Articles
33
Documents
Pengaruh Pemberian Kayu Apu (Pistia stratiotes L) dan Dosis Pupuk N, P , K pada Pertumbuhan dan Hasil Padi Sawah (Oryza sativa L.)

Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol 38, No 3 (2010): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.834 KB)

Abstract

An experiment to study the effect of water lettuce (Pistia stratiotes L.) application and N, P, K fertilizer on growth and yield of rice was carried out on inceptisol soil at Mojosari Research Farm, Mojokerto, East Java, Indonesia, ± 100 m asl, from December 2007 to April 2008. The experiment was arranged in a Split Plot Design with three replications. Water lettuce application as main plot consisted of four treatments, they are: without water lettuce, water lettuce planted in the rice plot, water lettuce incorporated in the soil, and water lettuce applied as compost. Three dosages of N-P2O5-K2O fertilizer as sub plot consisted of 135-27-30,  101.25-20.25-22.5, and 67.5-13.5-15 kg ha-1. The results showed that the application of 135-27-30 or 101.25-20.25-22.5 kg N-P2O5-K2O ha-1 and the application of water lettuce did not significantly affect rice yields. The combination of 135-27-30 or 135-27-30 kg N-P2O5-K2O of ha-1 and 3 ton water lettuce compost ha-1 increased the growth of rice at 30 days after sowing. Application of water lettuce did not interact with N, P and K fertilizer application in affecting rice yield components.   Keywords: low external input, N, P, K fertilizer, rice, water lettuce

EFISIENSI KONVERSI ENERGI SURYA PADA TANAMAN KENTANG (Solanum tuberosum L.) (RADIATION USE EFFICIENCY IN POTATO (Solanum Tuberosum L.)

Jurnal Agromet Indonesia Vol 19, No 1 (2005): June 2005
Publisher : PERHIMPI (Indonesian Association of Agricultural Meteorology)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.358 KB)

Abstract

Efisiensi penggunaan radiasi surya adalah nilai konversi radiasi surya menjadi energi kimia melalui proses fotosintesis. Nilai ini menunjukkan persentase berapa banyak energi radiasi yang diserap tanaman mampu diubah menjadi energi dalam bentuk kimia (Lawlor, 1993). Produksi berat kering berbagai tanaman rata-rata sekitar 1,4 g berat kering per MJ radiasi surya yang diserap tanaman atau dengan kata lain mempunyai nilai Efisiensi Konversi Energi (EKE 2,5) %. Pada tanaman kentang, dengan intensitas 2 GJ m-2 selama masa pertumbuhan 120 hari umumnya diperoleh nilai EKE 1,3 % (Jones, 1992)Sampai dengan tahun 2000 perkembangan luas panen tanaman kentang di Indonesia mencapai 73.068 ha, dengan total produksi 977.349 ton, atau produksi rata-rata per hektar berkisar 13,4 ton (BPS, 2000). Di Jawa Timur, Basuki et al. (1993) melaporkan, produktifitas 10 varietas kentang pada nilai ILD 1,26 – 3,93, berkisar 11 - 27 ton per hektar. Produksi ini apabila ditinjau dari sisi penangkapan energi surya, efisiensinya sangat rendah, karena menurut Haeder dan Beringer (1983), pada kisaran ILD tersebut semestinya dapat dihasilkan umbi kentang sekitar 20 – 50 ton per hektar. Kecenderungan hasil yang rendah ini disebabkan praktek budidaya tanaman yang kurang benar sehingga memberikan nilai konversi energi surya yang sangat tidak efisien, misalnya penggunaan jarak tanam yang terlalu lebar, penanaman tanaman pada saat musim hujan dimana banyak awan yang menghalangi radiasi surya, penanaman tanaman pada dataran tinggi yang cenderung berkabut, saat tanam tanpa memperhatikan fase pertumbuhan yang peka terhadap intensitas radiasi surya, dan lainnya. Untuk meningkatkan efisiensi penggunaan radiasi surya, berbagai cara dapat dilakukan. Sugito (1999) menyarankan beberapa cara perbaikan budidaya tanaman, diantaranya dengan mengurangi energi surya yang lolos pada pertanaman dan mengoptimalkan penggunaan energi surya yang jatuh pada kanopi tanaman, diantaranya dengan meningkatkan populasi tanaman. Haeder dan Beringer (1983) menambahkan peningkatan EKE dapat juga dilakukan dengan memilih kultivar yang berumur panjang dan pemilihan lokasi bersuhu 10 – 20 C dengan intensitas cahaya tinggi. Percobaan ini bertujuan untuk menganalisis peningkatkan efisiensi energi surya melalui pengaturan saat tanam, populasi tanaman serta penggunaan varietas yang potensial.

