Articles

Found 9 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN SUSU TERHADAP INDEKS MASSA TUBUH DAN KEPADATAN TULANG PUNGGUNG REMAJA PRIA

Jurnal Gizi dan Pangan Vol 2, No 1 (2007): Maret 2007
Publisher : Jurnal Gizi dan Pangan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.774 KB)

Abstract

Milk is the best source of calcium and many studies suggest that adolescence who drink milk or eat other dairy foods have stronger bones and better nutritional status. The objectives of this study were to determine effect of high calcium and fresh milk on nutritional status and bone density. Variables measured in this study were body mass index and bone density of trunk. Samples were 55 adolescent boys aged 17 to 19 years old (students of TPB IPB). The study was conducted at TPB IPB dormitory during four months. The design of this study was nested randomized design with two factors. Two kinds of milk (fresh milk and high calcium milk) and 3 levels of volume (250 ml, 500 ml, and 750 ml) were used. Results of the study indicated that high calcium milk consumption was able to increase body mass index and bone density of trunk. It was found that high calcium consumption showed very highly significant effect (P

PENGARUH TOPOGRAFI PADA KINERJA PENCEGAHAN DAN PENGAMANAN TERHADAP BAHAYA KEBAKARAN PADA BANGUNAN DAN LINGKUNGAN DI KOTA MANADO

MEDIA MATRASAIN Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi S1 Arsitektur, Jurusan Arsitektur, FT - UNSRAT Manado

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1933.747 KB)

Abstract

AbstrakResiko kebakaran pada bangunan dan lingkungan di Indonesia umumnya masih relatif tinggi, bahkan kebakaran bangunan seringkali terjadi secara massal, karena penjalaran api dari bangunan satu ke bangunan di sekitarnya. Barang tentu menimbulkan kerugian yang tidak sedikit, baik berupa hilangnya harta benda, dokumen bahkan keselamatan jiwa.Peraturan tentang pencegahan  dan pengamanan terhadap bahaya kebakaran kebanyakan membahas hal-hal yang sifatnya umum. Kondisi topografi di Manado dan Indonesia Timur pada umumnya merupakan perbukitan dan lembah, hingga kini nyaris belum dibahas. Penelitian ini dimaksudkan untuk meninjau seberapa besar “pengaruh topografi pada kinerja pencegahan dan pengamanan terhadap bahaya kebakaran pada bangunan dan lingkungan di Kota Manado”.Fenomena pembangunan pada lahan dengan kemiringan diatas 30% masih terus berlangsung, padahal lahan tersebut seharusnya diperuntukkan bagi konservasi lahan. Walaupun aturanya sudah jelas, namun kenyataan di lapangan masih sering terjadi pelanggaran karena terbatasnya lahan yang datar. Pada lahan dengan kemiringan di atas 30%  diperkirakan besarnya resiko kebakaran lebih tinggi karena sulitnya akses mobil pemadam kebakaran untuk menjangkau lokasi tersebut karena jalan yang  terjal. Sedangkan pada lahan dengan range kemiringan 30 % hingga 0 %,besarnya resiko kebakaran lebih banyak disebabkan oleh kepadatan bangunan.Kata Kunci: topografi, resiko kebakaran, bangunan dan lingkungan

KONSUMSI MINUMAN NUTRAFOSIN BERISI INULIN DAN FRUKTOOLIGOSAKARIDA (FOS) MENURUNKAN KADAR TRIGLISERIDA PENDERITA DISLIPIDEMIA

Jurnal AGROTEKNOLOGI Vol 5, No 2 (2011)
Publisher : Jurnal AGROTEKNOLOGI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.339 KB)

