Articles

Found 16 Documents
Search

REDESAIN MESIN PEMUTAR ES KRIM UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS, KUALITAS PRODUK DAN KEMUDAHAN OPERASIONALNYA

Abdimas Vol 14, No 2 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Pembuatan es krim atau “es puter” yang dilakukan oleh pengusaha kecil selama ini adalah dengan cara memutar tabung secara manual (diputar dengan tangan) selama kurang lebih 1,5 jam. Dengan cara pembuatan seperti ini kurang efisien dan memberatkan pekerja. Tujuan pokok kegiatan ini adalah untuk membuat mesin pemutar es krim yang berisi empat tabung es krim yang mampu bekerja dengan hasil optimal serta mudah cara mengoperasikannya. Hasil kegiatan ini adalah mesin pemutar es krim empat tabung yang dapat berfungsi dengan baik. Produktivitas mesin pemutar adalah empat kali lipat (400%) lebih tinggi dibandingkan dengan alat pemuatar es sebelumnya (manual). Kualitas es krim yang dihasilkan dengan mesin pemutar sama baiknya dengan yang dihasilkan dengan cara manual. Kata kunci: mesin, es krim, produktivitas, efisiensi

MODEL SISTEM INFORMASI PARIWISATA KOTA SEMARANG BERBASIS SIG

Jurnal Teknik Elektro Vol 3, No 2 (2011): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan pariwisata di Jawa Tengah khususnya di kota Semarang menjadi ikon daerah ini, sentuhan teknologi informasi menjadi sebuah bidang yang dimanfaatkan untuk mempromosikan suatu daerah wisata. Guna mendukung kepariwisataan Kota Semarang maka dilakukan penelitian pengembangan model sistem informasi yang dapat menampilkan data geografis tentang tempat wisata yang ada di Kota Semarang. Sistem tersebut adalah Sistem Informasi Pariwisata Kota Semarang berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) Sistem Informasi Geografis (SIG) Pariwisata Kota Semarang ini memiliki conten (isi) tentang tempat wisata, hotel serta restoran yang dijadikankan dalam bentuk digital dan diaplikasikan dalam penggunaan komputer. Pengaplikasiaan dalam komputer dengan cara mendigitasi Peta. Peta didigitasi pada Auto CAD 2004 yang kemudian diolah lebih lanjut pada Arc View GIS 3.3 untuk dijadikan sebuah peta lengkap dengan keterangan tabel dan gambar. Tampilan peta utuh berisi jalan utama, jalan kecil, arteri primer, arteri sekunder dan sungai. Tampilan peta akan disesuaikan dengan permintaan user. 

Pengembangan Media Digital Games Based Learning (DGBL) pada Materi Operasi Himpunan Matematika Kelas VII di SMP Negeri 9 Semarang

Edu Komputika Journal Vol 3 No 1 (2016): Edu Komputika Journal
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Generally, this research aims to design, create and analyze quality and it performance as a media for Digital Games Based Learning method on mathematical set operations in Junior High School. Development refers to this research designs is Research and Development (R & D) using models DGBL-ID (Digital Games Based Learning-Instructional Design) with such stages of analysis, design, development, quality testing and implementation. The calibration results from the aspect of functionality indicates that all the major functions and media interface is run as expected. In the aspect of performance showing media DGBL can run efficiently with the consumption of CPU and memory respectively by 1.5% and 55.7 Mb. Usability eligibility percentage is at 87.5%. The assessment of the feasibility of the media by media specialists and subject matter experts show that media DGBL is in the category of valid. The results of the implementation of DGBL media in the learning process to the 30 students of grade VII from 9th State Junior High School in Semarang, showed 76.7% of students give a high responded and passion for media DGBL. Based on the results of research and discussion, we can conclude that the media DGBL is feasible in learning mathematical set operations in 9th State Junior High School in Semarang.

MODEL SISTEM INFORMASI PARIWISATA KOTA SEMARANG BERBASIS SIG

Jurnal Teknik Elektro Vol 3, No 2 (2011): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan pariwisata di Jawa Tengah khususnya di kota Semarang menjadi ikon daerah ini, sentuhan teknologi informasi menjadi sebuah bidang yang dimanfaatkan untuk mempromosikan suatu daerah wisata. Guna mendukung kepariwisataan Kota Semarang maka dilakukan penelitian pengembangan model sistem informasi yang dapat menampilkan data geografis tentang tempat wisata yang ada di Kota Semarang. Sistem tersebut adalah Sistem Informasi Pariwisata Kota Semarang berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) Sistem Informasi Geografis (SIG) Pariwisata Kota Semarang ini memiliki conten (isi) tentang tempat wisata, hotel serta restoran yang dijadikankan dalam bentuk digital dan diaplikasikan dalam penggunaan komputer. Pengaplikasiaan dalam komputer dengan cara mendigitasi Peta. Peta didigitasi pada Auto CAD 2004 yang kemudian diolah lebih lanjut pada Arc View GIS 3.3 untuk dijadikan sebuah peta lengkap dengan keterangan tabel dan gambar. Tampilan peta utuh berisi jalan utama, jalan kecil, arteri primer, arteri sekunder dan sungai. Tampilan peta akan disesuaikan dengan permintaan user.

