Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi

PRODUKTIVITAS JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus) PADA MEDIA LIMBAH SEKAM PADI DAN DAUN PISANG KERING SEBAGAI MEDIA ALTERNATIF Suparti, Suparti; Marfuah, Lismiyati
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 1, No 2: September 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.708 KB)

Abstract

Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) merupakan jenis jamur pangan yang banyak dikonsumsi mengandung protein 27%. Kandungan protein pada jamur tiram putih dapat dipengaruhi oleh komposisi media tanam seperti selulosa, hemiselulosa, lignin dan nutrisi tambahan. Sekam padi dan daun pisang kering merupakan salah satu limbah organik yang dapat digunakan sebagai media alternatif untuk meningkatkan produktivitas jamur tiram putih.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui produktivitas jamur tiram putih yang ditumbuhkan pada media  limbah sekam padi dan daun pisang kering sebagai media alternatif. Jenis penelitian eksperimen dengan metode rancangan acak lengkap (RAL) dua faktor yaitu faktor 1 penambahan sekam padi dan faktor 2 daun pisang kering (0%, 5%, 10%, 15%), masing-masing  dengan empat perlakuan dan dua kali ulangan.  Hasil analisis data menunjukkan bahwa penambahan sekam padi dan daun pisang kering  15% (S3T3) memberikan pengaruh nyata terhadap lama penyebaran miselium, jumlah badan buah dan berat segar jamur tiram putih.Perlakuan yang paling baik untuk pertumbuhan jamur pada perlakuan S3T3, dengan rata-rata lama penyebaran miselium 25,5 hari, jumlah badan buah 64,5 buah dan berat segar yang dihasilkan 402,5. Hasil data tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan yang lain.
PERTUMBUHAN BIBIT F0 JAMUR TIRAM (Pleurotus ostreatus) DAN JAMUR MERANG (Volvariella volvacea) PADA MEDIA UMBI TALAS PADA KONSENTRASI YANG BERBEDA Suparti, Suparti; Karimawati, Nurul
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 3, No 1: Maret 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.596 KB)

Abstract

Umbi talas merupakan salah satu umbi yang mengandung karbohidrat sebanyak 23,7%, serat sebanyak 0,7%, vitamin B1 sebanyak 0,05%, vitamin C sebanyak 2%, dan protein sebanyak 1,5%, sehingga mampu mencukupi kebutuhan nutrisi untuk pertumbuhan miselium jamur. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui pertumbuhan miselium bibit F0 jamur tiram dan  jamur merang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian eksperimental, dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial yang terdiri 2 faktor yaitu F1: konsentrasi media umbi talas 80%, 90%, dan 100%, dan F2: jamur tiram dan jamur merang dengan 3 kali pengulangan. Teknik analisis data yang digunakan adalah One Way ANOVA. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa rata-rata diameter terbesar secara keseluruhan yaitu 6,9 cm  ((M2J1) dengan rentangan pertumbuhan miselium 4,6 cm, sedangkan rata-rata diameter terkecil secara keseluruhan pada media umbi talas konsentrasi 80% untuk pertumbuhan jamur merang (M1J2) dengan diameter 1,5 cm dan  rentangan  pertumbuhan miselium -0,4 cm.  Hasil penelitian menjelaskan bahwa miselium bibit F0 jamur tiram dan jamur merang dapat tumbuh pada media umbi talas 90%, tetapi media umbi talas 90% yang paling baik  pada miselium jamur tiram.
Pengaruh Penambahan Leri dan Enceng Gondok, Klaras, Serta Kardus Terhadap Produktivitas Jamur Merang (Volvariella volvacea) pada Media Baglog Suparti, Suparti; Kartika, Aninda Ayu; Ernawati, Devi
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 2, No 2: September 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.927 KB)

