Articles

KANKER PARU MERUPAKAN FAKTOR RISIKO TERJADINYA EFUSI PLEURA DI RUMAH SAKIT DR. MOEWARDI SURAKARTA Suprijono, Agus; Chodidjah, -; Cahyono, Agung Tri
Majalah Ilmiah Sultan Agung Vol 49, No 123 (2011): Jurnal Majalah Ilmiah Sultan Agung, Maret - Mei 2011
Publisher : Majalah Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.271 KB)

Abstract

Insiden kanker paru meningkat di seluruh dunia, angka kematian akibatkanker paru meningkat dengan cepat. Kanker paru telah diketahui dapatmenyebabkan efusi pleura. Efusi pleura pada penyakit keganasan biasanyamempunyai prognosis yang buruk, dengan harapan hidup kurang dari satu tahun.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kanker paru merupakan faktorrisiko terjadinya efusi pleura di Rumah Sakit Dr. Moewardi, Surakarta periode 1Januari â?? 31 Desember 2007.Sampel pada penelitian ini adalah pasien rawat inap pemyakit paru dibangsal paru di rumah sakit Dr. Moewardi Surakarta, periode 1 Januari 2007-31Desember 2007 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 1264orang. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik observasional denganpendekatan cross sectional. Data yang diambil berupa data sekunder dari catatanmedik pasien rawat inap penyakit paru di rumah sakit Dr. Moewardi Surakarta.Analisis data yang digunakan adalah uji statistik rasio prevalensi.Pada penelitian ini, didapatkan 1264 sampel yang memenuhi kriteria,dikelompokkan menjadi 2 yaitu penderita kanker paru berjumlah 152 orangdengan 114 orang mengalami efusi pleura dan 38 pasien tidak mengalami efusipleura, sedangkan kelompok bukan penderita kanker paru berjumlah 1112 orangdengan 93 pasien mengalami efusi pleura dan 1019 pasien tidak mengalami efusipleura. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji statistik rasio prevalensi, darihasil perhitungan didapatkan nilai RP 11,25 sedangkan IK95% antara 1,057sampai 1,187 selalu diatas 1.Berdasarkan uji statistik rasio prevalensi dapat disimpulkan bahwa kankerparu merupakan faktor risiko terjadinya efusi pleura, dimana risiko terjadinyaefusi pleura 11,25 kali lebih besar pada penderita kanker paru.* kata kunci : kanker paru, efusi pleura
KANKER PARU MERUPAKAN FAKTOR RISIKO TERJADINYA EFUSI PLEURA DI RUMAH SAKIT DR. MOEWARDI SURAKARTA Suprijono, Agus; Chodidjah, -; Cahyono, Agung Tri
Majalah Ilmiah Sultan Agung Vol 50, No 126 (2012): Jurnal Majalah Ilmiah Sultan Agung,Des 2011-Feb 2012
Publisher : Majalah Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.271 KB)

Abstract

Insiden kanker paru meningkat di seluruh dunia, angka kematian akibat kanker paru meningkat dengan cepat. Kanker paru telah diketahui dapat menyebabkan efusi pleura. Efusi pleura pada penyakit keganasan biasanya mempunyai prognosis yang buruk, dengan harapan hidup kurang dari satu tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kanker paru merupakan faktor risiko terjadinya efusi pleura di Rumah Sakit Dr. Moewardi, Surakarta periode 1 Januari â?? 31 Desember 2007.Sampel pada penelitian ini adalah pasien rawat inap pemyakit paru di bangsal paru di rumah sakit Dr. Moewardi Surakarta, periode 1 Januari 2007-31 Desember 2007 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 1264 orang. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Data yang diambil berupa data sekunder dari catatan medik pasien rawat inap penyakit paru di rumah sakit Dr. Moewardi Surakarta. Analisis data yang digunakan adalah uji statistik rasio prevalensi.            Pada penelitian ini, didapatkan 1264 sampel yang memenuhi kriteria, dikelompokkan menjadi 2 yaitu penderita kanker paru berjumlah 152 orang dengan 114 orang mengalami efusi pleura dan 38 pasien tidak mengalami efusi pleura, sedangkan kelompok bukan penderita kanker paru berjumlah 1112 orang dengan 93 pasien mengalami efusi pleura dan 1019 pasien tidak mengalami efusi pleura. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji statistik rasio prevalensi, dari hasil perhitungan didapatkan nilai RP 11,25 sedangkan IK95% antara 1,057 sampai 1,187 selalu diatas 1.            Berdasarkan uji statistik rasio prevalensi dapat disimpulkan bahwa  kanker paru merupakan faktor risiko terjadinya efusi pleura, dimana risiko terjadinya efusi pleura 11,25 kali lebih besar pada penderita kanker paru.* kata kunci : kanker paru, efusi pleura
