p-Index From 2014 - 2019
6.506
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Electrical and Computer Engineering (IJECE) Jurnal Anatomi Indonesia Majalah Forum Teknik UGM Sainsmedika Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran PHARMACON International Journal of Science and Engineering (IJSE) Nurse Media Journal of Nursing JURNAL ANATOMI FISIOLOGI SAINS DAN MATEMATIKA Jurnal Forum Nuklir Buletin Penelitian Kesehatan Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Jurnal Kefarmasian Indonesia Jurnal Manusia dan Lingkungan Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Jurnal MIPA Jurnal Bahan Alam Terbarukan JURNAL FISIKA Sainteknol Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Teknik dan Sains Eksergi Jurnal Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi Jurnal Kesehatan Andalas Teknofisika POROS TEKNIK Indigenous The Indonesian Biomedical Journal BIOMA JTT (Jurnal Teknologi Terpadu) Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi Jurnal Pengabdian pada Masyarakat INDEKS (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Terintegrasi) Communications in Science and Technology Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education Jurnal Biologi Tropika NICHE Journal of Tropical Biology Buletin Anatomi dan Fisiologi (Bulletin of Anatomy and Physiology) JURNAL PengaMAS Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan) Jurnal Nasional Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (JNTETI) ASEAN Journal on Science and Technology for Development UPEJ Unnes Physics Education Journal Indonesian Comparative Law Review
Articles

Pengaruh Phyllanthus niruri L pada gambaran mikroskopis hepar mencit Balb/C yang diinfeksi Salmonella typhimurium Susilaningsih, N; Sunarno, Sunarno; Isbandrio, B
Jurnal Anatomi Indonesia Vol 1, No 1 (2007)
Publisher : Jurnal Anatomi Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

LatarBelakang: Phyllanthus niruri Lmerupakan imunomodulator yang telah teruji dapatmeningkatkan imunitas,khususnya imunitas seluler yang dibutuhkan untuk mengatasi infeksi Salmonella, serta berfungsi sebagaihepatoprotektor.Penelitian ini bertujuan untukmembuktikanmanfaat pemberian Phyllanthus niruri L padamencitBalb/Cyang diinfeksiSalmonella typhimurium denganmenilai gambaranmikroskopis hepar.Metode:Penelitian inimenggunakanmetode quasi eksperimen di laboratoriumdengan rancangan the post testonlycontrol group terhadap 18 ekormencit Balb/C yang diinfeksi Salmonella typhimurium dan dibagi dalam3kelompok. Kelompok kontrol diinfeksi Salmonella typhimuriumsaja.Kelompok perlakuan diinfeksi Salmonellatyphimurium dan diberiPhyllanthus niruri L dengan dosis 3x 0,125mg/hr (P1) dan 3x 0,25mg/hr (P2). Hepardibuat sediaan dengan pengecatanHE, dilihat gambaranmirkoskopisnya denganmenilaiHistologyActivity Index(HAI)menggunakan Knodell score.Hasil:Hasil penelitianmenunjukkan bahwa pada gambaranmikroskopis hepar kelompok perlakuan tampakkerusakan hepar lebih ringan dibanding kontrol dan terdapat perbedaan bermakna antara kelompok kontroldengan P1 (p=0,022) dan P2 (p=0,008),Simpulan:Pemberian Phyllanthus niruri L dapatmemperbaiki kerusakan hepar padamencitBalb/Cyang diinfeksiSalmonella typhimurium.
Rancang Bangun Sistem Pengukur Curah Hujan Jarak-Jauh Real Time Sebagai Peringatan Banjir Lahar Dingin Sunarno, Sunarno
Majalah Forum Teknik UGM Vol 3, No 3 (2010)
Publisher : Majalah Forum Teknik UGM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.631 KB)

