CICIK SURIANI
Unknown Affiliation

Published : 15 Documents
Articles

Found 15 Documents
Search

In Vitro Growth and Rooting of Mangosteen (Garcinia mangostana L.) on Medium with Different Concentrations of Plant Growth Regulator HARAHAP, FAUZIYAH; POERWANTO, ROEDHY; SUHARSONO, .; SURIANI, CICIK; RAHAYU, SUCI
HAYATI Journal of Biosciences Vol 21, No 4 (2014): Desember 2014
Publisher : Bogor Agricultural University, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (943.386 KB)

Abstract

Propagation of mangosteen is challenging for many reasons, including limited seed set, slow rate of seedling growth, and difficulty with root formations. The objective of this research was to find the best combination of medium and plant growth regulator for in vitro growth and rooting of mangosteeen seed. Various types of explant (a whole seed; seed divided into 2, 3, and 4 cross sections; seed divided into 2, 3, and 4 longitudinal sections) were treated with five concentrations of benzyl amino purine (BAP; 0, 2.5, 5, 7.5, 10 mg/L) for shoot induction in ½ Nitrogen (N) Murashige and Skoog (MS) medium. The shoots were rooted on MS and woody plant medium (WPM) media with several combinations of indole butyric acid (IBA) and naphtalene acetic acid (NAA). Treatments for root induction were applied as follows: (i) low dose, given during induction of rooting, (ii) soaking the base of the shoots in medium treated with a high dose of auxin for 5 days, and then growing the shoots in MS ½ N with 1 mg/L NAA +  1 mg/L BAP medium. Our result show that BAP positively affected mangosteen bud growth. The best medium for mangosteen shoot regeneration was found to be  MS ½ N  + 5 mg/L BAP. This medium induced  the highest number of shoots from the seed explant cut into four cross sections. We found the best medium to induce in vitro rooting of mangosteen shoot was MS ½ N + 3 mg/L indole butiric acid (IBA) + 4 mg/L NAA medium. Some treatment negatively affected growth. Soaking the mangosteen shoot base in a medium with an overly high dose of auxin seemed to disrupt and inhibit growth of the mangosteen shoot.
KORELASI KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA SMA N. 1 KUALUH LEIDONG KABUPATEN LABUHAN BATU UTARA Nasution, Nurdyana; Suriani, Cicik
Jurnal Pelita Pendidikan Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Pelita Pendidikan
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.816 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi kompetensi kepribadian guru terhadap hasil belajar biologi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif bersifat korelasional. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari 380 siswa dan sampel terdiri dari 76 siswa yang diambil dengan cara imbangan (stratifield proportional random sampling). Kompetensi kepribadian yang dimiliki guru biologi di sekolah tersebut memiliki rata-rata 63,90 dan  hasil belajar biologi siswa dengan rata-rata 49,86. Hasil analisis data diketahui bahwa kedua variabel berdistribusi normal dan homogen. Dari perhitungan koefesien korelasi didapat rhitung > rtabel (0,625 > 0,227) artinya ada korelasi yang positif antara kompetensi kepribadian guru terhadap hasil belajar siswa dan tingkat korelasi ini termasuk korelasi sedang. Pengujian hipotesis diperoleh thitung (6,892) > ttabel (1,994)  berarti Ho ditolak sekaligus menerima Ha. Dengan demikian terdapat korelasi kompetensi kepribadian guru dengan kontribusi sebesar 39,06% terhadap hasil belajar biologi siswa SMA N.1 Kualuh Leidong Kabupaten Labuhan Batu Utara T.P 2015/2016.   Kata Kunci : Kompetensi Kepribadian Guru, Hasil Belajar Biologi
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI POKOK SISTEM PENCERNAAN MANUSIA DI KELAS XI IPA SMA SWASTA YAPIM BIRU-BIRU Nainggolan, Sri Dewi; Suriani, Cicik; Sianturi, Elista
Jurnal Pelita Pendidikan Vol 6, No 3 (2018): Jurnal Pelita Pendidikan
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.394 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kemampuan berpikir kritis siswa pada materi pokok sistem pencernaan manusia di kelas XI IPA SMA Swasta YAPIM Biru-biru, Delitua Tahun Pembelajaran 2017/2018. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA YAPIM Biru-biru, Delitua  yang terdiri atas tiga  kelas berjumlah 98 siswa. Sampel penelitian terdiri atas satu kelas yaitu XIIPA3 sebanyak 34 siswa dan pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes kemampuan berpikir kritis  sebanyak 25 soal dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa pada materi Sistem Pencernaan  Manusia di kelas XI IPA SMA Swasta YAPIM Biru-biru, Delitua Tahun Pembelajaran 2017/2018 berada padakriteria cukup sampai dengan sangat baik (79,41%) sebanyak 27 siswa. Rata-rata kemampuan berpikir kritis paling tinggi ditemukan pada indikator 4 (Mengobservasi dan mempertimbangkan hasil observasi)yaitu sebesar 81 %, sedangkan rata-rata kemampuan berpikir kritis paling rendah ditemukan pada indikator 2 (Bertanya dan menjawab pertanyaan)  yaitu sebesar 59,65 %.Kata Kunci : Kemampuan Berpikir Kritis, Materi Pokok Sistem Pencernaan Manusia
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA YANG MENGIKUTI BIMBINGAN BELAJAR DENGAN SISWA YANG TIDAK MENGIKUTI BIMBINGAN BELAJAR Barus, Tawaria Anasari; Suriani, Cicik
Jurnal Pelita Pendidikan Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Pelita Pendidikan Volume 4 Nomor 2
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.201 KB)

