Articles

Found 31 Documents
Search

Pengaruh pemberian linkomisisn . . . ,. Sundari, Sri
Jurnal Kedokteran Yarsi Vol 10, No 3 (2002): Jurnal Kedokteran Yarsi
Publisher : Jurnal Kedokteran Yarsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malaria is one among the most important public health . . . ,.
KULINARIUM PONTIANAK Sundari, Sri
Jurnal Teknik Sipil Vol 13, No 2 (2013): Edisi Desember 2013
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.198 KB)

Abstract

Dunia kulinertidak dapat dipisahkan dalam kehidupan sehari – hari, karena dunia kulinermerupakan kebutuhan primer bagi makhluk hidup. Sebagai kebutuhan primer, duniakuliner selalu mengalami perkembangan, hal ini dikarenakan semakinberkembangnya kebutuhan dan minat masyarakat serta kebudayaan kuliner yangberbeda-beda pada setiap daerah. Salah satu daerah di Indonesia yang mengalamiperkembangan dunia kuliner adalah Kota Pontianak. Kota Pontianak memilikikeanekaragaman jenis kuliner dan citarasa yang khas, hal ini menyebabkan kotaPontianak mendapat julukan sebagai surga kuliner dan menjadi tujuan wisatakuliner. Keanekaragaman jenis dan citarasa yang dihasilkan oleh kuliner kotaPontianak dapat menjadikan kuliner kota Pontianak sebagai identitas kotaPontianak. Namun, seiring dengan berjalannya waktu dan semakin banyaknya jeniskuliner dari luar kota Pontianak yang mulai masuk dan merajalela di kotaPontianak, menyebabkan kuliner kota Pontianak kurang mendapat perhatian danmulai bergeser dari kehidupan masyarakat kota Pontianak. Selain itu, faktorlainnya yang menyebabkan kuliner Pontianak kurang mendapatkan perhatian olehmasyarakat Pontianak, antara lain kesibukan masyarakat kota Pontianak, kurangnyafasilitas informasi kuliner baik secara tulisan maupun secara praktek dan lainsebagainya. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah tempat atau wadah yang dapatmenarik perhatian masyarakat agar dapat lebih mengenal dan mewariskan kulinerkota Pontianak, salah satunya dengan menyediakan Culinarium. Kata-katakunci:      kulinerkhas Pontianak, Culinarium
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMGENAL HURUF MELALUI METODE BERNYANYI PADA ANAK KELOMPOK A DI TK KUNCUP MEKAR SURABAYA Sundari, Sri; Mas’udah, Mas’udah
PAUD Teratai Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 Yudisium oktober 2014
Publisher : PAUD Teratai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan bahasa khususnya mengenal huruf terutama pada anak usia 4-5 tahun di TK Kuncup MekarSurabaya masih relatif rendah. Permasalahan ini disebabkan karena kegiatan belajar mengajar yang selama ini diterapkan lebih banyak menggunakan metode konvensional/ceramah dan dengan media yang kurang mampu menarik perhatian anak. Metode bernyanyi merupakan suatu cara yang dapat digunakan sebagai penunjang dalam pemberian materi tentang mengena huruf. Maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauhmana metode bernyanyi dapat meningkatkan kemampuan anak usia 4-5 tahun dalam mengenal huruf di TK Kuncup Mekar Surabaya.Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (action research class) yang dilaksanakan dalam bentuk siklus. Setiap siklus terdiri atas perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah anak usia 4-5 tahun di TK Kuncup Mekar Surabaya, yang berjumlah 13 anak,.Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data yang digunakan statistik deskriptif.Berdasarkan hasil penelitian pada siklus I diperoleh data kemampuan mengenal huruf sebesar 62%. Hal ini menunjukkan penelitian tindakan kelas ini belum berhasil oleh karena kriteria pencapaian tingkat perkembangan anak belum berhasil, maka penelitian ini berlanjut pada siklus II. Hasil penelitian pada siklus II diperoleh kemampuan mengenal huruf mengalami peningkatan sebesar 85%. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa metode bernyanyi dapat meningkatkan kemampuan mengenal huruf.Kata kunci : Mengenal Huruf, Bernyanyi.AbstractAbility to know language especially knowing alphabet for children at 4-5 age at Tk Kuncup Mekar Surabaya still relatively low. This problem happen because the learning activity that have been used until now still use more convesional method or we can call it speechand with that media make children interest began to dissapear. Singing method are one of the way that can be use as learning method to know about alphabet. So the purpose of this research is to know how far singing method can increase children age 4-5 to know about alphabet at Tk Kuncup Mekar SurabayaThis research using class action method that will be held in cycle. Each cycle consist of 4 step; planning, action, observation and reflection. The subject of this research are children age 4-5 Tk Kuncup Mekar Surabaya consist of 13 children. The collecting data technique are using documentation and observation, meanwhile the analys data using static descriptive.Based on the result of the first cycle, we got 62% of the children that capable to understand learning alphabet. This mean that this research is not complete yet because the criteria of child development hadn’t complete so we continue this research to the second cycle. At the second cycle we got 85%. Based on this second cycle, we can conclude that the research are succesfully done. So from this research, we can conclude that through singing method, children can increase their knowing about alphabetKeyword: Knowing Alphabet, Singing
MODEL PENGEMBANGAN MOTIVASI DAN PARTISIPASI ANGGOTA DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN SERTA KINERJA KOPERASI DI KPRI UNIVERSITAS JEMBER Sundari, Sri; Anggraeni, Oktanita Jaya
PROFIT: JURNAL ADMINISTRASI BISNIS Vol 1, No 2 (2007)
Publisher : FIA UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11.323 KB)

