p-Index From 2014 - 2019
11.043
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Electrical and Computer Engineering (IJECE) International Journal of Power Electronics and Drive Systems (IJPEDS) Cakrawala Pendidikan LITERA INOTEK SAINTEK PERIKANAN TRANSMISI Rona Teknik Pertanian KALAM CENDEKIA PGSD KEBUMEN SIGMA EPSILON - Majalah Ilmiah Teknologi Keselamatan Nuklir TRI DASA MEGA - Jurnal Teknologi Reaktor Nuklir Jurnal Forum Nuklir Jurnal Keteknikan Pertanian Jurnal Psikologi Tabularasa Cendekia Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Prosiding SNATIF Interest : Jurnal Ilmu Kesehatan Persona: Jurnal Psikologi Indonesia Rekayasa Sipil Jurnal Agritech JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Jurnal Pendidikan PROSIDING SENATEK FAKULTAS TEKNIK UMP MIMBAR PENDIDIKAN JURNAL KEBIDANAN DAN KESEHATAN TRADISIONAL Jurnal Ilmiah Dinamika Rekayasa (DINAREK) PROFESIENSI MESIN PROFISIENSI Geo-Image Edu Geography Jurnal Elektro dan Telekomunikasi Terapan NATURALISTIC : Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Adabiyah : Jurnal Pendidikan Islam Agrin : Jurnal Penelitian Pertanian Pendekar : Jurnal Pendidikan Berkarakter FENOMENA Jurnal Teknologi & Industri Hasil Pertanian Jurnal Kesehatan Manarang Jurnal Analis Kesehatan Insight : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Jurnal Basicedu PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Jurnal Sigma Agritech: Jurnal Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purwokerto TELKA - Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol
Articles

Found 11 Documents
Search
Journal : Edu Geography

PENGARUH KEAKTIFAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN KLH (KETERAMPILAN LINGKUNGAN HIDUP) TERHADAP PARTISIPASI PENGELOLAAN SAMPAH DI SMANEGERI 1 BANDAR KABUPATEN BATANG

Edu Geography Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Edu Geography

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1)Aktivitas siswa dalam pembelajaran KLH(2)Partisipasi siswa dalam pengelolaan sampah (3)Pengaruh keaktifan siswa dalam pembelajaran KLH terhadap partisipasi pengelolaan sampah. Teknik pengambilan sampel menggunakan proporsional random samplingdengan sampel 33 siswa.Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan kuesionerdengan metode analisisstatistik deskriptif. Aktivitas siswa dalam pembelajaran KLH tergolong tinggi, karena mayoritas siswa bertanggung jawab dan berkontribusiterhadap proses pembelajaran KLH. Partisipasi siswa dalam pengelolaan sampah tinggi, karena dalam pembelajaran KLH siswa telah melakukan kegiatan pengelolaan sampah sesuai prosedur. Adanya pengaruh yang signifikan antara aktivitas siswa dalam pembelajaran KLH terhadap partisipasi pengelolaan sampah, karena siswa dapat menerapkan aktivitas pembelajaran KLH dalam bentuk partisipasi pengelolaan sampah.Guru hendaknya memberi kesempatan kepada siswa untuk melakukan pembelajaran di luar sekolah, misalnya kunjungan ke BLH, sehingga siswa dapat mengerti dan menerapkan sikap ramah lingkungan dimana saja. This researchpurpose isto know:(1)Students activity in KLH learning(2)Students participation in garbage management (3)Students impact for being active in KLH learning toward the participation in garbage management. The researcher used proporsional random sampling as the sample collecting technique with the sample which was consisted of 33 students. Technique of collecting the data used in this study is observation and questionnaire with statistic descriptive analysismethod. Students activity in KLH learning was classified into high, because most of the students are responsible and contributetoward KLH learning process. Students participation in garbage management was high, because in KLH learning, the students had done the garbage management activity based on the procedure. There was significant roles between the students activities in KLH learning and the participation in garbage management, because the students could apply KLH learning activities with the participation in garbage management. The teacher should give opportunities to the students to do some learning outside the school, for example visiting BLH. Therefore, students are able to understand and apply environmentally friendly anywhere.

