Articles

PERBANDINGAN NILAI DENSITAS CITRA MENGGUNAKAN GRID BERGERAK (MOVING GRID) POSISI HORISONTAL DAN VERTIKAL Supriyati, Supriyati; Setia Budi, Wahyu; Sutanto, Heri
YOUNGSTER PHYSICS JOURNAL Vol 2, No 3 (2013): Youngster Physics Journal Juli 2013
Publisher : YOUNGSTER PHYSICS JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.838 KB)

Abstract

In making radiographs  often differences exposure  factors used when using  moving  of horizontal and vertical. This study aims to determine the comparative value of the density of the resulting image when using a moving grid of horizontal and vertical position. So that research results can be applied in an effort to improve the quality of the radiograph. The study begins with the initial  test  without the grid to determine   density value, the second initial test using a moving grid both  horizontally  and vertically without  the  use  of material / objects.  Research   continued with three  aluminum thickness variation are  1 mm, 3 mm and 5 mm. Then using acrylic  material three thickness   variation are 1 cm,  2 cm and 3 cm. Results of image density measured using a densitometer.Results are then analyzed the data.  The  results  of research  show   value  of   the   image   using  horizontal    grid  density has    smaller  values  than    the  vertical    but   still within the   range  of  values density using   vertical   grid.  Thus   it can    be  said    that    the   image  density  values using  moving    grid   horizontal   position   is  not different with    density  of  the image using a vertical grid at the same exposure factors.Keywords: radiograph,  moving grid,  density,  comparison value
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AUDIT REPORT LAG PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI INDONESIA DAN MALAYSIA Indriyani, Rosmawati Endang; Supriyati, Supriyati
The Indonesian Accounting Review Vol 2, No 02 (2012): TIAR - July 2012
Publisher : The Indonesian Accounting Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14414/95

Abstract

The purpose of the research is determining the factors that influence audit report lag inmanufacturing companies in Indonesia and Malaysia from 2009 to 2010. Factors are firmsize, profitability, corporate income and debt to equity ratio. The data used were obtainedfrom Indonesia and Malaysia Stock Exchange. This study used purposive sampling methods.Analysis methods used descriptive analysis, the assumptions of classical test (such as normality,multicolinearity, autocorrelation and heterocedasticity) and multiple linear regressions.The results of multiple linear regression show that audit report lag in Indonesia andMalaysia simultaneously influenced by firm size, profitability, corporate income and debt toequity ratio, audit report lag in Indonesia partially influenced by firm size and debt to equityratio, and in Malaysia audit report lag partially influenced by firm size.
THE EFFECT OF AUDIT QUALITY ATTRIBUTES ON CLIENT SATISFACTION Novten van Harling, Marthlin; Supriyati, Supriyati; Djuwari, Djuwari
The Indonesian Accounting Review Vol 3, No 01 (2013): TIAR - January 2013
Publisher : The Indonesian Accounting Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14414/213

