Kasmadi Imam Supardi
Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Semarang Gedung D6 Lantai 2 Kampus Sekaran Gunungpati Semarang, 50229, Telp. (024)8508035

Published : 38 Documents
Articles

Found 38 Documents
Search

Sintesis Biodiesel dari Minyak Limbah Biji Karet sebagai Sumber Energi Alternatif

Jurnal Manusia dan Lingkungan (Journal of People and Environment) Vol 18, No 1 (2011)
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biji karet hanya ditemukan sebagai limbah padat dan belum termanfaatkan sepenuhnya. Minyak limbah biji karet yang digunakan dalam penelitian ini mengandung asam lemak bebas yang tinggi, yaitu 97,77% dan mempunyai bilangan asam yang tinggi pula yaitu setara dengan 6,2 mg KOH g minyak, sehingga perlu dilakukan esterifikasi untuk menurunkan kandungan asam lemak bebasnya menjadi ester. Metanol (20% volume minyak) direaksikan dengan minyak limbah biji karet dengan katalis asam sulfat 98% (0,5% volume minyak) menjadi ester. Dalam operasi reaksi transesterifikasi, digunakan variasi optimasi katalis yaitu pada 0,5% sampai 1,5% KOH dengan suhu operasi 60 o C dalam perbandingan metanol dengan minyak 1:3 (volume), dan dengan kecepatan pengadukan yang sama, didapatkan konsentrasi metil ester yang baik pada katalis 0,75%. Uji fisis minyak limbah biji karet hasil reaksi transesterifikasi adalah Specific Gravity 0,9000, Density 919,5, Korosi Lempeng Tembaga 1b, CCR 1,361% W, Kadar Air 0,22%, Viscosity 11,53mm 2 /s, dan Flash Point 182,5 o C. Hasil uji fisis menunjukkan belum semua parameter metil ester atau biodiesel memenuhi standar biodiesel. Hasil uji Performance unjuk kerja menunjukkan biodiesel yang dicampur solar dengan perbandingan volume 20:80 memberikan hasil emisi gas buang paling bersih dan waktu pembakaran yang paling lama.

KESEHATAN SEKOLAH, SUMBER DAYA MANUSIA, PRESTASI AKADEMIK, DAN KEEFEKTIFAN SMP STANDAR NASIONAL

Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 17, No 5 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.955 KB)

Abstract

Abstract: School Health, Human Resources, Scholastic Achievement, and Effectiveness of National Standard Junior High Schools. The study explores the effects of school health, human resources, and scholastic achievement of students on the effectiveness of the national standard Junior High schools in Semarang. The population includes all teachers from fifteen junior high schools in Semarang catego­rized as national standard, while a representative sample is taken randomly from a population in each school. Data of the health of school and the education staff are collected from perception of respondents in Semarang through questionnaires, while data of the scholastic achievement is collected from the document of the national exam scores. The data are analyzed using second order confirmatory factor analysis from linear structure relationship statistical program (LISREL). The result of the study shows that the total influence of the human resources and the school health on the scholastic achievement of students is 63.81%. The scholastic achievement of the national standard schools is good for all lessons, including mathematics and natural sciences. Abstrak: Kesehatan Sekolah, Sumber Daya Manusia, Prestasi Akademik, dan Keefektifan SMP Standar Nasional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap pengaruh kesehatan sekolah, sumber daya manusia, dan prestasi akademik bagi keefektifan sekolah standar nasional negeri di kota Semarang. Populasi penelitian ini lima belas SMP Negeri Standar Nasional di kota Semarang dengan seluruh gurunya, sedangkan sampel secara acak diambil 30% dari populasi guru yang mewakili tiap-tiap sekolah. Kese­hatan sekolah dan sumber daya manusia menurut persepsi guru SMP Negeri Standar Nasional di Kota Semarang diungkap dengan angket. Sementara, prestasi akademik diungkap dari dokumen nilai ujian nasional tahun terakhir. Analisis data dilakukan dengan teknik confirmatory factor analysis second order dari program statistik linear structure relationship (LISREL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh sumber daya manusia dan kesehatan sekolah secara bersama-sama terhadap prestasi akademik adalah 63,81%. Prestasi akademik rata-rata nilai ujian nasional siswa SMP Negeri Standar Nasional dalam kategori baik untuk empat mata pelajaran termasuk Matematika dan IPA.

