Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Teknik Kimia

PRODUCTION PROCESS OF LIQUID FERTILIZER FROM BANANA TRUNK Suprihatin, Suprihatin
Teknik Kimia Vol 5, No 2 (2011): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : jurusan teknik kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.073 KB)

Abstract

Banana a plant that many grow in Indonesia. Utilization of banana mostly just takes the fruitand leaves, while the trunk of banana has not been much used. The existence of Ca, P and K in bananatrunk, then the banana trunk can be used as alternative raw material for the production of liquidfertilizer. Produce liquid fertilizer from banana trunk done with the extraction process using a processtemperature of 700C and stirring speed of 240 rpm. Results from the extraction process to analyzelevels of Ca, P and K. Where available Ca content: 16.2% weight, P content: 30.05% weight and Kcontent: 21.5% weight with volume 600 ml of solvent and 15 minutes of stirring time.Key words: banana, liquid fertilizer, extraction. , alternative fertilizer
GARAM INDUSTRI BERBAHAN BAKU GARAM KROSOK DENGAN METODE PENCUCIAN DAN EVAPORASI Sumada, Ketut; Dewati, Retno; Suprihatin, Suprihatin
Teknik Kimia Vol 11, No 1 (2016): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : jurusan teknik kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.856 KB)

Abstract

Garam krosok atau disebut “Crude Solar Salt” merupakan garam yang dihasilkan melalui proses evaporasi dan kristalisasi air laut. Beberapa garam krosok yang dihasilkan khususnya di Jawa Timur mempunyai kualitas yang berbeda-beda hal ini dipengaruhi oleh kualitas air laut sebagai bahan baku, fasilitas produksi yang tersedia dan penanganan pasca panen. Empat contoh garam krosok yang diperoleh dari berbagai sentra garam di Jawa Timur mempunyai kadar natrium klorida yang berbeda-beda yaitu : 89.25% ; 82.32% ; 83.65% dan 88,34 % (dry base), sisanya adalah bahan pengotor seperti ion magnesium (Mg), kalsium (Ca), sulfat (SO4) dan lainnya. Garam krosok yang dihasilkan memiliki kualitas rendah karena kandungan natrium klorida (NaCl) hanya berkisar antara 80-90 %, kualitas ini masih berada dibawah dari standar nasional Indonesia (SNI) yaitu kadar NaCl minimal 94,7 % untuk garam konsumsi dan diatas 98 % untuk garam industri. Dalam rangka memenuhi standar nasional Indonesia (SNI) untuk garam konsumsi maupun garam industry, perlu dilakukan pengolahan terhadap garam krosok yang tersedia, proses yang dilakukan meliputi proses PENCUCIAN dengan larutan garam mendekati jenuh (300 gram/liter air) yang bertujuan untuk menghilangkan kandungan bahan pengotor “tidak terlarut” seperti tanah, debu dan pasir, serta bahan pengotor “terlarut” seperti ion magnesium (Mg), kalsium (Ca), sulfat (SO4) dan kalium (K). Proses EVAPORASI sering disebut rekristalisasi dilakukan setelah proses pencucian, meliputi proses pelarutan garam dan evaporasi, evaporasi dilakukan secara bertahap dan evaporasi total dan partial.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas garam krosok yang dihasilkan setiap daerah berbeda-beda dengan kisaran kandungan NaCl : 82.32% - 89.25%, proses pencucian dengan larutan garam mendekati jenuh menghasilkan garam dengan kadar NaCl: 94,85 % - 98,14 %, proses evaporasi tahap pertama menghasilkan garam dengan kadar NaCl : 97,75 % - 99,21 %, proses evaporasi tahap kedua dengan evaporasi total menghasilkan garam dengan kadar NaCl : 98,67 % - 99,43 % dan dengan evaporasi partial menghasilkan garam dengan kadar NaCl : 99,34 % - 99,73 %. Proses pencucian dapat menghasilkan garam yang memenuhi standar garam konsumsi, dan proses evaporasi tahap kedua secara total maupun partial dapat menghasilkan garam yang memenuhi standar garam industri.
ADSORBEN KOMPOSITE SILICA CARBON DARI LIMBAH ABU SEKAM PADI Suprihatin, Suprihatin; Setiawan, Fahmi Amiruddin; Cahya, Rahmandani Dwi
Jurnal Teknik Kimia Vol 13, No 2 (2019): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : jurusan teknik kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.402 KB) | DOI: 10.33005/tekkim.v13i2.1410

Abstract

Komposit silika karbon merupakan pengembangan dari teknologi Adsorben yang bahanbakunya berasal dari campuran silika dari limbah abu sekam padi dan karbon dari glukosa.Tujuandari penelitian ini adalah membuat komposite silika karbon dari limbah hasil samping pembakaransekam padi sebagai bahan bakar pabrik (Abu Sekam Padi). Komposisi partikel komposite silikakarbon yang paling merata adalah pada pH 7 dengan konsentrasi 0,3N dan gugus Si-O-C munculpada vibrasi bilangan rentang 600cm-1 hingga 800cm-1 serta pada konsentrasi 0,3N dengan pH 7komposit silika yang terbentuk dapat menyerap unsur pengotor pada minyak jelanta lebih banyakdaripada konsentrasi lainnya. Komposisi silika dan karbon pada konsentrasi 0.3N dengan pH 7 iniyaitu sebesar 14,77%wt dan 7,98 %wt.