Abstract

The aim of this research is to set up a sufficient system, which is used for real-time raingauge telemonitoring as the early warning system for cold lava avalanche of Mount Merapi.The system contains a remote station (transducer, Counter Timer, CPM Frequency Converter,FSK Modulator, and Tx/Rx) and a controller station (Tx/Rx, FSK demodulator, and personalcomputer).Data managements which are developed in this research are expected to be used in a realtime a rain gauge telemonitoring of Mount Merapi. The characteristics of data communicationin this system are unguided type with air as the media, asynchronous serial mode, simplex modetransmission, with audio modulation and frequency shift keying modulation. A pair of handy-transceiver was use in data transmitting with VHF/UHF wave at Amateur Radio DataFrequency (144,100 MHz and 431,125 MHz). Rainfall data changes 60 ml in 10 seconds wassent with the variation of sound frequency, started at 645 Hz with delay time 0.0168 seconds upto 2.993 Hz with delay time 0,0015 seconds.This research is expected to give valuable information for the telemonitoring systemengineering development, especially for engineers who work in the field of telemonitoringsystem and for the people who live in the Mount Merapi surroundingKeywords: telemonitoring, rain gauge, FSK, modulation
Agregasi Embrio Tahap Pembelahan 8 Sel pada Medium Kultur KSOMaa untuk Menghasilkan Embrio Hasil Agregasi dengan Nilai Viabilitas yang Tinggi: Kajian pada Hewan Model Mencit (Mus musculus) Sunarno, Sunarno
JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA Volume 14 issue 4 Year 2006
Publisher : JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.951 KB)

Abstract

ABSTRAK---Agregasi atau penggabungan embrio untuk menghasilkan embrio dengan kualitas unggul dapat dilakukan pada tahap awal perkembangan embrio sampai sebelum embrio mencapai tahap morula kompak. Agregasi embrio dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu: agregasi antar embrio tanpa zona peluzida menjelang proses kompaksi dan agregasi embrio tahap aawal yang masih mempunyai blastomer dengan konfogurasi longgar satu sama lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai viabilitas embrio hasil agregasi pada medium KSOMaa melalui proses agregasi embrio tahap pembelahan 8 sel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa medium KSOMaa mampu menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan embrio tahap pembelahan 8 sel sehingga dihasilkan embrio hasil agregasi dengan nilai viabilitas yang tinggi. Untuk mendukung proses agregasi sehingga dihasilkan embrio dengan nilai viabilitas yang tinggi dalam sistem kultur in vitro, harus memperhatikan beberapa faktor, antara lain sumber gas CO2, nutrisi (medium), substrat (wadah) dan suhu inkubasi. Dalam mempersiapkan medium juga harus diperhatikan beberapa hal penting, seperti sumber air yang digunakan sebagai pelarut, sifat fisik seperti osmolaritas, pH serta komposisi media yang disesuaikan dengan kebutuhan pertumbuhan dan perkembangan embrio.   Keywords: kultur in vitro, agregasi, embrio, viabilitas, mencit (Mus musculus)
Pengaruh Meniran (Phyllanthus niruri L) Terhadap Patogenesis Infeksi Salmonella Sunarno, Sunarno
Jurnal Kefarmasian Indonesia Vol 1, No 2 (2009)
Publisher : Jurnal Kefarmasian Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.265 KB)

