Articles

Found 13 Documents
Search

DISTRIBUSI PEMBANGUNAN EKONOMI SEKTORAL DI PROPINSI JAWA TIMUR Suparta, I Made
DIE Vol 5, No 1 (2008)
Publisher : DIE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.578 KB)

Abstract

The purpose of this research is to study distribution of economic development among economic sectors inEastJavaProvince. The data analisys technique uses dispersion analysis with variance method. In the period of 2002-2006, result of the variance analysis shows that distribution of economic development among economic sectors inEastJavaProvinceis getting unbalanced. Keywords: distribution, economic sector, development.
ECONOMIC GROWTH AND PERCAPITA INCOME DISTRIBUTION: CASE STUDY OF EAST JAVA PROVINCE Suparta, I Made
Economic Journal of Emerging Markets Volume 2 Issue 1, 2010
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objective of this paper is of twofold. First, it analyzes the disparity distribution of percapitaincome among regions in East Java Province. Second, it analyzes the correlation beetwen economicgrowth and disparity distribution of percapita income among regions in East Java Province. It usesWilliamson disparity index and Pearson correlation to analyze the data. In the period of 2001-2007,the disparity index shows that distribution of percapita income among regions in East Java Provinceis getting unbalanced and the correlation beetwen economic growth and disparity distributionof percapita income among regions in East Java Province is positive and significant.Keywords: Income per capita, disparity, economic growthJEL classification numbers: O16, O18, O49
JENIS HIASAN TATAHAN BADE Suparta, I Made
Imaji: Jurnal Seni dan Pendidikan Seni Vol 8, No 1 (2010): IMAJI FEBRUARI
Publisher : FBS UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.21831/imaji.v8i1.6651

Abstract

Penelitian tentang Jenis Hiasan Tatahan Bade bertujuan untuk mengetahu: (1) jenis motif pepatran maupun kekarangan yang diterapkan untuk menghias bangunan bade, serta urut-urutannya pada setiap palih/embakan karang; (2) jenis teknik ukiran/tatahan yang dipakai pada setiap motif pepatran/ kekarangan; dan (3) persaman dan perbedaan hiasan maupun tatahan yang ada pada setiap daerah yang dapat dijadikan sebagai ciri khasnya. Motif hias yang beragam dan dijadikan motif bagian pada bangunan bade, tetap memiliki nilai sakral dan akan berlanjut semasih warna/kasta mentaati tradisi leluhurnya serta kewenangan yang diberikan oleh Dalem (raja). Dengan kata lain, semasih acara ngaben menggunkan sarana bade, motif hias dengan berbagai jenis dan bentuknya tetap diperlukan. Motif hias yang ada pada bangunan bade, memiliki hubungan hierarkis yang ganda sesuai dengan konsep desa kala patra. Penempatan motif hias yang ada pada bade adalah bentuk hubungan hirarkis horizontal di antara warna/kasta dalam agama Hindu terhadap Dalem (raja) atas penghargaan yang pernah diberikan. Kata kunci: motif hiasan, upacara ngaben, dan tradisi leluhur
IbM USAHA KERAJINAN PRASI Mudra, I Wayan; Suparta, I Made; Wiwana, I Nyoman
Ngayah : Majalah Aplikasi IPTEKS Vol 6, No 2 (2015): Ngayah
Publisher : Ngayah : Majalah Aplikasi IPTEKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.588 KB)