Implementasi Model Analisis Perbaikan Faktor Daya Listrik Rumah Tangga dengan Simulasi Perangkat Lunak

Jurnal Kompetensi Teknik Vol 3, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha untuk meningkatkan efisiensi energi listrik diantaranya dengan meningkatkan faktor daya listrik. Jika terjadi faktor daya rendah maka tentunya akan meningkatkan rugi daya, rugi tegangan, biaya, dan menurunkan efisiensi sistem serta daya yang tersedia tidak dapat digunakan secara optimal. Untuk mengatasi masalah rendahnya factor daya salah satunya dengan membuat program bantu yang mampu menganalisis penyebab rendahnya factor daya. Tahapan pembuatan program mencakup proses analisis kebutuhan, peninjauan masalah, memodelkan masalah, perancangan algoritma program, pembuatan program, pengujian program, proses implementasi program. Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya bahwa, perangkat lunak yang dibuat dengan memakai bahasa pemrograman C# dapat menganalisis perhitungan besarnya energi listrik yang timbul dan yang harus di bayar oleh konsumen listrik akibatnya adanya variasi faktor daya yang muncul.Kata Kunci : Simulasi, faktor daya, listrik

Implementasi Model Analisis Perbaikan Faktor Daya Listrik Rumah Tangga dengan Simulasi Perangkat Lunak

Jurnal Kompetensi Teknik Vol 3, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.512 KB)

Abstract

Usaha untuk meningkatkan efisiensi energi listrik diantaranya dengan meningkatkan faktor daya listrik. Jika terjadi faktor daya rendah maka tentunya akan meningkatkan rugi daya, rugi tegangan, biaya, dan menurunkan efisiensi sistem serta daya yang tersedia tidak dapat digunakan secara optimal. Untuk mengatasi masalah rendahnya factor daya salah satunya dengan membuat program bantu yang mampu menganalisis penyebab rendahnya factor daya. Tahapan pembuatan program mencakup proses analisis kebutuhan, peninjauan masalah, memodelkan masalah, perancangan algoritma program, pembuatan program, pengujian program, proses implementasi program. Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya bahwa, perangkat lunak yang dibuat dengan memakai bahasa pemrograman C# dapat menganalisis perhitungan besarnya energi listrik yang timbul dan yang harus di bayar oleh konsumen listrik akibatnya adanya variasi faktor daya yang muncul.Kata Kunci : Simulasi, faktor daya, listrik

PERANCANGAN DAN ANALISIS APLIKASI E-MARKETING UNTUK MENINGKATKAN JUMLAH PELANGGAN

Rekayasa Vol 8, No 2 (2010): Desember 2010
Publisher : Unnes Journal. Research and Community Service Institute, Semarang State University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.863 KB)

Abstract

Klinik Desain (Design Clinic) has several obstacles in marketing, such as less interactivecommunications between the company and the customer; limited, incomplete and inadequateaccessibility of information also the high cost promotion. Therefore, it is required an e-marketingapplications that suitable for Design Clinic in order to overcome these obstacles. The purpose of thisactivity are: First; Making the E-Marketing of Klinik Desain WEB, Second; Designing the WEBtogether with the owner of the Klinik Desain related to the Brand Image that desired by the owner of theKlinik Desain. There are four stages from seven stages of Internet marketing in this design method usedin this activity. First; Crafting the Customer Interface, Second; Designing the Marketing Program,Third; Leveraging Customer Information Through Technology, Fourth; Evaluating the MarketingProgram. Problem-solving method used in this activity is paradigm prototype method that is designing asoftware system in the form of implementation of e-marketing web-based. The result of the design hasbeen tested to find out how the software works, the possibility of software improvement, also contentand material changes. The results of these activities are: First, Kinik Desain has a new website so thecustomers can communicate interactively with Klinik Desain and order product online. Second, a newKlinik Desain Website provides features such as About Us, Portfolio, Client, Contact, and WorkProgress. Third; E-marketing applications support the companys growth more advanced, help KlinikDesain to expand the market not limited by distance and time and increase the competiveness ability inthe business world.Klinik Desain mempunyai beberapa hambatan dalam melakukan pemasaran, sepertikomunikasi antara perusahaan dan pelanggan kurang interaktif, informasi yang ada terbatas, kuranglengkap dan tidak dapat diperoleh kapan saja dan biaya promosi yang cukup besar. Oleh karena itu,dibutuhkan suatu aplikasi e-marketing yang sesuai untuk Klinik Desain agar dapat mengatasi hambatantersebut. Tujuan Pelaksanaan Kegiatan ini adalah : Pertama; Membuat E-marketing Klinik Desainberupa WEB Klinik Desain yang On-Line setiap saat, Kedua; Membuat WEB yang di rancang bersamadengan pemilik Klinik Desain karena berkaitan dengan Brand Image yang diinginkan oleh pemilikKlinik Desain. Metode Perancangan yang digunakann dalam Kegiatan ini ada empat tahap seven stagesof internet marketing yaitu : Pertama; Crafting the Customer Interface, Kedua; Designing the MarketingProgram, Ketiga;Leveraging Customer Information Through Technology, Keempat; Evaluating theMarketing Program. Metode penyelesaian masalah yang digunakan dalam pengabdian ini adalahmetode paradigma prototipe yaitu merancang suatu sistem software berupa Implementasi E-marketingberbasis web. Hasil perancangan kemudian diuji untuk mengetahui cara kerja software dankemungkinan perbaikan software atau materi dan perubahan materi. Hasil yang di peroleh melaluikegiatan ini adalah : Pertama; Kinik Desain mempunyai Website baru sehingga pelanggan KlinikDesain dapat beerkomunikasi dengan perusahaan secara interaktif dan melakukan pemesanan produksecara online. Kedua; Website baru Klinik Desain menyediakan fitur-fitur seperti About Us, Portopolio,Client, Contact, Work Progress. Ketiga; Penerapan aplikasi e-marketing mendukung perkembanganperusahaan ke arah yang lebih maju, membantu memperluas pemasaran Klinik Desain yang tidakdibatasi oleh jarak dan waktu serta meningkatkan kemampuan bersaing di dunia bisnis.Kata Kunci: E-Marketing, Website, On Line