PENGARUH PEMBERIAN TIMBAL (PB) PER ORAL TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI HEPAR STUDI EKSPERIMENTAL LABORATORIK PADA TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) JANTAN GALUR WISTAR Suprijono, Agus; Chodidjah, -; Banun, Shaher
Majalah Ilmiah Sultan Agung Vol 50, No 126 (2012): Jurnal Majalah Ilmiah Sultan Agung,Des 2011-Feb 2012
Publisher : Majalah Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lead (Pb) is a highly toxic heavy metal which is of no use to the human body, and can accumulated in the body. The main sources of lead pollution are automobile exhaust, and contaminated food and drink. Toxic effects of lead may cause hypertension and ischemia in Heart muscle. This study aimed to investigate the effect of administration lead (Pb) orally on histopathological feature of the liver.An experimental research with a randomized control group post test design was conducted for 14 days. In this study, 25 male wistar strain rats were randomly divided into five groups to receive one of following treatment :  standard diet and distilled water (K-I as control group), K-ll be given a standard diet, distilled water and 2,5 mg of lead (Pb)/ day per oral, K-III was given a standard diet, distilled water and 5 mg of lead (Pb)/ day per oral, K-IV was given a standard diet, distilled water and 7,5 mg of lead (Pb)/ day per oral  and K-IV given a standard diet, distilled water and 10 mg of lead (Pb)/ day per oral. Wet fixation methods and histopathological examination of liver were conducted after day 14. Data were analyzed with Kruskal Wallis test and continued by Mann Whitney U test to show the significancy.Results showed significanly no damage to Liver cells group I,II,III,and IV but show significantly on the fifth group. This study conclude that administration of lead (Pb) orally by 10 mg doses affect on the histopathological feature of the Liver of male wistar strain rats.Keywords: Lead (Pb), histopathological feature of the liver
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK GEMBILI (DIOSCOREA ESCULENTA) TERHADAP PERTUMBUHAN VOLUME ADENOCARCINOMA MAMMAE MENCIT BETINA C3H STUDI EKSPERIMENTAL PADA MENCIT BETINA STRAIN C3H YANG TELAH DIINOKULASI DENGAN BUBUR TUMOR Suprijono, Agus; Sumarno, -; Rachmayanti, Lisa
Majalah Ilmiah Sultan Agung Vol 50, No 128 (2012): Jurnal Majalah Ilmiah Sultan Agung, Juni - Agustus 2012
Publisher : Majalah Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.387 KB)

Abstract

The incidence of breast cancer (Adenocarcinoma mammae) has been increasing. Gembili extract (Dioscorea esculenta) has been know to have an active substanced called dioscin and diosgenin having anti-oksidan and anti inflammatory property. Few studies have been done to determine the effect of gembili extract (Dioscorea esculenta) on the growth of adenocarcinoma mammae. The purpose of this study was to find out the effect of gembili extract (Dioscorea esculenta) on the volume of adenocarcinoma mammae in C3H female mice.In this experimental study using Pre-post test control group design, 24 C3H female mice were randomly devided into 4 groups of 6 mice each treated for 21 days. Group I (control) was inoculated with cancerous tissue and fed a standard diet and drinking water. Group II, III, IV were inoculated with cancerous tissue, fed a standard diet and drinking water and treated with gembili extract (Dioscorea esculenta) at the dose of 100 mg/kgBW/d, 150 mg/kgBW/d, 200 mg/kgBW/d respectively. The volume of adenocarcinoma mammae was recorded before and after the treatment with Kaliper instrument. Saphiro wilk followed by Pair T-test was applied for the data analysis. The study showed a significant difference in the volume of adenocarcinoma mammae in group IV. No statistically significant difference found in group II and III. It can be concluded that gembili extract (Dioscorea esculenta) effects on the growth of adenocarcinoma mammae in C3H female mice.  Keywords: Gembili Extract (Dioscorea esculenta), Adenocarcinoma mammae, Volume Growth.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KOMBINASI EKSTRAK SARANG SEMUT (Myrmecodia pendans) & EKSTRAK TEH HITAM (Camellia sinensis O.K.var.assamica (mast.)) DENGAN METODE DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) Utomo, Anang Budi; Suprijono, Agus; Risdianto, Ardan
