Articles

Found 3 Documents
Search

KORELASI GENOTIPIK ANTARA HASIL DENGAN TINGKAT KETAHANAN TERHADAP PENYAKIT BERCAK DAUN HITAM PADA KACANG TANAH Yudiwanti, ,; Sastrosumarjo, S.; Hadi, S.; Karama, S.; Surkati, A.; Mattjik, A. A.
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol 26, No 1 (1998): Buletin Agronomi
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1324.063 KB)

Abstract

A field evaluation was conducted to study the genotypic correlation between yield potentials and resistance level to the late leafspot of peanut. The experiment was carried out at Muara experimental-field from October 1994 to January 1995 using 100 genotypes with natural late leafspot inoculation. The result showed that the resistance level to late leafspot, wish was quantitatively reflected by the fresh-leaves percentage has negative genotypic correlation with total and filled-pod numbe1: The negative genotypic correlation were also found between resistance level and the weight of total pod, filled pod, as kernel, although not significant.
INTERVENSI EKSEKUTIF TERHADAP LEGISLATIF DAN PENGARUHNYA TERHADAP KARAKTER PRODUK HUKUM Surkati, A.
ALQALAM Vol 19 No 95 (2002): October - December 2002
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1000.841 KB)

Abstract

Trias Politica yang dirumuskan Montesque dimaksudkan agar penumpukan kekuasdaan tidak terjadi antara legislatif, eksekutif dan yudikatif. Sqyangnya dalam penyelenggaraan pemerintahan demokrasi modern pemisahan ini tidak sepenuhnya diterapkan termasuk di Indonesia. Pada masa Orde Lama, khususnya masa demokrasi terpimpin, hubungan antara legislatif dan eksekiltif tidak berjalan seperti yang diharapkan. Badan legislatif hasil pemilu 1955 yang seharusnya memiliki kekuasaan tertinggi dalam pembuatan peraturan perundangan, justru diganti oleh eksekutif dengan lembaga "tukang stempel" yang terdiri dari para wakil kelompok fungsional dan regional. Pada masa Orde Baru; fenomena yang sama juga terjadi walaupun badan legislatif terbentuk berdasarkan kehendak rakyat melalui pemilihan umum, namun eksekutif lagi-lagi melakukan intervensi langsung. Para anggota dewan (legislatif) seringkali memilih berusaha mencari dukungan dari presiden (eksekutif) dari pada mewakili kepentingan rakyat.Intervensi eksekutif terhadap legislatif tersebut, mempunyai pengaruh terhadap produk-produk hukum yang dihasilkannya: hukum tentang pemilu, hukum tentang pemda, hukum tentang agraria, hukum tata negara, dan hukum administrasi negara. Produk-produk hukum yang dihasilkan legislatif ini mempunyai karakter konservatif atau ortodok. Namun demikian, · pada · masa reformasi nampaknya hubungan legislatif dan eksekutif mulai berubah ke arah yang semestinya dalam koridor fungsi dan peran masing-masing.Kata Kunci: Legislatif, eksekutif, produk hukum, orde lama, orde baru, reformasi.
KORELASI GENOTIPIK ANTARA HASIL DENGAN TINGKAT KETAHANAN TERHADAP PENYAKIT BERCAK DAUN HITAM PADA KACANG TANAH Yudiwanti, ,; Sastrosumarjo, S.; Hadi, S.; Karama, S.; Surkati, A.; Mattjik, A. A.
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol 26, No 1 (1998): Buletin Agronomi
Publisher : Indonesia Society of Agronomy

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A field evaluation was conducted to study the genotypic correlation between yield potentials and resistance level to the late leafspot of peanut. The experiment was carried out at Muara experimental-field from October 1994 to January 1995 using 100 genotypes with natural late leafspot inoculation. The result showed that the resistance level to late leafspot, wish was quantitatively reflected by the fresh-leaves percentage has negative genotypic correlation with total and filled-pod numbe1: The negative genotypic correlation were also found between resistance level and the weight of total pod, filled pod, as kernel, although not significant.