Articles

Found 6 Documents
Search

Pengungkapan Tindak Lanjut (Correctian Action) Atas Temuan Audit pada Laporan Internal Audit: Studi Kasus pada Perusahaan Tekstil Supriyadi, Yadi
Akuntansi Krida Wacana vol. 9 no. 3 September 2009
Publisher : Akuntansi Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.96 KB)

Abstract

KONTRIBUSI PEMBELAJARAN KEWIRAUSAHAAN TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA PADA BIDANG OTOMOTIF Supriyadi, Yadi; Kusumah, Inu Hardi; Permana, Tatang
Journal of Mechaninal Engineering Education Vol 2, No 1: Juni 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.147 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya kontribusi pembelajaran praktek kerja industri terhadap minat berwirausaha siswa di SMK Negeri 8 Bandung. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa angket dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pelaksanaan pembelajaran praktek kerja industri dalam kategori cukup baik. Minat berwirausaha siswa di SMK dalam kategori sedang. Berdasarkan hasil pengujian koefisien determinasi antara pembelajaran praktek kerja industri dan minat berwirausaha sebesar 18,5%. Besarnya kontribusi dari pembelajaran praktek kerja industri terhadap minat berwirausaha pada bidang otomotif berkategori sedang.
Pengungkapan Tindak Lanjut (Correctian Action) Atas Temuan Audit pada Laporan Internal Audit: Studi Kasus pada Perusahaan Tekstil Supriyadi, Yadi
Akuntansi Krida Wacana vol. 10 no. 2 Mei 2010
Publisher : Akuntansi Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.043 KB)

Abstract

Fluktuasi Populasi Lalat Buah Bactrocera spp. (Diptera : Tephritidae) pada Pertanaman Cabai Merah (Capsicum Annuum) di Kabupaten Bandung, Jawa Barat Susanto, Agus; Supriyadi, Yadi; Tohidin, Tohidin; Susniahti, Nenet; Hafizh, Vickri
Agrikultura Vol 28, No 3 (2017)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

ABSTRACTFluctuation population of fruit flies Batrocera spp. (Dipthera: Tephritidae) on chilli (Capsicum annuum) plantation areas in Bandung Regency, West JavaFruit flies (Bactrocera spp.) are destructive pest that cause damages to horticulture commodities such as fruits and vegetables. The purpose of this study was to investigate fluctuation population of fruit flies in relation to abiotic factors, such as temperature, rainfall, number of rainy days, and biotic factors, such as host phenology and natural enemies. The field experiment was conducted in Pulosari Village, Pangalengan, Bandung. This research used survey method by placing 20 fruit flies traps on host plants, in which 10 traps were being placed in the outside and the others were being placed in the inside within 10 meters distance per trap. Trapped flies were collected and their population was counted in every week. The results revealed that abiotitic factors (temperature, rainfall, number of rainy days) have non significant influence indicated by the regression analysis of each temperature (Y=-101.2+2298.7x; R2=0.253; P>0.05), rainfall (Y= 0.143+154.4x; R2 = 0.004; P> 0.05), and the number of rainy days (Y= 6.607+140.51x; R2 = 0.015; P>0.05). Meanwhile, fruit fly with the dominant population was Bactocera dorsalis which was included into sibling species of Bactrocera dorsalis Complex with number of population was 93% from specimen sample.Keywords: Fluctuation population, fruit flies, Batrocera dorsalis Complex, ChilliABSTRAKLalat buah (Bactrocera spp.) merupakan hama penting yang menyerang tanaman hortikultura baik buah-buahan ataupun sayuran buah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi fluktuasi populasi lalat buah pada pertanaman cabai merah terhadap faktor abiotik berupa suhu, curah hujan, jumlah hari hujan dan faktor biotik berupa fenologi tanaman inang dan musuh alami. Percobaan ini dilaksanakan di Desa Pulosari, Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung. Percobaan dilakukan menggunakan metode survei dengan memasang perangkap lalat buah pada lahan pertanaman cabai merah sebanyak 20 perangkap dengan 10 perangkap bagian luar dan 10 perangkap bagian dalam dengan jarak antar perangkap 10 meter. Hasil tangkapan dikumpulkan dan dihitung populasi lalat buah yang terperangkap setiap minggunya. Hasil penelitian menunjukan faktor abiotik (suhu, curah hujan, jumlah hari hujan) tidak memberikan pengaruh signifikan ditunjukan dengan analisis regresi masing-masing pada suhu ( Y= -101,2+ 2298,7x ; R2=0,253; P > 0,05), Curah hujan (Y= 0,143 + 154,4x ; R2= 0,004 ; P > 0,05), dan Jumlah hari hujan (Y= 6,607 + 140,51x ; R2=0,015 ; P > 0,05) Sedangkan lalat buah yang memiliki populasi paling dominan adalah Bactrocera dorsalis yang termasuk sibling dari spesies Bactrocera dorsalis Kompleks dengan jumlah populasi sebanyak 93% dari sampel spesimen.Kata kunci : Fluktuasi populasi, Lalat buah, Bactrocera dorsalis Kompleks, Cabai merah
Pelepasan Eretmocerus sp. (Hymenoptera: Aphelinidae) untuk Mengendalikan Bemisia tabaci Gennadius (Homoptera: Aleyrodidae) pada Tanaman Tomat Hidroponik Sudarjat, Sudarjat; Supriyadi, Yadi; Ramdhani, Ramdhani
Agrikultura Vol 28, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