Abstract

This paper tries ti find out a model in upgrading motivation and participation of cooperation members as one way to increase their service quality. In General, cooperation has three goals, i.e business success, members success, and community development success. The are some barriers faced by them in catching their purposes, i.e limited modal, technology, market access, production quality and simple management. Basically, members of cooperation have to positions (dual identity), as owner and user of cooperation. Consequantly, a cooperation success means that the members can fulfill their both needs as the user and the owner
EVALUASI KELENGKAPAN REKAM MEDIS BERDASARKAN STANDAR KARS 2012 DI RSU MUHAMMADIYAH PONOROGO Ulfa, MH Muflihatul; Sundari, Sri; Listiowati, Ekorini
Jurnal Berkala Kesehatan Vol 3, No 1 (2017): JURNAL BERKALA KESEHATAN
Publisher : Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v3i1.4849

Abstract

Kelengkapan rekam medis merupakan hal yang sangat penting dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan terutama guna meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien. Dalam upaya peningkatan mutu pelayanan RSUM Ponorogo sudah mengikuti akreditasi versi KARS 2012 dengan capaian paripurna pada Agustus 2016. Meskipun status akreditasi paripurna telah diraih namun upaya mempertahankan perbaikan mutu pelayanan dan keselamatan pasien harus tetap dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kelengkapan rekam medis di RSUM Ponorogo. Penelitian ini merupakan observasional analitik, pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariate dengan uji Chi Square. Kelengkapan rekam medis di RSUM Ponorogo yang tercapai sebagian antara lain PAB 7.1, AP 1.5.1, AP 1.6, PP 2.1, PAB 6, PAB 7.2, APK 3.2.1, APK 4.4 untuk sampel menjelang survei akreditasi, sedangkan pada sampel sesudah survei akreditasi, standar yang tercapai sebagian antara lain HPK 6.4, PAB 7.1, AP 1.5.1, AP 1.6, AP 2, PAB 6, PAB 7.2, PAB 7.4 dan APK 4.4. Pada sampel menjelang survei akreditasi, standar yang tidak tercapai yaitu PPK2.1, sedangkan untuk sampel sesudah survei akreditasi yaitu PPK 2.1, MKI 19.3 dan APK 3.2.1. Terdapat beberapa standar yang memiliki perbedaan yang bermakna secara statistik dalam kelengkapan rekam medis antara menjelang survei akreditasi dan sesudah survei akreditasi yaitu HPK 6.4 (p= 0,001), PAB 7,1 (p=0,018), AP 1.6 (p=0,020), PAB 7.4 (p=0,005), MKI 19.3 (P=0,001).
Efek Penambahan Ekstrak Echinaceapada Infeksi Plasmodium Berghei Kesetyaningsih, Tri Wulandari; Sundari, Sri
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 27, No 3 (2013)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.24 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2013.027.03.4

