Articles

Found 16 Documents
Search

PENGEMBANGAN BIOSORBEN DARI RUMPUT LAUT Sargassum sp. UNTUK REMEDIASI TEMBAGA Suriadi, Suriadi; Gunawan, Erin Ryantin; Purwoko, Agus Abhi
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 6, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Sains dan Terapan Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian pengembangan biosorben rumput laut Sargassum sp. dengan perlakuan aktivasi asam sulfat untuk remediasi Cu. Penelitian meliputi aktivasi rumput laut dengan perlakuan konsentrasi asam sulfat dan waktu aktivasi , kurva isotherm serta kapasitas biosorpsi. Pengujian kemampuan biosorben dilakukan terhadap larutan Cu(II) 200 ppm dengan pH 4,5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses aktivasi yang paling optimal adalah dengan menggunakan asam sulfat 0,05 M selama 20 menit, dimana biosorben teraktivasi yang dihasilkan memiliki kapasitas biosorpsi sebesar 61,4733 mg/g.Kata kunci : biosorben teraktivasi asam, remediasi tembaga .
Etika Interaksi Edukatif Guru dan Murid Menurut Perspektif Syaikh ʻAbd Al-Ṣamad Al-Falimbānī Suriadi, Suriadi
DAYAH: Journal of Islamic Education Vol 1, No 2 (2018): DAYAH: Journal of Islamic Education
Publisher : Ar-Raniry State Islamic University Banda Aceh, Aceh, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1190.695 KB) | DOI: 10.22373/jie.v1i2.2928

Abstract

Ethics is the main pillar in building the humans’ life order. One cannot survive, and education cannot stand upright and firm without being supported by good and noble ethical values. Nowday world has witnessed the crisis of ethics, awakening us all to fix it, starting from at least ourselves. This study aimed at figuring out the ethics of teachers and students in the book of Sīrus al-Sālikīn by Syaikh'Abd al-Ṣamad al-Falimbānī and its relevance in the current educational context. The study used library research or literature study with descriptive approach. Primary and secondary data were obtained through literature research through documentation method. The data were then analyzed by using content analysis technique. The results of the study showed that Syaikh 'Abd al-Ṣamad al-Falimbānī revealed that the teacher ethics was more important than the other factors, and thushe provided strict ethics for the teachers. In addition, the students should always hold on to the noble ethics in interacting with the teachers, both in the process of teaching and learning and in everyday life. In general, the ethics theory put forward by Syaikh 'Abd al-Ṣamad al-Falimbānī is still highly relevant and applicable in the context of current learning.
Hubungan Hygiene Sanitasi dengan Kualitas Bakteriologis Depot Air Minum (DAM) di Kabupaten Balangan Suriadi, Suriadi; Husaini, Husaini; Marlinae, Lenie
JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN INDONESIA Vol 15, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Program Studi Magister Kesehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.936 KB) | DOI: 10.14710/jkli.15.1.28-35

Abstract

Drinking water depo (DAM) continues to increase in line with the dynamics of the community needs to drinking water. DAM water contamination can be caused by  factor sanitation hygiene of the DAM. This research aims to determine of the relationshipbetweensanitary hygiene andbacteriological quality in the DAM. It is observational using cross sectional design. Thepopulation of this research was over all depo of drinking water in Balangan, while sample was takenby purposive sampling which has been determined based on inclusion and exclusion criteria. The research variables are location, building, production equipment, production process, sanitary facilities and bacteriological quality. The instrument used in this research was the observation sheets and laboratory tests. Data was analyzed by univariate, bivariate analysis using chi square test. The results showed from 41 DAM, there are 13 (31.7%)  less sanitary conditions of hygiene, 17 (41.5%) is enough and 11 (26.8%) good,  then  quality of bakteriologis are 30 (73%) eligible and 11 (27%)  not eligible. There is no relationship betwen locations (p = 0.698) and bacteriological quality, no relationship building (p=0.840) with the bacteriological quality, no relationship of production equipment (p=0.618) with the bacteriological quality, no relationship of production proces (p=0.986) with the bacteriological quality and there is no relationship of sanitation facilities (p=0.515) with bacteriological quality.The most of sanitation hygiene condition is notrelationshipto bacteriological quality of reffil drinking water depo. 
Teknis Perekaman Data dan Penyaluran Elektronik Kartu Tanda Penduduk di Lubuk Pakam Suriadi, Suriadi; Aswin Hasibuan, Muhammad
JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik Universitas Medan Area Vol 1, No 2 (2013): JPPUMA DESEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.577 KB)

