This Author published in this journals
All Journal CIVIS E-DIMAS CIVIS
Sri Suneki
UNIVERSITAS PGRI SEMARANG

Published : 7 Documents
Articles

Found 7 Documents
Search

PARADIGMA TEORI DRAMATURGI TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL

CIVIS Vol 2, No 2/Juli (2012): CIVIS
Publisher : CIVIS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam teori Dramaturgi (Goffman) manusia adalah aktor ya ng berusaha menggabungkan karakteristik personaldan tujuan kepada orang lain. Teori melihat manusia sebagai individu dan masyarakat. Dalam teori ini manusiaberbeda dengan binatang karena mempunyai kemampuan berpikir, bisa mempelajari dan mengubah makna dansymbol, melakukan tindakan dan berinteraksi.Teori ini muncul dari ketegangan yang terjadi antara “I dan Me” (gagasan Mead). Ada kesenjangan antara dirikita dan diri kita yang tersosioalisasi. Konsep “I” merujuk pada apa adanya dan konsep “me” merujuk pada diriorang lain. Ketegangan berasal dari perbedaan antara harapan orang terhadap apa yang mesti kita harapkan.Pendekatan dramaturgi adalah bukan apa yang orang lakukan, atau mereka melakukan tetapi bagaimana merekamelakukannya.Kehidupan menurut teori dramaturgi adalah ibarat teather, interaksi sosial yang mirip pertunjukan drama, yangmenampilkan peran. Dalam memainkan peran menggunakan bahasa verbal dan perilaku non verbal dan mengenakanatribut tertentu. kehidupan sosial dibagi menjadi wilayah depan” (front region) yang merujuk peristiwa social bahwaindividu bergaya menampilkan perannya dan wilayah belakang (back region) yang merujuk tempat dan peristiwayang memungkinkan mempersiapkan perannya di wilayah depan. Panggung depan dibagi menjadi dua yaitu ; frontpribadi (personal front) dan setting atas alat perlengkapan. Kata kunci dalam Dramaturgi adalah Show, Impression,front region, back stage, setting, penampilan dan gaya.Metodologi yang digunakan Goffman adalah menganalisis berbagai interaksi sehari-hari dengan modelDramaturgical. Kelemahan teori ini adalah harus dibuktikan dan condong positivism dan mempengaruhi teorihermeneutika. Teori ini dapat dimplementasikan dalam hukum.Kata kunci : Teori Dramaturgi, Interaksi Sosial.A. Pendahuluan

BRAIN-GYM (SENAM OTAK) UNTUK MENGATASI PROBLEM BELAJAR ANAK

E-DIMAS Vol 2, No 2 maret (2012): E-DIMAS
Publisher : E-DIMAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractBrain Gym to maximalise the potensial of the young children in Himpaudi Kecamatan Tembalang is a kind of workshop given to the teachers in order to implement Brain Gym so as to overcome the learning problems of the young children. The materials that are given to the teachers are about how to understand about the concept of Brain Gym, the theories of Brain Gym, the practice of the Brain Gym that is able to give great contribution to overcome the students’ learning problems. The movement of Brain Gym consists of 26 movements. Brain Gym covers three areas of brain dimention, those are literary, focus, and centralisation. The first part of brain dimention is related to the dimension of left and right brain that has relation with the ability of communication. The second part of brain dimension is related to front and back dimension of the brain that relate to the stem of the brain and it has correlation with the ability of concentration, understanding and interpretation. The last dimension of brain is related to centralisation that has relation with up and down part of the middle part of the brain. It relates to the capability of arranging and organizing something. With the implementation of IbM Brain Gym, it is hoped that the teachers in Himpaudi Kecamatan Tembalang Semarang are proactive enough to implement this kind of gym so as to anticipate and to overcome the learning problems of the students.Key Words: Brain-Gym, Three Dimension of Brain, Literary, Focus, CentralisationAbstrakIpteks yang akan ditransfer kepada HIMPAUDI Kecamatan Tembalang Semarang adalah pelatihan konsep dasar dan teori Brain-Gym. Pelatihan Brain-Gym sangat besar manfaatnya untuk mengatasi problem belajar anak. Senam otak ini terdiri dari 26 gerakan. Brain-Gym atau senam otak meliputi tiga dimensi otak yang utama yaitu lateralitas, fokus, dan pemusatan. Dimensi otak yang pertama yaitu lateralitas terkait dengan dimensi otak kiri dan kanan yang berhubungan dengan kemampuan komunikasi. Dimensi otak yang kedua adalah fokus, terkait dimensi muka-belakang dengan melibatkan batang otak yang berhubungan dengan kemampuan konsentrasi, mengerti, dan memahami. Dimensi otak yang terakhir adalah pemusatan, terkait dimensi atas-bawah dengan melibatkan otak tengah yang berhubungan dengan kemampuan mengatur dan mengorganisasikan sesuatu. Melalui Brain-Gym untuk guru Himpaudi Kecamatan Tembalang, diharapkan para guru dapat menerapkan senam otak ini sebagai bagian dari program kegiatan sekolah yang harus dilaksanakan pada tiap minggunya sebagai bagian dari pelajaran olah raga, sehingga manfaatnya tidak hanya untuk kebugaran siswa tetapi secara tidak langsung juga memberikan manfaat untuk mengatasi problem belajar anak.Kata Kunci: Brain-Gym, Tiga Dimensi Otak, Lateralitas, Fokus, Pemusatan