Abstract

Selain protektif ,  respon imun  terhadap malaria dapat memicu imunopatologi malaria. Echinacea purpurea  merupakan agen  yang  berkhasiat  meningkatkan  imunitas  melalui  fagositosis,  stimulasi  sel-sel  fibroblas,  aktivasi  respirasi  dan mobilitas leuk osit. Penelitian ini  bertujuan membuktikan efek pemberian Echinacea  pada pengobatan malaria ssecara in vivo.  Rancangan penelitian adalah pre dan  postest control  group dengan hewan coba Mus musculus strain  DDI jantan, umur 5 minggu, berat 20-25 gram sebanyak 24 ekor dibagi menjadi 5 kelompok yaitu   K- (tanpa diobati); K+ (klorokuin 10mg/kg  BB);  P1  (0,65  mg  ekstrak/ekor);  P2  (1,3  mg  ekstrak/ekor);  P3  (k ombinasi  klorokuin-ekstrak).  Parasitemia diperiksa  setiap  hari selama  5 hari setelah 24 jam  infeksi,  pemeriksaan  histologis dilakukan pada hari ke lima.  ANOVA dan Kruskall-Wallis digunakan masing-masing untuk uji perbedaan parasitemia dan gambaran histologis. Hasil menunjukkan ada  perbedaan  bermakna  penurunan  parasitemia  antar  kelompok  penelitian  (p=0,023).  Penurunan  parasitemia kelompok Echinacea bersifat lambat seperti akibat reaksi imunitas tubuh, sedangkan pada klorokuin terjadi lebih cepat. T erjadi  peningkatan  aktivitas  lien  pada  kelompok  Echinacea  dan  tidak  ada  perbedaan  gambaran  histologis  otak  antar kelompok  penelitian.  Dapat  disimpulkan  bahwa  Echinacea  memperlambat  penurunan  parasitemia  dan  memperbaiki aktivitas  lien.
PENGARUH FREKUENSI PEMBERIAN PAKAN PADA PENDEDERAN KE DUA IKAN LELE DUMBO YANG DIPELIHARA DI KOLAM TANAH Sundari, Sri; Nugroho, Estu; Subagja, Jojo
Jurnal Sains Natural Vol 1, No 1 (2011): Sains Natural
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.881 KB) | DOI: 10.31938/jsn.v1i1.5

Abstract

Effect of Feed Frequency on Second Rearing Larvae of Catfish Culture in Earthen Pond.           Breeding is an important part in business scale of catfish. The critical time of catfish culture is in second rearing of larvae (from 2-3 cm to 8-10 cm) due to their canibalism. The successibility of seed rearing is depend on continuesly feed reservation, including feed management. The objective of this research was to get information about feed frequency given to seed reared in earthen pond. Research was conducted using farmer?s earthen pond in Pabuaran, Kemang Bogor district. Cat fish seed originated from farmer located in Bogor, with size of 2-3 cm per each and stocking density of 100 fish/m2.  Treatments were feed frequency i.e. 2x; 4x and 6x in a day or night. Observed parameter were survival  and growth rate, including water quality. Block Randomized Design of Experiment were used with two replications. Samping was conducted every 7 days. Result showed that there was statistically significant differences (P<0.05) among treatment in survival rate, while no statistically differences in growth rate of seeds length and weight. Feed frequency 2x at night gived the best result of survival rate and percentage of ?filter selection? was up to 80% and 37.76% respectivelly.Keywords : Feed frequency, second rearing, catfish ABSTRAK          Salah satu skala bisnis ikan lele yang penting adalah pembenihan. Pada pembenihan lele, masa kritis salah satunya ditemui pada tahapan pendederan kedua (dari ukuran 2-3 cm ke 8-10 cm). Keberhasilan pendederan ini  sangat tergantung pada kesediaan pakan yang kontinu, sehingga dapat menekan kanibalisme yang ada. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendapatkan informasi frekuensi pakan yang diberikan dengan tepat pada  pendederan ikan lele yang dipelihara di kolam tanah. Penelitian ini dilaksanakan di kolam tanah di daerah pabuaran, Kemang, Bogor. Ikan uji yang digunakan adalah benih ikan lele ukuran ± 2-3 cm/ekor, dengan kepadatan 100 ekor/m2. Perlakuan yang diamati adalah frekuensi pemberian pakan, yaitu i) 2x, ii) 4x dan iii) 6x, baik dilakukan pada siang maupun malam hari. Secara garis besar  parameter yang diamati dalam penelitian ini meliputi pertumbuhan, dan kelangsungan hidup serta sifat fisika dan kimia air. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak blok yaitu berupa waktu siang dan malam  dengan 2 ulangan waktu. Sampling dilakukan 7 hari sekali. Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya perbedaan yang nyata (P<0,05) dari perlakuan terhadap sintasan benih, namun tidak berbeda nyata pada laju pertumbuhan harian berat dan panjang benih. Pemberian pakan dengan frekuensi 2x pada malam hari memberikan pengaruh yang terbaik dengan sintasan mencapai 80%, dengan persentase lolos saring mencapai 37.76%.Kata kunci : frekuensi pakan, pendederan 2, ikan lele
VARIASI GENETIK IKAN JELAWAT HASIL BUDIDAYA DAN TANGKAPAN ALAM DI PONTIANAK DENGAN MENGGUNAKAN MARKER DNA-RAPD (RANDOM AMPLIFIED POLYMORPHISM DNA) Nugroho, Estu; Sundari, Sri; Rachman, Nunung Nur
Media Akuakultur Vol 5, No 2 (2010): (Desember 2010)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.326 KB) | DOI: 10.15578/ma.5.2.2010.115-117