PENDIDIKAN SAINS: IBADAH UNTUK MELESTARIKAN KEMAMPUAN LINGKUNGAN YANG MENDUKUNG PEMBANGUNAN

Indonesian Journal of Conservation Vol 1, No 1 (2012): IJC
Publisher : Indonesian Journal of Conservation

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Human beings are special and chosen creatures. Special from their body composition, and chosen because thei are given the duty as leaders to prosper the Earth. As a leader, human beings are given the intelligence and by using their intelligence they are able to master science. The application of science is technology. Technology can be used to preserve their environmental ability, which means with science and technology human beings can prosper the Earth, but vice versa there are science and technology applications which bring harm to the environment, if it is not build based on religious values. In developing the nature, human beings cannot preserve the environment or preserving the environmental balance, because ecologically the use of natural resources for the development is a disturbance itself towards the environmental balance. Therefore, the one thing that human beings can preserve is the environmental ability to support the development as well as a better living. In order to do so, it is substantially important to have human beings who are capable of managing the environment, those who posses a loving character as well as scientific knowledge about nature.Manusia adalah makhluk istimewa dan makhluk pilihan.  Istimewa dalam susunan tubuhnya, dan makhluk pilihan karena diberi tugas sebagai khalifah untuk memakmurkan bumi. Sebagai khalifah, manusia diberi akal dan dengan akalnya manusia bisa menguasai sains. Aplikasi sains adalah teknologi. Teknologi bisa dimanfaatkan untuk melestarikan kemampuan lingkungan, artinya dengan sains dan teknologi, manusia bisa memakmurkan bumi, namun bisa sebaliknya, ada aplikasi sains dalam teknologi yang bisa merusak kemampuan lingkungan, jika tidak didasari oleh nilai-nilai agama. Dalam pembangunan di alam, manusia tidak bisa melestarikan lingkungan atau melestarikan keseimbangan linkungan, karena secara ekologi penggunaan sumber daya alam untuk pembangunan adalah gangguan terhadap kesetimbangan lingkungan. Jadi, yang bisa dilestarikan oleh manusia ialah kemampuan lingkungan untuk mendukung pembangunan dan tingkat hidup yang lebih baik. Untuk itu diperlukan manusia pengelola lingkungan yang baik, yakni mereka yang memiliki akhlak yang baik dan memiliki pengetahuan tentang sumberdaya alam yang memadai.

PENGARUH PENGGUNAAN ARTIKEL KIMIA DARI INTERNET PADA MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA SMA

Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 4, No 1 (2010): January 2010
Publisher : Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) adalah suatu modelpembelajaran yang memusatkan pada pengajaran dan keterampilan pemecahan masalahyang diikuti dengan penguatan keterampilan. Penambahan sumber belajar dengan artikelkimia dari internet dapat menambah kemampuan berpikir kritis dan pengetahuan siswa,sehingga berpengaruh lebih baik terhadap hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalahmengetahui ada tidaknya pengaruh penggunaan artikel kimia dari internet pada modelpembelajaran CPS terhadap hasil belajar kimia siswa kelas XI SMA N I Gombong padamateri kelarutan dan hasil kali kelarutan. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelasXI IPA di SMA Negeri 1 Gombong tahun ajaran 2008/2009. Metode penelitian mengambilbentuk eksperimen. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metodedokumentasi, tes, angket, dan observasi. Analisis data dilakukan dengan statistik parametrik,uji korelasi biserial, dan deskriptif kualitatif. Hasil uji hipotesis ini membuktikan penggunaanartikel kimia dari internet berpengaruh terhadap hasil belajar kimia materi kelarutan danhasil kali kelarutan. Kata kunci: creative problem solving, artikel, internet

KEEFEKTIFAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS BERBANTUAN LEMBAR KERJA SISWA PADA PEMBELAJARAN KIMIA

Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 8, No 2 (2014): July 2014
Publisher : Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Science process skills approach needed in effective chemistry learning. This can be done with the help of student learning media such as student worksheets which contribute to the development of students independence, skills, affective, cognitive, and psychomotor and personal abilities of students and further developed in the group, especially on the practical implementation. This study aims to determine the effectiveness of the chemistry teaching science process skills approach with worksheets assisted that is applied to the teaching process of SMA N in Pemalang. The study design was a pretest and posttest control group. Samples were choosen by cluster random sampling technique, so the experimental class using science process skills approach aided student worksheets while the control class without learning science process skills approach. Data analysis used the left-mean difference test and t-test, cognitive learning outcomes were analyzed with statistical parametric, whereas the affective aspect, psychomotor and science process skills, were analyzed descriptively. The effectiveness of treatment is known from the results of gain test that using student’s pretest and posttest data. The gain results of the analysis of cognitive test is 0.79 for experimental class with a high criterion that indicates the level of understanding students are significantly different (high). The conclusion of this research is science process skills approach aided worksheets effectively to the achievement of student learning outcomes with classical learning completeness 86.09%.Keywords: Learning Effectiveness, Science Process Skills, Student Worksheets