STIFAR - Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Vol 6, No 01 (2011): Media Farmasi Indonesia Vol 6 No 1 2011
Publisher : STIFAR - Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antioksidan merupakan senyawa yang pada konsentrasi rendah mampu mencegah atau memperlambat reaksi oksidasi yang disebabkan oleh radikal bebas. Sarang semut (Myrmecodia pendans) dan teh hitam (Camellia sinensis O.K.var.assamica (mast.)) merupakan tanaman yang mempunyai kandungan senyawa-senyawa aktif yang berperan sebagai antioksidan. Penarikan senyawa-senyawa aktif dari sarang semut dilakukan dengan proses ekstraksi metode soxhletasi dengan menggunakan pelarut etanol. Sedangkan penarikan senyawa-senyawa aktif dari teh hitam dilakukan dengan proses ekstraksi metode digesti menggunakan pelarut air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya aktivitas antioksidan kombinasi ekstrak sarang semut dengan ekstrak teh hitam terhadap radikal bebas DPPH (1,1-difenil- 2-pikrilhidrazil). Kombinasi ekstrak sarang semut dengan ekstrak teh hitam dibuat dengan perbandingan 1:0; 2:1; 1:1; 1:2; dan 0:1 kemudian diencerkan dengan pelarut etanol 60% hingga diperoleh konsentrasi larutan uji 0,1%. Dari larutan tersebut dibuat deret konsentrasi 0,01%; 0,02%; 0,03%; 0,04%; dan 0,05% dan diuji aktivitas antioksidannya dengan metode DPPH secara spektrofotometri Vis, hingga diperoleh nilai EC50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai EC50 untuk ekstrak sarang semut murni perbandingan 1:0 sebesar 3,6830 μg/ml, nilai EC50 untuk ekstrak teh hitam murni perbandingan 0:1 sebesar 8,1720 μg/ml, nilai EC50 untuk kombinasi ekstrak sarang semut dengan ekstrak teh hitam perbandingan 2:1 sebesar 2,6443 μg/ml, perbandingan 1:1 sebesar 2,3925 μg/ml dan perbandingan 1:2 sebesar 3,6132 μg/ml. Sehingga dapat disimpulkan ekstrak sarang semut yang dikombinasi teh hitam dengan perbandingan 1:1 memiliki aktivitas antioksidan terbesar. Hasil uji anava menunjukkan ada perbedaan yang signifikan aktivitas antioksidan antara ekstrak sarang semut murni, ekstrak teh hitam murni dan kombinasi ekstrak sarang semut dengan ekstrak teh hitam. Kata kunci : Sarang semut, teh hitam, aktivitas antioksidan, DPPH, EC50
PENDEKATAN SISTEM AMONG PADA PROSES PEMBELAJARAN DI SMK TAMAN SISWA KEDIRI TAHUN 2006 –  2012/2013 DALAM DINAMIKA MODERNISASI FIRDIANSAH, FIKRI; SUPRIJONO, AGUS
Avatara Vol 1, No 3 (2013): Vol 1 Nomer 3 (2013)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran pada hakikatnya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Keempat istilah tersebut merupakan satu kesatuan dalam pembelajaran. Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang akan dan/atau sedang digunakan dapat diketahui dari langkah-langkah pembelajaran yang telah tersusun dan/atau sedang terjadi. Pendekatan pembelajaran adalah cara umum dalam memandang pembelajaran. Sedangkan strategi pembelajaran adalah ilmu dan kiat di dalam memanfaatkan segala sumber belajar yang dimiliki dan/atau yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Metode mengajar adalah berbagai cara kerja yang bersifat relatif umum yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan teknik pembelajaran adalah ragam khas penerapan suatu metode sesuai dengan latar penerapan tertentu. Teknik pembelajaran mengambarkan langkah-langkah penggunaan metode mengajar yang sifatnya lebih operasional. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan teknik pembelajaran di antaranya adalah kemampuan dan kebiasaan guru, ketersedian sarana dan waktu, serta kesiapan siswa. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi pembelajaran ialah tujuan pembelajaran, jenis dan tingkat kesulitan materi pelajaran, sarana, waktu yang tersedia, siswa, dan guru.