Abstract

Typhoid/paratyphoid disease is a major problem in Indonesia. Management of therapy including the use of immunomodulator must be developed continuously. In this case Phyllanthus niruri L is immunomodulator that has been useful to increase the animal and human immunity. The purpose of this study was to know the influence of Phyllanthus niruri L on the Salmonella infection focusing on spleen bacterial colonies. The experiment was designed with post test-only control group to 18 BabiC Mice infected by Salmonella typhimurium divided into one control group and two experimental groups which have given Phyllanthus niruri L of 3x0.125 mg/day (P1) and 3x0.25 mg/day (P2) orally. Statistical analysis was used Oneway ANOVA test. The research result showed that treatmen P1 had significant influence to decrease spleen bacterial colonies compared to control group.   Key Words: Phyllanthus niruri L, Immunomodulator, Salmonella
EVALUASI MEDIUM PENGAYAAN Vibrio cholerae UNTUK DIAGNOSIS KOLERA MENGGUNAKAN IMMUNOCHROMATOGRAPHIC STRIP TEST Sariadji, Kambang; Sunarno, Sunarno; P, Nelly; Wati, Melati; Khariri, Khariri; N.S, Sundari; Amalia, Novi
Buletin Penelitian Kesehatan Vol 41, No 1 Mar (2013)
Publisher : Buletin Penelitian Kesehatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. Vibrio cholerae strains are capable of causing  outbreak cholera in developing country with poor sanitation and hygiene .Conventional culture methods currently available for detection of V. cholerae 01 takes 3 – 5 days. Other diagnostic tools are by using rapid immunochromatographic strip test for controlling and preventing the spreading of cholera outbreak. This method has limitation in detection of V.cholerae O1, especially under 105 cfu/mL. Furthermore rapid method can be improved by  enrichment media and incubation in 37° C for 6 – 8 hours. The aims of research are to analyse enrichments media in increasingl V.cholerae O1, and it’s to improve the finding of the laboratory diagnosis of cholera cases. The research was conducted at the Laboratory of Bacteriology, Center of Biomedical and Basic Technology of Health National Institute of Health Research and Development (NIHRD) from January - July 2011. Medium evaluation was done by making serial dilutions of Vibrio cholerae O1 from 107-101 cfu / ml  inoculated into three mediums: alkaline peptone water, bismuth sulfite, and gelatin phosphate salt broth medium. Then were incubated 37°C for 8 hours and every two hours was tested by immunochromatographic strip test. The data analysis to determine treatment and individual differences  each group was done by one way ANOVA test. The results showed that alkali peptone water are better than gelatine phosphate salt broth and bismuth sulfite in increasing V.cholerae O1, p.value 0.000 means significant different. Meanwhile from 24 samples dilutions which were inoculated in three enrichment media, and detected by rapid immunochromatographic in every 2 hours for 8 hours showed positive result in enrichments media are 17 samples for alkali peptone water, 13 samples for gelatine phosphate salt broth  and 8 samples for bismuth sulfite. Key Words : V.Cholerae, Enrichment Media, Immunochromatographic strip test   Abstrak. Vibrio cholerae O1 adalah bakteri yang dapat menimbulkan wabah kolera pada negara berkembang dengan tingkat sanitasi dan higiene yang buruk .Saat ini metode baku diagnosis bakteri V.cholerae O1 adalah dengan kultur dan isolasi yang memerlukan waktu  5 hari. Diagnosis lain untuk menanggulangi dan mencegah penyebaran wabah kolera dengan metode rapid immunokromatografi strip test. Metode rapid  ini  mempunyai keterbatasan mendeteksi jumlah V.cholerae O1 minimal 105 cfu/mL dan dapat ditingkatkan  dengan  medium pengayaan yang diinkubasi selama 6 - 8 jam pada suhu 37° C . Penelitian bertujuan untuk menganalisis  medium pengayaaan  dalam meningkatkan jumlah V.cholerae O, sehingga diagnosis laboratorium untuk meningkatkan temuan kasus  penyakit kolera dapat ditingkatkan. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Bakteriologi Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan, Balitbangkes dari bulan Januari – Juli 2011. Evaluasi medium ini dilakukan dengan cara membuat pengenceran serial cholerae O1 dari 106 - 101 cfu/mL yang dinokulasikan ke tiga medium tersebut yakni air peptone alkali, bismuth sulfite, dan medium gelatin phosphate salt broth. Kemudian diinkubasi pada 37°C selama 8 jam dan setiap 2 jam dilakukan pengujian dengan menggunakaan immunochromatographic strip test. Analisis data untuk mengetahui perlakuan dan perbedaan masing – masing kelompok dilakukan dengan uji one way anova. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pertumbuhan V.cholerae O1 pada medium air peptone alkali lebih baik dibandingkan dengan medium gelatine phosphate salt broth dan bismuth sulfite. Pada uji beda rata – rata nilai p.value adalah 0,000 . Sementara dari 24 sampel pengenceran yang diinokulasikan ke tiga medium pengayaan dan dideteksi dengan metode rapid  menunjukkan hasil deteksi positif pada medium air peptone alkali adalah 17,  lebih banyak dibandingkan medium gelatine phosphate salt broth sebanyak 13 dan medium bismuth sulfite sebanyak 8. Kata Kunci : V.cholerae, Medium Pengayaan, Immunokromatografi strip test
POTENSI GEN dtx DAN dtxR SEBAGAI MARKER UNTUK DETEKSI DAN PEMERIKSAAN TOKSIGENISITAS Corynebacterium diphtheriae Sunarno, Sunarno; Sariadji, Kambang; Wibowo, Holly Arif
Buletin Penelitian Kesehatan Vol 41, No 1 Mar (2013)
Publisher : Buletin Penelitian Kesehatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract.   Corynebacterium diphtheriae is the causative agent of diphtheria. The main virulence determinant of the bacteria is diphtheria toxin, the cause of the systemic complication seen with diphtheria. Production of diphtheria toxin by toxigenic strain encoded by dtx/tox gene and repressed by dtxR gene. Gold standard for bacterial toxigenicity test carried out by conventional methods (Elek test, Guinea pig and vero cell cytotoxicity). However, Elek test have variety result, time consume and problem of the reagent availability. On the other hand, the animal (Guinea pig) testing was opposed by many animal lovers and the vero cell cytotoxicity test require high cost. The study purposed to evaluate the using of dtx and dtxR genes as a detection marker of C.diphtheriae and bacterial toxigenicity test simultaneusly by Multiplex PCR. The study examined 44 bacterial and fungal isolates, included 22 C.diphtheriae (4 reference strains and 18 clinical isolates), 5 other specieses of Corynebacterium  (reference strains) and 17 non-Corynebacterium (10 reference strains and 7 stock cultures ). All of sample were examined by Multiplex PCR for 2 primer pairs targeted dtx and dtxR genes. The study showed that the Multiplex PCR for dtx and dtxR as target genes able to detect all of sample correctly thus concluded that dtx and dtxR genes could be used as a marker for alternative detection and toxigenicity test of C.diphtheriae by Multiplex PCR rapidly and accuratelly. Key words: Corynebacterium diphtheriae, dtx, dan dtxR Abstrak. Corynebacterium diphtheriae merupakan agen penyebab penyakit difteri.. Faktor virulensi utama  C. diphtheriae adalah toksigenisitas (kemampuan memproduksi toksin) bakteri toxin. Produksi toksin diatur seperangkat gen yang disebut gen tox/dtx dan diregulasi oleh gen dtxR. Gold standard untuk pemeriksaan toksigenisitas C.diphtheriae adalah dengan metode konvensional (Elek test, Guinea pig dan vero cell cytotoxigenicity),namun  Elek test mempunyai variasi hasil yang cukup beragam, membutuhkan waktu yang cukup lama, serta masalah ketersediaan reagen standard.  Di sisi lain pemeriksaan dengan hewan coba banyak ditentang oleh para pecinta satwa. Sementara itu, pemeriksaan dengan vero cell membutuhkan biaya yang sangat tinggi.  Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi gen dtx dan dtxR sebagai marker deteksi C.diphtheriae sekaligus pemeriksaan toksigenisitas bakteri menggunakan PCR Multipleks. Jumlah sampel penelitian sebanyak 44 isolat, termasuk  22 C.diphtheriae (4 strain referensi dan 18 isolat klinik), 5 spesies lain Corynebacterium (strain referensi) dan 17 isolat non-Corynebacterium  (10 strain referensi dan 7 isolat tersimpan). Semua sampel dilakukan pemeriksaan menggunakan PCR Multipleks dengan  2 pasang primer yang mempunyai target gen dtx dan dtxR Hasil penelitian menunjukkan bahwa  Gen dtx dan dtxR dapat digunakan sebagai marker (gen target) dalam metode deteksi dan pemeriksaan toksigenisitas C.diphtheriae menggunakan PCR Multipleks sehingga menjadi alternatif metode diagnosis difteri yang cepat dan akurat Kata Kunci: Corynebacterium diphtheriae, dtx, dan dtxR
IDENTIFIKASI TEMUAN KONTAK POSITIF KASUS KEJADIAN LUAR BIASA DIFTERIA DI DKI JAKARTA Sariadji, Kambang; HP, Rudi; Sunarno, Sunarno; Subangkit, Subangkit; Sundari, Sundari; Amalia, Novi
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 23, No 4 Des (2013)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.993 KB)