PERBEDAAN PRODUKSI TANAMAN APEL (Malus sylvestris mill.) PADA AGROKLIMAT YANG BERBEDA (Studi Kasus Pada Sentra Produksi Tanaman Apel di Kota Batu dan Kabupaten Malang)

Jurnal Produksi Tanaman Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Produksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.793 KB)

Abstract

Apel (Malus sylvestris L.) adalah salah satu buah yang banyak diminati oleh masyarakat di Indonesia, karena memiliki rasa yang enak dan banyak mengandung vitamin sehingga bermanfaat. Di Indonesia, sentra tanaman apel terletak di Kota Batu dan Kecamatan Poncokusumo. Penelitian dilaksanakan pada sentra produksi apel yang terletak di Desa Poncokusumo Kecamatan Poncokusumo, Malang dengan ketinggian tempat antara 600-2.100 m dpl dan di Kota Batu dengan ketinggian tempat 680 - 1.700 m dpl. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan kualitas buah ditinjau dari faktor klimatologi dan teknik budidaya. Kualitas apel yang ada di Batu memiliki kelebihan dibandingkan dengan apel yang terdapat di Poncokusumo diantaranya ialah ukuran diameter buah apel, warna kulit buah, kekerasan buah, kandungan kadar gula dan tekstur kulit buah.

PENGGUNAAN MULSA DAN UMBI BIBIT (G4) PADA TANAMAN KENTANG (Solanum tuberosum L.) VARIETAS GRANOLA

Jurnal Produksi Tanaman Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Produksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.422 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan umbi bibit dan penggunaan macam mulsa dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi umbi kentang varietas Granola. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2012 sampai dengan Juli 2012, di Dusun Junggo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 8 perlakuan yang diulang 3 kali. Hasil penelitian ini menunjukkan penggunaan umbi bibit G4 dengan mulsa mampu memberikan pertumbuhan yang lebih baik daripada penggunaan umbi lokal, kecuali umbi lokal + mulsa plastik hitam perak terhadap jumlah daun, luas daun, indeks luas daun, bobot segar total tanaman, dan indeks panen. Penggunaan umbi lokal dengan mulsa plastik hitam perak, mulsa jerami, dan mulsa daun paitan mampu meningkatkan hasil bobot umbi segar panen masing – masing sebesar 57,38%, 40,62%, dan 39,18% daripada tanpa mulsa. Penggunaan umbi bibit G4 dan mulsa plastik hitam perak mampu menghasilkan bobot umbi segar panen 16,72 ton ha-1 atau meningkat 90,65% daripada tanpa mulsa, dan meningkat 17,91% daripada umbi lokal pada perlakuan yang sama.

