Articles

Found 23 Documents
Search

PENINGKATAN HASIL BELAJAR METODE DISCOVERY PEMBELAJARAN IPA KELAS IV SDN 03 SUNGAI AMBAWANG KUBU RAYA Supriyadi, Agus; ., Zainuddin; ., Parijo
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 2, No 8 (2013): Agustus 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.352 KB)

Abstract

Abstrak : Agus Supriyadi, Peningkatan Hasil Belajar Metode Discover Pembelajaran Ipa Kelas IV SDN 03 Sungai Ambawang Kubu Raya. Adapun alasan peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan materi bentuk daun dan fungsinya dengan metode discovery learning terhadap siswa kelas IV di Sekolah Dasar Negeri 03 Sungai Ambawang adalah : 1) peneliti merupakan guru kelas IV Sekolah Dasar Negeri 03 Sungai Ambawang, sehingga memudahkan peneliti untuk melakukan penelitian pada sekolah tersebut. 2) materi tentang bentuk daun dan fungsinya sudah sesuai dengan kompetensi yang diajarkan dan bentuk daun dan fungsinya sudah sesuai dengan kompetensi yang diajarkan dan 3) perlu adanya upaya peningkatan hasil belajar siswa melalui metode pembelajaran, salah satunya yaitu dengan metode pembelajaran discovery learning. Secara umum tujuan penelitian ini adalah “Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dalam bentuk daun dan fungsinya dengan metode pembelajaran discovery learning pada Sekolah Dasar Negeri 03 Sungai Ambawang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan bentuk penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang disebut juga Class Room Action Research (CAR). Pada tindakan kelas ini yang menjadi subjek peneloitian adalah sebagai berikut : 1) siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri 03 Sungai Ambawang yang berjumlah 27 orang siswa 2) guru sebagai penelitia yang melaksanakan penelitian tindakan kelas dan 3) guru sejawat yang mengamati dan menilai hasil tindakan kelas yang dilaksanakan guru peneliti. Hasil Penelitian menunjukan bahwa : 1) langkah-langkah pembelajaran yang dilaksanakan pada penelitian ini adalah memaparkan materi, menjelaskan metode pembelajaran, membentuk kelompok, memberi tugas dan kesempatan kepada siswa untuk menjawab yang selanjutnya dilaksanakan pada 2 siklus kegiatan. Berdasarkan hasil obsevasi diketahui bahwa pada siklus 1 sebagian besar kegiatan telah dilaksanakan oleh guru dalam kegiatan-kegiatan pembelajarannya yaitu sebesar 65 % setelah siklus II seluruh pelaksanaan kegiatan pembelajaran telah dapat dilaksanakan oleh guru pada pembelajaran bentuk daun dan fungsinya dengan metode discovery learning dapat meningkat menjadi 100 %. 2) bedasarkan data penelitian yang berasal dari hasil obsevasi diketahui bahwa sebagian besar hasil belajar siswa dalam pembelajaran bentuk daun dan fungsinya dengan metode  discovery learning pada siswa kelas IV pada siklus I hanya mampu mencapai 65,55% dari aktivitas positif dan terjadi peningkatan setelah siklus II menjadi sebesar 75,55%. 3) penerapan metode discovery learning pada pembelajaran bentuk daun dan fungsinya pada siswa kelas IV di Sekolah Dasar Negeri 03 Sungai Ambawang diketahui sudah sangat efektif dan tepat hal ini ditunjukan dai rata-rata nilai evaluasi belajar siswa pada siklus I adalah sebesar 78,72  dan terjadi peningkatan  setelah adanya perbaikan pembelajaran pada siklus II menjadi 97,76. Kata Kunci : hasil belajar siswa, discovery learning, Bentuk Daun dan Fungsinya Abstract: Agus Supriyadi, Improving Student Learning Outcomes Through Discovery Methods In Learning Science in Elementary School Fourth Grade 03 Sungai Ambawang Kubu Raya district. The reason researchers interested in conducting research with the material leaves form and function with the discovery learning method for fourth grade students in 03 public elementary school Sungai Ambawang are: 1) the researcher is fourth grade teacher Elementary School District 03 Sungai Ambawang, making it easier for researchers to conduct research at the school. 2) material of leaf shape and function are in accordance with the competencies taught and leaf form and function are in accordance with the competencies taught and 3) the need for efforts to improve student learning outcomes through the learning methods, one of which is the discovery learning method learning. The general objective of this research is "To know the improvement of student learning outcomes in the form of leaves and functions with discovery learning methods learning in elementary school 03 Sungai Ambawang. The method used in this research is descriptive form of research used in this research is a classroom action research (CAR), which is also called Class Room Action Research (CAR). At this class action that is the subject peneloitian are as follows: 1) grade IV Elementary School 03 Sungai Ambawang the 27 students 2) teachers as empirically conducting action research, and 3) a peer teacher to observe and assess the results of the class action researchers conducted teacher. Research results showed that: 1) learning steps undertaken in this study is presented material, describe the method of learning, form groups, assign tasks and opportunities for students to answer the next cycle of activities carried out at 2. Based on the results of observation is known that in cycle 1 most of the activities already carried out by the teacher in the learning activities in the amount of 65% after the second cycle of the implementation of the learning activities have to be implemented by teachers in teaching leaf form and function with the discovery learning method can be increased to 100 %. 