p-Index From 2014 - 2019
22.977
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Media Teknik Sipil Indonesian Journal of Geography Cakrawala Pendidikan Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran Jurnal Penelitian Saintek Jurnal Ilmiah Telaah Manajemen Jurnal Ilmiah Kajian Akuntansi METAMORFOSA Journal of Biological Sciences JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP MEDIA MEDIKA INDONESIANA KEAIRAN JURNAL ILMU SOSIAL JURNAL ILMU LINGKUNGAN Indonesian Journal of Applied Sciences Jurnal Perikanan Kelautan MediaTor: Jurnal Komunikasi POSITRON Depik Jurnal Poli-Teknologi Paedagogia Prosiding Seminar Biologi Pendidikan Tata Niaga Jurnal INFOTEL REKA KARSA Interaksi Online Journal of Nutrition College Berkala Ilmu Kedokteran Jurnal Sains Dasar Mediator CORAK RESITAL : JURNAL SENI PERTUNJUKAN PROMUSIKA Jurnal Manusia dan Lingkungan Abdimas INTEGRALISTIK Jurnal Penelitian Pendidikan Jurnal Mahasiswa Pasca Sarjana Geoplanning Journal Hukum Dan Dinamika Masyarakat Majalah Geografi Indonesia Students´ Journal of Accounting and Banking Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Interest : Jurnal Ilmu Kesehatan Jurnal Teknik Elektro Jurnal Ilmu Komunikasi Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Jurnal Riset Kesehatan Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014 Gravitasi Jurnal Al-Tadzkiyyah Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Forum Geografi Traditional Medicine Journal Jurnal Riset Gizi Proceeding SENDI_U REFLEKSI EDUKATIKA JURNAL KEPERAWATAN GLOBAL Fish Scientiae JETri Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Sari Pediatri Jurnal Hukum dan Peradilan Unnes Civic Education Journal Catharsis Sains Peternakan: Jurnal Penelitian Ilmu Peternakan AKUNTANSI DEWANTARA Paediatrica Indonesiana JURNAL SUMBERDAYA AKUATIK INDOPASIFIK Health Notions Moneter - Jurnal Akuntansi dan Keuangan ANALITIKA Jurnal Akuntansi Jurnal PG-PAUD Trunojoyo : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Anak Usia Dini Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan JKKI : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Indonesia BISE: Jurnal Pendidikan Bisnis dan Ekonomi Caraka Tani: Journal of Sustainable Agriculture EnviroScienteae INOVTEK POLBENG Indonesian Journal of Chemistry Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Agrin : Jurnal Penelitian Pertanian Fokus Ekonomi : Jurnal Ilmiah Ekonomi Jurnal Selaras : Kajian Bimbingan dan Konseling serta Psikologi Pendidikan Politik Indonesia: Indonesian Political Science Review Jurnal Kordinat Prosiding Seminar Nasional Pakar EQUILIBRIUM : Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Pembelajarannya Pelataran Seni Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Jurnal POLIMESIN EDUPEDIA Abdi Seni Gelar : Jurnal Seni Budaya Warta Penelitian Perhubungan Jurnal Teknologi dan Ilmu Komputer Prima (JUTIKOMP) Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) COMPTON: Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Jurnal Hukum dan Peradilan Jurnal SPATIAL Wahana Komunikasi dan Informasi Geografi IJEEM - Indonesian Journal of Environmental Education and Management Informasi Interaktif Prologia Koneksi
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Majalah Geografi Indonesia

Pengaruh Aktivitas Masyarakat terhadap Kerusakan Hutan Mangrove di Rarowatu Utara, Bombana Sulawesi Tenggara

