Nanan Surya
Departemen Kesehatan Anak Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung

Published : 1 Documents
Articles

Found 1 Documents
Search

The Association Between Initial Solid Food and Atopy in Children with or without Family History of Atopic Disease

Majalah Kedokteran Bandung Vol 1, No 42 (2010)
Publisher : Majalah Kedokteran Bandung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Atopic diseases are the most common chronic diseases in childhood. Their incidence has a tendency to increase recently. The tendency of atopy could be triggered by many factors originated in the early life, including early introduction of solid food. To investigate the association between initial solid food and atopy, an analytic comparative study with historical cohort design was conducted from May to June 2006 in Pediatric Department of Hasan Sadikin Hospital Bandung. It was the second phase study of ´allergic prevalence and risk factors identificationin the first two years of life´. Out of 800 children in Garuda, Padasuka, and Babakansari Primary Health Care Center who were included in the first phase of the study, 749 children were eligible to continue the second phase of the study, 284 children were randomized into two groups of children with and without family history of atopic disease consisting of 142 children each. They then underwent skin prick test. History of initiation time of solid food were obtained from their parents. To analyze the data chi-square and odds ratio with 95% confidence interval were used. Among 284 children who fullfilled the inclusion criteria, 50% had family history of atopic disease. Atopy was found in 28.2% children, 32.4% with family history of atopic disease and 23.9% without family history of atopic disease. There was no significant correlation between family history of atopic disease and atopy (p=0.113). There was a high risk for atopy related to initial solid food (OR = 4.50, 95%CI = 1.96-10.74, p < 0.001). The difference of atopy was strongly significant between children who had initial solid food at the age of <6 months and at the age of >6 months whether or not the children had family history of atopic disease (p=0.016 and p=0.002). Conclusions: A significant increase in the risk of childhood atopy occured if initial solid food is given at the age of <6 months, whether or not the children have family history of atopic disease.Hubungan antara Waktu Pemberian Makanan Pendamping ASIdan Kejadian Atopi pada Anak dengan atau Tanpa Riwayat PenyakitAtopik dalam KeluargaPenyakit atopik merupakan penyakit kronik yang paling sering ditemukan pada anak. Angka kejadian penyakit atopik cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Kecenderungan atopi atau timbulnya penyakit atopik dapat dicetuskan oleh faktor faktor yang berpengaruh di awal kehidupan, salah satunya adalah pemberian makanan pendamping ASI (MP ASI). Untuk mengetahui hubungan antara waktu pemberian MP ASI dan kejadian atopi dilakukan penelitian analitik komparatif dengan rancangan historical cohort. Penelitian dilakukan pada bulan Mei-Juni 2006 di Bagian Ilmu Kesehatan Anak Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Penelitian ini merupakan fase kedua dari penelitian “Prevalens alergi dan identifikasi faktor risiko pada dua tahun pertama kehidupan”. Penelitian dilakukan di Puskesmas Garuda, Padasuka, dan Babakansari. Dari 800 anak yang mengikuti fase I, sebanyak 749anak dapat diteliti pada penelitian fase II. Dengan teknik sampling secara acak terpilih 142 anak, masing-masing dari  kelompok dengan dan tanpa riwayat penyakit atopik dalam keluarga. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan uji tusuk kulit dan ditanyakan mengenai riwayat pemberian MP ASI. Analisis statistik yang digunakan adalah uji kai-kuadrat dan Odds ratio dengan IK95%. Dua ratus delapan puluh empat anak memenuhi kriteria inklusi penelitian. Dari jumlah tersebut diperoleh 50% anak dengan riwayat penyakit atopik dalam keluarga. Atopi didapatkan pada 28,2% anak, 32,4% di antaranya dengan riwayat penyakit atopik dan 23,9% tanpa riwayat penyakit atopik dalam keluarga. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara anak dengan riwayat penyakit atopik dalam keluarga dan kejadian atopi (p=0,113). Dua ratus delapan (73,2%) anak mendapat MP ASI pada usia <6 bulan, 76 (26,8%) anak mendapat ASI pada usia >6 bulan. Kejadian atopi berbeda bermakna antara anak yang mendapat MP ASI pada usia <6 bulan dan >6 bulan (OR=4,50; IK95%=1,96-10,47; p<0,001), baik pada kelompok anak dengan riwayat penyakit atopik (OR=3,38; IK95%=1,12-10,86; p=0,016) maupun tanpa riwayat penyakit atopik (OR=6,08; IK95%=1,63-26,72, p=0,002) dalam keluarga. Kesimpulan: Pemberian MP ASI pada usia <6 bulan meningkatkan risiko terjadinya atopi, baik pada kelompok anak dengan atau tanpa riwayat penyakit atopik dalam keluarga.