Articles

Found 18 Documents
Search

DESAIN DIDAKTIS KONSEP GARIS SINGGUNG LINGKARAN PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) Suryadi, Didi; Nurlaelah, Elah
Jurnal Online Pendidikan Matematika Kontemporer Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Online Pendidikan Matematika Kontemporer
Publisher : Jurnal Online Pendidikan Matematika Kontemporer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan suatu alternatif desain pembelajaran terkait konsep garis singgung lingkaran yang dilatarbelakangi oleh adanya learning obstacle khususnya hambatan epistimologis pada konsep tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif berupa penelitian desain didaktis (Didactical Design Research). Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik triangulasi dengan subjek penelitian yaitu (1) siswa SMP kelas IX dan siswa SMA kelas X untuk identifikasi learning obstacle awal ,dan (2) siswa SMP kelas VIII untuk implementasi desain didaktis dan identifikasi learning obstacle akhir. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat empat tipe learning obstacle, yaitu: tipe 1: learning obstacle terkait konsep garis singgung lingkaran dan materi prasyarat; tipe 2: learning obstacle terkait dengan konteks variasi informasi yang tersedia pada soal; tipe 3: learning obstacle terkait dengan koneksi konsep garis singgung lingkaran dengan konsep matematika yang lain; dan tipe 4: learning obstacle terkait dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah. Berdasarkan implementasi desain didaktis dan gambaran learning obstacle dapat disimpulkan bahwa desain didaktis ini merupakan salah satu alternatif desain pembelajaran konsep garis singgung lingkaran untuk SMP.Kata Kunci : Desain Didaktis, Garis Singgung Lingkaran, Learning obstacle.
PROMOTING HIGH-LEVEL MATHEMATICAL THINKING THROUGH PROBLEM-SOLVING ACTIVITIES IN INDONESIAN PRIMARY SCHOOLS Suryadi, Didi
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 2, No 1 (2001): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.013 KB) | DOI: 10.18269/jpmipa.v2i1.383

Abstract

Paper ini memuat sebagian kecil dari hasil penelitian yang dilakukan selama tiga tahun oleh Utari, Suryadi, Rukmana, Dasari, dan Suhendra (1998-2000) yang berfokus pada upaya pengembangan kemampuan berfikir matematik tingkat tinggi siswa sekolah dasar di Jawa Barat. Tujuan utama penelitian ini antara lain mencakup: (1) mengidentifikasi jenis kemampuan berfikir matematik tingkat tinggi yang bisa dikembangkan, (2) mengembangkan model bahan ajar yang sesuai, dan (3) mengembangkan alternatif model pembelajaran yang kondusif untuk pengembangan kemampuan berfikir matematik tingkat tinggi di sekolah dasar.  Key words:  high level thinking, problem-solving, mathematics education
Desain Didaktis Penalaran Matematis untuk Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa SMP pada Luas dan Volume Limas Sulistiawati, Sulistiawati; Suryadi, Didi; Fatimah, Siti
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 6, No 2 (2015): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Sema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v6i2.4833

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan penalaran matematis siswa SMP pada materi geometri. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian desain didaktis (didactial design research).  Penelitian diawali dengan studi pendahuluan untuk mendapatkan data kesulitan belajar (learning obstacle) yang dilaksanakan di SMP Negeri 29 Bandung kelas IXE sebanyak 35 orang, SMA Negeri 1 Lembang kelas XI IPA2 sebanyak 41 orang, dan STKIP Siliwangi Bandung mahasiswa semester VI sebanyak 49 orang pada tahun pelajaran 2011/2012 semester genap. Selanjutnya, dikembangkan desain didaktis yang diujicobakan terbatas kepada 30 siswa kelas VIII B SMP Assalam Bandung. Dari uji coba terbatas dilakukan analisis untuk menyusun desain didaktis revisi. Hasil dari penelitian ini diantaranya perangkat pembelajaran yang digunakan pada pembelajaran sebelum menggunakan desain didaktis belum dapat menggali kemampuan penalaran matematis, desain didaktis penalaran matematis yang dikembangkan dapat memperkecil gap yang dihadapi siswa, dan siswa memberikan tanggapan positif terhadap desain didaktis yang dikembangkan.The background of this research was the lack of junior high school students’ mathematical reasoning in geometry. This research used Didactical Design Research (DDR) method which started by a preliminary study to 35 students of grade IX E Public Junior High School 29 Bandung, 41 students of grade XI Science Program of Senior High School 1 Lembang, and 49 students of Siliwangi College of Education Bandung in semester VI for academic year 2011/2012. The preliminary study was aimed to explore students’ learning obstacles to develep didactical design. The developed didactical design was implemented to 30 students of grade VII B of Assalam Junior High School Bandung. After this implementation the developed didactical design was revised. The results of this research were the learning tools used by previous teacher have not explored mathematical reasoning yet, the developed didactical design had minimized students’ gaps, and students had positive response about the learning.
ANALYSIS OF STUDENTS’ EPISTEMOLOGICAL OBSTACLES ON THE SUBJECT OF PYTHAGOREAN THEOREM Hutapea, Maya L; Suryadi, Didi; Nurlaelah, Elah
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 20, No 1 (2015): Jurnal Pengajaran MIPA - April 2015
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.828 KB) | DOI: 10.18269/jpmipa.v20i1.555