Pengaruh Pemberian Madu terhadap Gambaran Histopatologi Lambung Studi pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar yang Diinduksi Indometasin Suprijono, Agus; Trisnadi, Setyo; Negara, Perwira
Jurnal Sains Medika Vol 3, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Kedokteran UNISSULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Gastric disorder often generates clinical symptoms such as gastritis or peptic ulcer. Beehoney has high nutrient has been shown to have a protective effect against drugs destroying stomach.The purpose of this study was the difference effect of honey in various concentrations on thegastrohistopathological image in male white Wistar rat induced with indomethacin.Design and Methods: This was an experimental research using control group post test design. 24 malewhite rats Wistar were randomly divided into 6 groups of 4 mice each. Group I served as the control group(standar and aquades), group II: 3.78 mg of indometachin, group III: 3.78 indomethacin and 3.6 mlhoney (25%,) group IV: 3.78 indomethacin 3.6 ml honey (50%,) group V: 3.78 mg indomethacin 3.78 mgand 3.6 ml (75%(), group VI: 3.78 indomethacin 3,78 mg and honey 3.6 ml 100%. Treatment given bysonde once a day for 15 days. the  gastrohistopathological image was evaluated for degree of gastritisand degree of peptic ulcer. The data were  tested with test Kruskal-Wallis followed  by Mann-Whitney test.Results: Kruskal-Wallis test showed at least significant differences in the  degree of gastritis and pepticulcer between between the two groups (p <0.05). Mann-Whitney test howed that not all groups comparedto control showed a significant different in  the degrees of gastritis and peptic ulcer.Conclusion : The study suggested that honey have effect on the gastrohistopathological image ofindomethacin-induced stomach.Latar belakang : Gangguan lambung sering menimbulkan gejala klinis berupa gastritis atau ulkuspeptikum. Madu memiliki zat gizi tinggi yang memiliki efek perlindungan terhadap obat-obatan yangmerusak lambung. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan pengaruh pemberian madu denganberbagai konsentrasi terhadap gambaran histopatologi lambung tikus putih jantan galur wistar yangdiinduksi indometasin.Metode: Penelitian eksperimental dengan rancangan post test only control group design inimenggunakan 24 ekor tikus putih jantan galur wistar dibagi dalam 6 kelompok secara random, lamaperlakuan 15 hari. Kelompok I: pakan standar dan aquadest (PS+A); kelompok II: (PS+A), dan indometasin3,8 mg; kelompok III : (PS+A), indometasin 3,8 mg, dan madu 3,6 ml 25%; kelompok IV: (PS+A),indometasin 3,8 mg, dan madu 3,6 ml 50%; kelompok V: (PS+A), indometasin 3,8 mg, dan   madu 3,6 ml75%; kelompok VI: (PS+A), indometasin 3,8 mg, dan madu 3,6 ml 100%. Gambaran histopatologi lambungdiukur dengan derajat gastritis dan derajat ulkus peptikum dan diuji dengan uji  Kruskal-Wallis,  dilanjutdengan uji  Mann-Whitney.Hasil: Hasil uji  Kruskal-Wallis  menunjukkan paling tidak terdapat perbedaan bermakna derajat gastritisdan derajat ulkus peptikum antara dua kelompok ( p  < 0,05). Hasil uji beda  Mann-Whitney menunjukkanderajat gastritis dan derajat ulkus peptikum antara kelompok kontrol dan perlakuan berbeda secarabermakna.Kesimpulan: Terdapat pengaruh madu terhadap gambaran histopatologi lambung yang diinduksiindometasin
Pengaruh Pemberian Minyak Jinten Hitam (Nigella sativa L.) Terhadap Volume Adenokarsinoma Mammae Secara In Vivo Studi Eksperimental Mencit galur C3H yang Diinokulasi Jaringan Tumor Effect of Jinten Hitam Seeds Oil (Nigella sativa L.) In adenocarsinoma Ma Suprijono, Agus; -, Sumarno; -, Hanugalih