Abstract

Pangan memasok zat gizi, termasuk karbohidrat yang berfungsi utama menghasilkan energi untuk aktivitas internal dan eksternal. Beberapa jenis karbohidrat, seperti inulin (fruktan) dan fruktooligosakarida (FOS) telah terbukti mampu memodifikasi proses fisiologis dan biomiawi, khususnya metabolisme asam lemak dan kolesterol. Kenyataan ini menunjukkan bahwa kedua senyawa karbohidrat tersebut secara aktif biologis berpengaruh terhadap profil lipida darah, termasuk trigliserida (TAG). Kedua senyawa tersebut telah diklaim sebagai bahan pangan fungsional. Efek fungsional sehat inulin dan FOS akan dirasakan jika individu cukup konsumsi energi dan zat gizinya. Di Indonesia, uji klinis efek sehat bahan pangan fungsional pada manusia sulit dilakukan karena tidak dapat mengontrol seutuhnya konsumsi pangan subjek. Penelitian ini menggunakan penderita dislipidemia yang memenuhi syarat inklusi subjek, dan bersedia (informed consent) untuk mengikuti semua prosedur perlakuan yang telah disepakati, selama 21 hari, dengan pola konsumsi seperti biasanya. Subjek dislipidemia adalah pasien rawat jalan Rumah Sakit Subandi Jember, sehingga telah mendapatkan konsultasi gizi baik dari dokter ahli penyakit jantung maupun dari bagian gizinya. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi efek penurunan kadar trigliserida akibat asupan inulin dan FOS dalam minuman Nutrafosin pada penderita dislipidemia berpola konsumsi seperti biasa. Data konsumsi pangan diperoleh dengan metoda 24 jam Recall Method. Kebutuhan energy subjek dislipidemi ditentukan berdasarkan berat badan relative (BBR). Jika BBR<90% maka kebutuhan energy sebesar 40-60 Kal/kg BB. Jika BBR 90-100% maka kebutuhan energy sejumlah 30 Kal/kg BB. Jika BBR>110% maka kebutuhan energy 20 Kal/kg BB. Bila BBR>120% maka kebutuhan energinya sebesar 15 Kal/kg BB. Lalu, kebutuhan energy dibandingkan dengan asupan energinya. Penelitian eksperimental klinik (clinical trial) dengan metode uji klinis dan desain pararel matched pairs. Sampel yang dikehendaki (intended sampel) diambil dari accesible population secara non-probability dengan consecutive sampling. Minuman Nutrafosin berisi 2 g bubuk inulin dan 50 ml bahan cair FOS diberikan secara single blinding placebo designed kepada 16 subjek dislipidemia untuk dikonsumsi setiap hari 1 gelas secara oral. Pengukuran kadar TAG dilakukan sebelum (0 hari) dan terakhir (hari ke-22). Perbedaan kadar TAG sebelum dan sesudah intervensi, kelompok placebo dan perlakuan, dianalisis dengan uji statistic T-test berpasangan Confidence Interval 95%. Hasil penelitian membuktikan bahwa konsumsi minuman Nutrafosin oleh subjek dislipidemia selama 21 hari menurunkan kadar trigliserida secara nyata. (Thitung= 1,108 < TTabel = 2,365). Berdasarkan temuan ini untuk hasil yang lebih optimal, disarankan pada penderita dislipidemia untuk mengurangi asupan energy dari karbohidrat agar tidak lebih dari 50% total energy AKG, dan meningkatkan asupan serat larut air dari kelompok pangan bebuahan, dan tidak larut air (seperti selulosa) dari sayuran minimal 30 g serat per hari. Terkait hal tersebut, diperlukan daftar kadar serat pangan berbagai jenis pangan nabati Indonesia, agar dapat digunakan oleh masyarakat sebagai acuan perencanaan konsumsi pangan sumber serat, terutama bagi penderita dislipidemia.Kata kunci: Inulin, Fruktooligosakarida (FOS), trigliserida, dislipidemia, serat pangan

EKSPLORASI STRUKTUR CANGKANG UNTUK BANGUNAN TINGGI

MEDIA MATRASAIN Vol 13, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Arsitektur, FT - UNSRAT Manado

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangunan tinggi sudah mulai dibangun sejak zaman dahulu di kota-kota Kerajaan Romawi dengan ketinggian sepuluh lantai. Sistem struktur yang digunakan yaitu struktur yang semakin tebal dan berat saat bangunan semakin tinggi. Kemudian muncul sistem struktur beton bertulang yang paling sering digunakan pada perancangan bangunan tinggi. Setelah struktur beton, muncul sistem struktur rangka baja ringan.Struktur cangkang merupakan sebuah sistem struktur lengkung, namun tipis dan kuat. Sistem struktur ini kebanyakan digunakan pada bangunan berbentang lebar serta bangunan fungsional dengan satu lantai saja, hingga Viljo Revel dan I. M. Pei merancang bangunan tinggi berlantai banyak dengan sistem struktur cangkang. Munculnya Toronto City Hall karya Revel dan The Hyperboloid karya Pei ini membuka kemungkinan-kemungkinan baru untuk perancangan gubahan bentuk bangunan tinggi menjadi lebih luas.Adanya desain-desain bangunan tinggi berlantai banyak yang menerapkan struktur cangkang, ternyata struktur cangkang memiliki potensi-potensi yang tidak dimiliki sistem struktur lain yang mampu menciptakan bangunan tinggi berlantai banyak dengan berbagai bentukan tanpa menggunakan struktur sekunder (sekunder skin) pada fasade bangunan.Kata Kunci : Bangunan tinggi, Struktur Cangkang

Sekapur Sirih

MEDIA MATRASAIN Vol 13, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Arsitektur, FT - UNSRAT Manado

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

-

Pedoman Penulisan Ilmiah

MEDIA MATRASAIN Vol 13, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Arsitektur, FT - UNSRAT Manado

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

-

TAMAN WISATA BUDAYA DAN HOTEL RESORT DI TANA TORAJA. Dynamic Modular Architecture

