Articles

Found 12 Documents
Search

PERANCANGAN BALANCED SCORECARD UNTUK PENGEMBANGAN STRATEGI DI SEAMEO BIOTROP Suryani, Dewi; Syarief, Rizal; Suroso, Arif Imam
Jurnal Manajemen & Agribisnis Vol 11, No 1 (2014): Vol. 11 No. 1, Maret 2014
Publisher : Graduate Program of Management and Business Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

ABSTRACTThe objectives of the research were 1) Outlining the vision, mission, and strategy of SEAMEO into strategic objectives in four perspectives of the Balanced Scorecard, 2) Determining KPIs, targets, strategic initiatives, and strategy map which can be implemented by Seameo Biotrop , 3) Designing a causal relationship of the strategic objectives through strategic map, and 4) Formulating managerial implications for Seameo Biotrop. The result showed that in the financial perspective four key indicators were identified, in the customer perspective five key indicators were identified, and both in the internal business process and the learning and growth perspective three key indicators were identified. In the financial perspective, amount of funding received from the Government shows the highest contribution to the institutions performance, meanwhile in the customer perspective, number of regular/new research/program conducted in collaboration with academia, research and development organizations, and other related industries shows the highest contribution to institutions performance. In the internal business process perspective, number of MOU signed and implemented shows the highest contribution to the institution’s performance, and in the growth and learning perspective, ratio of labor productivity shows the highest contribution to the institutions performance. Keywords: seameo biotrop, balanced scorecard, KPIABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah 1) menguraikan visi, misi, dan strategi Seameo menjadi tujuan strategis dalam empat perspektif Balanced Scorecard, 2) menentukan KPI, target, inisiatif strategis, dan peta strategi yang dapat diterapkan oleh Seameo Biotrop, 3) merancang hubungan sebab akibat dari tujuan strategis melalui peta strategis, dan 4) merumuskan implikasi manajerial untuk Seameo Biotrop. Metode analisis data yang digunakan adalah Balanced Scorecard dan Key Performance Indicator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam perspektif keuangan terdapat empat indikator utama yang diidentifikasi, dalam perspektif pelanggan lima indikator utama diidentifikasi, dan baik dalam perspektif proses bisnis internal serta perspektif pembelajaran dan pertumbuhan masing-masing terdapat tiga indikator utama yang diidentifikasi. Dalam perspektif keuangan, jumlah dana yang diterima dari Pemerintah menunjukkan kontribusi tertinggi terhadap kinerja lembaga, sedangkan pada perspektif pelanggan,  jumlah penelitian/program reguler/baru yang dilakukan bekerja sama dengan organisasi akademisi, penelitian dan pengembangan, dan industri terkait lainnya menunjukkan kontribusi tertinggi terhadap kinerja lembaga. Pada perspektif proses bisnis internal, MOU yang ditandatangani dan diimplementasikan menunjukkan kontribusi tertinggi terhadap kinerja lembaga tersebut, dan perspektif pertumbuhan dan pembelajaran, rasio produktivitas tenaga kerja menunjukkan kontribusi tertinggi terhadap kinerja lembaga.Kata kunci: seameo biotrop , balanced scorecard, KPI
PERANCANGAN BALANCED SCORECARD UNTUK PENGEMBANGAN STRATEGI DI SEAMEO BIOTROP Suryani, Dewi; Syarief, Rizal; Suroso, Arif Imam
Jurnal Manajemen & Agribisnis Vol 11, No 1 (2014): Vol. 11 No. 1, Maret 2014
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.17358/jma.11.1.33-40