Jurnal Sains Medika Vol 3, No 2 (2011)
Publisher : Fakultas Kedokteran UNISSULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Jinten hitam (Nigella sativa L.) oil is a liquid made from Jintem hitam seeds which has beenknown to contain Thymoquinone having anti-cancer efect. Many cancer patients turn to cheaper alternativetherapy including the traditional therapy. The objective of this experimental was to evaluate anti-cancereffect of Jinten hitam seeds oil in adenocarsinoma mammae C3H mice.Design and Methods: In this xperimental research with pre post test randomized control group design for21 days, 24 C3H mice with tumor were divided into 4 group. K-I serves as a control given standard diet andaquades, K-II given standard diet, aquades and first dose of Jinten Hitam oil (0.1 ml/days), K-III given standarddiet, aquades and second dose of Jinten Hitam oil ( 0.2 ml/days) and K-IV given standard diet, aquades andthird dose of Jinten Hitam oil ( 0.3 ml/days). The volume was recorded at the day 21.Results: mean of the effect of Jinten hitam oil effect in adenocarcinoma mammae for the four group were158.83 mm³, 259.73 mm³, 191.13 mm³, K-IV 126.27 mm³ respectively. Pair t-test and Wilcoxon test showedsignificant difference between First dose pre-First dose post and Second dose pre-second dose-post (p<0.05)and Anova test showed no significant difference between K-I K-II, K-I K-III, K-I K-IV, K-II K-III, K-II K-IV, K-III K-IV(p>0.05).Conclusion: Jinten Hitam oil has effect on the volume of Adenocarcinoma mammae in C3H mice (SainsMedika, 3(2):129-134).Key words: Jinten Hitam oil (Nigella sativa L.), adenocarcinoma mammae, volume.Latar belakang: Minyak Jinten Hitam (Nigella sativa L.) merupakan sediaan cair yang dibuat dari biji JintenHitam yang mengandung komponen salah satunya adalah Thymoquinone sebagai efek antikanker. Banyakpenderita kanker payudara beralih ke pengobatan alternatif yang lebih murah yaitu dengan menggunakanpengobatan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian minyak jintenhitam terhadap volume adenokarsinoma mammae mencit C3H yang diinakulasi jaring tumor.Metode: Penelitian eksperimental dengan rancangan pre post test randomized control group design inidilakukan selama 21 hari menggunakan 24 ekor mencit C3H bertumor yang sebelumnya telah diukurterlebih dahulu volume tumor awal dan dibagi dalam 4 kelompok uji. K-I sebagai kelompok kontrol diberipakan standar dan aquades, K-II diberi pakan standar, aquades dan minyak Jinten Hitam dosis pertama(0,1 ml/hari), K-III diberi pakan standar, aquades dan minyak Jinten Hitam dosis kedua (0,2 ml/hari) danK-IV diberi pakan standar, aquades dan minyak Jinten Hitam dosis ketiga (0,3 ml/hari). Perhitungan selisihvolume akhir dan awal tumor dilakukan pada hari ke 21.Hasil: Rerata pengaruh minyak Jinten Hitam terhadap selisih volume adenokarsinoma mammae yaitu KIadalah 158,83 mm³, K-II adalah 295,73 mm³, K-III 191,13 mm³, K-IV adalah 126,27 mm³. Data yangdiperoleh dianalisis dengan uji Pair t-test dan uji Wilcoxon menunjukkan ada perbedaan signifikan antarakelompok Dosis I pre-Dosis I post dan dosis II pre-Dosis II post (p < 0,05) dan uji Anova menunjukkan tidakada perbedaan signifikan antara seluruh kelompok (p > 0,05).Kesimpulan: Ada pengaruh minyak Jinten Hitam terhadap volume adenokarsinoma mammae mencitC3H (Sains Medika, 3(2):129-134).Kata kunci: Minyak Jinten Hitam (Nigella sativa L.), Adenokarsinoma, mammae, Volume.