Majalah Geografi Indonesia Vol 23, No 2 (2009): September 2009
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Hutan mangrove penting keberadaannya karena memberikan fungsi ekologi dan fungsi ekonomis bagi kehidupan masyarakat pesisir. Kerusakan hutan mangrove yang terjadi bersumber dari perilaku masyarakat untuk membuka lahan tambak, budidaya perikanan, dan penebangan liar karena semakin besarnya permintaan terhadap produksi kayu. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mengkaji tingkat kerusakan hutan mangrove; 2) mengkaji aktivitas masyarakat yang mempengaruhi kerusakan hutan mangrove; 3) mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas masyarakat terhadap kerusakan hutan mangrove; 4) mengkaji peran serta masyarakat dalam mengelola hutan mangrove. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survei melalui wawancara dengan menggunakan kuisioner. Analisis data menggunakan tabel silang, kemudian hasilnya dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui perhitungan INP (Indeks Nilai Penting) diketahui bahwa jenis vegetasi mangrove yang mendominasi dan memiliki peranan penting pada hutan mangrove di Desa Watumentade adalah jenis Bruguiera gymnorrhiza (tingkat semai (92,21), tingkat sapihan (87,98), dan tingkat pohon (139,84)), dan di Desa Tunas Baru adalah jenis Rhizophora mucronata (tingkat semai (67,52), tingkat sapihan (73,52), dan tingkat pohon (80,88)). Aktivitas masyarakat yang mempengaruhi terjadinya kerusakan hutan mangrove meliputi kegiatan pertambakan, dan penebangan liar yang digunakan sebagai kayu bakar dan bahan bangunan. Faktor-faktor kondisi sosial ekonomi yang mempengaruhi ativitas masyarakat meliputi pendidikan formal, pengetahuan, dan pendapatan masyarakat. Faktor tingkat pendidikan, pengetahuan (fungsi dan manfaat hutan mangrove, kerusakan hutan mangrove, dan pencegahan kerusakan hutan mangrove), dan pendapatan berpengaruh terhadap aktivitas masyarakat dalam bentuk penggunaan lahan pertambakan yang menyebabkan kerusakan terhadap hutan mangerove. Peranserta masyarakat dalam pengelolaan hutan mangrove ditujukan oleh tindakan pencegahan kerusakan hutan mangrove, pada tingkat sedang (41,67%). ABSTRACT Presence of mangrove forest is very necessary because it serve ecological and economical functions to beach inhabitants’ life. Mangrove forest was damaged as result of inhabitants’ behavior to open embankment area, fishing, and illegal logging due to big demand for wood products. Objectives of research were (1) to study damage rate of mangrove forest; (2) to study inhabitants’ activity affecting damage of mangrove forest; (3) to study factors having effects of inhabitants’ activity on damage of mangrove forest; (4) to study roles of inhabitants in cultivating the mangrove forest. Methods used in this research were survey methods through interview using questionnaires. Data were analyzed by using cross-tables, the results were analyzed descriptively. Results of research indicated that, from calculation of INP (Important Value Index), it was known that types of mangrove vegetation dominating and having important role in mangrove forest in Watumentade Village were types of Bruguiera gymnorrhiza (rate of seedling (92.21), rate of sapling (87.98), and rate of trees (139.84)); and in Tunas Baru Village were types of Rhizophora mucronata (rate of seedling (67.52); rate of sapling, (73.52); and rate of trees (80.88)). Inhabitants’ activity affecting damage of mangrove forest included activity of embankment, and illegal logging used as firewood and building materials. Factors of social-economic condition affecting inhabitants’ activity included formal education, knowledge, and inhabitants’ income. Factors of educational level, knowledge (function and benefit of mangrove forest) and income affected inhabitants’ activity in uses of embankment area were causing damage of mangrove forest. Inhabitants’ role in cultivating mangrove forest was aimed by mangrove forest damage prevention at medium rate (41.67%). 

Pemilihan Lokasi Kawasan Konservasi Mangrove dengan Pendekatan SIG Partisipatif di Wilayah Pantai Kabupaten Demak

Majalah Geografi Indonesia Vol 30, No 2 (2016): September 2016
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penentuan lokasi kawasan konservasi berkaitan dengan keputusan penggunaan lahan, yang melibatkan banyak aktor dan faktor. Analisis yang bersifat multifaktor dapat diselesaikan dengan memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG), namun penilaiannya hanya berdasarkan pada penilaian tunggal dari seseorang ataupun suatu institusi. Penelitian ini berusaha untuk mengintegrasikan analisis yang bersifat multiaktor dan multifaktor melalui analisis multikriteria dengan SIG berbasis partisipasi masyarakat untuk memilih lokasi kawasan konservasi mangrove. Kriteria yang dipertimbangkan dalam pemilihan lokasi ini meliputi aspek (i) fisik, (ii) sosial, (iii) pembiayaan, dan (iv) ancaman. Kriteria aspek fisik disusun berdasarkan hasil analisis kesesuaian lahan untuk mangrove. Kriteria aspek sosial, pembiayaan, dan ancaman disusun berdasarkan data sosial kependudukan yang diperoleh melalui studi literatur. Partisipasi masyarakat dalam proses pemilihan lokasi ini terletak pada penentuan bobot kriteria melalui perbandingan kriteria berpasangan dan dianalisis dengan teknik Analytical Hierarchial Process (AHP), serta penggalian informasi lokal melalui pemetaan partisipatif. Bobot kriteria setiap pemangku kepentingan diintegrasikan dengan data spasial melalui operasi perkalian raster untuk menghasilkan lokasi kawasan konservasi mangrove terpilih kombinasi seluruh pemangku kepentingan. Hasil analisis kesesuaian lahan menunjukkan bahwa lahan dengan kelas sesuai untuk mangrove seluas 11.564 ha (94,8% dari luas daerah penelitian) dan sesuai marginal seluas 629 ha. Pemangku kepentingan pada tingkat lokal (kelompok mangrove, petani tambak, dan tokoh masyarakat) lebih memprioritaskan aspek sosial dibandingkan aspek fisik, pembiayaan, dan ancaman; sedangkan pemerintah daerah lebih memprioritaskan aspek pembiayaan. Dengan prioritas tersebut, lokasi kawasan konservasi mangrove  paling memenuhi prioritas pemangku kepentingan (prioritas I) didapati seluas 51,7 ha; terletak di wilayah pantai Desa Babalan dan lahan tambak garam di Desa Kedungmutih, Kecamatan Wedung; sedangkan lokasi yang cukup memenuhi prioritas pemangku kepentingan (prioritas II) didapati seluas 1.626,9 ha terletak di wilayah pantai Kecamatan Wedung, Bonang, dan sebagian kecil Karangtengah.