Abstract

ABSTRACTThe objectives of the research were 1) Outlining the vision, mission, and strategy of SEAMEO into strategic objectives in four perspectives of the Balanced Scorecard, 2) Determining KPIs, targets, strategic initiatives, and strategy map which can be implemented by Seameo Biotrop , 3) Designing a causal relationship of the strategic objectives through strategic map, and 4) Formulating managerial implications for Seameo Biotrop. The result showed that in the financial perspective four key indicators were identified, in the customer perspective five key indicators were identified, and both in the internal business process and the learning and growth perspective three key indicators were identified. In the financial perspective, amount of funding received from the Government shows the highest contribution to the institution's performance, meanwhile in the customer perspective, number of regular/new research/program conducted in collaboration with academia, research and development organizations, and other related industries shows the highest contribution to institution's performance. In the internal business process perspective, number of MOU signed and implemented shows the highest contribution to the institution?s performance, and in the growth and learning perspective, ratio of labor productivity shows the highest contribution to the institution's performance. Keywords: seameo biotrop, balanced scorecard, KPIABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah 1) menguraikan visi, misi, dan strategi Seameo menjadi tujuan strategis dalam empat perspektif Balanced Scorecard, 2) menentukan KPI, target, inisiatif strategis, dan peta strategi yang dapat diterapkan oleh Seameo Biotrop, 3) merancang hubungan sebab akibat dari tujuan strategis melalui peta strategis, dan 4) merumuskan implikasi manajerial untuk Seameo Biotrop. Metode analisis data yang digunakan adalah Balanced Scorecard dan Key Performance Indicator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam perspektif keuangan terdapat empat indikator utama yang diidentifikasi, dalam perspektif pelanggan lima indikator utama diidentifikasi, dan baik dalam perspektif proses bisnis internal serta perspektif pembelajaran dan pertumbuhan masing-masing terdapat tiga indikator utama yang diidentifikasi. Dalam perspektif keuangan, jumlah dana yang diterima dari Pemerintah menunjukkan kontribusi tertinggi terhadap kinerja lembaga, sedangkan pada perspektif pelanggan,  jumlah penelitian/program reguler/baru yang dilakukan bekerja sama dengan organisasi akademisi, penelitian dan pengembangan, dan industri terkait lainnya menunjukkan kontribusi tertinggi terhadap kinerja lembaga. Pada perspektif proses bisnis internal, MOU yang ditandatangani dan diimplementasikan menunjukkan kontribusi tertinggi terhadap kinerja lembaga tersebut, dan perspektif pertumbuhan dan pembelajaran, rasio produktivitas tenaga kerja menunjukkan kontribusi tertinggi terhadap kinerja lembaga.Kata kunci: seameo biotrop , balanced scorecard, KPI
Pengaruh Manajemen Laba Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Kualitas Audit Sebagai Variabel Pemoderasi Abdallah, Zachari; Suryani, Dewi
Jurnal Ilmiah Professional Indonesia Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Profesional Indonesia
Publisher : Sumatera Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (965.967 KB)

Abstract

ABSTRACT The purpose of this study is to analyze the influence of earnings management to firm value with audit quality as moderating variable on listed Food and Beverages companies in Indonesian stock exchange. The variable examined in this study is earnings management measured with discretionary accrual by modified Jones model, firm value, and audit quality. The samples used in this study were listed Food and Beverages companies in Indonesian stock exchange during the year 2011-2015 with purposive sampling method based some multiple criteria and obtained samples of 4 companies. Regression analysis method used multiple regression/moderated regression analysis. The result showed that the earnings management have positive and significantly influence to firm value. Audit quality as moderating variable from influence earnings management to firm value were  unprovable. Keywords : earnings management, modified Jones’s model, firm value, audit quality.   ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh manajemen laba terhadap nilai perusahaan dengan kualitas audit sebagai variabel pemoderasi pada perusahaan Food and Beverages pada Bursa Efek Indonesia. Variabel yang diuji dalam penelitian ini terdiri dari manajemen laba dengan akrual diskresioner diestimasi menggunakan model Jones yang dimodifikasi, nilai perusahaan, dan kualitas audit. Sampel yang digunakan di dalam penelitian ini adalah perusahaan food and beverages yang terdaftar di BEI selama tahun 2011-2015 dengan metode purposive sampling  berdasarkan beberapa kriteria dan diperoleh 4 perusahaan yang menjadi sampel penelitian. Sedangkan metode analisis data menggunakan analisis regresi moderasi. Hasil penelitian membuktikan bahwa manajemen laba berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. Sedangkan kualitas audit tidak dapat dibuktikan sebagai variabel moderasi dari pengaruh manajmen laba terhadap nilai perusahaan. Kata kunci : manajemen laba, model Jones modifikasi, nilai perusahaan, kualitas audit.
Edukasi Deteksi Dini Stroke Pada Komunitas Diabetes Di Kota Mataram Hunaifi, Ilsa; Harahap, Herpan Syafii; Anggoro, Joko; Asmara, I Gede Yasa; Lestari, Rina; Suryani, Dewi
Jurnal Gema Ngabdi Vol 1, No 1 (2019): Jurnal Gema Ngabdi
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.438 KB) | DOI: 10.29303/jgn.v1i1.10