Frekuensi Gangguan Terhadap Kinerja Sistem Proteksi di Gardu Induk 150 KV Jepara

Jurnal Teknik Elektro Vol 5, No 2 (2013): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT PLN (Persero) P3B JB APP Semarang, Gardu Induk 150 KV Jepara merupakan pusat pengaturkebutuhan beban tenaga listrik dan berfungsi sebagai pusat pengamanan peralatan-peralatan sistem tenagalistrik dan sebagai pusat proses penormalan terhadap gangguan-gangguan yang ada di wilayah Jepara. Sistempenyaluran tenaga listrik tersebut tidak menutup kemungkinan terjadi gangguan, terutama gangguan yangdisebabkan oleh alam. Adanya gangguan yang tidak dapat diprediksi maka diperlukan suatu peralatanpengaman (sistem proteksi) yang tepat dan dapat diandalkan agar mampu meningkatkan penyaluran tenagalistrik ke beban (konsumen). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kuantitas gangguan dankeandalan sistem proteksi area trafo tenaga di Gardu Induk 150 KV Jepara dari tahun 2007 sampai 2012.Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah dapat memberikan informasi ilmiah sebagai bahanpertimbangan untuk menyikapi kuantitas gangguan dan kinerja sistem proteksi area trafo tenaga di GarduInduk 150 KV Jepara. Jenis penelitian yang digunakan adalah penilitian deskriptif kualitatif yang sifatnyaeksploratif untuk mengetahui pengaruh gangguan terhadap kinerja sistem proteksi area trafo tenaga diGardu Induk 150 KV Jepara dari tahun 2007 sampai 2012. Hasil penelitian diketahui, pesentase gangguanyang mempengaruhi sistem proteksi area trafo tenaga 1 di Gardu Induk 150 KV Jepara adalah gangguannonteknis sebesar 50% dan gangguan yang tidak diketahui penyebabnya sebesar 50%. Sistem proteksi areatrafo tenaga 1 di Gardu Induk 150 KV Jepara memiliki persentase keandalan rele sebesar 91,67%. Pesentasegangguan yang mempengaruhi sistem proteksi area trafo tenaga 2 di Gardu Induk 150 KV Jepara adalahgangguan teknis sebesar 50% dan gangguan yang tidak diketahui penyebabnya sebesar 50%. Sistem proteksiarea trafo tenaga 2 di Gardu Induk 150 KV Jepara memiliki persentase keandalan rele sebesar 91,67%.Berdasarkan hasil penelitian, gangguan yang sering mempengaruhi sistem proteksi area trafo tenaga diGardu Induk 150 KV Jepara dari tahun 2007 sampai 2012 adalah gangguan nonteknis dan gangguan yangtidak diketahui penyebabnya, yang mengakibatkan Short Circuit Feeder (SCF) pada Saluran Kabel TeganganMenengah (SKTM) tertimpa pohon. Sistem proteksi area trafo tenaga di Gardu Induk 150 KV Jepara daritahun 2007 sampai 2012 memiliki keandalan dengan predikat cukup baik dalam mengatasi kuantitas gangguan.Keywords Gangguan Gardu Induk, sistem proteksi Gardu Induk, PLN

Kelayakan Instalasi Listrik Rumah Tangga Berdaya ? 900 VA Berumur di Atas 15 Tahun di Desa Bojonggede Kecamatan Ngampel Kabupaten Kendal