KONSERVASI PANTAI TELUK KUPANG NUSA TENGGARA TIMUR

Majalah Geografi Indonesia Vol 15, No 1 (2001): Majalah Geografi Indonesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah (1) mempelajari karakteristik pantai Teluk Kupang, (2) mengidentifikasi jenis kerusakan pantai dan lokasi terjadinya, serta (3) menyusun model konseptual konservasi pantai yang sesuai dengan karakteristik pantai Teluk Kupang. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode survei dan teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive dengan mempertimbangkan kerusakan pantai, keunikan lanskap, dan kelangkaan biota. Hasil penelitian adalah sebagai berikut : (1) Pantai Teluk Kupang memiliki karakteristik terkontrol struktur sesar; berbentuk cliff dengan gerong laut, gisik, dan rataan pasut; mengalami erosi gelombang yang didukung julat pasut 2,4 m, tipe empasan menggelora dan menunjam, arus surut (0,32 knot) lebih cepat daripada arus pasang (0,27 knot). (2) Ada empat kelas kerusakan pantai di Teluk Kupang, yaitu kerusakan yang telah terjadi (di Pantai Paradiso) akibat pembukaan hutan mangrove untuk tambak, kerusakan yang telah dan sedang terjadi (di Pantai Lasiana, Oesapa) akibat pembongkaran bagan-bagan perikanan laut, kerusakan yang sedang dan akan terjadi (di Pantai Kupang Lama) akibat erosi gelombang alami, serta kerusakan yang akan terjadi (di Pantai Pulau Kera) akibat hunian liar. (3) Model konseptual konservasi pantai mencakup konservasi dari aspek vegetative melalui rehabilitasi pantai dengan perlindungan pantai dengan bangunan turap, bronjong batu, beach nourishment, dan offshore breakwater, serta konservasi dari aspek hukum melalui penetapan Teluk Kupang sebagai kawasan pelestarian alam (taman wisata alam) dan Pulau Kera yang ada di dalamnya ditetapkan menjadi suaka margasatwa. 

Analisis Geomorfologi Untuk Rekonstruksi Tata Ruang Kuno Di Wilayah Pantai Karst Krakal, Gunungkidul

Majalah Geografi Indonesia Vol 10, No 17 (1996)
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ditinjau dari kondisi fisik wilayah Pantai Krakal yang datar, terdapat sumber air tawar, dan bemiaterial aluvium; maka meskipun wilayah pantai ini sekarang berupa lahan tegal, namun pada masa lampau dimungkinkan sekali menjadi lahan hunian. Jika Pantai Krakal dahulunya merupakan lahan hunian, maka yang menarik untuk diteliti adalah bagaimana tata ruang kuno di wilayah Pantai Krakal tersebut. Oleh sebab itu, tujuan penelitian ini merekonstrukri tata ruang kuno di wilayah Pantai Krakal berdasarkan analis geomorfologi. Cara penelitian ini dilakukan dengan tiga tahapan, yaitu tahap kerja pralapangan,tahap kerja lapangan, dan tahap pascalapangan. Pada tahap pralapangan dilakukan studi pustaka dan pengumpulan data sekunder. Pada tahap kerja lapangan dilakukan orienrasi lapangan, Penentuan lokasi sampel secara purposif, ekskavasi untuk memperoleh penampang tegak tanah, sehingga diperoleh data stratigrafi, penyidikan sifot­ sifal tanah, pengamatan material penyusun, pengamatan penggunaan lahan, pengamatan sumber air tawar, dan pembuatan sketsa penampang geomorfologi. Pada tahap pascalapangan dilakukan analis data secara induktif-eksplanasi dengan berdasar pada konsep sebab-akibat dan merekonstruksi bentuklahan dalam kaitannya dengan penggunaan lahan kuno, sehingga diperoleh tata ruang kuno. Hasil yang diperoleh menunjukan, bahwa di wilayah Pantai Krakal terdapat empat satuan bentuklahan dengan persebaran dari selatan ke utara adalah pelataran pantai, beting gisik, dataran aluvial karst, dan kerucut karst sinoid. Berdasarkan karakteristik masing-masing saluan bentuklahan itu dapal diketahui tata ruang danpemanfaatan lahan kuno di wilayah Pantai Krakal. Pemukiman terletak di kaki kerucut karst sinoid, terutama : yang di dekatnya di jumpai sumber air tawar. Perladangan terdapat di dataran aluvial pantai karst, karena pada unit ini telah terbentuk tanah Mediteran dari material endapan Terra Rossa. Kegiatan nelayan dari penduduk masa lampau terletak di pelataran pantai dan beting    gesik, karena lokasinya di dekat garis pantai. Pekuburan terlerak di beting gesik karena materialnya masih lepas-lepas, sehingga mudah digali untuk penguburan.