ANALISA KADAR LOGAM Pb (TIMBAL) DAN Zn (SENG) DALAM RAJUNGAN (Portunus pelegicus) DI PANTAI SLAMARAN PEKALONGAN SECARA SPEKTROFOTOMETER SERAPAN ATOM Suprijono, Agus; Sulistyowati, Etty; Suryani, Suci Dwi
STIFAR - Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Vol 3, No 1 (2008)
Publisher : STIFAR - Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Logam Pb dan Zn merupakan zat yang berbahaya jika masuk ke organ biologis. Zat kimia tersebut dalam konsentrasi rendah bisa menyebabkan toksik, terutama pada hewan air seperti ikan, kepiting, rajungan dan lain sebagainya. Logam Pb dan Zn mempunyai kecenderungan mengumpul dalam organ biologis, terutama dalam bentuk ion, karena bentuk ion mempunyai kelarutan yang lebih besar dalam lemak. Logam Pb dan Zn dapat menyebabkan kerusakan syaraf pusat, serta gangguan fungsi ginjal dan paru­paru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar logam berat Pb dan Zn yang terkandung dan terakumulasi dalam rajungan di pantai Slamaran Pekalongan. Pengukuran konsentrasi pada ion logam Pb dan Zn dilakukan dengan menggunakan metode Spektrofotometri Serapan Atom (SSA). Hasil penelitian menunjukkan perbedaan kadar yaitu pada jarak 200 meter kadar logam Pb lebih besar dibandingkan pada jarak 300 dan 100 meter serta melebihi batas maksimum cemaran logam berat dalam makanan untuk rajungan dan hasil olahannya yaitu > 2,0 mg/kg. Pada logam Zn juga terdapat perbedaan kadar, logam yang terbesar didapatkan pada jarak 300 meter, tetapi tidak melebihi batas maksimum cemaran logam berat dalam makanan yaitu rajungan dan hasil olahannya yaitu < 100 mg/kg. Jadi dapat disimpulkan pada pantai Slamaran Pekalongan kandungan logam berat Pb melebihi batas dan Zn tidak melebihi batas. Kata kunci : Logam Pb dan Zn, Spektrofotometri Serapan Atom, Rajungan (Portunus pelegicus), bio-indikator.
KONSTRUKSI SOSIAL SISWA SMA TERHADAP MITOS BUYUT CILI SEBAGAI TRADISI LISAN SEJARAH BLAMBANGAN Suprijono, Agus
Paramita: Historical Studies Journal Vol 23, No 2 (2013): PARAMITA
Publisher : History Department, Semarang State University and Historian Society of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/paramita.v23i2.2671

Abstract

The research focused on a social construction or interpretation of the Buyut Cili Myth as a storytelling tradition Blambangan history. The research objectives identified socially constructed form of knowledge as well as the values of the Buyut Cili myth. The research method was classroom action research. The result of the research found that Buyut Cili myth was a conceptual instrument for students to understand the concept of historical continuity. The complexity of life was contained in reality which displayed by the Buyut Cili. It proved that social reality was plural or multi-dimension. The Myth of Buyut Cili is as a learning resource to achieve basic competence to describe the historical tradition in Indonesian society during the prehistory and history” consisted of historical, religious, cultural, social, and economic values, that needed for students’ character education.Keywords: social construction, buyut cili myth, oral tradition Fokus penelitian adalah konstruksi sosial atau pemaknaan terhadap mitos Buyut Cili sebagai tradisi lisan sejarah Blambangan. Tujuan penelitian mengidentifikasi hasil konstruksi sosial berupa pengetahuan maupun nilai-nilai dari mitos Buyut Cili. Metode penelitian adalah classroom action research. Hasil penelitian adalah mitos Buyut Cili  merupakan instrumen konseptual bagi siswa memahami konsep kesinambungan sejarah. Kompleksitas kehidupan terkandung pada realitas yang ditampilkan oleh mitos Buyut Cili membuktikan bahwa realitas sosial atau kenyataan sosial bersifat jamak atau multidimensional. Mitos Buyut Cili sebagai sumber belajar untuk mencapai kompetensi dasar “mendeskripsikan tradisi sejarah dalam masyarakat Indonesia masa pra-aksara dan masa aksara” sarat nilai historis, agama, budaya, sosial, dan ekonomi yang urgen untuk pendidikan karakter siswa. Kata kunci: konstruksi sosial, mitos buyut cili, tradisi lisan