Abstract

AbstrakRendahnya  cakupan  imunisasi  dasar  di  DKI  Jakarta  ini menyebabkan  kekhawatiran  timbulnya  penyakit yang  dapat dicegah  dengan  imunisasi  (PD3I) dimana  salah  satunya  adalah difteri. Kejadian  difteri yang dilaporkan  ini terjadi  di daerah  Kelurahan  Bangka,  Kecamatan Mampang  Prapatan,  Jakarta  Selatan pada  bulan  Desember  2012,  dilaporkan adanya kasus dengan diagnosis klinis difteri pada anak perempuan usia 4 tahun. Karena anak tersebut meninggal maka dilakukan pengambilan sampel swab tenggorok terhadap 11 orang kontak yang terdiri dari teman, anggota keluarga dan tetangga. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi kontak positif kasus kejadian luar biasa difteria yang terjadi di Jakarta. 11 spesimen kontak swab tenggorok dilakukan pemeriksaan secara mikroskopik dengan pewarnaan Albert.  Kultur dan isolasi  menggunakan  medium  agar  darah  dan  telurit  agar  darah.  Koloni  tersangka  dilanjutkan  dengan  uji  biokimia menggunakan produk  komersial  remel  Rapid  CB  Plus.  Uji toksigenitas  dilakukan  dengan  PCR  multiplek.  Dari  11 spesimen kontak,  didapatkan 1  kontak  dari  lingkungan  keluarga  terinfeksi  C.diphtheriae. Pemeriksaan  mikroskopis ditemukan  bentuk  difteroid.  Hasil  kultur,  isolasi  dan  uji  biokimia  menunjukan  possibility  >  99,9%  adalah  bakteri Corynebacterium  diphtheriae.  Sementara  uji  toksigenitas  Corynebacterium  diphtheriae  dilakukan  menggunakan  PCR multiplex. Hasilnya bakteri tersebut toksigenik yang ditandai dengan terbentuk produk amplifikasi dari gen dtx (tox) dan dtxR sehingga tampak garis pada 141 bp dan 184 bp. Kesimpulan yang didapat dari 11 kontak yang diambil spesimen swab tenggorok ditemukan 1 kontak dari kalangan keluarga terdekat positif terinfeksi C.diphtheriae tipe mitis toksigenikKata Kunci : Corynebacterium diphtheriae, Kultur dan Isolasi, Uji BiokimiaAbstractThe  low coverage  of basic  immunization causes  concern  of  outbreaks  some  immunizable  prevented  diseases  in Jakarta. One  of  them is diphtheria. It  was  reported incidence  of diphtheria suspect in Bangka, Mampang Prapatan, South Jakarta in December 2012. A suspect of 4 years old girl was  reported with a clinical diagnosis of diphtheria anddied. The suspect specimen can not be taken, hence the  the throat swab samples were taken to 11 contact  patients consisting of friends, family  members and neighbors. The  objectiveof  tis  research  is  to  identify positive  contact of diphtheria outbreaks occurred in Jakarta. 11 specimens of throat swab are stained by albert method using microscopic. The bacteria are isolated and cultured by using blood jelly and telurit blood jelly. The suspect colonies are examined by biochemical tests using commercial products Remel Rapid CB Plus.. The toksigenic test of bacteria was performed by using multiplex PCR. Direct microscopic by using a staining Albert was found 1 difteroid  form of 11 throat swab samples. Further  test  of samples contact,  one sample  was  positif  C.diphtheriae  originated  from  the   family’s  suspect.  The biochemical test results of C.diphtheriae with possibility > 99.9%. The result toxigenic of bacteria are characterized by amplification of the gene product formed dtx (tox) and dtxR in which appears line at 141 base pairs and 184 base pairs.Conclusion from the research only one positive contact is joined C.diphtheriae type mitis toxigenic out of 11 spesciments were taken from throat swab.Key words : Corynebacterium diphtheriae, Culture and Isolation, Biochemical test
Analisis Produktivitas Itik Petelur di Kabupaten Semarang Berdasarkan Indikator Nilai Konversi Pakan, Rasio Tingkat Konsumsi Pakan dengan Intestinum dan Bobot Intestinum dengan Pertambahan Bobot Badan Sunarno, Sunarno; Djaelani, M. Anwar
SAINS DAN MATEMATIKA Volume 19 Nomor 2 Tahun 2011
Publisher : SAINS DAN MATEMATIKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.3 KB)