KENDALA SISWA DALAM PELAKSANAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI DI MADRASAH ALIYAH NEGERI BATANG TAHUN PELAJARAN 2015/2016

Edu Geography Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Edu Geography

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkanpelaksanaan modelpembelajaran kooperatif dalam mata pelajaran geografi memiliki nilai ketuntasan yang bervariasikhususnyapada model Make a Match nilaiketuntasanlebih rendah dibandingkan modelNumber Heads TogetherdanExample Non Example. Diindikasikan terdapat kendala dalam pelaksanaanmodel kooperatifpadamatapelajarangeografi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kendala yang dialami siswa dalam modelpembelajaran kooperatif pada matapelajarangeografi di MadrasahAliyah Negeri Batang. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Dalam pelaksanaan model kooperatifpada mata pelajaran Geografi di MadrasahAliyah Negeri Batang mempunyai kategori yang cukup terkendala, ditinjau dari empat aspek karakteristik yaitu dalam kesiapanmateri meliputi pencarian dan pemanfaatan sumber belajar pada siswa belum maksimal,padaaspekpemahamankonsepyaitusiswatidakdapatmerumuskan danmendeskripsikanjawaban, selanjutnya dalam memadukan konsep siswa hanya mampu mengenali, mengelompokan dan menghubungkan fakta berdasarkan satu buku sajakemudianpada saat mengkontraskan dan mengevaluasi konsepbarurata-rata siswa masih kesulitan, pada tahap pengembangankonsep siswa menjelaskan konsep baru dengan bahasa yang kurang bisa dipahami, siswa tidak mampu dalam mengemukakan ide (pasif).Diajukan saran agar siswa sering dilatih membaca berbagai referensi sumber belajarsepertijurnalmaupunreferensilainnyadari internet. The implementation of cooperative learning model in the geography subject has a variety of minimum standard mastery that is Make a Match model has lower minimum standard mastery than Number Heads Together and Example Non-Example model. It was indicated that there are constraints in the implementation of the cooperative learning model in geography subject. This study aims to determine the constraints experienced by the students in cooperative learning model in the geography subject at State Islamic Senior High School Batang. This study is designed in quantitative descriptive approach. In the implementation of cooperative model in geography subjects at State Islamic Senior High School Batang has this quite constrained categories, first, in terms of the four aspects characteristics, namely in the preparation of material including the search and use of learning resources for students has not yet maximized, second, in the aspect of understanding the concept that students are not able to define and describe the answer , then in combining the concepts students were only able to identify , categorize and connect the facts based on one book, then when contrasting and evaluating the new concept of the average student is still struggling, at the stage of concept development of students explains new concepts with less understandable language , students are not capable of expressing ideas (passive). Submitted suggestions that the students are often trained to read various references of learning resources such as journals and other reference from the internet.

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS VISUAL DIGITAL PADA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS XI IPS DI SMA ISLAM SULTAN AGUNG 1 SEMARANG TAHUN AJARAN 2015/2016

Edu Geography Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Edu Geography

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penggunaan media pembelajaran berbasis visual digital sebagai media pembelajaran geografi di SMA Islam Sultan Agung 1 Semarang. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa IPS kelas XI tahun ajaran 2014/2015 sejumlah 141 siswa. Sampel pada penelitian diambil sebanyak 25% dari jumlah populasi siswa IPS kelas XI tahun ajaran 2014/2015. Variabel penelitian ini adalah efektivitas penggunaan media berbasis visual digital. Teknik pengambilan data yang digunakan yaitu menggunakan metode observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai skor rata-rata efektivitas penggunaan media visual digital dari keseluruhan sampel sebesar 24,85 yang termasuk dalam kriteria tinggi dari empat kriteria sangat tinggi, tinggi, rendah, sangat rendah yang telah di tetapkan. kesimpulan, Penggunaan media visual digital memiliki kriteria tinggi dan efektiv di gunakan dalam pembelajaran geografi. This study aims to determine the effectiveness of the use of digital visual media based learning as a medium of learning in high school geography ISLAM SULTAN AGUNG 1 SEMARANG. The population in this study were all students of class XI IPS school year 2014/2015 a number of 141 students. Samples taken as many as 25% of the total population of students of class XI IPS academic year 2014/2015. The variables of this study was the effectiveness of the use of visual-based digital media. Data retrieval techniques in use that observation methods. The analysis technique used is the analysis of deskripstif. The results showed that the average score of the effectiveness of the use of digital visual media from the overall sample of 24.85 which was included in the high criteria of the criteria that has been set. In conclusion, the use of digital visual media have high criteria and equally effective in use in teaching geography.