Abstract

Jamur merang merupakan jamur pangan yang pertumbuhanhannya memerlukan media mengandung selulosa, hemiselulosa dan lignin. Limbah organik tersebut yaitu Leri,klaras, kardus dan enceng gondok. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruhpenambahan leri dan Limbah Organik (klaras,kardus dan  eceng gondok) terhadap produktivitas jamur merang pada media baglog. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor 1 volume leri: (L1)50 ml dan (L2)100 ml. Faktor 2 jenis Media : (M1) Klaras, : (M2) Kardus, dan (M2) Enceng gondok.. Parameter yang diukur adalah berat basah  badan buah jamur merang.  Hasil analisis sebagai berikut:  produksi jamur merang yang ditumbuhkan dalam baglog yangditambahkan limbah organik terdiri atas klaras, kardus dan enceng gondok,  hasil yang terbaik, yaitu pada perlakuan:  M1L2(klaras 125 g dan penambahan air leri 100 ml) yaitu 67,51 g, M2L2 (media kardus  dengan penambahan air leri 100 ml) yaitu 75,00 g dan  perlakuan M3L1 (enceng gondok 125 g  +  leri 50 ml), yaitu 76,67 g. Sedangkan berat tubuh buah jamur merang paling rendah pada perlakuan M1L0 , yaitu 61,67 g, M2L0 (media kardus tanpa penambahan air leri) yaitu 56,67  g, dan M3L0 yaitu 60,67 g.
BIOPULPING PELEPAH TANAMAN SALAK MENGGUNAKAN JAMUR PELAPUK PUTIH Phanerochaete chrysosporium Rahayu, Triastuti; Asngad, Aminah; Suparti, Suparti
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 3, No 1: Maret 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.701 KB)

Abstract

Serat pelepah tanaman salak yang menjadi limbah perkebunan salak di Kabupaten Sleman Yogyakarta sama sekali belum dimanfaatkan dan menjadi sampah/limbah padahal mengandung selulosa 42%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh JPP (Jamur Pelapuk Putih) P. chrysosporium pada proses biopulping serat pelepah salak. Rancangan penelitian menggunakan RAL 1 faktor yaitu jenis inokulum (J0=kontrol, J1= P.chrysosporium).  Pelepah tanaman salak dicacah dengan pencacah sampah kemudian disterilkan dalam autoclave selama 45 menit pada suhu 121°C. Serpih pelepah salak  (150 g berat kering) dimasukkan ke dalam kantong plastik tahan panas kemudian diinokulasi 10% inokulum jamur dan diinkubasi dalam suhu ruang (29-30˚C) selama 45 hari. Serpih pelepah tanaman salak yang telah diinkubasi sampai masa inkubasi berakhir dimasak dengan NaOH 10%  L: W = 1:5 (L=berat serpih, W=larutan pemasak), lama pemasakan 1 jam. Setelah dimasak, serpih direndam dalam air dingin 1 L selama 24 jam untuk mengoptimalkan sisa-sisa bahan pemasak dalam melunakkan serpih. Selanjutnya serpih dicuci sampai bebas alkali dan diblender menjadi serbuk untuk analisis bilangan Kappa dan kadar holoselulosa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa P.chrysosporium dapat tumbuh bagus pada substrat serat pelepah salak untuk biopulping dan dapat menurunkan bilangan Kappa 5% setelah 45 hari inkubasi tetapi kadar holoselulosa sama dengan kontrol.
Pertumbuhan Bibit F0 Jamur Tiram dan Jamur Merang Pada Media Alternatif Tepung Biji Jewawut dengan Konsentrasi yang Berbeda Suparti, Suparti; Zubaidah, Lailia
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 4, No 2: September 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2502.836 KB)