SISTEM IRIGASI BERSELANG (INTERMITTENT IRRIGATION) PADA BUDIDAYA PADI (Oryza sativa L.) VARIETAS INPARI-13 DALAM POLA SRI (SYSTEM OF RICE INTENSIFICATION)

Jurnal Produksi Tanaman Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Produksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.589 KB)

Abstract

Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sistem irigasi berselang terhadap produktivitas tanaman padi varietas Inpari-13. Percobaan ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya di Desa Kepuharjo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang mulai Bulan Maret sampai Juli 2012. Metode percobaan yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan interval hari tergenang sebagai petak utama (PU) dengan 3 taraf (G1: 2 hari tergenang, G2: 3 hari tergenang, G3: 4 hari tergenang) dan interval hari kering sebagai anak petak (AP) dengan 4 taraf (K1: 2 hari kering, K2: 4 hari kering, K3: 6 hari kering, K4: 8 hari kering), serta perlakuan kontrol (K0: tanpa hari kering). Berdasarkan hasil percobaan didapatkan kesimpulan bahwa terdapat hubungan yang kuadratik pada interval 2 hari penggenangan terhadap interval hari kering pada parameter bobot gabah kering giling dan produksi gabah kering giling per hektar. Interval 2 hari penggenangan mempunyai pengaruh 99,85% pada semua interval hari kering terhadap parameter bobot gabah kering giling dan produksi gabah kering giling per hektar. Interval pengeringan 2 hari dan 6 sampai 8 hari memberikan hasil yang sama tinggi apabila dikombinasikan dengan interval penggenangan 2 sampai 3 hari yaitu 6,49 sampai 6,77 ton ha-1.

SISTEM TANAM DAN UMUR BIBIT PADA TANAMAN PADI SAWAH (Oryza sativa L.) VARIETAS INPARI 13

Jurnal Produksi Tanaman Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Produksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.75 KB)

Abstract

Penelitian dengan tujuan mempelajari pengaruh sistem tanam dan umur bibit yang tepat sehingga dapat meningkatkan produksi padi sawah (Oryza sativa L.) Varietas Inpari 13. Percobaan dilaksanakan di Desa Kalianyar, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk. Terletak pada ketinggian ± 40 meter di atas permukaan laut dengan suhu rata-rata harian 29-320C. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2012 – Juli 2012. Pada penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan 8 perlakuan dan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi antara sistem tanam dan umur bibit. Sistem tanam legowo memberikan hasil lebih baik pada  jumlah anakan, indeks luas daun dan produksi gabah ton ha-1 bila dibandingkan dengan sistem tanam tegel. Tanaman padi dengan perlakuan umur bibit 14 hari mampu meningkatkan produksi padi sawah dan tidak berbeda nyata dengan perlakuan umur bibit 7 hari . Hal ini terlihat dari hasil jumlah anakan, luas daun, indeks luas daun, bobot kering total tanaman, laju pertumbuhan, jumlah malai/rumpun, produksi gabah ton ha-1, bobot gabah per rumpun dan indeks panen yang lebih baik daripada umur bibit 21 dan 28 hari.

UJI METODE PENGOLAHAN TANAH TERHADAP HASIL WORTEL (Daucus carota L.) VARIETAS LOKAL CISARUA DAN TAKII HIBRIDA

Jurnal Produksi Tanaman Vol 1, No 5 (2013)
Publisher : Jurusan Produksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.209 KB)

Abstract

Kualitas umbi wortel yang dihasilkan didominasi malformasi bentuk umbi seperti umbi bercabang (forking) bengkok dan kerdil yang mengakibatkan penurunan nilai ekonomis yang secara umum disebabkan Hambatan mekanis tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode pengolahan tanah yang dapat meminimalisir pengolahan tanah serta mengarah pada konservasi lahan sehingga dapat menekan biaya produksi tanpa mengurangi produksi wortel. Percobaan ini dilaksanan pada bulan Januari sampai April 2013 di kebun percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya yang terletak di Cangar, Kota Batu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan 8 kombinasi perlakuan dan 4 kali ulangan. Pengolahan tanah sebagai petak utama terdiri dari tanpa olah tanah, lah Tanah Minimum, olah tanah petani dan olah tanah maksimum, sedangkan perbedaan varietas wortel sebagai anak petak yaitu Varietas Lokal Cisarua dan Varietas Takii Hibrida. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan olah tanah minimum, olah tanah petani dan olah tanah maksimum pada Varietas Lokal Cisarua menunjukkan hasil yang lebih baik daripada tanpa olah tanah sebesar 52 % terhadap parameter bertumbuhan dan 49.83 % terhadap komponen hasil. Sedangkan pada Varietas Takii Hibrida, perlakuan olah tanah petani dan olah tanah maksimum menunjukkan hasil yang lebih baik daripada olah tanah minium dan tanpa olah tanah sebesar 26.95 % terhadap parameter bertumbuhan dan 29.64 % terhadap komponen hasil. Pengolahan tanah minimum mampu menghasilkan produksi bobot segar, panjang umbi, volume umbi dan prosentase umbi normal (Grade A) yang sama dengan pengolahan metode petani dan pengolahan maksimum. Kata kunci: Pengolahan Tanah, Wortel, Varietas Lokal dan Hibrida