Articles
9
Documents
KONSTRUKSI IDENTITAS POSTMODERN DALAM IKLAN LA LIGHT VERSI “DONT QUIT”

KEMADHA Vol 3, No 3 (2012)
Publisher : KEMADHA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

n the postmodern era and the economic, political , social and cultural erratic  in  Indonesia  today  , present  the medium of  television  led  to a new phenomenon  in  the  world  of  audio  visual  advertising  .  Cigarette advertising LA LIGHT version of " Do not Quit " which brings various questions  .  Serving  ads  presented  ,  does  not  show  any  relationship between  the messages being delivered  to  the marketed product  .Display advertising LA LIGHT version of " Do not Quit" , in this paper cigarette advertising LA LIGHT version of " Do not Quit" , examined the postmodern linguistic approach , namely semiotic theory , a theory derived  from  the  language  theory.  Between  signifier  (  form  )  and signified ( meaning ) in the display advertising LA LIGHT version of " Do  not Quit  "  it  seems  there  is  no  ideological  and well-established relationship , but it appears that perceptions in packing quite ironic in its entirety  . Serving advertisements LA LIGHT version of " Do not Quit " also seems to combine aspects of life that evolved in that time , so the text  , the language  , both audio and visual ( are works of post - modern ) not only produce a single meaning , but a multidimensional space in which it is mixed diffuse , interact , and contrary to various problems . These ads indicate the use of the postmodern aesthetic language that is visual  semiotics  linguistics and  semiotics  .

Bingkai Media pada Program Acara Televisi Satu Indonesia Net.tv Episode Sultan HB X dan Asia Calling Tempo Tv Episode Penerus Tahta Raja Yogyakarta

Nyimak (Journal of Communication) Vol 1, No 2 (2017): Nyimak journal of communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Yogyakarta embraces the monarchical power whose existence is regulated in Law no. 13 of 2012 which requires the Governor is the King of Yogyakarta Palace. Sri Sultan HB X issued the Kings Word which elevated GKR Pambayun to Crown Princess to prepare the successor to the throne. Should be the successor to the throne of the king is one of Sri Sultan HB Xs sister. The following questions arise: How to frame the media of the event program one Indonesia Net.tv "eps" Sultan HB X and asia calling Tempo Tv "eps" successor to the throne of the king of Yogyakarta ?, What is the evidence of the hegemony of Sri Sultan HB X ?, How do the news topics match what Sultan HB X has to say? Sultan HB X wants to maintain the continuity of power. Framing is a multi-layered concept. It can operate individually, on the micro level, in terms of how citizens frame political issues. This has been the focus of the discussion up to this point. Framing can also operate on a macro level (Perloff, 2014: 165). Hegemony, the notion that political leaders can enforce their will on the Mass public by manufacturing consent, harnessing mass communications in the Service of their political objectives (Perloff, 2014: 166). Indexing, the idea that political media index news so that it closely matches the range of voices expressed by political elites (Bennett, 1994; Bennett, Lawrence, & Livingston, 2006: Perloff, 2014: 166). Descriptive qualitative research is relevant to obtain complete information about the hegemony of Sri Sultan HB X.Keywords: Frame, kings word, crown princess

DIFUSI INOVASI PROGRAM BANK SAMPAH (Model Difusi Inovasi Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengelolaan Bank Sampah Alam Lestari di Kota Serang Provinsi Banten)

Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suatu gagasan baru yang berdampak pada perubahan sosial harus dikomunikasikan kepada masyarakat. Masyarakat sebagai objek tidak hanya mengetahui terkait perubahan yang terjadi, tapi juga harus mendukung dan terlibat sehingga masyarakat menjadi bagian dari perubahan tersebut. Selama ini banyak masyarakat yang beranggapan bahwa inovasi selalu diakhiri dengan adopsi dari sebuah inovasi yang disampaikan kepada masyarakat. Selaras dengan asumsi masyarakat tersebut, seolah-olah difusi inovasi hanya berfokus pada penyebaran program atau gagasan inovasi kepada lapisan masyarakat dan hanya melihat inovasi sebagai ide, gagasan, metode, atau produk baru dalam perspektif komunikasi pembangunan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa strategi komunikasi inovasi dalam mengembangkan program bank sampah Alam Lestari di Kota Serang, Kecamatan Serang, Provinsi Banten dalam memberdayakan masyarakat. Selain itu, penelitian ini juga ingin mengetahui faktor yang mempengaruhi dari strategi komunikasi pengelola bank sampah Alam Lestari dalam memberdayakan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan studi deskriptif. Teknik pengumpulan data dari penelitian ini melalui wawancara mendalam, observasi bukan partisipan, dan dokumentasi.Strategi komunikasi pengelola bank sampah Alam Lestari dalam mengembangkan program bank sampah tidak cukup baik. Pembuatan strategi oleh pengelola belum menyentuh dan melibatkan masyarakat yang lebih luas lagi. Implementasi strategi komunikasi dari pengelola Bank Sampah Alam Lestari dengan menggunakan beberapa media komunikasi seperti: brosur, pamflet, pameran, dan lain-lain. Tetapi strategi ini selalu berdampak pada psikologi sosial dan sebagian dari orang-orang tidak ikut berpartisipasi dalam lingkungan sosial, intensitas penggunaan media komunikasi dan proses adopsi tanpa komunikasi berkelanjutan.