Abstract

Penelitian deskriptif ini dilakukan pada siswa kelas XI IPA SMA Negeri 11 Medan. Tujuan penelitiaan ini untuk membandingkan hasil belajar siswa yang mengikuti bimbingan belajar dengan siswa yang tidak menikuti bimbingan belajar, untuk mngetahui keikutsertan siswa dalam bimbingan belajar yang diukur dengan menggunakan angket, sedangkan untuk hasil belajar diukur dari nilai ujian harian 1, ujian harian 2 dan ujian tengah semester. Data angket dianalisis menggunakan skala likers, sedangkan data hasil belajar dianalisis dengan uji Mann Whitney pada taraf segnifikan = 0,05. Dari hasil analisis diperoleh diperoleh Uhitung Utabel (0,000 < 0,05) yang berarti HO ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan hasil belajar siswa yang mengikuti bimbingan belajar secara segnifikan lebih baik daripada siswa yang tidak mengikuti bimbingan belajar kelas XI IPA SMA Negeri 11 Medan Tahun Pembelajaran 2015/2016. Dimana persentasi perbedaan hasil belajar pada : (1) ujian harian 1 sebesar 24,46%  (2) ujian harian 2 sebesar 9,13% (3) ujian tengah semester sebesar 13,26%.   Kata kunci : Bimbingan Belajar,uji Mann Whitney
PERSEPSI MAHASISWA TENTANG EFEKTIVITAS MATA KULIAH MICROTEACHING TERHADAP PELAKSANAAN PROGRAM PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) MAHASISWA S1 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MEDAN Rahmawati, Lia; Suriani, Cicik
Jurnal Pelita Pendidikan Vol 4, No 3 (2016): Jurnal Pelita Pendidikan September 2016
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.799 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk dan kendala-kendala pada perkuliahan microteaching dalammempersiapkan mahasiswa untuk melaksanakan PPL dan mengetahui persepsi mahasiswa tentang efektivitasmata kuliah microteaching terhadap pelaksanaan PPL. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptifkuantitatif. Populasi penelitian adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi angkatan 2012 yang telahlulus mata kuliah microteaching dan telah melaksanakan PPL yang berjumlah 160 mahasiswa. Sampel yangdiambil sebanyak 40 mahasiswa dengan teknik sampel random sampling. Instrumen yang digunakan untukpengumpulan data adalah angket. Hasil penelitian bahwa kendala pada perkuliahan microteaching dalammempersiapkan mahasiswa untuk melaksanakan Program Pengalaman Lapangan (PPL) hanya padaketersediaan sarana yang meliputi ruang belajar (58,1 %) dan LCD (51,8 %) dan mata kuliah microteachingefektif terhadap keberhasilan pelaksanaan Program Pengalaman Lapangan (PPL) dari aspek dosen pengampumata kuliah (75,1 %) dan mahasiswa (80,8 %) sedangkan aspek sarana cukup efektif (55 %).Kata Kunci: Persepsi, Efektivitas, Microteaching, Pelaksanaan PPL.
KORELASI KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA SMA N. 1 KUALUH LEIDONG KABUPATEN LABUHAN BATU UTARA Nasution, Nurdyana; Suriani, Cicik
Jurnal Pelita Pendidikan Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Pelita Pendidikan Volume 4 Nomor 2
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.816 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi kompetensi kepribadian guru terhadap hasil belajar biologi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif bersifat korelasional. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari 380 siswa dan sampel terdiri dari 76 siswa yang diambil dengan cara imbangan (stratifield proportional random sampling). Kompetensi kepribadian yang dimiliki guru biologi di sekolah tersebut memiliki rata-rata 63,90 dan  hasil belajar biologi siswa dengan rata-rata 49,86. Hasil analisis data diketahui bahwa kedua variabel berdistribusi normal dan homogen. Dari perhitungan koefesien korelasi didapat rhitung > rtabel (0,625 > 0,227) artinya ada korelasi yang positif antara kompetensi kepribadian guru terhadap hasil belajar siswa dan tingkat korelasi ini termasuk korelasi sedang. Pengujian hipotesis diperoleh thitung (6,892) > ttabel (1,994)  berarti Ho ditolak sekaligus menerima Ha. Dengan demikian terdapat korelasi kompetensi kepribadian guru dengan kontribusi sebesar 39,06% terhadap hasil belajar biologi siswa SMA N.1 Kualuh Leidong Kabupaten Labuhan Batu Utara T.P 2015/2016.   Kata Kunci : Kompetensi Kepribadian Guru, Hasil Belajar Biologi
ANAL ISIS GAYA BELAJAR DAN HUBUNGANNYA TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA PADA MATERI SISTEM REPRODUKSI MANUSIA Rahmah, Siti; Suriani, Cicik; Susanti, Eni
Jurnal Pelita Pendidikan Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Pelita Pendidikan