Jurnal Teknik Elektro Vol 7, No 1 (2015): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut PUIL 2000 seluruh instalasi listrik termasuk pengaman, pelindung, dan kelengkapannya, harus terpelihara dengan baik. Karena factor usia instalasiakan mengalami keausan,penuaan atau kerusakan instalasi. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah tingkat kelayakan instalasi listrik rumah berdaya ? 900VA berusia di atas 15 tahun di Desa Bojong Gede Kecamatan Ngampel Kabupaten Kendal, serta faktor-faktor yang menyebabkan tingkat kelayakan suatu instalasi rumah sesuai PUIL 2000. Manfaat penelitian ini adalah memberikan informasi tentang tingkat kelayakan instalasi listrik rumah agar bermanfaat untuk semua pihak. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Metode yang digunakan adalah dokumentasi, observasi dan pengukuran. Objek penelitian ini adalah instalasi listrik rumah tangga daya ? 900 VA pemakaian lebih dari 15 tahun di Desa Bojong Gede Kecamatan Ngampel Kabupaten Kendal. Berdasarkan delapan faktor yang mempengaruhi tingkat kelayakan instalasi listrik rumah, tingkat kelayakannya sebagai berikut: susut tegangan 50 instalasi, tahanan isolasi sebesar 50 instalasi, Tahanan pembumian 48 instalasi, Luas penampang penghantar 36 instalasi, kondisi pengaman 47 instalasi, kesesuaian polaritas 34 instalasi, lengkapan sesuai SNI 40 instalasi, ketinggian kotak-kontak 33 instalasi. Dari 50 instalasi rumah, hanya 16 instalasi rumah yang memenuhi seluruh kriteria ini. Penyebab-penyebab instalasi yang tidak layak dikarenakan penggunaan peralatan listrik yang tidak sesuai ketentuan. Saran yang dianjurkan adalah agar pengguna instalasi listrik untuk tetap merawat dan melakukan uji berkala terhadap instalasinya agar instalasi tetap layak pakai sehingga terhindar dari bahaya.

Penerapan Metode Simple Additive Weighting dalam Sistem Pendukung Keputusan Kelayakan Laboratorium Komputer SMP dan SMA Negeri untuk Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan Kecamatan Sukorejo

Jurnal Teknik Elektro Vol 7, No 2 (2015): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perluasan pemanfaatan komputer yang semula dimanfaatkan sedikit orang, kini menjadi dimanfaatkan banyak orang. Hal ini mengakibatkan perubahan pada berbagai bidang kehidupan seperti halnya dalam proses pengambilan sebuah keputusan, terkadang keputusan yang dibuat oleh seseorang atau sekelompok secara manual kurang akurat dalam penilaiannya, seperti instansi pemerintahan UPTD Pendidikan Kecamatan Sukorejo dalam mengambil sebuah keputusan menentukan kelayakan laboratorium komputer sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk membangun sebuah sistem pendukung keputusan dalam menentukan kelayakan laboratorium komputer SMP dan SMA Negeri se Kecamatan Sukorejo menggunakan metode Simple Additive Weighting. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah model sekuensial linier, atau biasa disebut model air terjun (waterfall), metode ini merupakan salah satu model pengembangan berbasis SDLC (System Development Life Cycle). Hasil penelitian dengan pengujian sistem oleh 3 orang ahli dengan hasil 88,67% (Sangat Setuju), 2 orang admin dengan hasil 90% (Sangat Setuju), 2 orang pengunjung dengan hasil 86,23% (Sangat Setuju), dan pengujian blackbox yang semua hasilnya adalah valid. Setelah sistem ini digunakan untuk memberi keputusan kelayakan laboraorium komputer enam sekolah, hasil dari keenam sekolah tersebut adalah layak. Hasil dari kelayakan laboratorium tersebut untuk laporan kepada pemerintah tentang perkembangan laboratorium komputer. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh simpulan bahwa sistem ini layak digunakan dan memberikan kemudahan bagi staf ahli sarana dan prasarana UPTD Pendidikan dalam menentukan kelayakan laboratorium komputer dibandingkan dengan cara manual.Kata kunci UPTD, Waterfall, Simple Additive Weighting

Penerapan Metode Simple Additive Weighting dalam Sistem Pendukung Keputusan Kelayakan Laboratorium Komputer SMP dan SMA Negeri untuk Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan Kecamatan Sukorejo

Jurnal Teknik Elektro Vol 7, No 2 (2015): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Perluasan pemanfaatan komputer yang semula dimanfaatkan sedikit orang, kini menjadi dimanfaatkan banyak orang. Hal ini mengakibatkan perubahan pada berbagai bidang kehidupan seperti halnya dalam proses pengambilan sebuah keputusan, terkadang keputusan yang dibuat oleh seseorang atau sekelompok secara manual kurang akurat dalam penilaiannya, seperti instansi pemerintahan UPTD Pendidikan Kecamatan Sukorejo dalam mengambil sebuah keputusan menentukan kelayakan laboratorium komputer sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk membangun sebuah sistem pendukung keputusan dalam menentukan kelayakan laboratorium komputer SMP dan SMA Negeri se Kecamatan Sukorejo menggunakan metode Simple Additive Weighting. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah model sekuensial linier, atau biasa disebut model air terjun (waterfall), metode ini merupakan salah satu model pengembangan berbasis SDLC (System Development Life Cycle). Hasil penelitian dengan pengujian sistem oleh 3 orang ahli dengan hasil 88,67% (Sangat Setuju), 2 orang admin dengan hasil 90% (Sangat Setuju), 2 orang pengunjung dengan hasil 86,23% (Sangat Setuju), dan pengujian blackbox yang semua hasilnya adalah valid. Setelah sistem ini digunakan untuk memberi keputusan kelayakan laboraorium komputer enam sekolah, hasil dari keenam sekolah tersebut adalah layak. Hasil dari kelayakan laboratorium tersebut untuk laporan kepada pemerintah tentang perkembangan laboratorium komputer. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh simpulan bahwa sistem ini layak digunakan dan memberikan kemudahan bagi staf ahli sarana dan prasarana UPTD Pendidikan dalam menentukan kelayakan laboratorium komputer dibandingkan dengan cara manual.Kata kunci— UPTD, Waterfall, Simple Additive Weighting

