Articles

Found 40 Documents
Search

Bentuk Krama Bahasa Jawa Dialek Banyumas dan Bahasa Jawa Dialek Yogyakarta-Surakarta: Sebuah Perbandingan Sunarso, Sunarso
Jurnal Humaniora Vol 12, No 1 (2000)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1389.251 KB)

Abstract

Mengingat luasnya pemakaian bahasa Jawa dapatlah diduga adanya perbedaan kata ngoko, krama, krama inggil, krama andhap, dan madya antara suatu dialek dan dialek lainnya misalnya antara dialek Yogyakarta dan Banyumas. Penelitian ini mengkaji pemakaian bentuk kata ngoko, krama inggil, krama andhap dan madya pada bahasa Jawa dialek Banyumas, di kalangan penutur yang berbeda-beda kelompok sosialnya dan perbandingannya dengan bentuk ngoko, krama, dan madya yang terdapat pada bahasa Jawa dialek Yogyakarta-Surakarta.
Hambatan yang Dihadapi Guru SD dalam Kenaikan Pangkat dengan Angka Kredit Sunarso, Sunarso
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 4, No 1 (1997)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study is designed to know the problems faced by elementary school teachers to get a promotion by the credit points system, their abilities in doing activities evaluated by the system, and their suggestions on its implementation. The population is elementary school teachers in Depok, Sleman. A sample of 246 teachers is drawn randomly from the population. Data are collected by administering a questionnaire, and analyzed in percentages. The result shows that there are internal andexternal-bureaucratic problems faced by the teachers. According to the teachers, it is easy to teach, to guide their pupils, and to do other supportive activities. Professional development is supposed to be a difficult activity. They suggest that there must be a deregulation in promotion proposal and an automatic promotion system
Peranan Mata Kuliah Dasar Umur Dalam Pengembangan Sikap Nasionalisme Mahasiswa Sunarso, Sunarso
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 3, No 1 (1996)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kecenderungan nasionalisme mahasiswa IKIP Yogyakarta dan sumbangan Mata Kuliah Dasar Umum terhadap pembentukan nasionalisme mahasiswa, mencari perbedaan sikap nasionalisme antara kelompok mahasiswa semester II, IV, dan VIII, serta menguji korelasi antara prestasi MKDU dengan sikap nasionalisme mahasiswa. Penelitian dilakukan terhadap 360 orang mahasiswa atau 10 persen dari populasi. Data sikap nasionalisme dikumpulkan dengan skala sikap Likert, sedangkan data prestasi MKDU diperoleh dari dokumentasi KHS di bagian Registrasi. Untuk uji hipotesis digunakan analisis regresi, analisis Varian, analisis Korelasi, serta Uji-t antar kelompok dengan bantuan program komputer SPSS. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa sikap nasionalisme mahasiswa IKIP Yogyakarta cenderung tinggi, MKDU memberikan sumbangan efektif terhadap pembentukan sikap nasionalisme sebesar 31,058 persen, ada perbedaab sikap nasionalisme yang signifikan antara kelompok mahasiswa semester II, IV, dan VIII, terdapat korelasi yang positif antara prestasi Pendidikan Pancasila, Kewiraanm dan Filsafat Pancasila dengan sikap nasionalisme mahasiswa
PENGARUH PROTEKSI PROTEIN BUNGKIL KELAPA SAWIT DENGAN TANIN TERHADAP FERMENTABILITASNYA SECARA IN VITRO Bakhtiar, Arnov Yusuf; Sutrisno, Sutrisno; Sunarso, Sunarso
Animal Agricultural Journal Vol 2, No 1 (2013): Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Animal Agricultural Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.732 KB)