Abstract

Biji-bijian merupakan salah satu sumber karbohidrat yang dibutuhkan  untuk pertumbuhan miselium jamur merang dan tiram. Tepung biji jewawut memiliki kandungan karbohidrat (68,32 g) dalam 100 g, sehingga bisa digunakan  sebagaisumber nutrisi pertumbuhan jamur pangan.  Oleh karenanya dapat digunakan sebagai pengganti kentang untuk pembuatan bibit F0. Sedangkan kentang mengandung 19,10 g  karbohidrat. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan miselium bibit F0 jamur tiram dan jamur merang yang ditumbuhkan pada media tepung jewawut dengan konsentrasi yang berbeda. Metode penelitian  menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan 2 faktor, yaitu konsentrasi media tepung biji jewawut (J) dan jenis jamur (T). Teknik analisis data menggunakandeskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan rerata pertumbuhan miselium jamur terbaik pada konsentrasi tepung biji jewawut 15%, indukan jamur merang, yaitu dengan diameter 3,1 cm dan miselium yang rapat. Sedangkanrerata pertumbuhan miselium jamur terendah pada Konsentrasi tepung biji jewawut 20%, indukan jamur tiram dengan miselium yang tidak mengalami pertumbuhan.
Co-Authors A. Sulaksono, A. Abdul Hoyyi Afa, Ihdayani Banun Agus Cahyono Agus Rusgiyono Agustina, Dwi Ampuni Ahmad Reza Aditya Akhmad Zaki Alan Prahutama Alvita Rachma Devi Amanda Devi Paramitha, Amanda Devi Aminah Asngad Any Setyaningsih, Any Arief Rachman Hakim Asismarta Asismarta, Asismarta Bayu Ariawan Budi Warsito Bunga Maharani, Bunga C Yuwono Sumasto, C Yuwono Deden Aditya Nanda, Deden Aditya Di Asih I Maruddani Diah Budiati Diah Safitri Dini Puspita Dwi Ispriyanti Ebeit Devita Simatupang Elyas Darmawan Ernawati, Devi Ernik Yuliana Esti Pratiwi Fajar Heru Setiawan, Fajar Heru Fina Fitriyana Firda Megawati, Firda Fitri Juniaty Simatupang, Fitri Juniaty Fitriyatno Fitriyatno Gita Suci Ramadhani Hafii Risalam, Hafii Hanifa Eka Oktafiani, Hanifa Eka Happy Suci Puspitasari Hasbi Yasin Icha Puspitasari Indah Puspaningrum Indra Satria, Indra Iwan Ali Sofwan Izzudin Khalid, Izzudin Karimawati, Nurul Kartika, Aninda Ayu Kartikaningtiyas Hanunggraheni Saputri, Kartikaningtiyas Hanunggraheni Khoirunnisa Nur Fadhilah, Khoirunnisa Nur Lailly Rahmatika, Lailly Lestariningsih, Eni Dwi Lina Agustina, Lina Lintang Afdianti Nurkhasanah, Lintang Afdianti Lismiyati Marfuah, Lismiyati Lulus Darwati, Lulus Maman Suryaman Moch. Abdul Mukid Muhammad Taufan Musandingmi Elok Nurul Islam, Musandingmi Elok Nurul Mustafid Mustafid Natanael, Dimas Kevin Ndaru Dian Darmawanti Nonik Brilliana Primastuti Novia Agustina, Novia Onny Kartika Hitasari, Onny Kartika Paula Meilina Dwi Hapsari Putri Agustina Rahmawati, Resti Rahmawati, Rizky Dwi Rambat Rambat, Rambat Ratih Binadari, Ratih Ria Sutitis, Ria Riana Ayu Andam Pradewi Richy Priyambodo Rita Rahmawati Riyan Eko Putri Rukun Santoso Sadjati, Ida Malati Sanitoria Nadeak, Sanitoria Seta Satria Utama Siti Anisah Sofyan Anif Sri Budiasih, Sri Sri Sumiyati Sri Wahyuningrum Sudarno Sudarno Sugito Sugito Sulton Syafii Katijaya Sunardi Sunardi Swasnita Swasnita, Swasnita T. Mart, T. Tarno Tarno Testiana Deni Wijayatiningsih Tiani Wahyu Utami Triastuti Rahayu Triastuti Wuryandari Triyanto Triyanto Tyas Estiningrum Umi Sulistyorini Adi, Umi Sulistyorini Victoria Dwi Murti Wasis Wicaksono Widari Widari, Widari Wulan Safitri, Wulan Yon Haryono Yuciana Wilandari Yudi Ari Wibowo Yusuf Arifka Rahman, Yusuf Arifka Zubaidah, Lailia