Abstract

Stroke remains one of the major causes of death and disability in Indonesia with a mortality and disability rate of 15% and 65%, respectively. Diabetes is known as a modifiable risk fator on stroke. Promptly identifying the symptoms of stroke is crucial as it leads to faster treatment and minimize brain damage. However, most patients are unaware of the early warning signs and symptoms of stroke. Therefore, providing education on early detection of stroke for patients with diabetes is essential as it may improve awareness on early signs of stroke hence allow patients to seek early treatment and later reduce the impact of the disease. The aim of this community education is to increase awareness of stroke and provide information on early signs and prevention of stroke among patients with diabetes.To achieve the aim of this community education include provide a talk/presentation on early sign of stroke and healthy life style for diabetes patient and evaluation of process. Evaluation of the community education was conducted through a pre and posttest to all participant on the related issue. Approximately 18 diabetes patients took part in this community education. The pre-test average score of participants was 73.33%. After providing education on stroke early detection, the participants' average score increased to 86.67 or increased by 18%. Education for early detection of stroke among Diabetes patients increased participants' understanding of the symptoms and early signs of stroke
STUDI RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIKAPASIEN RAWAT INAP DI RSUP NTB Wardoyo, Eustachius Hagni; Suryani, Dewi; Sabrina, Yunita
Jurnal Kedokteran Vol 3 No 4 (2014)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kualitas penggunaan antibiotika yang baik merupakan bagian dari kampanye pengendalian resistensi antibiotika. Penggunaan antibiotika yang baik memiliki ciri-ciri penggunaan antibiotika spectrum sempit sesuai dengan indikasi, dosis adekuat dan lama penggunaan sesuai kebutuhan. Resistensi antibiotika merupakan isu dunia yang berkembang sejak beberapa dekade terakhir. Pada negara-negara berkembang, sekitar 44% sampai 97% pasien di RS diresepkan antibiotika, seringkali tidak perlu atau tidak tepat indikasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas penggunaan antibiotika pasien rawat inap RSUP NTB. Metodologi: Penelitian ini dilakukan menggunakan metode potong lintang menggunakan data rekam medis dalam kurun 2004-2014. Kualitas penggunaan antibiotika yang dipergunakan adalah berdasarkan kriteria Gyssens. Hasil: Sebanyak 120 kasus memenuhi kriteria inklusi memiliki diagnosis/ diagnosis kerja yang beragam. Dari 120 kasus tersebut diberikan peresepan 360 antibiotika dengan rerata 3 kombinasi antibiotika. Didapatkan tingkat ingkat konsumsi antibiotika per 100 hari rawat (bed days) adalah ceftriaxone (28.9%); metronidazole (24.2%), levofloxacin (17.3%), ciprofloxacin (15.7%), cefotaxim (8.8%), meropenem (2.1%), amoxicillin dan gentamicin (0.7%), fosfomycin (0.3%) dan chloramphenicol (0.1%).Hasil yang diperoleh berdasarkan analisa kualitatif penggunaan antibiotik adalah sebagai berikut: pemberian empiris (58.6%), disusul tidak diketahui (22.5%), definitif (13.9%) dan profilaksis (5%). Untuk tipe terapi profilaksis 100% menggunakan ceftriaxon. Kesimpulan: Berdasarkan penelitian ini terdapat penggunaan ceftriaxone yang berlebihan dan tidak rasional. Kualitas peresepan tertinggi adalah meropenem disusul ampisilin, levofloxacin, fosfomycin, amoxicillin, metronidazole, cefotaxim dan ceftriaxone. Adapun kriterianGyssens yang mendominasi pada studi ini adalah tidak adanya indikasi penggunaan antibiotika. Dengan demikian maka perlu (1) dibuat panduan penggunaan antibiotika RSUP dan (2) Pembatasan penggunaan ceftriaxone dan cephalosporin generasi ketiga. Kata Kunci: rasionalisasi, antibiotika, rawat inap.
Studi Status Gizi, Pola Makan serta Aktivitas pada Anak Sekolah Dasar di Kota Mataram Suryani, Dewi; Sabrina, Yunita; Cholidah, Rifana; Ekawanti, Ardiana; Andari, Marie Yuni
