Articles

ANALISA PENGARUH BEBAN TERHADAP LAJU KEAUSAN AL-Si ALLOY DENGAN METODE PIN ON DISK TEST Isranuri, Ikhwansyah; Suprianto, Suprianto; Aditya, Wendy
Jurnal Dinamis No 10 (2012)
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.522 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi pembebanan terhadap lajukeausan material Al-Si Alloy dengan menggunakan metode pin on disk test  standar ASTM G99-04, pengujian dilakukan pada kondisi kering dengan variasi pembebanan (load) 2,5N, 5N,7,5N, 10N dan 12,5N terhadap aluminium sekrap dan Aluminium Sekrap ditambah Silikon (AlSi).Hasil uji keausan memperlihatkan laju keausan akan terus meningkat seiring denganpertambahan pembebanan. Kenaikan laju keausan yang paling tinggi terjadi pada beban 12,5N Laju keausan tertinggi pada Aluminium Sekrap 0,308 mmpada Al-Si 3,76% sebesar 0,288 mm33/s. Laju keausan tertinggi /s  dan laju keausan tertinggi pada Al-Si 9,12%sebesar 0,265 mm/s. 3Kata kunci: Al-Si Alloy, Beban , Laju keausan.
PENGARUH PUTARAN TERHADAP LAJU KEAUSAN Al-Si ALLOY MENGGUNAKAN METODE PIN ON DISK TEST Isranuri, Ikwansyah; Jamil, Jamil; Suprianto, Suprianto
Jurnal Dinamis No 8 (2011)
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.201 KB)

Abstract

AbstractTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh putaran terhadap laju keausanbahan aluminium scrap yang dicor kembali dan ditambahkan Si sebagai alloy. Pada pengujianini digunakan model Pin on Disk test standard (ASTM G99-04) dengan spesimen ujiberbentuk disk dan material pengaus berbentuk Pin. Pengujian keausan dilakukan denganmenvariasikan putaran disk, masing-masing 60 rpm, 90 rpm, 120 rpm, 150 rpm dan 180 rpm.Hasil pengujian memperlihatkan kenaikan putaran disk akan meningkatkan laju untuk setiapsampel yang diuji dengan keausan maksimum bahan Aluminium 0,361 mm3/s. Laju keausantertinggi untuk bahan paduan Al-Si 3,76% sebesar 0,351 mm3/s pada putaran 180 rpm.Keywords: Laju keausan, putaran, pin on disk test, aluminium alloy, Silikon
PENGARUH PENAMBAHAN Si TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN DAN STRUKTUR MIKRO AlUMINIUM Suprianto, Suprianto; Isranuri, Ikwansyah; Jamil, Jamil
Jurnal Dinamis No 9 (2011)
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan Si terhadap kekasaran danstruktur mikro Aluminium. Pada pengujian ini digunakan standar ASTM G99-04 pengujiandilakukan untuk menguji kekasaran permukaan sampel aluminum, 3,76%SiAl dan 9,12%SiAlmengunakan Mitutoyo tipe SJ-201. Hasil pengujian memperlihatkan bahwa penambahan Sipada aluminum dapat meningkatkan kekasaran permukaan dengan kekasaran permukaanaluminium berturut-turut 0,24μm, 0,34μm dan 0,66μm. Hasil pengujian photo mikromemperlihatkan distribusi Si pada permukaan aluminium dimana pada 9,12%Simemperlihatkan distribusi Si lebih banyak terdapat pada permukaan aluminium.Keywords: Al-Si, Kekasaran permukaan, Mikrostruktur.
PENGARUH PENAMBAHAN MAGNESIUM TERHADAP DENSITAS, KEKERASAN (HARDNESS) DAN KEKUATAN TEKAN ALUMINIUM FOAM MENGGUNAKAN CaCO3 SEBAGAI BLOWING AGENT Agustian, Wicahya Indra; Isranuri, Ikhwansyah; suprianto, suprianto
e-Dinamis Vol 4, No 4 (2013): e-dinamis
Publisher : e-Dinamis

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.42 KB)