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.577 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya belajar siswa serta hubungannya dengan hasil belajarbiologi siswa kelas XI MIA SMA Negeri 4 Medan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas XI MIA SMANegeri 4 Medan yang terbagi atas 10 kelas dengan jumlah siswa sebanyak 400 orang siswa. Sedangkan, sampelpenelitian diambil secara purposive sampling yang berjumlah sebanyak 80 orang siswa. Metode penelitian yangdigunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif, dengan kuesioner (angket) dan tes sebagai alat pengumpul datapenelitian. Dari hasil pengolahan data diketahui skor rata-rata gaya belajar sebesar 42,8 dan SD sebesar 3,44sedangkan, rata-rata hasil belajar sebesar 79,1 dan SD sebesar 6,36. Untuk uji homogenitas Fhitung < Ftabel (0,540< 1,447) Ho diterima maka data X dan Y termasuk homogen. Dari harga koefiesien korelasi diketahui rhitung >rtabel (2,237 > 0,220) sehingga data tersebut terdapat korelasi yang berarti dan positif antara gaya belajar denganhasil belajar siswa dan perhitungan indeks determinasi sebesar 48% terhadap pencapaian hasil belajar siswa. Untukpengujian hipotesis diperoleh t hitung > t tabel (9,89 > 1,67) pada taraf   0,05 maka data termasuk Haditerima sekaligus menolak Ho, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara gaya belajar terhadaphasil belajar biologi siswa kelas XI MIA SMA Negeri 4 Medan.Kata Kunci: Gaya Belajar, Hasil Belajar, Sistem Reproduksi Manusia
ANAL ISIS GAYA BELAJAR DAN HUBUNGANNYA TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA PADA MATERI SISTEM REPRODUKSI MANUSIA Rahmah, Siti; Suriani, Cicik; Susanti, Eni
Jurnal Pelita Pendidikan Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Pelita Pendidikan
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.577 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya belajar siswa serta hubungannya dengan hasil belajarbiologi siswa kelas XI MIA SMA Negeri 4 Medan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas XI MIA SMANegeri 4 Medan yang terbagi atas 10 kelas dengan jumlah siswa sebanyak 400 orang siswa. Sedangkan, sampelpenelitian diambil secara purposive sampling yang berjumlah sebanyak 80 orang siswa. Metode penelitian yangdigunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif, dengan kuesioner (angket) dan tes sebagai alat pengumpul datapenelitian. Dari hasil pengolahan data diketahui skor rata-rata gaya belajar sebesar 42,8 dan SD sebesar 3,44sedangkan, rata-rata hasil belajar sebesar 79,1 dan SD sebesar 6,36. Untuk uji homogenitas Fhitung < Ftabel (0,540< 1,447) Ho diterima maka data X dan Y termasuk homogen. Dari harga koefiesien korelasi diketahui rhitung >rtabel (2,237 > 0,220) sehingga data tersebut terdapat korelasi yang berarti dan positif antara gaya belajar denganhasil belajar siswa dan perhitungan indeks determinasi sebesar 48% terhadap pencapaian hasil belajar siswa. Untukpengujian hipotesis diperoleh t hitung > t tabel (9,89 > 1,67) pada taraf   0,05 maka data termasuk Haditerima sekaligus menolak Ho, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara gaya belajar terhadaphasil belajar biologi siswa kelas XI MIA SMA Negeri 4 Medan.Kata Kunci: Gaya Belajar, Hasil Belajar, Sistem Reproduksi Manusia
PERSEPSI MAHASISWA TENTANG EFEKTIVITAS MATA KULIAH MICROTEACHING TERHADAP PELAKSANAAN PROGRAM PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) MAHASISWA S1 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MEDAN Rahmawati, Lia; Suriani, Cicik
Jurnal Pelita Pendidikan Vol 4, No 3 (2016): Jurnal Pelita Pendidikan September 2016
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.799 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk dan kendala-kendala pada perkuliahan microteaching dalammempersiapkan mahasiswa untuk melaksanakan PPL dan mengetahui persepsi mahasiswa tentang efektivitasmata kuliah microteaching terhadap pelaksanaan PPL. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptifkuantitatif. Populasi penelitian adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi angkatan 2012 yang telahlulus mata kuliah microteaching dan telah melaksanakan PPL yang berjumlah 160 mahasiswa. Sampel yangdiambil sebanyak 40 mahasiswa dengan teknik sampel random sampling. Instrumen yang digunakan untukpengumpulan data adalah angket. Hasil penelitian bahwa kendala pada perkuliahan microteaching dalammempersiapkan mahasiswa untuk melaksanakan Program Pengalaman Lapangan (PPL) hanya padaketersediaan sarana yang meliputi ruang belajar (58,1 %) dan LCD (51,8 %) dan mata kuliah microteachingefektif terhadap keberhasilan pelaksanaan Program Pengalaman Lapangan (PPL) dari aspek dosen pengampumata kuliah (75,1 %) dan mahasiswa (80,8 %) sedangkan aspek sarana cukup efektif (55 %).Kata Kunci: Persepsi, Efektivitas, Microteaching, Pelaksanaan PPL.
PERTUMBUHAN TUNAS MANGGIS (Garcinia Mangostana L) IN VITRO HASIL PERLAKUAN ZAT PENGATUR TUMBUH BENZYL ADENIN DAN UKURAN EKSPLAN YANG BERBEDA Harahap, Fauziyah; ., Hasratuddin; Suriani, Cicik
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Vol 12, No 1 (2012): MARET 2012
Publisher : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (802.158 KB)

