Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Agrotek Indonesia

Pengaruh Lama Waktu Inkubasi Dan Dosis Pupuk Organik Terhadap Perubahan Sifat Fisik Tanah Inceptisol di Jatinangor

Jurnal Agrotek Indonesia Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Agrotek Indonesia
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara dosis pupuk organik dan lama inkubasi terhadap sifat fisik tanah yaitu bobot isi (Bulk Density), kadar air, porositas, dan permeabilitas. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen.Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor perlakuan, yaitu lama waktu inkubasi dan dosis pupuk organik. Lama inkubasi terdiri dari 3 taraf, yaitu 2 minggu, 4 minggu, 6 minggu dan dosis pupuk organik terdiri dari 4 taraf, yaitu 0 ton/ha, 10 ton/ha, 20 ton/ha, 30 ton/ha. Hasil dari penelitian ini menunjukkan tidak terjadi interaksi antara lama inkubasi dan dosis pupuk organik begitupula pengaruh dosis pupuk organik yang tidak signifikan terhadap keempat parameter sifat fisik tanah, tetapi faktor lama inkubasi memiliki pengaruh yang nyata terhadap bobot isi dan porositas tanah. Kemudian, berdasarkan hasil rata – rata pada kedua faktor perlakuan, perlakuan lama inkubasi dari 4 minggu sampai 6 minggu dapat menurunkan bobot isi tanah sebesar 10,82%, serta meningkatkan porositas dan permeabilitas tanah masing – masing sebesar 8,34% dan 80%. Sedangkan, pemberian dosis pupuk organik sebanyak 20 ton/ha pada lama inkubasi 4 minggu sampai 6 minggu dapat menurunkan bobot isi tanah sebesar 15,57%, serta meningkatkan 10,38% kadar air tanah, 12,97% porositas tanah dan 49,77% permeabilitas tanahKata Kunci : Tanah, Pupuk Organik, Lama Inkubasi, Sifat Fisik Tanah

Penjadwalan Irigasi Menggunakan Neraca Air Harian Pada Budidaya Ubi Jalar (Ipomea Batatas L.) Varietas Rancing

Jurnal Agrotek Indonesia Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Agrotek Indonesia
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Salah satu permasalahan budidaya di lahan kering adalah keterbatasan ketersediaan air untuk irigasi. Hal ini menyebabkan petani lahan kering umumnya hanya melakukan satu kali tanam dalam satu tahun. Salah satu upaya untuk mengatasinya adalah dengan menerapkan teknologi pemanenan air hujan atau air limpasan. Untuk meningkatkan produktivitas air hujan yang dipanen dibutuhkan suatu usaha dalam menghemat penggunaan air. Pengaturan jadwal irigasi berdasarkan analisis neraca air lahan harian diharapkan dapat meningkatkan nilai produktivitas air dilahan kering. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji penjadwalan irigasi menggunakan neraca air lahan harian pada budidaya ubi jalar (Ipomea batatas L) varietas rancing. Penelitian ini dilaksanakan di kebun penelitian Ciparanje, Kampus Universitas Padjadjaran, Jatinangor pada bulan Juli sampai November 2018. Penelitian ini dilakukan menggunakan batas deplesi 20% dengan total pemberian irigasi sebesar 9.285,6 liter sedangkan deplesi 30% adalah sebesar 8.687 liter. Substitusi kebutuhan air tanaman dengan deplesi 20% dapat memenuhi 129 m2 luasan areal budidaya, sedangkan deplesi 30% dapat memenuhi 138 m2 luasan areal budidaya selama satu musim tanam. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebutuhan air tanaman selama satu musim tanam dapat terpenuhi dari jumlah volume air yang terdapat dalam kolam pemanenan air limpasan. Kata kunci : penjadwalan irigasi, neraca air lahan harian, lahan kering, ubi jalar.