Abstract

Evaluasi variasi genetik ikan jelawat yang dikoleksi dari alam dan kegiatan budidaya telah dilakukan dengan menggunakan marker RAPD. Sampel berupa sirip dari kedua stok tersebut diekstraksi dan diamplifikasi dengan menggunakan primer OPA 1-20. Secara genetik tidak terdapat perbedaan yang nyata antara kedua stok ikan jelawat yang diuji. Tingkat heterozigositas berdasarkan 2 primer RAPD (OPA 2 dan OPA 3) adalah 0,1450 terdapat pada ikan jelawat hasil tangkapan alam sedangkan pada ikan jelawat hasil budidaya adalah 0,1350. Jarak genetik Nei antara keduanya adalah 0,3881.
EKSTRAKURIKULER BATIK DI MAN 2 KOTA BUKITTINGGI Sundari, Sri; Widdiyanti, Widdiyanti; Yanuarmi, Dini; Ditto, Anin
Batoboh Vol 3, No 2 (2018): BATOBOH : JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (759.357 KB) | DOI: 10.26887/bt.v3i2.522

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan keterampilan siswa MAN 2 Kota Bukittinggi dalam bidang kriya khususnya membatik. Pengembangan desain batik di laksanakan dalam bentuk pelatihan sebagai kelanjutan dari pelatihan teknik batik yang pernah dilakukan sebelumnya. Pengembangan desain ini dilakukan sebagai bentuk upaya bagi peningkatan pengetahuan dan kemampuan siswa dalam membuat dan menerapkan motif-motif batik, sesuai dengan tahapan desain. Eksplorasi corak dan penataan ragam hias, serta jeniswarna dan paduannya menjadi materi pokok dalam pelatihan ini. Materi pelatihan membatik disajikan dengan menggunakan pendekatan desain. Kegiatan ini dilaksanakan 1 x dalam seminggu setiap hari sabtu, setelah selesai jam pelajaran sekolah yang berlangsung selama 12 x tatap muka. Dengan jumlah peserta 15 orang yang keseluruhannya terdiri dari siswa perempuan. Setiap siswa telah dapat membuat batik dengan menerapkan ragam hias sesuai dengan kreativitas masing – masing, yang terwujud dalam bentuk karya individual maupun kelompok, seperti batik syal dan batik taplak meja
VARIASI GENETIK HIBRIDA IKAN GURAME DIANALISIS DENGAN MENGGUNAKAN MARKER RAPD Nugroho, Estu; Sundari, Sri; Jatnika, Jatnika
Jurnal Riset Akuakultur Vol 6, No 1 (2011): (April 2011)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.185 KB) | DOI: 10.15578/jra.6.1.2011.1-6

Abstract

Variasi genetik ikan gurame hasil persilangan telah dianalisis dengan menggunakan marker RAPD. Persilangan antar koleksi yaitu Bastar-Paris, Bastar-Blusafir, dan Paris-Blusafir dilakukan secara resiprok. DNA diekstraksi dari sirip dan diamplifikasi dengan menggunakan primer OPA 1-20. Dua dari dua puluh primer mempunyai hasil amplifikasi dan pola pita yang baik dan digunakan untuk analisis selanjutnya. Tidak terdapat perbedaan yang nyata secara statistik antar persilangan yang diuji. Benih ikan gurame hasil persilangan antara Paris-Bastar mempunyai nilai heterozygositas tertinggi berdasarkan primer OPA-4 dan OPA-7 yaitu 0.2721, sedangkan heterozygositas yang terendah diamati pada benih hasil persilangan antara Blusafir-Paris (0.1116).