Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Jurnal An-Nahdhah

MANUSIA DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN DAN HADITS Suprihatin, Suprihatin
Jurnal An-Nahdhah Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suprihatin: Manusia dalam Perspektif Al-Qur’an dan Hadits. Perkataanyang sering digunakan bila berbicara tentang manusia, yakni: al-Basyar, al-Insan,dan an-Nas. Pada kata Al-Basyar manusia merupakan makhluk yang memilikisegala sifat kemanusiaan dan keterbatasan, seperti makan, minum, seks, keamanan,kebahagiaan, dan lain sebagainya. Kata al-insan digunakan di dalam Al-Qur’anuntuk menunjukkan totalitas manusia sebagai makhluk jasmani dan rohani.Harmonisasi kedua aspek tersebut dengan berbagai potensi yang dimilikinya.Mengantarkan manusia sebagai makhluk Allah yang unik dan istimewa, sempurna,dan memiliki diferensiasi individual antara satu dengan yang lain, dan sebagaimakhluk dinamis, sehingga mampu menyandang predikat khalifah Allah dimukabumi. Kata al-nas menunjukkan pada eksistensi manusia sebagai makhluk sosial.Proses kejadian manusia setelah Adam yaitu melalui beberapa tahapan(proses). Menurut proses kejadian manusia ada tujuh tahapan yaitu, berasal darisaripati tanah, nuthfah (mani), alaqoh (segumpal daging), izamah (tulang), izamanlahman (tulang dibalut dengan daging), khalqan akhar (menjadi manusia),meninggal, dan dibangkitkan dari kubur pada hari kiamat.Manusia diciptakan oleh Allah sebagai penerima dan pelaksana ajaran. Olehkarena itu ia ditempatkan pada kedudukan yang mulia. Allah menciptakan manusiaitu dalam bentuk fisik yang bagus dan seimbang. Tujuan penciptaan manusia ituadalah sebagai khalifah Allah dan sebagai abdullah (hamba Allah).Kata Kunci: Manusia, Al Qur’an dan Hadits