KERUSAKAN EKOSISTEM MANGROVE AKIBAT KONVERSI LAHAN DI KAMPUNG TOBATI DAN KAMPUNG NAFRI, JAYAPURA

Majalah Geografi Indonesia Vol 23, No 1 (2009): Maret 2009
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Daerah penelitian adalah desa Tobati dan Nafri di Jayapura-Papua. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) mengetahui jenis-jenis mangrove yang telah diubah oleh aktivitas manusia, 2) untuk mengetahui kondisi air dan tanah di daerah yang telah diubah oleh konversi lahan, 3) untuk mengetahui tanggapan masyarakat tentang ekosistem mangrove rusak dan mereka memberikan kontribusi dalam pengelolaan ekosistem mangrove. Metode yang digunakan adalah garis transek plot kuadrat di zona mangrove dan daerah distribusi dengan tiga kali pengulangan. Ukuran plot kuadrat adalah 10m x 20m untuk pohon, 1m x 1m untuk tumbuh-tumbuhan, bibit dan rerumputan. Parameter adalah ukuran kerapatan, frekuensi, daerah basal dan nilai-nilai penting mangrove. Langkah-langkah parameter fisika adalah air yang meliputi pH suhu, salinitas, dan kualitas tanah seperti bahan organik, Savailable Pavailable, Caavailable, Mgavailable, Naavailable, Ntotal, pH, suhu dan tekstur tanah. Analisis parameter fisika menggunakan analisis varian. Sosial parameter yang diukur adalah jumlah populasi, pekerjaan, pendidikan, dan pengetahuan tentang ekosistem mangrove. Metode yang digunakan untuk mengidentifikasi budaya masyarakat desa Tobati adalah survied dan diwawancarai dengan 50 responden. Para responden telah dipisahkan dalam 2 kelompok dari 40 repondents yang diambil dari desa Tobati dan sisanya diambil dari desa Nafri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya tujuh jenis mangrove (Rhizophora mucronata, Rhizophora apiculata, Rhizophora sfylosa, tagal Csriops, Snnneratia alba, Xylocarpus dan hydrophyllacea mollucensis Scyphiphora) di desa Tobati. Spesies mangrove yang menunjukkan di desa Nafri yang sembilan jenis, tujuh spesies yang mirip dengan Tobati kecuali Bruguiera gymnorrhiza dan Aegiceras comiculatum tidak menunjukkan di desa Tobati. Keberadaan vegetasi mangrove yang telah diubah oleh konversi lahan di desa Tobati didominasi oleh Rhizophora spp. Di desa Nafri sebagai daerah kontrol menunjukkan bahwa pembentukan mangrove masih dalam kondisi baik.  ABSTRACT The research area are Tobati and Nafri villages in Jayapura-Papua. The aim of this research is 1) to study the kinds of mangrove that had been changed by human activities, 2) to study the condition of water and soil in the area which had been changed by land conversion, 3) to know the society responses about the mangrove ecosystems damaged and their contributes in mangrove ecosystems management.The methods used are transect line quadrate plots across the mangrove zones and distribution area with three times repeating. The quadrate plot sizes were 10m x 20m for trees, 1m x 1m for herbs, seedling and grasses. The parameter measures were densities, frequencies, basal areas and important values of mangrove. The physic parameter measures were water that included temperature pH, salinity, and soil qualities such as organic matters, Savailable Pavailable, Caavailable, Mgavailable, Naavailable,  Ntotal, pH, temperature and the soil textures. The analysis of the physic parameter was using variant analysis. Social parameter that been measured were numbers of population, occupation, education, and knowledge about mangrove ecosystems. The methods that used for identifying the culture of the society of Tobati villagers were survied and interviewed with 50 respondents. The respondents have been separated in 2 groups of 40 repondents that were taken from Tobati village and the rest of it were taken from Nafri village.The results showed that mere are seven species of mangrove (Rhizophora mucronata, Rhizophora apiculata, Rhizophora sfylosa, Csriops tagal, Snnneratia alba, Xylocarpus mollucensis and Scyphiphora hydrophyllacea) in Tobati village. Species mangrove that showed in Nafri village were nine species, seven species which similar with Tobati except for Bruguiera gymnorrhiza and Aegiceras comiculatum were not showed in Tobati village. The existence of mangrove vegetation that been changed by land conversion in Tobati village were dominated by Rhizophora spp. In Nafri village as the control area showed that the formation of mangrove is still in the good condition.