Abstract

ABSTRACT The study purpose is to evaluate effect of palm oil meal protein protected by tannin level of mangrove leaf on their fermentability in vitro. Completely randomized design (CRD) is used in this study with 4 replication and 4 treatments such as follows: T0 (palm oil meal + without tannin), T1 (palm oil meal + tannin 0.25%), T2 (palm oil meal + tannin 0.50%), T3 (palm oil meal + tannin 0.75%). Data are statisticaly analyzed using analysis of variance, and to test differences among treatment is used Duncan Multiple Range Test. Result of this study show that level of tannin have significantly effect (p<0.05) on the NH3 concentration, undegraded dietary protein and total protein in vitro. NH3 concentration, UDP, and their protein total namely T0, T1, T2 and T3 (3.49; 2.54; 2.39; 2.32 mM), (52.46; 55.74; 56.41; 61.84 %), and (208.98; 213.88; 215.70; 240.51 mg/g). Variance analysis test show that tannin replenishment has real affect (p<0.05) to NH3, UDP, and total protein of palm oil meal. The study can be concluded that coconut palm oil meal protein protection with mangrove leaves tannin 0.75% proved decrease amonia concentration (NH3), increase total protein and protein percent are not degradation.Keyword: Palm oil meal, Tannin, Protein TotalABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh level penambahan tanin daun mangrove guna memproteksi protein bungkil kelapa sawit terhadap fermentabilitasnya secara in vitro. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Kombinasi perlakuan adalah T0 (bungkil kelapa sawit+tanpa tanin), T1 (bungkil kelapa sawit+tanin 0,25%), T2 (bungkil kelapa sawit+tanin 0,50%), T3 (bungkil kelapa sawit+tanin 0,75%). Hasil penelitian diolah secara statistik dengan analisis sidik ragam dan jika terdapat pengaruh nyata akibat perlakuan dilanjutkan dengan uji Duncan multiple range test dengan taraf 5% untuk mengetahui adanya perbedaan pengaruh antar perlakuan. Hasil penelitian didapatkan rata-rata pada T0,T1,T2,T3 konsentrasi amonia secara berturut-turut 3,49; 2,54; 2,39; 2,32 mM, persentase UDP berturut-turut 52,46; 55,74; 56,41; 61,84 %, dan produksi protein total berturut-turut 208,98; 213,88; 215,70; 240,51 mg/g. Uji variansi menunjukkan bahwa penambahan aras tanin berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap NH3, UDP, dan protein total bungkil kelapa sawit. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa proteksi bungkil kelapa sawit menggunakan 0,75% tanin daun mangrove terbukti menurunkan nilai konsentrasi amonia (NH3) serta meningkatkan produksi protein total dan persentase protein tidak terdegradasinya.Kata kunci: Bungkil kelapa sawit, Tanin, Protein Total
PEMANFAATAN TANIN ALAMI DALAM MEMPROTEKSI PROTEIN BUNGKIL KELAPA DITINJAU DARI FERMENTABILITAS PROTEIN SECARA IN VITRO Zamsari, Muhamad; Sunarso, Sunarso; Sutrisno, Sutrisno
Animal Agricultural Journal Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Animal Agricultural Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.557 KB)

Abstract

ABSTRACT The study was conducted in three stages: 1) extraction of tannin tea waste, 2) protection of feedstuff protein using tannin extract, 3) test fermentability coconut cake that has been protected with the dregs of tea tannins in vitro. The parameters measured were the production of ammonia, undegraded proteins and total protein. The experiment was conducted using a completely randomized design with 4 treatments and 4 replications. Treatment consists of T0 (coconut + tannin 0%), T1 (+ coconut cake tannins 0.25%), T2 (coconut + tannin 0.50%), T3 (coconut + tannin 0.75%). The data obtained with the analysis conducted various statistical tests and if there are further differences tested using Duncans Multiple Range Test to determine differences between treatments. The results showed that the protective tannins in tea coconut meal protein can lower ammonia concentration (P <0.05) and increased the proportion of undegraded proteins (P <0.05) and increased production of total protein (P <0.05). The average production of ammonia T0 (3.73 mM) T1 (3.34 mM) T2 (3.25 mM) T3 (2.76 mM), undegraded protein T0 (39.42%) T1 (43.18% ) T2 (42.24%) T3 (41.31%) and total protein T0 (245.35 mg / g) T1 (272.33 mg / g) T2 (311.78 mg / g) T3 (351.48 mg / g). Conclusions from this research that uses tannin protein protection against coconut tea dregs shown to reduce the production of ammonia, increasing undegraded protein and total protein. ABSTRAK Penelitian dilakukan dalam tiga tahap : 1) ekstraksi tanin ampas teh, 2) proteksi bahan pakan sumber protein menggunakan ekstrak tanin, 3) uji fermentabilitas bungkil kelapa yang telah diproteksi dengan tanin ampas teh secara in vitro. Parameter yang diamati adalah produksi amonia, protein tidak terdegradasi dan protein total. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri dari T0 (bungkil kelapa+tannin 0 %), T1 (bungkil kelapa+tanin 0,25%), T2 (bungkil kelapa+tanin 0,50%), T3 (bungkil kelapa+tanin 0,75%). Data yang diperoleh dilaksanakan uji statistik dengan analisis ragam dan apabila terdapat perbedaan dilakukan uji lanjut menggunakan Duncan Multiple Range Test untuk mengetahui beda antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proteksi tanin ampas teh pada protein bungkil kelapa dapat menurunkan konsentrasi amonia (P<0,05) dan meningkatkan proporsi protein tidak terdegradasi (P<0,05) serta meningkatkan produksi protein total (P<0,05). Rata-rata produksi amonia T0 (3,73 mM) T1 (3,34 mM) T2 (3,25 mM) T3 (2,76 mM), protein tidak terdegradasi T0 (39,42 %) T1 (43,18 %) T2 (42,24 %) T3 (41,31 %) dan protein total T0 (245,35 mg/g) T1 (272,33 mg/g) T2 (311,78 mg/g) T3 (351,48 mg/g). Simpulan dari penelitian ini yaitu proteksi protein menggunakan tanin ampas teh terhadap bungkil kelapa terbukti menurunkan produksi amonia, meningkatkan protein tidak terdegradasi dan protein total.
Variabel Kelas Sosial, Umur, dan Jenis Kelamin Penutur dalam Penelitian Sosiolinguistik Sunarso, Sunarso
Jurnal Humaniora No 4 (1997)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.483 KB)

