Articles

Found 21 Documents
Search

Characterization of Partial Coding Region Fibroin Gene on Wild Silkmoth Cricula trifenestrata Helfer (Lepidoptera: Saturniidae) Suriana, Suriana; Solihin, D D; Noor, R R; Thohari, A M
MEDIA PETERNAKAN - Journal of Animal Science and Technology Vol 34, No 1 (2011): Media Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5398/

Abstract

The study was conducted to characterize coding region of wild silkmoth C. trifenestrata partial fibroin gene, and detect these gene potential as molecular marker. A total of six larvae C. trifenestrata were collected from Bogor, Purwakarta and Bantul Regency. Genomic DNA was extracted from silk gland individual larvae, then amplified by PCR method and sequenced. DNA sequenced result was 986 nucleotide partial fibroin gene of C. trifenestrata, which are comprising complete coding region of first exon (42 nucleotide), an intron (113 nucleotide), and partial of second was exon (831 nucleotide). Only coding region was characterized. Results showed that first exon very conserved in C. trifenestrata. These gene consisted of 31%, thymine, 28% guanine, 21% cytosine, and 19% adenine. Cytosine and thymine (sites of 25th and 35th respectively) were marker for C. trifenestrata species. The first exon encoding 14 amino acids. Valine amino acid (12th site) was marker to the species C. trifenestrata. The partial second exon consisted of guanine (32.7%), alanine (26.5%), thymine (21%) and cytosine (19.7%). These region encoded 277 amino acids, which were dominated by the alanine (27.8%) and glycine (21.66%). Alanine formed polyalanine sequence with different motifs namely: AAAAAAASS, AAAAAAAAAAAGSSG, AAAAAAAAAAAAGSGTGFGGYDS, AAAAAAAAAAGSSGRGGYDGVDGGYGSGSS, and AAAAAAAAAAAAGSSGRGLGGYDGWVDDGYGSGSGS.   Key words: Wild silkmoth, C. trifenestrata, fibroin gene, nucleotide and amino acid marker, polyalanin sequence
Dimensi Historis Pendidikan Islam (Masa Pertumbuhan, Perkembangan, Kejayaan, dan Kemunduran) Suriana, Suriana
PIONIR: Jurnal Pendidikan Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Pendidikan
Publisher : Prodi PGMI FTK UIN Ar-Raniry Darussalam-Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengkaji sejarah pendidikan Islam, tidak hanya sekedar memberikan romantisme tetapi merupakan refleksi historis yang dapat memberikan semangat (back projecting theory) untuk membuka lembaran dan mengukir kejayaan dan kemajuan pendidikan Islam yang baru dan lebih baik. Proses pendidikan yang dilakukan oleh Rasulullah berjalan 2 periode, yakni 13 tahun di Mekah dan di sisa usianya dilanjutkan di Madinah. Ada beberapa aspek yang diperbaiki Rasul ketika berada di Mekkah, yaitu pendidikan akidah, pengajaran al-Qur‟an, dan pendidikan akhlak. Di Madinah, Rasul membentuk dan membina masyarakat baru menuju satu kesatuan sosial politik, pendidikan sosial politik dan kewarganegaraan, prioritas pendidikan anak dalam Islam. Masa perkembangan pendidikan Islam dimulai sejak masa khullafaurrasyidin. Pendidikan pada masa khalifah Abu Bakar tidak jauh berbeda dengan pendidikan pada masa Rasul.
Alokasi Waktu Kerja Petani di Desa Lawoila Kecamatan Konda Kabupaten Konda Ale, Suriati; Taufik, Yani; Suriana, Suriana
Jurnal Ilmiah Membangun Desa dan Pertanian Vol 4, No 3 (2019)
Publisher : Department of Agribusiness Halu Oleo University Kendari Southeast Sulawesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.296 KB) | DOI: 10.33772/jimdp.v4i3.8011

