Wawan Ardiyan Suryawan
Jurusan Arsitektur FTSP ITS

Published : 8 Documents
Articles

Found 8 Documents
Search

Analogi Warna Biru dalam Perancangan Wisata Akuarium Laut Surabaya Asmara Putra, Rigan Satria; Suryawan, Wawan Ardiyan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1147.904 KB)

Abstract

Seorang perancang memiliki banyak metode dalam merancang objek rancang arsitektur, salah satu metode yang dipakai adalah metode rancang dengan analogi. Objek rancang yang menggunakan metode ini adalah Wisata Akuarium Laut Surabaya. Wisata Akuarium Laut Surabaya adalah tempat yang berfungsi sebagai area wisata yang memiliki 3 fungsi utama : edukasi, rekreasi dan konservasi tentang satwa laut dari lautan Indonesia dan berbagai tempat di dunia. Pemilihan tema rancang yang dipakai adalah biru, yang merupakan pendefinisian dari makna dan filosofi dari warna biru. Pemilihan tema berangkat dari isu-isu dan persyaratan bangunan yang akan diterapkan dalam sebuah bangunan akuarium. Penerapan dari tema rancang biru ini terlihat pada eksterior, interior, bentuk dan ekspresi struktur yang digunakan
Eksplorasi Simbolisasi Kepahlawanan dalam Perancangan Galeri Kapal Laut Darmadi, Rizky; Suryawan, Wawan Ardiyan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3296.772 KB)

Abstract

Keuletan kapal-kapal laut Indonesia telah dikenal sejak abad ke-8 dimana bukti kekuatan dan ketangguhan para pelaut Indonesia tercatat dalam relief candi Borobudur. Namun di masa kini, akibat kurangnya minat dalam menghargai setiap detail pembangunan bangsa, dengan minimnya apresiasi dan kesadaran masyarakat terhadap potensi maritim dan kebaharian, sehingga perlu untuk merancang suatu objek rancang arsitektur yang dapat menggugah masyarakat dan mencerminkan kekuatan dan ketangguhan kapal laut. Objek rancang merupakan Galeri Kapal Laut yang kemudian mengangkat tema kepahlawanan, dengan menggunakan salah satu metode rancang yaitu simbolisasi. Pemilihan tema rancang merupakan pendefinisian dari makna dan karakter dari sifat kepahlawanan. Pemilihan tema berangkat dari isu-isu dan persyaratan bangunan yang akan diterapkan dalam sebuah bangunan galeri. Karakter kepahlawanan dapat menjadi alat pijakan dalam menguatkan citra akan kekuatan dan potensi maritim melalui kesan tangguh dan ikonik yang terlihat pada eksterior, interior, bentuk dan ekspresi struktur yang digunakan.
Pendekatan Rancang Metafora dalam Perancangan Kafe dan Karaoke Arrumaisa, Nadia; Suryawan, Wawan Ardiyan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2705.506 KB)

Abstract

Dalam melakukan pendekatan rancang banyak cara yang dapat digunakan, salah satunya adalah dengan sudut pandang metafora. Objek yang akan dirancang dengan menggunakan metode ini adalah Kafe dan Karaoke Tunjungan. Kafe dan Karaoke Tunjungan adalah tempat yang berfungsi sebagai tempat hiburan keluarga yang berlokasi di tengah Kota Surabaya. Adanya tema rancang layang-layang, merupakan pendekatan yang berasal dari setiap isu yang ada, sehingga tujuan utama dari perancangan kafe dan karaoke ini adalah sebagai sebuah fasilitas hiburan keluarga. Penerapan dari tema rancang layang-layang ini terlihat pada eksterior, interior, dan fasad bangunan.
Desain Ruang Relaksasi untuk Stres di Perkotaan dengan Penerapan Biophilic Design Romadhani, Ikvan; Suryawan, Wawan Ardiyan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.692 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.25952

Abstract

Stres merupakan hal yang selalu dialami oleh setiap orang apalagi di daerah perkotaan. Banyak sekali hal-hal yang dapat mempengaruhi manusia menjadi stres. Faktor-faktor yang mempengaruhi stres dapat berasal dari lingkungan maupun individu itu sendiri. Stres itu sendiri merupakan bagian dari kehidupan manusia sehingga sangat sulit untuk dihindari. Stres dapat dikurangi dengan berbagai cara. Seperti melakukan beberapa aktivitas yang dapat membantu mengurangi stres contohnya berlibur, berolahraga, bermain, melakukan relaksasi dan lainnya. Oleh karena itu objek arsitektur yang diusulkan untuk mewadahi aktivitas tersebut yang berupa sebuah healing space atau tempat relaksasi, dimana objek arsitektur yang dirancang dapat membantu mereduksi tingkat ke-stres-an dan menciptakan suasana yang tidak membuat seseorang menjadi stres di lingkungan kota itu sendiri.
Disprogramming Wisata Akuarium Biota Laut dan Pusat Rehabilitasi Trauma Anak untuk Mengubah Persepsi Buruk Masyarakat Maryadi, Wiwit; Suryawan, Wawan Ardiyan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.517 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.33671