REPRESENTASI PEREMPUAN METROPOLITAN DALAM FILM 7 HATI 7 CINTA 7 WANITA

LONTAR: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 1 (2014): LONTAR JURNAL ILMU KOMUNIKASI
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1207.994 KB)

Abstract

Film yang berjudul 7 Hati 7 Cinta 7 Wanita yang diproduksi oleh Production House Anak Negeri Film pada tahun 2010 ini merupakan film karya sutradara muda bernama Robby Ertanto. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perempuan metropolitan di representasikan dalam film 7 Hati 7 Cinta 7 Wanita. Penelitian ini menggunakan teori representasi sebagai teori utama. Teori representasi Stuart Hall yang bermaksud untuk menemukan dan melihat bagaimana penggambaran perempuan metropolitan pada film ini. Kemudian teori semiotika Roland Barthes digunakan sebagai pisau analisis untuk menemukan simbol-simbol, makna, dan pesan yang merepresentasikan perempuan metropolitan pada dalam film ini , Metode yang dipakai adalah dengan mengelompokkan tanda berdasarkan scene-scene yang berhubungan dengan representasi perempuan melalui tokoh dr. Kartini, Lili, Lasti, Ningsih, Yanti, Ratna, dan Rara, yang kemudian dibedah menggunakan semiotika Roland Barthes. Kesimpulan dari penelitian adalah representasi perempuan metropolitan dalam hidupnya yang sering menjadi kaum yang selalu merasa menjadi korban yang diwakili oleh dr. Kartini, Lastri, Ningsih, Rara, Lili, Ratna dan Yanti. dr. Kartini mewakili perempuan yang dapat bangkit dari pengalaman masa lalunya dengan menjadi seorang ginekolog. Lastri, Ningsih dan Ratna menjadi korban poligami yang dilakukan suami mereka. Rara adalah adik kandung Ratna yang menjadi korban pergaulan bebas dan hamil tanpa pertanggungjawaban dari Acin, kekasihnya. Lili adalah korban kekerasan seksual dalam rumah tangga yang dilakukan oleh suaminya. Yanti yang terpaksa menjadi seorang pramuria atau pekerja seks karena sebelumnya hanya menjadi pemuas nafsu dan pelampiasan seks dari laki-laki atau bosnya saat dirinya menjadi karyawan dan memilih hidup bebas daripada tertindas oleh kaum laki-laki.

DAMPAK GLOBALISASI MEDIA TERHADAP SENI DAN BUDAYA INDONESIA

LONTAR: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.643 KB)

Abstract

Globalisasi media berdampak terhadap perkembangan seni budaya Indonesia. Globalisasi teknologi komunikasi hadir di tengah-tengah masyarakat dan memengaruhi cara pandang dan perilaku manusia. Globalisasi media merupakan perkembangan yang tidak dapat dipisahkan karena kehadirannya mampu melengkapi. Perkembangan media ini semakin pesat dan canggih seiring dengan perkembangan teknologi komunikasi saat ini. Dampak perkembangan teknologi dan media ini memengaruhi seni budaya dan perilaku masyarakat atau bangsa Indonesia. Analisis deskriptif kualitatif merupakan metode pengkajian yang digunakan dengan tujuan mengungkap fakta, keadaan, fenomena. Variabel dalam penelitian ini adalah globalisasi media, dan seni budaya Indonesia. Dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif pengkajian ini mengungkap pengaruh dampak perkembangan globalisasi teknologi terhadap seni budaya Indonesia.

FENOMENA BERITA KEKERASAN di MEDIA TELEVISI (Perspektif Teori Kultivasi) NEWS MEDIA PHENOMENON OF VIOLENCE IN TELEVISION (Cultivation Theory Perspective)

LONTAR: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 2 (2016): LONTAR JURNAL ILMU KOMUNIKASI
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.673 KB)

Abstract

This study focuses on the influence of the intensity of the frequency of the audience watching the news that contain violence. The number of television stations that broadcast news of the violence repeatedly affect childrens behavior in everyday life. Booming charge news this violence resulted in all the mainstream media are vying for presenting the news of violence and neglect the effects of what is broadcast. News show as a phenomenon and a momentum to reach the audience as much as possible for television stations. Construction purposes in many television news reality changing audience behavior, since television emerged as a second mother who where viewers can learn a lot through television broadcasts. Cultivation perspective analysis is an analysis that starts from the messaging system to identify patterns of permanent, continuous, overaching of content in television. The division of light viewer, media viewer, and the viewer heavy intensity measured from the time of respondents watching television, the most important thing there is a frequency difference between the intensity of the respondents watch. By using a cultivation perspective on this assessment reveal the intensity of the frequency of watching news of violence can effect/specific impact for the audience.

