Agus Suprihanto
Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Published : 21 Documents
Articles

Found 21 Documents
Search

PERHITUNGAN FAKTOR KONSENTRASI TEGANGAN PADA PIPA KONSTRUKSI PERCABANGAN 60o AKIBAT GAYA AKSIAL MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA

T R A K SI Vol 5, No 1 (2007): mechanical engineering
Publisher : T R A K SI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini pipa banyak digunakan untuk elemen struktur misalnya untuk rangka bangunan, konstruksi reklame, tiang listrik dan telepon dll. Seperti halnya dalam sistem perpipaan, penggunaan pipa untuk struktur tidak dapat menghindari adanya percabangan. Hal ini akan menyebabkan konsentrasi tegangan disekitar percabangan tersebut ketika struktur tersebut dikenai pembebanan. Dalam tahapan disain, untuk memperkirakan besarnya tegangan maksimum yang terjadi lazimnya diperlukan faktor konsentrasi tegangan (Kt). Besarnya Kt ini dipengaruhi oleh dimensi dan geometri elemen serta modus pembebanannya. Penelitian ini ditujukan untuk mencari besarnya Kt untuk percabangan pipa 90o yang dikenai beban aksial untuk berbagai rasio perbandingan diameter pipa utama dan cabang dengan metode elemen hingga. Tahapan penelitian berturut-turut adalah geometric modelling, finite element modelling, eksekusi model, analisis distribusi tegangan dan perhitungan Kt. Representasi hasilnya adalah berupa grafik Kt versus d/D dimana d adalah diameter cabang dan D adalah diameter utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga besarnya harga Kt sangat tergantung dari disain pipa konstruksi yang dibuat.   Kata Kunci : Percabangan Pipa,   Faktor   Konsentrasi   Tegangan,   Metode   Elemen Hingga.

PENGEMBANGAN METODE PENINGKATAN KEKERASAN BAJA TAHAN KARAT AISI 316L LEWAT PROSES NITRIDASI GAS TEMPERATUR TINGGI

ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN" VOLUME 15, NOMOR 1, JANUARI 2013
Publisher : ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN"

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.453 KB)

Abstract

Stainless steel AISI 316L merupakan salah satu material teknik yang digunakan sebagai biomaterial terutama untuk aplikasi implan tulang. Upaya perbaikan sifat mekanisnya sangat diperlukan untuk meningkatkan kehandalannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan teknologi nitridasi gas temperatur tinggi (high temperatur gas nitriding/HTGN) guna meningkatkan kekerasan AISI 316L. Teknik yang digunakan adalah dengan mengekspose spesimen stainless steel 316L berukuran 50mm x 100mm x2mm dalam atmosfer nitrogen pada temperatur T = 1000oC, 1100oC dan 1200oC dan t = 15menit, 30menit dan 60menit. Dengan proses tersebut atom nitrogen dapat berdifusi ke dalam spesimen dan membentuk larutan padat interstisi pada sel satuan Fe sehingga akan emningkatkan kekerasannya. Spesimen yang telah dinitridasi dilakukan pengujian kekerasan mikro. Pengujian kekerasan mikro menggunakan metode mikro Vickers yang bertujuan untuk mengetahui distribusi kekerasan searah ketebalan spesimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi temperatur dan semakin lama waktu penahanan menyebabkan kekerasan dipermukaan spesimen meningkat hampir 75% yaitu dari 143VHN menjadi 249VHN yaitu untuk temperatur proses 1200oC dan waktu 60menit. Peningkatan kekerasan yang diperoleh mengindikasikan bahwa ketahanan korosi akibat gesekan (freeting corrosion) dan ketahanan ausnya meningkat

DISTRIBUSI TEGANGAN PADA PERCABANGAN PIPA 90O AKIBAT TEKANAN INTERNAL MENGGUNAKAN MEH

TEKNIK Volume 28, Nomor 2, Tahun 2007
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.992 KB)

Abstract

Piping system is very important in many industries. Ones of crucial in design of piping system are todetermine the stress distribution around the branch. In this research, the distributed stress over 90o branchpiping system was evaluated with finite element method. Five models piping 90o branch which differentratio of diameter of pipe have been developed. The load applied on the models is internal pressure.The results indicate that around the branch there is stress distribution. The maximum stress is located atcenter of the branch but decrease significantly in the distance 30mm-45mm from it. Beyond the distance75mm from center, for diameter ratio 1, the model gives good agreement with experiment data

PENGUJIAN LELAH SIKLUS RENDAH BESI COR KELABU

ROTASI Volume 12, Nomor 1, Januari 2010
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.652 KB)