Abstract

Kabupaten Semarang merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah dengan jumlah peternak itik petelur lokal cukup banyak. Berbagai itik lokal dibudidayakan oleh masyarakat setempat, antara lain itik Pengging, Magelang, dan Tegal. Selain letaknya yang strategis, wilayah ini memiliki kondisi mikroklimat yang menunjang kegiatan budidaya itik petelur. Mikroklimat merupakan salah satu faktor penting yang berpengaruh pada produktivitas itik petelur. Penelitian ini bertujuan menganalisis produktivitas itik petelur  lokal di Kabupaten Semarang dengan menggunakan beberapa indikator penting, yang meliputi konversi pakan (KP), rasio antara pakan dengan bobot intestinum (BK:BI), dan rasio antara bobot intestinum dengan bobot badan (BI:BB). Metode yang digunakan adalah sampling sederhana dengan cara memilih ketiga jenis itik petelur lokal yang berumur 6 bulan (itik siap bertelur), antara lain itik Pengging, Magelang, dan Tegal, masing-masing sebanyak 6x ulangan. Pengukuran bobot pakan dilakukan setiap hari dengan menggunakan timbangan digital. Bobot badan diukur setiap 5 hari sekali selama satu bulan, sedangkan bobot intestinum diukur pada akhir bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa itik petelur Pengging memiliki nilai KP 98,04, BK:BI = 2,17, dan BI:BB = 0,05, sedangkan  itik Magelang dan Tegal, berturut-turut (134,08; 4,08; 0,03) dan (101,35; 2,57; 0,04). Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa itik Pengging memiliki kemampuan konversi pakan, rasio bobot pakan dengan bobot intestinum, dan rasio bobot intestinum dengan bobot badan yang lebih baik dibanding itik Magelang dan Tegal. Berdasarkan indikator tersebut, itik Pengging lebih produktif dibanding itik Magelang dan Tegal dan direkomendasikan untuk dibudidayakan, terutama di daerah yang memiliki karakteristik mikroklimat  seperti yang ada di Kabupaten Semarang.Keywords: itik petelur, produktivitas, konversi pakan, intestinum, bobot badan
ANALISIS PERBEDAAN HASIL PENGUKURAN TEKANAN DARAH ANTARA LENGAN KANAN DENGAN LENGAN KIRI PADA PENDERITA HIPERTENSI DI RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK PROPINSI LAMPUNG Arwani, Arwani; Sunarno, Sunarno
Nurse Media Journal of Nursing Vol 1, No 2 (2007): Media Ners
Publisher : School of Nursing, Medical Faculty, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.901 KB)