Klasifikasi Pohon Keputusan untuk Kajian Perubahan Penggunaan Lahan Kota Semarang Menggunakan Citra Landsat TM/ETM+

Majalah Geografi Indonesia Vol 23, No 2 (2009): September 2009
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kota Semarang masih berkembang pesat. Dengan jumlah penduduk sekitar 1.434.025 jiwa (BPS, 2006) yang tinggal di kota, kota ini bisa disebut kota metropolitan. Pertumbuhan penduduk Kota Semarang sejak tahun 1994 ketika ekspansi ke 16 daerah kabupaten menunjukkan perbaikan. Kondisi ini menyebabkan kebutuhan lahan yang lebih tinggi, sehingga konversi lahan pertanian menjadi nonpertanian akan meningkat. Untuk yang terakhir, data dari jarak jauh-merasakan memainkan peran penting yang memberikan informasi terbaru untuk penggunaan lahan. Hal ini harus didukung oleh canggih metodologi pengolahan gambar seperti otomatis klasifikasi spektral. Penelitian ini mencoba untuk membandingkan dua algoritma klasifikasi Landsat TM digital / ETM + adalah classifier kemungkinan dan keputusan pohon maksimum, akurasi tertinggi berikutnya digunakan untuk studi perubahan penggunaan lahan di Kota Semarang. Penggunaan lahan klasifikasi yang diterapkan memiliki berbeda dua-tahap detail untuk skala 1: 250.000 (tingkat I) dan 1: 100.000 (level II). Hasil ini pada penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan lahan peta klasifikasi pohon keputusan pada akurasi keseluruhan dan Kappa Indeks lebih tinggi dari penggunaan lahan peta hasil maximun klasifikasi kemungkinan dan penggunaan lahan klasifikasi tingkat I memiliki akurasi yang lebih baik daripada penggunaan lahan klasifikasi tingkat II. Akurasi tingkat I klasifikasi di peta tahun 1994, untuk klasifikasi kemungkinan maksimum yang diperoleh adalah 54,14% yang memiliki indeks Kappa adalah 0,4822, dan akurasi untuk klasifikasi pohon keputusan adalah 66,34% dengan indeks Kappa 0,6256. Akurasi peta tahun 2002 untuk klasifikasi kemungkinan maksimum yang diperoleh adalah 75,12% yang memiliki indeks Kappa 0713, dan keputusan klasifikasi pohon akurasi 81,46% yang memiliki indeks Kappa 0787. Pada peta tahun 2006 untuk klasifikasi kemungkinan maksimum yang diperoleh adalah akurasi keseluruhan 78,05% yang memiliki indeks Kappa 0,7641 dan keputusan klasifikasi pohon akurasi 82,45% yang memiliki indeks Kappa 0805. Perubahan penggunaan lahan di Kota Semarang menginstruksikan turunnya perkebunan dan lahan pertanian dan meningkatnya penyelesaian dan industri. ABSTRACT The  Semarang  City  is  still  growing  rapidly.   With  total  population  of approximately 1,434,025 people (BPS, 2006) who lived in the city, this city can be called a metropolitan city. Growth of Semarang City population since 1994  when expansion into 16 district areas showed improvement. This condition caused the need of  land higher, so that the conversion of agricultural into nonagricultural land will increased. For the latter, remotely-sensed data plays an important role which provide updated information for land use. This is must be supported by the advanced of image processing methodology such as automated   spectral  classification. This study attempted to compare two classification algorithm of digital Landsat TM/ETM+ is the maximum likelihood and decision tree classifier, the next highest accuracy used for the study of land use change in the Semarang City. Land use classification which was applied has different two-stage of the detail for scale of 1 : 250.000 (level I)  and 1 : 100.000 (level II). This  result  on  this  study indicate  that  the  landuse  map  of  decision  tree classification  on overall accuracy and Kappa Index was higher than landuse map of result maximun likelihood classification and land use classification of level I   have accuration which better than land use classification of level II. The accuracy of level  I classification at map year 1994, for maximum likelihood classification obtained is 54,14%  that  have  Kappa  index  is  0,4822,  and  the  accuracy  for  decision  tree classification is 66,34% with Kappa index 0,6256. The accuracy of map year 2002 for maximum likelihood classification obtained is 75,12% that have Kappa index 0,713, and for decision tree classification accuration of 81,46% that have Kappa index 0,787. At map year 2006 for maximum likelihood classification obtained  is overall accuration of 78,05% that have Kappa index 0,7641 and for decision tree classification accuration of 82,45% that have Kappa index 0,805. Change of land use in Semarang City instruct the  descent  of  plantation  and  agricultural  land and increasing  of  settlement  and industrial.