AKTIVITAS BELAJAR SISWA DALAM METODE PROBLEM SOLVING PADA MATA PELAJARAN IPS DI SMP 2 KESESI KABUPATEN PEKALONGAN

Edu Geography Vol 4 No 3 (2016)
Publisher : Edu Geography

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat aktivitas belajar siswa dalam metode problem solving dan mengetahui pembelajaran metode problem solving yang dilaksanakan oleh guru mata pelajaran IPS di SMP 2 Kesesi Kabupaten Pekalongan. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi.Teknik analisis data yang dipilih adalah statistik deskriptif dengan menggunakan analisis frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) aktivitas siswa pada metode problem solving secara keseluruah termasuk dalam kriteria aktif yang meliputi aktivitas menyadari masalah, merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, menguji hipotesis. Sedangkan pada aktivitas menyusun dan mempresentasikan laporan dikategorikan cukup aktif, karena hanya ada beberapa orang saja yang menyelesaikan laporan dan aktif berbicara, bahasa yang digunakan masih campuran, serta keberanian siswa saat bertanya jawab masih terlihat ragu-ragu. (2) Pembelajaran menggunakan metode problem solving yang dilaksanakan guru termasuk kategori baik karena guru sudah melaksanakan tiga tahap yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Namun guru masih kurang kreatif dalam penggunaan media pembelajaran. Bagi guru sebaiknya lebih banyak menggunakan media pembelajaran seperti membuat power point slide dan mind mapping. This research aims to understand the level of student learning activity in the method of problem and understand method problem solving learning of teacher on the subjects of social class in Junior High School 2 Kesesi Pekalongan District . Data collection technique that is used is a method of observation .Data analysis technique of the research is descriptive statistics with using analysis the frequency . The results showed that (1) the activity of the students on the methods of problem solving are included in the criteria they have actively covering the activities realized the problem, formulating problems, formulate a hypothesis, collect data, and test the hypothesis. Whereas, in the activity of drawing up and presenting the report categorized quite active, because there are only few people who completed the report and actively speak, the language is still in the mix, as well as the courage of the student when asked the answer still looks hesitant. (2) Learning use the method problem solving implemented teacher in the category of good because teacher have carry out three stages, namely preparation, the implementation, and evaluation. But the teacher is weak creative in media uses learning. For teacher should greater use of media learning such as making power point slide and mind mapping.

HUBUNGAN PENGGUNAAN MULTIMEDIA WEBSITE INTERAKTIF DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA

Edu Geography Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Edu Geography

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

MEKANISME PENGEMBANGAN TES PENILAIAN PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI SMA NEGERI DI KABUPATEN SEMARANG TAHUN AJARAN 2015/2016

Edu Geography Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Edu Geography

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana mekanisme pengembangan tes pada penilaian geografi SMA negeri di Kabupaten Semarang tahun ajaran 2015/2016. Penilaian merupakan salah satu bagian penting dalam suatu proses pembelajaran yang terkait dengan pencapaian hasil belajar siswa. Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan, bertujuan untuk memantau proses dan kemajuan belajar peserta didik serta untuk meningkatkan efektivitas kegiatan pembelajaran. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 12 orang. Dalam penelitian ini tidak terdapat sampel karena semua populasi menjadi responden dalam penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode angket yang berisi daftar pernyataan-pernyataan mengenai langkah-langkah dalam penyusunan instrumen tes. Analisis data dilakukan dengan menggunakan deskriptif persentase. Hasil penelitian ini di peroleh rata-rata skor mengenai mekanisme pengembangan tes diketahui sebesar 47,17 atau 73,70% dengan kriteria baik. Terdapat beberapa kelemahan pada mekanisme pengembangan tes yaitu pada penentuan tujuan pelaksanaan tes penilaian, kemudian pada tingkat kualitas instrumen tes mengenai reliabilitas dan tingkat kesukaran soal, serta pada perbaikan isntrumen tes sebelum disajikan. This study aims to determine how the mechanism of development of high school geography assessment test in the country in Semarang district academic year 2015/2016. Assessment is one important part of a learning process associated with student achievement. Assessment of learning outcomes by educators conducted on an ongoing basis, aims to monitor the process and progress of learners and to enhance the effectiveness of learning activities. The population in this study as many as 12 people. In this study there were no samples for all respondents in the study population. The data collection is done by using a questionnaire that lists statements about the steps in the preparation of the test instrument. The data were analyzed using descriptive percentages. The results of this study were obtained an average score on the test development mechanism known at 47.17 or 73.70% with good criterion. There are some weaknesses in the mechanisms of development of a test that is on the goal-setting implementation assessment test, then the test instrument quality level of reliability and the level of difficulty of the matter, as well as on the improvement of its instrument of accession test before serving.      

HUBUNGAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA DALAM MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI DI SMA N 12 SEMARANG

Edu Geography Vol 4 No 3 (2016)
Publisher : Edu Geography

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar tingkat aktivitas belajar siswa dalam model pembelajaran kooperatif dan untuk mengetahui seberapa besar hubungan aktivitas belajar siswa dalam model pembelajaran kooperatif dengan hasil belajar geografi. Pengambilan data diperoleh dengan observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa dalam model kooperatif tergolong tinggi. Dikatakan tinggi karena mayoritas siswa bertanggung jawab pada tugas yang diberikan dan kerja sama antar siswa yang terjalin. Selain itu, hasil uji korelasi product moment menunjukkan bahwa hubungannya tinggi antara aktivitas belajar siswa dalam model pembelajaran kooperatif dengan hasil belajar. Dengan demikian, dalam kegiatan pembelajaran siswa yang mempunyai aktivitas belajar dalam model pembelajaran kooperatif yang tinggi maka akan mendapatkan hasil belajar yang tinggi pula. Saran, pada aktivitas siswa yang masih tergolong rendah perlu adanya perbaikan, yaitu siswa terus berlatih berkomunikasi dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar, dan menerima pendapat siswa lainnya. This study aims to know how much the improvement of students learning activity using cooperative learning model and to know how much the correlation of learning activities in cooperative learning with learning outcomes geography. The data collection gained by the observation and documentation. The use of statistical analyses of the product moment correlation and descriptive statistical. The results of the study shows that students learning activity in cooperative model is in high category. It can be said because the majority of students are responsible for the task given and cooperation among students of being interwoven. In addition, the results of the product moment correlation showed that the impact high between the activity of student learning in the model of cooperative learning towards learning outcomes. Thus, in students learning activity who have learning activities in high cooperative, they will get learning outcomes which also high. The suggestion, in the students activity which is still relatively low need to be improved, that students need to practice to communicate using good and right Indonesian language, and accept the opinion from other students.

Pengaruh Cara Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Geografi Di Sma Negeri 2 Pekalongan

Edu Geography Vol 5 No 3 (2017): Vol 5 No 3 (2017)
Publisher : Edu Geography

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A good study result supported by many factors, such as how students learn. Based on the data values of repeat daily students in geography subject (2016/2017), 181 of 277 students (65,34%) X IPS and 82 of 120 students (68,33%) XI IPS SMA Negeri 2 Pekalongan get value of geography subject has not yet reached the KKM. The purpose of the research to find out how student learning, results of students learning, influence of how to learn against students learning result. Analysis using descriptive frecuency to know how to students learn, results of student learning using descriptive analysis, influence of how to learn using simple linier regression analysis method. The results showed that how student learning generally already regular, the average of students learning result has not yet reached the value of KKM, influence how to student learn showed that the increase of how to learn against the results of the study is 0,51 with the positive regression coefficient. The conclusion of the research there is influence of how to students learn against students learning result in the geography subject. The advices are let students to choose the how to learn proper for themself, the teachers should pay attention to the results of student learning in geography subject. Hasil belajar yang baik didukung oleh banyak faktor, seperti cara belajar siswa. Berdasarkan data nilai ulangan harian siswa mata pelajaran geografi tahun 2016/2017 dapat diketahui bahwa 181 dari 277 (65,34%) siswa kelas X IPS dan 82 dari 120 (68,33%) siswa kelas XI IPS SMA Negeri 2 Pekalongan mendapatkan nilai ulangan geografi yang belum mencapai KKM. Tujuan penelitian untuk mengetahui cara belajar siswa, hasil belajar siswa, pengaruh cara belajar terhadap hasil belajar siswa. Analisis data cara belajar menggunakan deskriptif frekuensi, hasil belajar siswa menggunakan analisis deskriptif, pengaruh cara belajar terhadap hasil belajar siswa menggunakan metode analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan cara belajar siswa secara keseluruhan sudah teratur, rata-rata nilai hasil belajar siswa belum mencapai nilai KKM, pengaruh kenaikan cara belajar terhadap hasil belajar siswa sebesar 0,51 dengan koefisien regresinya positif. Simpulan adalah terdapat pengaruh cara belajar terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran geografi. Saran adalah siswa hendaknya memilih cara belajar yang tepat, guru hendaknya memperhatikan hasil belajar siswa mata pelajaran geografi.