Abstract

Mitra IbM ini adalah 2 kelompok usaha perajin prasi yaitu kelompok perajin prasi Banjar Wanasari di Desa Talibeng dan kelompok perajin prasi Banjar Sukahat, Desa Lokasari. Keduanya berada di Kecamatan Sideman Kabupaten Kerangasem Bali, lokasinya berjarak sekitar 45km2 dari Kota Denpasar. Tujuan dari program IbM ini adalah ingin menyelesaikan permasalahan-permasalahan prioritas dari banyak permasalahan perajin, baik dari aspek produksi maupun aspek manajemen usaha. Permasalahan dari aspek produksi misalnya desain-desain yang dibuat masih monoton, tetap sama dari tahun ketahun dan kemampuan perajin dalam menggambar wayang dengan baik dan benar rata-rata masih kurang. Program pertama yang dilakukan adalah pengembangan desain. Desain yang berhasil dikembangkan perajin adalah desain kipas, gantungan kunci dan pemisah halaman buku (bookmap). Bahan yang digunakan masih tetap daun lontar dengan teknik menggambar prasi dan menerapkan motif gambar wayang. Metode pelaksanaannya ceramah dan pelatihan. Perajin diberikan pelatihan dan pendampingan membuat desain-desain baru. Program kedua adalah meningkatkan kemampuan softskill perajin dalam menggambar wayang yang baik dan benar yaitu sesuai dengan proporsi dan aturan (pakem) gambar wayang style Bali. Metodenya adalah ceramah dan pelatihan menggambar wayang kepada perajin. Tenaga ahlinya dosen ISI Denpasar yang kompetensinya menggambar wayang. Tingkat keberhasilan program ini dapat dilihat dari kualitas gambar wayang perajin pada produk kipas. Program selanjutnya adalah program pemberdayaan dalam manajemen pemasaran, pembuatan media promosi berupa brosur tentang keberadaan kedua mitra. Brosur dirancang oleh tim pelaksana dan berkoordinasi dengan kedua mitra untuk bisa menampung keinginan-keinginan yang harus tertuang dalam brosur tersebut. Brosur akan disebarkan ke konsumen yang datang langsung, pedagang di tempat wisata, pemerintah daerah dan provinsi, dan lain-lain dengan harapan potensi kerajinan prasi di desa setempat dapat lebih dikenal masyarakat luas. Program selanjutnya adalah program pameran yaitu dengan mengikutsertakan karya-karya perajin dalam kegiatan pameran. Pelaksanaannya adalah karya perajin diikutsertakan pada pameran 17 Agustus 2015 pada Stand ISI Denpasar di Taman Budaya Denpasar.  
ANYAMAN DAUN RONTAL DAN UKIR KAYU Suparta, I Made; Suardina, I Nyoman; Astuti, Ni Made Rini
Ngayah : Majalah Aplikasi IPTEKS Vol 8 No 1 (2017): Ngayah
Publisher : Ngayah : Majalah Aplikasi IPTEKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.588 KB)

Abstract

PEMBERDAYAAN POTENSI MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA BUDAYA DI DESA TENGANAN, KECAMATAN MANGGIS KABUPATEN KARANGASEM, BALI Puja, I Nyoman; Astariyani, Ni Luh Gede; Suparta, I Made; Siti, Ni Wayan
Ngayah : Majalah Aplikasi IPTEKS Vol 7 No 1 (2016): Ngayah
Publisher : Ngayah : Majalah Aplikasi IPTEKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.588 KB)

Abstract

Desa Tenganan dan Tenganan Dauh Tukad merupakan desa di Kecamatan Manggis Kabupaten Karangasem.Penduduk desa ini memiliki beberapa tradisi unik yang diwarisi secara turun-temurun diantaranya perang pandan, perang biu (pisang), dan prosesi perkawinan. Kerajinan merupakan salah satu mata pencaharian untuk menopang kehidupan masyarakat Tenganan Keunikan adat tradisi hidup masyarakat desa Tenganan telah menjadi atraksi wisata yang sangat menarik bagi wisatawan, sehingga menjadi paket wisata budaya unggulan di Bali. Namun demikian, partisipasi masyarakat dalam industri wisata tersebut terbatas pada menjadi objek saja sehingga tidak mendapatkan manfaat yang signifikan. Kondisi ini menuntut adanya upaya menentukan strategi khusus dan langkah-langkah dalam membangun perekonomian masyarakat. Strategi yang ditempuh adalah melalui pemberdayaan segenap potensi masyarakat secara sinergis, holistik dan berkelanjutan sehingga program yang dilakukan dapat berjalan secara efektif dan produktif. Metode yang digunakan dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat ini, diantaranya : (1) Penyuluhan, (2) Pelatihan, dan (3) Pendampingan. Pendekatan yang digunakan, yaitu: (1) model partisipatory rural appraisal (PRA), (2) model entrepreneurship capacity building (ECB), (3) model teknologi transfer (TT) dan (4) model informasi teknologi (IT). Secara umum dari keseluruhan kegiatan yang dilakukan yaitu:  (1) Sosialisasi dengan Pemda dan Masyarakat; (2) Pengembangan Desa Wisata Budaya; (3) Pengembangan Kerajinan Ate; (4) Revisi dan penulisan awig-awig desa adat.  Pengembangan desa budaya telah berhasil membentuk dan menguatkan ketrampilan kelompok pengelola pariwisata desa budaya Tenganan serta tercipta paket wisata trekking.  Kelompok pengrajin ate telah berhasil membuat variasi desain kerajinan yang inovatif serta hasil produk dengan finishing sesuai standard. Revisi dan penulisan awig-awig sudah menghasilkan draft awig-awig untuk selanjutnya disempurnakan dan ditulis dalam aksara Bali. Hasil evaluasi pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa program IbW mendapatkan respon yang sangat positif dari pihak terkait dalam pemberdayaan masyarakat.
STRATEGI PENINGKATAN PERTUMBUHAN EKONOMI MELALUI ANALISIS SEKTOR BASIS DI KOTA BATU PERIODE 2010-2014 suparta, i made; Nasution, Yohan
JEB17: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 3, No 01 (2018)
Publisher : JEB17: Jurnal Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.752 KB)