Abstract

ABSTRAKProduksi aluminium foam dengan menggunakan kalsium karbonat sebagai blowing agentmelalui metode melt based process menjanjikan pembuatan aluminium dengan skala besaryang murah. Kalsium karbonat sangat berpotensi untuk menggantikan titanium hidrida karenaterbukti memiliki kesesuaian, karakteristik deformasi tekan dari aluminium foam denganmagnesium sebagai alloying agent dijelaskan dalam konteks sebagai material peredam impak,Penelitian ini bertujuan untuk meneliti bagaimana magnesium yang terkandung pada paduanaluminium foam yang menggunakan blowing agent CaCO3 mempengaruhi kekuatan mekanikdan sifat fisis, menggunakan beberapa variasi kadar Mg. Dari hasil pengujian diketahui gayatekan untuk aluminium dengan 4% Mg, 6% dan 8% adalah 38.95 MPa, 45.19 MPa dan 50.82Mpa. Sedangkan densitas untuk setiap komposisi adalah 2.62 gr/cm3, 1.94 gr/cm3 and 3.44gr/cm3. Dari produk yang dihasilkan diketahui bahwa aluminium dengan kadar Mg 4% memilikisel yang lebih baik apabila dibandingkan dengan aluminium dengan kadar Mg 6% dan 8%.Kata Kunci : Al-Mg foam, CaCO3, densitas, Kekerasan
STUDI PENGARUH MAGNESIUM TERHADAP KEKUATAN IMPAK DAN MIKROSTRUKTUR ALUMINIUM FOAM MENGGUNAKAN 3%CaCO3 SEBAGAI BLOWING AGENT Syafri, Palvis; isranuri, Ikhwansyah; suprianto, suprianto
e-Dinamis Vol 5, No 1 (2013): e-dinamis
Publisher : e-Dinamis

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.509 KB)

Abstract

ABSTRAKPada penelitian dicoba memanfaatkan CaCO3 sebagai blowing agent pada pembuatan materialaluminium foam CaCO3 sangat mudah diperoleh dan harganya relatif murah bila dibandingkandengan blowing agent jenis lain. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kekuatan impak danmikrostruktur aluminium magnesium foam dengan 3%CaCO3 sebagai blowing agent .Pembuatan aluminium foam pada penelitian ini dilakukan dengan metode direct casting denganmemvariasikan kadar Mg 4,6 dan 8% aluminium foam yang diperoleh untuk ketiga variasiselanjutnya dilakukan pengujian mikro dan impak. Hasil pengujian diperoleh penambahanmagnesium pada aluminium foam akan menghasilkan struktur mikro yang berwarna hitam gelapberupa garis menunjukkan unsur magnesium dan warna abu-abu menunjukkan aluminium.Alumunium foam dengan kadar magnesium 4 % memiliki distribusi pori atau sel aluminium foamyang lebih merata bila dibandingkan dengan 6% dan 8% yang memiliki pori tidak merata danhanya tampak pada beberapa bagian. Pengujian impak meperlihatkan energi yang diserap darialuminium foam dengan 4% Mg sebesar 12.40 Nm, 6% sebesar 15.59Nm dan 8% memilikienergy 16.54Nm.Kata Kunci : Aluminium foam, CaCO3, aluminium, magnesium
Studi Pengaruh Temperatur Tuang Terhadap Sifat Mekanis Pada Pengecoran Paduan Al-4,3%Zn Alloy Tugiman, Tugiman; suprianto, suprianto; S. Sihombing, Khairul
Jurnal Dinamis Vol 1, No 13 (2013): Dinamis
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.982 KB)

Abstract

AbstrakAluminium merupakan salah satu logam non ferrous yang paling banyak digunakan dalambidang teknik. Kebanyakan pemakaian tidak dlam kondisi murni tetapi sering dipadukan denganelemen-elemen lainya membentuk suatu alloy. Penambahan elemen-elemen seperti Mg,Cu,Mndan Zn bertujuan untuk meningkatkan sifat aluminium tersebut. Peningkatan sifat mekanisaluminium tidak hanya dengan penambahan elemen tetapi dapat juga dengan caramemperbaiki variabel pengecoran seperti temperatur tuang. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui temperatur tuang optimum pada pengecoran Al-Zn Alloy terhadap sifat mekanisaluminium tersebut. Pengecoran menggunakan crusibel dari grafit dan dilakukan denganmemvariasikan temperatur tuang berturut-turut 700,725,750 dan 775oC selanjutnya dituang kedalam cetakan permanen berbentuk pelat. Sampel pengecoran ini kemudian di uji kekerasan,tarik, impak dan mikrostruktur hasilnyan memperlihatkan kenaikan temperatur tuangmeningkatkan kekerasan hingga 52,16BHN pada temperature 750oC untuk selanjutnya turunpada temperatur 775oC. Kekuatan impak menurun seiriing dengan kenaikan temperatur tuangdengan banyaknya energy yang diserap 122,5 MPa turun menjadi 117,5MPa pada temperatur775oC. Pengujian tarik untuk mengetahui kekuatan aluminium hasil coran telah dilakukan danhasilnya memperlihatkan kekuatan tarik paduan ini berkisar antara 135.4-129MPa dengankekuatan tarik maksimum pada temperatur 700oC dan minimum pada 775oC.Kata Kunci : Al-Zn, Temperatur Tuang, Sifat Mekanis
Pengaruh Temperatur Tuang Terhadap Sifat Mekanis dan mikrostruktur Coran A356 Menggunakan Metode Stir Casting Suprianto, Suprianto; Tugiman, Tugiman
Jurnal Dinamis Vol 2, No 14 (2014)
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.087 KB)