Aktivitas Belajar Siswa dalam Pembelajaran Kontekstual Menggunakan Model Jelajah Alam Sekitar Pada Mata Pelajaran Geografi Materi Atmosfer di SMA Negeri 1 Kejobong

Edu Geography Vol 6 No 2 (2018): Vol 6 No 2 (2018)
Publisher : Edu Geography

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research are (1) to find out the level of activity in Contextual Teaching and Learning with the Jelajah Alam Sekitarmodel in atmosphere lesson in SMA Negeri 1 Kejobong, Purbalingga. The technique of data collection in this research are the observation with a sample of as many as 30 student with techniques of purposive sampling. The results showed that: (1) learning activities of students inContextual Teaching and Learning with the Jelajah Alam Sekitarmodel can be known to the average activity as much as 8,8 students are planning, analysis of 12,33, then presentation of 10,05.. From the all of third activities included to high category.Meanwhile, the average of activities taking data as much as 13,28 that very high category. In general the level of learning activities of students inContextual Teaching and Learning with the Jelajah Alam Sekitarmodel showed an average of44,66,included in the high category; correlation. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran kontekstual menggunakan model Jelajah Alam Sekitar pada materi Atmosfer di SMA Negeri 1 Kejobong, Purbalingga.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi dengan sampel sebanyak 30 siswa dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Aktivitas belajar siswa dalampembelajaran kontekstual menggunakan model Jelajah Alam Sekitar dapat diketahui rata-rata aktivitas siswa dalam perencanaan sebesar 8,8, rata-rata aktivitas siswa dalam analisis sebesar 12,33, kemudian rata-rata aktivitas siswa dalam presentasi sebesar 10,05. Ketiga aktivitas tersebut masuk dalam kategori tinggi. Sedangkan rata-rata aktivitas siswa dalam pengambilan data sebesar 13,28 yang masuk dalam kategori sangat tinggi.Secara umum tingkat aktivitas belajar siswa dalampembelajaran kontekstual menggunakan model Jelajah Alam Sekitarmenunjukkan rata-rata sebesar 44,66, termasuk dalam kategori tinggi

Partisipasi Siswa dalam Program Sekolah Adiwiyata SMA N 11 Semarang

Edu Geography Vol 6 No 2 (2018): Vol 6 No 2 (2018)
Publisher : Edu Geography

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to find out how the participation of students in the school program adiwiyata. The population in this study i.e., high school student N 11. The sample in this study i.e., students who are found at the time of research. The variable in this study i.e. students participation in following school programs adiwiyata. Data collection techniques using t question form and documentation. Analytical techniques descriptive test data using the percentage. The results showed that the participation of the students in the activities program of the school adiwiyata high school N 11 Semarang includes categories often. Students follow the activities into school programs adiwiyata in high school N 11 Semarang properly. Students follow the appropriate procedures or activities of an existing rule to complete the activity. The average student giving participation in any activity that is made by the school to achieve the goals of the school. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana partisipasi siswa dalam program sekolah adiwiyata. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa SMAN 11 Semarang. Sampel dalam penelitian ini yaitu siswa yang dijumpai pada saat penelitian. Variabel dalam penelitian ini yaitu partisipasi siswa dalam mengikuti program sekolah adiwiyata. Teknik pengumpulan data menggunakan t angket dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan uji deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi siswa dalam kegiatan program sekolah adiwiyata di SMAN 11 Semarang termasuk kategori sering. Siswa mengikuti kegiatan yang menjadi program sekolah adiwiyata di SMA N 11 Semarang dengan baik. Siswa mengikuti kegiatan sesuai prosedur atau aturan yang ada sampai selesai kegiatan. Rata-rata siswa memberikan partisipasi dalam setiap kegiatan yang dibuat oleh sekolah untuk mencapai tujuan sekolah.