Abstract

This article explains mistakes made by junior high school students in solving Pythagorean Theorem problems as well as analysis of students’ difficulties in applying mathematical concepts (epistemological obstacles), in which these were reflected in their test answers. This research used descriptive exploratory method to describe symptom and phenomena, which occurs within the students’ mind while solving the problem. Data were obtained from a test of Pythagorean Theorem problems given to 99 students from three different schools clusters. Results suggested that students tends to use a quick way to solve the problems without adequate understanding of the concept, remember the term alone without a profound understanding of the concept, fail in solving the problems with implicit information and the problem that requires visual representation in the process of solving the problem. Students also did not like the word problems or a problem with long questions. Teachers play a pivotal role in helping the students to overcome epistemological obstacles such as by giving the students more exercises as well as using different tools and technique in teaching the concept.Keywords: learning obstacles, epistemological obstacles, pythagorean theoremABSTRAKArtikel ini menyajikan kesalahan yang dilakukan oleh siswa sekolah menengah pertama dalam  menyelesaikan soal-soal terkait teorema phytagoras dan juga analisis mengenai kesulitan siswa dalam mengaplikasikan konsep matematik (epistemological obstacle). Kesalahan-kesalahan ini dapat dilihat dari jawaban yang diberikan siswa pada tes yang diberikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif untuk menjelaskan  fenomena yang terjadi pada siswa dalam  menyelesaikan soal-soal terkait teorema Phytagoras. Data yang diperoleh pada penelitian ini berasal dari hasil tes soal-soal Teorema phytagoras yang diberikan pada 99 siswa dari tiga cluster sekolah yang berbeda. Hasil analisis menunjukkan bahwa siswa cenderung menggunakan cara cepat untuk menyelesaikan persoalan tanpa memahami konsep, mengingat rumus secara utuh tanpa pemahaman yang mendalam terkait konsep phytagoras, gagal  menyelesaikan soal yang memuat informasi yang implisit dan soal yang memuat informasi yang disajikan secara visual. Hasil wawancara menunjukkan bahwa siswa tidak suka soal cerita dan soal yang disajikan secara panjang lebar. Guru memainkan peran yang sangat penting dalam membantu siswa untuk mengatasi epistemological obstacle seperti dengan memberikan siswa latihan soal serta menggunakan berbagai media dan teknik pengajaran dalam mengajarkan konsep.Kata kunci: kesulitan belajar,  kesulitan epistemologis, teorema phytagoras
SKALA MOTIVASI AKADEMIK MATEMATIKA UNTUK MENGUKUR SELF-DETERMINATION MATEMATIS DI PERGURUAN TINGGI Santosa, Cecep Anwar; Suryadi, Didi; Prabawanto, Sufyani
Jurnal Penelitian Dan Pembelajaran Matematika Vol 9, No 1 (2016): Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika Volume 9 Nomor 1 Februari 2016
Publisher : Jurnal Penelitian Dan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.61 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen motivasi akademik dalam pembelajaran matematika berdasarkan teori self-determination matematis. Sebelum diujikan, draft instrumen divalidasi terlebih dahulu oleh ahli. Subjek penelitian adalah mahasiswa jurusan pendidikan matematika sebanyak 64 orang. Instrumen terdiri atas 28 pertanyaan yang dikembangkan berdasarkan kontinuum teori self-determination, yaitu amotivasi, motivasi ekstrinsik, dan intrinsic. Rumusan masalah penelitian ini adalah, bagaimana deskripsi dan uji kesamaan rerata data respon, bagaimana konsistensi internal instrumen, apakah terdapat sebuah pola simpleks diantara subskala pada instrumen yang dikembangkan, dan bagaimana korelasi antara kontinuum subskala dan variabel lainnya. Hasil penelitian menunjukkkan; pertama, dari hasil uji kesamaan rata-rata, respon antar subsampel 1 dan 2 relatif  homogen, kedua, konsistensi internal instrumen secara umum terkategori tinggi, ketiga, korelasi antar subskala menunjukkan adanya struktur simpleks yang menunjukkan validitas skala instrumen yang disusun, keempat, korelasi antar subskala dengan variabel lain yang berhubungan (dalam hal ini capaian akademik) menunjukkan kesesuaian.
OPEN-ENDED APPROACH: AN EFFORT IN CULTIVATING STUDENTS MATHEMATICAL CREATIVE THINKING ABILITY AND SELF-ESTEEM IN MATHEMATICS Fatah, Abdul; Suryadi, Didi; Sabandar, Jozua; Turmudi, Turmudi
Journal on Mathematics Education Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Department of Doctoral Program on Mathematics Education, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22342/jme.7.1.2813.9-18

