Sawa Suryana
Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

PELATIHAN ASESMENT DAN EVALUASI PEMBELAJARAN UNTUK PENINGKATAN KEMAMPUAN PROFESIONAL BAGI TUTOR KEJAR PAKET B KESETARAAN PADA PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT (PKBM) DI KOTA SEMARANG Suryana, Sawa; Fakrudin, Fakrudin; Ustman, Ustman
Jurnal Abdimas Vol 14, No 1 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pengelolaan suatu organisissasi ,termasuk didalamnya penyelenggaraan program pendidikan kesetaraan yang merupakan salah satu wujud kegiatan pendidikan non formal untuk memenuhi jawaban kebutuhan akan lembaga pendidikan yang setara dengan pendidikan formal. Tuntutan masyarakat yang lebih maju serta keterbatasan management serta kinerja lembaga akan mengakibatkan rendahnya mutu pendidikan ( keluaran pendidikan). Program Kesetaraan, Paket B sebagai salah satu altenatif model pendidikan kesetaraaan non formal yang keberadaaanya saat ini sudah didukung oleh seperangkat peraturan dan perundang-indangan dalam implementasinya masih memiliki beberapa kendala yang antara lain meliputi kurang profesinalan tutor dalam pembelajaran yang bayak disebabkan oleh latar belakang pendidikan yang kurang sesuai yang pada giliranya kemampuan belajarnya rendah ini tercermin dalam hal: (1) dalam membuat rencana pembelajaran, (2) penguasaan metode pembelajaran maupun yang ke (3) dalam mengevaluasi hasil belajar. Dalam kaitan ini evaluasi model penyelenggraaan pendidikan kesetaraan akan menjadi focus pengabdian yang akan dillaksanakan. Kegiatan yang dilakukan adalah melatih para tutor Program Kesetaraan Paket B dalam bidang asesmen dan evaluasi pembelajaran. Model yang digunakan akan bertolak pada pemikiran yang akan selalu terkait dengan seperangkat persyartan ambang tersebut mengikat bagi (1) masukan yang terdiri dari sumber daya (tenaga kependidikan ,tutor dan laboran (2) Proses pendidikan yang penjabaranya meliputi pemanfaatan sumber daya untuk mengenal tujuan yang terdiri dari seperangkat kurikulum, PBM, sarana dan prasarana serta situasi pembelajaran dan yang ke (3) keluaran yang menjadi sasaran hasil evaluasi serta dampaknya. Adapun tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah: Memberikan pelatihan kepada Tutor Program Kesetaraan Program Kejar Paket B di PKBM Kota Semarang agar memiliki ketrampilan, pengetahuan dan sikap dalam mengevaluasi program Kejar Paket B, sesuai dengan bidang /materi pembelajaran yang diampunya. Untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan dan ketrampilan profesional dalam melakukan evaluasi pembelajaran pada program Kejar Paket B di PKBM Kota Semarang. Untuk mencapai tujuan tersebut maka diadakan pelatihan dengan langkah –kegiatan sebagai berikut; (1) Persiapan yakni Melakukan kordinasi dan identifikasi kebutuhan peserta pelatian, (2) persiapan penetapan materi pelatihan dengan cara FGD antara Tim dengan para pakar, tutor, Kasi PNFI Kota Semarang dan teman sejawat, 3 Pelaksanaan kegiatan dan 4 adalah melakukan evaluasi baik secara teori maupun praktek membuat alat evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian ini adalah (1). Telah terlatih tutor PKBM sebayak 40 tutor Paket B yang mendalamai konsep, teknik, analisis, serta interpretasi test hasil belajar untuk program kejar Paket B, yang terdiri dari 21 pria dan 19 wanita (2) Sebanyak 40 peserta pelatihan telah memiliki kemampuan dalam pembuatan alat evaluasi hasil belajar yang sudah sesuai dengan KTSP. Adapun saran diberikan pada kegiatan ini adalah (1) Perlu diadakan pelatihan lanjutan untuk meningkatkan kemampuan profesionalisme tutor, mengingat di Kota Semarang tutor yang mengajar Di PKBM sebagian besar belum mendapat kesempatan untuk mengikuti pelatihan asesment dan evaluasi. (2) .Untuk meningkatkan kemampuan profesional para tutor dalam mengevaluasi hendaknya lembaga LP2M Unnes ,khususnya Jurusan PLS lebih sering mengadakan monitoring dan pembinaan secara berkelanjutan.   Kata Kunci : Asesmen , Evaluasi, Tutor, Kemampuan profesional.