Pemetaan Risiko Tsunami terhadap Bangunan secara Kuantitatif

Majalah Geografi Indonesia Vol 31, No 2 (2017): September 2017
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tsunami merupakan bencana alam yang sebagian besar kejadiannya dipicu oleh gempabumi dasar laut. Dampak kerugian tsunami terhadap lingkungan pesisir antara lain rusaknya properti, struktur bangunan, infrastruktur dan dapat mengakibatkan gangguan ekonomi. Bencana tsunami memiliki keunikan dibandingkan bencana lainnya, karena memiliki kemungkinan sangat kecil tetapi dengan ancaman yang tinggi. Paradigma Pengurangan Risiko Bencana (PRB) yang berkembang dalam beberapa tahun terakhir yang menekankan bahwa risiko merupakan hal utama dalam penentuan strategi terhadap bencana. Kelurahan Ploso, merupakan salah satu lokasi di Kabupaten Pacitan yang berpotensi terkena bencana tsunami. Pemetaan risiko bangunan dilakukan dengan metode kuantitatif, yang mana disusun atas peta kerentanan dan peta harga bangunan. Papathoma Tsunami Vulnerability 3 (PTVA-3) diadopsi untuk pemetaan kerentanan. Data harga bangunan diperoleh dari kombinasi kerja lapangan dan analisis Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil pemetaan risiko menunjukkan bahwa Lingkungan Barehan memiliki risiko kerugian paling tinggi diantara semua lingkungan di Kelurahan Ploso. Hasil ini dapat dijadikan sebagai acuan untuk penentuan strategi pengurangan risiko bencana di Kelurahan Ploso.ABSTRACT Tsunami is a natural disaster whose occurrences are mostly triggered by submarine earthquakes. The impact of tsunami on coastal environment includes damages to properties, building structures, and infrastructures as well as economic disruptions. Compared to other disasters, tsunamis are deemed unique because they have a very small occurrence probability but with a very high threat. The paradigm of Disaster Risk Reduction (DRR) that has developed in the last few years stresses risk as the primary factor to determine disaster strategies. Ploso Sub-district, an area in Pacitan Regency, is potentially affected by tsunamis. The risk mapping of the buildings in this sub-district was created using a quantitative method based on maps of vulnerability and building’s cost. This research used Papathoma Tsunami Vulnerability 3 (PTVA-3) for vulnerability mapping. The cost of the buildings was obtained from a combination of fieldwork and Geographic Information System (GIS). The results of risk mapping showed that the Barehan Environment had the highest risk of loss among the other environments in Ploso Sub-district. These findings, thereby, can be used as a reference for determining DRR strategy in Ploso Sub-district.

SISTEM PENGELOLAAN WILAYAH PANTAI BERDASARKAN TINGKAT KERAWANAN BENCANA MARIN DI PANTAI UTARA JAWA TENGAH

Majalah Geografi Indonesia Vol 16, No 2 (2002): September 2002
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian yang dilaksanakan di wilayah pantai utara Tawa Tengah bertujuan (1) menemutunjukkan dan memetakan wilayah-wilayah pantai yang mengalami erosi, abrasi, sedimentasi, intrusi air asin, dan tsunami, (2) menaksir tingkat kerawanan bencana marin, dan (3) menyusun cara-cara pengelolaan wilayah pantai. Pendekatan yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan bentuklahan dan posisinya terhadap garis pantai. Hasil yang diperoleh menunjukkan, bahwa erosi pantai terjadi pada satuan bentuklahan M3 (kompleks beting gisik dan swale), M4 (teras pantai terumbu), dan M6 (rataan pasut dan mangrove); abrasi terjadi pada DI (lerengkaki perbukitan); sedimentasi dan intrusi air asin terjadi pada MI (delta cuspate), M2 (delta kakiburung), M3, dan M6. Tingkat kerawanan I (sangat rawan) terjadi bada satuan bentuklahan M3, M4, M6, dan Dl; tingkat kerawanan (rowan) terjadi pada MI, M3, dan M6; tingkat kerawanan III (agak rawan) terjadi pada DI, M6, F2 (daiaran aluvial) dan M2; serta tingle-at kerawanan N (tidak rawan) terjadi pada M2, M3, M5 (gisik saku), V3 (kipas aluvial gunungapi), dan V4 (lerengkaki gunungapi). Cara pengelolaan wilayah pantai Ml, M2, dan M6 dilakukan dengan penanaman jenis api-api dan bakau, pada M3 dengan penanaman jenis tapak kaki kambing, pada F2 dilakukan pembuatan imbuhan buatan, pada M2 dilakukan pembuatan tambak sistem surjan dengan tanaman melati pada punggungan dan ikan pada ledokan, pada M4 dengan pembiakan terumbu karang, terutama karang cabang, serta pada D1 dengan peletakan bongkah-bongkah batu dan pembiakan terumbu karang.

