Achdia Supriadidjaja
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

Penentuan Kadar Emas (Au) Dan Perak (Ag) Metoda Fire Assay: Perbandingan Hasil Analisis Peleburan Tungku Gas Terhadap Tungku Solar

JURNAL RISET GEOLOGI DAN PERTAMBANGAN Vol 17, No 1 (2007)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.851 KB)

Abstract

ABSTRAK Metoda penentuan kadar emas dan perak secara fire assay, dikerjakan dalam kaitanya dengan pengujian dua buah tungku peleburan. Kedua buah tungku tersebut masing-masing menggunakan bahan bakar gas dan bahan bakar solar. Tujuannya, untuk membandingkan hasil analisis yang diperoleh. Sebanyak 5.400 gram sampel mengandung emas berukuran butir 150 mesh, dibagi menjadi dua dan masing-masing ditimbang 50 gram sebanyak 28 sampel. Sebanyak 28 sampel bagian dilebur dan dikupelasi pada tungku gas, kemudian 28 sampel bagian dilebur dan dikupelasi pada tungku solar sebagai kalibrasi. Hasil analisis menunjukkan, peleburan dan kupelasi pada tungku gas mencapai kadar emas rata-rata sebesar 57,88 gr/ton dan perak rata-rata sebesar 4,76 gr/ton. Sementara itu, peleburan dan kupelasi pada tungku solar mencapai kadar emas rata-rata sebesar 59,62 gr/ton dan perak rata-rata sebesar 8,77 gr/ton. Selisih rata-rata kadar emas sebesar 1,74 gr/ton dan perak sebesar 4,20 gr/ton. 

STUDI PENGGUNAAN HIDROGEN PEROKSIDA (H2O2) PADA PELARUTAN BIJIH EMAS SUKABUMI SELATAN DENGAN LARUTAN SIANIDA

Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Vol 5, No 2 (2009): Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Edisi Mei 2009
Publisher : Puslitbang tekMIRA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengayaan oksigen pada pelindian emas menggunakan larutan sianida telah dicoba di laboratorium dengan bantuan larutan hidrogen peroksida (H2O2). Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan jumlah oksigen terlarut, menghemat pemakaian sianida, dan mempersingkat waktu pelindihan. Pelindihan dilakukan menggunakan larutan natirum sianida (NaCN) dalam gelas kimia 1.000 ml dan dilakukan secara terbuka. Konsentrasi emas hasil pelarutan dianalisis dengan spektrometer serapan atom (SSA) dan perolehan dihitung berdasarkan kadar asal. Hasil percobaan menunjukkan bahwa perolehan emas maksimum sebesar 82,70 % Au dengan waktu pelindihan selama dua jam dengan menggunakan 0,1 g/l H2O2, 0,6 g/l garam timah hitam [Pb(NO3)2] dan 0,6 g/l natrium sianida (NaCN).

PENINGKATAN KADAR KROMIT BARRU – SULAWESI SELATAN MENGGUNAKAN MESIN JIG

Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Vol 8, No 3 (2012): Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Edisi September 2012
Publisher : Puslitbang tekMIRA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.584 KB)

Abstract

Konsentrasi kromit dari bijih kromit dilakukan dalam skala laboratorium. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas konsen- trat kromit tersebar yang mungkin dapat dipakai sebagai bahan baku refraktori. Bijih kromit tersebar yang mengandung kromit (Cr2O3) sebesar 34,99 %, dikonsentrasikan dengan menggunakan mesin jig. Variabel-variabel prosesnya adalah ukuran butir, panjang langkah mesin jig dan aliran air. Pengaruh pengubahan variabel, dapat meningkatkan kandungan Cr2O3 dalam konsentrat. Tingkat keberhasilan proses konsentrasi dengan mesin jig didasarkan pada tingginya kandungan Cr2O3 dalam konsentrat dan perolehannya. Konsentrasi dengan mesin jig pada ukuran butiran -14 + 65 mesh, dapat diperoleh konsentrat yang sesuai untuk bahan baku refraktori.