Abstract

Manggis adalah salah satu buah asli Indonesia yang memiliki potensiekspor sangat besar, namun pertumbuhan tanaman ini sangat lambat. Alternatifuntuk meningkaikan pertumbuhannya yaitu melalui teknik kultur jaringan denganmemanjaatkan zat pengatur tumbuh (ZPT) Benzyl Adenine (BA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Pengaruh konsentrasi ZPT BA terhadappertumbuhan tunas manggis (Garcinia mangostana L.) in vitro, 2) Pengaruhukuran eksplan terhadap pertumbuhan tunas manggis (Garcinia mangostana L.) invitro, 3) Pengaruh interaksi ZPT BA dan ukuran eksplan terhadap pertumbuhan tunas manggis (Garcinia mangostana L.) in vitro. Bahan penelitian yangdigunakan adalah biji manggis dari lapang. Rancangan penelitian ini adalahRancangan Acak Lengkap (RAL) Jaktorial dengan dua Jaktor perlakuan yaitu DosisZPT BA terdiri dari 4 taraf perlakuan, ukuran eksplan terdiri dari 3 tarafperlakuan, sehingga ada 12 kombinasi perlakuan. Eksplan biji disterilisasi dan ditumbuhkan dalam media MS dengan beberapa dosis ZPT BA (0 ppm, 2 ppm, 4 ppm, 6 ppm), dengan 3 ukuran eksplan (utuh, 1 cm, 2 cm). Parameter pengamatanpenelitian ini adalah 1) Waktu munculnya tunas, 2) Jumlah tunas, 3) Jumlah daun,4) Tinggi tanaman. Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial denganANA VA RAL Jaktorial. Berdasarkan hasil uji statistik, perlakuan konsenirasi BA(Benzyladenin) dan ukuran eksplan tidak memberkan pengaruh yang nyataterhadap periumbuhan manggis (Garcinia mangostana L.) secara in vitro, padawaktu munculnya tunas, jumlah daun, tinggi tanaman dan juga jumlah tunas(interaksi AB), namun berdasarkan analisis statistic deskriptif, pertumbuhan tunaspada jumlah tunas umur 12 MST, Jaktor A (konsentrasi BA ) memberikanpengaruh terhadap jumlah tunas. Periumbuhan tunas yang paling cepat pada umur 3 MST pada perlakuan konsentrasi 4 ppm dengan ukuran eksplan 2 cm, jumlahtunas paling tinggi dicapai dengan rata - rata 5,99 (4 ppm ukuran 2 cm), jumlahdaun paling tinggi dicapai dengan rata - rata 6,53 ( 4 ppm ukuran utuh) danjumlah daun paling banyak 9 helai (4 ppm ukuran 2 ), sedangkan tinggi tanaman tertinggi dicapai pada perlakuan ( 4 ppm ukuran utuh) yaitu rata - rata 6,29.