Articles
21
Documents
EKSISTENSI CACING TANAH PADA LINGKUNGAN BERBAGAI SISTEM BUDIDAYA TANAMAN

Prosiding Seminar Biologi Vol 8, No 1 (2011): Seminar Nasional VIII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.082 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini sebagai langkah awal untuk meneliti peran cacing tanah terhadap hara N dan C didaerah berkapur. Penelitian dilakukan pada musim penghujan dilahan berbagai system budidaya tanaman yang meliputi 13 SPL tanaman: (1) jati, (2) mahoni, (3) sengon, (4) akasia, (5) jati, akasia, (6) jati, jambumete, (7) mahoni, ketela pohon, (8)tebu, (9) kacang tanah, (10) jagung, (11) sawah irigasi, (12) sawah tadah hujan dan (13) lahan terlantar/semak. Lokasi penelitian pada lahan tanah berkapur dengan kemiringan 0- 15 %., Sampel cacing tanah diambil secara manual dengan menggunakan metode monolit (25 x 25 x 30 cm3). Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan mengenai eksistensi cacing tanah ditinjau dari kepadatan dan biomasa cacing tanah pada lingkungan berbagai system budidaya tanaman dilahan berkapur. Kepadatan populasi cacing tanah yang tertinggi adalah 176 individu/m2 pada budidaya tanaman Kacang Tanah. Sedang kepadatan populasi cacing tanah terendah dari 13 SPL didapatkan pada budidaya tanaman Sengon yaitu 16 individu/ m2. Untuk biomasa tertinggi ada pada budidaya tanaman Akasia yaitu 112,32 gram/m2 dan yang terendah ada pada polikultur jati-akasia 4,64 gram/m2. Kesimpulan yang didapat pada hasil penelitian adalah: (1) ada perbedaan eksistensi cacing tanah pada berbagai sistem budidaya tanaman di lahan berkapur ditinjau dari kepadatan dan biomasa. (2) Perbedaan eksistensi cacing tanah pada berbagai system budidaya tanaman dilahan berkapur disebabkan oleh perbedaan iklim mikro dan kualitas seresah Kata kunci : Eksistensi cacng tanah, system budidaya tanaman

EKSISTENSI CACING TANAH PADA LINGKUNGAN BERBAGAI SISTEM BUDIDAYA TANAMAN

Prosiding Seminar Biologi Vol 8, No 1 (2011): Seminar Nasional VIII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.082 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini sebagai langkah awal untuk meneliti peran cacing tanah terhadap hara N dan C didaerah berkapur. Penelitian dilakukan pada musim penghujan dilahan berbagai system budidaya tanaman yang meliputi 13 SPL tanaman: (1) jati, (2) mahoni, (3) sengon, (4) akasia, (5) jati, akasia, (6) jati, jambumete, (7) mahoni, ketela pohon, (8)tebu, (9) kacang tanah, (10) jagung, (11) sawah irigasi, (12) sawah tadah hujan dan (13) lahan terlantar/semak. Lokasi penelitian pada lahan tanah berkapur dengan kemiringan 0- 15 %., Sampel cacing tanah diambil secara manual dengan menggunakan metode monolit (25 x 25 x 30 cm3). Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan mengenai eksistensi cacing tanah ditinjau dari kepadatan dan biomasa cacing tanah pada lingkungan berbagai system budidaya tanaman dilahan berkapur. Kepadatan populasi cacing tanah yang tertinggi adalah 176 individu/m2 pada budidaya tanaman Kacang Tanah. Sedang kepadatan populasi cacing tanah terendah dari 13 SPL didapatkan pada budidaya tanaman Sengon yaitu 16 individu/ m2. Untuk biomasa tertinggi ada pada budidaya tanaman Akasia yaitu 112,32 gram/m2 dan yang terendah ada pada polikultur jati-akasia 4,64 gram/m2. Kesimpulan yang didapat pada hasil penelitian adalah: (1) ada perbedaan eksistensi cacing tanah pada berbagai sistem budidaya tanaman di lahan berkapur ditinjau dari kepadatan dan biomasa. (2) Perbedaan eksistensi cacing tanah pada berbagai system budidaya tanaman dilahan berkapur disebabkan oleh perbedaan iklim mikro dan kualitas seresah Kata kunci : Eksistensi cacng tanah, system budidaya tanaman