Jurnal Arsitektur DASENG Vol 7, No 2 (2018): Volume 7 Nomor 2, November 2018 Buku I
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Taman wisata budaya merupakan wadah untuk menampung setiap wujud kebudayaan suatu daerah. Tana Toraja merupakan daerah kabupaten yang layak untuk membangun sebuah taman wisata budaya dengan melihat jumlah wisatawan yang terus mengalami peningkatan sekaligus sebagai wujud apresiasi, tempat penelitian, pengembangan dan rekreasi. Taman wisata budaya yang dilengkapi dengan hotel resort menjadi strategi penggabungan dua tipologi fungsi arsitektur yang synergy. Menghadirkan taman wisata budaya dan hotel resort dengan tema dynamic modular architecture akan menciptakan karya arsitektur yang memberikan ekspresi bentuk yang kemudian digabungkan dengan kebudayaan setempat. Mengumpulkan data, menganalisa, dan menentukan konsep yang dilakukan berulang hingga mencapai titik maksimal merupakan strategi perancangan yang digunakan. Memilih tapak yang strategis dengan berbagai analisa yang kemudian disesuaikan dengan kebutuhan objek dan kaitannya dengan dynamic modular architecture. Hasil perancangan kemudian menjadi wadah bagi masyarakat setempat untuk pengembangan kebudayaan yang ada sejak lama.Kata kunci: Dynamic, Hotel resort, Taman wisata budaya, Wisatawan

STADION SEPAK BOLA DI MANADO. Struktur sebagai Estetika

MEDIA MATRASAIN Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Arsitektur, FT - UNSRAT Manado

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sepak Bola sudah menjadi olahraga yang begitu terkenal di dunia, popularitas olahraga ini sudah sangat banyak menarik perhatian masyarakat diseluruh dunia, tak terkecuali masyarakat yang ada di Manado, Sulawesi Utara. Banyaknya minat-minat masyarakat maka dari itu dibutuhkan Stadion olahraga Sepak Bola yang layak. Dilihat dari stadion yang ada di Kota Manado yang masih belum memadai dari segi kualitas maupun fasilitas serta dari segi kapasitas yang belum memenuhi standart. Perancangan Stadion olahraga Sepak Bola di Manado menjadi salah satu cara dan solusi yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, dan menjadi wadah yang representatif untuk meningkatkan kembali prestasi-prestasi dunia olahraga Sepak Bola di Sulawesi Utara.          Perancangan Stadion Sepak Bola tersebut mengangkat tema “Struktur sebagai Estetika” sebagai ciri khas dari objek perancangan, dan dapat memberikan kesan yang kuat dan kokoh untuk objek tersebut, sehingga menghasilkan suatu karya bangunan yang mempunyai daya tarik tersendiri dengan cara menonjolkan struktur yang mempunyai nilai estetika yang tinggi. Kata Kunci : Stadion, Sepak Bola, Struktur, Estetika

KIVFA-8 Studi Kasus: Profil Mineral Makro Pada Sapi Perah Yang Mengalami Retensi Plasenta di Kunak Kabupaten Bogor

Hemera Zoa Proceedings of the 20th FAVA & the 15th KIVNAS PDHI 2018
Publisher : Hemera Zoa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.494 KB)

Abstract

Susu merupakan salah satu bahan pangan yang sangat penting bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya susu sebagai salah satu sumber gizi yang penting berefek terhadap kebutuhan susu nasional terus meningkat pula. Namun kebutuhan yang tinggi ini belum diimbangi dengan produksi susu nasional yang baru mencapai 3.29% per tahun, sehingga kekurangan akan kebutuhan susu ini masih harus diimport dari negara lain. Rata-rata produksi susu di Indonesia dari setiap sapi masih relatif rendah, sekitar 10-12 liter/ekor/hari (Deny 2014). Keterbatasan produksi susu dari dalam negeri ini disebabkan oleh masih belum maksimalnya produksi susu dari setiap sapi perah yang dimiliki oleh peternak di Indonesia.Manajemen pemeliharaan yang baik dalam usaha peternakan sapi perah sangat diperlukan untuk dapat meningkatkan produksi susu, salah satunya antara lain manajemen pakan. Pakan harus memenuhi unsur-unsur penting diantaranya mineral makro dan mikro dalam jumlah yang secukupnya.Masalah kesehatan yang sering ditemui pada sapi perah awal laktasi umumnya berupa gangguan metabolik, seperti milk fever dan ketosis (Divers & Peek 2008). Hipokalsemia adalah kelainan metabolik dimana mekanisme homeostasis gagal untuk mempertahankan konsentrasi Ca darah normal saat awal laktasi (Chamberlain et al. 2013). Kejadian ini sering didahului dengan kondisi hipokalsemia subklinis pada saat bunting dan kering kandang, tetapi tidak teramati oleh peternak (Goff 2008). Retensi Plasenta merupakan salah satu manifestasi dari gangguan metabolik akibat tidak cukupnya konsentrasi mineral pada hewan post partus. Sapi secara normal akan melepaskan plasenta dalam waktu 3 -6 jam post partus. Retensi atau tertahannya plasenta lebih dari 8 – 12 jam pada induk post partus dapat dipertimbangkan sebagai suatu kondisi yang abnormal (Diver & Peek 2008. Salah satu predisposisi adalah tidak adanya program manajemen pakan atau pemberian suplemen mineral yang tidak tepat, sebagaimana disajikan pada studi kasus berikut.