Abstract

The present study aims at examining the use of open-ended approach in cultivating senior high school students mathematical creative thinking ability (MCTA) and self-esteem (SE) in mathematics viewed from school category. The subjects of this research were the students grade XI at three schools; high, middle and low category in Kota Serang, Banten Province. In every school category, two classes were chosen; one class was the experimental group which was taught by open-ended approach, while another class was a control group which was taught by conventional way. This quasi-experimental research employed MCTA test and SE in mathematics scale as the instruments. In general, the research result shows that the MCTA improvement and SE level of the students who are taught by open-ended approach is better than those who are taught conventionally. The results of students MCTA and SE viewed from school category will be further discussed.Keywords: mathematical creative thinking ability, self-esteem, open-ended approach
Cultivating Upper Secondary Students Mathematical Reasoning-Ability and Attitude towards Mathematics Through Problem-Based Learning Napitupulu, E. Elvis; Suryadi, Didi; Kusumah, Yaya S.
Journal on Mathematics Education Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Department of Doctoral Program on Mathematics Education, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22342/jme.7.2.3542.117-128

Abstract

This paper reports some results of a research attempted to cultivate students mathematical reasoning ability (MRA) by means of implementing problem-based learning (PBL) model. The population was upper secondary students of public schools in Bandung. Cluster sampling technique applied to take sample of amount 158 students from middle-level schools. Data were teachers assessment on students’ performance in last two months, prior mathematical knowledge (PMK) and MRA test, observations, and interview. Two-factors ANOVA then used to analyze the data. Findings showed that overall students in PBL-classroom achieved better MRA than their counterparts in conventional one though the category in both classrooms was low. Interaction between PBL and PMK factor towards MRA did not emerge. Most part of the participants viewed PBL neither positive nor negative. On the contrary, they assessed that the tasks given made and demanded them thinking and learning more actively than ever. The findings showed adopting PBL in schools to facilitate students getting their higher order thinking skills is a reasonable choice, especially schools having middle or high ability students.Keywords: problem-based learning (PBL), mathematical reasoning ability 
DESAIN DIDAKTIS SOAL CERITA OPERASI HITUNG CAMPURAN UNTUK KELAS III SEKOLAH DASAR Nurhamid, Sahid Agus; Suryadi, Didi
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 8, No 1: Januari 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v8i1.5117

Abstract

Abstract: This research based on the student’s learning obstacle of mixed operation of word problem. The purpose of the research is to explore student’s learning obstacle in order to plan didactic design of mathematics learning, especially in word problem matter that can be implemented in third grade students elementary school. The approach used in this research is the qualitative approach through the method of Didactical Design Research (DDR). Technique of collecting data uses documentation, interview, test and observation. The data was analyzed qualitatively for knowing student’s learning obstacle. The focus of the analysis is based on the theory of didactic situation, and the result of this analysis are used for the development of a didactic design hypothetic. The researcher makes pedagogic didactic anticipation based on identified learning obstacle. The didactic design was implemented in SDN 154 Purwodadi Tanjung Jabung Barat. The result of research showed that student’s ontogenical obstacle, didactical obstacle and epistimological obstacle in learning mixed operation of word problem. Based on the above findings, an expected alternative didactical design was composed to minimaze the obstacle that has been identified. From the research it can be concluded that by using this didactic design is one of the alternatives in learning the mixed operation of word problem in elementary school of class III found that learning obstacle can be reduced.Keyword: Didactic design, word problem, mixed operation, learning obstacle. Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh munculnya hambatan belajar (learning obstacle) siswa tentang soal cerita operasi hitung campuran. Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi learning obstacle untuk merancang desain didaktis pembelajaran matematika soal cerita operasi hitung campuran yang dapat diterapkan di kelas III Sekolah Dasar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif melalui metode DDR (Didactical Design Research). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik dokumentasi, wawancara, tes dan obervasi. Data dianalisis secara kualitatif untuk menemukan learning obstacle.  Fokus analisis berdasarkan teori situasi didaktis, dan hasil analisis ini digunakan untuk pengembangan desain didaktis hipotetik. Peneliti menyusun antisipasi didaktis pedagogis berdasarkan learning obstacle yang telah teridentifikasi. Desain didaktis yang telah dirancang tersebut diujicobakan di SDN 154 Purwodadi Tanjung Jabung Barat. Hasil penelitian menunjukkan siswa mengalami ontogenical obstacle, didactical obstacle dan epistimological obstacle pada pembelajaran soal cerita operasi hitung campuran. Berdasarkan temuan diatas, disusunlah suatu desain didaktis alternatif yang diharapkan mampu mengatasi learning obstacle yang telah teridentifikasi. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan desain didaktis ini merupakan salah satu alternatif dalam pembelajaran soal cerita operasi hitung campuran di SD kelas III, sehingga learning obstacle siswa dapat dikurangi.Kata Kunci: Desain didaktis, soal cerita, operasi hitung campuran, learning obstacle
Peningkatan Kemampuan Berfikir Matematis Siswa SD Kelas III Melalui Pembelajaran Matematika Realistik Berbasis Permainan Tradisional Nugraha, Eli; Suryadi, Didi
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 7, No 1: Januari 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v7i1.2794