Abstract

Administrasi kependudukan berupa kartu tanda penduduk (KTP) sebagai media untuk dapat mengidentifikasi profil pribadi setiap warga negara, secara terus menerus dalam sistem adminisrasi pendataan kependudukan di Indonesia bergerak ke arah sistem yang lebih baik meski tidak mudah namun kartu tanda penduduk elektronik (E-KTP) diaggap lebih baik. Penelitian yang dilakukan di kantor kecmatan Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang, menjadi tempat perekaman, pendistribusian (E-KTP). Dalam perekaman pendistribusian ditemukan banyaknya kendala-kendala berupa tidak siapnya dan terbatasnya sumber daya manusia termasuksistem perekaman (E-KTP) yang berbasis elektronik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat teknis perekaman data dan penyaluran elektronik kartu tanda penduduk di kecamatan lubuk pakam Kabupaten Deli Serdang. Jenis penelitian yang digunakan ialah kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data bersumber pada studi pustaka dan wawancara mendalam. Hasil penelitian ini menunjukan masih terdapat aparatur yang memiliki pengetahuan minim dalam teknis perekaman dan pendistribusian E-KTP
RELATIONSHIP BETWEEN MACERATION AND WOUND HEALING ON DIABETIC FOOT ULCERS IN INDONESIA: A PROSPECTIVE STUDY Haryanto, Haryanto; Arisandi, Defa; Suriadi, Suriadi; Ogai, Kazuhiro; Sanada, Hiromi; Okuwa, Mayumi; Sugama, Junko
in process
Publisher : ETN Centre Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1429.218 KB)