Abstract

This research aims to know the time allocation and income earned from mixing farming of both rice field and vegetables farming in the lawoila village of Konda sub-district, South Konawe District, Southeast Sulawesi province. Data were collected from households who carried out mix farming of low land rice field and vegetables which consists of 42 households out of 314 households in Lawoila village. Descriptive analysis has been used to depict the time allocation of the farmers. The results indicate that the time allocation for wet field rice was 3,447 Men’s Working Day and 1,259 Men’s Working Day for vegetables. The high working time allocation in the low land rice field is caused by low land rice field needing the use of machinery and additional manpower (wage labor) whilst vegetable farming used family members as laborers. The time allocation of ‘family workers’ both on the rice field and vegetable farming are more dedicated to raising activities. Through the participant’s time allocation, the income generated by wet rice farming is higher compared to vegetable farming. Farmers cultivate rice and vegetables simultaneously in order to increase their household income whilst utilizing the vacant land surrounding their property for vegetable farming.
PERAN HANDPHONE DALAM INTERAKSI SOSIAL DI KALANGAN SISWA SEKOLAH MAN 2 MODEL PALU ( Studi Deskripsi kualitatif Peran Smartphone Dalam Kelompok Persahabatan Anak Muda ) SURIANA, SURIANA
KINESIK Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis bagaimana peran handphone dalam interaksi sosial remaja, khususnya di kalangan siswa sekolah MAN 2 Model Palu. Tipe Penelitian ini menggunakan format deskriptif kualitatif, pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan wawancara. Data-data primer maupun sekunder dikumpulkan dan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Jumlah informan dalam penelitian ini adalah 6 orang sebagai pengguna handphone khususnya smartphone yang mempunyai kelompok pertemanan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa kelompok persahabatan dengan adanya smartphone ini menjadi dampak positif dalam hal interaksi sosial yang mereka lakukan. Para siswa juga menggunakan smartphone agar dapat suatu informasi baru yang diperoleh dari internet saat ada tugas yang kurang dimengerti, seperti halnya menterjemahkan bahasa arab. Smartphone juga menjadi perantara atau penghubung proses komunikasi mereka disaat mereka tidak bisa berkumpul secara bersamaan melalui groupchat, seperti saat ada Pekerjaan Rumah atau tugas individu maupun kelompok mereka hanya menggunakan groupchat untuk berinteraksi. Smartphone juga menjadi sarana transaksi jual beli antar anggota kelompok persahabatan itu sendiri. Menjadi sarana tukar menukar informasi khususnya tentang kegemaran dari kelompok tersebut. Menjadi sarana jaringan komunikasi antar anggota kelompok tersebut. Faktor kedekatan satu dengan anggota kelompok yang lainnya, serta mereka mempunyai kesamaan akan minat dalam suatu hal tertentu yaitu olahraga sepak bola yang mereka gemari ataupun jual beli online.Kata Kunci : Peran, Handphone, Interaksi Sosial.
REFLEKSI-INTROSPEKSI: TANTANGAN DAN PENOPANG KEMAJUAN LEMBAGA PENDIDIKAN TINGGI ISLAM PADA MASA DINASTI ABBASIYAH Suriana, Suriana
Jurnal Itqan Vol 8 No 2 (2017): ITQAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training of State Islamic Institute of Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.013 KB)