PENGARUH KEPADATAN CACING TANAH TERHADAP EMISI CO2 mesocosm PADA KONVERSI LAHAN HUTAN KE PERTANIAN

Prosiding Seminar Biologi Vol 10, No 1 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.431 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1)  pengaruh Sistem Penggunaan Lahan  terhadap kepadatan cacing tanah, (2)  pengaruh  kepadatan cacing tanah terhadap emisi CO2 mesocosm (3) kontribusi kepadatan cacing  terhadap emisi CO2  mesocosm.  Lokasi  penelitian Didaerah Gondangrejo dengan enam Sistem Penggunaan Lahan yaitu: (1) Hutan, (2) Agroforestri Kompleks, (3) Agroforestri Sederhana, (4) Monokultur Jati, (5) Polikultur Jati-Akasia dan (6) Tanaman semusim kacang tanah. Penelitian ini bersifat eksploratif-deskriptif-eksperimental. Inventori cacing tanah dilakukan dengan metode handsorting dengan monolit dari enam Sistim Penggunaan Lahan tersebut diatas. Data penelitian dianalisis secara kuantitatif  menggunakan metode statistik dengan   alat bantu  SPSS 0.16.Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) Sistem Penggunaan lahan berpengaruh signifikan (p<0,05) terhadap kepadatan cacing tanah musim penghujan dan berpengaruh sangat signifikan (sig<0.01) terhadap kepadatan cacing  tanah musim kemarau , (2) Kepadatan cacing tanah berpengaruh sangat signifikan (sig<0,01) terhadap emisi CO2mes vegetatif dan emisi CO2 mesocosm total, (3) Kontribusi kepadatan cacing tanah musim hujan memberikan kontribusi sangat kecil yaitu pada emisi CO2 mes vegetatip 1,8 % sedang pada emisi CO2mes  total 6,3 %, sedang kontribusi kepadatan cacing kemarau memberikan kontribusi lebih besar yaitu pada emisi CO2 mes veg 71,8 % dan pada emisi CO2 mes total 49,7 %    Keyword: cacing tanah,emisi CO2mesocosm.

PREDIKSI PENGARUH AKTIVITAS ASAM ORGANIK HASIL DEKOMPOSISI BERBAGAI SUMBER BAHAN ORGANIK TERHADAP Fe, Al DAN KETERSEDIAAN P Dl Oxic Dystrudept

Sains Tanah - Jurnal Ilmu Tanah dan Agroklimatologi Vol 1, No 2 (2002)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

N/A

POTENSI EMISI N2O DARI BERBAGAI JENIS TANAH YANG DIBERI BAHAN OGANIK

Sains Tanah - Jurnal Ilmu Tanah dan Agroklimatologi Vol 10, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Agriculture, Sebelas Maret University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

N/A

Dampak Abu Vulkanik Erupsi Gunung Kelud dan Pupuk Kandang terhadap Ketersediaan dan Serapan Magnesium Tanaman Jagung di Tanah Alfisol

Sains Tanah - Jurnal Ilmu Tanah dan Agroklimatologi Vol 11, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Agriculture, Sebelas Maret University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The impact of Volcanic Ash of Kelud Eruption and Manure on Availability and Magnesium Uptake of Corn in Alfisols. Impact of fresh volcanic ash on soil fertility is rarely studied mainly on nutrient availability, uptake and on plant growth. Fresh volcanic ash is primary mineral that takes time and agents such as organic materials to mineralized before it contribute to soil fertility. This study aimed to study the effect of the thickness of fresh volcanic ash of Kelud Mountain and dosage of manure on availability and uptake of Magnesium and chlorophyll content of corn in Alfisol. This is greenhouse experiment arranged in factorial completely randomized design with two treatment. The first factor is the thickness of volcanic ash: 0, 2. 4, and 6 cm, and the second factor is the dosage of manure: 0, 2 and 4 tonha-1, each treatment combination was repeated 3 times. Variables observed include exchangable-Mg , Mg uptake, and chlorophyll content of corn. The results showed that there is no interaction effect of volcanic ash and manure on exchangable-Mg, Mg uptake and chlorophyll content of corn. This proved that they affect nutrient availability in different ways. Both volcanic ash of Kelud eruptionas as well as manure increase exchangable-Mg, especially at 6 cm thickness of volcanic ash treatment, Mg-uptake and  chlorophyll content of corn leaf independently. There was a relationship between exchangable-Mg and chlorophyll content in the leaves.

Pengaruh Imbangan Pupuk Anorganik dan Pupuk Sipramin terhadap Ketersediaan P dan K serta Hasil Tanaman Padi (Oryza sativaL.) pada Vertisols (Musim Tanam II)