2) bedasarkan research data derived from the results of observation is known that most of the learning outcomes of students in the learning function by leaf shape and method of discovery learning in fourth grade students in the first cycle is only able to achieve 65.55% of positive activity and an increase after the second cycle amounted to 75.55%. 3) application of learning methods of discovery learning in leaf shape and its function in class IV at State Elementary School 03 Sungai Ambawang known to have been very effective and this is shown dai average student evaluation scores in the first cycle is at 78.72 and going increased after learning improvement in cycle II to 97.76. Keywords: student learning outcomes, discovery learning, Leaf Shape and Function
PERHITUNGAN WAKTU BAKU DENGAN METODE WORK SAMPLING UNTUK MENENTUKAN JUMLAH TENAGA KERJA OPTIMAL Santoso, Dewi Agustini; Supriyadi, Agus
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2010): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 1 2010
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumber daya manusia merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam perusahaan. Pada proses minuman ringan di PT. C khususnya proses produksi masih menggunakan tenaga manusia dan jumlah tenaga kerja di bagian tersebut juga belum efektif. Bertolak dari hal tersebut, maka salah satu tindakan yang tepat adalah dengan melakukan penelitian untuk menentukan jumlah tenaga kerja optimal dan efektif pada perusahaan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Mengetahui waktu baku pada proses produksi ukuran botol 1 liter di PT. C Central Java.; (2) Mengetahui jumlah tenaga kerja optimal dan efektif yang dibutuhkan bagian tersebut sesuai perhitungan waktu baku. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode work sampling. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah: (1) Proses produksi botol 1 liter di PT. C. sudah terstruktur dengan baik dan pada prosesnya menggunakan peralatan semi otomatis. (2) Waktu baku rata-rata pengangkatan barang ke konveyor adalah sebesar 0,868 menit dengan tenaga kerja rata-rata sebanyak 12 orang. Waktu baku rata-rata pemisahan botol adalah sebesar 0,8886 menit dengan jumlah tenaga kerja rata-rata sebanyak 13 orang. Sedangkan waktu baku rata-rata bagian seleksi adalah sebesar 0,8026 menit dengan jumlah tenaga kerja rata-rata sebanyak 12 orang. Kata kunci : tenaga kerja,work sampling, waktu baku
ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI KOPI (Coffea sp) RAKYAT DI KECAMATAN LIMBANGAN KABUPATEN KENDAL Supriyadi, Agus; Wahyuningsih, Sri; Awami, Shofia Nur
MEDIAGRO Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : MEDIAGRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Plantation agriculture is one sector that developed in Indonesia. One crop that a commodity is coffee. Limbangan District is one coffee producer in Kendal Regency.  The research was done to study the level of coffee farmer’s income and to study the factors that influence the coffee farmers income in Limbangan District Kendal Regency. Study using Stratified random sampling method. The results from data processing coffee farmers income each season (one year) is Rp. 4.660.636,67. A income acquiring from revenue less total cost, the mean cost are fixed cost (tax and decrise equipment) and variabel cost (labour and fertilizer cost). Simultaneous testing at significance level (α) = 5% indicates that the land area, production, costs of production, and education significant effect on the coffee farmers income in Limbangan District Kendal Regency. The effect of four variables on coffee farmers income indicated with R Square = 0.933,  which means that income influenced by land area, labor, cost of production, production, experience, age, and education are 93.3 percent and 6.7 percent are affected by other variables not included in the model. The t-test results of the variable land area, production, costs of production, and education partially significant effect on the coffee farmers income in Limbangan District Kendal Regency. A farmer expected be maximal a factors obvious influential in order that income increasing.   Keywords: Coffea, costs, income, land area, production.
Job stress and risk of menstrual duration disorder in female civilian flight attendants in Indonesia Rampen, Melissa Audry; Budiningsih, Setyawati; Supriyadi, Agus; Basuki, Bastaman
Health Science Journal of Indonesia Vol 6, No 2 Des (2015)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.991 KB)