ABSTRACTThe Augmentation of Parasitic Wasp Eretmocerus sp. (Hymenoptera: Aphelinidae) to Control Bemisia tabaci Gennadius (Homoptera: Aleyrodidae) in Hidroponic TomatoesSweet potato whitefly Bemisia tabaci Gennadius (Homoptera: Aleyrodidae) is one of the most important agricultural insect pests especially vegetables in Indonesia. One of techniques to control this pest is the used of parasitic wasp Eretmocerus sp. This research aimed to find out an effective dose and interval application of Eretmocerus sp. release against B. tabaci at hydroponic tomatoes. This research was carried at the green house, Department of Plant Pests and Diseases, Faculty of Agriculture, Universitas Padjadjaran. The experiment was arranged in a Randomized Block Design consisting of nine treatments and three replications. The treatments were the combination between doses (2, 4 and 8 pupae of Eretmocerus sp.) and interval applications (1, 2 and 3 weeks). The result showed that doses of Eretmocerus sp. released and interval application had effect on parasitization level in the fifth and sixth week after first release. The highest parasitization occurred at treatment of releasing 8 pupae at one week interval (24.63%). However, the parasitization level at first week until fifth week had no significant different among treatments. The low level of parasitization may be caused by high population of B. tabaci at the first release, high temperature in greenhouse, different host plant of Eretmocerus sp. between mass rearing and treatment, not enough number of the released Eretmocerus sp., and the attack of Oidium sp., the patogen of powdery mildew disease on tomato.Keywords: Augmentation, Eretmocerus sp., Hydroponic tomatoes, Bemisia tabaciABSTRAKBemisia tabaci Gennadius (Homoptera; Aleyrodidae) atau lebih dikenal kutu kebul, merupakan salah satu hama penting yang menyerang beberapa komoditas pertanian khususnya sayuran di Indonesia. Salah satu teknik pengendalian yang ramah lingkungan yaitu dengan menggunakan parasitoid nimfa Eretmocerus sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis dan interval aplikasi pelepasan Eretmocerus sp. sehingga efektif dalam menekan populasi B. tabaci pada tanaman tomat hidroponik. Penelitian dilaksanakan di rumah kaca Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, Jatinangor. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Terdapat sembilan perlakuan dan tiga ulangan yang merupakan kombinasi perlakuan antara dosis (jumlah pupa yang dilepaskan) yaitu 2, 4, dan 8 pupa Eretmocerus sp. dengan interval aplikasi yaitu 1 minggu, 2 minggu dan 3 minggu sekali. Hasil Penelitian menunjukkan dosis dan interval aplikasi mempengaruhi tingkat parasitisasi pada minggu kelima dan minggu keenam setelah pelepasan pertama dengan tingkat parasitisasi tertinggi mencapai 24,63% pada pelepasan 8 pupa dengan interval 1 minggu sekali. Akan tetapi, tingkat parasitisasi pada minggu pertama sampai minggu kelima masih sangat rendah pada seluruh perlakuan berkisar antara 2,49%-11,42% atau seluruh perlakuan tidak berbeda nyata. Rendahnya tingkat parasitisasi Eretmocerus sp. pada penelitian ini disebabkan oleh tingginya populasi B. tabaci pada perlakuan pertama, tingginya temperatur di dalam rumah kaca, perbedaan tanaman inang ketika perbanyakan dan percobaan, kurangnya jumlah Eretmocerus sp. yang dilepaskan, dan serangan jamur Oidium sp. penyebab penyakit embun tepung.Kata Kunci: Pelepasan, Eretmocerus sp., tomat hidroponik, Bemisia tabaci
Keragaman Serangga Hama pada Tanaman Asparagus (Asparagus officinalis L.) di Sentra Budidaya Tanaman Agroduta Lembang Jawa Barat Susanto, Agus; Supriyadi, Yadi; Tohidin, Tohidin; Iqbal, Mohammad
Agrikultura Vol 29, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