MODEL PEMBELAJARAN DAN EVALUASI PROGRAM PENDIDIKAN KESETARAAN PAKET B DAN PAKET C DI KOTA SEMARANG Suryana, Sawa
Edukasi No 2 (2010): Edukasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah :Untuk mendeskripsikan Program Pendidikan Kesetaraan Paket B dan Paket C di Kota Semarang. (1). Mengetahui kegiatan proses pembelajaran, sistem evaluasi dan sistem Uji kompetensi  pada  lembaga  penyelenggara program pendidikan kesetaraan ilpaket B dan Paket C di Kota Semarang (2). Mengetahui dan mendeskripsikan faktor-faktor penghambat dan pendukung terselenggaranya  Pogram Pendidikan Kesetaraan  Paket B dan Paket C di Kota Semarang. Untuk mengungkap  data penelitian digunakan  pendekatan survey ,dengan teknik pengumpulan data mengunakan  kuwesioner dan Wawancara   model Deskriptif prosentase dan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Program Kejar Paket B dan Paket C setara SMP dan SMA di SKB Kota Semarang, dilaksanakan  dengan mengunakan kurikulum 2004 dan KTSP, proses pembelajaran dilakukan hari senin sedang hari jum,at seminggu 4 kali. (2) Di Program kesetaraan Paket C ini diterapkan model belajar tutorial adalah 2 SKS untuk mata pelajaran pembinaan aklak mulia, 13 SKS untuk Mata Pelajaran Akademik dan 3 SKS untuk Praktek Kecakapan hidup (Life Skiil) dan untuk belajar mandiri secara terstuktur dialokasikan waktu sebanyak 18 SKS belajar mandiri terstruktur. Sedangkan pada Program Kejar Paket B Bahan  pembelajaran yang digunakan   lebih banyak mengacu pada modul yang diberikan pada peserta didik. Adapun Mata pelajaran yang diajarkan di program Paket B ini antara lain  meliputi : Pendidikan agama, Pendidikan Keawrganegaraan, Bahasa dan Sastra Indonesia, Bahasa Ingris, Matematika, Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu Pengetahuan alam, :Kesenian, Pendidikan jasmani, Kerumahtanggaan, Ekonomi lokal, Ketrampilan Bermata pencaharian/Muatan Lokal, Teknologi informasi dan komuikasi dan etika Kata Kunci: model penyelenggaraan; kesetaraan; kejar paket b; kejar paket c
CHARACTER EDUCATION MODEL IN EARLY AGE CHILDREN Suryana, Sawa
Indonesian Journal of Early Childhood Education Studies Vol 2 No 1 (2013): June 2013
Publisher : Indonesian Journal of Early Childhood Education Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijeces.v2i1.9223

Abstract

Character education in addition to developing and strengthening personal potential and also filter out external influences which could ultimately shape the character of the students for the better. Efforts to establish this character solely conducted in educational institutions through a series of learning activities through a series of subjects and self-development activities conducted at the inside and outside of school. Habituation-refraction in everyday life also made, such as: religious attitude, honesty, discipline, tolerance, hard work, love peace, responsibility, of etc.These values would need to be fostered, which in turn can shape the character of individual learners which in turn is faces life of a nation. Hams in character education should always emphasize the importance of three components, namely good moral character or knowledge ofmoral knowing, moral feeling or sense of moral action and moral or immoral acts. This is necessary so that learners can understand, feel and do not run as well as virtues. 