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Dewasa ini negara berkembang termasuk Indonesia dihadapkan pada dua permasalahan status gizi anak, yaitu gizi kurang dan gizi lebih. Kecenderungan peningkatan prevalensi gizi lebih di Indonesia ditunjukkan oleh studi di Yogyakarta dan Denpasar. Sebuah studi di Yogyakarta tahun 1999 menunjukkan bahwa proporsi gizi lebih pada anak sekolah dasar di Yogyakarta sebanyak 15,8%, sedangkan di Denpasar tahun 2002 sebanyak 27,5%. Belum ada penelitian serupa di Kota Mataram. Penelitian status gizi perlu dilakukan secara periodik untuk mengetahui kecenderungan status gizi pada anak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status gizi, pola makan dan pola aktivitas pada anak SD di Kota Mataram. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain belah lintang. Pengukuran status gizi anak diukur berdasarkan nilai Z-score kemudian kategori status gizi akan ditentukan berdasarkan standar age per weight. Penentuan faktor risiko diperoleh dari hasil pengisian kuesioner oleh anak dan orang tua. Aspek yang tertuang dalam kuesioner meliputi) pola makan, pola aktivitas dan latar belakang sosial ekonomi keluarga. Hasil: Sebanyak 105 anak terlibat dalam penelitian ini. Proporsi anak yang mengalami gizi lebih adalah 9%. Dari hasil penelitian didapatkan anak yang pola hidupnya dapat mengarah pada gizi lebih, yaitu 16,2% anak menonton TV dan bermain video game melebihi waktu yang direkomendasikan, 38% anak melakukan aktivitas fisik kurang dari 1 kali dalam seminggu, 81% anak tidak menggunakan active commute (naik sepeda atau berjalan kaki ke sekolah), 29,5% anak mempunyai waktu tidur kurang dari jam tidur yang direkomendasikan, 74% anak tidak rutin membawa bekal ke sekolah; dan 5% anak mengkonsumsi makanan cepat saji minimal 1 kali dalam seminggu. Kesimpulan: Kasus gizi lebih sudah menjadi permasalahan di kota Mataram. Diperlukan upaya intervensi terkait faktor-faktor yang telah diketahui terkait dengan gizi lebih. Intervensi ini diperlukan pada anak yang gizi lebih maupun pada anak gizi cukup untuk mencegah terjadinya overweight maupun obesitas. Katakunci status gizi, pola makan, pola aktivitas, anak sekolah dasar
Deskripsi Tingkat Pengetahuan dan Perilaku Pencegahan terhadap Malaria pada Siswa Sekolah Dasar di Daerah Non Endemis Malaria di Lombok Suryani, Dewi; Cenderadewi, Mutia; Wiguna, Putu Aditya; Rahman, Hadian; Fathana, Prima Bella
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Malaria merupakan mosquito borne-disease yang masih menjadi permasalahan global. Banyak penelitian yang mendukung anak sekolah sebagai agen perubahan karena memiliki potensi untuk menyebarkan pesan kesehatan kepada anak yang lain, anggota keluarga, dan masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan setelah sebelumnya telah dilakukan penelitian serupa di daerah endemis malaria di Lombok Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan terkait malaria, sumber informasi tentang malaria serta perilaku dan penggunaan anti-nyamuk terkait penularan malaria pada siswa sekolah dasar di Mataram. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif observational dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas 5 dan 6 di 4 Sekolah Dasar (SD) di Kota Mataram.  Hasil: Tedapat 128 siswa yang terlibat dalam penelitian ini. Sebesar 92% siswa pernah mendengar istilah malaria dan sumber informasi utama mengenai sakit malaria adalah dari orang tua (46%). Didapat hanya 21,1% siswa yang mempunyai tingkat pengetahuan baik terhadap malaria. Aspek pengetahuan mengenai malaria yang perlu ditingkatkan adalah 1) pendapat mengenai sakit malaria; 2) gejala sakit malaria; 3) penyebab sakit malaria; 4) waktu nyamuk menggigit dan 5) cara pencegahan sakit malaria untuk diri sendiri. Ibu adalah anggota keluarga yang bertanggungjawab menyediakan metode pencegahan gigitan nyamuk di rumah. Sebagian besar rumah tangga menggunakan semprotan pembasmi nyamuk untuk menghindari gigitan nyamuk. Berdasarkan hasil penelitian ini, perlu dilakukan upaya intervensi berbasis sekolah untuk meningkatkan pengetahuan anak SD mengenai malaria. Kesimpulan: Pengetahuan anak SD di Kota Mataram tentang malaria sebagian besar tergolong sedang dan baik. Pencegahan malaria terutama dilakukan oleh ibu dengan menggunakan obat nyamuk semprot.
Peran Toxin Panton-Valentine Leukocidin (PVL) dalam Patogenesis Community-acquired Methicillin-Resistance Staphylococcus aureus (MRSA) Suryani, Dewi