MEKANISME PENYELESAIAN PELANGGARAN KODE ETIK JURNALISTIK PADA DEWAN PERS DI KOTA SERANG

LONTAR: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 2 (2017): JURNAL LONTAR
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.539 KB)

Abstract

Journalism is an activity of gathering news and reporting events. Delivery of news or information in general often also called the press. To protect journalistic activities and freedom of the press, the press council established by law. Press Council as an independent agency to establish guidelines which must be done by any reporter or journalist in writing or delivered the news. Journalistic ethics is a guideline to behave in journalistic activity compiled by journalists, press organizations to be ethical or moral grounding in journalistic activities. The purpose of this study, to find a model settlement of violations of journalistic ethics in the press council. This research method using descriptive analytical research model with normative juridical approach. Collecting data using literature study by collecting data and legal regulations. Besides the interviews to the parties concerned to complete the data. Press Council in resolving violations of journalistic ethics, to maintain the freedom of the press with a mechanism that provides power to the press council to decide a case arising from journalistic activities completed by the press council. Settlement due to journalistic activities outside the press council will shut down and eliminate the freedom of the press as mandated by law. The right model is the removal of press offenses perspective that may affect national press by giving power and authority to the press council to resolve matters arising from journalistic activities.

KONSTRUKSI IDENTITAS POSTMODERN DALAM IKLAN LA LIGHT VERSI “DON’T QUIT”

LONTAR: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 3 (2014): LONTAR JURNAL ILMU KOMUNIKASI
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.147 KB)

Abstract

Era postmodern dan budaya yang tidak menentu di Indonesia saat ini, menghadirkan media baru televisi yang menghasilkan berbagai tayangan. Fenomena di dunia periklanan audio visual, iklan rokok yang ditmpilkan membawa berbagai penafsiran dan pertanyaan. Tampilan iklan yang disajikan, tidak menunjukkan hubungan apapun antara pesan yang dikirimkan dan produk yang dipasarkan. Tampilkan iklan rokok dalam tulisan ini, iklan rokok LA LIGHT versi "Jangan Berhenti", yang menjadi fokus penelitian. Pendekatan linguistik postmodern, yaitu teori semiotik, sebuah teori berasal dari teori bahasa. Antara penanda (bentuk) dan Signified (artinya) dalam tampilan iklan tampaknya tidak ada ideologis dan mapan hubungan, tapi nampaknya persepsi pengemasan cukup ironis. Secara keseluruhannya iklan ini juga menggabungkan aspek kehidupan yang berevolusi pada saat itu, jadi teks, bahasa, baik audio maupun visual (karya post modern) tidak hanya menghasilkan satu makna saja, melainkan ruang multidimensional di Indonesia yang dicampur berdifusi, berinteraksi, dan bertentangan dengan berbagai masalah. Iklan ini menunjukkan penggunaan bahasa estetika postmodern yang ada semiotika visual dan semiotika.

PUBLIC FIGURE SEBAGAI VIRTUAL OPINION LEADER DAN KEPERCAYAAN INFORMASI MASYARAKAT

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 17, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.133 KB)

Abstract

Kehadiran instagram menjadi fenomena yang digandrungi masyarakat Indonesia, khususnya remaja. Instagram yang sifatnya virtual sering menjadi ajang pamer diri mulai unggahan aktivitas, foto, hingga video. Peneliti tertarik membahas fenomena virtual opinion leader di Instagram. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan studi masyarakat informatif. Subjek penelitian ini adalah Instagram Salman_al_jugjawy yang dimiliki oleh Sakti ex personil SheilaOn7. Akun ini mem-posting kata-kata nasihat, pengumuman kajian, dan juga kesehariannya. Hasil penelitian menunjukkan public figur mudah menjadi virtual  opinion leader dan informasinya dipercaya masyarakat. Peneliti menemukan yang menarik pada posting-an akun ini yang disukai dan ditonton rerata diatas 1500 pengikut, tidak menimbulkan kontroversi, provokasi, dan tidak ada komentar miring. Hasil penelitian menunjukkan “salman_al_jugjawy” layak dikatakan sebagai virtual opinion leader. Model Two Step Flow Communications berlangsung sesuai proses Adaptive Structuration Theory.