Abstract

Abstrak Latar belakang: Gangguan durasi haid pada pramugari dapat mengganggu performa kerja. Tujuan penelitianadalah untuk mengetahui faktor-faktor risiko yang terhadap gangguan durasi haid pada pramugari.Metode: Penelitian potong lintang dengan sampling purposif dilakukan pada pramugari berusia 19–50 tahunyang melakukan pemeriksaan kesehatan berkala di Balai Kesehatan Penerbangan dan Garuda Sentra Medikatanggal 18–29 Mei 2015. Gangguan durasi haid ialah durasi haid lebih dari 8 hari dan/atau lebih pendek daribiasa (3–5 hari). Stres diidentifikasi dengan kriteria National Institute for Occupational Safety and HealthGeneric Job Stress Questionnaire Mental Demands Form Number 11. Analisis dilakukan dengan regresi Cox.Hasil: Di antara 521 pramugari sebanyak 393 setuju berpartisipasi, 19 dieksklusi karena menderita gangguandurasi haid sebelum bekerja, sehingga diperoleh 374 subyek untuk analisis, dan 35,8% di antaranya menderitagangguan durasi haid. Stres kerja, jenis penerbangan dan usia merupakan faktor risiko dominan terhadapgangguan durasi haid. Pramugari dengan stres kerja memiliki risiko menderita gangguan durasi haid 58%lebih tinggi [risiko relatif suaian (RRa) = 1,58; interval kepercayaan (CI) = 0,96-2,62; P = 0,071]. Pramugaridengan jenis penerbangan jarak jauh dalam tiga bulan terakhir memiliki risiko 69% lebih tinggi mengalamigangguan durasi haid (RRa=1,69; CI=1,17-2,43). Pramugari berumur 30–39 tahun memiliki risiko gangguandurasi haid 50% lebih rendah (RRa = 0,50; 95% CI = 0,22-1,02; P = 0,057).Kesimpulan: Pramugari dengan stres kerja, jenis penerbangan jarak jauh dalam tiga bulan terakhir, danberusia 19–24 tahun memiliki risiko lebih tinggi gangguan durasi haid.(Health Science Journal of Indonesia2015;6:87-91)Kata kunci: durasi haid, stres kerja, pramugari, Indonesia AbstractBackground: Menstrual duration disorder may cause impaired work performance. The research objectivewas to identify risk factors related to menstrual duration disorder in female flight attendants.Methods: A cross-sectional study with convenient sampling was conducted on civilian female flightattendants age 19–50 years who underwent routine medical examination at Civil Aviation Medical Centerand Garuda Sentra Medika, Jakarta on May 18-29 2015. Menstrual duration disorder is menstruation morethan 8 days and/or shorter than usual perid (3-5 days). Stress was identified by usingcriteria of NationalInstitute for Occupational Safety and Health Generic Job Stress Questionnaire Mental Demands FormNumber 11. Relative risk was analyzed usng Cox regression.Results: Among 521 female civilian flight attendants, 393 were willing to participate in this study. Nineteensubjects were excluded, leaving 374 subjects for this analysis, and 35.8% of subjects had menstrualduration disorder. Job stress, flight type and age were dominant risk factors for menstrual duration disorder.Subjects with job stress and long haul flight within three months had higher risk for having menstrualduration disorder by 58% [adjusted relative risk (RRa) = 1.58; confidence interval (CI) = 0.96-2.62; P =0.071] and 69% (RRa = 1.69; CI = 1.17-2.43) respectively. Those between aged 30-39 years had 50% hadless risk of having menstrual duration disorder (RRa=0.50; 95% CI = 0.22-1.02; P = 0.057).Conclusion: Female civilian flight attendants with job stress, long haul flight within three months and youngerage had higher risk to be menstrual duration disorder. (Health Science Journal of Indonesia 2015;6:87-91)Key words: menstrual duration, job stress, female civilian flight attendant, Indonesia
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KAWASAN TANPA ROKOK DI KOTA CIREBON (STUDI KASUS DI KANTOR DINAS PERHUBUNGAN) Supriyadi, Agus; Widyanto, Widyanto
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.06 KB)