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 4 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Panton-Valentine Leukocidin (PVL) merupakan salah satu gen yang terdapat pada Community Acquired Methicillin-Resistance Staphylococcus aureus (CA-MRSA). Terdapat kontroversi sejauh manaperan dari PVL dalam menyebabkan konsekunsi klinis yang berat dalam patogenesis CA-MRSA. Ada sebagian peneliti yang setuju bahwa PVL merupakan faktor virulensi utama namun ada sebagian peneliti yang menentang hal ini. Dalam tinjauan pustaka ini akan dibahas mengenai distribusi, struktur dan mekanisme kerja dari PVL positif CA-MRSA. Disamping itu akan dibahas pula mengenai hubungan PVL dengan faktor lain yang berkontribusi terhadap patogenesis penyakit CA-MRSA meliputi: variasi kadar produksi PVL antar strain MRSA, sistem imun host dan gen lain pad CA-MRSA genome yang bekerja bersama PVL dalam menyebabkan penyakit.
Hubungan Pengetahuan Ibu Mengenai Demam Berdarah Dengue dengan Tingkat Kepadatan Jentik di Kelurahan Monjok Timur Kota Mataram Sanad, Sakinah Marie; Suryani, Dewi
Jurnal Kedokteran Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Indonesia merupakan salah satu negara dengan insidensi tertinggi Demam Berdarah Dengue yang mencapai 37,11 per 100.000 penduduk disertai Case Fatality Rate (CFR) 0,90 %. Kurangnya pengetahuan tentang etiologi, vektor, penularan dan tindakan preventif berkontribusi pada tingginya insidensi Demam Berdarah Dengue. Laju penularan dihubungkan dengan tingkat kepadatan jentik yang diwakili oleh nilai Container Index (CI). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu mengenai Demam Berdarah Dengue, Container Index, dan hubungan antara kedua variabel ini.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional menggunakan kuesioner dan survei jentik untuk menghitung CI. Sekitar 100 ibu rumah tangga yang tinggal di Monjok Timur menjadi partisipan penelitian. Data selanjutnya dianalisis menggunakan Uji Chi-Square.Hasil: Sebanyak 65% ibu memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi. Sebanyak 76% rumah memiliki nilai CI yang tinggi. Hasil analisis menggunakan Uji Chi-Square menunjukkan hubungan yang secara statistik signifikan antara tingkat pengetahuan ibu dengan CI (p = 0,023).Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu mengenai Demam Berdarah Dengue dengan Container Index.
STUDI PENDAHULUAN: UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS KUESIONER TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PRAKTIK TERHADAP DEMAM BERDARAH PADA GURU SEKOLAH DASAR DI KOTA MATARAM Wijaya, Christabella Natalia; Sari, Dian Puspita; Suryani, Dewi
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 3.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyebab kematian utama pada anak di Asia Tenggara. Upaya pencegahan DBD dapat dilakukan di sekolah baik olehguru atau siswa. Pengetahuan yang baik akan mempengaruhi sikap dan praktik yang menunjang upaya pencegahan DBD. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkankuesioner dan melakukan uji validitas dan reliabilitas penilaian pengetahuan, sikap, dan praktik guru terkait DBD. Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik dengan desain potong lintang yang melibatkan 114 guru Sekolah Dasar di Kota Mataram. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner yang terdiri atas 5 bagian yaitu identitas responden, sumber informasi, pengetahuan, sikap, dan praktik tentang DBD. Hasil: Pada uji validitas kuesioner pengetahuan didapatkan 17 item valid, 5 item tidak valid, dan 3 item memiliki variansi nol. Bagian sikap didapatkan 7 item valid, 6 item tidak valid,dan 4 item memiliki variansi nol. Bagian praktik didapatkan 13 item valid, 1 item tidak valid, dan 3 item memiliki variansi nol. Uji reliabilitas didapatkan nilai Cronbach?s alpha bagianpengetahuan 0,815, bagian sikap 0,547, dan bagian praktik 0,744. Kesimpulan: Sebagian besar kuesioner ini sudah valid dan reliabel. Kuesioner yang dikembangkan dalam penelitian ini sudah cukup baik, terutama pada bagian pengetahuan; akan tetapi untuk dapat diimplementasikan dalam pengukuran di masyarakat, kuesioner ini masih memerlukan perbaikan terutama pada bagian sikap dan praktik.