Abstract

Background: Maceration results in enhancement of the wound area and infection. This condition is caused by a breakdown of the skin resulting in an open wound so that the wound area is enhanced and contaminated by microorganisms. Consequently, wound healing is delayed and quality of life is negatively affected. The prevention of maceration is important, and exudate management offers a way to prevent maceration. Exudate management can reduce the healing time, exudate, and frequency of dressing changes, and improve patient quality of life. Aims: The aim of this study was to clarify the relationship between maceration and wound healing. Methods: A prospective longitudinal design was used in this study. The wound condition determined the type of dressings used and the dressing change frequency. A total of 62 participants with diabetic foot ulcers (70 wounds) were divided two groups: non-macerated (n = 52) and macerated wounds (n = 18). Each group was evaluated weekly using the Bates–Jensen Wound Assessment Tool with follow-ups until week 4. Results: The Mann–Whitney U test showed that the changes in the wound area in week 1 were faster in the non-macerated group than the macerated group (P = 0.02). The Pearson correlation analysis showed a moderate correlation between maceration and wound healing from enrolment until week 4 (P = 0.002). After week 4, the Kaplan–Meier analysis showed that the non-macerated wounds healed significantly faster than the macerated wounds (log-rank test = 19.378, P = 0.000). The Cox regression analysis confirmed that maceration was significant and independent predictor of wound healing in this study (adjusted hazard ratio, 0.324; 95% CI, 0.131–0.799; P = 0.014). Conclusion: The results of this study demonstrated that there is a relationship between maceration and wound healing. Changes in the wound area can help predict the healing of wounds with maceration in clinical settings. Keywords: Wound maceration; wound healing, diabetic foot ulcers.
BASIS BUKTI PENYEMBUHAN LUKA: IMPLEMENTASI DALAM PRAKTIK KLINIK Suriadi, Suriadi
in process
Publisher : ETN Centre Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tim luka di Pontianak telah memfokuskan pada pengembangan pada pelayanan manajemen luka dan penelitian. Fokus pada kegiatan tersebut adalah pada manajemen luka diabetik. Salah satu yang paling umum adalah ulkus kaki dan infeksi, yang sering mengakibatkan amputasi tungkai bawah, dan yang memiliki prevalensi 4-10% di antara orang dengan diabetes. Tim kami melakukan penelitian menggunakan beberapa teknologi baru dalam manajemen luka seperti vibrator, veno plus dan lainnya. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa terapi getaran mempercepat penyembuhan ulkus kaki diabetik dalam hal tingkat penyembuhan, skor penyembuhan, luka area penutupan, dan ditinggikan tingkat NO (nitric oxide). Terapi vibration, sebagai tambahan untuk perawatan luka standar, secara signifikan meningkatkan penyembuhan luka kaki diabetis. Penutupan area luka yang diukur dengan persentase penurunan relatif di daerah luka menunjukkan kelompok intervensi lebih cepat persentase penutupan 3.79% /hari (95% confidence interval antara 1.79% /hari sampai dengan 12.50% /hari) dibandingkan dengan kelompok kontrol 3.03% / hari (95% confidence interval antara -0.01% /hari sampai 7.69% /hari) perbedaan yang signifikan ditandai dengan p = 0.032. hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi getaran luka dapat meningkatkan penyembuhan luka pasien diabetes, dapat diamati melalui penurunan waktu rawat inap yang secara signifikan berbeda dibandingkan dengan kelompok kontrol. Tim kami telah menciptakan sebuah alat penilaian baru untuk mengevaluasi kemajuan penyembuhan luka. Alat penilaian dikenal sebagai MUNGS. Alat MUNGS (maserasi, merusak / tunneling, nekrotik, granulasi dan tanda-tanda atau gejala) dikembangkan berdasarkan pengamatan klinis penulis dari penderita luka diabetes di Indonesia. Alat ini telah dilakukan uji reabilitas dan hasilnya menunjukkan bahwa reliabilitas antar penilai dari alat MUNGS lebih tinggi dibandingkan dengan (instrumen foto luka atau PAWT(photograph assessment wound tool) antara kedua kelompok penilai (perawat perawatan luka dan mahasiswa) dengan koefisien Cohen kappa adalah 0.80. Dalam studi validitas, MUNGS, total 75 pasien dimasukkan dalam analisis. Sebuah cut off point pada skor 4 alat MUNGS memiliki sensitivitas 84.91, spesifisitas 81.82, nilai prediksi positif 91.8, dan nilai prediksi negatif 69.2. Area di bawah kurva adalah 0.886 (95% CI, 0.792-0.948), dan rasio kemungkinan adalah 4.6. MUNGS adalah suatu alat pengakajian luka yang reliable dan valid dapat digunakan di tatanan klinik untuk pengkajian luka pada pada pasien diabetes.
Pembinaan Pendidikan Islam Pada Masa Rasulullah Saw Suriadi, Suriadi
BELAJEA: Jurnal Pendidikan Islam Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi agama Islam Negeri (STAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.523 KB) | DOI: 10.29240/bjpi.v2i2.263