Co-Authors Abdul Muhid, Abdul Abdullah Nur Aziz Ade Wasti, Ade Adewasti, Adewasti Afendy Widayat, Afendy Agus Purnomo Agus Suharyanto agus wahit rohman, agus wahit Alwafi Pujiraharjo Amin Rejo Amran Amran Ananto Aji, Ananto Apik Budi Santoso Apriliza, Anggia Nur Ari Kurniarum Arif Lukito Arum Uktiani, Arum As’ad Munawir As’ad Munawir, Yosephine Diajeng Janur Prasasti Suroso Astari, Fajar Ayu ASTUTI, LESTARI WINDI Ato’urrahman, M. Bachtiar, Rully Benedikta Anna Haulian Siboro, Benedikta Anna Haulian Bregas Widya Pratama, Bregas Widya Bursandy, Azimi Daru Tri Nugroho Denny Zebyan, Denny Devy, Rosindi Arta Dewa Hari Wicaksono Dewi Liesnoor Setyowati Diana Ariswanti Triningtyas, Diana Dini Yuniar Safitri, Dini Yuniar Dolly Arthur Siregar, Dolly Arthur Doni Prayogo, Doni Dwi Retno P Edi Pranoto, Edi Eka Pratiwi, Septiana Eka Susanti Eko Andi Suryo Emilia Hesti Endhar Gilang Pradipta, Endhar Endiah P. Hastuti Enrico Syaefullah Erma Puji Astuti Erni Suharini Esmijati Esmijati, Esmijati Faris Afif Octavio, Faris Afif Fitriyanto, Taufik Garnis, Aishah Geni Rina S, Hadi K Purwadaria Hadi K. Purwadaria Hari Prasetijo Harimurti Harimurti HARIYANTO HARIYANTO Haryanto Haryanto Herdianti Herdianti, Herdianti Heri Tjahjono Herlan Pratikto Herlien Indrawahyuni HERRY SUHARDIYANTO Hety R, Roro I Wayan Budiastra Ibnu Ziad, Ibnu Igaa Noviekayati, Igaa Jumrotin, Jumrotin Kartika Puspa N. Khaerudin Kurniawan Khaerudin Kurniawan, Khaerudin Kurniawan Khairul Ismi, Khairul Lestari, Maria Sekar M. Ruslin Anwar Maharani, Prita Yulia Maliatul Inayati, Maliatul Margiwiyatno, A. Marhamah Marhamah Meddy Harsono Mochammad Candra Rahmanto Moh.Hadi Mahmudi Muh. Darwis Isnaini Muh. Subekti Muhammad Eka Putra, Muhammad Eka Murwati Murwati Nalisa, Ganes Natakusuma, Adhitya Nazaruddin, Yul Y Nurul Safarida, Nurul Paryono Paryono Pribadi, Bangun Pudyono Pudyono Puji Hardati Pujiati Utami Putra Muhammad Rifqi, Putra Muhammad Qosim, Marlin Ibnu Rifaldi, Kgs Muhammad Rokhani Abdullah, Rokhani Rokhani Hasbullah Sally Cahyati Samrotul Rizqiyah, Samrotul Sardulo Gembong, Sardulo Sarjana Sarjana Satria Ardhi Permana Sebastian Adi Prakoso, Sebastian Adi Sholihati Sholihati, Sholihati Slamet Susanto Sofi Hanif Sopian Soim, Sopian Sri Ambarwati, Sri Sri Nuraini, Sri Sri Sayekti Sriyanto Sriyanto Sudiono Sudiono, Sudiono Sugiarti, Laras Sih Suhendrianto Suhendrianto, Suhendrianto Sukmanto Dibyo SULISTIANINGSIH, EKA Sumarni, E. Sunarko Sunarko suprapto, Mohammad Nur Suryanti, Dewi Putri Sutrisno sutrisno Suwanti Suwanti Suwardi Suwardi Tatik Meiyuntariningsih Teguh Prayoga Titin Nuryawati, Titin Tjaturahono Budi Sanjoto Toshihiko Noguchi Tristiana Yuniarti Triwik Sri Mulati Tukidi Tukidi, Tukidi Wahyu Setyaningsih Wahyu Widiyanto, Wahyu Warji , Wasilatul Murtafiah Watemin Watemin Wati, Anggar Widodo Suyadi Winasis Winasis Wisnu Kurniawan Yulvi Zaika Yupiter Sulifan, Yupiter Yustinus Yustinus, Yustinus