Abstract

ABSTRAKThis research entitled "Strategy of Increasing Economic Growth Through Analysis of Base Sector In Stone Town Period 2010-2014". The purpose of this study is to determine the potential of the region and determine how the steps should be taken in increasing local revenue through the maximization of potential areas owned by the City of Batu. In taking the conclusion of any economic sector that gives real contribution and influence the economic growth that happened in Batu Town, in turn used location quotient analysis method (LQ) and shift-share to obtain concrete data in order to deepen understanding of potential sector owned and knowing shift Economic structure that occurred. This research uses source data in the form of PDRB data. Based on the calculation results through LQ and shift-share analysis, it is known that Batu City has a potential sector. It is also known that Batu Citys economy has undergone a shift in structure from the primary sector to the secondary as well as tertiary where in the formation of GRDP continue to increase from year to year and clearly shows a higher growth rate when compared with the primary sector. Keywords: Base Analysis, Shift-Share Analysis, Economic Structure Shift Theory
Peningkatan Kualitas dan Kuantitas Produksi Sepatu dengan Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna Suparta, I Made; Ratnawati, Tri; Suparno, Suparno
JPM17: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.188 KB) | DOI: 10.30996/jpm17.v3i2.1617

Abstract

There are 50 (twenty) households in Desa Kemasan that produce shoes such as Mr.Lukman Hakim in Kemasan Village and Mr. Putut Hardiyanto in Junwangi Village, where theyare gathered in the "Home of Shoe Industry" group. Business Partners are very hopeful toincrease their production and can make this household business become the main business.Some of the problems faced are business management that is still simple, marketing is stillin the form of orders and deposited around, the production process is done manually, andpackaging is less attractive. Based on these conditions, we offer a solution that is by providingappropriate technology in the form of shoe presses, plong machine and skilled small businessmanagement, marketing management and simple financial management.
PEMAKAIAN BAHASA OLEH MASYARAKAT BUGIS DI DESA SENGANAN, TABANAN, BALI Suparta, I Made; Kardana, I Nyoman
KULTURISTIK: Jurnal Bahasa dan Budaya Vol 1, No 1 (2017): Juli 2017
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/kulturistik.1.1.214

Abstract

[Title: The language use by Bigesnese community at Senganan Village, Tabanan, Bali] This research is about language use by the Bugisnese community at Senganan Village, Penebel District, Tabanan as a minority ethnic group in Bali. The research discusses the use of languages among the different domains and factors causing the language shift at Senganan Village. Theory used in this research is the theory of bilingualism, the theory of language choice and the theory of language shift. The result shows that the use of Bugisness language is not found on different observed domains, such as domains family, religion, neighborhood, administration, and education. The use of Balinese and Indonesian dominated their language uses in all domains. Thus, it can be concluded that Bugisnese language is not used anymore by the community or its use has already shifted. The factors causing the shift of Bugisnese language at the village is internally related to the attitude of the speakers covering unsustainable transfer of the mother tongue and the unfaithfulness to the mother tongue, and externally it deals with the factor consisting of geographic environment of the village surrounded by villages of which people mostly speak Balinese language.
PENGARUH PERTUMBUHAN EKONOMI, JUMLAH ANGKATAN KERJA, DAN INFLASI TERHADAP TINGKAT PENGANGGURAN DI PROVINSI JAWA TIMUR (2007-2016) anshori, zulkifli; SUPARTA, I MADE
JEB17: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 3, No 02 (2018)
Publisher : JEB17: Jurnal Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.583 KB)

Abstract

ABSTRAKThe problem of unemployment is a common problem experienced by various countries and regions even though it triggers social problems including criminal acts in the economy. This situation can reduce people's living standards. If the low unemployment rate means that the standard of living of the people increases and encourages the economy to grow. The solution to overcoming the problem of unemployment focuses not only on a small portion (micro) but also mostly / entirely (macro). Decisions that must be focused include rising prices / inflation, human resources and triggering a growing economy. The following research analyzes the magnitude of the influence of economic growth, the number of labor force, and inflation on unemployment in East Java. Analysis with the aim of knowing how the variables of economic growth, the number of labor force, inflation affect the unemployment rate variable in East Java so that later it can be used as one of the basis for determining decisions in reducing unemployment in East Java. The data used in this study are secondary data obtained from the Central Statistics Agency (BPS) and browsing internet websites as supporters. In this analysis using the method of multiple linear regression analysis that produces how much influence the economic growth, the number of labor force, and inflation on the unemployment rate in East Java. From the results of this study using a multiple linear regression analysis method obtained an alternative hypothesis (Ha) that is there is no significant effect of economic growth on unemployment in East Java, there is a significant effect on the number of unemployed labor force in East Java, and there is a significant effect of unemployment inflation in East Java.    Kata kunci:  pertumbuhan  ekonomi, angkatan kerja,  inflasi, pengangguran