Abstract

Bus dan truk merupakan moda transportasi darat untuk penumpang dan barang yang terpenting. Kehandalan operasional bus/truk ditentukan oleh komponen-komponen pendukungnya misalnya tromol rem. Komponen ini dibuat dari besi cor kelabu. Pada saat pengereman, energi kinetik diserap menjadi panas lewat gesekan antara kanvas rem dengan tromol rem. Pola pengereman yang berbeda-beda, menyebabkan troml rem ini menerima beban dinamis. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui kekuatan lelah siklus rendah besi cor kelabu yang akan digunakan untuk tromol rem bus/truk.Pada penelitian ini besi cor kelabu FC200 dan 3 paduan besi cor kelabu FC200 dengan Cr (0,23%, 0,32% & 0,47% wt) dan Cu (0,6%-0,7%) dilakukan pengujian lelah siklus rendah. Dimensi spesimen uji mengacu pada standar ASTM E739. Sebanyak 60 spesimen berdiameter 8mm diuji pada lelah pada servo pulser dengan amplitudo regangan antara 0,15 s/d 0,5%. Spesimen dibuat dengan mesin CNC dengan tujuan meminimalkan efek proses pemesinan terhadap sifat mekanisnya.Data pengujian diolah menggunakan metoda yang diajukan oleh Downing (1983) and Fash (1982). Hasil pengujian menunjukkan bahwa koefisien kekuatan lelah (A) antara 2,336 –2,896 dan eksponen kekuatan lelah antara –0,251 to –0,266.

PENGARUH PENAMBAHAN KROMIUM DAN TEMBAGA TERHADAP KEKUATAN LELAH BESI COR KELABU

ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN" Volume 8, Nomor 1, Januari 2006
Publisher : ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN"

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.577 KB)

Abstract

The mechanical properties of grey cast irons can be modified with alloying elements. Cr and Cu have beenknown as elements that can improve tensile strength of grey cast irons. The improvement of tensile strength can beinfluence of fatigue strength. The goal of this research is to study the effect of alloying Cr and Cu on the fatiguestrength.Four materials of grey cast irons have been conducted to high cycle fatigue testing on the rotating bendingmachine. The first material is grey cast irons without added Cr and Cu, and the other have added. The percentages ofCr have been added are 0,23% wt, 0,32%wt and 0,47%wt and Cu 0,6%wt to 0,7%wt. The metallographyc examinationsand tensile test also have been conducted.The result of this research are the material has the same microstructure. The microstructures of its materials arepearlitic grey cast irons with graphite type VII, distribution A and size of graphite 3-5. The tensile, endurance andfatigue strength of materials, which added Cr and Cu significantly rising, compared with base materials. The tensilestrength rose from 191MPa to 232MPa and the endurance strength raised from 94 MPa to 110MPa. However threemodified materials, which added Cr, and Cu has the same effects.

PENGARUH PENAMBAHAN UNSUR Cr DAN Cu TERHADAP KEKUATAN TARIK BESI COR KELABU FC20

ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN" Volume 9, Nomor 1, Januari 2007
Publisher : ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN"

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.469 KB)

Abstract

The mechanical properties of grey cast iron are influenced by cooling rate, thickness of casting, heat treatment,liquid treatment and alloying. Some aplications of its materials need high strength grey cast iron. To improve itstensile strength usually its added with unsures which known as carbide promoteur ie. Cr and Cu.In these research the effect of Cr and Cu on the mechanicals properties of grey cast irons has been evaluated.Base material FC 20 which alloyed with Cr 0,23 %, 0, 32% and 0,47% and Cu between 0,6% to 0,7% have beentested. The tensile test and metallographyc examinations have been conducted to known of its efects.From tensile test there is an improvement of tensile strength about 20% from 191MPa to 232MPa. However themicrostructure of specimens are same which are pearlitic grey cast irons, with graphite type VII (flake), Adistributions and size of graphite are 3-5.

PEMBUATAN SPESIMEN UJI LELAH TIPE CONTINUOUS RADIUS MENGGUNAKAN MESIN BUBUT CNC

ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN" Volume 8, Nomor 2, April 2006
Publisher : ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN"

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.449 KB)

Abstract

Ones of considerations of design are fatigue failures. The fatigue failures are related with fatigue strength ofspecimens. The fatigue strength of materials usually resulted by fatigue testing. The results of the testing are influencedby some factors ie. machining process of specimens.The goal of this research is to give a proposed machining process of fatigue test specimens with CNC lathemachines. The proposed machining process can be eliminated the effects of machining from fatigue testing result.One examples of CNC lathe programming have been sucessfuly composed for fatigue test specimens typecontinuous radius. This specimen has 9,3mm minor diameter and 16mm major diameter. G and M code which used areG00, G~1, G02, M92, M99 and M30.