Abstract

Secara teori dianjurkan untuk melakukan pengukuran tekanan darah pada kedua lengan kanan dan kiri khususnya pada kasus-kasus baru. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis perbedaan hasil pengukuran tekanan darah yang dilakukan di lengan kanan, dan yang dilakukan di lengan kiri pada penderita hipertensi di RSUD DR. H. Abdul Moeloek Propinsi Lampung. Desain penelitian yang dipakai adalah studi analitik dengan pendekatan observasional. Instrumen pengukuran menggunakan oscillometry. Sampel terdiri dari 31 responden yang diambil dengan teknik consecutive sampling. Dari hasil analisa statistik menggunakan t-test (uji mean), diketahui bahwa rata-rata selisih hasil pengukuran tekanan darah pada kedua lengan >10 mmHg, dengan test value = 10, didapatkan nilai p = 0,012 (< 0,025/½ï¡). Oleh karena itu, diambil kesimpulan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara hasil pengukuran tekanan darah yang dilakukan di lengan kanan dan lengan kiri pada penderita hipertensi.
METODE CEPAT EKSTRAKSI DNA Corynebacterium diphtheriae UNTUK PEMERIKSAAN PCR Sunarno, Sunarno; Muna, Fauzul; Fitri, Nyoman; Malik, Amarila; Karuniawati, Anis; Soebandrio, Amin
Buletin Penelitian Kesehatan Vol 42, No 2 Jun (2014)
Publisher : Buletin Penelitian Kesehatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.319 KB)