Abstract

Artikel ini bertujuan mengkaji tantangan dan penopang kemajuan lembaga pendidikan tinggi Islam pada masa Dinasti Abbasiyah sebagai refleksi bagi lembaga pendidikan tinggi Islam saat ini. Hal ini disebabkan selama ini kajian terhadap kemajuan lembaga pendidikan tinggi pada masa ini hanya sebatas melihat sisi kemajuannya semata sedangkan sisi perjuangan pahitnya terabaikan. Di samping kajian tersebut tidak dijadikan i’tibar bagi lembaga pendidikan tinggi Islam untuk mengintrospeksi diri, bahkan terlena dengan kemegahan Abbasiyah yang meninabobokkan. Untuk itu artikel ini berfokus pada sisi tantangan dan penopang lembaga pendidikan tinggi Dinasti Abbasiyah untuk mencapai puncak kemajuan. Adapun sumber-sumber yang menjadi rujukan adalah buku-buku dan jurnal artikel yang terkait langsung dengan sejarah pendidikan pada masa Dinasti Abbasiyah dan sumber-sumber pendukung lainnya mengenai sejarah peradaban Islam masa klasik. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah dekriptif analitik, yakni mendeskripsikan fakta sejarah, kemudian dianalisis untuk menemukan i’tibar yang dapat dipetik. Adapun hasil yang ditemukan adalah dalam mendirikan dan memajukan lembaga pedidikan tinggi Islam, Dinasti Abbasiyah menghadapi tantangan di bidang politik, sosial, persaingan antar aliran keagamaan, persaingan dengan bangsa yang telah maju sebelumnya, dan penanaman ideologi negara. Untuk menopang kemajuanlembaga pendidikan tinggi ini, khalifah Abbasiyah menempuh upaya keras untuk menstabilkan kondisi politik untuk terciptanya keamanan, menghapus sistem kasta yang telah mengakar dalam budaya orang Arab serta menerapkan konsep pendidikan multikultural, menghentikan penyebaran aliran-aliran agama Islam yang menyimpang, bekerja sama dengan ilmuwan dari bangsa yang telah maju sebelumnya, dan menanamkan ideologi negara yang ahlussunnah. Lembaga pendidikan tinggi Islam saat ini dapat memetik beberapa pembelajaran berharga dari sejarah ini, yakni dari sisi kegigihan dan kerja cerdas dalam proses pendirian dan pengembangan lembaga, kegiatan penelitian dan pengembangan keilmuan, kemampuan untuk mengembangkan jaringan kerja (networking), kemampuan bekerja sama (teamwork), mencintai kualitas yang tinggi/komitmen mutu, dan inovasi lembaga pendidikan.
DESKRIPSI MORFOLOGI DAN STATUS TAKSONOMI SEMUT DARI KOMUNITAS MANGROVE DI PULAU HOGA KAWASAN TAMAN NASIONAL WAKATOBI Suriana, Suriana
Jurnal BioWallacea Vol 4, No 2 (2017): Biodiversity Wallacea
Publisher : Jurnal BioWallacea

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.214 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan ciri-morfologi dan mengklarifikasi status taksonomi berdasarkan ciri tersebut pada semut-semut yang ditemukan di kawasan Taman Nasional Wakatobi khususnya di pulau Hoga. Penelitian ini merupakan penelitian eksplorasi. Sampel semut diperoleh dari lokasi penelitian dengan menggunakan perangkap tanam (pitfall trap) dan beating. Perangkap tersebut ditempatkan sedemikian rupa di sekitar tegakan mangrove yang telah dibuat plot-plot pengamatan. Deskripsi morfologi dilakukan dengan mengamati bagian: 1) kepala; meliputi bagian-bagain mulut, antena dan asesoris yang ada padanya 2) mesosoma meliputi bentuk pelekatan dan asesoris yang ada, dan 3) gaster, meliputi bentuk, jumlah ruas dan bentuk pelekatannya. Ciri-ciri yang ditemukan selanjutnya dikonfirmasi dengan buku identifikasi semut. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 5 spesies semut yaitu: Mirmoterus sp., Oecophilla smaragdina, Camponotus sp. (Sub family Formicinae) Tapinoma sp., Iridomyrmex sp. (Sub family Dolicodinae). Ke-5 spesies tersebut merupakan family Formicidae. Kata Kunci: semut , mangrove, pulau Hoga Taman Nasional Wakatobi.   ABSTRACT The aims of this research was to describe the characteristics of morphology and clarify the taxonomic status based on these characteristics on the ants found in the Wakatobi National Park, especially on the Hoga  island. This research is an exploratory research.The ant sample was obtained from the research location by using pitfall trap and beating.The trap is placed in such a way around the mangrove stand that have made observation plots. Morphological description is done by observing the sections: 1) head; covering the parts of the mouth, antennae and accessories 2) mesosoma includes existing attachments and accessories, and 3) gaster, covering the shape, the number of segments and the form of attachment. The findings are further confirmed by ant identification books. The results showed there are five species of ants ie: Mirmoterus sp., Oecophilla smaragdina, Camponotus sp. (Sub family Formicinae) Tapinoma sp., Iridomyrmex sp. (Sub family Dolicodinae). All five species are family formicidae. Keywords: ant, mangrove, Hoga island in Wakatobi National Park
KELIMPAHAN COLLEMBOLA PERMUKAAN TANAH DI DAERAH PERKEBUNAN MASYARAKAT DI DESA LALOWIU KECAMATAN KONDA KABUPATEN KONAWE SELATAN PROVINSI SULAWESI TENGGARA Suriana, Suriana; Amirullah, Amirullah; Wahyuni, Wahyuni
Jurnal BioWallacea Vol 2, No 2 (2015): Keragaman dan Bioteknologi
Publisher : Jurnal BioWallacea

