I Ketut Eli Supartika
Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

Kajian Retrospektif Gambaran Histopatologi Kasus Streptokokosis Pada Babi Dan Monyet Di Provinsi Bali Veralyn, Laila Gianita; Berata, I Ketut; Supartika, I Ketut Eli
Buletin Veteriner Udayana Vol. 6 No.1 Pebruari 2014
Publisher : Buletin Veteriner Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan distribusi lesi dan tingkat keparahan gambaran histopatologi antara babi dan monyet yang positif menderita streptokokosis dari tahun 1994-1998 di Provinsi Bali. Penelitian ini menggunakan 15 preparat histologi (metode pewarnaan Harris- Hematoksilin-Eosin) dari 15 babi positif streptokokosis dan 7 preparat histologi dari 7 monyet positif streptokokosis. Preparat histologi tersebut berasal dari organ otak, jantung, paru-paru, ginjal dan limpa. Preparat diamati dengan menggunakan mikroskop perbesaran 200x dan 400x. Hasil pemeriksaan histopatologi menunjukkan bahwa distribusi lesi jaringan pada beberapa organ babi dan monyet tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan serta tidak terdapat perbedaan tingkat keparahan gambaran histopatologi pada organ otak, jantung, paru-paru dan limpa antara babi dan monyet. Tingkat keparahan gambaran histopatologi yang dominan pada organ otak, paru-paru dan limpa babi maupun monyet yaitu kategori lesi sedang; dicirikan dengan terjadinya kongesti diikuti infiltrasi sel radang neutrofil. Pada organ jantung, baik pada babi maupun monyet sama-sama  masuk kategori lesi ringan; dicirikan dengan terjadinya kongesti dan edema ringan. Perbedaan hanya terjadi pada organ ginjal, pada babi dicirikan dengan terjadinya hemoragi sedangkan pada ginjal monyet dicirikan dengan terjadinya kongesti yang diikuti infiltrasi sel radang neutrofil.
Studi Histopatologi Tumor Kelenjar Mammae pada Anjing Di Denpasar Berdasarkan Umur dan Ras Yulestari, Prista Oktafebri; Berata, I Ketut; Supartika, I Ketut Eli
Indonesia Medicus Veterinus Vol 3 (3) 2014
Publisher : Indonesia Medicus Veterinus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Tujuan dari studi ini yaitu untuk mengetahui variasi tingkat keganasan lesi histopatologi tumor kelenjar mammae pada anjing berdasarkan umur dan ras. Sampel berupa sediaan diambil dari koleksi Laboratorium Patologi Balai Basar Veteriner, Denpasar tahun 1998 sampai 2012. Penelitian menggunakan 22 sampel preparat tumor kelenjar mammae. Tingkat keganasan tumor (grading) didasarkan pada pembentukan tubulus (skor 1-3), pleomorfik nukleus (skor 1-3) dan jumlah mitosis (skor 1-3). Pemeriksaan dilakukan menurut metode Elston dan Willis (1991). Hasil pemeriksaan histopatologi berdasarkan umur menunjukkan adanya variasi tingkat keganasan tumor kelenjar mammae dan dominan terjadi pada umur empat tahun ke atas. Tidak ada keterkaitan antara variasi tingkat keganasan dengan ras anjing. Simpulan yang dapat di tarik bahwa tingkat keganasan tumor kelenjar mammae berkaitan dengan umur.
Gambaran Histopatologi Penyebaran Tumor Mammae pada Anjing Melalui Pembuluh Darah dan Limfe Sartini, Sari; Berata, I Ketut; Supartika, I Ketut Eli
Indonesia Medicus Veterinus Vol 4 (5) 2015
Publisher : Indonesia Medicus Veterinus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas tentang tumor kelenjar mammae pada anjing yang menyebar melalui pembuluh darah dan limfe. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya metastase tumor melalui darah dan pembuluh limfe. Penelitian ini menggunakan 20 sampel preparat anjing yang positif terkena tumor mammae antara tahun 2008-2014. Indikasi penyebaran metastase tumor mammae berdasarkan adanya temuan sel tumor pada pembuluh darah dan pembuluh limfe kelenjar mammae. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menemukan semua kasus tumor mammae pada anjing termasuk dalam kategori ganas. Sepuluh dari 20 kasus telah mengindikasikan adanya metastase sel-sel tumor melalui pembuluh darah dan pembuluh limfe ke organ tubuh lainnya. Secara histopatologi, adanya metastase sel-sel tumor ditandai dengan adanya sel-sel tumor di dalam pembuluh darah dan pembuluh limfe. Sel tumor tunggal atau bergerombol terlihat menempel pada dinding pembuluh darah dan pembuluh limfe dengan bentuk dan ukuran sel yang bervariasi. 50% kasus tumor kelenjar mammae telah mengindikasikan adanya metastase sel-sel tumor melalui pembuluh darah dan limfe.