Co-Authors 08.05.52.0064 Novi Perwitasari 09.05.52.0075 Lia Yuliana 10.05.52.0010 Dwi Sulistyowati 10.05.52.0030 Christina Dewi 12.05.52.0210 Resty Andini Putri, 12.05.52.0210 12.52.02.0204 Kinayah, 12.52.02.0204 12.5202.0172 Sukowati 1352020069 Prijatno Sri Eko Putranto, 1352020069 1352020070 Teguh Purnomo, 1352020070 1352020104 Pujadi, 1352020104 1352020105 SRI HERANINGSIH, 1352020105 A, Reo A. Samik Wahab, A. Samik Abdurrachman, Mirzam Adi Nugroho Adi Ratriyanto Adnan Sofyan Afiana Praditasari, Afiana Agres Vivi Susanti Agung Budi Raharjo Agung Budiharjo Agus Candra Agus Naryoso Agus Prasetyo Budi Agustian Ipa Aji Setiawan Alimuna, Wa Allen Yeoh, Allen Amalia Yunika Putri, 13.05.52.0204 Ana, Testian Yushli Anada Leo Virganta, Anada Leo Andi Suhardiyanto Andriani, Beti Angga Dwi Pratama, 14.05.52.0003 Angga Widhi Saputro Anggun Parameswari, Anggun Anindya Ratna Pratiwi Annisa Arum Putri Anton Styo Wibowo, Anton Styo Ardang, Rifvan Yuniar Ari Setyowati Arief, Ahmad Fikri ARIF INDIARTO, ARIF Arifin Arifin Arintina Rahayuni Aristiati, Kun Ariyanti, Wahyu Arizona, Meivy Armeina Nur Rachmawati ARTINI PANGASTUTI Arum, Rizki Sekar Asri Nugraheningtyas Astuti, Satria Dwi Aulia, Vina Auliya Hakim, Muhammad Andi Ayi Yustiati Azhari Azhari Azizzah, Farah B. Setiawan Baedhowi Baedhowi Bagus Indrawan, Bagus Bambang Sigit Bambang Wasito Adi Bardi Murachman Baskoro Adi Prayitno Bayu Setya Hertanto Cahyo, Reza Dwi cahyono, hadi Carlina Soetjiono Chairunnisa Chairunnisa Chandra Wijaya Condro Hadi Mulyono, Condro Hadi David David DEWI IRAWATI Dewi Kusuma Wardani Dhimas Arvico, 13.05.52.0138 Djarot Sadharto, Djarot Djati Mardiatno Dwi Pratama, 14.05.52.0003 Angga Dwi Ratnawati, Dwi EDWI MAHAJOENO Eka Kusumawati, Eka Eka Wahyudi Eko Haryono Eko Mujiyanto, 13.05.52.0092 Endah Tri Wahyuni Endang Widjayanti LFX Erland, Radja Ernawan Setyono Euis Soliha F.X. Hartono Fasani, Rizkan Faif Fattah, Fuad Abdul Febrianto, Aji Sofian Feri Setyowibowo Gema Paku Bumi Gumilang, Anggita Moro Hani Faurizka Happy Ade Permanasari Hardyanto S HARI SUTRISNO Harini Harini Harlistyanti, Ryna Hartono Hartono Hartono, Rudy Harwanto, Dody Candra Herbowo Hardianto Hermin Poedjiastoeti Hersugondo Hersugondo Heru Santoso Wahito Nugroho, Heru Santoso Wahito Hosiana MD Labania Idham Halid Ikhsan Jaslin, Ikhsan Ilham Futaki Indra Surjati Indrawati, Like Intan Permata Sari, 12.05.52.0029 Isna Putri Indayani, Isna Putri Isni Nurruhwati Iva Yuniasih, 14.05.52.0001 JaisSetiawan, 13.05.52.0232 Jaslin Ikhsan Jayanti, Noviana Luthfi Jazilah, S. Jennifer Jennifer Joko Riyanto Joko Sutrisno Jonet Ariyanto Nugroho, Jonet Ariyanto Junun Sartohadi Kristanto, Alfa Kristiani Kristiani Kristiara, Sandy Kristiawan, Dona Kuat Rahardjo TS Kusuma Putri, Devi Ayu Kusumo, Pandansari Langgeng Wahyu Santosa Latif Sahubawa Leidena Sekar Negari Leny Noviani Lestari, Wijayanti Puji Lia Faiqoh Luasunaung, Alfred Luqmana Chakim, 15.05.52.0010 M Masykuri Manik, Astri Marita Martien Herna Susanti Mintasih Indriayu, Mintasih Muchamad Yulianto Muhammad Cahyadi, Muhammad Muhammad Sabandi, Muhammad Muhammad, Arfaningsi Mujadid, Ahmad Zahry Muslimawati, Claudia Musripah, 14.05.52.0098 N Wahyuningsih, N N Widyas, N Nachrowi D. Nachrowi Naibaho, Lamhot