Abstract

This study aims to determine whether the quality attributes affect the quality of the audit clientsatisfaction. The primary data were taken through questionnaires using non probabilitysampling with convenience sample technique. The sample being processed consists of 37 respondentsthat financial managers of companies already involved in services, trades and industries.The statistical analysis is OLS (Ordinary Least Square) using SPSS version 17.0.The results of this study concluded that audit quality attributes are formed by the attributes ofexperience in audit, understanding industry customer to respond to the needs of the clientcomplying with common rules, the attitude of care, strong commitment to quality, audit firm,leadership participation doing work field properly, the participation of the audit committee,high ethical and not easily to believe simultaneously and partially are not influential significantlytoward the customer satisfaction. In this case, such finding is in terms of significancelevel each of audit quality has significance level above 0.05 or 5 percent.
Upaya Meningkatkan Kemandirian Belajar Siswa Melalui Layanan Bimbingan Klasikal Supriyati, Supriyati
KES Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : KES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan program pendidikan tidak lepas dari Proses Belajar Mengajar (PBM). Keberhasilan proses belajar mengajar (PBM) sendiri dipengaruhi oleh bebagai aspek, seperti metode mengajar, sarana dan prasarana, materi pembelajaran, maupun kurikulum. Bila pendidikan di sekolah ditinjau dari segi murid mengalami suatu perkembangan di dalamnya dirinya selama dia bersekolah, perkembangan ini mengandung pola beberapa komponen atau aspek, antara lain perkembangan intelektual, perkembangan emosi, perkembangan motivasi, dan perkembangan sosial. Secara tradisional perkembangan intelektual mendapat perhatian utama di sekolah, hal ini berlaku pula dewasa ini tetapi perkembangan murid dalam aspek – aspek yang lain semakin perlu juga diperhatikan disekolah, mengingat tujuan pendidikan nasional jauh lebih dari pada pemahaman dan pengetahuan ( prestasi intelektual). Hasil perkembangan yang bulat menyangkut perkembangan dari semua komponen atau aspek yang harus dikaitkan antara satu dengan yang lain. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas Bimbingan dan Konseling (PTK BK).Metode penelitian komparatif menggunakan analisis diskriptif.Ada bermacam jenis layanan dalam BK, salah satunya adalah layanan bimbingan belajar. Cara ini diyakini dapat mengatasi masalah siswa karena keterdekatan dan kebersamaan diantara murid dapat dibangun kemandirian belajar siswa untuk pencapaian prestasi belajar. Padapenelitian tindakan kelas ini, sumberdata diperoleh dari : (1) Data (Proses) diperoleh dari peneliti dalam memberikan layanan bimbingan kelompok, dan siswa sewaktu mengikuti layanan dan situasi pada saat layanan. (2) Data (Hasil) diperoleh dari pengamatan terhadap siswa berupa hasil remedial teaching siswa dalam ulangan harian. Data ini merupakan hasil pengamatan dengan kolaborator yang dituangkan dalam tahap refleksi pada tiap – tiap siklus. Dari pengumpulan data melalui angketdari 20 siswa. Dari aspek yang diterapkan 15 siswa tidak sesuai dari aspek yang diterapkan karena masih menggantungkan kepada teman dan kurangnya kemandirian bejara siswa dan 5 siswa terlihat kurang sesuai karena masih ikut – ikutan temannya atau belum mempunyai sikap kemandirian. siklus I ini Setelah dilaksanakan layanan bimbingan klasikal dan siswa mengisi angket kemandirian belajar, hasilnya dibandingkan dengan kondisi awal dengan jumlah siswa yang pencapaian kemandirian belajar siswa kurang yang semula 20 siswa, menjadi 7 siswa yang masih kurang dalam kemandirian belajar, sehingga pada siklus I layanan bimbingan klasikal yang belum mencapai kemandirian belajar dengan jumlah  sebesar 35 %. Dengan kata lain layanan bimbingan klasikal dalam meningkatkan kemandirian belajar mengalami peningkatan 65 %. siklus II ini layanan bimbingan klasikal yang belum mencapai kemandirian belajar berjumlah 35 %. Dengan kata lain layanan bimbingan klasikal mencapai keberhasilan 100 %. Saran yang peneliti berikan kepada rekan-rekan guru BK untuk lebih meningkatkan kualitas layanan Bimbingan dan Konseling perlu mengeksplorasi model-model layanan bimbingan, khususnya bimbingan kelompok, sehingga memiliki kesiapan dan jika ada kesulitan dan/atau kelemahan dalam pelaksanaannya dapat diatasi dengan baik lewat budaya meneliti. Kata Kunci : Kemandirian, belajar siswa, bimbingan klaksial
Pengaruh kompetensi user, keandalan software dan keandalan database terhadap kualitas informasi akuntansi supriyati, supriyati
Majalah Ilmiah UNIKOM Vol 13 No 01 (2015): Majalah Ilmiah Unikom
Publisher : Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.926 KB) | DOI: 10.34010/miu.v13i01.8

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh kompetensi user, keandalan software, dan keandalan database terhadap kualitas informasi akuntansi baik secara simultan maupun secara parsial pada perusahaan BUMN yang menerapkan sistem informasi akuntansi berpusat di kota Bandung.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis dan untuk menguji hipotesis digunakan analisis MRA (Moderating Regression Analysis). Survey dilakukan pada 9 perusahaan BUMN yang berpusat di Bandung.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kompetensi user, keandalan software dan keandalan database secara simultan berpengaruh positif terhadap kualitas informasi akuntansi. Begitu juga kompetensi user, keandalan software dan keandalan database secara parsial berpengaruh positif terhadap kualitas informasi akuntansi.
TINDAK TUTUR MEMERINTAH PADA DIALOG FILM LASKAR PELANGI DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMP Supriyati, Supriyati; Tarmini, Wini
Paedagogia, Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 17, No 1 (2014)
Publisher : Paedagogia, Jurnal Penelitian Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.736 KB)