Abstract

This article discusses the transformation of Islamic education in the early period, that is from the epoch of the prophet Muhammad. In the period of the prophet Muhammad, Islamic education activity took place in its simple form, centered on the companions residents. Prophet Muhammad as uswatun hasanah and rahmatan lil alamin for those expecting the grace and the coming of the Day of Judgment is the first and foremost educators in the world of Islamic education. The transformation process of science, spiritualism internalization of values and emotional guidance of the Prophet Muhammad is incredible miracles and ordinary man may not be able to do so. Implementation of guidance of Islamic education in the time of Prophet Muhammad conducted in two phases which of Mecca, as the initial phase of guidance of Islamic education and the phase of Medina, as the improvement phase guidance of Islamic education.
Rekonstruksi Muhammad Abduh Dalam Pembaharuan Pendidikan Islam Suriadi, Suriadi
AL-WIJDÁN: Journal of Islamic Education Studies Vol 2 No 2 (2017): November 2017
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM RADEN RAHMAT MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.187 KB)

Abstract

Among many prominent figures of moslem scientist, Muhammad Abduh is one of the most passionate figures in reforming Islam. The efforts and various concepts of thought Muhammad Abduh indeed need to be appreciated, because with the concept of thinking has been able to change the habit of a static society become more dynamic. The concept of Islamic renewal by Muhammad Abduh can not be separated from the nature and character of the likes of knowledge. And the reconstructions of the thought of Muhammad Abduh in the world of Islamic Education are Purification, Reformation, Islamic Defense, and Reformulation. Based on the Four Reconstructions, the educational reform and the reformulation of the law are his ultimate focus. The factors behind the renewal of Islamic education by Muhammad Abduh were social Factor Religion and Education factor at that time  
Partisipasi Perempuan dalam Politik Perspektif Pendidikan Islam dan Gender Suriadi, Suriadi; Adnan, Adnan; Jayadi, Jayadi; Susilawati, Susilawati; Mursidin, Mursidin
Al-Ulum Vol 18 No 1 (2018): Al-Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/au.v18i1.843

Abstract

Ajaran Islam pada hakekatnya memberikan perhatian yang besar dan kedudukan terhormat kepada perempuan. Politik dalam Islam di kenal dengan as-siyasah adalah segala aktifitas manusia yang berkaitan dengan penyelesaian berbagai konflik dan menciptakan keamanan bagi masyarakat. Sedangkan pemimpin seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan, khususnya kecakapan atau kelebihan di satu bidang sehingga dia mampu mempengaruhi orang-orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi pencapaian satu atau beberapa tujuan. Terbukanya sistem demokrasi secara luas di Indonesia memberikan kesempatan yang baik bagi perkembangan perpolitikan bangsa. Salah satu indikator berjalannya suatu sistem politik secara demokratis dan untuk mengukur tingkat partisipasi masyarakat dalam bidang politik, sehingga keterlibatan warga negara menjadi suatu syarat mutlak bagi sebuah bangsa yang ingin membangun dengan konsep demokrasi. Keterlibatan warga negara disini dimaknai sebagai keterlibatan yang menyeluruh tanpa membedakan jenis kelamin baik laki-laki maupun perempuan.
Meningkatkan Minat Belajar Sains Dengan Model Pembelajaran Out Door Study Pada Kelas V SDN 053 973 Sendang Rejo Tahun ajaran 2014/2015 Suriadi, Suriadi
TABULARASA Vol 13, No 3 (2016): Jurnal TABULARASA
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, untuk mengatasi permasalahan dalam belajar IPA (Sains) pada siswa kelas V SDN 053973 Sendang Rejo.Pada penelitian ini jenis metode yang digunakan adalah yang berhubungan dengan pemanfaatan lingkungan sekitar.Melalui metode belajar Outdoo Study. Diharapkan dengan Metode iniminat belajar siswa akan meningkat. Berdasarkan penelitian yang telah disajikan dalam BAB IV dapat diambil kesimpulan bahwaPembelajaran dengan menggunakan metode Out Door Study dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Dari hasil pelaksanaan siklus I diperoleh tingkat ketuntasan belajar sebesar 10%. Dari hasil pelaksanaan siklus II diperoleh tingkat ketuntasan belajar sebesar 90%.