(STUDI KASUS CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY PT. PERTAMINA DAN UNNES DI DESA LEDOK, KECAMATAN SAMBONG KABUPATEN BLORA) Estafianto, Hary Dwi; Suryana, Sawa; Mulyono, Sungkowo Edy
Journal of Nonformal Education and Community Empowerment Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Corporate Sosial Responsibility (CSR) merupakan tanggungjawab sosial dari perusahaan untuk melaksanakan pemberdayaan masyarakat. Permasalahan yang dikaji adalah bagaimana perencanaan program CSR, pelaksanaan program CSR, monitoring dan evaluasi, dampak program CSR dan faktor yang mempengaruhi dalam prgogram CSR. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan perencanaan program CSR, pelaksanaan program CSR, monitoring dan evaluasi, dampak program CSR dan faktor yang mempengaruhi dalam pelaksanaan program CSR.Penelitian dilakukan di Desa Ledok Kecamatan Sambong Kabupaten Blora dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini terdiri dari 6 orang. Fokus penelitian ini adalah bentuk pemberdayaan masyarakat melalui program CSR PT. Pertamina dan UNNES di Desa Ledok. Sumber data penelitian ini yaitu sumber data primer dan sekunder. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Keabsahan data yang digunakan yaitu dengan metode triangulasi. Teknik analisis data melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan program CSR di Desa Ledok dilaksanakan mengunakan perencanaan top-down. Pada pelaksanaan semua berjalan dengan baik dengan menggunakan model pendekatan pemberdayaan masyarakat. Dalam perlaksanaan program CSR ini juga dilaksanakan monitoring dan evaluasi untuk mengetahui keberhasilan pelaksanaan program. Kegiatan monitoring program CSR ini menggunakan pendekatan secara langsung dan kegiatan evaluasi yang dilaksanakan menggunakan model evaluasi akhir. Program CSR di Desa Ledok berdampak pada empat bidang garapan meliputi bidang pendidikan, bidang ekonomi, bidang kesehatan, dan pada bidang lingkungan dan infrastruktur. Dalam pelaksanaan program CSR juga memiliki faktor pendukung dalam pelaksanaan program CSR yaitu sarana dan prasarana, tingkat SDM dan partisipasi masyarakat. Faktor penghambat dalam pelaksanaan program CSR ini adalah potensi lokal.Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah program CSR di Desa Ledok secara keseluruhan berjalan dengan baik. Perencanaan program CSR ini menggunakan perencanaan top-down, pelaksanaannya menggunakan pendekatan pemberdayaan masyarakat, dalam monitoring dan evaluasi menggunakan pendekatan langsung. Program CSR ini berdampak positif bagi warga masyarakat desa Ledok dan kendala yang dihadapi dapat diatasi dengan baik.Corporate Social Responsibility ( CSR ) is the social responsibility of the company to implement community empowerment . The problem studied is how the CSR program planning , implementation of CSR programs , monitoring and evaluation , the impact of CSR programs and the factors that influence the CSR prgogram . The purpose of this study is to describe the CSR program planning , implementation of CSR programs , monitoring and evaluation , the impact of CSR programs and the factors that affect the implementation of CSR programs . The study was conducted in the village of the District Ledok Sambong Blora with a qualitative approach . The study subjects consisted of six people . The focus of this research is a form of community empowerment through CSR PT . Pertamina and UNNES in Ledok village . The data source in this study are primary and secondary data sources . Data collection methods used were interviews , observation and documentation . The validity of the data used is the method of triangulation . The technique of data analysis through data reduction phase , data presentation , and conclusion .The results showed that the CSR program planning in Ledok village implemented using a top-down planning. In implementing all goes well by using a model of community empowerment approach . In implementation CSR program is also implemented monitoring and evaluation to determine the success of the program. monitoring activities in CSR program uses a direct approach and evaluation activities are carried out using a model of the final evaluation. CSR programs in Ledok village impact on four sector include education, economics , health, and the environmental and infrastructure . In the implementation of CSR programs also have inhibiting factor in the implementation of CSR programs namely infrastructure , human resources and the level of community participation . inhibiting factor in the implementation of CSR programs is the local potential .The conclusion that can be drawn from this research is the CSR program in the Village Ledok going well overall . Planning this CSR program uses a top-down planning , implementation of community empowerment approach , the monitoring and evaluation using the direct approach . The CSR program had a positive impact for residents of rural communities Ledok and obstacles encountered can be overcome with good .