Sains Tanah - Jurnal Ilmu Tanah dan Agroklimatologi Vol 9, No 2 (2012)
Publisher : Faculty of Agriculture, Sebelas Maret University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Title : The Effect of Equally Inorganic Fertilizers and Sipramin on Availability  of P and K and the yield of paddy (Oryza sativa L.) at Vertisols (Plant Season II). This field research conducted from march-august 2005, in Tambakkromo Village, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi.The aim of this research was to know the effect of sipramin on availability  of  P and K and the yield of paddy at second plant season. This field experiment used Randomized Complete Block Design with  one factor, consist of 20 treatment, that is: P1 (Sipramin Amina 2000 l.ha-1), P2 (Sipramin Amina 4000 l.ha-1), P3 (Sipramin Amina 2000 l.ha-1 and NPK fertilizer), P4 (Sipramin Amina 2000 l.ha-1 and PK fertilizer), P5 (Sipramin Amina 4000 l.ha-1 and PK fertilizer), P6 (Sipramin Bagitani 2000 l.ha-1), P7 (Sipramin Bagitani 4000 l.ha-1), P8 (Sipramin Bagitani 2000 l.ha-1 and NPK fertilizer), P9 (Sipramin Bagitani 2000 l.ha-1 and PK fertilizer), P10 (Sipramin Bagitani 4000 l.ha-1 and PK fertilizer), P11 (Sipramin Orgami 2000   l.ha-1), P12 (Sipramin Orgami 4000 l.ha-1), P13 (Sipramin Orgami 2000 l.ha-1 and NPK fertilizer), P14 (Sipramin Orgami 2000 l.ha-1 and PK fertilizer), P15 (Sipramin Orgami 4000 l.ha-1 and PK fertilizer), P16 (Sipramin Saritana 2000 l.ha-1), P17 (Sipramin Saritana 4000 l.ha-1), P18 (Sipramin Saritana 2000 l.ha-1 and NPK fertilizer), P19 (Sipramin Saritana 2000 l.ha-1 and PK fertilizer), P20 (Sipramin Saritana 4000 l.ha-1 and PK fertilizer). F-test or Kruskal-Wallis test 1% and 5% was used to know the effect of treatment on experimental result. Duncan multiple range test 5% is used for comparing inter-treatment. For finding out the relation between primary dependent variable and secondary dependent one it is used correlation test. The result of this research indicates that sipramin fertilizer within dose 2000-4000 l.ha-1, with or without N, P, and K fertilizer added, increasing the P and K availability on the soil at the same range with inorganic fertilizer’s used (control) and the apllication of sipramin has a significant effect on yield of paddy, that is, the rice weight per plot. The highest available-P on Bagitani apllication, dose 4000 l/ha with P and K fertilizer added (P10), that is, 0,045%; 0,024% higher than control. The highest available-K on Saritana apllication, dose 2000 l/ha with N, P and K fertilizer added (P10), that is, 0,030%; 0,018% higher than control. Sipramin Saritana 2000 l.ha-1  with N, P, and K fertilizer added (P18) give the highest on yield of paddy, that is, the average rice weight per plot is 4,88 kg, of 0,46 kg higher than control. Equals with 511 kg.ha-1.

PEMANFAATAN LIMBAH PADAT INDUSTRI KERTAS (SLUDGE) SEBAGAI BAHAN KOMPOS DALAM PENINGKATAN KESUBURAN TANAN ENTISOL

Sains Tanah - Jurnal Ilmu Tanah dan Agroklimatologi Vol 1, No 1 (2001)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

N/A

SKRENING KENDALA KEHARAAN TANAMAN KACANG TANAH DI TANAH LATOSOL

Sains Tanah - Jurnal Ilmu Tanah dan Agroklimatologi Vol 1, No 1 (2001)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

N/A

SISTEM TUMPANGSARI DAN INTEGRASI TERNAK TERHADAP PERUBAHAN SIFAT FISIK DAN KIMIA TANAH DI TANAH LITOSOL

Sains Tanah - Jurnal Ilmu Tanah dan Agroklimatologi Vol 10, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Agriculture, Sebelas Maret University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lokasi penelitian terletak di Desa Geneng Duwur, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah dengan jenis tanah Litosol. Lokasi penelitian terletak antara 7º23’10” LS sampai 7º23’17” LS dan 110º50’28” BT sampai 110º50’24” BT dengan ketinggian tempat antara 150 mdpl sampai 155 mdpl. Penelitian dilaksanakan bulan Februari 2010 sampai dengan November 2010. Tujuan penelitian : (1) Mengetahui pengaruh sistem tumpangsari yang diintegrasikan dengan ternak terhadap sifat fisik tanah; (2) Mengetahui pengaruh sistem tumpangsari yang diintegrasikan dengan ternak terhadap sifat kimia tanah. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap yang terdiri dari 2 faktor, yaitu : faktor 1 : integrasi ternak sapi yang terdiri dari 4 taraf (I0 = tanpa integrasi ternak sapi (0 tahun); I1 = integrasi ternak sapi 1 tahun; I2 = integrasi ternak sapi 2 tahun; I3 = integrasi ternak sapi 3 tahun) dan faktor 2 : sistem tanam yang terdiri dari 3 taraf (K = sistem tanam monokultur dengan tanaman kacang tanah; J = sistem tanam monokultur dengan tanaman jagung; KJ = sistem tanam tumpangsari tanaman kacang tanah dengan jagung). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa : (1) Sistem tumpangsari tidak berpengaruh nyata terhadap perbaikan sifat fisik tanah yang meliputi : berat jenis tanah, berat volume tanah, kapasitas lapang , porositas; integrasi ternak berpengaruh nyata terhadap perbaikan sifat fisik tanah yang meliputi : berat jenis tanah, berat volume tanah, kapasitas lapang , dan porositas tanah; (2) Sistem tumpangsari tidak berpengaruh nyata terhadap perbaikan sifat kimia tanah yang meliputi : bahan organik tanah, N total tanah dan pH tanah; integrasi ternak berpengaruh nyata terhadap perbaikan sifat kimia tanah yang meliputi bahan organik tanah, N total tanah dan pH tanah.