Abstract

AbstrakAluminium merupakan salah satu bahan non ferrous yang paling banyak dipergunakan dalambidang teknik. Penggunaan aluminium yang begitu luas dalam bidang teknik dikarenakanmemiliki massa jenis yang ringan dan ketahanan korosi yang baik tetapi aluminium memilikisifat mekanis yang masih perlu ditingkatkan khususnya aluminium yang diproduksimenggunakan metode pengecoran. Pada proses pengecoran sangat banyak variabel yangakan mempengaruhi kekuatan aluminium yang salah satunya adalah temperatur tuang.Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh temperatur tuang terhadap sifat mekanis A356yang meliputi kekerasan, impak serta mikrostruktur menggunakan metode pengecoran tipe stircasting. Penelitian dilakukan dengan memvariasikan temperatur tuang 685,710,735,760 dan785oC menggunakan cetakan permanen. Hasil coran selanjutnya dilakukan pengujianmenggunakan alat uji kekerasan type Brinell dan impak jenis Charpy. Hasil pengujianmemperlihatkan kekerasan meningkat seiring dengan kenaikan temperatur kekerasanmaksimum terjadi pada temperatur 760oC sebesar 59,78BHN. Kekuatan impak juga meningkatseiring dengan kenaikan temperatur tuang dengan energi impak 25,57 joule pada temperatur760oC. hasil photo mikro terlihat pada temperatur 760oC distribusi silikon di dalam matrikaluminium lebih merata bila dibandingkan dengan temperatur yang lainnya.Kata kunci : Sifat Mekanis, A356, Temperatur Tuang, Stir Casting.
Pengaruh Simultan Parameter Suhu dan Konsentrasi Larutan NaOH Terhadap Kuantitas dan Kualitas Hasil Cellulose Powder pada Proses Delignifikasi Tongkol Jagung Suprianto, Suprianto; Tawfiequrrahman; Yunanto, Dedi Eko; Cabral, Claudino de Almeida; Hanafi, Ahmad
Jurnal Sains Dan Teknologi Lingkungan Vol 6, No 2 (2014): SAINS & TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung merupakan sumber karbohidrat ketiga di Indonesia setelah padi dan ketela. Produksi jagung Indonesia meningkat terus menerus selama 10 tahun terakhir, yang diikuti dengan konsekuensi meningkatnya tongkol jagung sebagai produk ikutan pertanian jagung. Jumlah tongkol jagung dapat mencapai 40% dari produksi jagung. Fakta ini menunjukkan semakin tinggi potensi tongkol jagung untuk dapat dimanfaatkan bagi penunjang kehidupan manusia. Pemanfaatan tongkol jagung secara langsung sebagai bahan bakar maupun tidak langsung, yaitu melalui tahapan proses fisika dan kimia, sebelum dimanfaatkan langsung, telah mulai banyak menarik perhatian. Penelitian ini dimaksudkan untuk menambah informasi pengolahan tongkol jagung menghasilkan selulosa powder yang dapat digunakan sebagai cellulose gel, selulose membrane filter penjernihan air maupun sebagai bahan baku turunan senyawa selulosa, seperti selulosa asetat, carboxy methyl cellulose dan nitro selulosa. Proses pengolahan tongkol jagung menjadi cellulose prowder dilakukan dalam tiga tahapan proses, masing-masing untuk menghilangkan komponen hemiseluola, lignin dan warna dalam tongkol jagung. Proses tahap pertama menggunakan larutan asam nitrat 7,5% pada suhu 80 o C selama 2 jam, dilanjutkan dengan proses tahap kedua menggunakan larutan NaOH selama 2 jam dengan variasi suhu 80 sampai 100 o C dan variasi konsentrasi NaOH dari 1 N sampai 3 N dan selanjutnya proses tahap ketiga menggunakan hydrogen peroksida dengan konsentrasi 4%, suhu 80 o C dan waktu 2 Jam. Keberhasilan proses diidentifikasi dengan kuantitas dan kualitas hasil cellulose powder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi proses yang baik dalam tahap proses delignifikasi adalah suhu antara 85 sampai 95 o C dan konsentrasi NaOH antara 1,25 N sampai 2 N. Produk pengolahan dari tongkol jagung, dengan proses tiga tahap ini diperoleh hasil cellulose powder warna putih dengan kadar   selulosa sekitar 88 sampai 90%, dengan yield investor sekitar 30% dan yield akademik sekitar 80%. Katakunci: Tongkol jagung, cellulose powder, hidrolisis, delignifikasi, bleaching
Studi Karakteristik I-V Sel Surya p-i-n Silikon Amorf Terhidrogenasi (a-Si:H) Suprianto, Suprianto; Yahya, Eddy; Darminto, Darminto
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 7, No 2 (2011)
Publisher : Jurnal Fisika dan Aplikasinya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.419 KB)