Abstract

Terciptanya kualitas udara yang sehat dibutuhkan suatu usaha yang konkrit,misalnya dengan mengendalikan berbagai sumber dari pencematan udara. Salahsatu upaya tersebut dapat dilakukan dengan kegiatan secara terstruktur dankontinyu. Upaya lain yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan sosialisasiterhadap subyek pencemar udara, misalnya adalah para subyek perokok. Untuk itupemerintah kota Cirebon membuat kebijakan dengan Peraturan Daerah (Perda) No8 tahun 2015 mengenai Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Melalui kebijakan inipemerintah daerah mengatur warganya untuk hidup sehat, dengan menjagalingkungan dari pencemaran dan menghargai hak orang lain dari pencemaranudara. Karena pada dasarnya setiap orang memiliki hak untuk mendapatkanlingkungan sehat, baik dari sisi jasmani maupun rohani (dari sisi sosial). Kemudiandari pada itu, setiap warga bertanggungjawab untuk menciptakan hidup sehat danmewujudkannya, memajukan kesehatannya, serta mempertahankan kesehatantermasuk lingkungannya. Dalam kajian ini, peneliti akan meneliti tentangimplementasi kebijakan Perda tersebut tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Lebihlanjut peneliti akan mengkaji hambatan apa saja dalam proses implementasinyaserta dan upaya mengatasi faktor penghambat implementasi kebijakan (KTR)tersebut di kantor Dinas Perhubungan kota Cirebon. Dengan demikian penelitian iniakan dilaksanakan di kantor Dinas Perhubungan kota Cirebon. Penelitian initermasuk jenis kualitatif dengan menggali informasi melalui pengajuan pertanyaanatau wawancara, observasi langsung, dan studi keperpustakaan. Studi lapangandilakukan melalui wawancara dengan pegawai Dinas Perhubungan kota Cirebon.Studi keperpustakaan diperoleh dari referensi buku- buku, peraturan perundangundangan,dokumen-dokumen. Dalam teori Merilee S. Grindle keberhasilanimplementasi kebijakan dapat dipengaruhi oleh dua masalah, hal tersebutdiantaranya adalah masalah konten dari kebijakan tersebut dan lingkunganimplementasinya. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dalamimplementasi kebijakan daerah pelaksanaannya dinilai sudah cukup berhasil akantetapi masih kurang optimal karena masih adanya oknum yang melanggar peraturandaerah tersebut meskipun demikian terdapat beberapa perubahan positif yangdirasakan baik oleh pegawai di Dinas Perhubungan kota Cirebon itu sendiri.Kata Kunci : Implementasi, Kebijakan dan Kawasan Tanpa Rokok
Hubungan Analisis Kredit Terhadap Kualitas Pembiayaan KPR pada PT XYZ Cabang Batam Supriyadi, Agus; Kartikasari, Dwi
JURNAL AKUNTANSI, EKONOMI dan MANAJEMEN BISNIS Vol 3 No 2 (2015): Jurnal Akuntansi, Ekonomi dan Manajemen Bisnis - Desember 2015
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the relationship of credit analysis toward the quality of mortgage financing in PT XYZ Branch Office Batam. This study used a descriptive approach and using secondary data obtained from the consumer unit. The research sample totaled 275 data. The collected data are then analyzed statistically by analysis of correlation Kendall tau and Spearman rho using SPSS version 20.00. The results showed that (1) There is no relationship between capacity aspects of the quality of financing (2) There is a relationship between collateral aspects of the quality of financing (3) There was no relationship between aspects of the character of the quality of financing. The aspect ratio of principal loan collateral or the value of the collateral is a variable that has more ties to the positive direction of the quality of financing in this study.
PENERAPAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN NATA DE COCO DI DESA MAKARTI JAYA KABUPATEN BANYUASIN Supriyadi, Agus
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Pengabdian Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk memberi pengetahuan tentang pemanfaatan air kelapa tua optimum dengan menggunakan teknologi yang sederhana dan murah.  Metode pelaksanaan dilakukan pemberian teori teknologi pengolahan nata de coco dan setelahnya dilakukan demontrasi secara langsung.  Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan di Kelurahan Makarti Jaya, Kecamatan Makarti Jaya, Kabupaten Banyuasin, Propinsi Sumatera Selatan.  Peserta kegiatan ini kurang lebih 25 orang dan semua peserta tersebut adalah ibu-ibu rumah tangga.  Hasil kegiatan ini mempunyai dampak yang baik dan mendapat antusias dari peserta dimana setelah pemberian teori dan praktek, para peserta diberi kesempatan untuk mempraktekkan secara langsung dengan bahan yang telah disiapkan.  Setelah praktek diberi kesempatan kepada peserta untuk bertanya dan menilai hasil produk yang telah dibuat.
ANALISA HUKUM TERHADAP KECELAKAAN LALU LINTAS YANG MENGAKIBATKAN HILANGNYA NYAWA ORANG LAIN YANG DI LAKUKAN OLEH ORANG KARENA PENGARUH MINUMAN KERAS (Studi Kasus Putusan Nomor : 92/Pid.B/2011/PN.kdl) Supriyadi, Agus; Mashdurohatun, Anis
Jurnal Hukum Khaira Ummah Vol 12, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Hukum Khaira Ummah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.89 KB)

Abstract

This paper discusses Legal analysis of traffic accidents which result in loss of life of other people who do by people because of the influence of liquor (Case Study Decision Number: 92 / Pid.B / 2011 / PN.kdl)The impact of drinking liquor if viewed in terms of health if excessive will have a negative impact on health and if viewed from the social side, the habit of drinking this liquor cause many problems, such as irritability, discomfort of people who live in the vicinity, and the cause of the accident traffic. In addition, liquor is also usually the cause of violence in the household.The panel of judges who examines, judges and decides this case has applied the applicable law in accordance with applicable criminal law. This can be shown by seeing that the judges in deciding that the defendant's actions fulfilled the elements of traffic negligence in accordance with Article 310 Paragraph (4) of RI Law no. 22 of 2009 on Road Traffic and Transportation, based on material truths obtained from the indictment, witness statements, facts and evidences revealed in the proceedings.The judge's legal considerations in Decision Number 92 / Pid.B / 2011 / PN.kdl, based on the facts that arise in the court, judge that the defendant can be held accountable for the deed done with the consideration that at the time of his act the defendant is aware of the consequences, In doing his actions are in a healthy condition and capable to consider his actions. There are elements against the law, and there is no reason for criminal abolition. Keywords: Traffic Accident, Loss of Life
EVALUASI KINERJA STRUKTUR GEDUNG DENGAN ANALISIS TIME HISTORY (STUDI KASUS: GEDUNG RUMAH SAKIT BETHESDA YOGYAKARTA) Listyorini, Listyorini; Purwanto, Edy; Supriyadi, Agus
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 4 (2015): Desember 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.617 KB)