Abstract

AbstractDiagnosis of diphtheria caused byCorynebacterium diphtheriaeshould be done immediately since delay of therapy may cause 20-fold increase rate of death. One method of rapid diagnostic to identify diphtheria is by using polymerase chain reaction (PCR). The fundamental issue of this method depends on the DNA, either its quality or quantity. The simple DNA extraction method, which is using mechanical/physical principles with a little of chemical reagents (such as boiling method and the use of sodium hydroxide (NAOH)), will have some benefits, such as easy to be performed, low cost, fast, and environmentally friendly. This study aimed to evaluate effectivity and efficiency of boiling method with NaOH to extract DNA of C. diphtheriae compared to the use of a commercial diagnostic kit for PCR assay. We used C. diphtheriae toxygenic(NCTC 10648) isolates, which are grown in blood agar plates. We then prepared the suspensions of cell/colony in aquadest with several dilutions. Each dilution was extracted using boiling method, NaOH and controlled with the use of a commercial diagnostic kit (QiAmp DNA Minikit). The results were evaluated quantitatively with spectrophotometer and qualitatively with gel electrophoresis. The results showed that the extracted DNA from boiling method with NaOH has an adequate quality and quantity for PCR assay (up to 9 CFU/uL cell/reaction). Therefore, it can be summarized that boiling method with NaOH is effective and efficient to be applied in PCR assay forC. diphtheriae.Key words: boiling extraction method, NaOH, C.diphtheriae, PCRAbstrakKematian kasus difteri yang disebabkan oleh Corynebacterium diphtheriaedapat meningkat 20 kali lipat karena keterlambatan pengobatan sehingga penegakan diagnosis harus dilakukan sesegera mungkin. Salah satu metode diagnostik yang cukup cepat untuk mendeteksi penyakit difteri adalah pemeriksaan polymerase chain reaction(PCR). Keberhasilan pemeriksaan PCR dipengaruhi oleh kualitas dan kuantitas DNA. Metode ekstraksi DNA sederhana menggunakan prinsip mekanik/fisika  dengan  reagen  kimia  minimalis,  seperti   metode  pemanasan (boiling)dan penggunaan (NAOH) memiliki beberapa kelebihan, diantaranya mudah dilakukan, biaya murah, waktu yang dibutuhkan singkat dan lebih ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektifitas dan  efisiensi  metode boilingdan NAOH untuk ekstraksi DNA C.diphtheriae dibandingkan dengan penggunaan kit komersial dalam pemeriksaan PCR. Sampel berupa isolat C.diphtheriae toksigenik (NCTC 10648), ditumbuhkan dalam blood agar, kemudian dibuat suspensi sel/koloni dalam aquadest dengan beberapa kali pengenceran. Masing-masing pengenceran diekstraksi dengan metode boilingdan NaOH yang terkontrol dengan kit komersial (QiAmp DNA Minikit). Hasil ekstraksi dinilai secara kuantitatif dengan spektrofotometer dan secara kualitatif dengan gel elektroforesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DNA hasil ekstraksi dengan metode boilingdan NaOH mempunyai kualitas dan kuantitas yang cukup untuk pemeriksaan PCR hingga 9 CFU/uL sel bakteri/reaksi sehingga dapat disimpulkan bahwa metode boiling dan NaOH cukup efektif dan efisien untuk diaplikasikan pada metode PCR untuk C.diphtheriae.Kata Kunci: boiling, NaOH, C.diphtheriae, PCR
Co-Authors A. Cristina, A. Abdullah, Ridwan Aditya Wiraswan Agung Wibowo Agus Budhie Wijatna Amarila Malik amelia cristina, amelia Amin Soebandrio Ananda, Khuzyia Rizqi Triavi Anis Karuniawati Annisa Widyasari, Annisa Arum, Agnes Yustika Wulan Arwani Arwani Avisha, Hafsah Ayu, Linda B Isbandrio Bambang Subali Budi Setiyanto D Martina, D Damayanti, Rahayu Darmawan, Ahmad Edi Denny Hardiyanto Devi, Alfisa Dewi Ratih Agungpriyono Dhani, Vinsensius M Dwi Joko Suroso Fairuzzaki, Garin F Faqqiyyah, Hamidatul Fauzul Muna Fitriana Fitriana Gautam, Deepak Hartono Hartono Havid Viqri Muhammad Redha, Havid Viqri Muhammad Heru Hendrayana Holly Arif Wibowo I Wayan Mustika Imron Mawardi, Imron Isa Akhlis Juandi Goeltoem, Rudy Kambang Sariadji Karmila Achmad Khariri Khariri Khimantoro, Retno Koentjoro Koentjoro Kusumah, Rd Yudhi Tresnadi M. Anwar Djaelani Masturi Masturi Melati Wati Melatiwati Melatiwati Memory Motivanisman Waruwu Muflichatun Mardiati, Siti Muhammad Anwar Djaelani Muhammad Fikri N Susilaningsih N. Istiana, N. Nastain, Muhamad NASTITI KUSUMORINI Nawarikita, Endang Nelly P Nelly Puspandari Novi Amalia Nurul Istiana, Nurul Nuzulul Fauzan Abadan, Nuzulul Fauzan Nyoman Fitri P. Dwijananti Pratiwi Dwijananti Pratiwi, F Rachmadya Nur Hidayah Rachmawan Budiarto Rini, Almalina Nabila Sulistyo Risanuri Hidayat Rohmad Rohmad, Rohmad Rony Wijaya Rudi HP Rudi Setiawan Rully Rahadian Sara Wibawaning Respati, Sara Wibawaning Sartoni, Hadyan Sekarsari, Eryanti Silvia Reni Yenti Singgih Hawibowo Siti Muflichatun Mardiati siti zubaedah Sokmawati, Hajar Sri Isdadiyanto Sri Pujiyanto Subangkit Subangkit Sudarmadji Sudarmadji Sugianto Sugianto Sundari N.S Sundari Sundari Supriyadi Supriyadi Susilo Susilo Sutikno Sutikno Syaiful Bahri Teguh Suprihatin Totok Sulistyo, Totok Wasmen Manalu Wawan Kurniawan Wijaya Saputra, Reynato Yohannes Sardjono Yuanita Mulyastuti Zulfikar, Muhamad Fikri