PERBAIKAN SIFAT MEKANIS BESI COR KELABU LEWAT PENAMBAHAN UNSUR Cr DAN Cu

ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN" Volume 8, Nomor 3, Juli 2006
Publisher : ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN"

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.288 KB)

Abstract

Sifat mekanis besi cor kelabu dipengaruhi oleh laju pendinginan, tebal coran, perlakuan panas, perlakuan saat cairan dan penambahan unsur paduan. Beberapa penggunaan material ini membutuhkan kekuatan yang tinggi. Untuk memperbaiki kekuatannya dapat dilakukan dengan penambahan unsur paduan yang bersifat penggalak karbida seperti Cr dan Cu.Dalam penelitian ini pengaruh penambahan Cr dan Cu pada sifat mekanis besi cor kelagu telah diteliti. Material dasar FC20 yang ditambah dengan Cr Cr 0,23 %, 0, 32% dan 0,47% serta Cu antara 0,6% to 0,7% telah diuji. Pengujian metalografi dan tarik telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan Cr dan Cu terhadap sifat mekanis besi cor kelabu.Hasil pengujian tarik terlihat terdapat peningkatan kekuatan tarik sebesar 20% yaitu dari 191MPa menjadi 232MPa. Meskipun demikian hasil metalografi menunjukkan bahwa kesemua spesimen uji memiliki struktur mikro matrik perlit dengan grafit serpih tipe VII, distribusi A dan berukuran 3-5.

PENGUJIAN MEKANIK DAN FISIK PADA METAL MATRIX COMPOSITE (MMC) ALUMINIUM FLY ASH

ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN" Volume 8, Nomor 4, Oktober 2006
Publisher : ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN"

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.624 KB)

Abstract

Fly ash (abu terbang) merupakan salah satu hasil sisa (limbah) batubara yang diperoleh dari penyaringan gas yang dikeluarkan dari saluran pembuangan pada suatu power plant. Berton-ton fly ash yang semakin menumpuk setiap tahunnya dibiarkan begitu saja sehingga menimbulkan polusi bagi lingkungan bahkan manusia. Oleh sebab itu diperlukan solusi untuk menaggulangi masalah ini. Penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa ternyata fly ash ini mempunyai sifat fisik dan kimia yang berguna dalam material konstruksi dan industri. Aluminium yang merupakan salah satu material yang banyak digunakan manusia di jadikan sebagai matriks bagi pemanfaatan fly ash yang salah satunya berfungsi sebagai partikel penguat (reinforcement). Penggunaan fly ash ini diharapkan dapat meningkatkan sifat mekanik dari aluminium. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penambahan fly ash ini terhadap sifat mekanik aluminium maka dalam tugas sarjana ini dilakukan pengujian tarik, impak dan kekerasan, sedangkan pengujian koefisien muai linear, konduktivitas termal dan densitas dilakukan sebagai pengujian sifat fisik, dimana sebelumnya dilakukan proses pembuatan komposit aluminium fly ash dengan metode stir casting. Dengan mengunakan variasi awal persentase berat fly ash sebesar 5%, 10% dan 15%, dapat diketahui bahwa nilai kekuatan tarik, impak dan kekerasan cenderung meningkat seiring dengan semakin besar persentase penambahan fly ash dan terjadi penurunan nilai koefisien muai, konduktivitas termal dan densitas seiring dengan semakin besar persentase penambahan fly ash

PROSES REHEATING BILLET DAN THIXOCASTING PADUAN Al-18Si BERSTRUKTUR NON-DENDRITIC

ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN" Volume 9, Nomor 2, April 2007
Publisher : ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN"

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1041.203 KB)

Abstract

One of the important steps in semi-solid forming (SSF) especially thixoforming is the reheating process to achieve the required semisolid state of the billet. The reheating process is not only necessary to achieve the required semi-solid state of the billet, but also to control the microstructure of the billet. In the reheating process, billets are heated up to the temperature between the solidus and liquidus of the alloy to obtain accurately controlled solid fraction and spherical particles uniformly dispersed. The process variables such as reheating time, reheating temperature, reheating holding time, and induction heating power have much effects on the quality of the reheated billets. It is difficult to consider all the variables at the same time to predict the billet quality. In this paper, the process variables focused on reheating temperature and reheating holding time to see the correlation relationship between the process variables and the conditions of the billet quantitatively, and then simulate the thixocasting process to know the correlation relationship between the process variables and properties of the materials, which is the flow ability of the billet and the hardness of the thixocasting products. The alloys used in this experiment is non-dendritic Al-18Si alloy which formed used mechanical stirring method.