Abstract

Penelitian ini bermaksud memperoleh sebuah bukti empiris tentang peningkatan kemampuan berpikir matematis siswa SD kelas III melalui pembelajaran matematika realistik berbasis permainan tradisional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SD kelas III di SDN Girimukti II Kecamatan Cibatu Kabupaten Garut dengan sampel kelas IIIA sebagai kelas eksperimen dan kelas IIIB sebagai kelas kontrol pada tahun pelajaran 2014-2015. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen, dengan desain penelitian non equivalent control group desingn. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan melalui pretes dan postes sebelum dan sesudah perlakuan. Analisis data dilakukan mulai dari penyekoran, uji normalitas, uji homogenitas serta menguji setiap hipotesis yang telah dirumuskan dengan uji t. Berdasarkan analisis data dalam penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa: 1) Kemampuan berpikir matematis siswa yang mendapat pembelajaran matematika realistik berbasis permainan tradisional lebih baik daripada kemampuan berpikir matematis siswa yang mendapat pembelajaran konvensional. 2) Peningkatan kemampuan berpikir matematis siswa yang mendapat pembelajaran matematika realistik berbasis permainan tradisional lebih baik daripada peningkatan kemampuan berpikir matematis siswa yang mendapat pembelajaran konvensional.
DESAIN DIDAKTIS PADA KONSEP LUAS DAERAH TRAPESIUM UNTUK KELAS V SEKOLAH DASAR Annizar, Edya Kresna; Suryadi, Didi
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 8, No 1: Januari 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v8i1.5119

Abstract

Abstract: This research was conducted in grade V, Cijambe Elementary School, Cibeber District, Cianjur regency, by using a qualitative approach through the method of Didactical Design Research (DDR). From the results of the initial study, the obstacles found to indicate the presence of ontological obstacles, didactical obstacles, and epistemological obstacles in learning trapezoid. The focus of the analysis is based on the theory of didactic situations, and the results of this analysis are used for the development of a didactic design hypothetic. Hypothetical didactic design is implemented to see how the didactic situations that developed during the learning followed by an analysis of the video transcript of learning outcomes of the implementation. The implementation results are analyzed again to obtain empirical didactic design, called retrosfektif analysis. Empirical didactic design composed of three lesson design. The first lesson design, consisting of three situations in which an action situation and formulations. Lesson second design, consisting of two situations in which an action situation, formulation and validation. Lesson third design, consisting of four situations are situations of action, the situation formulation, validation situation, and the situation institutionalization.Keywords: Didactical Design Research, Learning Obstacle, Didactical Design, Trapezoid. Abstrak: Penelitian ini dilaksanakan di Kelas V Sekolah Dasar Negeri Cijambe Kecamatan Cibeber Kabupaten Cianjur dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode DDR (Didactical Design Research). Dari hasil studi awal, hambatan yang ditemukan menunjukkan adanya ontogenical obstacles, didactical obstacles, dan epistemological obstacles pada pembelajaran trapesium. Fokus analisis berdasarkan teori situasi didaktis, dan hasil analisis ini digunakan untuk pengembangan desain didaktis hipotetik. Desain didaktis hipotetik diimplementasikan untuk melihat bagaimana situasi-situasi didaktis yang berkembang selama pembelajaran dilanjutkan dengan analisis terhadap transkrip video pembelajaran hasil implementasi. Hasil implementasi dianalisis lagi untuk mendapatkan desain didaktis empirik, yang disebut analisis retrosfektif. Desain didaktis empirik yang tersusun terdiri dari tiga pertemuan (lesson design). Lesson design pertama, terdiri dari tiga situasi yang merupakan situasi aksi dan formulasi. Lesson design kedua, terdiri dari dua situasi yang merupakan situasi aksi, formulasi, dan validasi. Lesson design ketiga, terdiri dari empat situasi yang merupakan situasi aksi, situasi formulasi, situasi validasi, dan situasi institusionalisasi.Kata kunci: Didactical Design Research, Learning Obstacle, Desain Didaktis, Trapesium