Abstract

Kekerasan pada anak yang sedang marak terjadi di Indonesia dapat menyebabkan trauma berat dan berkepanjangan yang mempengaruhi tumbuh kembang anak. Sehingga anak-anak tersebut membutuhkan perlindungan dari orang-orang di sekitar mereka. Namun, kurangnya pengetahuan masyarakat tentang trauma menimbulkan stigma dan persepsi yang buruk terhadap anak-anak yang menderita trauma. Persepsi yang buruk tentang trauma ini, harus diubah demi meningkatkan kepedulian masyarakat dan membantu dalam pemulihan bagi anak-anak yang mengalami trauma. Pendekatan dengan ilmu psikologi yaitu teori empati diterapkan pada perancangan objek untuk menyelesaikan permasalahan persepsi buruk masyarakat terhadap penderita trauma. Dengan menerapkan teori disprogramming yang dikemukakan oleh Bernard Tschumi sebagai metode, objek merupakan penggabungan dari pusat rehabilitasi trauma anak dengan wisata akuarium biota laut. Tujuan dari penggabungan ini adalah untuk menghubungkan masyarakat dengan penderita trauma sehingga terjadi hubungan dimana masyarakat dapat berekreasi sambil mengembangkan empati mereka terhadap anak-anak penderita trauma, dan anak-anak penderita trauma memiliki area terapi untuk pemulihan trauma mereka.
Pemanfaatan Vacant Space dan Optimalisasi RTH pada Bundaran Waru Rahmadani, Suci Wahyu; Suryawan, Wawan Ardiyan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.873 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.34020

Abstract

Vacant space atau lahan kosong cenderung tidak terawat. Kondisi ini menyebabkan pertumbuhan lingkungan yang tidak terkontrol sehingga aktivitas yang terjadi pada lahan ini juga tertutupi dan berpotensi untuk membentuk ruang-ruang negatif. Selain itu, vacant space dapat berupa RTH atau berpotensi untuk menjadi RTH, sehingga memanfaatkan vacant space, agar ruang ini lebih terpantau, juga berpotensi untuk mengurangi RTH. Lahan yang memiliki kriteria dilematis ini contohnya Bundaran Waru. Perancangan pada Bundaran Waru harus menyasar pada aspek sosial dan lingkungan, serta ekonomi agar ruang ini dapat berkelanjutan. Adapun metode yang digunakan adalah metode analogi dan metode arsitektur sebagai lansekap. Alasan pemilihan metode tersebut diharapkan dapat memberikan solusi desain yang spesifik pada lahan Bundaran Waru.
Pendekatan Arsitektur Hijau pada Rancangan Kampung Wisata Budaya Tengger Permatasari, Ainiyah Intan; Suryawan, Wawan Ardiyan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.26343

Abstract

Salah satu wujud kebudayaan berupa aktivitas yang bisa dikatakan hampir punah ialah kebudayaan yang dilakukan oleh suku Tengger. Di sisi lain, Gunung Bromo memiliki keindahan alam yang luar biasa dikenal hingga mancanegara. Sebagai suku yang tinggal di kawasan wisata, masyarakat Tengger harus mampu memanfaatkan sektor pariwisata untuk melestarikan kebudayaan serta mengembangkan perekonomian mereka di bidang tersebut. Konsep kampung wisata budaya dipilih untuk dapat mengatasi isu tersebut. Kampung berfungsi untuk lebih mendekatkan masyarakat asli suku Tengger dengan wisatawan. Adanya kampung wisata budaya ini diharapkan agar warga dapat melestarikan kebudayaannya dengan nyaman dan wisatawan dapat belajar, melihat, dan merasakan langsung kebudayaan tersebut karena mereka bisa hidup berdampingan dengan penduduk asli Tengger. Pendekatan Arsitektur Hijau dipilih untuk lebih memperhatikan kondisi eksisting tapak serta masyarakat Tengger sebagai user.
Lansekap Sebagai Wadah Positif Kegiatan Dakwah Astuti, Nurul Puji; Suryawan, Wawan Ardiyan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.26773

Abstract

Ruang luar lansekap yang ada saat ini semisal taman kota yang berada disebuah daerah menjadi pemandangan umum bahwa banyak sekali ditemukan para pemuda melakukan kegiatan negatif seperti halnya pacaran . Ruang luar lansekap yang awalnya didesain agar menjadi kebaikan bagi sesama ini menjadi sebuah kerusakan ditengah masyarakat, karena yang terjadi nantinya adalah kerusakan moral di tengah masyarakat yang berdampak pada kelangsungan generasi kedepannya. Padahal pemuda adalah tonggak kehidupan kedepan. Oleh sebab itu adanya ruang luar lansekap yang belum terfungsikan dengan baik ini menjadi pelajaran bersama tentang bagaimana pengorganisasian sebuah ruang luar. Dakwah hadir sebagai pelengkap sebuah tatanan ruang luar lansekap di tengah masyarakat untuk saling mengingatkan dalam kebaikan dan kebenaran. Sehingga, ruang luar  yang didesain sebagai fungsi paru paru kota dan menjadi area bersama ini bisa benar benar  dimanfaatkan dengan baik dan efektif. Maka perlu adanya pengorganisasian sebuah ruang luar lansekap. Pada kajian kali ini akan dibahaskan terkait desain ruang luar lansekap yang diorganisaikan sebagai wadah positif kegiatan dakwah dengan harapan bisa memperbaiki keadaan para pemuda maupun masyarakat pada umumnya agar tercipta keharmonisan dan kebaikan bersama ditengah tengah masyarakat.