Kelayakan Instalasi Listrik Rumah Tangga Berdaya ≤ 900 VA Berumur di Atas 15 Tahun di Desa Bojonggede Kecamatan Ngampel Kabupaten Kendal

Jurnal Teknik Elektro Vol 7, No 1 (2015): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut PUIL 2000 seluruh instalasi listrik termasuk pengaman, pelindung, dan kelengkapannya, harus terpelihara dengan baik. Karena factor usia instalasiakan mengalami keausan,penuaan atau kerusakan   instalasi. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah tingkat kelayakan instalasi listrik rumah berdaya ≤ 900VA  berusia di atas 15 tahun di Desa Bojong Gede Kecamatan Ngampel Kabupaten Kendal, serta faktor-faktor yang menyebabkan tingkat kelayakan suatu instalasi rumah sesuai PUIL 2000. Manfaat penelitian ini adalah memberikan informasi tentang tingkat kelayakan instalasi listrik rumah agar bermanfaat untuk semua pihak. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Metode yang digunakan adalah dokumentasi, observasi dan pengukuran. Objek penelitian ini adalah instalasi listrik rumah tangga daya ≤ 900 VA pemakaian lebih dari 15 tahun di Desa Bojong Gede Kecamatan Ngampel Kabupaten Kendal. Berdasarkan delapan faktor yang mempengaruhi tingkat kelayakan instalasi listrik rumah, tingkat kelayakannya sebagai berikut: susut tegangan 50 instalasi, tahanan  isolasi sebesar 50 instalasi, Tahanan pembumian 48 instalasi, Luas penampang penghantar 36 instalasi, kondisi pengaman 47 instalasi, kesesuaian polaritas 34 instalasi, lengkapan sesuai SNI 40 instalasi, ketinggian kotak-kontak 33 instalasi. Dari 50 instalasi rumah, hanya 16 instalasi rumah yang memenuhi seluruh kriteria ini. Penyebab-penyebab instalasi yang tidak layak dikarenakan penggunaan peralatan listrik yang tidak sesuai ketentuan. Saran yang dianjurkan adalah agar pengguna instalasi listrik untuk tetap merawat dan melakukan uji berkala terhadap instalasinya agar instalasi tetap layak pakai sehingga terhindar dari bahaya.

PENGEMBANGAN SAKLAR PENGENDALI JARAK JAUH BERBASMIKROKONTROLER DAN TRANDUSER ULTRASONIK

TATAL Vol 6, No 1 (2010): TATAL VOL.6 NO.1 SEPTEMBER 2010
Publisher : TATAL

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemudahan pengoperasian suatu peralatan elektronik merupakan kebutuhan bagipengguna/konsumen. Jarak menjadi salah satu kendala dalam pengoperasian sejumlah peralatan elektronik.Oleh karenanya dibutuhkan adanya perangkat yang dapat digunakan untuk mengendalikan sejumlahperalatan elektronik. Pengendalian peralatan elektronik dapat memanfaatkan gelombang ultrasonik danmenggunakan mikrokontroler AT89C2051 sebagai pusat pengendali pada pemancar dan mikrokontrolerAT89S51 sebagai pusat pengendali utama pada penerima merupakan salah satu perangkat yang dapatmempermudah pekerjaan tersebut. Perangkat ini dirancang dengan menambahkan piranti pendukung lainseperti, LCD sebagai tampilan output-nya, driver relay sebagai piranti penghubung antara mikrokontrolerdengan peralatan elektronik dalam eksperimen ini adalah lampu. Sebuah transduser ultrasonik dipakaisebagai sarana untuk memancarkan dan menerima gelombang ultrasonik. Program dibuat untuk diisikan kemikrokontroler AT89C2051 dan AT89S51 dengan menggunakan bahasa assembler yang berisi instruksiinstruksi.Melalui perangkat ini dapat dikendalikan lampu dari jarak jauh. Saran untuk penelitian lanjutandapat dibuat variasi beban dan fungsi yang beragam untuk memperoleh hasil yang efisien.Kata kunci : Mikrokontroler, Tranduser Ultrasonik, Saklar kendali