Abstract

Di dalam karangan singkat ini hendak dikemukakan tiga faktor sosial yaitu kelas sosial, umur, dan jenis kelamin yang merupakan variabel bebas dalam penelitian sosiolinguistik. Tujuannya ada1ah memeperlihatkan beberapa hasil penelitian dan pandangan para ahli terhadap korelasi ketiga variabel yang dimaksudkan dengan pemakaian bahasa. Variabel-variabel yang lain akan dibahas pada kesempatan lain.
Eufemisme: Referensi dan Latar Belakangnya Sunarso, Sunarso
Jurnal Humaniora No 9 (1998)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1129.014 KB)

Abstract

Bahasa sebenarnya bukanlah semata-mata alat untuk mengkomunikasikan informasi, tetapi bahasa juga merupakan alat yang sangat penting untuk memantapkan dan mempertahankan hubungan dengan orang lain. Penggantian suatu bentuk kebahasaan yang bernilai rasa kasar dengan bentuk kebahasaan lain yang bernilai rasa nalus disebut dengan eufemisme. (Dalam bahasa Yunani eu berarti baik dan pheme berarti ujaran.) Akan tetapi, eufemisme sebetulnya tidak hanya berkaitan dengan penggantian kata yang bernilai rasa kasar dengan kata yang bernilai rasa naius saja, melainkan berhubungan juga dengan kata pantang atau kata tabu, yaitu kata yang tidak boleh digunakan dalam suasana tertentu menurut norma tutur suatu masyarakat bahasa. Karena terdapat kata yang tidak boleh digunakan tersebut, penutur berusaha mencari bentuk penggantinya, yaitu bentuk eufemistik (Cf. Ullmann, 1970:205). Demikianlah, karangan singkat ini membicarakan seluk-beluk eufemisme yang dipakai di datam bahasa Indonesia. Pokok persoalan yang dibahas meliputi (1) referensi eufemisme, (2) sebab-sebab timbulnya eufemisme, dan (3) analisis bentuk eufemistik.
The Effects of Dietary Neutral Detergent Fiber Ratio from Forage and Concentrate on The Dietary Rumen Degradability and Growth Performance of Philippine Native Goats (Capra hircus Linn.) Nugroho, Dwiatmoko; Sunarso, Sunarso; Sevilla, Cesar C.; Angeles, Amado A.
International Journal of Science and Engineering Vol 6, No 1 (2014)
Publisher : Chemical Engineering Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.282 KB)