PARADIGMA TEORI DRAMATURGI TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL

CIVIS Vol 2, No 2/Juli (2012): CIVIS
Publisher : FPIPSKR Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam teori Dramaturgi (Goffman) manusia adalah aktor ya ng berusaha menggabungkan karakteristik personaldan tujuan kepada orang lain. Teori melihat manusia sebagai individu dan masyarakat. Dalam teori ini manusiaberbeda dengan binatang karena mempunyai kemampuan berpikir, bisa mempelajari dan mengubah makna dansymbol, melakukan tindakan dan berinteraksi.Teori ini muncul dari ketegangan yang terjadi antara “I dan Me” (gagasan Mead). Ada kesenjangan antara dirikita dan diri kita yang tersosioalisasi. Konsep “I” merujuk pada apa adanya dan konsep “me” merujuk pada diriorang lain. Ketegangan berasal dari perbedaan antara harapan orang terhadap apa yang mesti kita harapkan.Pendekatan dramaturgi adalah bukan apa yang orang lakukan, atau mereka melakukan tetapi bagaimana merekamelakukannya.Kehidupan menurut teori dramaturgi adalah ibarat teather, interaksi sosial yang mirip pertunjukan drama, yangmenampilkan peran. Dalam memainkan peran menggunakan bahasa verbal dan perilaku non verbal dan mengenakanatribut tertentu. kehidupan sosial dibagi menjadi wilayah depan” (front region) yang merujuk peristiwa social bahwaindividu bergaya menampilkan perannya dan wilayah belakang (back region) yang merujuk tempat dan peristiwayang memungkinkan mempersiapkan perannya di wilayah depan. Panggung depan dibagi menjadi dua yaitu ; frontpribadi (personal front) dan setting atas alat perlengkapan. Kata kunci dalam Dramaturgi adalah Show, Impression,front region, back stage, setting, penampilan dan gaya.Metodologi yang digunakan Goffman adalah menganalisis berbagai interaksi sehari-hari dengan modelDramaturgical. Kelemahan teori ini adalah harus dibuktikan dan condong positivism dan mempengaruhi teorihermeneutika. Teori ini dapat dimplementasikan dalam hukum.Kata kunci : Teori Dramaturgi, Interaksi Sosial.A. Pendahuluan

DAMPAK GLOBALISASI TERHADAP EKSISTENSI BUDAYA DAERAH

CIVIS Vol 2, No 1/Januari (2012): civis
Publisher : FPIPSKR Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Globalisasi sebagai pintu untuk melangkah ke dunia luar. Saling berinteraksi dengan dunia luar, namun masuknya globalisasi tidak semata mata berdampak positif tapi ada pula dampak negatif. Globalisasi menggeser nilai nilai nasionalisme dan kebudayaan yang telah ada di Indonesia. Globalisasi menimbulkan berbagai masalah dalam bidang kebudayaan,misalnya : hilangnya budaya asli suatu daerah atau suatu negara, terjadinya erosi nilai-nilai budaya, menurunnya rasa nasionalisme dan patriotisme, hilangnya sifat kekeluargaan dan gotong royong, kehilangan kepercayaan diri, gaya hidup yang tidak sesuai dengan adat kita. Oleh sebab itu perlulah bagi kita untuk membatasi lingkup globalisasi yang mana yang harus diterapkan dan yang mana yang harus di tolak. Diperlukan peran pemerintah melalui kebijakan-kebijakan yang lebih mengarah kepada pertimbangan-pertimbangan kultural atau budaya dari pada semata-mata hannya ekonomi yang merugikan suatu perkembangan kebudayaan dalam kebijakan yang dirumuskan . Maka pemerintah perlu mengembalikan fungsi nya sebagai pelindung dan pengayom kesenian-kesenian tradisional tanpa harus turut campur dalam proses estetikanya. Kata kunci: globalisasi, budaya daerah.

PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA SEMESTER 3 PROGDI PPKN UNIERSITAS PGRI SEMARANG MELALUI PENERAPAN MODEL GROUP INVESTIGATION DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

CIVIS Vol 4, No 2/Juli (2014)
Publisher : FPIPSKR Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Kewarganegaraan sebernarnya dilakukan dan dikembangkan di seluruh dunia, meskipun dengan berbagai macam istilah atau nama. Mata kuliah tersebut sering disebut sebagai civic education, citizenship education, dan bahkan ada yang menyebut sebagai democracy education. Mata kuliah ini memiliki peran yang strategis dalam mempersiapkan warga Negara yang cerdas, bertanggung jawab, dan berkeadaban (Kaelan, 2007 : 1). Pada pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan idealnya mahasiswa memiliki motivasi. Namun motivasi itu kurang terlihat pada mahasiswa semester 3 Program Studi PPKn IKIP PGRI Semarang. Beberapa indikator tersebut terlihat dari sebagian mahasiswa yang terlambat hadir mengikuti kuliah, kurang serius selama proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi belajar mahasiswa semester 3 progdi PPKn IKIP PGRI Semarang melalui penerapan model Group Investigation dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Penelitian ini dilakukan terhadap 40 Mahasiswa angkatan tahun pelajaran 2011/2012. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penulisan iniadalah observasi dan pengisian lembar observasi (angket). Sebagai indikator peningkatan motivasi belajar mahasiswa teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan model Group Investigation dapat meningkatkan motivasi belajar mahasiswa. Hal ini ditunjukan oleh adanya peningkatan motivasi belajar antara sebelum menerapkan model Group Investigation dengan sesudah menerapkan. Kata kunci : Motivasi belajar, Group Investigation, Pendidikan Kewarganegaraan.

BRAIN-GYM (SENAM OTAK) UNTUK MENGATASI PROBLEM BELAJAR ANAK

E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2012): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.759 KB)

Abstract

AbstractBrain Gym to maximalise the potensial of the young children in Himpaudi Kecamatan Tembalang is a kind of workshop given to the teachers in order to implement Brain Gym so as to overcome the learning problems of the young children. The materials that are given to the teachers are about how to understand about the concept of Brain Gym, the theories of Brain Gym, the practice of the Brain Gym that is able to give great contribution to overcome the students?óÔé¼Ôäó learning problems. The movement of Brain Gym consists of 26 movements. Brain Gym covers three areas of brain dimention, those are literary, focus, and centralisation. The first part of brain dimention is related to the dimension of left and right brain that has relation with the ability of communication. The second part of brain dimension is related to front and back dimension of the brain that relate to the stem of the brain and it has correlation with the ability of concentration, understanding and interpretation. The last dimension of brain is related to centralisation that has relation with up and down part of the middle part of the brain. It relates to the capability of arranging and organizing something. With the implementation of IbM Brain Gym, it is hoped that the teachers in Himpaudi Kecamatan Tembalang Semarang are proactive enough to implement this kind of gym so as to anticipate and to overcome the learning problems of the students.Key Words: Brain-Gym, Three Dimension of Brain, Literary, Focus, CentralisationAbstrakIpteks yang akan ditransfer kepada HIMPAUDI Kecamatan Tembalang Semarang adalah pelatihan konsep dasar dan teori Brain-Gym. Pelatihan Brain-Gym sangat besar manfaatnya untuk mengatasi problem belajar anak. Senam otak ini terdiri dari 26 gerakan. Brain-Gym atau senam otak meliputi tiga dimensi otak yang utama yaitu lateralitas, fokus, dan pemusatan. Dimensi otak yang pertama yaitu lateralitas terkait dengan dimensi otak kiri dan kanan yang berhubungan dengan kemampuan komunikasi. Dimensi otak yang kedua adalah fokus, terkait dimensi muka-belakang dengan melibatkan batang otak yang berhubungan dengan kemampuan konsentrasi, mengerti, dan memahami. Dimensi otak yang terakhir adalah pemusatan, terkait dimensi atas-bawah dengan melibatkan otak tengah yang berhubungan dengan kemampuan mengatur dan mengorganisasikan sesuatu. Melalui Brain-Gym untuk guru Himpaudi Kecamatan Tembalang, diharapkan para guru dapat menerapkan senam otak ini sebagai bagian dari program kegiatan sekolah yang harus dilaksanakan pada tiap minggunya sebagai bagian dari pelajaran olah raga, sehingga manfaatnya tidak hanya untuk kebugaran siswa tetapi secara tidak langsung juga memberikan manfaat untuk mengatasi problem belajar anak.Kata Kunci: Brain-Gym, Tiga Dimensi Otak, Lateralitas, Fokus, Pemusatan

MEMBENTUK GENERASI MUDA BERKARAKTER TANPA NARKOBA DI KELURAHAN TLOGOSARI KULON KECAMATAN PEDURUNGAN KOTA SEMARANG

E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2012): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3974.354 KB)

Abstract

MEMBENTUK GENERASI MUDA BERKARAKTER TANPA NARKOBA DI KELURAHAN TLOGOSARI KULON KECAMATAN PEDURUNGAN KOTA SEMARANG