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this study is to know the abundance of ground surface Collembolan in plantation area at Lalowiu villlage subdistrict of Konda, South Konawe regency, province of Southeast Sulawesi. The research was done by observation a the ground and sample collection by using pitfall trap and litter trap. Trap settelment at 09.00 pm and sample collecting at 09.00 am 3 days after. Litter trap sample collection was done concurrent with pitfall trap sample collection. Extract of litter trap sampling conducting by using Berlese funnel. Result of the research show that 3 ordo which divided in 6 family and 16 genus. The highest abundance of collembola at Homidia genus 8,1 Ind/m2 and the lowest abundance at Sphaeridia genus 0,05 Ind/m2.Keywords : Collembola, , Berlese funnel, Lalowiu Village, The Abundace, Pittfall trap
KEANEKARAGAMAN JENIS SERANGGA PADA KOMUNITAS MANGROVE DI PULAU HOGA KABUPATEN WAKATOBI PROVINSI SULAWESI TENGGARA Suriana, Suriana; Jamili, Jamili; Rahman, Rahman
Jurnal BioWallacea Vol 2, No 1 (2015): Bodiversitas
Publisher : Jurnal BioWallacea

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aims of this research were determine diversity and evenness index of insect atHoga Island Wakatoby Regency. This research used the mehtod of squared plot. It is wasmade 3 pieces purporsively line transect direct shoroline cut mangrove communities startfrom the most advanced (seaward) direction behind. Each transect plots observations weremade on the left and the right along the transects line. The diversity index and evennessindex was determined using Shanon-Wiener. The result showed that, there were 4 orders ofinsects which consist of 7 families and 13 genera. The highest diversity index (H’) of inscetswas found at Osbornia clodonata stand (0.25), while it was the lowest at Xilocarpusgranatums stand (0.14). Evenness index (E) of insect among has significance different all ofmangrove stands, namely a stand Bruguiera gymnorrizha (0.09), Pemphis accidula (0.07),Osbornia clodonata (0.12) and Xilocarpus granatum (0.07).Keywords : Diversity, Insects, Mangrove Community, Hoga Island
PERAN ORANG TUA DALAM MENYESUAIKAN SIARAN TELEVISI DENGAN KARAKTERISTIK ANAK USIA MADRASAH IBTIDAIYAH Suriana, Suriana
PIONIR: Jurnal Pendidikan Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Pendidikan
Publisher : Prodi PGMI FTK UIN Ar-Raniry Darussalam-Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bermaksud mengkaji peran orang tua untuk menyesuaikan siaran televisi dengan usia madrasah ibtidaiyah. Orang tua sebagai madrastul ula bagi anak dituntut untuk dapat menyesuaikan usia anak madrasah ibtidaiyah dalam menyaksikan televisi yang saat ini memuat tayangan tanpa pembatasan usia, tingkat pendidikan, status sosial, suku bangsa, dan agama. Orang tua harus dapat menjadikan media televisi sebagai media pendidikan, bukan sarana hiburan semata, karena dapat menyebabkan tidak terbendungnya beragam pengaruh negatif yang meresahkan dan dapat menghambat tumbuh kembang nilai-nilai agamanya. Adapun sumber-sumber yang menjadi rujukan adalah buku-buku terkait dengan data yang diperlukan. Orang tua dituntut untuk memiliki kesadaran dan pemahaman mengenai fungsi media televisi, sehingga adanya pemilihan dan pemilahan acara yang tepat untuk anak usia madrasah ibtidaiyah. Menonton televisi sebaiknya tidak dilakukan sebagai pengisi waktu luang anak, menjadi baby sitter anak. Serta tidak dijadwalkan sesuai dengan jam tayang acara-acara yang mengandung nilai-nilai pendidikan bagi anak. Sikap ini untuk membendung dampak negatif dari media televisi bagi anak-anak madrasah ibtidaiyah yang dapat melunturkan nilai-nilai agama pada anak, di samping menyita waktu mereka untuk bersosialisasi dengan teman sebaya dan melakukan kegiatan yang edukatif lainnya
Pendidikan Islam Di Era Globalisasi: Menggapai Peluang, Menuai Tantangan Suriana, Suriana
Jurnal MUDARRISUNA: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 4, No 2 (2014): Jurnal MUDARRISUNA
Publisher : UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jm.v4i2.294