Abstract

This research’s objective was to determine the dietary rumen degradability and growth performances of goats fed dietary treatments. 18 native female goats (live weight of 7.96 ± 2.21 kg) were grouped into 6 classes for the feeding trial and 3 male mature goats with rumen cannula were used for the in situ digestibility. The three dietary treatments were: T1 - 72:28 Forage-Concentrate NDF ratio; T2 - 64:36; and T3 - 57:43. The rate of rumen degradability of DM and CP at 0 hours, potentially degradable fraction (b) and the rate of degradation of b were not affected by dietary treatments. The different ratios of NDF in the diets significantly affected the intake of DM, CP and NDF from forage and concentrates. Treatment diets affected the total intake of DM, CP and NDF of the animals. However, growth performance was not affected by the treatments showing the same production efficiency. This means that diets given to native goats with ratio of forage NDF of 72.07% can be applied since the value of the output and efficiency of feed utilization had the same value compared to diets ratio of forage NDF of 57.21%.
GROWTH PERFORMANCE AND MINERAL STATUS ON GOATS (Capra hircus Linn.) SUPPLEMENTED WITH ZINC PROTEINATE AND SELENIUM YEAST Aditia, Maharani; Sunarso, Sunarso; Sevilla, C.C.; Angeles, A.A.
International Journal of Science and Engineering Vol 7, No 2 (2014)
Publisher : Chemical Engineering Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.053 KB)

Abstract

Twenty two (22) doelings weighing 7.86 ± 2.12 kg were grouped into 6 weight classes in a feeding trial to determine the effects of dietary zinc proteinate and selenium yeast on mineral status and growth performance. The Zn-supplemented groups received 200 mg additional Zn daily from chelated Zn proteinate, an insoluble powder containing 15% elemental Zn. Se-supplemented groups received 3 mg Se from Se yeast consisting mainly of selenomethionine (63%). The four (4) dietary treatments were as follows: T1 : 0 mg Zn + 0 mg Se; T2: 0 mg Zn + 3 mg Se; T3 : 200 mg Zn + 0 mg Se. T4: 200 mg Zn/head + 3 mg Se/head. The experiment was conducted in a 2 x 2 factorial design in RCBD. Napier grass used in the trial contained 89.03 ppm Zn, while the mixture of corn-soybean oil meal had Zn content 49.73 ppm. Supplementation of Zn and Se in the diets composed of 60% Napier and 40% soya-corn mix had no effect on dry matter intake, body weight gain, and feed efficiency. Giving 200 mg Zn/head tends to increase (P<0.05) the Zn concentration in the blood of doelings among the levels of Se. Percent digestibility of Zn decreased with Zn supplementation at 200 mg. Percent apparent digestibility of Zn tends to be higher in animals without mineral supplementation. Results indicate that Zn and Se supplementation did not affect growth performance. Zn supplementation increased blood Zn concentration, but did not affect digestibility of Zn.
MODEL MODEL PEMBELAJARAN COMPETENCE BASED TRAINING (CBT) BERBASIS KARAKTER UNTUK PEMBELAJARAN PRAKTIK Paryanto, Paryanto; Soemawidagdo, Arianto Leman; Sunarso, Sunarso
Jurnal Kependidikan (Penerbit: LPPM UNY bekerjasama dengan MPPI) Vol 43, No 2: November 2013
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.97 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan adalah: (1) menghasilkan seperangkat prosedur/tahapan model pembelajaran CBT berbasis karakter; (2) mengetahui tingkat keterlaksanaan proses integrasi aspek karakter melalui model pembelajaran CBT berbasis karakter. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan Research and Development dengan tahapan: (1) studi pendahuluan untuk mengumpulkan informasi tentang kebutuhan pengembangan; (2) penyusunan model konseptual; (3) melakukan validasi model melalui kegiatan FGD; (4) merevisi model konseptual; (5) uji coba model konseptual. Hasil penelitian yang telah dilaksanakan adalah: (1) tahapan dalam pembelajaran CBT berbasis karakter adalah eksplorasi aspek karakter terkait dengan karakter kerja praktik, grouping, diskusi penyusunan work preparation sheet, pelaksanaan praktik disertai dengan pendampingan dan pembimbingan, proses assessment; (2) berdasarkan hasil uji coba yang telah dilaksanakan, tingkat keterlaksanaan proses integrasi aspek karakter melalui model pembelajaran CBT berbasis karakter adalah 5% belum terlaksana, 12% terlaksana belum konsisten, 16% terlaksana dengan konsisten, dan 70% telah membudaya