Prevalensi Dan Gambaran Histopatologi Tumor Kulit Pada Anjing Di Kota Denpasar (PREVALENCE AND HISTOPATHOLOGY OVERVIEW OF SKIN TUMORS IN DOGS IN DENPASAR) Mango, Edward Emanuel; Kardena, I Made; Supartika, I Ketut Eli
Buletin Veteriner Udayana Vol. 8 No. 1 Pebruari 2016
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine of Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Skin tumors grow uncontrollably, invades the skin or soft tissue under the skin, can be benign or malignant. This research was conducted by analyzing risk factors : age and type associated with histopathological changes of 113 samples of dogs with skin tumors in Denpasar  in 2008-2012 are diagnosed from the Laboratory Pathologic of Balai Besar Veteriner in Denpasar Bali. From this study, it’s identified 15 types of skin tumors in dogs in Denpasar, with respective prevalence were lipoma 28.32%,  histiocytoma 10.62%, squamous cell carcinoma 8.85%,lymphosarcoma 6.19%, melanocytoma 6.19%, sebaceous gland tumors 6.19%, fibroma 5.31%,fibrosarcoma 5.31%, hemangioma 4.42%, hemangiosarcoma 4.42%, trichoepthelioma 4.42%,perianal gland adenoma 3.54%, liposarcoma 2.65%, mastocytoma 2.65%, and papilloma 0.88%.Prevalence of skin tumor in dogs in Denpasar based on the breeds and age’s wasn’t significantly different, it means skin tumor can spread either local and non local breed dog’s and can infect allages in dog’s. The histopathological changes from each kinds of skin tumors was different depended from the type of cells that grew uncontrollably, however generally they had  unregulated structure with differential cell in various levels in chromatin, nucleus, and cytoplasmic.
Kombinasi Lesi Badan Negri, Spongiform, dan Perivascular Cuffing pada Otak Anjing Penderita Rabies (THE COMBINATION OF NEGRI BODIES, SPONGIFORM, AND PERIVASCULAR CUFFING IN RABIES AFFECTED DOG’S BRAIN) Berata, I Ketut; Kardena, I Made; Winaya, Ida Bagus Oka; Supartika, I Ketut Eli
Jurnal Veteriner Vol 15, No 3 (2014)
Publisher : Jurnal Veteriner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

A relatively high incidence of spongiform lesions (61%) and perivascular cuffing (89%) in brains ofdogs that suffered from rabies in Bali was an interesting background to do further studied. This study aimwas to identify the association between Negri bodies, spongiform and perivascular cuffing in dog’s brainthat infected with rabies in Bali. The research used 28 of dog’s brain samples infected with rabies and havebeen diagnosed using fluorescence antibody technique (FAT) in the Veterinary Disease InvestigationCenter, of Denpasar. Each of the brain samples contained of cerebrum, cerebellum and hippocampus thatwere taken for histological examination using hematoxylin-eosin staining. The presence of negri bodies,spongiform, and perivascular cuffing were analyzed for their association. The results showed thatcombination lesions of Negri bodies and spongiform found in the cerebellum (14%), cerebrum (4%), andhippocampus (32%), while combination lesions of perivascular cuffing and Negri bodies found in cerebellum(18%), cerebrum (7%), and hippocampus (43%). The highest intensity combination lesion of Negri bodiesand spongiform was found in hippocampus compared to the cerebellum and cerebrum. The highest intensityfor combination of spongiform and perivascular cuffing was found in cerebrum 50%, cerebellum 32%, andhippocampus 36%. It can be concluded that there might be association between the existence of Negribodies and perivascular cuffing lesions with the existed area of rabies infected dog’s brain, but not likely asspongiform.