Abstract

Advances in science and technology is the result of human cultivation must be coordinated in order to comply with national identity, noble values, traditions, culture, and religion. Global phenomenon can not be avoided, processes, dynamics and its influence has been successfully castrated traditions and noble values of religious Muslims today. Educational values of Islam today is getting late in the tumult of various changes that are the result of the influence of globalization. Globalization has become a historical necessity that many challenges (threat) also opportunities (opportunity) in education that will shake up the order of the culture, customs, and values of the noble teachings of Islam. Therefore reformatting the theory and practice of education should be carried out and balanced, so that Islamic education is not passive as a spectator instead of a player, as consumers rather than producers. Islamic education also must perform and portray themselves as agents of change while strengthening Islamic identity. For the creation of a Muslim who is not only a knowledge of general (or vice versa), but also excels in the science of religion, so that it can perform with good mobility and orderly life. The position of Islamic education is compulsory maintain selective, critical, and open to the emergence of globalization. In addition, it should also remain consistent with the main source of religion, namely the Quran and Hadith while expanding the knowledge and understanding of the progress of time, modernity, the findings of science and technology. Abstrak Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah hasil dari budi daya manusia yang harus dikoordinir agar sejalan dengan identitas bangsa, nilai-nilai luhur, tradisi, kebudayaan, dan agama. Fenomena global memang tidak dapat dihindari, proses, dinamika dan pengaruhnya telah berhasil mengebiri tradisi dan nilai-nilai luhur keagamaan umat Islam dewasa ini. Nilai-nilai pendidikan Islam hari ini semakin larut dalam gegap gempita berbagai perubahan yang merupakan hasil dari pengaruh globalisasi. Globalisasi sudah menjadi keharusan sejarah yang banyak memberikan tantangan (threat) juga peluang (opportunity) dalam dunia pendidikan yang akan menggoyang tatanan kebudayaan, adat istiadat, dan nilai-nilai luhur ajaran Islam. Oleh karena itu menformat ulang teori dan praktik pendidikan harus segera dilakukan dan diseimbangkan, agar pendidikan Islam tidak pasif sebagai penonton bukan pemain, sebagai konsumen bukan produsen. Pendidikan Islam juga harus melakukan dan memerankan diri sebagai agent of change sembari memperkuat identitas Islam. Agar terciptanya muslim yang tidak hanya menguasai pengetahuan umum (atau sebaliknya) tetapi juga unggul dalam ilmu agama, sehingga dapat melakukan mobilitas kehidupan dengan baik dan tertata. Posisi pendidikan Islam adalah wajib mempertahankan sikap selektif, kritis, dan terbuka terhadap munculnya arus globalisasi. Di samping itu, juga harus tetap konsisten terhadap sumber utama agama, yaitu al-Qur’an dan Hadith sambil memperluas wawasan dan pemahaman terhadap kemajuan zaman, modernitas, temuan sains dan teknologi. Kata Kunci: Pendidikan Islam, Globalisasi, Peluang, Tantangan