU KOTA PEKALONGAN Susanti, Nur; Wulandari, Irine Dwitasari; Ristiawati, Ristiawati
ABDIMAS UNWAHAS Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/abd.v4i1.2688

Abstract

Kelas ibu hamil merupakan salah satu bentuk pendidikan parental yang dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil. Tujuan dari kegiatan ini adalah agar masyarakat (ibu hamil) memiliki pemahaman tentang kebutuhan senam hamil, senam varises, dan edukasi seks aman ketika hamil, serta dapat membuat atau menyiapkan makanan pendamping ASI bagi buah hatinya. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan dan pelatihan di kelas ibu antara lain senam ibu hamil, senam varises, edukasi seks aman bagi ibu hamil, dan pelatihan pembuatan Makanan Pendamping Air Susu? Ibu (MP-ASI), supaya masyarakat (ibu hamil) bisa langsung berinteraksi dengan Perguruan Tinggi dan saling bersinergis. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dicapai 80% berhasil dengan kriteria baik, maksudnya terdapat perubahan sikap dan paradigma masyarakat (kelas ibu hamil) setelah mengikuti sosialisasi kegiatan Iptek Bagi? Masyarakat (IbM), Sedangkan hasil 20% dari ibu-ibu yang memiliki kriteria cukup dimana kesulitan mengikuti praktek secara berurutan sesuai prosedur yang telah dijelaskan.Kata kunci : senam hamil, senam varises, seks ibu hamil, MP-ASI