Abstract

This research is about speech act of command on a dialog in Laskar Pelangi film and its implications on Indonesian learning at SMP. A descriptive qualitative method is used in this study. The findings of the research show that there two types of speech act of command, that is, direct and indirect.  The direct commands comprise (1) usual command indicated by basic verb; (2) request command indicated by coba, nak, mohon, suffix –kan, and –lah; (3) invitation command indicated by ayo, ayolah, dan yuk; (4) ordering commands marked by  biar; (5) compelling command indicated by cepat dan harus; and (6) prohibition command marked by jangan, ndak usah,  ndak boleh, ndak kurang and janganlah. By contrast, indirect commands consist of the following modes (1) questioning, (2) asking, (3) rejecting, (4) advising, (5) expressing facts, (6) involving other people, (7) and praising. The types of context used are (1) temporal, (2) situational, (3) spatial, and (4) existence of surrounding people.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN PREDICT-OBSERVE-EXPLAIN-WRITE UNTUK MENDAPATKAN GAMBARAN KUANTITAS MISKONSEPSI SISWA SMA MATERI SUHU DAN KALOR Supriyati, Supriyati
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Pendidikan Fisika JPF FKIP UM Metro
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Application of learning models POEW done to minimize the quantity of misconceptions experienced by students. The research was conducted by applying the POEW model of the experimental class and POE model of the control class. A method use quasi-experimental by design “Randomized Control Group Pretest-Posttest Design” implemented in X class one of high school at the city Cimahi in 2012/2013. Research results show that the description of misconception experienced by students in the experimental class lower than the control class. Responses of students to learn with the application of this POEW generally positive.
RANCANGAN SISTEM INFORMASI DENGAN BALANCED SCORECARD UNTUK PENILAIAN KINERJA KOPERASI Supriyati, Supriyati; Mustafid, Mustafid; Noranita, Beta
JURNAL SISTEM INFORMASI BISNIS Vol 3, No 2 (2013): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2013
Publisher : Magister Sistem Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.204 KB) | DOI: 10.21456/vol3iss2pp67-73

Abstract

Performance assessment  in a company is needed to evaluate the progress in one year has passed in order to make an improvement in the next year. Balanced Scorecard Method (BSC) is one of performance assessment methods that measures 4 perspectives which are customer, financial, internal business process, also growth and learning perspective. In this research, performance assessment is measured by BSC method with 14 key personal indicators (KPI). Performance assessment is shown as assessment chart and target achievement graphic in every KPI for each perspective, also conclusion the conclusion of performance assessment that indicates the condition of the koperasi. Results of this research are in the form of web-based applications that is a part of information management system in koperasi. This system are giving information to all koperasi members about the performance update, so the members can give a suggestion to improve koperasi and their welfare also. Keywords : Balance Scorecard; Performance Assessment;  KPI Koperasi
RANCANG BANGUN PENGONTROL LAMPU LISTRIK MENGGUNAKAN ANDROID DILENGKAPI DENGAN SAKLAR MANUAL Suryono, Suryono; Supriyati, Supriyati
Orbith Vol 13, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Orbith

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada umumnya mengontrol (menyalakan dan mematikan) lampu listrik di rumah, kantor hotel dan tempat lainnya selalu menggunakan saklar (switch). Dengan adanya saklar yang dipasang pada dinding, maka jika ingin mengontrol lampu, seseorang harus berjalan menuju saklar untuk merubah kedudukan tuas saklar supaya lampu menyala atau mati. Aktivitas untuk mengontrol lampu listrik dengan merubah kedudukan tuas saklar adalah pengontrolan secara manual. Dengan adanya smartphone yang dilengkapi dengan sistem android, maka pada smartphone android dapat bebas ditambah dengan aplikasi atau fungsi-fungsi lainnya. Dalam penelitian ini smartphone android akan ditambah aplikasinya yang berfungsi sebagai remot tanpa kabel (wire less remote) melalui fungsi bluetooth untuk mengontrol lampu listrik. Karena smartphone android adalah salah satu alat yang berfungsi untuk komunikasi mobile, maka smartphone tersebut jika dibawa keluar rumah, pengontrolan lampu tidak bisa dilakukan. Untuk mengatasi masalah tersebut supaya pengontrolan lampu tetap berfungsi normal maka perlu ditambah saklar manual. Dengan adanya dua perangkat, smartphone dan saklar manual, untuk mengontrol lampu, maka dibutuhkan pengondisi sinyal yang berupa mikrokontroller Arduino. Arduino digunakan untuk mengolah sinyal bluetooth atau saklar menjadi logika 1 atau 0 yang menggerakan driver lampu berupa Solid State Relay (SSR) yang akan menyalakan atau mematikan lampu pada jarak kurang lebih tujuh meter.Kata kunci : Android, Bluetooth, Arduino
PEMBELAJARAN SAINS UNTUK ANAK SD/MI DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK Supriyati, Supriyati
Elementary: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol 1 No 2 (2015): Elementary
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.825 KB)

Abstract

Learning is a process of the interaction of learners with educators and learning resources pada suatulingkungan belajar. At elementary school age children experience rapid growth both in the physicaland inteligensi. Science is knowledge that is verifiable by using scientific methods. The process skills andscientific attitude can be trained to learners to learn science. The nature of science is a product, processand scientific attitude. The process of learning with a scientific approach which touches three domainsare cognitive, affective and psychomotor. Results of study with scientific approach makes studentsproductive, creative, and innovative. Enhancement affective through the strengthening of attitudes,skills and integrated knowledge. Five basic learning experiences in the scientific approach is to observe,ask, gather information, associates, and communicate.