Abstract

Telah dideposisi lapisan tipis silikon amorf terhidrogenasi dengan tehnik Plasma Enhanced Chemical Vapor deposition (PECVD) dengan daya RF sebesar 5 watt. Selanjutnya lapisan a-Si:H yang terbentuk diaplikasikan sebagai lapisan-i divais sel surya p-i-n. Hasil pengukuran karakteristik I-V dibawah penyinaran 24,7 mW/cm2 pada luas 1 cm2 menunjukkan nilai VOC dan ISC masing-masing 0,568 volt dan 2,71 mA/cm2. Sedangkanpada luas 0,25 cm2 diperoleh nilai VOC dan ISC masing-masing 0,449 volt dan 6,58 mA/cm2 dengan effisiensi 5,31%.
Analisis Tegangan Jatuh Pada Sistem Distribusi PT.Timbang Deli Menggunakan Simulasi Aliran Daya Suprianto, Suprianto
JITROKOM Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : JITROKOM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract  - Voltage system determines the level of quality of electric power systems. Overvoltage, undervoltage and voltage instability is the main problem of voltage, this research aims to evaluate the voltage drop on the low-voltage distribution system of PT.Timbang Deli which is expected to be a guideline for improvements voltage drop. Research conducted on the network radial distribution system, with adequate data collection, the voltage drop analysis use the load flow simulation with  Electrical Transient Analysis Program PowerStation 4.0.0 software, the result is the largest voltage drop 93.75% on Tissue Culture bus with diameter of the line cable 150mm channels load 100 kVA and the smallest voltage drop 99.83% on main bus P.house. Repair of voltage  done by raising diameter of the line cable 240 mm so that the voltage drop  to be  95.06% or voltage drop decreases to 1:31% which means that this value is within the standardKeywords: Voltage Analysis, Bus Systems, Simulation Results, Voltage Drop,Intisari -   Tegangan sistem  menentukan tingkat kualitas  sistem tenaga listrik . Tegangan lebih ,tegangan kurang dan  ketidakstabilan tegangan adalah masalah pokok yang dihadapi dalam permasalahan tegangan , penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi jatuh tegangan pada system distribusi tegangan rendah PT.Timbang Deli yang diharapkan dapat menjadi pedoman untuk melakukan perbaikan  tegangan jatuh . penelitian dilakukan pada jaringan radial system distribusi ,dengan pengumpulan data secukupnya , analisis jatuh tegangan dilakukan dengan simulasi load flow pada software Electrical Transient Analysis Program PowerStation 4.0.0 , hasilnya jatuh tegangan terbesar 93,75% pada bus Tissue Culture dengan diameter konduktor saluran 150mm dan beban 100 kVA  dan jatuh tegangan terkecil 99,83% pada bus utama P.house. Perbaikan tegangan dilakukan dengan menaikkan diameter kabel saluran 240 mm sehingga tegangan jatuh menjadi 95.06%  atau tegangan jatuh mengecil menjadi 1.31% yang berarti nilai ini masih berada dalam batas standardKata kunci :  Analisis Tegangan , Bus Sistem, Hasil Simulasi ,Tegangan Jatuh,