Neazar Astina Prabawani Nimas Hayuning Anggrahita, Nimas Hayuning Ningsih, Maulida Fajari Noor Sudiyati Novita Sekarwati, Novita Nugroho Tri Waskitho Nugroho, Dowes Ardi Nurcholis, Muhammad Nurfiatin, Titin Nurrohmah, Elida Nurul Dwi Dhamayanti, 15.05.52.0096 Nurul Khakhim Okid Parama Astirin Oktapiandi, Oktapiandi P, Azlhimsyah Rambun Pamenan, Azlhimsyah R. Pancawati Hardiningsih Paransa, Isrojaty Johanes Paringsih, Novia Citra Perdana, Firdaus Pinkky Sisvianingrum, 13.05.52.0049 Ponendi Hidayat Prabang Setyono Pramuwardani, Ida Pranoto Pranoto Pranoto, Wahyu Yudha Prasetyanta, Eka PRASETYO ANI PUJIASTUTI, 1252020126 Prasica Rudy Artha, 12.05.52.0191 Prastyanti, Katisya Abrina Pratami, Vivin Alfyana Yulia Pratiwi, Ervin Devi Pristiati, Tutut PUJI LESTARI Purba, Gandi YS Putri Endah Kurnia, 12.05.52.0134 Rachmawati Meita Oktaviani Rachmawati, Susan Rahayu, Slamet Mardiyanto Rahayu, Slamet Mardiyanto Rahmi Lubis Ramdani Salam Rani Rakhmaputri Wiranto Rara Sugiarti Regina Tutik Padmaningrum Reina Widianingrum, 14.05.52.0159 Reni Dyah Ayu Nur Fatimah, Reni Dyah Ayu Nur Reny Rahayuningsih, 13.05.52.0189 Rialdi, Rio Rianawati, Titik Rizaldi, Rizaldi Rois, Ibnu Rosyid Hidayah, Rosyid Rudy Yoga Lesmana S.A. Bachtiar, S.A. Safrudin, Dwi Sagaf Faozata Adzkia, Sagaf Faozata Saiful Bachri Salman Alfarisy Totalia Sangaji, Niko Sari, Reza Nepilia Sari, Siti Kartika Sayudi, Dewi Sri Septiani Septiani Setyo Prihatin, Setyo Shalihuddin Djalal Tandjung, Shalihuddin Djalal Sigit Heru Murti, Sigit Heru Sigit PRASTOWO Sintha, Aga Dwi Sishayati, Sishayati siti marwati Siti Nurjanah SITI RACHMAWATI Slamet Suprayogi Soebardi, Aris Sofia Mubarika Sopaheluwakan, Ardhasena Sri Budi Lestari Sri Budiastuti Sri Handayani Sri Mawarni, Sri Sri Mulatsih Sri Noor Mintarsih, Sri Noor Sri Waluyanti Sri Widowati Herieningsih Suardi, Rofiandri Sudarmadji Sudarmadji Sudarno Sudarno Sudibiyakto Sudibiyakto Sudiyono Sudiyono Suherman Suherman Sukanadi, Made Sumardino Sumardino Sumarno Sumarno Suparji Suparji, Suparji Suprijatmi, Tanti Supriyanto Supriyanto Suproborini, Arum Surya, Ferry Hendra Susanto J Susila Kristianingrum Sutaryo Sutaryo Sutrisno sutrisno Sutriyono, Toto Suwarno Suwarno Suyanto Hadi Syahudi, Giman Syofia Rahmayanti, Syofia Tandiyo Pradekso Tandjung, Djalal Titi Yuli Astuti, Titi Yuli Titik Kuntari Tomi Yuniardi M, 12.05.52.0120 Totok Sumaryanto F. Totok Sumaryanto Florentinus, Totok Sumaryanto Tri Retnasari, Tri Triana Setyawardani Triyanto Triyanto Triyono Lukmantoro Triyuliati Triyuliati Turnomo Rahardjo Tutik Fitri Wijayanti Tutik Wahyuni Tutik Wahyuningsih* Tyas, Eden Handayani Tyastuti, Erma Musbita Ubad Badrudin Udi Utomo Ula, Husnal Utami Utami Utomo Utomo Vita Kartikasari, Vita Wadiyo Wadiyo, Wadiyo Wahyu Sejati, Wahyu Wardhani, Puspita Indra Warsinah Warsinah Wibowo, Totok Wahyu Widha Sunarno Widianingrum, Reina Wijaya, Barkah Bangkit Wijayanti Endang, Wijayanti Wiryanto Wiryanto Wiwid Noor Rakhmad Wiyono, Joko Wulan Widiyanti, Wulan Wulandari, Yun Ismi Y B P. Subagyo, Y B Yasarah Diswari Ditiya, 15.05.52.0204 Yatimin Yatimin Yeow Liang, Yeow Yudiantoro, Dwi Fitri Yuli - Andriani Yuli Kurnia Ningsih Yuliyati Yuliyati, Yuliyati Yunianingsih, Era Yuwono Setiadi, Yuwono