Abstract

Percepatan gempa di muka tanah adalah parameter gempa yang memberikan dampak langsung pada struktur. Percepatan gempa bersifat dinamik, begitu juga dengan respon struktur yang ditimbulkan. Analisis dinamik time history dapat menampilkan sifat dinamik percepatan gempa dan respon struktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja struktur bangunan tanpa menggunakan dinding geser dengan bangunan yang menggunakan dinding geser berdasarkan nilai simpanganoleh pengaruh gempa rencana. Studi kasus dalam penelitian ini adalah rumah sakit di Yogyakarta, dimana struktur gedung dimodelkan sebagai struktur 3 dimensi dengan program ETABS V9.5.0. Pada level gempa rencana digunakan analisis dinamik time history dan analisis statik ekuivalen. Analisis time historyterhadap pengaruh gempa rencana pada taraf pembebanan gempa nominal, percepatan muka tanah asli dari gempa masukan harus diskalakan, sehingga spektrum respons-nya secara rata-rata kira-kira dekat dengan level spektrum respons gempa batuan pada rentang perioda yang signifikan dari respons struktur bangunan yang akan didesain. Dalam analisis time history menggunakan rekam gempa El centro, Sumatera, Chichi dan Friuli simpangan yang terjadi pada gedung tanpa dinding geser maupun dengan dinding geser memenuhi persyaratan simpangan ijin yaitu ? 0,041m. Namun masih terdapat simpangan yang tidak memenuhi syarat simpangan ijin, yaitu pada gempa Superstition Hills. Kinerja untuk gedung tanpa dinding geser maupun menggunakan dinding geser masih masuk dalam level kinerja IO (Immediate Occupancy).
EVALUASI KEKUATAN DAN DETAILING TULANGAN BALOK BETON BERTULANG SESUAI SNI 2847:2013 DAN SNI 1726:2012 (STUDI KASUS : HOTEL DI WILAYAH PEKALONGAN)chsan Karim, Syaeful; Supardi, Supardi; Supriyadi, Agus
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 3 (2016): September 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.634 KB)

Abstract

Perubahan peraturan gempa dari SNI 03-1726-2002 ke SNI 1726:2012 mempengaruhi berubahnya persyaratan beton bertulang dari SNI 03-2847-2002 menjadi SNI 2847:2013. Perubahan peraturan gempa Indonesia menyebabkan bangunan yang telah didesain dengan peraturan lama menjadi perlu dievaluasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kekuatan dan detailing tulangan balok beton bertulang sesuai SNI 1726:2012 dan SNI 2847: 2013 dengan memperhitungan simpangan antar tingkat (?), menghitung kuat penampang pada balok dan memeriksa persyaratan detailing tulangan eksisting yang terpasang di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh simpangan antar tingkat untuk gedung hotel 7 lantai di Pekalongan (?) < ?a/ . Evaluasi elemen balok eksisting memenuhi persyaratan gaya dan geometri struktur lentur. Perhitungan evaluasi kekuatan pada balok dengan memperhitungkan momen nominal dan geser nominal pada tulangan lentur. Hasil perhitungan kekuatan momen nominal (Mn) untuk semua kondisi pada balok memenuhi persyaratan Mu<?Mn, sedangkan hasil perhitungan geser nominal (Vn) pada balok untuk semua kondisi memenuhi persyaratan Ve <?Vn. Persyaratan detailing tulangan lentur eksisting untuk semua kondisi memenuhi persyaratan detailingSNI 2847:2013.