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KIMIA DENGAN PENDEKATAN PROJECT-BASED LEARNING

Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 8, No 1 (2014): January 2014
Publisher : Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The low learning outcome chemistry mainly caused by the learning process did not  provide the opportunity for students to gain learning experience. The purpose of this research was to improve student learning outcomes with Project-Based Learning approach. This study was a class action (Class-Room Action Research). This study was conducted in two cycles, each cycle consisting of planning, action, observation, and reflection. The focus of this research was improving student learning outcomes. The data collection techniques used were technical documentation, observation and tests. Research was successful if at least 23 of the 30 students scored more than 75. The results showed that the application of Project-Based Learning approach can improve learning outcomes. Research data completeness cognitive learning outcomes cycle I was 23 of the 30 students completed, affective domain was 23 of 30 students completed and psychomotor domains was 27 of 30 students completed. Research data completeness cognitive learning outcomes cycle II was 26 of 30 students completed, the affective domain was 24 of the 30 students completed and psychomotor domains was 26 of the 30 students completed. This means that the indicator set had achieved success on the cycle II. From the research, it was concluded that implementing Project-Based Learning approach could improve student learning outcomes of chemistry.Keywords: Learning Outcome, Project-Based Learning, Purifying Of Table Salt 

PENGARUH MODEL TEAM GAMES TOURNAMENT MEDIA TOURNAMENTQUESTION CARDS TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI HIDROKARBON

Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 7, No 2 (2013): July 2013
Publisher : Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was conducted to find out the effect of Team Games Tournament teaching model using Tournament-Question Cards, toward the learning outcomes of a Senior High School (SHS) in Semarang on hydrocarbon and crude oil subjects. The initial observation result showed that their learning outcomes was still low as 55,78%. The population was X grader of a SHS in Semarang for the academic years 2011/2012. The sample was X-3 grader students as the control and X-4 grader as the experimental, which were selected using cluster random sampling method. Team Games Tournament teaching model using Tournament-Question Cards were applied in the  experimental class, while the conventional teaching model were used in the control class. Based on the facts, the average of post test result from the experiment class was 83,96 and the control class was 75,56. The experiment class and the control class post test grades were distributed normally and had the same variants, whereas on the one-sample t-test result was t count (3,61) > t table (2,02)  which mean the average grade of experiment was better than the control class. Hypothesis testing used were biserial correlation coefficient and coefficient of determination obtained rb =0,618 and the influence 38,15%. It can be concluded that there is a significant correlation between Team Games Tournament teaching model using Tournament-Question Cards toward the learning outcomes of X grader of SHS in Semarang on hydrocarbon and crude oil subjects, with influence 38,15%.Key Words: Tournament-Question Cards media 

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MEA DAN REACT PADA MATERI REAKSI REDOKS

Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 9, No 1 (2015): January 2015
Publisher : Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap adanya perbedaan hasil belajar siswa yang diberi pembelajaran MEA dan REACT pada materi reaksi oksidasi reduksi, dan hasil belajar mana yang lebih baik di antara keduanya. Penelitian dilaksanakan di suatu SMA Negeri di Pekalongan tahun ajaran 2013/2014 dengan populasi seluruh siswa kelas X MIPA. Sampel diambil menggunakan teknik cluster random sampling, karena populasi berdistribusi normal dan homogen. Desain penelitian yang digunakan adalah pretest-posttest group design. Pengambilan data dilakukan dengan metode tes, observasi, dan dokumentasi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa adanya perbedaan rata-rata nilai post-test antara kelas eksperimen 1 dan kelas eksperimen 2 setelah keduanya diberikan perlakuan yang berbeda pada materi yang sama. Hasil belajar kognitif diperoleh dari pretest dan posttest masing-masing kelas eksperimen. Hasil menunjukkan adanya peningkatan dari skor pretest dan posttest pada kedua kelas eksperimen tersebut dengan nilai rata-rata pretest kelas eksperimen 1 (MEA) 34 meningkat menjadi 74 pada posttest dan kelas eksperimen 2 (REACT) 39 meningkat menjadi 84,97. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran MEA dan REACT dapat meningkatkan hasil belajar. Hasil belajar kimia aspek kognitif yang diberi pembelajaran REACT lebih baik dibandingkan yang diberi pembelajaran MEA.This study aims to reveal the difference in learning outcomes of students who were given learning material MEA and REACT on oxidation-reduction reactions, and which one is better between the two models. The experiment was conducted in a Senior High School in Pekalongan academic year 2013/2014 with the entire population of students of science class grade X. Samples were taken using cluster random sampling technique, because of the normal distribution and homogenous population. Design research is pretest-posttest group design. Data collection was performed by the method of testing, observation, and documentation. The result showed that the average difference between the value of post-test experimental class 1 and class 2 after the second experiment are given different treatment on the same material. Cognitive learning results were obtained from the pretest and posttest each class experiment. Results showed an increase of pretest and posttest scores in both the experimental class with an average value pretest experiment class 1 (MEA) 34 increased to 74 in the posttest and experimental class 2 (REACT) 39 increased to 84.97. Based on the results of this study, it can be concluded that the implementation of MEA and REACT learning models can improve learning outcomes of students. Student learning outcomes in the cognitive aspects of chemistry REACT was better than by MEA.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBING-PROMPTING BERBASIS ACTIVE LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETERCAPAIAN KOMPETENSI SISWA

Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 10, No 1 (2016): January 2016
Publisher : Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah model pembelajaran probing- prompting berbasis active learning dapat meningkatkan ketercapaian kompetensi siswa pada materi hidrokarbon kelas X di suatu MAN di Kota Magelang tahun ajaran 2013/2014. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah pretest–posttest one group design. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode dokumentasi, tes, dan observasi. Uji yang digunakan untuk menganalisis data adalah uji ketuntasan data hasil belajar dan uji peningkatan hasil belajar. Uji ketuntasan data hasil belajar menunjukkan nilai t-hitung 3,994 sementara pada t-kritis 2,03 yang berarti hasil belajar kelompok eksperimen setelah perlakuan lebih besar dari 75 atau telah mencapai ketuntasan belajar. Uji peningkatan hasil belajar menunjukkan nilai t-hitung 36,6783 sementara t-kritis 2,03 yang berarti ada peningkatan hasil belajar pada kelompok eksperimen setelah diberi perlakuan. Berdasarkan hasil penelitan dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran probing-prompting berbasis active learning dapat meningkatkan ketercapaian kompetensi siswa pada materi hidrokarbon.The purpose of this research is to determine whether learning models prompting probing-based active learning can improve students achievement of the competence of the hydrocarbon material in class X at MAN Magelang 1 academic year 2013/2014. The design used in this study is the one-group pretest-posttest design. Sampling was done by cluster random sampling technique. Collecting data in this research is using the method of documentation, testing, and observation. Tests were used to analyze the data is the data completeness test learning outcomes and test learning outcome. Test mastery learning outcomes data demonstrate the value of t-test 3.994 while the critical t of 2.03 which means that the results of the experimental study class after treatment greater than 75 or have attained mastery learning. Test results of study showed an increase in the value of t count 36.6783 while the t-critical of 2.03 which means that there is an increase in learning outcomes in the experimental class after being given treatment. Based on the results of research it can be concluded that probing-prompting learning model based active learning can improve students achievement of the competence of the hydrocarbon material.

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR HIDROLISIS GARAM BERMUATAN KARAKTER BERBASIS INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA

Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 10, No 2 (2016): July 2016
Publisher : Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berpikir kritis merupakan salah satu kemampuan berpikir tingkat tinggi yang sangat penting diajarkan kepada siswa.Inkuiridapatdijadikansebagaisalahsatupendekatan yang dapatmewadahipengembangankemampuanberpikir kritis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar hidrolisis garam bermuatan karakter berbasis inkuiri terbimbing untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan desain one-group pre-test post-test design. Prosedur pengembangan yang digunakan meliputi (1) pendefinisian (define), (2) perencanaan (design), (3) pengembangan (develop). Subjekimplementasi pada penelitianiniadalahsiswakelas XI SMANegeri 1 Mandor (Kalimantan Barat)tahunpelajaran 2014/2015.Instrumen dalam penelitian ini meliputi: (1) instrumen lembar wawancara guru (analisis kebutuhan); (2) instrumen penilaian/uji ahli terhadap produk bahan ajar yang dikembangkan; (3) instrumen soal tes kemampuan berpikir kritis siswa materi hidrolisis garam; (4) instrumen lembar observasi afektif siswa; (6) instrumen lembar observasi psikomotor siswa; dan (7) instrumen lembar angket respon siswa.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa bahan ajar hidrolisis garam bermuatan karakter berbasis inkuiri terbimbing yang dikembangkan memenuhi kriteria valid dan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa secara signifikan, serta mendapat respon positif dari siswa.