PELATIHAN ASESMENT DAN EVALUASI PEMBELAJARAN UNTUK PENINGKATAN KEMAMPUAN PROFESIONAL BAGI TUTOR KEJAR PAKET B KESETARAAN PADA PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT (PKBM) DI KOTA SEMARANG Suryana, Sawa; Fakrudin, Fakrudin; Ustman, Ustman
Jurnal Abdimas Vol 14, No 1 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pengelolaan suatu organisissasi ,termasuk didalamnya penyelenggaraan program pendidikan kesetaraan yang merupakan salah satu wujud kegiatan pendidikan non formal untuk memenuhi jawaban kebutuhan akan lembaga pendidikan yang setara dengan pendidikan formal. Tuntutan masyarakat yang lebih maju serta keterbatasan management serta kinerja lembaga akan mengakibatkan rendahnya mutu pendidikan ( keluaran pendidikan). Program Kesetaraan, Paket B sebagai salah satu altenatif model pendidikan kesetaraaan non formal yang keberadaaanya saat ini sudah didukung oleh seperangkat peraturan dan perundang-indangan dalam implementasinya masih memiliki beberapa kendala yang antara lain meliputi kurang profesinalan tutor dalam pembelajaran yang bayak disebabkan oleh latar belakang pendidikan yang kurang sesuai yang pada giliranya kemampuan belajarnya rendah ini tercermin dalam hal: (1) dalam membuat rencana pembelajaran, (2) penguasaan metode pembelajaran maupun yang ke (3) dalam mengevaluasi hasil belajar. Dalam kaitan ini evaluasi model penyelenggraaan pendidikan kesetaraan akan menjadi focus pengabdian yang akan dillaksanakan. Kegiatan yang dilakukan adalah melatih para tutor Program Kesetaraan Paket B dalam bidang asesmen dan evaluasi pembelajaran. Model yang digunakan akan bertolak pada pemikiran yang akan selalu terkait dengan seperangkat persyartan ambang tersebut mengikat bagi (1) masukan yang terdiri dari sumber daya (tenaga kependidikan ,tutor dan laboran (2) Proses pendidikan yang penjabaranya meliputi pemanfaatan sumber daya untuk mengenal tujuan yang terdiri dari seperangkat kurikulum, PBM, sarana dan prasarana serta situasi pembelajaran dan yang ke (3) keluaran yang menjadi sasaran hasil evaluasi serta dampaknya. Adapun tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah: Memberikan pelatihan kepada Tutor Program Kesetaraan Program Kejar Paket B di PKBM Kota Semarang agar memiliki ketrampilan, pengetahuan dan sikap dalam mengevaluasi program Kejar Paket B, sesuai dengan bidang /materi pembelajaran yang diampunya. Untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan dan ketrampilan profesional dalam melakukan evaluasi pembelajaran pada program Kejar Paket B di PKBM Kota Semarang. Untuk mencapai tujuan tersebut maka diadakan pelatihan dengan langkah ?kegiatan sebagai berikut; (1) Persiapan yakni Melakukan kordinasi dan identifikasi kebutuhan peserta pelatian, (2) persiapan penetapan materi pelatihan dengan cara FGD antara Tim dengan para pakar, tutor, Kasi PNFI Kota Semarang dan teman sejawat, 3 Pelaksanaan kegiatan dan 4 adalah melakukan evaluasi baik secara teori maupun praktek membuat alat evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian ini adalah (1). Telah terlatih tutor PKBM sebayak 40 tutor Paket B yang mendalamai konsep, teknik, analisis, serta interpretasi test hasil belajar untuk program kejar Paket B, yang terdiri dari 21 pria dan 19 wanita (2) Sebanyak 40 peserta pelatihan telah memiliki kemampuan dalam pembuatan alat evaluasi hasil belajar yang sudah sesuai dengan KTSP. Adapun saran diberikan pada kegiatan ini adalah (1) Perlu diadakan pelatihan lanjutan untuk meningkatkan kemampuan profesionalisme tutor, mengingat di Kota Semarang tutor yang mengajar Di PKBM sebagian besar belum mendapat kesempatan untuk mengikuti pelatihan asesment dan evaluasi. (2) .Untuk meningkatkan kemampuan profesional para tutor dalam mengevaluasi hendaknya lembaga LP2M Unnes ,khususnya Jurusan PLS lebih sering mengadakan monitoring dan pembinaan secara berkelanjutan.   Kata Kunci : Asesmen , Evaluasi, Tutor, Kemampuan profesional.