ABSTRACTVariety of Insect Pest on Asparagus Plant (Asparagus officinalis L.) in Agroduta Plant Cultivation Center Lembang West JavaAgroduta Plant Cultivation Center Lembang West Java is facing some constraints in increasing asparagus production; one of them is the presence of plant pest organisms. Asparagus is a subtropical plant rarely cultivated in Indonesia and may have different types of pests. Therefore, information on the presence and diversity of pests on asparagus planting is important to be assessed. This research aimed to study the diversity of insect pests on the land of asparagus plants in the Agroduta Cultivation Center Lembang, West Java. This study used survey methods where the collected data included the number and type of insects caught that the diversity index then were calculated. The samplings were using adhesive yellow trap and pitfall trap, carried out 6 times a week. The experiments were conducted on a land size of 12 x 6.5 m with an altitude of 1273 meters above sea level (masl). The results showed that the insects caught during the experiment were 7 insects, consisting of 17 families and 21 species, while the number of individual insects was 9.643. The index diversity of insects was categorized low because of the diversity index <1.Keywords: Asparagus, Diversity, Insect PestABSTRAKSentra Budidaya Tanaman Agroduta Lembang Jawa Barat menghadapi kendala dalam peningkatan produksi asparagus yaitu adanya gangguan organisme pengganggu tanaman tanaman (OPT). Asparagus merupakan tanaman subtropis yang jarang dibudidayakan di Indonesia dan kemungkinan memiliki perbedaan jenis OPT. Oleh karena itu informasi keberadaan dan keragaman hama pada tanaman asparagus perlu diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari keragaman serangga hama pada lahan tanaman asparagus di sentra budidaya tanaman Agroduta Lembang, Jawa Barat. Penelitian ini mengguanakan metode survey. Data yang dikumpulkan meliputi jumlah dan jenis serangga yang tertangkap yang kemudian dihitung indeks keragamannya. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan perangkap kuning berperekat (yellow sticky trap) dan perangkap jebakan (pitfall) dilakukan selama 6 kali pegamatan dalam setiap minggunya. Percobaan dilakukan pada luas lahan berukuran 12 x 6,5 m dengan ketinggian 1273 meter di atas permukaan laut (mdpl). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa serangga yang tertangkap selama percobaan sebanyak 7 ordo serangga, yang terdiri atas 17 famili dan 21 spesies, jumlah individidu serangga sebanyak 9.643. Indeks keragaman serangga dikatagorikan rendah karena indeks keragaman <1.Kata Kunci: Asparagus, Keragaman, Serangga Hama